--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Senin 07 Desember 2009 15:30 UTC ** DANA TSUNAMI BELANDA DIPERTANYAKAN ** KLM LEBIH SERING KE BALI ** KTT IKLIM KOPENHAGEN ** GEMA WARTA TOPIK TINJAUAN PERS: MUSLIMAH JADI PUTRI PRANCIS DAN PRITA KEMBALI KE PENGADILAN ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: KEBIJAKAN PEDOFILIA BARU ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: APAKAH SHELL BERSALAH DI NIGERIA? ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: GAME KOMPUTER TENTANG WILAYAH KUMUH ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: SIDANG KEDUA DEMJANJUK ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: SIRKUS IKLIM MASUK KOPENHAGEN ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: 100% MOBIL LISTRIK, MAHAL TAPI MUNGKIN ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: SBY TAK PERLU KHAWATIR ATAS UPAYA PEMAKZULAN DIRINYA ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: FOTO-FOTO TERLARANG DARI HINDIA BELANDA * DANA TSUNAMI BELANDA DIPERTANYAKAN Lima tahun setelah tsunami Aceh terjadi, muncul pro-kontra mengenai sumbangan tsunami di Belanda. Organisasi bantuan Belanda waktu itu berhasil mengumpulkan dana sebesar 200 juta euro atau sekitar hampir tiga triliun rupiah. Tahun lalu, keluar laporan tertulis mengenai penggunaan dana tersebut. Jan van Doggenaar, koordinator aksi pengumpulan, tidak puas dengan laporan tersebut. "Tidak jelas untuk apa dana digunakan," katanya. Organisasinya sama sekali tidak mendapat akses mengenai informasi detail penggunaan dana. * KLM LEBIH SERING KE BALI Maskapai penerbangan Belanda KLM akan kembali mengaktifkan trayek langsung Amsterdam-Bali. Mereka juga akan menambah jadwal penerbangan untuk trayek tersebut. Demikian disinyalir kantor berita ANP. Awal Oktober lalu, KLM memutuskan kembali terbang ke Bali, setelah sepuluh tahun menghentikan trayek ini. Jadwal penerbangan Amsterdam-Bali yang tadinya tiga kali seminggu, ditambah jadi empat kali seminggu karena permintaan konsumen terus melonjak. Sampai sekarang, sudah lebih dari 17.000 tiket terjual. Dari penelitian terlihat bahwa Bali masih jadi tujuan wisata populer di masa krisis ekonomi. Wisatawan Belanda yang datang ke Indonesia hanya berkurang sekitar 7% sejak awal krisis. * KTT IKLIM KOPENHAGEN Hari ini KTT Iklim Kopenhagen dimulai. Beberapa hari ke depan, wakil dari 192 negara akan berusaha mencapai kesepakatan mengenai iklim. Sebuah kesepakatan direncanakan akan muncul menggantikan Protokol Kyoto 1997. Peserta KTT salah satunya harus berusaha mengurangi produksi CO2. Kebijakan finansial untuk menghadapi perubahan iklim juga akan dibuat. Dunia internasional berharap banyak dari konferensi ini. Yang juga dianggap penting adalah peran Amerika Serikat. Presiden Amerika Barack Obama tidak menginginkan perjanjian iklim yang mengikat. Lebih dari 50 media massa mengeluarkan berita mengenai KTT Iklim Kopenhagen hari ini, dengan tujuan mensosialisasikan dan menyukseskan KTT tersebut. Aksi ini adalah inisiatif koran Inggris The Guardian. Total 56 koran di 45 negara ikut serta menampilkan berita KTT Iklim. * PERBURUAN AMPATUAN Tentara Filipina memburu 3000 pendukung gubernur Andal Ampatuan di propinsi Maguindanao. Baku tembak dilaporkan terjadi, jumlah korban belum diketahui. Sejak akhir pekan kemarin keadaan gawat darurat diberlakukan di propinsi Maguindanao yang terletak di pulau Mindanao. Tujuannya adalah untuk menjatuhkan kekuasaan klan Ampatuan. Gubernur Andal Ampatuan, bersama seorang putra dan empat anggota keluarganya ditahan sejak minggu lalu. Klan Ampatuan sudah berkuasa di Maguindanao sejak sepuluh tahun lalu. Mereka didakwa bersalah atas pembunuhan massal terhadap klan yang menjadi lawan politik mereka. * PERINGATAN HARI MAHASISWA IRAN Pemerintah Iran di Teheran mengirim banyak polisi turun ke jalan untuk mencegah unjuk rasa. Hari ini Iran memperingati tewasnya tiga mahasiswa di bawah pemerintahan Sjah pada 1953. Tiap tahunnya, mahasiswa Iran mempergunakan momen peringatan ini untuk menuntut lebih banyak kebebasan. Oposisi mengimbau para pengunjuk rasa untuk berkumpul di Universitas Teheran, dan dari sana berkeliling Teheran untuk berunjuk rasa. Karena itulah polisi berkumpul di daerah tersebut. Pada situsnya, pemimpin oposisi Iran, Mir Hossein Moussavi menghujamkan kritik tajam mengenai penindasan mahasiswa di negaranya. Ia bereaksi keras terhadap penahanan mahasiswa yang terjadi beberapa hari lalu di Iran. Menurut Moussavi, penahanan tersebut tidak berguna. Selain itu, ia menyatakan, walaupun ditekan oleh pemerintah, pergerakan reformasi di Iran terus berkembang. * UU PEMILU IRAK DISETUJUI Parlemen Irak akhirnya menyetujui UU baru mengenai Pemilu. Dengan begitu, pemilu parlemen bisa digelar awal tahun depan. Para tokoh penting partai-partai Irak telah mencapai kesepakatan mengenai pembagian kursi di antara tiga kelompok masyarakat: kaum syiah, sunni, dan kurdi. Bulan lalu, wakil presiden Irak, Tareq al-Hashemi tidak menyetujui rancangan UU tersebut karena menurutnya, kaum sunni menerima sangat sedikit kursi. Kuam kurdi juga merasa dimarginalisasi. Rancangan UU terbaru nampaknya memuaskan semua pihak. masih belum jelas kapan pemilihan parlemen akan digelar. Kemungkinan besar, akhir Februari. * RUSIA BERDUKACITA Hrai ini Rusia menggelar hari dukacita untuk mengenang korban kebakaran Perm. Kebakaran yang terjadi di klub malam tersebut menewaskan 112 orang. Lebih dari 140 orang luka-luka. Di seluruh negeri bendera setengah tiang dikibarkan dan upacara diadakan. Ahad malam kemarin daftar korban diterbitkan. Semua korban berusia antara 25-45 tahun. Kebakaran terjadi ketika kembang api dinyalakan. Langit-langit klub yang terbuat dari plastik terbakar dan meledak. Pemilik klub dan tiga orang lain yang terlibat ditangkap. * BASESCU MENANGKAN PILPRES RUMANIA Presiden menjabat Traian Basescu adalah pemenang pilpres di Rumania. Menurut KPU Rumania, Basescu berhasil merebut 50,4% suara. Sedangkan saingannya, Mircea Geoana dari partai sosial demokrat, meraih 49,6% suara. Persaingan ketat terjadi dalam penghitungan suara Ahad malam kemarin. Basescu akan dibebani tugas berat untuk memperbaiki perekonomian Rumania. Karena situasi politik yang tidak stabil, IMF menunda peminjaman dana sebesar 1,5 milyar euro untuk Rumania. Selain itu, Basescu juga bertekad memodernisasi Rumania dan memberantas korupsi. * MORALES HAMPIR MENANG Hampir bisa dipastikan, Evo Morales akan memenangkan pilpres Bolivia. Menurut hasil penghitungan suara sampai saat ini, ia unggul dengan 61% suara. Sedangkan lawannya, Manfred Reyes Villa, hanya mengantongi 25% suara. Morales yang beraliran kiri memiliki banyak pendukung dari kalangan rakyat miskin asli Bolivia. Morales, yang juga berasal dari penduduk asli Aymara, berjanji bahwa penduduk asli Bolivia akan lebih diperhatikan pada masa mendatang. Belum lama ini, tercatat dalam UUD bahwa presiden yang sama dilarang memerintah untuk termin kedua. Pada sebuah referendum penduduk Bolivia menuntut agar aturan itu dihapus. * BERITA BURSA Bursa Amsterdam dubuka Senin lebih rendah. Tak lama setelah pembukaan indeks AEX rugi 0,4% pada 320 poin. Paris, Frankfurt, London turun 0.6%. Bursa Jepang dibuka Senin jauh lebih tinggi. Indeks Nikkei naik 1.5% pada 10.167 poin. 1 Eur = USD 1.48 1 Eur = Rp.13.974,- 1 USD = Rp.9.430,- * MUSLIMAH JADI PUTRI PRANCIS DAN PRITA KEMBALI KE PENGADILAN Pemenang Putri Prancis selanjutnya bisa saja seorang muslim. Dan banyak warga Prancis tidak suka akan hal itu. Demikian diangkat harian Belanda Algemeen Dagblad. "Saya bangga akan agama saya," kata Juliette Boubaaya, kandidat kontes kecantikan Putri Prancis, yang berdarah campuran Aljazair dan Polandia. Ia beragama islam, fakta yang menimbulkan sedikit ketegangan di negara yang terkenal tidak ramah terhadap pendatang muslim. Kontes kecantikan Putri Prancis adalah pagelaran akbar. Dan Juliette membuat pemilihan ini jadi sedikit berbau politik dan religius. Di Prancis, debat mengenai identitas nasional sedang berlangsung panas. Pendatang dengan kulit berwarna, dan sering kali beragama islam, dianggap 'menodai' kemurnian Prancis. Mereka juga sering dianggap tidak menyumbangkan apa pun dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan situasi ini, terang saja keikutsertaan Juliette dalam pemilihan ratu kecantikan Prancis menimbulkan pro-kontra. Artikel tentangnya yang dimuat di situs koran setempat terpaksa dihapus karena "memancing diskusi tidak sehat mengenai rasisme." Di sisi lain, penyelenggara pemilihan ini berpendapat positif. "Kami senang sekali Juliette ikut serta dalam kontes ini. Jujur saja, saya berharap ada pemenang Putri Prancis yang berasal dari Afrika Utara, seperti Juliette. Hal itu akan menimbulkan dampak sosial yang luar biasa," tegas penyelenggara. Demikian Algemeen Dagblad. Beralih ke Indonesia. Kasus Prita Mulyasari menarik perhatian media internasional. Hari ini The International Herald Tribune mengangkat kisahnya. Prita Mulyasari jadi terkenal. Mengutip pengacaranya, kisah Prita berawal from e-mail to jail. Prita adalah korban salah satu sistem hukum paling korup di dunia. Demikian The International Herald Tribune. Kecewa dengan pelayanan RS Omni, Prita mengeluhkan pengalamannya lewat e-mail kepada dua puluh kerabat, teman, dan rekan kerja. E-mail tersebut kemudian beredar dari satu mailing-list ke mailing-list lain. Dan akhirnya jatuh ke tangan pengacara RS Omni yang menuntutnya atas tuduhan fitnah dan pencemaran nama baik. Prita kemudian dijebloskan ke penjara. Berbagi sel dengan pelaku kriminal, ia dijatuhi vonis enam tahun penjara. Kisahnya bocor ke media. Dukungan pun merebak. Prita akhirnya dibebaskan. "Di negara ini, orang kecil selalu kalah," kata Prita. "Saya orang biasa. Mungkin itu sebabnya banyak orang bersimpati dan mengidentifikasikan diri dengan saya," komentar Prita mengenai dukungan yang diterimanya. Toh, kisahnya belum selesai. Ketika gembar-gembor media reda, Prita kembali diseret ke pengadilan. Sekarang, ia didakwa melanggar undang-undang informasi dan transaksi elektronik. Hukuman maksimal enam tahun penjara menantinya. Tiap kali proses pengadilan seolah selesai, tuntutan baru pasti mengikuti Prita. Juli lalu, kasusnya ditutup, namun tak lama kemudian penuntut mengajukan kasus baru melawan Prita. Semua adalah bukti bahwa sistem hukum Indonesia tidak bisa dipercaya. Demikian The International Herald Tribune. "Saya sudah tidak percaya hukum Indonesia," kata Prita. "Saya cuma berdoa, semoga para juri dan hakim masih punya rasa kemanusiaan," katanya lagi. Demikian The International Herald Tribune dan sekian pula Tinjauan Pers kali ini. * KEBIJAKAN PEDOFILIA BARU Sietse van der V. sudah berbulan-bulan mencari tempat tinggal. Pelaku pedofilia ini telah menyelesaikan masa tahanannya - tapi sudah dua walikota melarangnya untuk tinggal di wilayah mereka, karena takut ia akan menimbulkan masalah. Masyarakat sangat membenci pelaku pedofilia. Tak lama lagi sebuah proyek eksperimental akan dimulai untuk mencoba mengembalikan pelaku pedofilia ke tengah masyarakat Belanda. Laporan Philip Smet Kamis lalu, hakim membatalkan keputusan walikota Utrecht Heuvelrug. Walikota tidak boleh melarang Sietze van der V. tinggal di daerahnya. Demikian dinyatakan hakim. Toh, walaupun boleh tinggal di Utrecht Heuvelrug, Sietze van der V. tidak boleh beredar di dekat sekolah, kolam renang dan taman bermain. Pengadilan juga memutuskan, walikota Eindhoven - yang tadinya melarang Van der V. tinggal di sana - tidak berhak menolak pelaku pedofilia ini di kotanya. Sietse van der V. lega mendengar keputusan hakim, tapi sampai sekarang ia belum tahu di mana ia bisa tinggal. "Saya tidak bisa hidup tenang. Sudah dua setengah bulan saya berpindah-pindah, dan saya sudah muak." Diskusi panas Kembalinya pelaku pedofilia ke tengah masyarakat menimbulkan diskusi panas. Politisi harus menemukan jalan keluar. 8 Oktober lalu, Menteri Kehakiman Piet Hein Donner mengirim surat kepada Parlemen Belanda mengenai rencana-rencananya. Banyak sekali kebijakan dijelaskannya dalam surat itu: pelatihan wajib, pengawasan lebih lama, dan sistem reklasering (cara penanganan mantan napi, red) yang baik, penghapusan beberapa hak, pengawasan dengan alat elektronik, larangan kontak dengan beberapa pihak dan larangan mengunjungi beberapa lokasi, dan pemerintah lokal harus langsung mengetahui ketika napi dibebaskan. Sukarelawan Sebuah lembaga baru juga telah berdiri: COSA, Circles of Support an Accountability, organisasi para sukarelawan dan tenaga profesional yang bekerja sama untuk membimbing para pelaku pedofilia. "Dengan rutin para sukarelawan berkontak dengan pelaku pedofilia," kata Sjef van Gennip, direktur Dinas Reklasering Belanda. "Kontak tersebut terdiri dari diskusi dan aktivitas bersama lainnya, seperti jalan-jalan atau berolah raga. Makin sering pelaku pedofilia berkontak dengan orang lain dan membicarakan masalahnya, akan semakin baik kita melihat motif dan pola pikirnya. Kita juga bisa mengetahui lebih baik apa yang bisa membuatnya berhenti melakukan tindakan pedofilia. Dengan cara itu, pelaku pedofilia tidak akan merasa terisolasi dan dihantui banyak hal. Dengan cara ini ia bisa kembali ke masyarakat." Minggu depan proyek COSA, sampai saat ini masih eksperimen, akan dimulai. Dinas Reklasering Belanda telah meneliti dan melatih semua sukarelawan untuk proyek tersebut. "Mereka punya berbagai pengalaman dan berasal dari berbagai studi dan bidang keahlian, tapi mereka semua harus memiliki intuisi bagus. Dalam kontak dengan pelaku pedofilia mereka harus waspada terhadap tindakan, kelakuan, atau pendapat yang tidak normal. Dengan cara itu mereka bisa memberi informasi terhadap Dinas Reklasering." Di Kanada dan Britania Raya, COSA telah bekerja dengan baik, kata Van Gennip. Jumlah residivis (mantan napi yang kembali melakukan kejahatan yang sama, red) berkurang 70%. Menurut para ahli, sistem tertutup sama sekali tidak berlaku di sini. Walikota Keempat kota besar di Belanda juga akan ikut serta dalam eksperimen yang melibatkan 11 pemerintah kota lainnya. Jauh sebelum napi dibebaskan dari rumah tahanan, pemerintah kota sudah diinformasikan mengenai pembebasannya. Dengan cara itu, pemerintah setempat bisa mempersiapkan kembalinya napi ke masyarakat dengan baik. Walikota Utrecht Aleid Wolfson menulis surat panjang mengenai hal ini kepada pejabat pemerintah kota. Ia menekankan, walikota tidak boleh mencampuri wilayah kerja instansi profesional (seperti Kejaksaan Agung, Dinas Reklasering, Penyedia Perumahaan). Tapi pemerintah harus mengawasi "agar instansi-instansi tersebut memperhitungkan risiko yang akan menggangu keteraturan dan keamanan umum." Karena itu, walikota tidak akan bertanggung jawab atas resosialisasi mantan napi, tulis Wolfson. Selain itu, semua pihak yang terlibat sepakat, kesejahteraan dan keamanan anak-anak adalah hal paling utama. * APAKAH SHELL BERSALAH DI NIGERIA? Bisakah Shell diminta tanggungjawab atas pencemaran lingkungan di Nigeria? Itulah pertanyaan utama dalam perkara pengadilan di Den Haag, dimulai Kamis lalu. Perkara ini diajukan oleh para petani Nigeria bersama dengan LSM Lingkungan Belanda Milieudefensie. Para penuntut Nigeria menuntut baik anak perusahaan Shell di Nigeria maupun kantor pusat Shell di Belanda. Laporan Marijke Koeman. Para petani Nigeria, berasal dari berbagai desa di delta Niger, kehilangan sumber pendapatan mereka akibat bocornya minyak dari pipa minyak Shell di tahun 2005, yang mematikan ladang mereka. Para nelayan juga kehilangan sumber pendapatan akibat minyak yang mencemari sungai tempat mereka mencari ikan. Para penuntut ini menuntut ganti rugi dari perusahaan multinasional itu. Di samping itu, mereka juga menuntut Shell untuk membersihkan tanah. Shell Belanda atau Shell Nigeria? Shell menyatakan tidak bertanggung jawab. Eksploitasi minyak di delta Niger dilakukan oleh perusahaan Shell Nigeria SPDC. Menurut multinasional Shell di Belanda, SPDC adalah lembaga yang beroperasi secara mandiri. Atas permintaan Shell, hakim akan menangani pertama-tama mengenai pertanyaan apakah Shell Nigeria bisa diseret ke pengadilan Belanda untuk dimintai tanggungjawab. Oktober tahun ini, Shell meminta perhatian pers Belanda mengenai posisi Shell di Nigeria. "SPDC bersimpati dengan penduduk di delta Niger tapi meminta perhatian atas kompleksnya situasi. Mayoritas besar pencemaran minyak terjadi akibat sabotase dan vandalisme. Kekerasan serta kriminalitas mengganggu jalan masuk ke wilayah itu sehingga upaya pembersihan menjadi sangat sulit". Kebijakan ditentukan di Belanda Pada hari pertama sidang, pengacara Shell Jan de Bie Leuveling menunjuk pada pencemaran yang diakibatkan oleh sabotase penduduk lokal. Juga ditegaskan tidak ada alasan untuk mengajukan kasus ini ke pengadilan Belanda karena peristiwa terjadi di Nigeria di bawah tanggungjawab Shell Nigeria. Pengacara Michel Uiterwaal dari pihak penuntut menunjukkan selama sidang bahwa kebijakan lingkungan tidak diputuskan oleh Shell Nigeria tapi oleh kantor pusat Shell. Menurut LSM Milieudefensie, kebocoran minyak di desa-desa Nigeria mengikuti pola pencemaran yang sistematis dan merendahkan hak-hak penduduk lokal. Jurubicara Geert Ritsema dari Milieudefensie mengatakan: "Keuntungan Shell mencapai milyaran. Pada saat sama perusahaan tidak menghormati hukum, bertanggungjawab atas pencemaran lingkungan dan merugikan kepentingan petani dan nelayan di Nigeria, yang tidak memiliki sumber mata pencaharian lain". Trik hukum Apakah pengadilan di Den Haag akan menangani kasus para penuntut, tergantung pada keputusan tahap pertama dalam perkara ini. Ini hanya menyangkut pertanyaan apakah pengadilan di Den Haag memiliki wewenang untuk menangani gugatan terhadap Shell Nigeria. "Bahwa perusahaan sebesar itu berupaya menggunakan trik-trik hukum untuk lepas dari tanggung jawab, sungguh menyedihkan", kata Geert Ritsema dari Milieudefensie. Keputusan akan diambil 30 Desember. * GAME KOMPUTER TENTANG WILAYAH KUMUH Oleh Eelco Walraven Kisah hidup Mavra Avellar, seorang gadis di wilayah kumuh Brasil menjadi permainan komputer. Dengan peluncuran Free Legend Game,, organisasi kerjasama pembangunan Kidsrights ingin lebih melibatkan kalangan remaja dalam penyelenggaraan Hadiah Perdamaian Anak-anak Internasional yang berlangsung tiap tahun. "Remaja tidak baca koran. Karena itu kami menyusun permainan komputer ini, di mana anak-anak Belanda bisa mengikuti kehidupan sehari-hari rekan seusia mereka di negeri lain," kata Livia van der Graaf, proyek manajer Kidrights. 'Live the story, spread the word' adalah moto Free Legend Game. Agar bisa memainkan game ini, anak-anak harus memahami kisah hidup tokoh-tokoh dalam cerita. Remaja yang mencoba mengubah lingkungan hidup mereka. Kami berharap, ini bisa menjadi sumber inspirasi. Tapi, kami juga realistis. Kami tidak akan bisa mengubah begitu saja remaja yang memang tidak tertarik." Mars protes Kisah hidup Mavra Avellar menjadi tema utama permainan. Tahun lalu, gadis ini mendapat Hadiah Perdamaian Anak-anak Internasional. "Mavra Avellar tinggal di daerah kumuh, di mana kerap terjadi baku tembak antara kelompok bandit dan polisi. Selama berlangsung pertempuran, polisi mengepung sepenuhnya wilayah kumuh yang bersangkutan. Ketika itu Mavra Avellar mempelopori berlangsungnya mars protes, dengan tujuan, meminta pada pihak polisi agar tidak melakukan patroli pada jam-jam sekolah," kata Livia van der Graaf. "Salahsatu perintah dalam game ini adalah, berusaha menggambarkan wilayah pemukiman yang dikepung tersebut sebaik mungkin. Ini bisa dalam bentuk foto, atau film pendek, dengan menggunakan Leggy. Leggy adalah sebuah tangan, yang mempunyai dua kaki, dua mata dan dua jari warna oranye, membentuk huruf V, sebagai simbol kebebasan. "Untuk setiap perintah, semua peserta mendapat kredit. Pengirim foto atau film paling menarik, mendapat nilai paling tinggi." Widget Livia van der Graaf sadar, saingan dari berbagai game lain sangat ketat. "Walaupun demikian, kami pikir, game ini cukup menarik. Paling tidak, bagi kalangan remaja yang memang tertarik pada perkembangan masyarakat. Jika mereka melihat widget yang kami sebarkan. Yaitu aplikasi mini dari permainan ini. Yang bisa mereka lihat di halaman Hyves atau Facebook rekan mereka, kami harap, mereka akan tertarik untuk memainkan game ini." Kidsrights berharap pada tanggal 31 Desember 2009 nanti, sekitar 250 remaja sudah terdaftar untuk mengikuti permainan ini. Livia van der Graaf: "Kami aktif menghubungi mereka di berbagai festival remaja. Selain itu, setiap bulan kami menyediakan hadiah satu telepon genggam, bagi pengirim terbaik." Pada bulan Maret 2010 nanti, peserta yang meraih nilai paling tinggi, akan mendapat hadiah. "Bentuk hadiah, masih kami rahasiakan." KADER Hadiah Perdamaian untuk Anak-anak Tahun ini, Hadiah Perdamaian Anak-anak Internasional jatuh pada Baruani Ndume, remaja pria warga Republik Demokratis Kongo. Ia menerima hadiah ini berkat siaran radio yang ia susun 'Children for Children'. Dalam siaran ini ia membahas kehidupan anak-anak di kamp pengungsi Tanzania. Hadiah Perdamaian Anak-anak Internasional, mulai diselenggarakan sejak tahun 2005, oleh para pemenang Hadiah Nobel Perdamaian. Hadiah pertama diberikan secara anumerta pada mendiang Nkosi Johnson, seorang remaja Afrika Selatan, yang pada masa hidup singkatnya, mendobrak tabu membicarakan pasen hiv di negerinya. ·2005: Nkosi Johnson (Zuid Afrika) ·2006: Om Prakash (India) ·2007: Thandiwe (Zambia) ·2008: Mavra Avellar (Brazilie) ·2009: Baruani (Congo) · ·Situs web Hadiah Perdamaian Anak-anak Internasional: Kindervredesprijs <http://kindervredesprijs.nl/> * SIDANG KEDUA DEMJANJUK Berita Terbaru: Di Munchen, pengadilan perkara pembunuhan yang dilakukan John Demjanjuk ditunda, karena tertuduh yang kini berusia 89 tahun, sakit. Menurut hakim Ralph Art, karena sakit, Demjanjuk tidak melanjutkan sidang, dan sidang ditangguhkan hingga tanggal 21 Desember mendatang. Rob Fransman adalah salah seorang anggota tim jaksa penuntut dalam sidang pengadilan Demjanjuk. Ia membuat weblog tentang jalannya sidang, untuk Radio Nederland. Tulisan ini merupakan laporan sidang hari kedua. Pada masa persiapan sidang, status hukum beberapa warga Belanda berubah. Pertama, kami termasuk tim jaksa penuntut. Dan kini, kami juga merangkap menjadi saksi dari pihak penuntut. Kami mendapat panggilan resmi untuak hadir di pengadilan sebagai saksi. Menurut para penasehat hukum kami, pertanyaan hakim akan bersifat formalitas teknis. Karena, apalagi yang bisa kami sampaikan, kecuali bahwa orangtua kami dibunuh di kamp Sobibor? "Sebenarnya sederhana," demikian dikatakan pada kami. "Duduk di bangku saksi, menyebut nama kami, dan mengiakan tanggal lahir." Hanya itu tugas kami. Anehnya, saya sudah punya prasangka, yang terjadi akan sama sekali lain. Ternyata prasangka saya benar. Sama sekali lain. Sangat berbeda. Sidang dimulai dengan giliran bicara advokat Demjanjuk, Ulrich Busch, yang panjang lebar. Tampaknya, itu memang startegi yang ia pilih. Memanfa'atkan waktu bicara semaksimal mungkin, dan berusaha mengarahkan jalannya sidang. Saya mengerti, Ulrich Busch, tentu akan berusaha membela kliennya sebaik mungkin. Yang saya tidak mengerti adalah mengapa ia berusaha keras memprovokasi kami. Misalnya, kemarin, ia mencampur-adukkan korban dan pelaku kejahatan. Dan hari ini, ia menamakan Shoah sebagai Holocaust kedua. Ia berdalih, pembunuhan yang dilakukan kaum Nazi atas tahanan perang Rusia, adalah Holocaust pertama. Tentu saja, jumlah mereka yang dibunuh sangat banyak. Dan tentu saja, itu pun mengerikan. Tetapi, membandingkan pembunuhan tersebut dengan Holocaut benar-benar suatu provokasi. Saya bertanya pada advokat, mungkin maksud sang pembela membuat kejutan pada kami dan hakim. "Itu taktik," jelas advokat kami. Ia menyebutnya taktik kejutan. Ulrich Busch berharap, dengan provokasi ini, kami akan terpancing untuk mengatakan sesuatu, yang dalam pembelaan nanti bisa ia manfa'atkan. Saya tidak tahu, manfa'at seperti apa. Semua rincian peristiwa sangat jelimet. Dan saya tidak memahami berbagai istilah hukum yang digunakan. Pada dasarnya, kami tentu saja tidak mengetahui rincian kejadian di kamp. Pihak pembela tampaknya berharap, akan memanfa'atkan hal ini. Mungkin saja Dermjanjuk cuma jadi tukang sapu jalan di Sobibor. Ketika Ulrich Busch selesai bicara, terjadi sesuatu yang tidak akan saya lupakan selama hidup. Hakim membacakan daftar nama semua anggota keluarga tim penuntut yang dibunuh di Sobibor. Tanpa emosi, dengan suara halus, hakim membacakan: Isaac French, lahir di Amsterdam, 23 Juli 1898, meninggal 9 April 1943 di Sobibor; Rachel French-Lochem, lahir di Amsterdam 7 Juli 1900, meninggal 9 April 1943, di Sobibor. Saya mendengar nama-nama tersebut dibacakan, dan mulai menangis. Lihat, saya datang ke sana bagaikan pahlawan, gagah. "Saya bisa," demikian dugaan saya ketika itu. "Saya sanggup." Tentu, saya tidak menyesal, saya telah menyatakan mau datang ke sini. Tapi, sekali lagi, saya menangis. Saya kira, saya akan mampu menahan emosi. Seorang perawat membawakan segelas air buat saya. Ternyata, bagi setiap orang di ruang sidang ini, saya bagaikan buku terbuka. Bukan hanya bagi sang perawat. Shoah adalah suatu pengertian menyangkut angka-angka raksasa. Enam juta: tiga juta korban di Auschwitz; duaratus ribu tewas dibunuh di Sobibor. Jumlahnya luar biasa. Tetapi, selama tahun-tahun yang sudah berlalu, tidak pernah nama ayah dan ibu saya dibaca di ruang sidang. Saya kerap membaca Kadish. Warga yahudi membaca Kadish hanya pada saat-saat sangat istimewa. Saya tidak pernah sengaja membacanya, khusus untuk orangtua saya. Jangan tanya kenapa. Cara sang hakim hari ini membacakan dua nama orangtua saya bagaikan sebuah do'a. Ia membaca Kadish buat saya. Sungguh ironis, oleh seorang hakim Jerman di Munchen. Segelas air ternyata bisa menimbulkan keajaiban. Tapi pembacaan nama-nama, bukan akhir acara sidang hari itu. Selanjutnya giliran saksi-saksi. Empat orang di muka kami, menceritakan pengalaman mereka. Siapa mereka, berapa usia mereka pada saat perang berakhir, siapa yang menyampaikan pada mereka bahwa orangtua mereka akan kembali pulang, siapa yang menampung mereka, jika sekian banyak anggota keluarga meninggal di Sobibor, apakah mereka juga masih termasuk famili. Oh ... Hakim menanyakan hal-hal seperti ini dengan sangat sopan, dan suara halus, sangat akrab. Jika saksi tampak emosional, ia juga sabar menunggu. Dan tentu saja orang emosional. Anda tentu ingin mendengar kisah sepucuk surat, yang dilemparkan dari kereta api. Tapi, kisah itu tidak akan saya tulis di sini. Bila demikian, blog ini akan menjadi sangat panjang. Menurut rencana, hari ini akan lebih banyak lagi saksi-saksi yang dapat giliran. Sayang, sidang terpaksa ditunda, karena Demjanjuk sakit. Menurut dugaan, ia terlalu lama berbaring pada salahsatu sisi tubuhnya. Dokter Demjanjuk menyatakan, tertuduh sudah kecapaian. Besok, giliran saksi-saki lain. Termasuk saya. Urusan saya belum selesai. * SIRKUS IKLIM MASUK KOPENHAGEN Denmark, kota kelahiran Hamlet, bir Carlsberg dan orang-orang menarik yang jarang terlihat. Dan mulai hari ini, dan untuk selama 10 hari mendatang, Kopenhagen menjadi rumah suatu peristiwa terakbar dan bergengsi dunia. KTT PBB mengenai Perubahan Iklim. Karena konperensi mengenai apa saja aktivitas manusia yang bisa memperburuk iklim dunia, maka ada diskusi panas apakah para peserta harus datang naik pesawat. Atau lebih parah lagi, jika ketahuan mereka menggunakan fasilitas pesawat terbang. Ini memang noda hitam untuk para politisi dan selebritis, sementara untuk para aktivis Eropa, terbang bukanlah suatu pilihan. Kereta api, bis-bis dan sepeda berdatangan memenuhi ibukota Denmark. Sabtu lalu pukul 9 pagi kereta api ekspres khusus KTT Iklim berangkat dari stasiun pusat Brussel, membawa puluhan politisi, ilmuwan, aktivis, dan juga pers untuk perjalanan selama 13 jam. Perjalanan itu ditanggung tidak berdampak karbon. 13 jam dari belgia, tapi bagi sebagian orang mereka sudah berada di perjalanan lebih lama lagi ... "saya baru saja tiba dari Kyoto dan sekarang naik kereta ekspres ini, yang merupakan babak akhir dari perjalanan simbolis antara Kyoto dan Kopenhagen. Saya sudah non-stop naik kereta mulai tanggal 21 Nopember lalu, ketika pertama-tama mengendarai kereta api trans-Siberia. Saya suka kereta, dan anda tahu kenapa? Ini bukan hanya kereta, tetapi karena orang-orang yang saya jumpai di kereta. Ini suatu pengalaman yang luar biasa, kereta selalu mempertemukan orang. Kamu bisa melihat berapa banyak jumlah kita sekarang, dan kita bisa berdiskusi, ini adalah awal dialog, kerjasama dan saya rasa ini cara yang terbaik untuk menyelesaikan masalah iklim." Kertas daur ulang Berbagai informasi yang bertema lingkungan menyambut para "penumpang ekologis" begitu mereka duduk di kereta. Pamflet-pamlet yang glossy tapi dibuat dari kertas daur ulang, menceritakan bahwa makanan di restorasi kereta semuanya organik dan produk lokal. Yang lainnya menyampaikan pesan bagaimana membuat pesta klimat ini sebuah sukses. bahkan bantal-bantal kecil untuk beristirahat di kereta juga dihiasi tulisan "Kopenhagen harus menghasilkan persetujuan iklim yang adil, ambisius dan mengikat." Suasana di kereta seperti hari pertama tahun sekolah. Di gerbong yang satu berkumpul para aktivis yang dengan pena-pena berwarna cerah membuat psoter yang menuntut akhir dari emisi karbon. Kemudian mereka menempelkan poster itu di jendela kereta, sehingga kesannya seperti kelas taman kanak-kanak yang penuh hiasan. Bahkan juga ada tukang sulap di atas kereta, walaupun apa hubungannya dengan pesan iklim tidaklah jelas. "saya punya setumpuk kartu di sini dan saya minta anda menarik salah satunya, tidak peduli yang mana, kapan saja. Anda cuma perlu meletakkan tangan di mana anda mau ..." Harapan Tapi ini bukan permainan anak kecil. Para penumpang adalah orang-orang penting yang bisa mengubah pendapat dunia. Seperti Jean Pascale van Ypersele dari IPCC, Intergovernmental Panel on Climate Change. Organisasinya mengevaluasi penyelidikan ilmiah yang menjadi dasar semua perundingan selama KTT. Dan dia sadar betul akan apa harapan banyak orang dari KTT yang berlangsung selama 2 minggu ini "saya rasa Kopenhagen akan menghasilkan persetujuan penting, suatu langkah penting - jauh lebih penting dari KTT Kyoto. dan saya sangat optimis kita akan mencapai satu kesepakatan. Tapi bersamaan dengan itu, apabila KTT ini selesai kita sudah memikirkan persiapan untuk perundingan berikutnya, karena ini saja tidak cukup. Kita harus melanjutkan perundingan iklim sehingga bisa lebih banyak reduksi yang dihasilkan. Kita harus emlakukannya sebelum akhir abad ini, menuju emisi global yang negatif." jadi dalam banyak hal kereta ini memberikan refleksi yang akurat dari para pemain di Kopenhagen selama 2 minggu mendatang. Pikiran membingungkan Di gedung konperensi yang terletak beberapa kilometer dari pusat kota, lebih dari 100 pemimpin pemerintahan dan 20.000 anggota delegasi akan bertemu untuk membicarakan masalah-masalah pelik yang kadang membingungkan otak. Bilyaran ton karbon versus bilyaran dolar yang merupakan patokan iklim. Di luar gedung konperensi, dan disetiap sudut ibukota Denmark ini, mereka yang merasa berkepentingan dengan iklim bisa mengumandangkan pesan kepada para anggota delegasi, penduduk dan dunia lewat media yang hadir dalam jumlah besar. Setelah menanti selama berbulan-bulan, akhirnya konperensi ini dimulai juga. Apakah kado natal akan datang dalam waktu singkat bagi mereka yang mengharapkan persetujuan yang tegas, ataukan ini hanya kado kosong belaka? * 100% MOBIL LISTRIK, MAHAL TAPI MUNGKIN Mengendarai mobil listrik sepenuhnya, sudah memungkinkan. Di Belanda sudah ada sejumlah kecil orang yang pulang pergi ke tempat kerja dengan menggunakan listrik dari stopkontak. Tapi toh dibutuhkan penyesuaian, dan ini tidaklah murah. Laporan Thijs Westerbeek van Eerten. Marjan Minnesma adalah direktur Urgenda, yayasan yang mempromosikan mobil listrik. Pada saat sama ia merupakan salah satu orang Belanda yang benar-benar mempraktekkan apa hal itu. Ia menganderai mobil listriknnya 'Think' untuk bekerja atau berbelanja, seperti orang Belanda lain menggunakan mobil mereka. Minnesma, duduk di belakang stir, tampak puas dengan Think, mobil listrik mini buatan Norwegia. Tapi menambahkan ia mengendarai secara berbeda. Ia harus selalu memperhitungkan bahwa jarak yang dapat dicapai dengan mobilnya hanya sekitar 180 kilometer. Jadi kalau ia ada janji dan harus menempuh jarak lebih dari 80 kilomter dan tidak bisa pulang dengan muatan listrik yang ada, maka ia harus mengaturnya jauh-jauh hari. Kami biasanya bertanya pada orang-orang 'Apakah ada stopkontak di dekat-dekat rumahmu karena saya akan datang dengan membawa sambungan kabel listrik, dan kami mau mengisi baterai mobil saat kami rapat atau di mana saja'....Mereka senang. Saya lihat para seketaris merangkak-rangkak di lantai untuk cari stopkontak, anda menglami hal-hal yang luar biasa..." Walaupun menurut Marjan lucu, tapi ia segera menuding pada kekurangan: jaringan titik pengisian terlebih titik-titik pengsisian cepat belum ada. Pendekanya infrasturktur untuk bisa memperkenalkan mobil listrik secara besar-besaran, belum ada. Keungkin pembangunan jaringan semacam itu di tahun-tahun mendatang sudah akan dilakukan. Investasi puluhan juta euro dari pemerintah harus bisa menghasilkan lebih dari sepuluh ribu titik pengisian pada 2012. Sementara, belum sejauh itu. Jadi saat ini orang masih harus membiasakan diri untuk selalu mengisi mobilnya apabila sampai di rumah. Untuk mengisi Think secara penuh butuh 10 jam lebih. Namun ini akan segera membaik. Pengisian akan bisa dilakukan lebih cepat dan mobil bisa menjangkau jarak lebih panjang. Sekali lagi, itu masih mimpi indah. Tapi tidak semuanya serba susah seperti itu. Biaya pengisian hanyalah 4 euro, dan anda bisa mencapai jarak 180 kilometer. Hitung saja kalau anda menggunakan mobil bensin atau disel. Seperti mobil listrik lain, Think enak dikendarai. Dalam praktek sehari-hari, jarak 180 kilometer itu memadai. Tidaklah mengherankan karena rata-rata jarak yang ditempuh orang kerja di Belanda adalah 60 kilometer setiap hari. Di samping itu, anda bisa berkendaraan dengan rasa nyaman karena emisi CO2 yang dikeluarkan hanyalah satu gram. Yang terakhir ini yang penting. Sebenarnya, keberatan terbesar saat ini adalah harga. Dengan harga 39 ribu euro, yang paling murah di pasaran, mobil listrik Minnesma masihlah terlalu mahal. Bagi perusahaan sangat menarik karena adanya berbagai subsidi lingkungan tapi bagi pengendara mobil swasta tidaklah demikian. Pokoknya masih terlalu mahal, dan ini diakui oleh Marjan Minnesma. Minnesma menjelaskan yayasanya akan 'memaksa' harga mobil listrik diturunkan Kami dari Urgenda sibuk dengan sejumlah besar perusahaan untuk pembelian besar-besaran. Kami melakukan 'tender'. Ini artinya, kami memberi perintah pada perusahaan untuk menyediakan 4000 mobil listrik, nilainya mencapai jutaan, yang memenuhi persyaratan. Persyaratan itu berkaitan dengan jarak jangkau, lamanya waktu untuk mengisi listrik, tapi terutama juga harga, yang harus sesuai harga pasar". Dengan kata lain: tidak lebih mahal dari mobil bensin atau disel. Menurut Marjan, itu akan diacapai tiga tahun lagi. * SBY TAK PERLU KHAWATIR ATAS UPAYA PEMAKZULAN DIRINYA Pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sehubungan dengan rencana aksi demo pada hari anti korupsi Rabu lusa mengundang berbagai reaksi. SBY mengatakan gerakan sosial itu memiliki motivasi politik tertentu dan tidak berhubungan dengan semangat anti korupsi. Yang dimaksudkan motif politik di sini adalah untuk memakzulkan SBY melalui skandal Bank Century. Menurut pengamat sosio-politik dari Universitas Airlangga Surabaya, Hotmaan Siahaan, mungkin saja ada sedikit kebenaran dalam pernyataan itu. "Bisa saja terjadi karena mungkin di antara para aktivis ada yang berseberangan dengan beliau. Bisa saja tokoh-tokoh aktivisi yang bertebaran begitu banyak, ada yang tidak suka dengan kepemimpinan SBY. Tapi apakah itu kemudian harus disikapi bahwa itu ditujukan untuk menggulingkan kekuasaan kan tidak mungkin" Senada dengan Hotman, pakar politik dari UGM Yogyakarta, Dr. Muhadjir Darwin mengatakan yang penting adalah pengungkapan apakah dalam kasus Bank Century ada unsur penyimpangan kekuasan, ada uang yang masuk ke tim sukses SBY. "Bisa saja ujungnya ke sana (pemakzulan, red), tapi itu juga tidak usah dikhawatirkan sejauh tidak ada alasan yang cukup untuk itu. Pointnya adalah apakah memang Century itu mengandung unsur penyimpangan kekuasaan yaitu adanya penggelondoran uang masuk ke tim sukses SBY". Muhadjir Darwin menambahkan, kalau tidak ada bukti-bukti hukum yang jelas, kan tidak mungkin memungkin menimbulkan pemakzulan. Seandainyapun ada kesalahanpun, masih dipertanyakan apakah DPR akan mengambil langkah sejauh itu. "Karena mungkin masih ada kalkulasi politik untung-rugi menurunkan SBY". Apabila SBY mengatakan gerakan ini memiliki motivasi politik terntentu, maka memang segala upaya untuk mengkritisi, membantu, atau mengoreksi kebijakan pemerintah adalah sebuah kebijakan politik. Hotman menambahkan bukan hanya kali ini saja SBY mengeluarkan pernyataan seperti itu. "Dalam berbagai kesempatan bahwa itu seolah-olah ditujukan untuk charachter assassination terhadap Partai Demokrat, terhadap dirinya, seolah presiden menjadi sasaran". Laporan lengkap dapat diikuti di www.ranesi.nl. * FOTO-FOTO TERLARANG DARI HINDIA BELANDA Selasa, 8 Desember diterbitkan buku yang berisikan foto-foto terlarang yang dibuat di Hindia-Belanda atau Indonesia antara tahun 1945 hingga akhir 1949. Foto-foto yang dilarang pemerintah Batavia, karena hanya mau memberikan gambaran yang positif tentang perang ketika itu. Foto tentara yang terluka tembak, atau penduduk yang ditangkap dan diancam laras senapan, foto-foto yang boleh dibilang kontroversial, tidak pernah muncul di media Belanda. Rene Kok, Erik Somers dan Louis Zweers menggabungkan hampir 200 foto dalam buku mereka 'Perang Kolonial 1945-1949: Dari Hindia Belanda ke Indonesia. Radio Nederland berbincang dengan salah satu penulisnya Erik Somers: Rene Kok, Erik Somers dan Louis Zweers memang sudah lama menyelidiki berbagai arsip gambar dan juga fotografi mengenai perang dunia II. Selain itu mereka juga menyelidiki arsip-arsip foto di periode dekolonisasi Hindia-Belanda antara 1945 hingga 1949. Ketika itu banyak wartawan yang di embed oleh pemerintah kolonial untuk membuat foto-foto perang. Para wartawan ini diwajibkan untuk menyerahkan semua foto yang dibuat ke Batavia untuk diseleksi, sebelum dikirim ke media di Belanda. Banyak foto yang tidak terseleksi karena dianggap mengandung unsur-unsur yang mengagetkan sehingga bisa meresahkan sanak keluarga serta penduduk Belanda. Foto serdadu yang terluka misalnya, tidak pernah ditampilkan di media, atau tawanan perang. Sebenarnya periode 1945, setelah 17 agustus dan 1949, dikenal dengan periode bersiap, dan setelah itu dimulai aksi polisionil I dan II oleh Belanda, dan berakhir dengan penyerahan kedaulatan Desember 1949. Istilah aksi polisionil memang sengaja tidak digunakan oleh ketiga penulis. Menurut mereka istilah ini digunakan pemerintah belanda untuk membenarkan aksi di Indonesia yaitu mengembalikan ketenangan dan pemerintahan di Hindia-Belanda, dan sedikit banyak digunakan untuk menutup-nutupi apa yang terjadi ketika itu. Setelah menyelidiki ratusan foto yang ditemukan, ketiganya menyimpulkan, bahwa sejak hari pertama pasukan Belanda datang ke Indonesia, dimulailah periode perang, dalam hal ini perang kolonial. Memang saat itu banyak foto yang beredar mengenai perang. Tujuan utama dari buku ini adalah menerangkan kepada rakyat Belanda, bahwa pemberitaan mengenai perang ketika itu, terutama foto, telah terlebih dulu diseleksi, disensor oleh pemerintah, dinas intel dan militer Belanda. Hanya diperlihatkan foto-foto yang sesuai dengan kebijakan pemerintah, kebanyakan foto-foto yang menutup-nutupi dan tidak memperlihatkan situasi yang sebenarnya. jadi foto-foto yang tidak membuat khawatir sanak keluarga para militer di Belanda. Ketika itu ada 120.000 tentara Belanda dikirim ke Indonesia. Foto-foto yang ada diterbitkan sekarang, jsutru foto yang dilarang atau ditolak oleh badan sensor, tapi oleh karena satu dan lain hal masih tetap disimpan di berbagai badan arsip. Foto-foto ini menunjukkan gambaran lain tentang perang, kekerasan, teror dan lainnya, atau gambaran perang sesungguhnya. Rakyat Belanda tidak boleh merasa khawatir akan nasib tentara, sanak keluarga mereka yang ditugaskan ke Hindia-Belanda. Itulah tujuan utama. Setiap bentuk keresahan, apalagi tentangan terhadap perang ini membawa dampak negatif bagi pemerintah dan pimpinan militer Belanda ketika itu. Termasuk foto-foto di mana penduduk Indonesia menyambut gembira pasukan Belanda yang ketika itu 'dianggap'sebagai pembebas. Kebijakan yang sama juga digunakan pemerintah Amerika Serikat dalam perang Irak. Dan juga di Afghanistan. Foto-foto yang dipublikasi sebisa mungkin tidak membuat orang bereaksi negatif. Foto-foto yang dibuat embedded fotografer, dan dibuat berdasarkan permintaan pemerintah atau militer. Foto-foto ini bertolak belakang dengan cerita para serdadu yang kemudian kembali ke Belanda. Setibanya di tanah air mereka merasa tidak dihargai, karena gambaran publik tentang perang itu sangat positif. Tidak ada kejahatan, kekerasan, teror atau aksi berdarah. Selain itu Belanda juga perlahan-lahan harus menerima bahwa mereka kehilangan wilayah koloni dan dari awalnya perang ini sudah dianggap gagal. Satu hal yang sudah pasti tidak menimbulkan simpati publik. Banyak reaksi diterima ketiga penulis, terutama dari kalangan veteran KNIL di Belanda. dan juga dari anak-anak mereka, generasi kedua setelah perang. Buku ini, dan terutama foto-foto tersebut menjelaskan mengapa ayah mereka tidak mau berbicara tentang perang. Atau justru bercerita banyak menjelang berbagai kekerasan yang terjadi di saat perang, menjelang akhir hayat mereka. Bahwa itu adalah perang, dan bukannya liburan panjang ke Timur Jauh. Dengan kata lain buku ini menceritakan sisi negatif dari perang. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.radionetherlands.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [email protected] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
