--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Rabu 01 April 2009 14:10 UTC ** GEMPA BERTUBI-TUBI DI WILAYAH INDONESIA ** BANJIR AUSTRALIA ** KOMANDAN TALIBAN TERBUNUH ** TINJAUAN PERS: STRATEGI CINA DALAM KRISIS DAN PENEMUAN TENGKORAK PARA KORBAN PEMBUNUHAN MASSAL DI DILI ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: BELANDA PUAS ATAS KONPERENSI AFGHANISTAN ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: KEBIASAAN BERHUTANG AKAR KRISIS EKONOMI GLOBAL ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: BICARA DENGAN TALIBAN TAK ADA GUNANYA ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: PERANAN NEGARA BERKEMBANG DI G20 LONDON ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: MUSIM GEMPA, PEMERINTAH HARUS WASPADA * GEMPA BERTUBI-TUBI DI WILAYAH INDONESIA Gempa bumi berkekuatan 6,1 pada skala richter mengguncang propinsi Bengkulu hari ini. Demikian Badan Meteorologi dan Geofisika. Gempa ini berpusat 227 kilometer di barat daya Bintuhan, pada kedalaman 30 kilometer di bawah laut. Pada saat hampir bersamaan Badan Meteorologi dan Geofisika Amerika Serikat juga menyatakan, di pantai utara Papua Nugini terjadi gempa. Gempa ini berkekuatan 6,3 pada skala richter, 31 kilometer di tenggara kota Wewak, pada kedalaman 10 kilometer di bawah laut. Menyusul dua gempa bumi ini, peringatan tsunami tidak diberlakukan dan sampai sekarang masih belum ada laporan korban jiwa. * BANJIR AUSTRALIA Sejumlah tempat di Australia dinyatakan sebagai wilayah bencana. Hujan deras mengakibatkan jalan-jalan di Coffs Harbour dan wilayah-wilayah sekitarnya banjir. Air yang datang dengan sangat cepat mengakibatkan dua ribu orang tidak bisa keluar rumah. Sisanya terpaksa tetap tinggal di restoran, sekolah, atau tempat-tempat di mana mereka berada saat itu. Ratusan orang lainnya dievakuasi. Di wilayah Coff Harbour di negara bagian New South Wales hujan mengakibatkan air tergenang setinggi hampir setengah meter. * KOMANDAN TALIBAN TERBUNUH Komandan penting Taliban, Mullah Abdul Bari, dibunuh tentara Australia di Uruzgan. Ia terbunuh dalam aksi gabungan tentara internasional ISAF dan tentara Afghanistan. Abdul Bari terbunuh dalam baku tembak. Ia dianggap bertanggungjawab atas semua operasi pengeboman di Uruzgan. * OBAMA ON TOUR Presiden Amerika Barack Obama menemui sejumlah kepala negara menjelang pertemuan G20 di London, Inggris. Di Downing Street Obama disambut Perdana Menteri Gordon Brown. Selain dijadwalkan bertemu Ratu Elizabeth. Obama juga akan berdiskusi dengan Presiden Rusia Dimitri Medvedev dan Presiden Cina Hu Jintao. Ini adalah perjalanan pertama Obama ke Eropa sejak menjabat sebagai Presiden Amerika. Setelah pertemuan G20, Obama akan melanjutkan perjalanan ke Straatsburg untuk memperingati ulang tahun NATO ke-60 Jumat dan Sabtu ini. Selanjutnya Obama akan mengunjungi Praha, ibukota Ceko untuk menghadiri pertemuan antara Amerika Serikat dan negara-negara Uni Eropa. * KURSI KOMISI HAM PBB UNTUK AMERIKA Washington berniat meminta satu kursi di Komisi HAM PBB. Pemerintah Amerika menyatakan ingin ikut bekerja menangani masalah-masalah seputar HAM. Mei mendatang kursi-kursi di komisi HAM PBB akan kembali dibagikan diantara 47 negara anggotanya. Pemerintahan Amerika sebelumnya tidak mau ikut campur dalam masalah HAM, salah satunya karena takut dikritik perihal Israel. Sekjen PBB Ban Ki-Moon antusias Amerika sekarang mau bekerjasama dan berdiskusi dalam komisi tersebut. * EMBARGO AMERIKA TERHADAP KUBA Para senator Amerika telah mengajukan usulan untuk menghapus larangan perjalanan ke Kuba. Menurut senator Demokrat dan Republikan yang mengajukan usulan ini, embargo Amerika sepuluh tahun terakhir tidak berdampak positif. Demokratisasi di Kuba bisa berhasil jika orang Amerika bebas bepergian ke Kuba. Diramalkan akan ada cukup dukungan dalam kongres untuk setidaknya mengurangi embargo Amerika terhadap Kuba. * PABRIK ROKOK AMERIKA BAYAR JANDA Pabrik rokok Amerika, Philip Morris, harus membayar ganti rugi sebesar 145 juta dolar kepada seorang janda dari Oregon. Janda ini menuntut pabrik rokok tersebut karena suaminya meninggal akibat kanker paru-paru. Menurut si janda, suaminya telah merokok tiga pak per hari selama lebih dari empat puluh tahun. Suaminya tersebut percaya pada pabrik rokok yang selama berpuluh-puluh tahun menyatakan, merokok tidak berbahaya bagi kesehatan. Setelah proses juridis selama bertahun-tahun, Mahkamah Agung Amerika akhirnya mengeluarkan putusan: pabrik harus membayar ganti rugi. Perusahaan tersebut dituntut pada akhir tahun 1990-an dan waktu itu harus membayar denda kira-kira 80 juta dolar. Karena proses pengadilan terus berjalan selama sepuluh tahun terakhir, denda dan ganti rugi - termasuk bunga - yang harus dibayar sekarang mencapai 145 juta dolar. * BERITA BURSA Setelah penutupan positif Selasa kemarin, bursa-bursa Eropa kembali dibuka lebih rendah Rabu pagi. Indeks AEX Amsterdam dibuka dengan kerugian 0.7% pada 216 poin. London, Frankfurt, Paris juga mengalami kerugian yang sama. Bursa Tokyo ditutup jauh lebih tinggi. Indeks Nikkei naik 2,99% pada 8.351,91 poin. 1 Euro = 1,31 USD 1 Euro = Rp. 15.377,- 1 USD = Rp. 11.609,- * STRATEGI CINA DALAM KRISIS DAN PENEMUAN TENGKORAK PARA KORBAN PEMBUNUHAN MASSAL DI DILI Pekan ini Presiden Cina Hu Jintao akan bertemu rekan sejawatnya Barack Obama sewaktu KTT G20 di London. Demikian harian Belanda de Volkskrant. Hubungan ekonomi Cina-Amerika memang tergolong erat. Dan kali ini, Cina datang ke London dengan pesan jelas untuk Amerika: jaga dolar agar tetap stabil dan tetap beli produk Cina. Krisis Ekonomi Walaupun ekonomi Cina terbilang satu-satunya yang masih berkembang di tengah krisis, krisis juga mengancam negara itu: 25 juta orang sudah kehilangan pekerjaan. Dan Beijing sudah memperingatkan, tahun 2009 akan jadi tahun tersulit dalam tiga puluh tahun terakhir. Demikian de Volkskrant. Di sisi lain, pemimpin Cina melihat krisis ekonomi sebagai kesempatan historis untuk 'membungkam' dunia Barat yang selalu sibuk mengkritik negaranya sehubungan hak azasi manusia. Tahun ini, Cina sudah memulai awal yang baik. Kedatangan Hillary Clinton - yang sama sekali tidak menyinggung masalah HAM secara terang-terangan - dianggap sebagai pertanda positif untuk memperbaiki posisi Cina di kancah politik dan ekonomi dunia. Begitu tulis de Volkskrant. Timor Leste Beralih ke Asia. Situs berita Australia, The Age, mengangkat pencarian mayat korban pembunuhan massal di Dili. Penyelidik Timor Leste dan ahli forensik dari Victorian Institute Australia menemukan 16 tubuh di kuburan tanpa nama, di Hera, 15 kilometer dari Dili. Keenam belas tengkorak ini diduga milik korban keganasan TNI pada pembunuhan massal di Dili tahun 1991. Gregorio Saldanha - dari Komite 12 November 1991 - menyatakan, tengkorak ini berhasil ditemukan dalam penggalian, setelah seorang penggali kubur lokal bersaksi bahwa TNI memaksanya mengubur korban-korban pembunuhan massal di pemakaman tersebut. "Sangat penting untuk menemukan sumber terpercaya untuk mencari tahu di mana korban-korban tersebut dikubur. Dan itu tidak mudah," kata Saldanha. Pembunuhan Massal Pembunuhan massal ini terjadi karena delegasi parlemen Portugal yang didukung PBB dilarang mengunjungi Timor Leste - yang waktu itu masih ada di bawah NKRI. Menghadapi pelarangan itu, para nasionalis Timor Leste berunjuk rasa: mereka turun ke jalan, dan pertama kalinya sejak invasi Indonesia pada 1975, mereka menuntut kemerdekaan dan mendukung pemimpin pemberontakan Xanana Gusmao. Pembunuhan massal terjadi ketika para pengunjuk rasa menghadiri pemakaman Sebastiao Gomes, seorang mahasiswa yang dibunuh TNI beberapa hari sebelumnya. Ketika upacara pemakaman dimulai, para pengunjuk rasa tiba-tiba dikepung TNI yang langsung menembakkan peluru. Massa yang tak bersenjata tentu saja terbunuh tanpa bisa melakukan perlawanan. Diduga 200 orang terbunuh dalam aksi ini. Jurnalis Max Stahl berhasil memfilmkan tragedi tersebut. Dunia bereaksi keras dan mendukung kemerdekaan Timor Leste. Lucunya, pemerintah Indonesia tetap saja bersikeras, kejadian itu hanya memakan 19 korban jiwa. "Beberapa waktu kemudian di bawah tekanan internasional, pemerintah Indonesia mengakui, mungkin 50 orang meninggal," kata Saldanha sembari menambahkan bahwa pihaknya memiliki daftar yang berisi lebih dari 75 korban tewas. Demikian The Age. * BELANDA PUAS ATAS KONPERENSI AFGHANISTAN Menurut para peserta, konperensi internasional mengenai Afghanistan yang diselenggarakan Selasa kemarin di Den Haag benar-benar berhasil. Tuan rumah mendapat banyak pujian, atas lancarnya penyelenggaraan. Namun apakah bagi Belanda sendiri konperensi tersebut merupakan suatu keberhasilan? Laporan Perro de Jong. "Di sini berdiri seorang yang merasa puas", kata Menteri Luar Negeri Belanda, Maxime Verhagen, usai konperensi kepada Radio Nederland Wereldomroep. Menlu Verhagen puas, karena dalam tempo kurang dari tiga pekan, berhasil menyelenggarakan suatu konperensi internasional yang sangat kompleks, dengan resiko keamanan sangat besar. Negara tetangga Dan Maxime Verhagen lebih puas lagi, karena konperensi menekankan pentingnya negara-negara tetangga Afghanistan. Klip 1 "dayafter" Maxime Verhagen in Exchange VO 1 Maxime Verhagen: "Saya anggap, itu salah satu unsur paling penting konperensi ini. Bahwa masalah ini bukan hanya urusan NATO. Jika kita menyatakan, ini bukan hanya urusan militer, tapi juga bagi para pekerja kerjasama pembangunan dan diplomat. Perwujudan, bukan hanya keamanan, tapi juga pembangunan dan pemerintahan yang bersih, membutuhkan banyak donor. Jadi, kita juga butuh negara-negara yang tidak ikut aktif dalam urusan militer. Khususnya negara-negara tetangga". Iran, yang berbatasan dengan Afghanistan sepanjang hampir seribu kilometer, ikut hadir dalam konperensi. Banyak pihak kaget atas kesediaan mereka. Maxime Verhagen menilai kehadiran tersebut positif. Sekian lama Iran tidak bersuara, tapi kini Teheran menyatakan akan menangani rute penyelundupan narkoba ke Barat yang melalui negeri mereka. Insiden Walaupun demikian, Maxime Verhagen bertanggung-jawab atas munculnya satu insiden dalam konperensi. Ia menuduh Teheran tidak berusaha mencegah jatuhnya senjata-senjata milik Iran ke tangan kelompok pemberontak Taliban. Hal ini memancing kemarahan utusan Iran, wakil Menteri Luar Negeri, Mehdi Akhundzadeh, yang menjawab dalam bahasa Inggris yang fasih: Klip 2 "dayafter" Mehdi Akhundzadeh VO 2 Mehdi Akhundzadeh: "Semua tuduhan itu tanpa dasar. Ini hanya mencari-cari alasan bagi kegagalan kekuatan militer yang kini beroperasi di Afghanistan. Tuduhan tanpa dasar, hanya untuk melindungi pihak-pihak yang tidak mampu memenuhi janji mereka kepada masyarakat internasional". Mengakui kesalahan Dalam konperensi ini Maxime Verhagen mengakui, misi perdamaian Barat di Afghanistan ternyata lebih sulit ketimbang perkiraan semula. Bukan hanya menteri Verhagen tapi juga Amerika mengaku salah. Karena itu konperensi ini berhasil mengeluarkan pesan bersama secara unanim. Wakil Menlu Iran merasa puas, karena masyarakat internasional ternyata juga memahami penderitaan warga Afghanistan. Apakah dengan ini, muncul peluang baru bagi penanganan yang lebih terkoordinasi, dan makin besarnya peran negara-negara tetangga, masih harus dibuktikan. Paling tidak, pernyataan Menlu Verhagen bahwa penyelesaian harus datang dari regio itu sendiri, langsung akan diuji. Wanita Afghanistan Konon, sebelum berangkat ke konperensi di Den Haag, Presiden Hamid Karzai baru saja menyetujui rencana undang-undang yang membatasi hak kaum perempuan, yaitu tidak mengakui adanya pemerkosaan dalam ikatan pernikahan. Dalam hal ini, bukankah tugas para mitra aktif dalam proses perdamaian di Afghanistan, untuk juga menaruh perhatian pada persoalan seperti itu? Klip 3 "dayafter" Maxime Verhagen VO 3 Maxime Verhagen: "Jika hal itu melanggar hak-hak asasi manusia, kita tidak bisa menerima hal tersebu. Dan jika kita tidak setuju, kita juga tidak akan berdiam diri. Tapi, kita tidak membuat undang-undang bagi mereka. Itu dibuat oleh warga Afghanistan sendiri. Walaupun demikian, mereka pun harus mengikuti norma-norma internasional". Undang-undang tersebut tidak mempengaruhi keputusan Belanda untuk tidak memperpanjang masa tugas militer di Afghanistan. Dalam hal ini sikap Menteri Verhagen jelas. Sebagaimana pujian Menlu Amerika Hillary Clinton, dengan menyatakan peran Belanda sangat penting, tidak akan mengubah sikap Den Haag. Walaupun secara diam-diam sebenarnya menlu Belanda berharap akan ada perpanjangan. * KEBIASAAN BERHUTANG AKAR KRISIS EKONOMI GLOBAL "Kita hidup berdasar hutang. Itu akar masalahnya," ujar sosiolog berpengaruh Zygmunt Bauman. Menanggapi krisis ekonomi sekarang, Bauman mengkritik sistem perbankan serta paket stimulus ekonomi sebesar tiga trilyun dolar untuk menghidupkan kembali perekonomian internasional. Laporan Jose Zepeda dan Laurens Nijzink. Zygmunt Bauman seorang sosiolog, lahir di Polandia tahun 1925. Pada usia sangat muda, ia mengalami masa-masa anti-Semitisme, Nazi-Jerman, komunisme dan perang. Pengalaman inilah ladang subur bagi pekerjaannya sebagai sosiolog di kemudian hari. Tahun 1968 ia diusir dari Polandia terkait kampanye anti-Semitis. Sejak awal tahun 1970an Bauman menetap di Inggris. Setelah pensiun tahun 1990, publikasinya makin banyak. Mulai tahun 2000 ia menulis puluhan buku bertema globalisasi, konsumen, Holocaust dan muncul di berbagai acara televisi. Menjelang konperensi G20 di London, Zygmunt Bauman pesimis tentang rencana-rencana penanganan krisis finansial. Zygmunt Bauman: "Saya tidak melihat upaya serius mencari jalan keluar global atas krisis ekonomi sekarang. Justru sebaliknya, saya melihat kecenderungan menghidupkan lagi apa yang saya pikir sudah berakhir untuk selamanya, sejak mulainya masa globalisasi, yakni proteksi ekonomi. Perdana Menteri Inggris baru-baru ini mengatakan: pekerjaan Inggris adalah untuk pekerja Inggris. Ini jelas kembali ke masa sebelum perang. Sudah lama saya tak lagi mendengar ungkapan seperti itu. 20 negara akan menghadiri konperensi di London. 17 dari mereka telah mengumumkan akan mengambil tindakan proteksionis. Mereka datang ke London membahas tindakan bersama yang bisa diterapkan di semua negara." Menurut Zygmunt Bauman, akar permasalahan tidak akan bisa diselesaikan dalam KTT G20 ini. Yang dimaksud adalah masyarakat yang hidup berdasar kredit. Karena itu Bauman bersikap sinis. Zygmunt Bauman: "Pelbagai bank mulai menemukan, mayoritas warga tidak meminjam uang. Mereka hidup semampu mereka. Menurut bank ini memalukan, karena ini adalah peluang luar biasa untuk mengambil laba! Mengapa tidak mendorong mereka untuk meminjam dan hidup berdasar kredit? Masih ingatkah ketika 30 tahun lalu kartu kredit pertama kali diluncurkan? Ingatlah slogan ketika itu: "Take the waiting out of wanting?' Itulah ungkapan paling revolusioner dalam sejarah modern." Diskusi sewaktu KTT G20 adalah berapa jumlah dana yang harus dipompa ke dalam ekonomi. Pasar keuangan sudah terkunci. Karena itu bank harus melanjutkan pemberian pinjaman agar roda ekonomi tetap berputar. Zygmunt Bauman: "Idenya adalah memulihkan perbankan ke keadaan normal. Tapi keadaan normal itulah penyebab krisis! Jadi mengapa harus mengeluarkan tiga bilyar dolar untuk kembali ke keadaan normal penyebab krisis? Krisis kredit dan perbankan yang sekarang bukan hasil kegagalan bank. Justru sebaliknya: krisis adalah cerita sukses yang luar biasa. Mereka berhasil merubah mayoritas warga menjadi orang yang meminjam, berhutang dan meminta kredit." Di Amerika Serikat hipotek sub-prime mengubah hutang menjadi sumber pendapatan. Bank-bank menawarkan pinjaman ini kepada orang-orang yang sebenarnya tidak mampu membeli rumah. Setelah itu pasar perumahan mulai jenuh, permintaan berkurang, harga anjlok dan akhirnya sistim ekonomi hancur. Zygmunt Bauman: "Ini seperti sistim bunuh diri. Saya memakai metafora ular yang makan ekornya sendiri. Ketika ular mulai makan ekornya sendiri, awalnya semuanya tampak baik. Tapi lambat laun makin sulit mencernanya. Dan akhirnya tidak ada lagi yang bisa dimakan.. Hal sama terjadi dengan sistim perbankan dan kartu kredit mereka." Zygmunt Bauman menyimpulkan kita harus ke akar permasalahan, mengubah tatanan masyarakat . Dengan kata lain revolusi budaya. Semboyan ekonomi "nikmati sekarang, baru bayar kemudian" sudah melewati masa jayanya. * BICARA DENGAN TALIBAN TAK ADA GUNANYA Suzanna Koster / Radio Nederland Wereldomroep 31-03-2009 Hari ini puluhan negara berkumpul di Den Haag Belanda untuk membicarakan masa depan Afghanistan. Salah satu pokok pembicaraan adalah mencoba berdamai dengan Taliban. Namun, mantan duta besar Pakistan untuk Afghanistan Rustam Shah Mohmand mengatakan pembicaraan damai dengan Taliban tidak akan membawa hasil apapun. Ketika Presiden Amerika Barack Obama secara resmi berusaha membujuk Taliban yang kecewa untuk pindah haluan, spesialis Afghanistan Rustam Shah Mohmand tidak setuju. Dia adalah duta besar Afghanistan untuk Pakistan selama tahun 2002 hingga 2005, periode dimana Pakistan adalah salah satu dari sedikit negara yang mengakui pemerintahan Taliban. Rustam Shah Mohmand tidak percaya Taliban bisa dibujuk untuk mengadakan pembicaraan damai selama 70 ribu pasukan Amerika dan NATO masih bercokol di Afghanistan. Sebelumnya, Pimpinan Taliban Mullah Omar menyebut hengkangnya seluruh pasukan asing sebagai prasyarat perundingan. Institut Penelitian Amerika New America Foundation melaporkan, selama empat tahun terakhir, ribuan Taliban sudah meninggalkan kelompoknya sebagai bagian dari program amnesti (pengampunan) pemerintah Afghanistan. Program ini pada dasarnya menerima semua orang, tapi selama wawancara di Peshawar Pakistan, Mohmand mengatakan sudah tidak ada lagi Taliban yang berminat pindah haluan. Sangat kuat Rustam Shah Mohmand yang mantan dubes ini mengatakan salah satu alasannya adalah bertumbuhnya kekuatan Taliban: "Taliban merekrut pengikut baru, karena pada umumnya orang Afghanistan memandang pasukan asing sebagai pasukan penjajah, sama halnya dengan keberadaan Rusia di tahun 80an. Selain itu, kelompok lain seperti milisia Hekmatyar bergabung dengan Taliban." Panglima perang Gulbuddin Hekmatyar bertahun-tahun berjuang melawan Taliban, bahkan melarikan diri ke Iran ketika Taliban berkuasa. Namun, musuh bersama membuat keduanya bergabung. Dewan Keamanan dan Pembangunan Internasional mengatakan Taliban dan sekutunya saat ini menguasai 72 persen wilayah Afghanistan, dibandingkan 54 persen tahun lalu. Dalam sebuah laporan ke Institut Perdamaian Amerika Serikat, mantan penasihat presiden Mohammad Masoom menulis bahwa jumlah insiden kekerasan meningkat dari 44 kali perbulan di tahun 2003 menjadi 573 di tahun 2008. Dan lebih dari 14.500 orang tewas. Mohmand menambahkan, Taliban tidak mempercayai tawaran perdamaian. "Taliban berpikir perundingan damai dimaksudkan untuk membujuk para pejuang untuk pindah haluan. Selama tujuh atau delapan tahun belakangan, berbagai tawaran perundingan damai gagal menghasilkan sesuatu dan tidak ada yang berubah." Pasukan Keamanan Mohmand berargumen bahwa Taliban mungkin setuju berunding jika NATO dan Amerika mau mengabulkan tuntutan mereka: hengkangnya pasukan asing. "Taliban mungkin setuju penarikan bertahap pasukan dan mengganti mereka dengan penjaga keamanan dari negara-negara yang tidak punya kepentingan di Afghanistan, seperti Indonesia, Filipina dan Jepang. Mereka akan membuat konstitusi dan merencanakan pemilu dimana kelompok pemberontak seperti Taliban juga ambil bagian." Mohmand melanjutkan, itulah satu-satunya jalan untuk mengakhiri kekerasan, yang merupakan prasyarat untuk pembangunan dan emansipasi masyarakat. Sebagai tambahan, masalah obat bius dan kurangnya birokrasi bisa dicoba diselesaikan. Kelompok perlawanan harus disertakan dalam masyarakat kebanyakan. Contoh Buruk Namun, para kritikus hanya perlu merujuk ke Afghanistan untuk menunjukkan seberapa sulit membujuk Taliban untuk berkompromi dalam bentuk apapun. Otoritas di Lembah Swat Pakistan menggunakan militan moderat untuk mengatasi para ekstrimis. Selama 18 bulan, tentara dan militan mati-matian memperebutkan kekuasaan di lembah tersebut. Kelompok militan bahkan membentuk pemerintahan paralel mereka sendiri, termasuk eksekusi dengan cara menggantung lawan mereka. Sekolah-sekolah untuk perempuan diledakkan, para artis diusir dari lembah dan para pria diperintahkan menumbuhkan janggut. Sebuah perjanjian damai seharusnya bisa mengakhiri kekerasan, tapi penculikan masih sering terjadi. Para pengacara dan hakim tidak berani lagi ke kantor setelah kaum militan mengumumkan jasa mereka tidak lagi diperlukan. Dan demokrasi? Kaum militan mengatakan tidak perlu demokrasi dan memandang hal tersebut sebagai konsep Barat yang asing dari Islam. Dengan adanya Taliban di Afghanistan, pembangunan di Lembah Swat menciptakan preseden berbahaya. * PERANAN NEGARA BERKEMBANG DI G20 LONDON Kamis ini di London dibuka pertemuan negara-negara yang bergabung dalam apa yang disebut G20. Pertemuan ini bertujuan untuk mengatasi krisis ekonomi yang makin mengancam dunia saat ini. Indonesia salah satu dari negara berkembang yang ikut serta. Apa artinya ini bagi Indonesia dan negara-negara berkembang? Menurut Wamenlu Triyono Wibowo, pertemuan ini sangat penting bagi Indonesia. Ia menambahkan Indonesia barangkali sudah dipertimbangkan dunia internasional untuk menyumbangkan pikiran untuk menyelesaikan masalalah-masalah internasional. Triyono Wibowo: "Ini merupakan apresiasi dari masyarakat internasional terhadap Indonesia. Dan sekaligus akan kita manfaatkan bersama-sama dengan masyarakat internasional mencari solusi terhadap persoalan krisis ekonomi global sekarang ini." Senada dengan wamenlu prof Hendrawan Supratikno, pakar ekonomi di Universitas Kristen Satya Wacana di Salatiga, mengatakan, peranan negara berkembang sangat penting dalam pertemuan di Inggris itu. Menurut guru besar ini, akibat krisis global, banyak dolar yang mengalir kembali ke negeri asalnya. Sementara banyak proyek-proyek yang perlu pendanaan segera. Akibatnya pembangunan negara-negara berkembang akan terhambat. Untuk mengatasinya maka diperlukan semacam mekanisme global, tambahnya. Saat ini misalnya IMF dan Bank Dunia didominasi oleh negara-negara Barat. Ini berarti negara-negara maju masih dominan. Oleh karena itu negara-negara berkembang hendaknya ditambah peranannya, tandas Hendrawan. Meski perbedaan pendapat antara negara-negara berkembang dengan negara-negara maju, besar sekali, namun mereka memiliki kepentingan bersama. Semua pihak ingin menangani krisis yang telah melanda dunia saat ini. Oleh karena itu Hendrawan optimis, pendapat negara-negara berkembang akan didengar. Karena misalnya Amerika memerlukan Cina untuk mengatasi krisis global. Dan ini terbukti dari kunjungan menlu Amerika Hillary Clinton ke Cina beberapa saat silam. Pakar bursa dari Salatiga ini sadar, perjuangan negara-negara berkembang dalam G20 ini tidak mudah. Tetapi ia melihat, kansnya 50 persen. Alasannya karena negara-negara berkembang semakin kuat posisinya. Misalnya Amerika pernah minta bantuan Cina untuk mengatasi krisis yang tengah dihadapinya. Hendrawan: "Hillary Clinton pergi ke Cina untuk meminta pemerintah Cina agar bersedia membeli surat utang pemerintah Amerika Serikat dengan suku bunga tiga persen. Artinya Amerika sebenarnya sudah dalam posisi sulit dan tahu Cina memiliki cadangan besar devisa yang begitu besar yang bisa digunakan untuk menyelamatkan perekonomian global." Lalu bagaimana dengan peranan ASEAN? Untuk mengetahuinya silakan dengarkan di sini. * MUSIM GEMPA, PEMERINTAH HARUS WASPADA Tanggal 1 April ini terjadi dua bencana gempa di Indonesia, satu di Bengkulu dan dan satu lagi di dekat Papua Nugini, masing-masing dengan kekuatan 6 pada skala Richter. Menurut Dani Hilman Natawijaya, dari Pusat Penelitian geoteknologi di Bandung, keduanya adalah gempa susulan. Memang saat ini boleh dibilang musim gempa di sejumlah wilayah rawan gempa di Indonesia. Pemerintah baik pusat maupun daerah diminta waspada dan menyiapkan program mitigasi gempa bumi. Ikuti keterangannya kepada Radio Nederland Wereldomroep: Gempa yang dirasakan di wilayah Papua Rabu 1 April, adalah gempa susulan dari gempa di Irian dan maluku Januari dan Februari lalu. Seperti diketahui wilayah Sumatra dan Indonesia Timur adalah wilayah rawan gempa. Selain itu boleh dibilang beberapa minggu terakhir ini adalah periode musim gempa: Dani Hilman Natawijaya: Bisa dibilang begitu. Jadi kalau kita melihat sejarah gempa di berbagai tempat, memang di satu periode terjadi banyak sekali gempa besar. kemudian di periode berikutnya relatif lebih sepi. Dan apakah masyarakat harus khawatir kalau ada pemberitaan terjadi gempa berturut-turut di Indonesia? Dani Hilman Natawijaya menjawab: Saya pikir memang masyarakat dan pemerintah harus waspada. Harus siap dengan kemungkinan terjadi gempa di wilayahnya. Dengan cara menyiapkan program mitigasi bencana yang baik, yang sudah menjadi menjadi kewajiban baik pemerintah pusat maupun daerah. Lalu bagaimana kemungkinan early warning system untuk gempa? Apakah itu sudah mungkin? Dani Hilman menerangkan: Sistim ini adalah bagian dari mitigasi bencana. Tujuan utama adalah untuk evakuasi dan meminimalisasi korban jiwa. Tapi sistim untuk gempa belum ada. Kalaupun ada tidaklah akurat, karena tidak bisa diperkirakan waktu gempa yang tepat. Hanya potensi gempa yang bisa diperhitungkan. Ikuti penjelasan lebih lanjut, dengan mengklik alamat di bawah ini: --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.radionetherlands.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [email protected] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
