---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Senin 17 Agustus 2009 14:30 UTC



** RMS TIDAK LAGI TUNTUT KEMERDEKAAN

** REKOR SELAM DI INDONESIA

** UU AFGHANISTAN HUKUM PEREMPUAN

** GEMA WARTA TOPIK TINJAUAN PERS: YETTAUW DIBEBASKAN DAN NASIB KAUM INDO DI 
LUAR KAMP JEPANG

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: KEBIJAKAN AMERIKA DI AFRIKA - YA, KITA BISA, 
TAPI MAUKAH KITA?

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: HUKUM RIMBA DI KABUL

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: HACKER SEMAKIN DEWASA

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: RMS TAK LAGI TUNTUT KEMERDEKAAN MALUKU

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: BINTANG KEJORA IKUT BERKIBAR DI WASSENAAR



* RMS TIDAK LAGI TUNTUT KEMERDEKAAN

Apa yang menamakan diri pemerintahan Maluku di pengasingan tidak lagi 
memperjuangkan kemerdekaan. Demikan  dikatakan oleh John Wattilete yang akan 
menjadi presiden RMS, dalam tanya jawab dengan harian Nederlands Dagblad.

Dengan demikian RMS sudah berubah haluan. Selama ini dari Belanda RMS terus 
memperjuangkan kemerdekaan Maluku. Wattilete yang akhir tahun ini akan menjadi 
presiden sekarang bersedia menerima otonomi khusus, seperti yang kini berlaku 
di Aceh. Yang penting adalah orang-orang Maluku menentukan nasib sendiri, 
demikian Wattilete.

Pada tahun 1950 ada warga Maluku yang memaklumkan kemerdekaan, tetapi dihalangi 
oleh tentara Indonesia. Sejak itu ada saja orang Maluku yang memperjuangkan 
negara sendiri. Pada tahun 1970an di Belanda mereka melangsungkan aksi 
kekerasan, seperti pendudukan dan pembajakan kereta api, untuk meminta 
perhatian bagi masalah mereka.


* REKOR SELAM DI INDONESIA

Hampir 2.500 penyelam memecahkan rekor dunia untuk penyelaman massa terbanyak. 
Mereka menyelam di pantai Sulawesi Utara. Rekor ini memecahkan rekor selam 
sebelumnya di Maldiva pada 2006, di mana 958 penyelam ambil bagian. 

Penyelaman ini digelar sebagai bagian kampanye untuk mempromosikan Manado 
sebagai daerah wisata olahraga. Dan untuk memperingati Dirgahayu Indonesia 
ke-64, para penyelam  mengibarkan bendera merah-putih di dalam air.


* UU AFGHANISTAN HUKUM PEREMPUAN

Afghanistan telah mengesahkan undang-undang yang menyatakan bahwa laki-laki 
berhak membiarkan istrinya kelaparan jika sang istri menolak berhubungan 
seksual. Hal itu dilaporkan kantor berita Inggris BBC. Sebelumnya, versi asli 
RUU ini membuat dunia berang. Presiden Hamid Karzai lalu menarik RUU tersebut. 
Namun ternyata, undang-undang yang berlaku bagi kaum minoritas Syiah itu, 
diam-diam diresmikan. Menurut organisasi-organisasi perempuan dan HAM, dengan 
peresmian UU ini, Karzai ingin menarik simpati kaum konservatif Syiah, agar 
mereka mendukungnya pada Pemilu Presiden Kamis mendatang.


* GEMPA BUMI TAIWAN

Gempa bumi mengguncang Taiwan dan kepulauan di Jepang Selatan. Sampai sekarang, 
belum dilaporkan adanya kerusakan. 

Episentrum gempa ini terletak pada 188 kilometer di Tenggara Hualien, pantai 
Timur Taiwan, pada kedalaman 11 km. Badan Geologi Amerika Serikat menyatakan, 
gempa ini berkekuatan 6.7 pada skala Richter.


* KOREA UTARA BUKA PERBATASAN

Korea Utara kembali membuka perbatasan untuk kunjungan wisata dan keluarga dari 
Korea Selatan. Hal itu dinyatakan kantor berita Korea Utara KCNA. Pembukaan 
perbatasan ini adalah langkah penting pada situasi saat ini, ketika ketegangan 
antara Korea Selatan dan Utara meningkat. Keputusan ini dikeluarkan menyusul 
pertemuan pemimpin Korea Utara Kim Jong-il dengan tokoh Korea Selatan. Ini 
adalah pembicaraan pertama dalam dua tahun terakhir antara Utara dan Selatan. 

Pada waktu yang sama, Korea Utara menyatakan, pihaknya ada dalam keadaan 
siap-sedia, berkaitan dengan dimulainya latihan militer bersama Amerika 
Serikat-Korea Selatan. Pyongyang menyebut latihan bersama ini sebagai "ancaman 
besar."


* DANA UNTUK PENELITIAN PENYAKIT TROPIS

Pelbagai perusahaan farmasi, organisasi nirlaba dan institut ilmiah akan 
bekerjasama untuk mengembangkan obat anti dua penyakit tropis, itulah penyakit 
tidur Afrika dan leishmaniasis. Kerja sama itu akan berlangsung selama empat 
tahun mendatang dan berhasil dihimpun dana sebesar 3,6 juta euro.

Penyakit tidur ditularkan oleh lalat tsetse, yang besarnya dua kali lebih besar 
daripada lalat biasa. Gejala penyakit ini antara lain bengkak pada tempat yang 
digigit lalat, demam, ayan dan lelah. Pasien juga cepat menjadi kurus, koma dan 
meninggal dunia. Pertahunnya sekitar 40 ribu orang tewas karena penyakit ini.

Leishmaniasis adalah parasit yang banyak berjangkit di wilayah tropis dan 
subtropis. Penyakit ini ditularkan oleh lalat pasir. Parasit ini bersarang di 
lever; sedangkan limpa akan sangat membesar. Tiap tahunnya sekitar 60 ribu 
orang meninggal dunia karena lishmaniasis.


* KORAN OPOSISI IRAN DILARANG

Untuk sementara, pemerintah Iran melarang beredarnya koran oposisi Etemad-e 
Melli milik Mehdi Karoubi. Pelarangan ini dipicu pemberitaan koran tersebut 
mengenai penyiksaan dan pemerkosaan kalangan oposisi yang ditahan pemerintah. 
Mereka ditahan pada unjuk rasa menentang hasil pemilu presiden beberapa bulan 
lalu. Dalam demonstrasi itu jatuh puluhan korban tewas.

Mehdi Karoubi, pemilik koran Etemad-e Melli, memancing amarah para pemimpin 
konservatif Iran dengan menyatakan bahwa para pengunjuk rasa, baik laki-laki 
maupun perempuan, disiksa dan diperkosa selama ditahan. Ahad kemarin, pemimpin 
oposisi ini dalam korannya menyatakan berniat menyelidiki masalah penyiksaan 
ini.


* KECELAKAAN PUSAT TENAGA AIR RUSIA

Dipastikan tujuh orang tewas dan sebelas luka-luka dalam kecelakaan di Pusat 
Tenaga Air terbesar Rusia. Sampai sekarang, belum diketahui penyebab 
kecelakaan.  Pusat Tenaga Air di Siberia ini ditutup untuk sementara.


* BERITA BURSA

Setengah jam setelah pembukaan Pasar Bursa di Amsterdam nilai indeks saham 
gabungan, AEX , turun 0,9%. Di London, Paris, dan Frankfurt nilai bursa juga 
turun antara 0,9 hingga 1%.

Nilai tukar:
1 euro = USD 1,40
1 euro = Rp. 13.971,-
1 USD = Rp. 9.930,-


* YETTAUW DIBEBASKAN DAN NASIB KAUM INDO DI LUAR KAMP JEPANG

Harian Belanda de Volkskrant hari ini mengangkat pembebasan John Yettauw di 
Myanmar. Yettauw yang mengunjungi pemimpin oposisi Aung San Suu Kyi secara 
ilegal, tadinya dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara dan kerja paksa. Senator 
Amerika Serikat Jim Webb kemudian memutuskan untuk mengadakan perundingan 
dengan junta militer Myanmar agar Yettauw dibebaskan. Perundingan ini sukses, 
Yettauw diperbolehkan kembali ke Amerika.

Aksi senator demokrat ini serupa dengan apa yang dilakukan Bill Clinton di 
Korea Utara: bernegosiasi dengan pemerintah setempat untuk membebaskan warga 
negara. Tindakan ini menuai kritik dari berbagai pihak. Mereka memprotes 
pemerintahan Obama yang bersedia berunding dengan rezim diktator macam junta 
Myanmar dan Korea Utara.

Di Myanmar misalnya, walaupun Washington memberi sanksi ekonomi, hubungan 
bilateral Amerika-Myanmar tidak pernah diputus. Menurut organisasi-organisasi 
HAM, tindakan Amerika memberi legitimasi - atau pengakuan - terhadap junta 
Myanmar. "Dengan kunjungan Webb, rezim Myanmar mendapatkan publikasi, dan 
sekarang, mereka juga jadi punya dasar yuridis untuk menghukum Suu Kyi." Begitu 
pendapat salah satu organisasi HAM seperti yang dikutip de Volkskrant.

 Webb sendiri menyatakan, pembebasan Yettauw bisa menjadi dasar hubungan baru 
bagi Amerika-Myanmar. "Pembebasan ini adalah kebaikan Myanmar yang harus kita 
hargai," kata Webb. Kita tunggu saja, bagaimana bentuk hubungan 'baru' 
Amerika-Myanmar. Demikian de Volkskrant.

Beralih ke harian Trouw yang mengangkat nasib kaum Indo - yaitu orang-orang 
berdarah campuran Indonesia-Belanda - pada zaman pendudukan Jepang. Ketika 
Jepang mendarat di Indonesia, 120.000 orang Belanda dimasukkan ke kamp. 
Sedangkan kelompok Indo tidak ditahan di kamp. "Tapi bukan berarti hidup kami 
lebih mudah," kata Herman Bussemaker, seorang ahli sejarah yang juga Indo, 
"hidup kaum Indo di luar kamp juga tak kalah sulit."

Semua hal yang berbau Belanda dilarang pada zaman Jepang: dari bendera, foto 
Ratu, sampai penggunaan bahasa Belanda. "Banyak orang Indo yang dihukum karena 
masih menyimpan foto Ratu Wilhelmina," terang Bussemaker. Kaum Indo juga 
kehilangan pekerjaan, tidak menerima pensiun, dan harus kerja serabutan untuk 
bertahan hidup. Parahnya lagi, ketika Jepang menyerah pada Agustus 1945, kaum 
Indo jadi bulan-bulanan massa. Pada periode Bersiap, mereka diburu oleh 
orang-orang Indonesia, karena dianggap mendukung Belanda.

Satu dari enam Indo meninggal pada zaman Bersiap yakni saat pejuang kemerdekaan 
RI mengawali perang melawan Belanda. "Kami harus membayar loyalitas kami 
terhadap Belanda dengan harga mahal," kata Bussemaker seperti yang dikutip 
Trouw. Ketika kembali ke Belanda pun, orang-orang Indo ini jadi warga negara 
kelas dua. "Dulu, kami tidak diakui sejajar dengan orang Belanda asli. Hidup 
kami di Belanda juga sulit," cerita Bussemaker. "Keberadaan dan loyalitas kami 
semasa di Indonesia juga tidak dianggap," katanya lagi.

Demikian Trouw dan sekian pula Tinjauan Pers kali ini.


* KEBIJAKAN AMERIKA DI AFRIKA - YA, KITA BISA, TAPI MAUKAH KITA?

Menteri Luar Negeri Amerika Hillary Clinton sudah kembali ke Washington setelah 
mengakhiri 11 hari perlawatan Afrika. Ia mengunjungi tujuh negara, yaitu Kenya, 
Afrika Selatan, Angola, Kongo, Nigeria, Liberia dan Tanjung Perdamaian. 
Presiden Amerika Barack Obama berharap bisa menunjukkan bahwa Afrika tidak lagi 
hanya merupakan masalah pinggiran pada politik luar negeri Amerika. Demikian 
Gerald LeMelle, direktur eksekutif lembaga pemikir Afrika Action di Washington. 
Lebih lanjut laporan redaktur bahasa Inggris Hermione Gee.

Tatkala Presiden Barack Obama memutuskan untuk mengunjungi Ghana, ia mengatakan 
kita tidak melupakan Afrika. Itu artinya ia mengembalikan Afrika pada pusat 
politik luar negeri Amerika.

Makin kontroversial
Menurut Gerald LeMelle, kunjungan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton ke Afrika 
sangat penting karena "ia bersedia mengunjungi negara-negara yang akan 
meributkan beberapa kebijakan Amerika yang kontroversial." Hillary Clinton 
tidak menjauhi kontroversi seperti yang dilakukan oleh pemimpin Amerika lain di 
zaman dulu. 

Kebijakan Amerika yang paling kontroversial, demikian Gerald LeMelle adalah 
berlanjutnya militerisasi Amerika di Afrika, dengan tujuan mengamankan cadangan 
minyak negara-negara Barat di Afrika. Sejak tahun 2001, pengeluaran militer 
Amerika di Afrika telah naik dari 10 juta dolar menjadi 3 milyar dolar pada 
tahun 2007.

Rezim korup
Nigeria adalah negara pengekspor minyak terbesar Afrika, tapi juga salah satu 
negara paling korup di dunia.

Gerald LeMelle: Jelas dari ucapan Menlu Clinton bahwa Amerika mempertimbangkan 
lebih banyak dukungan militer bagi Nigeria, karena masalahnya sudah mencapai 
Delta Niger. Semua orang tahu bahwa Delta Niger adalah salah satu contoh 
terburuk kerusakan yang dilakukan oleh dunia usaha. Bermilyar-milyar dolar 
dikuras dan tidak sepeserpun dikembalikan kepada masyarakat setempat. 
Kemiskinan begitu jelas, keputusasaan begitu terlihat.

Orang mengangkat senjata karena tidak ada pilihan lain dan mereka juga tidak 
akan kehilangan apa-apa lagi. Demikian Gerald LeMelle. Sekarang Amerika ingin 
mengerahkan tentara untuk membantu milisi di Nigeria. Kebijakan macam ini tidak 
akan disambut oleh rata-rata orang Afrika, karena mereka tidak menerima manfaat 
minyak akibat korupsi. Dengan pemerintah tidak demokratis yang berkuasa, 
bantuan militer Amerika itu akan menjadi kontroversial.

Perang sebagai senjata perang
Walaupun Menlu Clinton sudah mengangkat beberapa masalah hak-hak asasi manusia, 
termasuk kekerasan terhadap perempuan dan perkosaan seperti senjata perang yang 
tidak kunjung berakhir di Kongo, sebagian besar upayanya adalah membangun 
hubungan dengan para pemimpin Afrika. Itu memang penting, demikian Gerald 
LeMelle, juga penting bagi Amerika untuk menjangkau rakyat Afrika.

Biasanya, kalau para penentu kebijakan Amerika bicara tentang Afrika, maka 
orang Afrikanya tidak tampak. Wakil sebuah negara Afrika biasanya adalah 
diktator. Itu jelas salah. Cara begitu tidak bisa diterima, karena sebenarnya 
ada orang-orang yang riil, yang menderita akibat kebijakan yang salah.

Cina dan India
Gerald LeMelle sebenarnya berharap Menlu Hillary Clinton juga berbicara dengan 
masyarakat sipil Afrika dan mendengar sendiri pesan orang Afrika. Kalau Amerika 
tidak memperhatikan kepentingan orang Afrika, maka, demikian LeMelle, Amerika 
akan harus bersaing dengan Cina dan India. Kedua negara ini sibuk bertikai 
untuk mendapatkan sumber daya Afrika dan konsumen Afrika yang terus berkembang.


* HUKUM RIMBA DI KABUL

Sahar Jahish, 25 tahun, masih lima tahun ketika sampai di Belanda sebagai 
pelarian. Untuk pertama kalinya ia kembai ke tanah kelahirannya Afganistan. 
Bulan ini berlangsung pemilu di Afganistan. Untuk Radio Nederland dia menulis 
laporan berikut.

Setelah seminggu di Kabul orang mulai membiasakan diri dengan ibukota ini. 
Keraguan untuk bicara bahasa Afganistan di luar sudah lenyap. Maklum, di 
Belanda sudah terbiasa bicara bahasa Dhari di rumah dan bahasa Belanda di luar 
rumah. Selama 20 tahun selalu terdengar bahasa lain di jalanan.

Selain bahasa, orang juga mulai terbiasa dengan cuaca, debu dan lalu lintas. 
Suhu Kabul berkisar 35 derajat Celcius. Hujan sudah lama tidak membasahi bumi 
Kabul, sehingga terasa awan debu seperti menggantung di atas ibukota. Setiap 
malam berhembus angin sejuk. Di satu pihak memang nyaman, tetapi di pihak lain 
mata, mulut dan telinga jadi penuh debu. Lalu lintas membuatnya lebih tidak 
enak lagi.

Prasangka
Yang mencolok adalah hukum rimba. Tidak ada rambu-rambu lalu lintas, sampah 
dibuang di mana-mana dan polisi tidak bisa dipercaya. Hari-hari berlalu dengan 
cepat. Walaupun tidak lama, tapi banyak juga yang berhasil dikunjungi. Misalnya 
sebuah desa di propinsi Kapisa. Kehidupan pedesaan memang nyaman. Orang-orang 
begitu ramah dan menyambut tamu dengan tangan terbuka. Mereka sangat berbeda 
dengan warga ibukota Kabul. Orang Kabul lebih tertutup dan penuh keraguan.

Walau pun ramah, para tuan perempuan rumah tenyata punya banyak pasangka. 
Mereka kira, karena sudah lama di Belanda saya tidak lagi fasih bahasa Dhari, 
juga dikira saya congkak dan hidup kebarat-baratan. Terlihat betapa kaget 
mereka begitu mereka lebih mengenal saya. Kelihatannya mereka susah menerima 
saya ini juga orang Afganistan. Bersama mereka saya makan dengan tangan, warga 
desa memang sering makan dengan tangan. Mereka juga saya bantu beres-beres 
setelah makan, tamu Afganistan tidak berbuat demikian.

Sangat terhina
Keponakan saya, Samia, yang paling banyak berhubungan dengan saya, hanya bicara 
tentang keahliannya memasak. Dengan bangga ia juga mengatakan sering membolos. 
Kalau sedang begitu dia tidak ke pantai. Ia memasak di dapur. Kalau diolok buta 
huruf dia marah.

Ketika sudah tidak berharap lagi perempuan Afganistan bisa diajak maju, saya 
bertemu Spozjmai Wardak yang aktif untuk organisasi bantuan Cordaid di Kabul. 
Pada diri Wardak terlihat seorang perempuan yang selama ini ingin saya temui. 
Ia berpendidikan tinggi, berusia 26 tahun dan tidak menikah. Dengan dia 
untungnya orang tidak perlu bicara tentang masak memasak.

Bau kebab dan tinja
Pekan ini banyak membawa kejutan. Begitu berbeda perempuan Afganistan begitu 
pula banyak perbedaan di kota Kabul. Senjang kaya miskin begitu besar. Di 
sebuah jalan terlihat vila besar dilengkapi semua kemewahan. Tapi pada jalan 
yang sama juga terlihat rumah miskin yang hanya punya lubang sebagai WCnya.

Yang juga menyedihkan adalah kamp pengungsi Cordaid. Mereka yang tinggal di 
situ terutama berasal dari propinsi Helmand, Jalalabad, Uruzgan dan Kandahar. 
Mereka benar-benar miskin. 50 meter dari kamp pengungsi itu terlihat toko yang 
menjual pakaian pesta mewah. Pada bilangan tertentu ibu kota ini bisa dibau 
kebab paling enak. Tetapi 50 kilometer selanjutnya tercium bau kotoran dan air 
kencing. Tak pelak lagi, Kabul adalah kota penuh kontras.


* HACKER SEMAKIN DEWASA

Apakah para hacker komputer ini masih saja penjahat-penjahat kecil yang suka 
menyendiri dan melanggar hukum seperti yang selama ini kita kenal dari film dan 
buku? Dalam konperensi para hacker internasional di Vierhouten, Propinsi 
Gelderland Belanda, ternyata gelar sarjana hukum sama pentingnya dengan 
kemampuan untuk menjungkirbalikkan versi terakhir Microsoft Word. Laporan Perro 
de Jong.
Pemancar radio Hacking at Random 2009 memutar Pete Townsend dan Level 42: musik 
yang ditahun delapan puluhan tidak begitu populer. Sementara para tamu studio 
berbicara mengenai 'hacekrspace' di Berlin, tempat jatuhnya piring terbang, 
serta mengenai pertanyaan apakah anda juga bisa meng-hack makanan.

Komunitas fleksibel
Dalam pertemuan empat tahunan para hacker di Boxtel pada tahun 2005, terasa 
adanya suasana kacau yang menyebabkan pemerintah setempat mengancam untuk 
melarangnya. Khawatir terjadi kerusuhan. Tetapi menurut Brenno de Winter, salah 
satu pembicara pada Hacking at Random, itu mengada-ada.


"Komunitas hacker sejak awal adalah komunitas yang luwes", katanya, "yang sibuk 
dengan hubungan antara manusia dengan teknologi".


Namun keadaan sudah berubah beberapa tahun terakhir. Apabila dewasa ini muncul 
berita mengenai hacker, maka itu biasanya bukan lagi para penyendiri yang suka 
melanggar hukum tapi justru kelompok hacker yang terorganisasi dengan baik asal 
Rusia atau Cina.


Para hacker Cina awal bulan mampu menghentikan penjualan karcis pada festival 
film Australia karena di sana dipertontonkan film dokumenter mengenai pemimpin 
Uigur yang dicela oleh Cina, Rebiya Kadeer. Pekan lalu, para hacker Rusia 
berhasil menghitamkan Twitter dan Facebook guna membungkan 'Cyxymu", yaitu 
bloger Georgia yang sangat kritis.


Ancanam luar biasa
Zaman juga sudah berubah bagi para hacker di Hacking at Random. Kali ini, 
mereka justru mengundang musuh-musuh tradisional mereka untuk mengikuti 
konperensi. Antara lain wakil pemerintah dan Tim Kuik, ketua pengawas hak cipta 
digital, BREIN.


"Kami bekerjasama erat dengan pihak berwenang', kata Brenno de Winter. "Saya 
sendiri mengoperasikan pemancar radio, dan mengatur semua perijinan. Justru 
karena kehadiran Tim Kuik dan juga polisi serta kehakiman, maka terjadilah 
dialog. Ini berarti pula bahwa sikap pemerintah sendiri juga sudah berubah".


Itu dibutuhkan, karena menurut para hacker saat ini ada ancaman yang begitu 
besar terhadap privasi, akibat teknologi baru dan peraturan baru di Eropa, 
terutama di bidang 'pengumpulan data'.


"Apabila kita lihat kartu OV misalnya, maka data-data akan disimpan selama 
tujuh tahun di dalamnya', jelas de Winter. "Pengawasan seperti itu bahkan tidak 
pernah kita kenal di zaman Tirai Besi. Jadi diperlukan suatu komunitas yang 
bisa membuat orang-orang berpikir masak-masak".


Generasi dewasa
Untuk menghindari praktek-praktek pengawasan semacam itu, de Winter mendesain 
program email alternatif, Small Sister. Tapi untuk benar-benar mempersiapkan 
diri, maka para hacker harus terus menerus mengumpulkan informasi kompleks 
seperti hak digital atau perlindungan privasi. Pokonya, buku-buku hukum.

Hacker yang berpakaian ala Klingon dari film Star Trek masih banyak dan Benno 
de Winter juga mengakui jumlah individu seperti dalam klise masih di atas 
rata-rata.Tapi ia setuju dengan nama baru yang diberikan oleh pemrakarsa 
pertemuan, Rop Gonggrijp, kepada generasi sekarang yang sudah dewasa: "Pejuang 
kemerdekaan digital".


* RMS TAK LAGI TUNTUT KEMERDEKAAN MALUKU

Tokoh RMS di Belanda John Wattilete, yang akhit tahun ini akan menjabat sebagai 
presiden Republik Maluku Selatan (RMS) dalam wawancaranya dengan harian 
Belanda,  Nederlands Dagblad, menyatakan bahwa RMS tidak serta-merta 
memperjuangkan kemerdekaan Maluku Serlatan. Dan sekarang  bisa menerima bentuk 
otonomi khusus seperti Aceh. Untuk pertama kali pihak RMS menyatakan hal itu 
secara resmi kepada umum. Berikut penjelasan Wim Manuhutu dari Museum Maluku di 
Belanda kepaa Radio Nederland Wereldomroep tentang hal tersebut.

Wim Manuhutu [WM]: Saya juga mendengar berita itu dan sesudah itu saya juga 
mencoba untuk membaca wawancara dari bapak John Wattilete dengan Nederlands 
Dagblad, harian Belanda tersebut. Di dalam wawancaranya bapk John Wattilete 
mengatakan bahwa Gerakan Republik Maluku Selatan memang tetap mencoba untuk  
cita satu negara tersendiri, tetapi juga berunding dan berbicara dengan 
Indonesia, bilamana rakyat di Maluku sendiri memutuskan bahwa mereka puas 
dengan otonomi khusus seperti yang ada di Aceh, Gerakan RMS juga akan 
menerimanya. Itu sebenarnya inti dari wawancara bapak John Wattilete. Dan itu 
memang merupakan suatu kebijakan baru dari Gerakan RMS. 

Radio Nederaland Wereldomroep [RNW]: Mengapa tujuan perjuangan dari RMS ini 
berubah dari kemerdekaan menjadi daerah otonomi ini?

WM: Saya rasa memang seorang tokoh Maluku seperti bapak John Wattilete sudah 
cukup lama melihat perkembangan di Indonesia. Pada saat itu juga mengatakan 
mungkin Gerakan RMS harus melihat perkembangan aktual di Indonesia dan juga 
harus menyesuaikan diri dengan keadaan yang berubah. 

Saya rasa bahwa ucapan bapak John Wattilete yang nanti akan menjadi pemimpin 
gerakan RMS di Belanda, ya merupakan suatu kesimpulan yang ditarik, waktu ia 
melihat perkembangan-perkembangan yang ada. 

RNW: Rakyat Maluku sendiri dan juga masyarakat RMS di Belanda bisa setuju 
dengan tujuan baru ini?

WM: Pasti ada yang pro, pasti ada yang kontra. Pasti ada yang sebenarnya kurang 
setuju, karena mereka tetap mempertahankan  tititolak dari Gerakan RMS, yaitu 
proklamasi Republik Maluku Selatan tahun limapuluh.  Akan tetapi mungkin juga 
sebagian yang cukup sifnifikan yang merasa bahwa, yang terpenting adalah 
kesejahteraan, dan keamanan untuk rakyat di Maluku. Dan bilamana hal itu bisa 
dicapai dengan model otonomi khusus, maka mungkin jalan itu yang harus dipilih. 
Ya saya rasa pasti ada yang pro dan yang kontra. 

RNW: Apakah gagasan ini atau tujuan ini pernah diucapkan secara resmi kepada 
pemerintah di Jakarta? 

WM: Saya rasa kali ini adalah kali yang pertama bahwa tujuan atau ucapan ini 
dikeluarkan secara resmi dari pihak Gerakan RMS terhadap publik umum, termasuk 
juga republik Indonesia. Saya tidak tahu apakah sudah ada 
pembicaraan-pembicarraan antara Gerakan RMS dan Utusan-utusan dari Republik 
Indonesia. Dan saya rasa dengan ucapan ini pasti pembicaraan atau perundingan  
lebih gampang dari sebelumnya. 

Apabila diadakan otonomi khusus yang  sungguh-sungguh, didukung oleh rakyat di 
Maluku dan sesuai juga dengan pemerintahan yang benar, pasti bisa membawa 
dampak yang positif untuk rakyat Maluku dan daerah Maluku yang masih harus 
masih diperbaiki, sesudah konflik kerusuhan  yang terjadi beberapa tahun silam. 
Masih banyak yang harus dikerjakan. Bilamana otonomi khusus bisa diadakan, 
mungkin kebijakan pemerintahan bisa menghasilkan hasil yang lebih baik.


* BINTANG KEJORA IKUT BERKIBAR DI WASSENAAR

Berbeda dengan biasanya pesta rakyat dalam rangka merayakan HUT kemerderkaan RI 
ke 64 di Belanda tahun diselenggarakan pada tanggal 15 Agustus. Namun upacara 
kenaikan bendera tetapi digelar pada tanggal 17 Agustus.  Hampir sama dengan 
biasanya perayaan hari kemerdekaan ini diwarnai oleh berbagai demonstrasi. 
Sementara seribuan warga bersuka ria menikmati makanan, musik dan tari 
tradisional Indonesia, di pelataran Sekolah Indonesia Nederland SIN. Di luar 
berkibar Bendera Bintang Kejora. Laporan rekan Eka Tanjung dan Feba Sukamana.

Di depan pintu gerbang Sekolah Indonesia Nederland (SIN) di Wassenaar, kota 
kecil dekat Den Haag, terlihat para demonstran. Salah satunya adalah Oridek 
dari gerakan Free West Papua.

k- oridek
"Kami berdiri di sini untuk kasih informasi kepada masyarakat Indonesia dan 
masyarakat Belanda tentang apa yang terjadi di Papua, tentang penjahan yang ada 
di Papua."

Oridek tidak mengakui bahwa Papua adalah bagian dari Indonesia. Menurut dia 
kawasan itu dijajah oleh Indonesia.  Karena waktu proklamasi 17 Agustus 1945, 
tambah aktivis Papua Barat ini, Papua tidak termasuk. Masuknya kawasan itu ke 
NKRI adalah hasil manipulasi negara-negara luar seperti Amerika dan Belanda, 
tandasnya.

Senada dengan Oridek Ap, Chris van de Klauw juga mendukung kemerdekaan rakyat 
Papua. Ia menyesalkan pemerintah Belanda kurang memperhatikan lagi perjuangan 
kemerdekaan Papua. Pemerintah Belanda bungkam, katanya, karena tidak mau 
mengganggu hubungan baik dengan pemerintah RI. Menurut Van der Klauw, Belanda 
tidak konsisten.

Van der Klauw: "Saya dengar mereka teriak tentang apa yang terjadi di dunia. 
Tapi dalam kasus ini mereka hampir tidak bicara. Saya menyayangkan itu. Karena 
itu setidaknya kami ingin memperlihatkan bahwa Bintang Kejora masih ada dan 
masih ada negara yang berteriak minta perhatian dan minta merdeka."

Diskusi muncul ketika seorang warga Belanda lain, Helmer, yang juga dalam 
perjalanan ke Pesta Rakyat di Wassenaar menghampiri Bendera Bintang Kejora. 
Menurut Helmer, jangan lupa bahwa Belanda dulu banyak membuat kesalahan di 
Indonesia. 

Van der Klauw juga sadar tentang kesalahan Belanda di zaman dulu. Justru itulah 
saya menginginkan, tambah Van der Klauw, agar pemerintah Indonesia sekarang 
tidak mengulangi kesalahan Belanda waktu itu.

Denny Anjelosiai, pria asal Papua yang baru sebulan di Belanda tak pelak 
berpendapat bahwa Papua adalah bagian dari NKRI. Namun ia maklum kalau ada 
orang Papua yang berdemo menentang RI dan mengibarkan Bintang Kejora. Ini 
gejala demokras i di Belanda, katanya.

Denny Anjelosiai:
"Sebetulanya ya tujuh tahun belakangan ini dengan adanya kepercayaan penuh dari 
pemerintah pusat dengan diberikan keleluasaan dalam bentuk otonomi, saya pikir 
itu sudah sangat fleksibel sekali. Dan sekarang pemerintah Papua seharusnya 
sudah mengambangkan sayap ya."

Anjelosiai menilai demonstrasi-demonstrasi seperti yang digelar pendukung Papua 
merdeka itu tidak begitu berpengaruh. Menurut dia lebih baik masalah ini 
didiskusikan saja dengan cara yang baik dan beradab. 

Walaupun berbeda tujuan dan cara, namun Oridek Ap, Van de Klaauw, Helmer maupun 
Denny Ajelosiai semuanya prihatin terhadap nasib warga Papua.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.radionetherlands.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[email protected]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke