---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Minggu 28 Juni 2009 11:30 UTC



** AUSTRALIA TAHAN KAPAL DENGAN IMIGRAN GELAP

** OTOPSI KEDUA JASAD MICHAEL JACKSON 

** PEMILU PARLEMEN DI ALBANIA 



* AUSTRALIA TAHAN KAPAL DENGAN IMIGRAN GELAP

Angkatan laut Australia menahan sebuah kapal yang mengangkut 194 orang. 
Otoritas Australia menduga mereka adalah orang-orang yang diangkut dengan 
tujuan Australia oleh penyelundup imigran. Mereka dibawa ke pulau Natal sebuah 
pulau Australia di sebelah selatan pulau Jawa. Disana identitas mereka akan 
diselidiki. Untuk ke-15 kali selama paro pertama tahun ini Australia menahan 
kapal yang mengangkut imigran gelap yang kebanyakan berasal dari Irak, 
Afghanistan atau Sri Lanka yang mencari masa depan baru di benua Kangguru. 
Mereka dilaporkan diangkut dengan kapal oleh para penyelundup imigran yang 
beroperasi dari pulau Jawa.


* OPTOSI KEDUA JASAD MICHAEL JACKSON

Atas permintaan keluarga dilakukan otopsi kedua jasad Michael Jackson. Hal itu 
dilakukan karena pihak keluarga meragukan hasil otopsi pertama. Hasil otopsi 
kedua belum diumumkan. Untuk sementara, hasil otopsi pertama menyimpulkan bahwa 
"Raja Pop"itu besar kemungkinan meninggal dunia akibat penyakit jantung. 
Mengenai penyebab dari gangguan pernapasan akut itu, masih belum diketahui. 
Pemeriksaan toksikologi memakan waktu beberapa minggu. Setelah itu baru akan 
diketahui dengan jelas mengenai kematian Michael Jackson.
Polisi sementara ini telah melakukan pembicaraan dengan pakar kardiologi yang 
berada disamping Michael Jackson ketika ia meninggal. Menurut pengakuan dokter 
Conrad Murray sendiri, ia tidak dinyatakan sebagai terdakwa. Menurut 
pemberitaan media, beberapa saat sebelum Michael Jackson menghembuskan nafas 
terakhir dokter Murray memberinya suntikan obat penenang dosis tinggi Demerol.
Michael Jackson meninggal dunia Kamis lalu pada usia 50 tahun. Berita tersebut 
mengejutkan semua fansnya di seluruh dunia.


* TEHERAN TANGKAP 8 PEGAWAI KEDUTAAN INGGRIS

Otoritas Iran mengangkap 8 pegawai kedutaan Inggris di Teheran. Mereka adalah 
warga Iran. Menurut kantor berita Fars ke-delapan pegawai itu punya "peran 
penting dalam kerusuhan terakhir". Anggota keluarga tidak mengetahui dimana 
ke-8 pegawai kedutaan Inggris yang ditahan itu berada. Sebelumnya Iran menuduh 
Inggris mendalangi unjuk rasa yang memprotes hasil pemilu. Penangkapan itu 
dicemaskan akan semakin memperkeruh hubungan antara Teheran dengan London.
Setelah pemilu parlemen dua minggu lalu, hampir setiap hari banyak warga Iran 
turun ke jalan memprotes hasil penghitungan suara. Menurut pengumuman resmi, 
pemilu dimenangkan dengan suara mayoritas oleh presiden Mahmoud Ahmadinejad. 
Calon yang kalah Mir Hossein Mousavi dan Mehdi Karoubi tidak mengakui hasil 
penghitungan suara tersebut. Aksi-aksi protes dihadapi dengan kekerasan yang 
telah menelan puluhan korban tewas.


* Dengar Pendapat Komisi HAM PBB Tentang Perang Di Jalur Gaza

Sebuah komisi HAM PBB mulai melakukan dengar pendapat terbuka mengenai perang 
di Jalur Gaza. Komisi tersebut diketuai oleh Richard Goldsonte dari Afrika 
Selatan yang juga menjadi jaksa penuntut umum mahkamah Yugoslavia dan Rwanda. 
Para pengusut berusaha mencari informasi mengenai kejahatan perang selama 
konflik tersebut. Hari ini dan Senin besok di kota Gaza puluhan saksi, korban 
dan pakar memberikan kesaksian mereka. Awal bulan depan  digelar dengar 
pendapat babak kedua di Jenewa, Swiss.
Pemerintah Israel tidak mau bekerja sama dengan komisi HAM PBB tersebut. 
Menurut pemerintah Israel pengusutan tersebut tidak netral. Akhir Desember 
Israel menyerbu Jalur Gaza untuk menghentikan serangan roket Hamas. 13 warga 
Israel dan hampir 1400 warga Palestina tewas dalam konflik berdarah itu.


* PENGUSUTAN PELANGGARAN HAM PERANG FALKLAND

Kehakiman Argentina mengusut hampir 70 militer yang diduga melakukan 
pelanggaran HAM sewaktu perang Falkland dengan Inggris. Sejumlah perwira tinggi 
dan menengah didakwa menyiksa bawahan mereka atau membiarkan mereka kelaparan. 
Selain itu para perwira tersebut juga didakwa berpura-pura melakukan eksekusi 
untuk menakut-nakuti bawahan mereka. Dalam satu kasus terjadi pembunuhan 
seorang perwira bawahan.
Veteran Argentina yang selama 27 tahun berusaha mengungkap tabir pelanggaran 
HAM parang Falkland, merasa lega. Di tahun 1982 Argentina menduduki pulau 
Falkland yang masuk wilayah Inggris. Pulau tersebut diberi nama pulau Malvinas 
oleh Argentina. Pendudukan yang kemudian menyebabkan perang berdarah 
berlangsung selama 10 minggu dan dimenangkan oleh Inggris. Konflik tersebut 
menewaskan 649 orang dipihak Argentina dan 255 dipihak Inggris.


* PEMILU PARLEMEN DI ALBANIA

Hari ini dilangsungkan pemilu parlemen di Albania. 3 jutaan elektorat memilih 
siapa wakil mereka selama 4 tahun mendatang di parlemen yang berjumlah 140 
kursi. Diramalkan pemilu itu menjadi persaingan ketat antara Partai Demokrat 
pimpinan perdana menteri Sali Berisha dan Partai Sosialis pimpinan Edi Rama. 
Menurut jajak pendapat, tidak satu partaipun akan berhasil meraih mayoritas 
mutlak.
Pemilu parlemen ini dipandang sebagai batu ujian bagi Albania untuk menjajaki 
kemungkinan menjadi anggota Uni Eropa. Berisha maupun Rama sangat mendukung 
masuknya Albania ke Uni Eropa. April lalu negara Balkan itu menyatakan 
keinginannya bergabung dengan Uni Eropa. Uni Eropa memantau apakah pemilu 
parlemen ini dilakukan sesuai dengan standar Uni Eropa.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.radionetherlands.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[email protected]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke