--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Minggu 03 Mei 2009 13:00 UTC ** TAMIFLU UNTUK NEGARA BERKEMBANG ** PANGLIMA NEPAL DIPECAT ** HARI KEBEBASAN PERS ** RADIO DARFUR MENANTANG SUDAN * TAMIFLU UNTUK NEGARA BERKEMBANG Organisasi Kesehatan Dunia WHO memberi negara-negara berkembang obat anti virus. WHO mengirim 2,4 juta obat anti virus Tamiflu untuk 72 negara miskin. Dengan cara itu WHO berharap bisa mencegah pandemi. Otorita di Meksiko yakin wabah flu sudah mulai mereda di negaranya. Jumlah korban jiwa telah disesuaikan dari 176 menjadi 101 orang. Sembilanbelas warga Meksiko dipastikan meninggal akibat varian baru flu. Sementara itu virus menyebar ke seluruh dunia. Flu Meksiko kini juga muncul di Irlandia, Italia dan Korea Selatan. Di luar Meksiko dan Amerika Serikat hanya muncul varian ringan virus. Terutama Asia khawatir atas penyakit tersebut. Ini terkait wabah SARS tahun 2003. Hotel di Hongkong dengan 200 tamu ditutup setelah salah satu dari mereka diketahui menderita flu Meksiko. * PANGLIMA NEPAL DIPECAT Panglima Nepal dipecat pemerintah. Menurut kelompok Maois dalam koalisi pemerintah, jendral mengabaikan perintah mereka. Tanpa ijin pemerintah, ia merekrut 2800 orang. Ia juga kembali mengangkat delapan jendral, yang disingkirkan pemerintah. Pemecatan panglima diduga bisa mengganggo proses perdamaian. Sebelumnya partai oposisi terpenting Nepal telah mengancam akan menggelar demonstrasi. Antara tahun 1996 hingga 2006 Nepal dilanda perang saudara menewaskan ribuan jiwa. Sejak pemilu tahun lalu, kaum Maois dalam parlemen merupakan mayoritas dan bergabung dengan pemerintah. * HARI KEBEBASAN PERS Ahad ini Hari Kebebasan Pers Sedunia. Belanda turut memperingatinya. Di pusat Utrecht, orang bisa menandatangani petisi. Pemimpin redaksi harian De Volkskrant, Pieter Broertjes, secara simbolis melepaskan burung merpati. Juga tampil beberapa pembicara, termasuk Menteri Permukiman dan Integrasi Eberhard van der Laan. Tema tahun ini adalah ancaman terhadap wartawan yang sedang bertugas. Tahun 1993 PBB menetapkan 3 Mei sebagai Hari Kebebasan Pers. Sejak 2003 juga Belanda memperingati hari tersebut. * TENTARA BRASIL USIR PETANI Pemerintah Brasil mengerahkan tentara untuk mengusir sekelompok petani dan penanam padi dari pemukiman suku Indian di negara bagian Roraima, Brasil utara. Mahkamah Agung memutuskan pemukiman itu harus diserahkan kembali ke penduduk asli. Sekitar 30 keluarga menolak pergi. Karena itu pemerintah meminta bantuan tentara. Pihak berwenang berjanji memberikan ganti rugi kepada petani dan penanam padi. Kawasan bersangkutan terletak di perbatasan dengan Venezuela serta Guyana dan seluas 1,7 juta hektar. Tentara memperkirakan akan membutuhkan beberapa hari untuk mengusir para penduduk itu dari kawasan tersebut. * PETIR LUKAI PEMAIN SEPAK BOLA 26 orang cedera setelah terkena sambaran petir di lapangan sepak bola Baden-Wurttemberg, negara bagian Jerman. Saat itu dua tim sepak bola junior tengah mempersiapkan diri untuk pertandingan. Tiga pemain yang berdiri di luar lapangan dan bersandar di pagar logam, luka berat. Satu dari mereka harus langsung diberikan pernapasan bantuan. Sambaran petir di Ingoldingen tak diduga, karena cuacanya sangat bagus. * SALJU LONGSOR DI AUSTRIA DAN ITALIA Di pegunungan Alpen Austria, enam orang tewas tertimbun salju longsor. Jati diri korban belum diketahui. Kecelakaan terjadi Sabtu kemarin di tempat hiburan musim salju Solden, Tirol, pada ketinggian 3000 meter. Akibat cuaca buruk, tim penyelamat baru bisa mencapai kawasan bencana Sabtu pagi. Diduga masih lebih banyak orang lagi yang tertimbun di bawah salju. Juga di bagian Italia yang berbatasan dengan kawasan di Austria, Tirol selatan, salju longsor menewaskan seorang jiwa. Korban adalah warga Italia berusia 54 tahun. * POLISI PERAIRAN MENYITA KOKAIN [Oranjestad#Oranjestad, Aruba]Polisi perairan Aruba menyita muatan narkoba yang diangkut kapal nelayan. Pada pemeriksaan kapal tersebut, polisi menemukan 70 kilogram kokain. Kapal berasal dari Kolombia. Kapal dan obat bius langsung disita polisi perairan. Enam awak Kolombia ditangkap. * RADIO DARFUR MENANTANG SUDAN Radio Dabanga, atau radio Darfur berjurnalistik independen, melawan arus. Semua ini demi rakyat Darfur, di Sudan. Laporan Michele Ernsting. Hari ini Hari Kebebasan Pers Sedunia, hari untuk mengingat pelbagai kesulitan dihadapi wartawan yang bertugas di seluruh dunia, di kawasan konflik atau di negara-negara di mana media dikontrol pemerintah. Ini juga berlaku untuk Darfur, kawasan di Sudan, di mana milisi-milisi yang didukung pemerintah memerangi kelompok etnik setempat. Diperkirakan sedikitnya 300 ribu orang tewas. Lebih dari 2,5 juta orang lain diusir sejak pecahnya konflik tahun 2003. Sejak itu, tidaklah mungkin memberikan laporan dari negeri tersebut. Tapi satu stasiun radio, menyiarkan dari Belanda, menjalin hubungan penting dengan warga Darfur di Sudan dan di seluruh dunia. Siaran Radio Dabanga diproduksi enam wartawan Darfur dari sebuah studio kecil di Hilversum. Mereka memperoleh dukungan Press Now, organisasi pendukung media independen. Salah seorang wartawan Radio Dabanga adalah Gaafar Monro. Tahun 2003, Gaafar sibuk sebagai aktivis hak-hak asasi manusia dan anggota terpilih parlemen Sudan. Ia terpaksa meninggalkan negeri tersebut setelah menulis beberapa artikel tentang apa yang disaksikan di Darfur. Kini, dengan bantuan koresponden di lapangan, Gaafar dan rekan sekerjanya bisa melaporkan segala hal, termasuk dakwaan terhadap Presiden Sudan, Omar al Bashir oleh Mahkamah Pidana Internasional, ICC. Gaafar Monro: "Media Sudan bungkam seribu bahasa. Tapi saya bisa menceritakan seluruh kisahnya. Saya bahkan bisa mendengar. Saya memberi orang kesempatan secara bebas mengungkapkan pendapat. Karena Radio Darfur dalam situasi bebas seperti ini, kami bahkan menerima telpon dari pendukung Bashir, dan kami juga menyampaikan pendapat mereka." Radio Dabanga tidak menghalangi orang mengungkapkan pendapat, karena menilai hal itu sangat penting. Gaafar memang berada jauh dari Darfur. Tapi menurutnya jarak bukanlah masalah. Ia menggunakan teknologi untuk mendapatkan informasi. Sumber terbesarnya kemungkinan pendengar Radio Dabanga sendiri. Radio Dabanga pernah menerima telpon dari seorang mahasiswa di kota El Fasher. Penelpon melaporkan pemerintah menangkap sejumlah mahasiswa universitas di sana. Setiap hari Radio Dabanga menerima sekitar 300 telpon serupa dari pendengarnya. Ini menarik melihat biaya telpon jarak jauh. Belakangan, pendengar Gaafar mulai juga terdiri dari kelompok muda. Gaafar Monro: "Saya menerima telpon dari sekelompok siswa di Nyala, Darfur selatan. Mereka berkata: Halo, kami 15 siswa sekolah menengah Nyala. Kami membentuk kelompok pendengar Sahabat Radio Darfur. Sekolah kami membeli radio kecil sehingga bisa mendengarkan siaran Radio Darfur." Kami juga menerima telpon dari N'djamena. Dilaporkan semua radio transistor menghilang dari pasaran. Orang harus membayar harga mahal untuk mendengarkan radio Darfur. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.radionetherlands.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [email protected] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
