--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Senin 09 Maret 2009 15:50 UTC ** KORSEL VS. KORUT ** TENTARA CINA DI TIBET ** KEBAKARAN DI MANILA ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: DE KRUIF -- KAMI JELAS TIDAK AKAN KALAH DI AFGHANISTAN ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: DEMAM PIALA DUNIA LANDA CAPE TOWN ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: BUKU HARIAN BAGHDAD JILID III -- Seniman Teater dan Teroris ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: KRI FRANS KAISEPO -- PELUKAN JAKARTA UNTUK PAPUA ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: INDONESIA TERIMA CORVETTE KEEMPAT DARI BELANDA ** TOPIK-TOPIK TINJAUAN PERS: REVOLUSI BARBIE DAN PEREMPUAN DI DPR * KORSEL VS. KORUT Ketegangan antara Korea Selatan dan Korea Utara makin meningkat, menyusul latihan militer yang digelar antara Korea Selatan dan Amerika Serikat. Latihan bersama yang dilakukan rutin kedua negara tiap tahun telah dimulai. Korea Utara menganggap latihan tersebut sebagai persiapan invasi dan menyatakan tentara Korea Utara siap berperang. Dalam waktu dekat, Pyongyang akan meluncurkan satelit yang memperingatkan, pihaknya akan memulai perang jika satelit tersebut ditembak. Washington dan Seoul khawatir, peluncuran satelit itu hanya alasan di balik uji coba roket jarak jauh. * TENTARA CINA DI TIBET Cina telah mengirim tambahan pasukan keamanan ke Tibet untuk menjaga perbatasan internasional Tibet. Hari ini, lima puluh tahun yang lalu, pemimpin spiritual Tibet Dalai Lama mengasingkan diri ke India setelah gagal pemberontakan melawan Cina. Cina ingin mencegah peringatan ini digunakan sebagai 'aktivitas sabotase para pengikut Dalai Lama'. Tahun lalu, unjuk rasa para biksu Buddha di Tibet mengakibatkan kekacauan. Unjuk rasa ini diakhiri dengan serangan balik Cina yang mengakibatkan banyak korban tewas, di antaranya para biksu itu. * KEBAKARAN DI MANILA Di Manila dipastikan dua ribu orang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran. Kebakaran ini menghanguskan ratusan rumah di kawasan kumuh San Andres Bukid, di Manila selatan. Tiga orang luka-luka. Diduga penyebab kebakaran ini adalah lilin menyala yang terjatuh. * BELANDA DESAK PBB SOAL ANAK-ANAK Menteri Luar Negeri Belanda, Maxime Verhagen menyatakan PBB harus secepatnya mengangkat wakil khusus untuk menangani kekerasan terhadap anak-anak. PBB seharusnya sudah memutuskan hal ini sejak 2007. Nyatanya, sampai sekarang belum ada yang ditunjuk. Belanda telah menganggarkan 800 ribu euro untuk masalah kekerasan terhadap anak-anak. Menlu Verhagen menyatakan, ribuan anak di dunia menjadi korban kekerasan. Terutama kekerasan terhadap anak perempuan terjadi di setiap lingkungan. Verhagen menyatakan hal ini dalam pidatonya di Scheveningen, Den Haag, pada pembukaan konferensi internasional Kekerasan Terhadap Anak Perempuan. Konferensi ini diadakan atas inisiatif Menlu Verhagen. * DEWAN PERTAHANAN AMERIKA SELATAN Selasa besok 12 negara akan membentuk Dewan Pertahanan Amerika Selatan. Para menteri pertahanan negara-negara Amerika Selatan akan berkumpul di Santiago selama dua hari guna membicarakan pembentukan ini. Menurut Menteri Pertahanan Cile, Jose Goni, membentuk organisasi militer bersama bukanlah tujuan Dewan ini. Dewan Pertahanan ini akan bertindak sebagai dasar kerjasama antar negara-negara Amerika Selatan. Inisiatif pembentukan dewan ini datang tahun lalu dari Presiden Brazilia Luiz Ignacio Lula da Silva, setelah keributan antara Kolombia dan negara tetangga Ekuador dan Venezuela.. * KECELAKAAN PESAWAT DI UGANDA Sebuah pesawat jatuh di danau Victoria, Uganda. Dipastikan paling sedikit 10 orang tewas, sebagian besar adalah tentara Burundi. Pesawat ini jatuh tak lama setelah tinggal landas di Entebbe, bandara terbesar di Uganda. Segera setelah jatuh, pesawat tenggelam di danau Victoria. Sebab kecelakaan ini masih belum jelas. * OPOSISI SUDAN DIBEBASKAN Di Sudan, pemimpin oposisi islam Hassan Al-Turabi dibebaskan, dua bulan setelah ditangkap. Ia ditangkap pada Januari 2009, setelah mendesak presiden Omar Hassan Al-Bashir untuk menyerahkan diri terhadap Mahkamah Pidana Internasional Den Haag. Tak ada penjelasan berkaitan pembebasan A-Turabi. Presiden Bashir bereaksi keras terhadap pelbagai misi luar negeri di negaranya. Jika organisasi bantuan, pasukan kedamaian, atau korps diplomat tidak mematuhi aturan Sudan, mereka harus pergi dari Sudan, begitu ungkapnya pada pidato di Darfur. Kunjungan ke Sudan bisa dianggap provokasi, justru karena keadaan Darfur, Mahkamah Pidana Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Presiden Bashir. * OBAMA IZINKAN PENELITIAN SEL INDUK Presiden Amerika Serikat Barack Obama akan menandatangani dekrit yang mengakhiri larangan penelitian sel induk. Dana pemerintah pusat akan tersedia untuk penelitian sel induk. Penelitian ini dilarang di Amerika selama delapan tahun terakhir, karena Presiden Bush, sebagai Kristen Konservatif, menentangnya. Sel induk dibuat dari embryo manusia, namun penggunaaan sel ini dianggap beberapa pihak tidak bermoral. Institut Kesehatan Nasional Amerika diberi waktu empat bulan untuk menyusun aturan baru penelitian ini. Sel induk bisa digunakan untuk menyembuhkan syaraf-syaraf yang rusak, seperti pada penyakit Parkinson atau Alzheimer. * PENANGKAPAN DI TURKI Di Turki lima orang ditangkap berkaitan dengan komplotan pembunuhan terhadap Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan. Penangkapan ini dilakukan di Edana, sebuah kota di Turki selatan, di mana Erdogan menghadiri pertemuan pemilihan umum Sabtu lalu. Menurut media Turki, polisi berhasil melacak pelaku lewat penyadapan telepon. * KAMI JELAS TIDAK AKAN KALAH DI AFGHANISTAN "Kami memang belum menang." Begitu reaksi komandan pasukan NATO berkebangsaan Belanda di Afghanistan selatan menimpali perkataan Barack Obama di depan media Amerika. Ketika ditanya, aapakah Amerika ada di pihak yang menang di Afghanistan, Obama cuma menjawab pendek, "Tidak." Laporan redaktur perdamaian dan keamanan Hans de Vreij. Sejak 1 November lalu, Mayor Jenderal Mart de Kruif, atas nama NATO, memegang komando pasukan International Security Assistance Force (ISAF) di enam propinsi, Afghanistan selatan. Menurut De Kruif, Afghanistan selatan berada di jalan buntu. Lebih banyak pasukan dibutuhkan, tambahnya lagi. Tak hanya itu, para insinyur juga sangat dibutuhkan untuk mengembangkan dan menghubungkan daerah-daerah aman. Sampai saat ini, masih ada 17 titik aman di Afghanistan Selatan. Mart de Kruif "Menurut saya, kita memang belum menang, tapi jelas kita tidak akan kalah. Saya pikir, konsep yang diterapkan sudah tepat. Itulah menyebarkan titik aman sebanyak mungkin, supaya bisa menjamin keamanan agar pembangunan dan pemerintahan bisa berjalan. Kami hanya butuh aset lebih banyak lagi untuk mendorong konsep ini bisa dipertahankan dan diperluas di seluruh Afghanistan Selatan." Belanda Jenderal De Kruif membandingkan situasi daerahnya dan di Belanda. Komandan Regional (Selatan) ISAF yang dipimpinnya lima kali lebih luas ketimbang Belanda. "Di Belanda, kita punya 55 ribu anggota polisi, sedangkan di Afghanistan Selatan hanya ada 40 ribu orang, sudah termasuk polisi Afghanistan, tentara Afghanistan, dan ISAF. Jadi tidak banyak orang yang bisa mengamankan Afghanistan Selatan." Menurut laporan terbaru NATO, tahun lalu, 35% tentara asing diculik di Afghanistan. Aktivitas Taliban dan kelompok pemberontak ilegal lain bertambah 33%, terutama bom rakitan. Jumlah korban sipil juga meningkat tajam: menurut NATO 80% dari 46% penduduk sipil adalah korban Taliban. Pengeboman Jenderal De Kruif menyatakan, dibandingkan dua tahun lalu, serangan Taliban sekarang berbeda. Serangan langsung terhadap ISAF lebih sedikit, lebih banyak teroris direkrut dari penduduk setempat, dan 'penyerangan asimetris' seperti bom buatan pemberontak-pemberontak kecil. "Artinya, insiden penyerangan lebih banyak. Lagipula, sekarang kita berada di daerah yang sebelumnya tidak pernah didatangi, itu juga berpengaruh terhadap jumlah insiden," kata De Kruif. Sebenarnya, jumlah insiden tidak bisa jadi patokan. 17 titik aman telah dikembangkan dan dua daerah aman baru bisa ditambahkan. Satu di daerah pusat propinsi Helmand dan satu lagi di Lembah Baluchi, Uruzgan. Opium dan Heroin Waktu-waktu ke depan, Amerika Serikat akan menambah kontribusinya di Afghanistan selatan kepada ISAF. Menurut Jenderal De Kruif kontribusi Amerika akan ditempatkan di Helmand tengah dan di sekitar kota Kandahar. "Helmand bertetangga dengan Uruzgan. Di sini Taliban membudidaya dan berdagang ganja, juga tempat produksi opium dan heroin. Singkat kata, di sana jantung Taliban." Mart de Kruif: "Tentara akan masuk tempat yang belum pernah kita datangi. Tempat yang patut diperjuangkan jika dilihat dari sisi militer. Juga tempat penduduk Afghanistan tinggal. Daerah itu adalah Helmand tengah dan sekitar kota Kandahar." Pada briefing untuk para jurnalis, Presiden Obama juga menyatakan kemungkinan berunding dengan Taliban. Jenderal De Kruif sebelumnya sudah menerangkan bahwa hal ini pada prinsipnya adalah tanggung jawab pemerintah Afghanistan, yang memiliki posisi lebih kuat untuk mengadakan perundingan semacam itu. Konferensi Afghanistan Tentang konferensi Afghanistan mendatang yang akan diselenggarakan oleh Belanda atas permintaan Washington, De Kruif menyatakan: "Kita butuh dukungan masyarakat internasional untuk membantu Afghanistan. Bukan saja mengirim lebih banyak tentara, tapi juga memperkuat komponen sipil dari operasi-operasi tersebut. Kita juga harus bersabar menunggu konsep ini matang dan hasilnya terlihat." * DEMAM PIALA DUNIA LANDA CAPE TOWN Demam Piala Dunia 2010 menyebar ke seluruh Afrika Selatan, sementara negara ini bersiap-siap menjadi tuan rumah pesta olah raga terbesar yang pernah dikenal oleh benua Afrika. Demam itu sendiri paling terlihat di Cape Town, tempat akan berlangsungnya babak semi final. Di mana-mana orang memandang terlihat tiang pengerek dan mesin menyampur semen yang terus-terusan sibuk. Laporan redaktur siaran bahasa Inggris Paul Anstiss. Cepatnya pembangunan sangat mentakjubkan. Belum lama berselang, bandara Cape Town cuma secuil dari besarnya sekarang. Bandara ini akan menampung setengah juta fans sepak bola dan wisatawan lain yang dijadwalkan datang Juni tahun depan. Sistem angkutan umum baru, jalan yang diperbaiki, delapan hotel baru, apartemen mewah dan stadion kelas dunia sedang dibangun. Piala dunia dilihat sebagai dorongan ekonomi. Pieter Cronje adalah jurubicara Cape Town untuk Piala Dunia 2010. Pieter Cronje: Artinya besar sekali. Kami memperoleh kesempatan untuk tampil atau menjadi bagian peristiwa olah raga terbesar dunia. Kami diberi kesempatan memamerkan betapa indahnya kota kami kepada bermilyar-milyar penonton di seluruh dunia. Kami berkesempatan meningkatkan infrastruktur, mutu layanan dan menggunakannya sebagai ajang untuk mempromosikan pertumbuhan ekonomi dan investasi jangka panjang. Kartu merah Jatung semuanya adalah pembangunan stadion Green Point atau Titik Hijau senilai 400 juta euro. Sejak proyek ini dimulai tahun 2006, sudah tercipta 2000 lebih lapangan kerja. Untuk mempromosikan semangat tim, para buruh bangunan menandatangani kontrak sama dengan para pemain sepak bola. Siapa saja yang melanggar aturan keamanan secara otomatis akan menerima kartu merah, artinya harus keluar dari pertandingan. Di balik ketakutan para pengkritik bahwa Juni tahun depan Afrika Selatan tidak akan siap menjadi tuan rumah, pembangunan stadion yang bisa menampung 68 ribu pengunjung ini, ternyata lebih cepat dari jadwal. Rancangan stadion ini dicocokkan dengan tata kota Cape Town, yang didominasi oleh Gunung Meja. Paling Dramatik Mungkin bagian paling dramatik adalah atap yang terbuat dari kaca berukuran 36 ribu meter persegi yang menutupi stadion di bagian penonton. Semuanya bersandar pada 72 baris kolom. Robert Holmes arsitek pada perusahaan Jerman GMP-Architekten mengatakan, Cape Town harus memperhitungkan atap kelima yang bisa menghalangi pandangan penonton. Atap stadion dibangun serendah mungkin, tanpa mengganggu jarak pandang penonton ke arah laut. Atap digantung seperti halnya roda sepeda yang menopang semua tekanan dari atapnya. Sehubungan dengan berat bersih maka maka muncul tekanan yang rata. Masalah pada penggantungan atap akan muncul jika ada tarikan angin pada atapnya. Untuk itu diperlukan beban dengan berat yang pas untuk menahan angin. Kami belum pernah melakukan hal ini, kata Robert Holmes. Sejauh ini dunia olah raga Afrika Selatan didominasi cricket dan rugby. Mereka menyedot semua dana olah raga. Suporter sepakbola berharap akan terjadi perubahan ketika demam Piala Dunia berjangkit. Urban Warriors Salah satu team sepakbola paling ngetop di kota itu adalah Ajax Cape Town, fans setia memberi julukan "Urban Warriors". Klub ini punya afiliasi dengan dengan klub kondang Ajax Amsterdam Belanda. Baru-baru ini kiper Ajax Amsterdam, Maarten Stekelenburg, sosok yang bertanggung jawab untuk urusan bakat muda di Belanda, menandatangani kontrak tiga tahun untuk perkembangan bakat Klub Cape Town. Tugas utamanya adalah membantu para bakat muda menuju team utama.Ia mengatakan suatu hari nanti beberapa di antaranya bisa bermain untuk Ajax Amsterdam. Maarten van Stekelenburg: "Kalau saya bandingkan kualitas pemain di sini dan Amsterdam, mereka punya standar bagus. Dan saya rasa mereka bisa bersaing dengan pemain di Amsterdam. Ini bukti kualitas pemain-pemain di sini bagus." Tahun 2010 merupakan kesempatan bagi sepakbola Afrika Selatan untuk tampil, dan bukan lagi sebagai negeri kerdil. Sementara itu sebagian lain di Afrika Selatan berharap 2010 bisa mendongkrak ekonomi yang berdampak jangka panjang. * BUKU HARIAN BAGHDAD JILID III -- Seniman Teater dan Teroris Chaalan Charif Hari ini, para peminat teater bisa merayakan sesuatu. Untuk kali pertama dalam enam tahun, mereka kini bisa menonton pertunjukan malam. Sebenarnya, pertunjukan dimulai pukul empat sore. Tapi, para pengunjung teater nasional, lebih senang mengatakan pertunjukan malam. Selama beberapa tahun belakangan, tidak banyak pertunjukan teater di Bagdad. Dan berhubung masalah keamanan, pertunjukan selalu berlangsung tengah hari. Para pengunjung kini gembira, bisa pergi nonton pertunjukan pada pukul empat sore. Mereka berharap, dalam waktu dekat, benar-benar bisa menikmati pertunjukan malam. "Nonton pertunjukan, harus kembali sebagai hiburan keluarga. Setelah seharian bekerja, kami ingin bersama pasangan pergi ke teater, mengenakan pakaian indah. Sesudahnya, makan di restauran", kata salah seorang pengunjung. Gedung teater nasional di pusat kota Bagdad, adalah satu-satunya bangunan yang tetap berdiri utuh, menyusul serbuan tentara Amerika, dan kekacauan selama beberapa tahun belakangan. Gedung-gedung lainnya hancur akibat perang. Atau, pada tahun-tahun sesudahnya kosong melompong, akibat penjarahan. Para pengusaha pemilik bangunan melarikan diri ke luar negeri, mencari keamanan dan sumber pendapatan baru. Pada masa itu, kehidupan para pekerja gedung teater sangat berat. Mereka bekerja di bawah tekanan berbagai kelompok milisi bersenjata. Bahkan, di antara para seniman sendiri ada juga yang tidak begitu cinta-damai. Beredar berita tentang seorang sutradara yang membawa kelompok milisi bersenjata menghadap pengurus gedung teater. Konon pengurus ini menolak pertunjukan sang sutradara. Akhirnya, cerita propaganda karya sang sutradara, dipentaskan juga di gedung teater nasional ini. Pertunjukan hari ini mengenai kelompok teror, kata seorang sutradara. Kita tentu akan berpikir, tema aktual seperti itu pasti masuk akal. Namun, menurut sang sutradara, baru kali pertama, seniman teater Bagdad menggelar cerita mengenai teroris. Yang bersangkutan juga bangga, karena ia berani melakukan hal ini. Tapi, berani juga sangat relatif. Di tempat lain atau pada masa lain, kita sama sekali tidak akan menamakan pementasan cerita seperti ini berani. Pementasan berdasarkan cerita "Penyulut Kebakaran", karya penulis sandiwara Swis, Max Frisch. Kecuali beberapa penyesuaian kecil, alur cerita tetap mengikuti naskah asli. Sama sekali tidak ada rujukan pada situasi aktual Bagdad saat ini. Suasana Eropa pada cerita, tetap dipertahankan. Publik harus menarik kesimpulan sendiri mengenai kaitan cerita dengan teror di Irak sekarang. Ini menunjukkan, betapa dalamnya rasa takut yang mengakar di benak warga Irak. Selama tiga hari pertama pementasan, separoh dari 1.000 tempat duduk gedung teater ini terisi. Jumlah penonton wanita cukup banyak. Sebagian besar tidak mengenakan kerudung. Padahal, tahun lalu, ke luar rumah dengan pakaian seperti itu masih bisa berakibat fatal. Walau pun alur cerita benar-benar mengenai Eropa, bagi setiap penonton jelas. Teater ini menyajikan "Penyulut Kebakaran" yang ada di Irak sekarang. * KRI FRANS KAISEPO -- PELUKAN JAKARTA UNTUK PAPUA Penyerahan kapal corvette keempat kepada pihak Indonesia di Galangan Schelde Belanda tenggara, menuai tanggapan beragam. Sebagian kalangan menilai pilihan nama Frans Kaeisepo, pahlawan asal Papua, sebagai nama KRI ini adalah upaya merangkul orang Papua. Pemerintah Indonesia mengirimkan dua mantan warga Papua di pengasingan untuk membujuk warga Papua Belanda pulang membangun daerah. Mereka adalah Frans Albert Yoku dan Nicolas Simeon Meset. Pertama-tama berikut Frans Albert Yoku menjelaskan missinya ke Belanda. Frans Albert Yoku [FAY]: Yang jelas sebagai orang Papua, kami rasa bangga nama seorang pahlawan Papua sudah diberikan pada kapal ini. Karena pengalaman-pengalaman di waktu-waktu lalu, kami juga berharap jangan kapal ini dipakai untuk bertindak terhadap masyarakat Indonesia sendiri termasuk kami di Papua, Maluku atau di Aceh, daerah-daerah lain juga. Kami berharap kapal ini malah dapat melindungi masyarakat Indonesia termasuk kami di Papua dan daerah-daerah lain yang tadi saya sebut itu. Nama saya Frans Albert Yoku, saya juga teman dari pak Nicolas Simeon Meset, kami dari Papua dan kami rasa bangga, kapal ini sudah diberi nama seorang pahlawan yang berasal dari daerah kami. Radio Nederland Wereldomroep [RNW]: Bapak diundang khusus datang dari Indonesia untuk datang ke sini? FAY: Kami tidak secara khusus diundang. Kami dalam misi khusus dari pemerintah Indonesia ke sini untuk meletakan pendekatan-pendekatan dengan masyarakat Papua yang berdomisili di sini. Kami sedang laksanakan itu dan setelah satu minggu lagi, kami akan kembali ke Papua. RNW: Pendekatan seperti apa pak, kenapa harus didekati di sini pak? FAY: Pendekatan karena setelah pemerintahan Orde Baru berakhir, banyak perubahan yang terjadi di Indonesia. Proses reformasi, demokratisasi khususnya di Papua, kami juga sudah mendapatkan satu struktur dalam sistim pemerintahan baru yang namanya otonomi khusus. Jadi kami di Papua dan saya rasa masyarakat Indonesia sedang diberikan kesempatan yang luar biasa untuk ikut membangun negerinya. Jadi banyak perubahan yang sedang terjadi, banyak perbaikan yang terjadi. Kami tidak katakan bahwa Indonesia itu merupakan surga, tidak. Tapi yang jelas, sudah banyak perubahan terjadi dan kami merasa diri bertanggungjawab untuk kembali membangun negeri kami, khususnya di Papua. RNW: Ini dalam rangka misi perdamaian begitu pak? Nicolas Simeon Meset [NSM]: Ya, kita dua ini dulu warga negara asing, bukan warga negara Indonesia. Pak Nic dulu Swedia, saya sendiri Papua Nugini. Tapi kita dua yang pertama masuk Indonesia untuk diberikan warga negara, kembali lagi itu terjadi pada tanggal 29 Nopember 2007. Menteri Kehakiman Andi Matalatta menandatangani kita dua punya kewarganegaraan kembali. Saya kembali dari Swedia, pak Frans dari Papua Nugini. Kita ini juga berjuang dulu untuk Papua merdeka. RNW: Tapi kenapa sekarang bisa kembali? NSM: Karena otonomi khusus yang tadi itu. Itu kompromi untuk mendapat solusi yang terbaik supaya Papua ini tetap dalam bingkai NKRI. Kita minta merdeka, Indonesia kasih otonomi khusus yang hampir 85% sudah merdeka hanya rakyat Papua saja harus pakai uang itu baik-baik ya. Dan kami datang menghimbau untuk masyarakat Papua di Belanda ini, pulanglah. Pulang dan melihat membangun tanah Papua, tanah yang kami cintai semua. Pulanglah, otonomi khusus sudah ada. Meskipun itu tidak sempurna tapi pakailah itu. RNW: Tapi banyak generasi muda Papua yang tinggal di sini pak ya, mereka benar-benar ingin menuntut pemisahan dari Indonesia, merdeka begitu buat mereka? NSM: Ya, banyak itu siapa mereka? Banyak orang Papua ada di Papua. Yang sekarang ikut mendukung proses perubahan yang di sana. Jangan bilang begitu banyak orang Papua, bisa dihitung tidak banyak. RNW: Jadi minoritas yang di sini? NSM: Minoritas di sini dan mimpi-mimpi muluk. Mimpi-mimpi keju dengan roti di sini. RNW: Mereka harus pulang? FAY: Harus pulang membangun Papua. Papua sudah lebih aman. Jangan pikir dogma politik, paradigma yang lalu itu masih ada. Demikian Frans Albert Yoku. Namun demikian, Oridek Ap ketua LSM Free West Papua yang bermukim di Belanda punya pendapat lain. Bagi putra Arnold Ap, korban pembunuhan Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopasandha) tahun 1984 itu, nama Frans Kaiseipo sama dengan pengkhianat. Oridek Ap: Bagi orang Papua dan juga bagi saya, nama Frans Kaisiepo itu sama saja dengan seorang pengkhianat bangsa. Jadi Indonesia mau kasih kapal nama Frans Kaisiepo itu hak Indonesia. Mungkin juga maksudnya begitu, buat kasih tunjuk sama orang Papua, bahwa Frans Kaisiepo yang dulu membawa Papua masuk Indonesia, sekarang yang menjajah Papua juga lewat corvette itu. Bangsa Papua tidak akan sambut kapal perang ini, walau pun kapal ini bernama seorang Papua. * INDONESIA TERIMA CORVETTE KEEMPAT DARI BELANDA Sabtu lalu di Galangan Schelde Belanda tenggara, berlangsung upacara penyerahan kapal korvet dari pembuatnya yaitu galangan kapal SNS kepada pemerintah RI. Kapal yang diberi nama KRI Frans Kaisiepo ini adalah kapal ke empat yang dipesan Angkatan Laut Republik Indonesia dari Belanda. Walaupun namanya diambil dari pahlawan asal Papua, penempatannya belum tentu di Indonesia Timur. Seperti berikut disampaikan KSAL Laksamana TNI Tedjo Edhi Purdjianto. Tedjo Edhi Purdjianto [TEP]: Ini sementara sampai di Indonesia dulu ya, sedangkan kapal yang pertama sudah akan dapat tugas ke Libanon. Pertengahan Maret ini akan berangkat, jadi setelah enam bulan akan diganti kapala kedua, ketiga, yang keempat dia juga akan berangkat juga ke Libanon. Secara bergantian setiap enam bulan. Radio Nederland Wereldomroep [RNW]: Kenapa ke Libanon pak? TEP: Memang ada misi perdamaian PBB di sana. Kita diminta untuk partisipasi dan ini adalah pertama kali Angkatan Laut mendapat tugas di PBB, di Unifil pertamakali. RNW: Misi perdamaian? TEP: Ya, misi perdamaian. RNW: Lalu uangnya dari mana itu pak? TEP: Dari PBB, kita hanya menugaskan kapalnya dan personilnya, semua dari PBB. RNW: Sampai saat ini pak, tiga korvet sudah di Indonesia, sudah ditugaskan, semuanya lancar pak? TEP: Lancar, lancar, mereka sudah beroperasi. Sudah ada Sapal yang ikut juga field review (penjelajahan) di Korea, sudah juga ke sana. RNW: Dan persenjataannya, semuanya sudah siap? TEP: Bertahap akan kami lengkapi untuk ini. Demikian KSAL Laksamana Tedjo Edhi Purdjianto. Kapal buatan Belanda ini harganya 220 juta dolar sebuah. Menurut Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono, pembayarannya menggunakan anggaran TNI yang sudah terbatas dan selalu harus mengalah. Juwono Sudarsono [JS]: Lebih dari lima tahun ini, TNI selalu mengalah pada program-program pembangunan ekonomi dan santunan sosial. RNW: Sampai di mana pak, kesabaran mengalahnya? JS: Mereka adalah tentara kejuangan, jadi sampai kapan pun kita bersedia untuk mendahulukan kepentingan rakyat, kepentingan nasional. RNW: Tapi kepentingan nasional kan juga menjaga keamanan Indonesia pak? JS: Betul, betul, tapi saya yakin sanggup semua Angkatan, Darat, Laut, Udara, sanggup dengan anggaran yang minimum melaksanakan tugas-tugas pokok. RNW: Anggaran minimum itu berapa pak, yang paling dibutuhkan oleh Angkatan Bersenjata Indonesia pak? JS: Sebetulnya 100 trilyun rupiah satu tahun, tapi yang kita terima hanya 36 trilyun rupiah. RNW: Lalu mau menaikkannya lagi bagaimana pak, bisnis TNI juga sudah hilang? JS: Sambil menunggu sampai pemulihan ekonomi berlanjut, penerimaan negara meningkat. Anggaran Pertahanan, Insya Allah akan meningkat. Demikian Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono. Nama Frans Kaisiepo berasal dari pahlawan Indonesia asal Papua. Di antara hadirin ada pula dua warga asal Papua, Frans Albert Yoku dan Nicolas Simeon Meset. Keduanya merasa bangga sebagai warga Papua. Frans Albert Yoku [FAY]: Saya cuma kecewa anaknya pak Frans Kaisiepo, yang notabena mantan menteri Republik Indonesia di zaman Megawati Soekarnoputri, Manuel Kaiseipo, tidak datang. Mengapa tidak datang? Saya pertanyakan. Apakah dia setia untuk NKRI atau tidak? Bapaknya setia. RNW: Karena kalau menurut saya, keluarga Kaisiepo di sini, itu ada berbeda. Ada yang pro NKRI, ada yang tidak pro NKRI. Nicolas Simeon Meset: Ya, itu juga setahu saya dulu begitu. Bama saya Nicolas Simeon Meset. Saya dari Jayapura, dari Sarmi. RNW: Dan menurut bapak, bagaiamana ini. Apakah ini positif untuk rakyat Papua atau bagaimana? NSM: Ini bukan buat rakyat Papua kapal perang ini. Kapal perang ini untuk Republik Indonesia. RNW: Tapi ini kan kapal yang pertama, yang pakai nama Papua pak? NSM: Harap di kemudian hari akan banyak juga kalau pahlawan-pahlawan yang macam Martin Indei, Korinus Krei yang tadi disebut, Silas Papare itu banyak pahlawan-pahlawan yang merebut Irian waktu itu ya. FAY: Yang jelas, sebagai orang Papua kami rasa bangga, nama seorang pahlawan Papua sudah diberikan kepada kapal ini. Karena pengalaman-pengalaman di waktu-waktu lalu, kami juga berharap jangan kapal ini dipakai, untuk bertindak terhadap masyarakat Indonesia sendiri, termasuk kami di Papua, Maluku atau di Aceh, daerah-daerah lain juga. Kami berharap malah dapat melindungi masyarakat Indonesia, termasuk kami di Papua dan daerah-daerah lain, yang tadi saya sebut itu. Nama saya Frans Albert Yoku, saya juga teman dari Pak Nicolas Simeon Meset. Kami dari Papua, dan kami rasa bangga kapal ini sudah diberi nama seorang pahlawan yang berasal dari daerah kami. * REVOLUSI BARBIE DAN PEREMPUAN DI DPR Perjalanan 50 tahun Barbie diangkat di harian International Herald Tribune pagi ini. 9 Maret 1959 boneka ini pertama kali muncul di Pameran Boneka Amerika Internasional di New York. Heran Kemunculan boneka ini tidak hanya disambut antusias, namun juga kebingungan. Anak-anak di Iran misalnya, mengaku terheran-heran melihat Barbie. "Ini kan perempuan dewasa, bukan bayi. Bagaimana kita bisa mengajaknya bermain?" Begitu reaksi umum yang terdengar. Perusak Budaya Dua puluh tahun kemudian, Barbie mulai diterima di Iran. Gadis-gadis kecil tergila-gila padanya. Penjualan Barbie di negara ini makin melonjak. Tak lama, pemerintah Iran mulai gelisah. Barbie dianggap salah satu senjata Barat menghancurkan jati diri Islam di Iran. Pemerintah melarang Barbie dijual di pelbagai pameran boneka. Institut Pengembangan Intelektual Anak-anak dan Remaja Iran lalu menciptakan tandingan Barbie: Sara dan Dara, versi muslim Barbie dan Ken. Lengkap dengan jilbab dan busana muslim. Sampai sekarang, perang melawan Barbie masih berlangsung di Iran. Barbie dituding sebagai 'perusak budaya' yang membuat gadis-gadis kecil terobsesi memiliki tubuh langsing layaknya boneka produksi Mattel ini. Demikian International Herald Tribune. Hari Perempuan Internasional Beralih ke Indonesia. Perempuan Indonesia merayakan Hari Perempuan Internasional dengan satu tuntutan: lebih banyak perempuan di DPR! Demikian angkat The Jakarta Post. Masruchah, Sekjen Koalisi Perempuan Indonesia menyatakan, "Fokus perayaan kali ini juga menyangkut Pemilu. Kami akan berkampanye agar lebih banyak perempuan bisa duduk di kursi DPR." Perempuan di DPR Kemarin, kampanye ini dimulai. Para perempuan turun ke jalan dengan slogan 'Pilih Perempuan Pada Pemilu April'. Lebih lanjut Masruchah menyatakan, jumlah perempuan di DPR yang hanya mencapai 11.6% menunjukkan diskriminasi dalam politik terhadap perempuan. Padahal, katanya lagi, perempuan akan lebih mengerti isu-isu macam poligami dan kesehatan reproduksi. Masruchah menyayangkan kebijakan bias-gender dalam politik. "Jumlah pemilih perempuan lebih banyak ketimbang laki-laki. Tapi, sebaliknya, wakil rakyat perempuan jauh lebih sedikit ketimbang laki-laki. Ini membuktikan, perempuan memiliki sangat sedikit akses dan kontrol dalam politik." Di sisi lain, seperti dikutip The Jakarta Post, 30% kuota untuk perempuan di DPR akan sia-sia, jika perempuan yang menduduki kursi tersebut tidak layak, alias tidak cukup pintar. Kita lihat saja, akankah perempuan Indonesia bisa membuktikan diri di Pemilu Mendatang. Selamat Hari Perempuan. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.radionetherlands.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [email protected] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
