---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Selasa 24 Maret 2009 08:20 UTC



** HUBUNGAN TURKI IRAK

** SERANGAN BOM BUNUHDIRI DI IRAK

** VONIS MATI DI YAMAN

** GEMA WARTA TOPIK TINJAUAN PERS: PENCULIKAN ANAK DI CINA DAN KUNJUNGAN 
NICOLAAS JOUWE KE INDONESIA

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: PENGADILAN DEN HAAG ADILI PELAKU KEJAHATAN 
PERANG RWANDA

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: BELANDA TERANCAM HUKUMAN ATAS KUDETA 
SURINAME 1980

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: HUBUNGAN BARU IRAN-AS: BERKAT TEMPAAN 
KONPERENSI DEN HAAG?

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: SYEKH PUDJI STRES SETELAH JALANI PEMERIKSAAN 
MARATHON

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: NICOLAAS JOUWE KEMBALI KE TANAH KELAHIRANNYA



* HUBUNGAN TURKI-IRAK

Presiden Irak, Jalal Talabani, mengecam keras organisasi warga Kurdi, PKK. Sang 
presiden, seorang warga Kurdi, menyatakan, semua anggota PKK harus menyerahkan 
senjata mereka, atau meninggalkan Irak. Presiden Jalal Talabani, mengemukakan 
pernyataan tersebut, pada saat kunjungan rekan sejawatnya dari Turki, Presiden 
Abdullah Gul, ke Baghdad. DiTurki, PKK merupakan organisasi terlarang. PKK 
menggunakan wilayah Irak Utara sebagai basis, untuk melakukan serangan ke 
wilayah Turki. Amerika Serikat dan Uni Eropa menganggap PKK sebagai organisasi 
teror. Kunjungan Presiden Abdullah Gul, merupakan kunjungan kepala negara Turki 
pertama ke Irak, sejak 30 tahun silam. Tahun lalu, Perdana Menteri Turki, 
Tayyip Erdogan telah lebih dulu mengunjungi Irak.


* SERANGAN BOM BUNUHDIRI DI IRAK

Di kota Jalawla, Irak, suatu serangan bom bunuh diri, pada suatu upacara 
pemakaman, menewaskan 25 jiwa, dan melukai 50 orang lainnya. Pelaku serangan 
meledakkan bom pada saat orang-orang sedang berkerumun, untuk menyampaikan 
ungkapan turut berduka-cita. Kota Jalawla, terletak di propinsi Diyala. Di 
wilayah ini tinggal kelompok muslim Kurdi syiah dan kelompok muslim Arab sunni, 
yang dikenal bersimpati pada Al Qaida.


* VONIS MATI DI YAMAN

Pengadilan Yaman menjatuhkan vonis hukuman mati pada Bassam al Haidari, seorang 
pria usia 26 tahun, atas tuduhan melakukan kegiatan mata-mata untuk Israel. 
Bassam al Haidari mengirim e-mail pada Perdana Menteri Israel, Ehud Olmert, 
dengan pesan ingin bekerja pada pemerintah Israel. Dua pria tertuduh lain, 
dengan usia 23 dan 24 tahun, mendapat ganjaran hukuman penjara lima dan tiga 
tahun. Mereka semua dituduh menjadi anggota organisasi al-Jihad al-Islami. 
Suatu kelompok muslim ekstrem, yang dianggap bertanggung-jawab atas serangkaian 
serangan pada Kedutaan Besar Amerika di Yaman, September lalu.


* AFRIKA SELATAN TOLAK DALAI LAMA

Afrika Selatan mengkonfirmasi penolakan pemberian visa bagi Dalai Lama. Menurut 
rencana semula, pemimpin spiritual Tibet ini diundang oleh penyelenggara 
konperensi perdamaian, yang akan berlangsung akhir pekan ini di Johannesburg. 
Konperensi antara lain akan membicarakan peran sepakbola, dalam upaya 
menghadapi rasisme dan anti orang asing. Afrika Selatan khawatir, publisitas 
mengenai kunjungan Dalai Lama, akan mengalihkan perhatian orang dari Kejuaraan 
Dunia Sepakbola, yang akan berlangsung tahun depan di negeri ini. Beberapa 
waktu lalu, LSM Sahabat Tibet di Afrika Selatan, mengecam penolakan pemberian 
visa tersebut. Menurut LSM ini, penolakan tersebut akibat tekanan Cina.


* VONIS KASUS PEMBUNUHAN DI RWANDA

Pengadilan Den Haag memvonis Joseph Mpambara, seorang pria, pelarian politik 
asal Rwanda, hukuman 20 tahun penjara, atas tuduhan melakukan penganiayaan di 
negara asalnya. Dalam beberapa kasus, penganiayaan tersebut hingga menyebabkan 
kematian. Joseph Mpambara antara lain memerintahkan pembunuhan wanita dan 
anak-anak, yang sedang dirawat dalam sebuah mobil ambulans. Rangkaian kejahatan 
tersebut terjadi pada saat ledakan kekerasan di Rwanda, pada tahun 1994. Ketika 
itu, sekitar 800.000 warga Tutsi dan Hutu moderat, tewas dibunuh. Pengadilan 
Den Haag membebaskan Joseph Mpambara dari tuduhan melakukan kejahatan perang. 
Menurut majelis hakim, rangkaian pembunuhan tersebut tidak berkaitan dengan 
urusan militer. Tuntutan jaksa hukuman penjara seumur hidup.


* UNJUK RASA DI MADAGASKAR

Di jalan-jalan kota Antananarivo, ibukota Madagaskar, ribuan orang 
berdemonstrasi menuntut kembalinya Presiden Marc Ravalomanana. Pekan lalu, 
presiden ini digulingkan oleh lawan politiknya, Andry Rajoelina, menyusul 
pertarungan memperebutkan kekuasaan, yang berlangsung berkepanjangan. Para 
pengunjuk rasa menyatakan, mereka akan turun ke jalan setiap hari, sampai 
Presiden Marc Ravalomanana kembali berkuasa. Beberapa pekan lalu, unjuk rasa 
dilakukan oleh para pendukung Andry Rajoelina. Masyarakat internasional menilai 
Andry Rejoelina melakukan kudeta. Namun, sebagian penduduk dan militer, 
mendukung perebutan kekuasaan ini. Sejauh ini tidak diketahui Marc Ravalomanana 
berada di mana, sejak ia digulingkan pekan lalu.


* MOUNT REDOUBT DI ALASKA, MELETUS

Mount Redoubt, gunung berapi di negara bagian Alaska, Amerika, meletus. Sejak 
awal tahun ini, Mount Redoubt terus bergejolak, sembari menyemburkan asap dan 
abu berkali-kali. Letusan ini, tidak menimbulkan gangguan pada kota besar 
terdekat, Anchorage. Angin meniup abu ke arah utara, sementara kota Anchorage 
terletak di sebelah timur-laut Mount Redoubt. Sebagai langkah pengamanan, 
beberapa penerbangan dibatalkan. Penduduk di sekitar gunung berapi mendapat 
saran untuk menutup jendela dan pintu rumah mereka.


* BERITA BURSA

Pada saat penutupan pasar bursa Eropa Senin sore kemarin, nilai indeks saham 
gabungan AEX di Amsterdam naik 3,9 persen pada 220,90 poin. Bursa di London, 
Paris dan Frankfurt juga naik antara 2,6 hingga 2,9 persen.

Sementara itu, pasar bursa di New York juga ditutup dengan lonjakan kenaikan 
harga saham. Indeks Dow Jones naik 6,8 persen, pada 7.775,86 poin. Nilai indeks 
teknologi Nasdaq juga melonjak naik 6,8 persen pada 1.555,77 poin.

1 euro = 1,3643 dolar,
1 euro = 15.975 rupiah,
1 dolar = 11.711 rupiah.


* TINJAUAN PERS: PENCULIKAN ANAK DI CINA DAN KUNJUNGAN NICOLAAS JOUWE KE 
INDONESIA

Harian sore Belanda NRC Handelsblad mengangkat maraknya penculikan anak 
laki-laki di Cina. Di negara komunis ini, anak laki-laki lebih jarang ditemui 
ketimbang anak perempuan. Karena itulah, 'permintaan pasar' ilegal jual-beli 
anak berani memberi harga tinggi untuk anak laki-laki. Lagipula, selain bisa 
meneruskan nama keluarga, 'mengadopsi' -- atau lebih tepatnya membeli -- anak 
laki-laki terbukti lebih berguna: jika mereka dewasa, anak laki-laki bisa jadi 
tulang punggung keluarga.

Anak Buruh Migran
Penelitian yang dilakukan PBB pada 2002 menunjukkan, penculikan anak meningkat 
tajam di Cina dua puluh tahun terakhir. Di kota Kunming, misalnya, ratusan anak 
laki-laki diculik setiap tahun. He Ye, manajer proyek organisasi Save The 
Children menyatakan, "Korban biasanya anak laki-laki berusia 0-5 tahun dari 
keluarga buruh migran. Mereka diculik untuk adopsi ilegal atau nantinya 
dieksploitasi sebagai buruh." Menurut penelitian yang sama, penculik biasanya 
orang yang dikenal baik oleh si anak. Anak-anak ini akan dijual beberapa kali, 
dari satu pihak ke pihak lain, sebelum akhirnya dijual pada orang tua angkat 
mereka. Demikian NRC Handelsblad.

Polisi Tidak Membantu
Li Qinfang -- ayah dari salah seorang korban penculikan -- menyatakan, 
kepolisian Cina sama sekali tidak membantu. "Ketika saya melapor bahwa anak 
saya hilang, mereka bilang, kami harus menunggu 24 jam sebelum laporan saya 
bisa ditanggapi secara resmi. Setelah 24 jam, yang mereka lakukan hanyalah 
mencatat keterangan saya tanpa tindakan lebih lanjut."

Li kemudian mengontak orangtua korban penculikan lain dan membentuk organisasi. 
Mereka berusaha mencari informasi tentang keberadaan anak-anak mereka. Beberapa 
waktu lalu, Li menemukan jejak penculik anaknya. Perhatian media pun tersedot; 
polisi menangkap sebelas penculik. "Tapi anehnya," tutur Li, "Polisi menghukum 
mati mereka tanpa interogasi. Kerja keras kami sia-sia. Sekarang, kami kembali 
ke titik nol." Katanya hampir putus asa pada NRC Handelsblad.

Nicolaas Jouwe
Beralih ke Indonesia. Kedatangan Nicolaas Jouwe diangkat dua harian Belanda: de 
Volkskrant dan Algemeen Dagblad. Berbeda dengan media-media Indonesia -- yang 
menyatakan Jouwe akan menghentikan perjuangan kemerdekaan Papua dan mengakui 
kedaulatan Indonesia -- kedua harian Belanda ini menekankan, Jouwe datang ke 
Indonesia justru untuk memperjuangkan tanah kelahirannya.

Jouwe datang ke Indonesia atas undangan Presiden SBY. Beberapa pihak khawatir, 
undangan ini sekadar strategi SBY mengambil simpati dan memperbanyak suara pada 
Pemilu 2009. Ditemui di Jakarta oleh Algemeen Dagblad, Jouwe menyatakan, "Saya 
tahu, oleh beberapa pihak saya mungkin dianggap pengkhianat karena menerima 
undangan ini. Tapi saya di sini untuk membicarakan masa depan Papua." Demikian 
Algemeen Dagblad.

Tetap Berjuang
De Volkskrant menambahkan, Duta Besar Indonesia untuk Belanda Junus Habibie 
ikut mendampingi kedatangan Nicolaas Jouwe. Kamis lalu, Habibie mengadakan 
konperensi pers untuk mempersiapkan jurnalis Indonesia menghadapi Jouwe. Wajar 
saja, tak banyak orang Indonesia yang tahu siapa Jouwe. Habibie juga 
menyatakan, Jouwe 'pulang' ke Indonesia untuk mengakui kedaulatan NKRI, dan 
mengakhiri perjuangannya menuntut kemerdekaan Papua.

Sayangnya, Habibie keliru, ungkap de Volkskrant. Jouwe sama sekali tidak 
berniat menyerah, apalagi mengakui Papua sebagai bagian Indonesia. Jouwe ingin 
tetap mengibarkan bendera Bintang Kejora-nya. "Kita harus mencari jalan keluar 
untuk Papua,"kata Jouwe pada de Volkskrant. Kalau kemerdekaan tidak bisa 
diraih, setidaknya Papua bisa jadi wilayah mandiri layaknya Hongkong. Itu 
cukup, asalkan Indonesia tidak menguasai Papua begitu saja. "Saya datang untuk 
berdialog. Face to face. Dan untuk melihat Papua. Misi saya akan tuntas jika 
Indonesia melepaskan Papua." tegas Jouwe sekali lagi. Demikian de Volkskrant.


* PENGADILAN DEN HAAG ADILI PELAKU KEJAHATAN PERANG RWANDA

Joseph Mpambara tidak dapat diadili atas tuduhan genosida. Kendati demikian 
pencari suaka Rwanda divonis penjara 20 tahun di Belanda, terkait kejahatan 
perang di Rwanda tahun 1994. Mpambara salah satu dari jumlah kecil tersangka 
pencari suaka yang harus menghadap ke pengadilan. Laporan redaktur hukum 
internasional Sebastiaan Gottlieb. 

Joseph Mpambara datang ke Belanda pada tahun 1998. Ia meminta perlindungan 
politik, karena khawatir di Rwanda ia akan jadi sasaran penindasan. Dinas 
Imigrasi Belanda, IND, menolak untuk menindak-lanjuti permintaan perlindungan 
politik ini. Karena, banyak petunjuk kuat Joseph Mpambara melakukan tindak 
kejahatan perang di Rwanda. Obed Ruzindana, saudara pria Joseph Mpambara, pada 
tahun 2001 divonis 25 tahun penjara oleh Tribunal Rwanda. Atas tuduhan genosida 
dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Pada tahun 2006, polisi Belanda menangkap Joseph Mpambara di Hilversum, dengan 
tuduhan terlibat kejahatan genosida di Rwanda. Menurut tuduhan, Joseph Mpambara 
dan saudaranya, pada tahun 1994, di suatu pos penjagaan di tempat tinggalnya 
Mugonero, membunuh dan memperkosa sejumlah besar perempuan. Selain itu ia 
mendapat perintah, untuk menembak mati tujuh orang korban cedera, yang berada 
di dalam sebuah ambulans. Tuduhan lainnya, terlibat dalam peristiwa pembunuhan 
puluhan warga Tutsi, yang berlindung di sebuah gereja, di Mugonero. Joseph 
Mpambara membantah semua tuduhan tersebut.

Semula, atas permintaan Tribunal Rwanda, Belanda juga akan mengadili Joseph 
Mpambara atas tuduhan melakukan genosida. Namun, pihak kejaksaan menarik 
kembali tuntutan tersebut. Karena pengadilan Belanda tidak berwenang untuk 
mengadili perkara seperti itu. Kini, perundang-undangan telah berubah, dan 
pengadilan Belanda berwenang untuk menangani perkara kejahatan genosida. Jaksa 
menuntut Joseph Mpambara dihukum penjara seumur hidup.

Sangat jarang sekali, pengadilan Belanda menangani perkara yang terjadi di luar 
negeri. Pada tahun 2004, seorang kolonel asal Kongo diadili di Belanda, dengan 
tuduhan melakukan serangkaian pemerkosaan di negeri asalnya. Tidak lama 
kemudian, berlangsung proses pengadilan beberapa tertuduh asal Afghanistan. 
Walaupun demikian, di Belanda ini tinggal ratusan orang, yang menurut 
Undang-Undang Kejahatan Internasional, harus diseret ke pengadilan. Kelompok 
ini dinamakan pelarian politik kategori 1F.

Mereka semua meminta perlindungan politik di Belanda. Namun tidak mendapat izin 
tinggal. Karena, mereka dituduh bertanggung-jawab atas berbagai kejahatan di 
negara asal. Atas dasar kemanusiaan, kelompok pelarian kategori 1F ini juga 
tidak bisa dideportasi ke negara asal mereka. Karena, di negara mereka sendiri, 
ada resiko mereka langsung dibunuh. Dengan demikian mereka tinggal di Belanda, 
tapi dalam kehidupan sehari-hari dan menurut hukum mereka sepenuhnya 
terisolasi. Mereka tidak punya hak apa pun. Demikian pula, anak-anak dari para 
pelarian politik kategori 1F ini. Mereka menjadi korban kevakuman administratif.

Frank van Haren, seorang advokat spesialis hukum orang asing, bisa memahami 
jika orang-orang yang di luar negeri melakukan kejahatan, tidak bisa menempuh 
proses permintaan perlindungan politik. Namun ia menilai, Belanda terlalu 
gampang memasukkan orang ke dalam kategori 1F. Badan pengungsi PBB, UNHCR, juga 
mengecam kebijakan ini. Belanda terlalu serampangan menyatakan orang masuk 
kategori 1F. Dampaknya, 99 persen dari mereka tidak akan pernah diajukan ke 
pengadilan. Karena, pihak kejaksaan menganggap itu bukan tugas mereka. Jadi 
begitulah. Status orang-orang ini masuk kategori 1F. Dan entah sampai kapan, 
status tersebut akan terus berlaku.


* BELANDA TERANCAM HUKUMAN ATAS KUDETA SURINAME 1980

Komisi Peringatan para Korban di Suriname sedang menyelidiki kemungkinan 
menyeret Belanda ke Mahkamah Pidana Internasional. Dalam wawancara dengan Radio 
Nederland, ketua komite Romeo Hoost menyatakan, Belanda bisa dituntut atas 
keterlibatan dalam kudeta pemerintahan Suriname yang dilakukan oleh Desy 
Bouterse pada 1980.

Minggu lalu, dalam acara dokumenter sejarah televisi NPS, mantan Duta Besar 
Belanda untuk Suriname Max Vegelin van Claerbergen mengkonfirmasi bahwa ketua 
misi militer Belanda Colonel Hans Valk adalah otak di balik kudeta tahun 1980.  
Sejak Suriname merdeka pada 1975, misi militer Belanda ditempatkan di negara 
ini untuk membantu memperkuat militer Suriname. Duta Besar Van Claerbergen 
menyatakan, ia tahu ketika Kolonel Valk mempengaruhi Desi Bouterse dan 
pejabat-pejabat lainnya untuk melawan pemerintah Suriname.

Laporan Penting yang ditutupi
Acara TV Belanda Andere tijden (Waktu yang Berbeda) juga mewawancarai seorang 
tentara, Mayor Koen Koenders, yang menginvestigasi mengapa tugas militer 
Belanda makin banyak setelah kudeta. Mayor Koenders menyatakan pada acara TV 
tersebut bahwa ia telah membuat laporan lengkap yang menjelaskan detail 
keterlibatan Kolonel Valk dalam kudeta.
Tanpa bantuannya, katanya, "Kudeta tidak akan pernah terjadi. Tanpa bantuan, 
mereka tidak akan berhasil."
Seorang pegawai negeri di Kementrian Pertahanan, Joris Demmink, menilai bahwa 
laporan Koenders berisi "serangkaian desas-desus dan cerita yang telah 
didengarnya pada 1980 dan 1981." Demmink menyimpan laporan tersebut di lacinya 
dan menganggap tidak perlu untuk melaporkan kepada sang menteri. Sekarang, 
Demmink masih menduduki kursi pejabat tinggi di Departemen kehakiman.
Mayor Koenders sekarang berpendapat, laporannya sengaja dipeti-eskan. "Karena 
bagaimana pun juga, sebuah negara tidak bisa mengakui terlibat dalam 
menggulingkan pemerintahan negara lain." Di rumah peristirahatannya di Prancis, 
mantan Duta Besar Belanda untuk Suriname, Vegelin van Claerbergen, sependapat 
dengan Mayor Koenders. "Kenyataan ini akan bertentangan dengan sudut pandang 
Belanda yang sangat demokratis, orang pasti tidak akan percaya bahwa negara 
macam Belanda membunuh demokrasi negara lain."
Meminta Tindakan Pemerintah
Kepada Radio Nederland, anggota parlemen dari Partai Sosialis Harry van Bommel 
menekankan, fakta bahwa mantan Duta Besar Belanda mengetahui siasat Kolonel 
Valk membuktikan bahwa kudeta tersebut diketahui, atau bahkan direstui, 
pemerintah Belanda.
Ia menyatakan, Duta Besar harusnya menginformasikan peran Kolonel Valk dalam 
kudeta waktu itu. Van Bommel telah menghubungi pemerintah Belanda dan meminta 
dokumen-dokumen rahasia yang berkaitan dengan kudeta tersebut.
Percobaan sebelumnya untuk menyelidiki keterlibatan Belanda dalam kudeta 
Suriname pernah dilakukan parlemen Belanda pada 1983. Penyelidikan ini 
mengungkapkan bahwa Kolonel Valk sering sekali mengunjungi barak tentara 
Suriname untuk mempengaruhi para perwira militer Suriname agar mereka memimpin 
kudeta. Toh, penemuan komisi parlemen ini tidak berlanjut ke tahap juridis 
melawan pemerintah Belanda.
Namun, hal itu terjadi sebelum Komisi Peringatan para Korban di Suriname 
berdiri. Ini adalah "Masa yang Berbeda".

-------------------------------
SEJARAH SINGKAT SURINAME
Terletak di pantai Karibia Amerika Selatan, populasi Suriname dimulai pada 3000 
SM. Surin, salah satu suku tertua yang hidup pada sekitar abad keenam, 
menamakan daerah ini Suriname. Setelah serangkaian perang antarsuku, Arowak 
mendominasi daerah ini sampai  abad ke-13. Setelah itu, Koriabo menyingkirkan 
Arowak dan menciptakan pola populasi yang bertahan sampai sekarang. 
Barat mulai menjajah Suriname pada akhir abad ke-15, yang dimulai oleh 
Portugal. Pada abad ke-17 Belanda membangun pusat perdagangan permanen yang tak 
lama kemudian diikuti oleh Inggris. Para kolonisator mengirim ribuan orang 
Afrika Barat ke Suriname untuk bekerja sebagai budak di perkebunan tembakau dan 
gula. 
Setelah peperangan antara Belanda dan Inggris, Inggris menyerahkan Suriname 
pada 1674 (dan mendapatkan New Amsterdam yang sekarang bernama New York). 
Belanda menghapuskan perbudakan pada 1863. Pemerintahan Inggris kembali ke 
Suriname selama kurang-lebih 15 tahun pada awal abad ke-19 sebagai efek samping 
konflik Prancis-Inggris di Eropa. Periode ini juga menyebabkan elemen-elemen 
bahasa Inggris melekat pada bahasa Suriname, Sranantongo. Ketika itu wilayah 
dianggap sebagai Guyana Belanda untuk beberapa waktu. 
Pada tahun 1930-an, kekurangan bahan pangan menimbulkan pemberontakan 
nasionalis yang dipimpin oleh Anton de Kom. Pemberontakan ini gagal, De Kom 
lalu dijebloskan ke penjara dan dideportasi ke Belanda. Setelah PDII Suriname 
menjadi negara di bawah Kerajaan Belanda, setara dengan negara-negara Antilen 
di Kepulauan Karibia.
Pada 1975, Belanda dan Suriname menyepakati kemerdekaan Suriname. Kudeta yang 
dilakukan oleh militer tingkat bawah pada 1980 berhasil menggulingkan 
pemerintahan pada Desember 1982, ketika anggota junta militer membunuh 15 
orang, termasuk politisi oposisi, pemimpin serikat buruh dan jurnalis.

Colonel Hans Valk: otak di balik kudeta
Max Vegelin van Claerbergen, berbicara pada dokumenter sejarah di TV NPS.
Desi Bouterse: memimpin kudeta militer tahun 1980


* HUBUNGAN BARU IRAN - AS: BERKAT TEMPAAN KONPERENSI DEN HAAG?

Bertus Hendriks

Pesan video menarik Presiden Barack Obama pada Iran, menawarkan "janji awal 
baru" bagi hubungan Amerika Iran, disampaikan dalam rangka Nowrouz, Tahun Baru 
Iran. Itu juga datang 10 hari menjelang konperensi internasional mengenai 
Afganistan di Den Haag dan Iran juga diundang. 

Konperensi tersebut akan menjadi batu ujian pertama bagi kemungkinan hubungan 
konstruktif kedua negara, setelah beberapa dasawarsa permusuhan pahit dan 
saat-saat gawat soal ambisi nuklirnya, sesuatu yang disangkal Iran. Menurut 
Teheran program nuklirnya hanya untuk tujuan damai.

Konperensi di Den Haag bertujuan menciptakan stabilitas di Afganistan dengan 
dukungan para pemain regional mau pun internasional yang berpengaruh. 
Perbatasan Iran Afganistan mencapai 1.000 kilometer. Jadi, Iran jelas salah 
satu pihak yang paling berkepentingan. Bahkan dalam soal Afganistan, Iran dan 
Amerika punya kepentingan sama.

Iran bukan sekutu Taliban
Iran bukan sekutu Taliban atau Al Qaidah, walau pun Jenderal David McKirnan, 
komandan tentara Amerika di Afganistan, menuduh Iran membantu Taliban. Iran 
membantah keras tuduhan ini. Seandainya Iran pada suatu saat sampai membantu 
Taliban mau pun Al Qaidah maka itu hanya untuk mengingatkan Amerika. Kalau 
sampai terjadi konfrontasi langsung Amerika Iran, Amerika akan lebih sulit, 
karena situasi di Irak dan Afganistan akan makin rumit.

Taliban dan Al Qaida adalah kelompok muslim Sunni ekstremis. Mereka memusuhi 
muslim Syiah, agama mayoritas Iran. Pada bulan September 1998, Iran nyaris 
menyerbu Taliban yang ketika itu masih berkuasa di Kabul. Ada dua alasannya: 
Taliban membunuh 11 diplomat Iran di Mazar-e-Sharif dan penindasan kelompok 
minoritas Syiah di Afganistan. Sementara itu Iran aktif mendukung perlawanan 
Persekutuan Utara terhadap penguasa Taliban. Menyusul peristiwa 11 September 
2001, Iran sebenarnya secara diam-diam membantu tentara Amerika menggulingkan 
Taliban.

Saat ini Taliban makin kuat di propinsi Baluchistan, khususnya di Quetta, 
ibukota propinsi. Dan dari propinsi Baluchistan ini, Taliban berulang kali 
menyerang wilayah Baluchistan yang termasuk wilayah teritorial Iran.

Narkoba dan pengungsi
Iran dan Amerika juga punya kepentingan sama dalam soal memberantas bisnis 
narkoba asal Afganistan yang makin merebak. Iran bukan hanya tempat transit 
narkoba asal Afganistan. Data menunjukkan, 30 persen narkoba asal Afganistan 
dipasarkan di Iran. Ini menimbulkan masalah narkoba bagi Iran sendiri.

Selanjutnya, Afganistan yang stabil dan damai, akan memungkinkan sekian banyak 
pengungsi Afganistan di Iran, kembali ke negeri mereka. Ini pun juga akan 
meringankan beban berat Iran.

Kini, Amerika dan NATO kesulitan membekali pasukan mereka di Afganistan, 
menyusul rangkaian serangan terhadap jalan darat melalui pegunungan Khyber 
Pass, dan penutupan basis militer Amerika di Kirghizia akibat tekanan Rusia. 
Kemungkinan pasokan logistik melalui jalan darat dari Iran jelas merupakan 
pilihan yang lebih baik. Tapi, itu semua tidak akan terjadi begitu saja.

Walau pun banyak kepentingan yang tumpang tindih antara Amerika dan Iran, di 
Afganistan, juga di tempat lain seperti Irak, Iran tidak berminat membantu 
Amerika, kalau itu hanya untuk menyenangkan Washington. Iran baru akan 
mengulurkan tangan, kalau ada perubahan menyeluruh pada sikap Amerika.

Iran bergerak sangat hati-hati. Pemerintahan Obama mengirim berbagai macam 
pesan. Dan Iran mungkin masih menunggu kepastian, apakah pesan terakhir ini 
bukan sekedar perubahan penampilan. Iran masih menunggu bagaimana pesan-pesan 
tersebut diterapkan dalam tindakan nyata, jika nanti Teheran ikut dalam 
Konperensi Den Haag.

Babak Baru
Dalam hal ini Iran punya pengalaman buruk. Pada konperensi internasional 
Afganistan pertama yang diadakan di Berlin pada bulan Desember 2001, sumbangan 
Iran sangatlah konstruktif. Dan apa ganjaran yang diterimanya? Sebulan 
kemudian, Presiden George W. Bush memasukkan Iran dalam daftar negara "poros 
setan".

Presiden Barack Obama menekankan proses perbaikan hubungan Amerika Iran tidak 
akan didahului dengan ancaman. Ia mengupayakan keterkaitan yang jujur dan 
berdasarkan sikap saling hormat. Menghargai dan mengakui Iran sebagai menjadi 
penguasa sah dan terhormat di wilayah teluk. Juga, Amerika tidak akan lagi 
menghendaki perubahan reziim di Teheran. Itulah yang diinginkan Iran.

Iran masih merasa ancaman dan sanksi yang dialaminya terutama datang dari 
Amerika. Dan selama "opsi serangan militer" dalam masalah program nuklir Iran 
belum disingkirkan, sulit mencapai terobosan apa pun. Karena menurut Iran, 
program nuklirnya sesuai dengan Perjanjian Non Proliferasi.

Bagaimana pun juga, pendekatan diplomatik perlu diawali pada titik tertentu. Di 
masa lalu, Afganistan merupakan lahan subur bagi kerjasama Amerika Iran. 
Sekarang pun kepentingan bersama keduanya masih tetap sama. Dengan demikian, 
mungkin Konperensi Den Haag akan merupakan babak baru yang tidak terlalu muluk. 
Dan mudah-mudahan tidak terlalu mengecewakan seperti konperensi Afganistan di 
Berlin. Tapi sebaiknya kita tidak bertaruh dalam soal ini.


* SYEKH PUDJI STRES SETELAH JALANI PEMERIKSAAN MARATHON

Empat hari berturut-turut menjalani pemeriksaan marathon sejak pagi hari hingga 
dini hari membuat kondisi Syekh Puji benar-benar drop. Karenanya untuk 
sementara pemeriksaan dihentikan. Sepanjang hari Jumat tanggal 20 Maret 2009 
Syekh Puji berada di sel tahanan nomor 4. Laporan Radio Agape, salah satu mitra 
Radio Nederland di Semarang. 

Syekh Puji masih stres karena dicecar pertanyaan penyidik secara marathon. Pada 
pemeriksaan terakhir Syekh Puji telah menjawab 76 pertanyaan yang dilontarkan 
penyidik. Beberapa hari setelah pemeriksaan terhadap dirinya Syekh Puji sempat 
menangis dan dia meminta maaf. Namun ternyata permintaan maafnya bukan karena 
dia sudah menikahi gadis cilik tetapi karena dia sudah membuat heboh dan 
membuat masyarakat gempar. 

Berikut ini adalah pernyataan dari beberapa anggota masyarakat. Yang pertama 
adalah seorang bapak berusia 80 tahun yang masih sangat sehat walafiat. 
 
Tahun dua sembilan saya kelahiran koq.

Dia adalah Bapak Subagio yang sudah dua kali naik haji.

Orang awam saja sudah menerima bahwa Syekh Puji itu orang ora genep koq. 
Ya..kurang..kurang ajar. Wong dia membiayai siapa tuh..untuk pengaman dia tuh.. 
satu milyar. Kemaken koq.. kemakeeeen.. Kemaki kemaki.. Ya karena sombong punya 
uang banyak milyaran. Ya to ? Wong kayak orang edan. 

Yang terang bahwa ajaran agamapun juga melarang perkawinan muda, lalu 
perkawinan siri. Itu perkawinan siri tuh. Kalau itu nanti ada urusan-urusan 
apa-apa, pemerintah ndak mau urusan. 
Kepingin jadi pemacet yang memberikan anak kepada siapapun. Seperti kalau apaa 
sapi pemacek itu kan untuk menuarakan punya anak. Sapinya perempuan banyak. Ya 
poligamine khewan. Ya pejantan itu istilahnya. 

Sementara di salah satu stasiun radio di kota Semarang, beberapa sms yang masuk 
memberikan tanggapan yang bervariasi tentang Syekh Puji.

Dari Bapak Lanang yang ada di Banyumanik. 
Waspada kasus syekh Puji adalah perbuatan yang harus dilarang di Indonesia. 
Karena dapat dimanfaatkan sebagai kedok perdagangan wanita, dengan membawa 
agama yang mayoritas. 
Dari mbak Hepi 
Dikira uang segalanya. Jaman sudah lain, Polri sudah berubah. Jelas-jelas 
orangnya nggilani.Koq menganggap segala bisa dibeli. Sekalian saja orang tua 
gadisnya. Sekalian pak polisi.  Baik, ini usulan dari mbak Hepi yang ada di 
Semarang. Orang tuanya juga ikut dihukum ini. 

Sementara itu Suroso mertua Syekh Puji telah selesai menjalani pemeriksaan. 
Meski ditetapkan sebagai tersangka namun Suroso tidak menjalani tahanan. 

Sensasional tidak bisa lepas dari diri Syekh Puji. Bagaimana tidak? Setelah 
heboh pemberitaan masalah pernikahan penuh kontroversial dengan gadis cilik 
berusia duabelas tahun, dia telah membuat sensasi dengan membangun mirip sel 
tahanan yang dinamakan Penjara Nikah Siri.  Sel tahanan rekayasa Syekh Puji itu 
terletak di tanah lapang di sebelah kanan tempat tinggalnya yang masih satu 
kompleks dengan pondok pesantren miliknya. Di dalam sel tahanan itu terdapat 
tiga ruang, sel  tahanan biasa, ruang isolasi dan satu lagi sel tahanan VIP. 
Namun saat ini dia betul-betul berada di dalam ruang tahanan yang sebenarnya.

Dan berikut ini adalah pernyataan dari beberapa orang yang berprofesi bekerja 
sebagai tukang batu. Apa kata mereka ? 

Dia memang pantas dipenjara. 
Stress.. 

Mungkin ini salah satu cara untuk menjadi seorang selebriti. Karena ketika awal 
datang ke Mapolwiltabes untuk menjalani pemeriksaan, Syekh Puji datang dengan 
kawalan ketat puluhan pengawalnya yang berseragam ala tentara. Dia nangkring di 
atas mobil mewahnya BMW  merah H 1 CW sembari melambaikan tangan kepada 
pengguna jalan.


* NICOLAAS JOUWE KEMBALI KE TANAH KELAHIRANNYA

Setelah hidup di pengasingan hampir 47 tahun, pemimpin Papua Nicolaas Jouwe 
kembali ke tanah kelahirannya. Ahad kemarin ia bersama dua anaknya tiba di 
bandara Jayapura, atau 'Hollandia', nama lama Jayapura ketika Jouwe 
meninggalkan kota tersebut tahun 1962. Sejak itu, Jouwe menetap di Belanda. Di 
negeri kincir angin ia hanya bisa memimpikan Papua merdeka. Jouwe yang kini 
berusia 85 tahun disambut sebagai pemimpin yang hilang tapi kini pulang 
kembali. Laporan koresponden Michel Maas. 



Nicolaas Jouwe keluar pesawat, mencium tanah dan dikalungi bunga. Kelompok 
tarian dari Sentani menyambutnya. Gubernur propinsi Papua menyambutnya. Di luar 
pagar yang dijaga pasukan polisi, ratusan warga Papua berdiri sambil 
menyerukan: 'Selamat datang!'

Pertemuan kembali dengan sanak saudara berlangsung penuh emosional. 

Dari bandara, Nicolaas Jouwe bersama rombongan menuju tante Martha. Adik bungsu 
dan satu-satunya saudara yang masih hidup. Om, tante, sepupu, tetangga. 
Semuanya datang untuk bertemu Nicolaas Jouwe. Mereka semua penuh emosi. Juga 
cucu tante Martha tak kuasa menahan air mata. 

"Saya sangat bahagia karena bisa berjumpa kembali dengan eyang saya. Semua 
keluarga kami bahagia. Ini bukan kunjungan politik melainkan kunjungan 
keluarga," ujar cucu tante Martha. 

Beberapa saat kemudian, di lobi hotel, Jouwe dengan terharu memandang ke luar. 
Dari lobi terlihat pemandangan menakjubkan teluk Jayapura. Di tengah-tengah 
teluk itu terletak pulau Jouwe. 

"Saya lahir di sana, 85 tahun lalu. Saya harus menunggu lama dan berjuang lama. 
Akhirnya berhasil juga. Sekarang saya telah pulang," ujar Nicolaas Jouwe. 

Di bandara, Nicolaas Jouwe mencium tanah tapi juga memanggil roh leluhurnya. 
Apa yang dikatakan ketika itu? Jouwe kemudian beralih ke dalam bahasa Inggris.

"Saya tidak di utara, tidak juga di timur dan selatan. Saya datang dari barat. 
Sekarang saya kembali ke sini. Jadi terimalah saya sehingga saya bisa kembali 
tinggal di tanah ini dengan damai."

Dan setelah itu Nicolaas mencium tanah.

"Ya, setelah itu saya mencium tanah. Itu memang kepercayaan kami. Inilah hidup 
kami. Tanah kami."

Tanah kami, ujar Jouwe. Jadi kunjungan ke Papua sebenarnya juga bernuansa 
politik.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.radionetherlands.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[email protected]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke