---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Senin 20 April 2009 14:20 UTC



** PULUHAN RIBU PENGUNGSI SRI LANKA

** TAHANAN LIBYA TUNTUT GANTI RUGI

** IAEA AJAK DIALOG

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: BAJAK LAUT JANGAN DIBIARKAN LOLOS.

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: OBAMA BUKA HALAMAN BARU DI AMERIKA LATIN

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: INDONESIA AUSTRALIA BEKERJASAMA TANGANI PENGUNGSI

** GEMA WARTA TINJAUAN PERS: PANDANGAN ISLAM MODERN MENGENAI HOMO-SEKSUALITAS 
DAN KESEDIAAN INDONESIA BANTU AUSTRALIA, DALAM USAHA MEMBENDUNG ARUS PENGUNGSI



* PULUHAN RIBU PENGUNGSI SRI LANKA

Di Sri Lanka Baratlaut, lebih dari 35.000 penduduk sipil berhasil melarikan 
diri, dari wilayah yang dikuasai oleh kelompok Macan Tamil. Menurut Presiden 
Sri Lanka, Mahinda Rajapakse, kekalahan tuntas Macan Tamil, tinggal soal waktu 
saja. Sejak beberapa bulan belakangan, tentara pemerintah berhasil menghantam 
keras kelompok pemberontak ini. Macan Tamil kini hanya menguasai bagian kecil 
wilayah Sri Lanka Baratlaut. Di wilayah ini, puluhan ribu penduduk sipil berada 
dalam keadaan terjepit. Suatu serangan bunuhdiri pada rombongan pengungsi 
menewaskan tujuhbelas orang. Menurut pemerintah, dengan serangan tersebut, 
kelompok Macan Tamil ingin mencegah arus pengungsian massal.


* TAHANAN LIBYA TUNTUT GANTI RUGI

Seorang dokter keturunan Palestina dan lima orang perawat asal Bulgaria, yang 
selama delapan tahun ditahan di Libya, mengajukan tuntutan rehabilitasi dan 
ganti rugi pada pemimpin Libya, Muamar Kadhafi. Demikian pengumuman advokat 
mereka, pengacara wanita warga Belanda, Liesbeth Zegveld. Pemerintah Libya 
menuduh enam orang tersebut, dengan sengaja, menularkan virus aids pada 
anak-anak Libya. Konon, selama dalam tahanan, mereka berulang-kali mengalami 
penyiksaan. Setelah melalui ofensif diplomatik Uni Eropa, khususnya Prancis, 
pada tahun 2007 mereka dibebaskan.


* IAEA AJAK DIALOG

Kepala Biro Atom PBB, IAEA, Mohamed el-Baradai, menyatakan, optimistis akan 
bisa mendobrak kebuntuan dalam masalah program nuklir Iran. El-Baradai 
mendasarkan keyakinan tersebut pada adanya uluran tangan dari Amerika pada 
Teheran, dan pengumuman Iran akan menyampaikan usulan-usulan bagi perundingan 
baru. Mohamed el-Baradai menyatakan hal ini, pada pembukaan rapat IAEA di 
Beijing. Selanjutnya, Mohamed el-Baradai mengeluarkan seruan untuk kembali 
membuka dialog dengan Korea Utara, satu negara lain, yang juga oleh 
negara-negara Barat dituduh sedang mempersiapkan senjata nuklir. Korea Utara 
dan Iran, menolak pemeriksaan program nuklir mereka oleh PBB.


* KTT PBB MENGENAI RASIALISME

Sekretaris Jendral PBB, Ban Ki-moon merasa sangat kecewa, karena banyak negara 
Barat memboikot KTT mengenai rasialisme di Jenewa. Sekjen Ban Ki-moon 
menyatakan rasa kekecewaannya tersebut, pada saat pembukaan KTT. Negara-negara 
yang memboikot KTT ini antara lain Amerika Serikat, Australia, Jerman, Israel 
dan Belanda. Mereka khawatir KTT ini terutama akan digunakan untuk melakukan 
serangan politik terhadap Israel. Menteri Luar Negeri Belanda, Maxime Verhagen, 
memperkirakan negara-negara yang tidak terlalu menggubris hak-hak azasi manusia 
akan menempatkan Israel sebagai terdakwa. Inggris, Prancis dan ketua bergilir 
Uni Eropa, Ceko, ikut hadir. Tapi mereka hanya mengirim diplomat kelas bawah. 
Sementara ini Prancis mengeluarkan peringatan, akan meninggalkan KTT jika 
Presiden Iran, Mahmoud Ahmedinejad, kembali mencaci-maki Israel. Belum lama 
berselang, Presiden Ahmedinejad menyebut Israel pembawa panji-panji rasisme. 
Selanjutnya ia juga menyerukan untuk menghancurkan negara warga yahudi 
tersebut, dan holocaust cuma rekaan saja.


* PEMBAJAKAN PESAWAT DI JAMAIKA

Di bandara Montego Bay, Jamaika, berlangsung penyanderaan lima orang awak 
pesawat, yang akan bertolak menuju Kanada. Beberapa saat sebelumnya, seorang 
pembajak bersenjata api, telah memerintahkan seluruh penumpang, yang berjumlah 
169 orang, meninggalkan pesawat. Sang pembajak menyerbu, beberapa saat setelah 
semua penumpang masuk ke dalam pesawat perusahaan penerbangan charter, CanJet. 
Menurut media setempat, pada saat pembajakan, terdengan suara tembakan. Namun, 
sejauh ini tidak ada laporan orang terluka. Saat ini sedang berlangsung 
tawar-menawar dengan pembajak.


* PARTAI PRO TURKI MENANG PEMILU SIPRUS

Di Siprus Utara, kelompok nasionalisme pro Turki tampil sebagai pemenang pemilu 
legislatif. Partai Persatuan Nasional UBP meraih 44 persen suara. Raihan suara 
partai ini berada jauh di atas partai Siprus - Turki, CTP, pimpinan Mehmet 
Talat, yang hanya berhasil mengumpulkan 29 persen suara. Dengan demikian, hasil 
pemilu ini merupakan pukulan berat bagi Perdana Menteri Mehmet Talat, yang 
dikenal moderat. Belakangan ini Mehmet Talat mengadakan rangkaian pembicaraan 
dengan warga Siprus Yunani di wilayah Selatan, untuk membahas kemungkinan 
penyatuan kembali Siprus. Dengan parlemen bermayoritas anggota kelompok pro 
nasionalisme Turki, upaya tersebut akan mengalami kesulitan. UBP ingin agar 
Siprus tetap terbagi dua. Siprus terpecah sejak 1974. Pada tahun tersebut, 
tentara Turki menduduki wilayah Utara pulau. Selama beberapa tahun terakhir, 
upaya perdamaian PBB dan Uni Eropa selalu gagal.


* BERITA BURSA

Pada saat pembukaan pasar bursa di Amsterdam Senin pagi tadi, nilai indeks 
saham gabungan AEX turun 2,4 persen pada 238 poin. Nilai bursa di London, Paris 
dan Frankfurt juga merosot antara 1 hingga 2,4 persen.

Sementara itu, pasar bursa di Tokyo ditutup dengan sedikit kenaikan harga 
saham. Indeks Nikkei naik 0,2 persen, pada 8.924,75 poin. 

1 euro = 1,2959 dolar,
1 euro = 13.850 rupiah,
1 dolar = 10.695 rupiah.


* BAJAK LAUT JANGAN DIBIARKAN LOLOS.

Menteri Pertahanan Belanda Eimert van Middelkoop harus mempertanggungjawabkan 
pembebasan bajak laut Somalia oleh marinir Belanda kepada parlemen. Sabtu lalu 
komandan kapal perang Zeven Provincien melepas sejumlah bajak laut yang 
ditangkap dekat Teluk Aden, dengan tuduhan pembajakan. Laporan Sebastiaan 
Gottlieb.

Anggota parlemen dari partai CDA Maarten Haverkamp tidak senang dengan tindakan 
Kementerian Pertahanan Belanda. Menurut Haverkamp, sudah ada perjanjian soal 
penahanan bajak laut, dan ini dilanggar. Belum jelas apakah keputusan melepas 
bajak laut diambil oleh komandan kapal perang Belanda atau oleh NATO. NATO 
adalah pimpinan misi Allied Protector (Sekutu Pelindung) di mana Belanda ambil 
bagian. Haverkamp berpendapat harus ada perjanjian lebih jelas soal sidang 
pengadilan bajak laut.

Maarten Haverkamp: "Yang menyulitkan misi NATO adalah tidak adanya perjanjian 
jelas dengan negara-negara di kawasan itu. Karena kita juga ikut dalam misi 
Eropa dan ada perjanjian jelas bahwa negara-negara seperti Kenya mengambilalih 
tahanan. Ini lebih praktis ketimbang membawa mereka ke Belanda dengan segala 
masalah hukum yang ada." 

Kepentingan Belanda
Berdasar traktat internasional tahun 1982, Belanda berpegang pada 'kekuatan 
hukum universal' untuk menangkap bajak laut yang beroperasi di laut dalam. Ini 
berarti pengadilan pembajak tidak selalu merupakan kepentingan Belanda. Kapal 
Zeven Provincien juga ikut ambil bagian operasi Eropa Atalanta, untuk menjamin 
keamanan armada kapal dagang di kawasan pantai Somalia. Dalam hal itu memang 
ada perjanjian jelas soal sidang bajak laut. Belanda juga sudah menyerahkan 
sejumlah bajak laut ke Kenya, untuk diadili di sana.

Haverkamp mendapat kesan dalam hal penahanan bajak laut oleh NATO juga ada 
perjanjian jelas soal pengadilannya. Menteri Pertahanan Eimert van Middelkoop 
bahkan mengirim surat ke parlemen soal hal ini Maret lalu. Demikian Haverkamp.

Maarten Haverkamp: "Memang kami sudah bicara dengan menteri pertahanan bahwa 
kami tidak mau bajak laut diminta naik kapal untuk dihukum menulis 20 kali 
'saya tidak akan membajak kapal lagi' dan kemudian dilepas begitu saja." 

Tribunal Khusus
Ahli hukum kriminal internasional Geert Jan Knoops memastikan bahwa bajak laut 
bisa diadili di Belanda, seperti yang sudah-sudah. Mengapa kali ini tidak 
dilakukan, adalah keputusan politik. Soal hukum menurutnya bukan halangan untuk 
mengadili para bajak laut di Belanda. Untuk mencegah ketidakjelasan di masa 
depan, Knoops menyarankan dibentuk tribunal internasional. Sebuah tribunal 
untuk kejahatan maritim berdasar salah satu resolusi PBB.

Geert Jan Knoops: "Ini bukan kali pertama masyarakat internasional berdasar 
resolusi PBB membentuk tribunal sementara, jika menyangkut pemulihan keamanan 
dan perdamaian sebuah kawasan. Contohnya tribunal Yugoslavia dan Rwanda. 
Tribunal semacam itu bisa dibentuk lumayan cepat dan keuntungannya, melibatkan 
hakim dan jaksa internasional. Barang bukti lebih terpusat dan hak-hak 
tersangka pembajak juga lebih terjamin." 

Keuntungan tribunal semacam itu adalah sidang para bajak laut tidak lagi 
berdasarkan keinginan saja. Jika politik mau, tribunal bajak laut bisa dibentuk 
dalam waktu dua tahun, demikian Knoops. Maarten Haverkamp dari CDA berpendapat 
usulan ini harus diselidiki dengan cermat. Namun untuk saat ini Haverkamp 
menuntut pengadilan bajak laut di kawasan mereka sendiri. Untuk itu perjanjian 
yang ada sudah cukup.


* OBAMA BUKA HALAMAN BARU DI AMERIKA LATIN

Para pemimpin negara-negara Amerika Latin bisa melihat dari dekat: Barack 
Obama, presiden baru Amerika Serikat. Akhir pekan lalu, mereka bertemu dalam 
KTT Amerika yang kelima di Trinidad dan Tobago. Mereka berharap banyak. Tapi 
harapan tinggal harapan. Laporan Edwin Koopman.

Akhir pekan lalu ibarat musim semi di Trinidad dan Tobago, negara kecil di 
Lautan Karabia, di lepas pantai Venezuela. Itulah musim semi dalam hubungan 
Amerika Serikat dengan Amerika Latin, yang beku bertahun-tahun lamanya. 
Presiden baru Amerika Serikat Barack Obama semasa kampanye telah berjanji akan 
membuka lembaran baru dalam politik luar negeri Amerika terhadap negara-negara 
tetangganya di selatan. Akhir pekan lalu Obama mengulang niatnya di depan para 
pemimpin Amerika Latin.

Barack Obama: 'Kami terkadang tidak menaruh minat serta berupaya memaksakan 
kehendak. Tapi saya berjanji pada anda, kami mengarah pada kerjasama yang 
setara'. 

Obama mengatakan Amerika Serikat tidak akan lagi membatasi diri pada kekuatan 
militer dan ia berjanji untuk bekerjasama dalam bidang diplomatik serta 
kemanusiaan. 

Sombong
Nada tersebut sangat kontras dengan sikap sombong Amerika sebelum ini. 
Washington selama ini menerapkan intervensi sepihak yang terkadang juga 
disertai intervensi militer di kawasan yang disebut 'halaman belakang' Amerika 
Serikat. Obama juga ingin memutus kebijakan pendahulunya George Bush, yang 
mengacuhkan benua itu selama delapan tahun, guna memusatkan perhatian pada 
perangnya melawan terorisme.

Selama delapan tahun 'absennya' Amerika Serikat, Amerika Latin telah berubah. 
Hampir semua negara memiliki pemimpin kiri, dan sebagian sangat vokal menyerang 
Amerika. Perbedaan antara Washington dengan para pemimpin seperti Presiden 
Venezuela Hugo Chavez serta kakak beradik Castro, tidak disembunyikan akhir 
pekan ini. Tetapi pada saat yang sama pintu untuk dialog dengan Amerika Latin 
juga dibuka.

Hugo Chavez: 'Saya mengatakan hal sama seperti saya katakan pada Bush delapan 
tahun lalu ketika saya menjabat tangannya: Saya ingin menjadi temanmu'. 

Demikian kata Chavez kepada pers. Para pemimpin kiri lainnya yang lebih moderat 
juga menyambutnya dengan gembira seperti Presiden Brasil Lula da Silva. 
Ketidakacuhan Bush selama bertahun-tahun membuka banyak peluang bagi para 
pemimpin vokal seperti Chavez. Minat baru Amerika terhadap kawasan itu akan 
mengembalikan kepemimpinan Amerika Latin ke tempat semula yaitu Meksiko dan 
Brasil. 

Kuba
Tidak diragukan lagi, sebagian besar perhatian tertuju pada Kuba, satu-satunya 
negara yang tidak hadir dalam KTT karena dikeluarkan dari Organisasi 
Negara-negara Amerika OAS sejak 1962. Untuk pertama kali dalam hampir setengah 
abad, hubungan Amerika Serikat-Kuba mulai membaik. 

Barack Obama: 'Amerika Serikat mencari awal baru dengan Kuba'. 

Hari-hari menjelang KTT, keduanya saling mendeklarasikan cinta. Obama 
memperlunak embargo terhadap negara komunis itu, menghapus pembatasan 
perjalanan dan pengiriman uang ke Kuba. Pemimpin Kuba Raul Castro menjawab 
dirinya bersedia membicarakan hak  azasi manusia dengan Amerika, apabila 
dilandasi kesetaraan dan tanpa syarat.

Pelukan
KTT tidak menghasilkan banyak hal kongkrit. Seperti biasa, semua hanya sebatas 
pada itikad baik serta silaturahmi antara para pemimpin dari selatan dengan 
utara. Deklarasi akhir berkisar pada kerjasama dalam bidang energi, lingkungan, 
dan migrasi. Deklarasi itu tidak menutup-nutupi kontroversi tradisional dan 
perpecahan di Amerika Latin sendiri. Embargo Amerika Serikat terhadap Kuba 
misalnya tidak dikecam secara eksplisit. Itu menjadi alasan bagi Venezuela dan 
empat sekutunya untuk tidak menandatangani deklarasi akhir itu.

Kendati demikian masih ada alasan bersikap optimis. Obama berhasil memberikan 
harapan kepada Amerika Latin. Itikad-itikad baik diulang, kali ini dibarengi 
wajah, jabatan tangan dan pelukan. Kini Obama harus menunjukkan apa makna 
kata-kata manis itu.


* INDONESIA AUSTRALIA BEKERJASAMA TANGANI PENGUNGSI

Presiden SBY bicara dengan PM Australia Kevin Rudd soal penanganan pengungsi. 
Indonesia sering dijadikan tempat persinggahan sebelum para pengungsi mendarat 
di Australia. Apa langkah konkrit yang bisa diambil Indonesia? Mengapa para 
pengungsi dari luar negeri tersebut harus diberi bantuan kemanusiaan? Dan 
mengapa para pengungsi tertarik melarikan diri ke Indonesia? Berikut rangkuman 
wawancara dengan Joseph Adi Prasetyo (Stanley), komisioner Komnas HAM. 

Soal pengungsi ini sebenarnya bukan hanya baru-baru ini saja marak. Menurut 
Joseph Adi Prasetyo sebenarnya sudah dari dulu, cuma memang perhatian kadang 
muncul kadang tenggenglam lagi. Pengungsi dari Afghanistan kira-kira empat 
tahun lalu sempat melakukan aksi jahit mulut. Karena akan diusir dari tempat 
penampungan di Tanah Abang.  Waktu itu Komnas HAM yang lama sempat memproses 
kasus tersebut dan bekerja sama dengan Deplu untuk menyalurkan mereka ke negara 
tujuan. Komunitas pengungsi di Jakarta ada yang kawin dengan penduduk setempat, 
tapi ada yang mempertahankan komunitas mereka.

Mengapa Indonesia juga menarik dijadikan tempat pengungsian? Menurut Stanley, 
ada indikasi akan adanya mafia terlibat di Indonesia, mereka memberikan semacam 
tempat penampungan. Selain itu mereka menawarkan lewat jalur Indonesia, 
alternatif lewat rute laut akan sangat panjang.

Sementara ada juga sejumlah pengungsi yang seterusnya tinggal di Indonesia, 
walaupun tidak ada pendataan jelas. Tapi Komnas HAM bekerja sama dengan lembaga 
yang melakukan monitoring di Melbourne Australia untuk melakukan pendataan. 
Kasus pengungsi ini lumayan membingungkan, siapa yang harus menangani? Apakah 
depsos, deplu atau imigrasi? Di lain pihak ada kepentingan internasional 
seperti UNHCR. Komnas HAM tidak bisa terlibat langsung karena hal ini selalu 
langsung ditangani deplu.

Kenapa pengungsi asing harus diberi bantuan? Orang Indonesia saja masih banyak 
yang susah. Menurut Stanley, memang tanggungjawab negara untuk mengembangkan 
kerjasama antara negara. Yang pertama untuk memperbaiki kondisi politik negara 
bersangkutan. Yang kedua bagaimana HAM pengungsi ini dipenuhi, karena ada 
prinsip2 dalam PBB yang harus dihormati oleh negara  yang menerima pengungsi, 
baik sukarela maupun tidak.

Wawancara selengkapnya bisa diikuti pada situs web kami www.ranesi.nl.


* PANDANGAN ISLAM MODERN MENGENAI HOMO-SEKSUALITAS DAN KESEDIAAN INDONESIA 
BANTU AUSTRALIA, DALAM USAHA MEMBENDUNG ARUS PENGUNGSI

Kamis lalu, pemerintah wilayah Slotervaart di Amsterdam, menyelenggarakan malam 
diskusi, dengan tema Islam dan homo-seksualitas. Sebagai pembicara, tampil 
Profesor Abdessamed Dialmy, dari Universitas Mohammed V, di Rabat, Maroko. 
Tujuan malam diskusi adalah mendorong penerimaan homo-seksualitas dalam 
kalangan muslim. Demikian harian pagi De Volkskrant, yang terbit di Amsterdam.

Profesor Abadessamed Dialmy, dikenal sebagai ilmuwan, muslim modern, yang 
berusaha menyajikan berbagai penafsiran baru dari Al Qur'an dan Al Hadith. Bagi 
sang profesor, prinsip penting dalam Islam adalah pengakuan bahwa manusia itu 
sama. Laki-laki, perempuan, hetero, homo, menikah atau tidak menikah. Ia 
mengakui, ada hadith-hadith yang tegas melarang homo-seksualitas. Tapi dalam 
praktek banyak contoh-contoh, yang menunjukkan penafsiran lain. Demikian lanjut 
De Volkskrant.

Malam itu, sang gurubesar menjadi bulan-bulanan kritik. Seorang pengunjung, 
mempertanyakan ke-islam-an sang gurubesar. Karena bagi banyak orang, tidak 
mungkin seorang muslim menerima homo-seksualitas. Sang profesor menjawab semua 
serangan dengan tenang. Ia sudah terbiasa dengan kecurigaan seperti itu. Untuk 
membela hak kaum homo, kita sendiri tidak perlu jadi homo. Saya menikah, dan 
punya empat orang anak, tangkisnya.

Bahwa hukum Islam berubah, ia menunjukkan suatu contoh lain. Kini, di banyak 
negara Islam, hukum potong tangan bagi pencuri, tidak lagi diterapkan. Hukuman 
itu, berasal dari zaman Badui dulu, pada saat belum ada rumah penjara. 
Selanjutnya, Profesor Abdessamed Dialmy berdalih, mengapa ummat Islam tidak 
bisa menerapkan penafsiran baru dalam urusan homo-seksualitas.

Dari urusan homo-seksualitas kita beralih ke soal arus pencari suaka ke 
Australia, melalui wilayah Indonesia, sebagaimana diulas oleh harian The Age, 
yang terbit di Australia. Pekan lalu, ledakan sebuah kapal berisi pengungsi, di 
perairan Australia, menewaskan puluhan orang. Menyusul insiden tersebut, 
pemerintah Australia tidak banyak bersuara. Dengan alasan, pemerintah masih 
sibuk melakukan penyidikan tentang sebab ledakan. Sikap seperti itu, langsung 
memancing tuduhan dari pihak oposisi, pemerintah mencoba menutup-nutupi 
kejadian.

Menurut pihak oposisi, perubahan kebijakan Perdana Menteri, Kevin Rudd, telah 
mendorong arus pencari suaka ke Australia. Menghadapi berbagai tuduhan 
tersebut, kantor perdana menteri mengumumkan, Kevin Rudd telah berbicara dengan 
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui telepon. Dua pemimpin ini sepakat, 
akan berusaha menutup peluang arus pengungsi, yang datang melalui Indonesia. 
Khususnya para pengungsi dari Afghanistan, Pakistan dan Sri Lanka.

Menurut The Age, belum lama ini sebuah sumber di Polisi Federal Australia 
menyatakan, mereka kini sedang memburu seorang pria warga Australia, berusia 23 
tahun, sehubungan dengan penangkapan 70 orang warga Afghanistan, di pelabuhan 
Anyer, Banten. Pria ini menikah dengan seorang wanita Indonesia, dan menjadi 
salah seorang pemimpin jaringan penyelundup pengungsi ke Australia. Para 
pengungsi datang secara terpisah dari Malaysia, dan berbagai tempat lain di 
Indonesia, sebelum ditangkap Jum'at lalu.

Selanjutnya The Age melaporkan, dalam pembicaraan telepon dengan Perdana 
Menteri Kevin Rudd,  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan kesediaan 
Indonesia, untuk meningkatkan lebih erat lagi, kerjasama Indonesia - Australia 
dalam masalah ini. 

Demikian The Age, dan sekian pula Tinjauan Pers kali ini.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.radionetherlands.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[email protected]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke