---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Senin 07 Desember 2009 15:30 UTC



** DANA TSUNAMI BELANDA DIPERTANYAKAN

** KLM LEBIH SERING KE BALI

** KTT IKLIM KOPENHAGEN

** GEMA WARTA TOPIK TINJAUAN PERS: MUSLIMAH JADI PUTRI PRANCIS DAN PRITA 
KEMBALI KE PENGADILAN

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: KEBIJAKAN PEDOFILIA BARU

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: APAKAH SHELL BERSALAH DI NIGERIA? 

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: GAME KOMPUTER TENTANG WILAYAH KUMUH

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: SIDANG KEDUA DEMJANJUK

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL:  SIRKUS IKLIM MASUK KOPENHAGEN

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL:  100% MOBIL LISTRIK, MAHAL TAPI MUNGKIN

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: SBY TAK PERLU KHAWATIR ATAS UPAYA PEMAKZULAN 
DIRINYA 

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA:  FOTO-FOTO TERLARANG DARI HINDIA BELANDA



* DANA TSUNAMI BELANDA DIPERTANYAKAN

Lima tahun setelah tsunami Aceh terjadi, muncul pro-kontra mengenai sumbangan 
tsunami di Belanda. Organisasi bantuan Belanda waktu itu berhasil mengumpulkan 
dana sebesar 200 juta euro atau sekitar hampir tiga triliun rupiah. Tahun lalu, 
keluar laporan tertulis mengenai penggunaan dana tersebut. Jan van Doggenaar, 
koordinator aksi pengumpulan, tidak puas dengan laporan tersebut. "Tidak jelas 
untuk apa dana digunakan," katanya. Organisasinya sama sekali tidak mendapat 
akses mengenai informasi detail penggunaan dana.


* KLM LEBIH SERING KE BALI

Maskapai penerbangan Belanda KLM akan kembali mengaktifkan trayek langsung 
Amsterdam-Bali. Mereka juga akan menambah jadwal penerbangan untuk trayek 
tersebut. Demikian disinyalir kantor berita ANP. 

Awal Oktober lalu, KLM memutuskan kembali terbang ke Bali, setelah sepuluh 
tahun menghentikan trayek ini. Jadwal penerbangan Amsterdam-Bali yang tadinya 
tiga kali seminggu, ditambah jadi empat kali seminggu karena permintaan 
konsumen terus melonjak. Sampai sekarang, sudah lebih dari 17.000 tiket 
terjual. Dari penelitian terlihat bahwa Bali masih jadi tujuan wisata populer 
di masa krisis ekonomi. Wisatawan Belanda yang datang ke Indonesia hanya 
berkurang sekitar 7% sejak awal krisis.


* KTT IKLIM KOPENHAGEN

Hari ini KTT Iklim Kopenhagen dimulai. Beberapa hari ke depan, wakil dari 192 
negara akan berusaha mencapai kesepakatan mengenai iklim. Sebuah kesepakatan 
direncanakan akan muncul menggantikan Protokol Kyoto 1997. Peserta KTT salah 
satunya harus berusaha mengurangi produksi CO2. Kebijakan finansial untuk 
menghadapi perubahan iklim juga akan dibuat. 

Dunia internasional berharap banyak dari konferensi ini. Yang juga dianggap 
penting adalah peran Amerika Serikat. Presiden Amerika Barack Obama  tidak 
menginginkan perjanjian iklim yang mengikat. 

Lebih dari 50 media massa mengeluarkan berita mengenai KTT Iklim Kopenhagen 
hari ini, dengan tujuan mensosialisasikan dan menyukseskan KTT tersebut. Aksi 
ini adalah inisiatif koran Inggris The Guardian. Total 56 koran di 45 negara 
ikut serta menampilkan berita KTT Iklim.


* PERBURUAN AMPATUAN

Tentara Filipina memburu 3000 pendukung gubernur Andal Ampatuan di propinsi 
Maguindanao. Baku tembak dilaporkan terjadi, jumlah korban belum diketahui. 
Sejak akhir pekan kemarin keadaan gawat darurat diberlakukan di propinsi 
Maguindanao yang terletak di pulau Mindanao. Tujuannya adalah untuk menjatuhkan 
kekuasaan klan Ampatuan. Gubernur Andal Ampatuan, bersama seorang putra dan 
empat anggota keluarganya ditahan sejak minggu lalu. Klan Ampatuan sudah 
berkuasa di Maguindanao sejak sepuluh tahun lalu. Mereka didakwa bersalah atas 
pembunuhan massal terhadap klan yang menjadi lawan politik mereka.


* PERINGATAN HARI MAHASISWA IRAN

Pemerintah Iran di Teheran mengirim banyak polisi turun ke jalan untuk mencegah 
unjuk rasa. Hari ini Iran memperingati tewasnya tiga mahasiswa di bawah 
pemerintahan Sjah pada 1953. Tiap tahunnya, mahasiswa Iran mempergunakan momen 
peringatan ini untuk menuntut lebih banyak kebebasan. Oposisi mengimbau para 
pengunjuk rasa untuk berkumpul di Universitas Teheran, dan dari sana 
berkeliling Teheran untuk berunjuk rasa. Karena itulah polisi berkumpul di 
daerah tersebut.

Pada situsnya, pemimpin oposisi Iran, Mir Hossein Moussavi menghujamkan kritik 
tajam mengenai penindasan mahasiswa di negaranya. Ia bereaksi keras terhadap 
penahanan mahasiswa yang terjadi beberapa hari lalu di Iran. Menurut Moussavi, 
penahanan tersebut tidak berguna. Selain itu, ia menyatakan, walaupun ditekan 
oleh pemerintah, pergerakan reformasi di Iran terus berkembang.


* UU PEMILU IRAK DISETUJUI

Parlemen Irak akhirnya menyetujui UU baru mengenai Pemilu. Dengan begitu, 
pemilu parlemen bisa digelar awal tahun depan. Para tokoh penting partai-partai 
Irak telah mencapai kesepakatan mengenai pembagian kursi di antara tiga 
kelompok masyarakat: kaum syiah, sunni, dan kurdi. Bulan lalu, wakil presiden 
Irak, Tareq al-Hashemi tidak menyetujui rancangan UU tersebut karena 
menurutnya, kaum sunni menerima sangat sedikit kursi. Kuam kurdi juga merasa 
dimarginalisasi. 

Rancangan UU terbaru nampaknya memuaskan semua pihak. masih belum jelas kapan 
pemilihan parlemen akan digelar. Kemungkinan besar, akhir Februari.


* RUSIA BERDUKACITA

Hrai ini Rusia menggelar hari dukacita untuk mengenang korban kebakaran Perm. 
Kebakaran yang terjadi di klub malam tersebut menewaskan 112 orang. Lebih dari 
140 orang luka-luka. Di seluruh negeri bendera setengah tiang dikibarkan dan 
upacara diadakan. Ahad malam kemarin daftar korban diterbitkan. Semua korban 
berusia antara 25-45 tahun. Kebakaran terjadi ketika kembang api dinyalakan. 
Langit-langit klub yang terbuat dari plastik terbakar dan meledak. Pemilik klub 
dan tiga orang lain yang terlibat ditangkap.


* BASESCU MENANGKAN PILPRES RUMANIA

Presiden menjabat Traian Basescu adalah pemenang pilpres di Rumania. Menurut 
KPU Rumania, Basescu berhasil merebut 50,4% suara. Sedangkan saingannya, Mircea 
Geoana dari partai sosial demokrat, meraih 49,6% suara. Persaingan ketat 
terjadi dalam penghitungan suara Ahad malam kemarin.

Basescu akan dibebani tugas berat untuk memperbaiki perekonomian Rumania. 
Karena situasi politik yang tidak stabil, IMF menunda peminjaman dana sebesar 
1,5 milyar euro untuk Rumania. Selain itu, Basescu juga bertekad memodernisasi 
Rumania dan memberantas korupsi.


* MORALES HAMPIR MENANG

Hampir bisa dipastikan, Evo Morales akan memenangkan pilpres Bolivia. Menurut 
hasil penghitungan suara sampai saat ini, ia unggul dengan 61% suara. Sedangkan 
lawannya, Manfred Reyes Villa, hanya mengantongi 25% suara. Morales yang 
beraliran kiri memiliki banyak pendukung dari kalangan rakyat miskin asli 
Bolivia. Morales, yang juga berasal dari penduduk asli Aymara, berjanji bahwa 
penduduk asli Bolivia akan lebih diperhatikan pada masa mendatang.

Belum lama ini, tercatat dalam UUD bahwa presiden yang sama dilarang memerintah 
untuk termin kedua. Pada sebuah referendum penduduk Bolivia menuntut agar 
aturan itu dihapus.


* BERITA BURSA

Bursa Amsterdam dubuka Senin lebih rendah. Tak lama setelah pembukaan indeks 
AEX rugi 0,4% pada 320 poin. Paris, Frankfurt, London turun 0.6%.

Bursa Jepang dibuka Senin jauh lebih tinggi. Indeks Nikkei naik 1.5% pada 
10.167 poin.

1 Eur = USD 1.48
1 Eur = Rp.13.974,-
1 USD = Rp.9.430,-


* MUSLIMAH JADI PUTRI PRANCIS DAN PRITA KEMBALI KE PENGADILAN

Pemenang Putri Prancis selanjutnya bisa saja seorang muslim. Dan banyak warga 
Prancis tidak suka akan hal itu. Demikian diangkat harian Belanda Algemeen 
Dagblad.

"Saya bangga akan agama saya," kata Juliette Boubaaya, kandidat kontes 
kecantikan Putri Prancis, yang berdarah campuran Aljazair dan Polandia. Ia 
beragama islam, fakta yang menimbulkan sedikit ketegangan di negara yang 
terkenal tidak ramah terhadap pendatang muslim. 

Kontes kecantikan Putri Prancis adalah pagelaran akbar. Dan Juliette membuat 
pemilihan ini jadi sedikit berbau politik dan religius. Di Prancis, debat 
mengenai identitas nasional sedang berlangsung panas. Pendatang dengan kulit 
berwarna, dan sering kali beragama islam, dianggap 'menodai' kemurnian Prancis. 
Mereka juga sering dianggap tidak menyumbangkan apa pun dalam kehidupan 
bermasyarakat. 

Dengan situasi ini, terang saja keikutsertaan Juliette dalam pemilihan ratu 
kecantikan Prancis menimbulkan pro-kontra. Artikel tentangnya yang dimuat di 
situs koran setempat terpaksa dihapus karena "memancing diskusi tidak sehat 
mengenai rasisme." Di sisi lain, penyelenggara pemilihan ini berpendapat 
positif. "Kami senang sekali Juliette ikut serta dalam kontes ini. Jujur saja, 
saya berharap ada pemenang Putri Prancis yang berasal dari Afrika Utara, 
seperti Juliette. Hal itu akan menimbulkan dampak sosial yang luar biasa," 
tegas penyelenggara. Demikian Algemeen Dagblad.

Beralih ke Indonesia. Kasus Prita Mulyasari menarik perhatian media 
internasional. Hari ini The International Herald Tribune mengangkat kisahnya.

Prita Mulyasari jadi terkenal. Mengutip pengacaranya, kisah Prita berawal from 
e-mail to jail. Prita adalah korban salah satu sistem hukum paling korup di 
dunia. Demikian The International Herald Tribune. 

Kecewa dengan pelayanan RS Omni, Prita mengeluhkan pengalamannya lewat e-mail 
kepada dua puluh kerabat, teman, dan rekan kerja. E-mail tersebut kemudian 
beredar dari  satu mailing-list ke mailing-list lain. Dan akhirnya jatuh ke 
tangan pengacara RS Omni yang menuntutnya atas tuduhan fitnah dan pencemaran 
nama baik. Prita kemudian dijebloskan ke penjara. Berbagi sel dengan pelaku 
kriminal, ia dijatuhi vonis enam tahun penjara. Kisahnya bocor ke media. 
Dukungan pun merebak. Prita akhirnya dibebaskan. "Di negara ini, orang kecil 
selalu kalah," kata Prita. "Saya orang biasa. Mungkin itu sebabnya banyak orang 
bersimpati dan mengidentifikasikan diri dengan saya," komentar Prita mengenai 
dukungan yang diterimanya.

Toh, kisahnya belum selesai. Ketika gembar-gembor media reda, Prita kembali 
diseret ke pengadilan. Sekarang, ia didakwa melanggar undang-undang informasi 
dan transaksi elektronik. Hukuman maksimal enam tahun penjara menantinya. Tiap 
kali proses pengadilan seolah selesai, tuntutan baru pasti mengikuti Prita. 
Juli lalu, kasusnya ditutup, namun tak lama kemudian penuntut mengajukan kasus 
baru melawan Prita. Semua adalah bukti bahwa sistem hukum Indonesia tidak bisa 
dipercaya. Demikian The International Herald Tribune.

"Saya sudah tidak percaya hukum Indonesia," kata Prita. "Saya cuma berdoa, 
semoga para juri dan hakim masih punya rasa kemanusiaan," katanya lagi.

Demikian The International Herald Tribune dan sekian pula Tinjauan Pers kali 
ini.


* KEBIJAKAN PEDOFILIA BARU

Sietse van der V. sudah berbulan-bulan mencari tempat tinggal. Pelaku pedofilia 
ini telah menyelesaikan masa tahanannya - tapi sudah dua walikota melarangnya 
untuk tinggal di wilayah mereka, karena takut ia akan menimbulkan masalah. 
Masyarakat sangat membenci pelaku pedofilia. Tak lama lagi sebuah proyek 
eksperimental akan dimulai untuk mencoba mengembalikan pelaku pedofilia ke 
tengah masyarakat Belanda. Laporan Philip Smet 
Kamis lalu, hakim membatalkan keputusan walikota Utrecht Heuvelrug. Walikota 
tidak boleh melarang Sietze van der V. tinggal di daerahnya. Demikian 
dinyatakan hakim. Toh, walaupun boleh tinggal di Utrecht Heuvelrug, Sietze van 
der V. tidak boleh beredar di dekat sekolah, kolam renang dan taman bermain. 
Pengadilan juga memutuskan, walikota Eindhoven - yang tadinya melarang Van der 
V. tinggal di sana - tidak berhak menolak pelaku pedofilia ini di kotanya. 
Sietse van der V. lega mendengar keputusan hakim, tapi sampai sekarang ia belum 
tahu di mana ia bisa tinggal. "Saya tidak bisa hidup tenang. Sudah dua setengah 
bulan saya berpindah-pindah, dan saya sudah muak."

Diskusi panas
Kembalinya pelaku pedofilia ke tengah masyarakat menimbulkan diskusi panas. 
Politisi harus menemukan jalan keluar. 8 Oktober lalu, Menteri Kehakiman Piet 
Hein Donner mengirim surat kepada Parlemen Belanda mengenai rencana-rencananya. 
Banyak sekali kebijakan dijelaskannya dalam surat itu: pelatihan wajib, 
pengawasan lebih lama, dan sistem reklasering (cara penanganan mantan napi, 
red) yang baik, penghapusan beberapa hak, pengawasan dengan alat elektronik, 
larangan kontak dengan beberapa pihak dan larangan mengunjungi beberapa  
lokasi, dan pemerintah lokal harus langsung mengetahui ketika napi dibebaskan. 
Sukarelawan
Sebuah lembaga baru juga telah berdiri: COSA, Circles of Support an 
Accountability, organisasi para sukarelawan dan tenaga profesional yang bekerja 
sama untuk membimbing para pelaku pedofilia. "Dengan rutin para sukarelawan 
berkontak dengan pelaku pedofilia," kata Sjef van Gennip, direktur Dinas 
Reklasering Belanda. "Kontak tersebut terdiri dari diskusi dan aktivitas 
bersama lainnya, seperti jalan-jalan atau berolah raga. Makin sering pelaku 
pedofilia berkontak dengan orang lain dan membicarakan masalahnya, akan semakin 
baik kita melihat motif dan pola pikirnya. Kita juga bisa mengetahui lebih baik 
apa yang bisa membuatnya berhenti melakukan tindakan pedofilia. Dengan cara 
itu, pelaku pedofilia tidak akan merasa terisolasi dan dihantui banyak hal. 
Dengan cara ini ia bisa kembali ke masyarakat." 
Minggu depan proyek COSA, sampai saat ini masih eksperimen, akan dimulai. Dinas 
Reklasering Belanda telah meneliti dan melatih semua sukarelawan untuk proyek 
tersebut. "Mereka punya berbagai pengalaman dan berasal dari berbagai studi dan 
bidang keahlian, tapi mereka semua harus memiliki intuisi bagus. Dalam kontak 
dengan pelaku pedofilia mereka harus waspada terhadap tindakan, kelakuan, atau 
pendapat yang tidak normal. Dengan cara itu mereka bisa memberi informasi 
terhadap Dinas Reklasering." 
Di Kanada dan Britania Raya, COSA telah bekerja dengan baik, kata Van Gennip. 
Jumlah residivis (mantan napi yang kembali melakukan kejahatan yang sama, red) 
berkurang 70%. Menurut para ahli, sistem tertutup sama sekali tidak berlaku di 
sini. 
Walikota
Keempat kota besar di Belanda juga akan ikut serta dalam eksperimen yang 
melibatkan 11 pemerintah kota lainnya. Jauh sebelum napi dibebaskan dari rumah 
tahanan, pemerintah kota sudah diinformasikan mengenai pembebasannya. Dengan 
cara itu, pemerintah setempat bisa mempersiapkan kembalinya napi ke masyarakat 
dengan baik. 
Walikota Utrecht Aleid Wolfson menulis surat panjang mengenai hal ini kepada 
pejabat pemerintah kota. Ia menekankan, walikota tidak boleh mencampuri wilayah 
kerja instansi profesional (seperti Kejaksaan Agung, Dinas Reklasering, 
Penyedia Perumahaan). Tapi pemerintah harus mengawasi "agar instansi-instansi 
tersebut memperhitungkan risiko yang akan menggangu keteraturan dan keamanan 
umum." Karena itu, walikota tidak akan bertanggung jawab atas resosialisasi 
mantan napi, tulis Wolfson. 
Selain itu, semua pihak yang terlibat sepakat, kesejahteraan dan keamanan 
anak-anak adalah hal paling utama.


* APAKAH SHELL BERSALAH DI NIGERIA?

Bisakah Shell diminta tanggungjawab atas pencemaran lingkungan di Nigeria? 
Itulah pertanyaan utama dalam perkara pengadilan di Den Haag, dimulai Kamis 
lalu. Perkara ini diajukan oleh para petani Nigeria bersama dengan LSM 
Lingkungan Belanda Milieudefensie. Para penuntut Nigeria menuntut baik anak 
perusahaan Shell di Nigeria maupun kantor pusat Shell di Belanda. Laporan 
Marijke Koeman. 

Para petani Nigeria, berasal dari berbagai desa di delta Niger, kehilangan 
sumber pendapatan mereka akibat bocornya minyak dari pipa minyak Shell di tahun 
2005, yang mematikan ladang mereka. Para nelayan juga kehilangan sumber 
pendapatan akibat minyak yang mencemari sungai tempat mereka mencari ikan. Para 
penuntut ini menuntut ganti rugi dari perusahaan multinasional itu. Di samping 
itu, mereka juga menuntut Shell untuk membersihkan tanah. 

Shell Belanda atau Shell Nigeria?
Shell menyatakan tidak bertanggung jawab. Eksploitasi minyak di delta Niger 
dilakukan oleh perusahaan Shell Nigeria SPDC. Menurut multinasional Shell di 
Belanda, SPDC adalah lembaga yang beroperasi secara mandiri. Atas permintaan 
Shell, hakim akan menangani pertama-tama mengenai pertanyaan apakah Shell 
Nigeria bisa diseret ke pengadilan Belanda untuk dimintai tanggungjawab.


Oktober tahun ini, Shell meminta perhatian pers Belanda mengenai posisi Shell 
di Nigeria.  "SPDC bersimpati dengan penduduk di delta Niger tapi meminta 
perhatian atas kompleksnya situasi. Mayoritas besar pencemaran minyak terjadi 
akibat sabotase dan vandalisme. Kekerasan serta kriminalitas mengganggu jalan 
masuk ke wilayah itu sehingga upaya pembersihan menjadi sangat sulit". 

Kebijakan ditentukan di Belanda
Pada hari pertama sidang, pengacara Shell Jan de Bie Leuveling menunjuk pada 
pencemaran yang diakibatkan oleh sabotase penduduk lokal.  Juga ditegaskan 
tidak ada alasan untuk mengajukan kasus ini ke pengadilan Belanda karena 
peristiwa terjadi di Nigeria di bawah tanggungjawab Shell Nigeria. Pengacara 
Michel Uiterwaal dari pihak penuntut menunjukkan selama sidang bahwa kebijakan 
lingkungan tidak diputuskan oleh Shell Nigeria tapi oleh kantor pusat Shell.  

Menurut LSM Milieudefensie, kebocoran minyak di desa-desa Nigeria mengikuti 
pola pencemaran yang sistematis dan merendahkan hak-hak penduduk lokal. 
Jurubicara Geert Ritsema dari Milieudefensie mengatakan: "Keuntungan Shell 
mencapai milyaran. Pada saat sama perusahaan tidak menghormati hukum, 
bertanggungjawab atas pencemaran lingkungan dan merugikan kepentingan petani 
dan nelayan di Nigeria, yang tidak memiliki sumber mata pencaharian lain". 

Trik hukum
Apakah pengadilan di Den Haag akan menangani kasus para penuntut, tergantung 
pada keputusan tahap pertama dalam perkara ini. Ini hanya menyangkut pertanyaan 
apakah pengadilan di Den Haag memiliki wewenang untuk menangani gugatan 
terhadap Shell Nigeria. "Bahwa perusahaan sebesar itu berupaya menggunakan 
trik-trik hukum untuk lepas dari tanggung jawab, sungguh menyedihkan", kata 
Geert Ritsema dari Milieudefensie.

Keputusan akan diambil 30 Desember.


* GAME KOMPUTER TENTANG WILAYAH KUMUH

Oleh Eelco Walraven
Kisah hidup Mavra Avellar, seorang gadis di wilayah kumuh Brasil menjadi 
permainan komputer. Dengan peluncuran Free Legend Game,, organisasi kerjasama 
pembangunan Kidsrights ingin lebih melibatkan kalangan remaja dalam 
penyelenggaraan Hadiah Perdamaian Anak-anak Internasional yang berlangsung tiap 
tahun.
"Remaja tidak baca koran. Karena itu kami menyusun permainan komputer ini, di 
mana anak-anak Belanda bisa mengikuti kehidupan sehari-hari rekan seusia mereka 
di negeri lain," kata Livia van der Graaf, proyek manajer Kidrights. 
'Live the story, spread the word' adalah moto Free Legend Game. Agar bisa 
memainkan game ini, anak-anak harus memahami kisah hidup tokoh-tokoh dalam 
cerita. Remaja yang mencoba mengubah lingkungan hidup mereka. Kami berharap, 
ini bisa menjadi sumber inspirasi. Tapi, kami juga realistis. Kami tidak akan 
bisa mengubah begitu saja remaja yang memang tidak tertarik."
Mars protes
Kisah hidup Mavra Avellar menjadi tema utama permainan. Tahun lalu, gadis ini 
mendapat Hadiah Perdamaian Anak-anak Internasional. "Mavra Avellar tinggal di 
daerah kumuh, di mana kerap terjadi baku tembak antara kelompok bandit dan 
polisi. Selama berlangsung pertempuran, polisi mengepung sepenuhnya wilayah 
kumuh yang bersangkutan. Ketika itu Mavra Avellar mempelopori berlangsungnya 
mars protes, dengan tujuan, meminta pada pihak polisi agar tidak melakukan 
patroli pada jam-jam sekolah," kata Livia van der Graaf.
"Salahsatu perintah dalam game ini adalah, berusaha menggambarkan wilayah 
pemukiman yang dikepung tersebut sebaik mungkin. Ini bisa dalam bentuk foto, 
atau film pendek, dengan menggunakan Leggy. Leggy adalah sebuah tangan, yang 
mempunyai dua kaki, dua mata dan dua jari warna oranye, membentuk huruf V, 
sebagai simbol kebebasan. "Untuk setiap perintah, semua peserta mendapat 
kredit. Pengirim foto atau film paling menarik, mendapat nilai paling tinggi."
Widget
Livia van der Graaf sadar, saingan dari berbagai game lain sangat ketat. 
"Walaupun demikian, kami pikir, game ini cukup menarik. Paling tidak, bagi 
kalangan remaja yang memang tertarik pada perkembangan masyarakat. Jika mereka 
melihat widget yang kami sebarkan. Yaitu aplikasi mini dari permainan ini. Yang 
bisa mereka lihat di halaman Hyves atau Facebook rekan mereka, kami harap, 
mereka akan tertarik untuk memainkan game ini."
Kidsrights berharap pada tanggal 31 Desember 2009 nanti, sekitar 250 remaja 
sudah terdaftar untuk mengikuti permainan ini. Livia van der Graaf: "Kami aktif 
menghubungi mereka di berbagai festival remaja. Selain itu, setiap bulan kami 
menyediakan hadiah satu telepon genggam, bagi pengirim terbaik."
Pada bulan Maret 2010 nanti, peserta yang meraih nilai paling tinggi, akan 
mendapat hadiah. "Bentuk hadiah, masih kami rahasiakan."
KADER
Hadiah Perdamaian untuk Anak-anak
Tahun ini, Hadiah Perdamaian Anak-anak Internasional jatuh pada Baruani Ndume, 
remaja pria warga Republik Demokratis Kongo. Ia menerima hadiah ini berkat 
siaran radio yang ia susun 'Children for Children'. Dalam siaran ini ia 
membahas kehidupan anak-anak di kamp pengungsi Tanzania. 
Hadiah Perdamaian Anak-anak Internasional, mulai diselenggarakan sejak tahun 
2005, oleh para pemenang Hadiah Nobel Perdamaian. Hadiah pertama diberikan 
secara anumerta pada mendiang Nkosi Johnson, seorang remaja Afrika Selatan, 
yang pada masa hidup singkatnya, mendobrak tabu membicarakan pasen hiv di 
negerinya.

·2005: Nkosi Johnson (Zuid Afrika) 
·2006: Om Prakash (India) 
·2007: Thandiwe (Zambia) 
·2008: Mavra Avellar (Brazilie) 
·2009: Baruani (Congo) 
·
·Situs web Hadiah Perdamaian Anak-anak Internasional: Kindervredesprijs 
<http://kindervredesprijs.nl/>


* SIDANG KEDUA DEMJANJUK

Berita Terbaru: Di Munchen, pengadilan perkara pembunuhan yang dilakukan John 
Demjanjuk ditunda, karena tertuduh yang kini berusia 89 tahun, sakit. Menurut 
hakim Ralph Art, karena sakit, Demjanjuk tidak melanjutkan sidang, dan sidang 
ditangguhkan hingga tanggal 21 Desember mendatang. Rob Fransman adalah salah 
seorang anggota tim jaksa penuntut dalam sidang pengadilan Demjanjuk. Ia 
membuat weblog tentang jalannya sidang, untuk Radio Nederland.
Tulisan ini merupakan laporan sidang hari kedua.
Pada masa persiapan sidang, status hukum beberapa warga Belanda berubah. 
Pertama, kami termasuk tim jaksa penuntut. Dan kini, kami juga merangkap 
menjadi saksi dari pihak penuntut.
Kami mendapat panggilan resmi untuak hadir di pengadilan sebagai saksi. Menurut 
para penasehat hukum kami, pertanyaan hakim akan bersifat formalitas teknis. 
Karena, apalagi yang bisa kami sampaikan, kecuali bahwa orangtua kami dibunuh 
di kamp Sobibor? "Sebenarnya sederhana," demikian dikatakan pada kami. "Duduk 
di bangku saksi, menyebut nama kami, dan mengiakan tanggal lahir." Hanya itu 
tugas kami. Anehnya, saya sudah punya prasangka, yang terjadi akan sama sekali 
lain.
Ternyata prasangka saya benar. Sama sekali lain. Sangat berbeda.
Sidang dimulai dengan giliran bicara advokat Demjanjuk, Ulrich Busch, yang 
panjang lebar. Tampaknya, itu memang startegi yang ia pilih. Memanfa'atkan 
waktu bicara semaksimal mungkin, dan berusaha mengarahkan jalannya sidang. Saya 
mengerti, Ulrich Busch, tentu akan berusaha membela kliennya sebaik mungkin. 
Yang saya tidak mengerti adalah mengapa ia berusaha keras memprovokasi kami. 
Misalnya, kemarin, ia mencampur-adukkan korban dan pelaku kejahatan. Dan hari 
ini, ia menamakan Shoah sebagai Holocaust kedua.
Ia berdalih, pembunuhan yang dilakukan kaum Nazi atas tahanan perang Rusia, 
adalah Holocaust pertama. Tentu saja, jumlah mereka yang dibunuh sangat banyak. 
Dan tentu saja, itu pun mengerikan. Tetapi, membandingkan pembunuhan tersebut 
dengan Holocaut benar-benar suatu provokasi.
Saya bertanya pada advokat, mungkin maksud sang pembela membuat kejutan pada 
kami dan hakim. "Itu taktik," jelas advokat kami. Ia menyebutnya taktik 
kejutan. Ulrich Busch berharap, dengan provokasi ini, kami akan terpancing 
untuk mengatakan sesuatu, yang dalam pembelaan nanti bisa ia manfa'atkan. Saya 
tidak tahu, manfa'at seperti apa. Semua rincian peristiwa sangat jelimet. Dan 
saya tidak memahami berbagai istilah hukum yang digunakan. Pada dasarnya, kami 
tentu saja tidak mengetahui rincian kejadian di kamp. Pihak pembela tampaknya 
berharap, akan memanfa'atkan hal ini. Mungkin saja Dermjanjuk cuma jadi tukang 
sapu jalan di Sobibor.
Ketika Ulrich Busch selesai bicara, terjadi sesuatu yang tidak akan saya 
lupakan selama hidup. Hakim membacakan daftar nama semua anggota keluarga tim 
penuntut yang dibunuh di Sobibor. Tanpa emosi, dengan suara halus, hakim 
membacakan:
Isaac French, lahir di Amsterdam, 23 Juli 1898, meninggal 9 April 1943 di 
Sobibor; Rachel French-Lochem, lahir di Amsterdam 7 Juli 1900, meninggal 9 
April 1943, di Sobibor.
Saya mendengar nama-nama tersebut dibacakan, dan mulai menangis. Lihat, saya 
datang ke sana bagaikan pahlawan, gagah. "Saya bisa," demikian dugaan saya 
ketika itu. "Saya sanggup." Tentu, saya tidak menyesal, saya telah menyatakan 
mau datang ke sini. Tapi, sekali lagi, saya menangis. Saya kira, saya akan 
mampu menahan emosi. Seorang perawat membawakan segelas air buat saya. 
Ternyata, bagi setiap orang di ruang sidang ini, saya bagaikan buku terbuka. 
Bukan hanya bagi sang perawat.
Shoah adalah suatu pengertian menyangkut angka-angka raksasa. Enam juta: tiga 
juta korban di Auschwitz; duaratus ribu tewas dibunuh di Sobibor. Jumlahnya 
luar biasa. Tetapi, selama tahun-tahun yang sudah berlalu, tidak pernah nama 
ayah dan ibu saya dibaca di ruang sidang. Saya kerap membaca Kadish. Warga 
yahudi membaca Kadish hanya pada saat-saat sangat istimewa. Saya tidak pernah 
sengaja membacanya, khusus untuk orangtua saya. Jangan tanya kenapa. Cara sang 
hakim hari ini membacakan dua nama orangtua saya bagaikan sebuah do'a. Ia 
membaca Kadish buat saya. Sungguh ironis, oleh seorang hakim Jerman di Munchen.
Segelas air  ternyata bisa menimbulkan keajaiban. Tapi pembacaan nama-nama, 
bukan akhir acara sidang hari itu. Selanjutnya giliran saksi-saksi. Empat orang 
di muka kami, menceritakan pengalaman mereka. Siapa mereka, berapa usia mereka 
pada saat perang berakhir, siapa yang menyampaikan pada mereka bahwa orangtua 
mereka akan kembali pulang, siapa yang menampung mereka, jika sekian banyak 
anggota keluarga meninggal di Sobibor, apakah mereka juga masih termasuk 
famili. Oh ...
Hakim menanyakan hal-hal seperti ini dengan sangat sopan, dan suara halus, 
sangat akrab. Jika saksi tampak emosional, ia juga sabar menunggu. Dan tentu 
saja orang emosional. Anda tentu ingin mendengar kisah sepucuk surat, yang 
dilemparkan dari kereta api. Tapi, kisah itu tidak akan saya tulis di sini. 
Bila demikian, blog ini akan menjadi sangat panjang.
Menurut rencana, hari ini akan lebih banyak lagi saksi-saksi yang dapat 
giliran. Sayang, sidang terpaksa ditunda, karena Demjanjuk sakit. Menurut 
dugaan, ia terlalu lama berbaring pada salahsatu sisi tubuhnya. Dokter 
Demjanjuk menyatakan, tertuduh sudah kecapaian. Besok, giliran saksi-saki lain. 
Termasuk saya. Urusan saya belum selesai.


* SIRKUS IKLIM MASUK KOPENHAGEN

Denmark, kota kelahiran Hamlet, bir Carlsberg dan orang-orang menarik yang 
jarang terlihat. Dan mulai hari ini, dan untuk selama 10 hari mendatang, 
Kopenhagen menjadi rumah suatu peristiwa terakbar dan bergengsi dunia. KTT PBB 
mengenai Perubahan Iklim. Karena konperensi mengenai apa saja aktivitas manusia 
yang bisa memperburuk iklim dunia, maka ada diskusi panas apakah para peserta 
harus datang naik pesawat. Atau lebih parah lagi, jika ketahuan mereka 
menggunakan fasilitas pesawat terbang. Ini memang noda hitam untuk para 
politisi dan selebritis, sementara untuk para aktivis Eropa, terbang bukanlah 
suatu pilihan. 


Kereta api, bis-bis dan sepeda berdatangan memenuhi ibukota Denmark. Sabtu lalu 
pukul 9 pagi kereta api ekspres khusus KTT Iklim berangkat dari stasiun pusat 
Brussel, membawa puluhan politisi, ilmuwan, aktivis, dan juga pers untuk 
perjalanan selama 13 jam. Perjalanan itu ditanggung tidak berdampak karbon. 13 
jam dari belgia, tapi bagi sebagian orang mereka sudah berada di perjalanan 
lebih lama lagi ...

"saya baru saja tiba dari Kyoto dan sekarang naik kereta ekspres ini, yang 
merupakan babak akhir dari perjalanan simbolis antara Kyoto dan Kopenhagen. 
Saya sudah non-stop naik kereta mulai tanggal 21 Nopember lalu, ketika 
pertama-tama mengendarai kereta api trans-Siberia. Saya suka kereta, dan anda 
tahu kenapa? Ini bukan hanya kereta, tetapi karena orang-orang yang saya jumpai 
di kereta. Ini suatu pengalaman yang luar biasa, kereta selalu mempertemukan 
orang. Kamu bisa melihat berapa banyak jumlah kita sekarang, dan kita bisa 
berdiskusi, ini adalah awal dialog, kerjasama dan saya rasa ini cara yang 
terbaik untuk menyelesaikan masalah iklim."

Kertas daur ulang
Berbagai informasi yang bertema lingkungan menyambut para "penumpang ekologis" 
begitu mereka duduk di kereta. Pamflet-pamlet yang glossy tapi dibuat dari 
kertas daur ulang, menceritakan bahwa makanan di restorasi kereta semuanya 
organik dan produk lokal. Yang lainnya menyampaikan pesan bagaimana membuat 
pesta klimat ini sebuah sukses. bahkan bantal-bantal kecil untuk beristirahat 
di kereta juga dihiasi tulisan "Kopenhagen harus menghasilkan persetujuan iklim 
yang adil, ambisius dan mengikat."

Suasana di kereta seperti hari pertama tahun sekolah. Di gerbong yang satu 
berkumpul para aktivis yang dengan pena-pena berwarna cerah membuat psoter yang 
menuntut akhir dari emisi karbon. Kemudian mereka menempelkan poster itu di 
jendela kereta, sehingga kesannya seperti kelas taman kanak-kanak yang penuh 
hiasan. Bahkan juga ada tukang sulap di atas kereta, walaupun apa hubungannya 
dengan pesan iklim tidaklah jelas.

"saya punya setumpuk kartu di sini dan saya minta anda menarik salah satunya, 
tidak peduli yang mana, kapan saja. Anda cuma perlu meletakkan tangan di mana 
anda mau ..."

Harapan
Tapi ini bukan permainan anak kecil. Para penumpang adalah orang-orang penting 
yang bisa mengubah pendapat dunia. Seperti Jean Pascale van Ypersele dari IPCC, 
Intergovernmental Panel on Climate Change. Organisasinya mengevaluasi 
penyelidikan ilmiah yang menjadi dasar semua perundingan selama KTT. Dan dia 
sadar betul akan apa harapan banyak orang dari KTT yang berlangsung selama 2 
minggu ini 

"saya rasa Kopenhagen akan menghasilkan persetujuan penting, suatu langkah 
penting - jauh lebih penting dari KTT Kyoto. dan saya sangat optimis kita akan 
mencapai satu kesepakatan. Tapi bersamaan dengan itu, apabila KTT ini selesai 
kita sudah memikirkan persiapan untuk perundingan berikutnya, karena ini saja 
tidak cukup. Kita harus melanjutkan perundingan iklim sehingga bisa lebih 
banyak reduksi yang dihasilkan. Kita harus emlakukannya sebelum akhir abad ini, 
menuju emisi global yang negatif."

jadi dalam banyak hal kereta ini memberikan refleksi yang akurat dari para 
pemain di Kopenhagen selama 2 minggu mendatang.

Pikiran membingungkan
Di gedung konperensi yang terletak beberapa kilometer dari pusat kota, lebih 
dari 100 pemimpin pemerintahan dan 20.000 anggota delegasi akan bertemu untuk 
membicarakan masalah-masalah pelik yang kadang membingungkan otak. Bilyaran ton 
karbon versus bilyaran dolar yang merupakan patokan iklim.

Di luar gedung konperensi, dan disetiap sudut ibukota Denmark ini, mereka yang 
merasa berkepentingan dengan iklim bisa mengumandangkan pesan kepada para 
anggota delegasi, penduduk dan dunia lewat media yang hadir dalam jumlah besar.

Setelah menanti selama berbulan-bulan, akhirnya konperensi ini dimulai juga. 
Apakah kado natal akan datang dalam waktu singkat bagi mereka yang mengharapkan 
persetujuan yang tegas, ataukan ini hanya kado kosong belaka?


* 100% MOBIL LISTRIK, MAHAL TAPI MUNGKIN

Mengendarai mobil listrik sepenuhnya, sudah memungkinkan. Di Belanda sudah ada 
sejumlah kecil orang yang pulang pergi ke tempat kerja dengan menggunakan 
listrik dari stopkontak. Tapi toh dibutuhkan penyesuaian, dan ini tidaklah 
murah. Laporan Thijs Westerbeek van Eerten.

Marjan Minnesma adalah direktur Urgenda, yayasan yang mempromosikan mobil 
listrik. Pada saat sama ia merupakan salah satu orang Belanda yang benar-benar 
mempraktekkan apa hal itu. Ia menganderai mobil listriknnya 'Think' untuk  
bekerja atau berbelanja, seperti orang Belanda lain menggunakan mobil mereka. 
 
Minnesma, duduk di belakang stir, tampak puas dengan Think, mobil listrik mini 
buatan Norwegia. Tapi menambahkan ia mengendarai secara berbeda. Ia harus 
selalu memperhitungkan bahwa jarak yang dapat dicapai dengan mobilnya hanya 
sekitar 180 kilometer. Jadi kalau ia ada janji dan harus menempuh jarak lebih 
dari  80 kilomter dan tidak bisa pulang dengan muatan listrik yang ada, maka ia 
harus mengaturnya jauh-jauh hari.  

Kami biasanya bertanya pada orang-orang 'Apakah ada stopkontak di dekat-dekat 
rumahmu karena  saya akan datang dengan membawa sambungan kabel listrik, dan 
kami mau mengisi baterai mobil saat kami rapat atau di mana saja'....Mereka 
senang. Saya lihat para seketaris  merangkak-rangkak di lantai untuk cari 
stopkontak, anda menglami hal-hal  yang luar biasa..." 

Walaupun menurut Marjan lucu, tapi ia segera menuding pada kekurangan: jaringan 
titik pengisian terlebih titik-titik pengsisian cepat belum ada. Pendekanya 
infrasturktur untuk bisa memperkenalkan mobil listrik secara besar-besaran, 
belum ada. Keungkin pembangunan jaringan semacam itu di tahun-tahun mendatang 
sudah akan dilakukan. Investasi puluhan juta euro dari pemerintah harus bisa 
menghasilkan lebih dari sepuluh ribu titik pengisian pada 2012. Sementara, 
belum sejauh itu. 

Jadi saat ini orang masih harus membiasakan diri untuk selalu mengisi mobilnya 
apabila sampai di rumah. Untuk mengisi Think secara penuh butuh 10 jam lebih. 
Namun ini akan segera membaik. Pengisian akan bisa dilakukan lebih cepat dan 
mobil bisa menjangkau jarak lebih panjang. Sekali lagi, itu masih mimpi indah.  
 

Tapi tidak semuanya serba susah seperti itu. Biaya pengisian hanyalah 4 euro, 
dan anda bisa mencapai jarak 180 kilometer. Hitung saja kalau anda menggunakan 
mobil bensin atau disel. Seperti mobil listrik lain, Think enak dikendarai. 
Dalam praktek sehari-hari, jarak 180 kilometer itu memadai. Tidaklah 
mengherankan karena rata-rata jarak yang ditempuh orang kerja di Belanda adalah 
60 kilometer setiap hari. Di samping itu, anda bisa berkendaraan dengan rasa 
nyaman karena emisi CO2 yang dikeluarkan hanyalah satu gram. Yang terakhir ini 
yang penting.

Sebenarnya, keberatan terbesar saat ini adalah harga. Dengan harga 39 ribu 
euro, yang paling murah di pasaran, mobil listrik Minnesma masihlah terlalu 
mahal. Bagi perusahaan sangat menarik karena adanya berbagai subsidi lingkungan 
tapi bagi pengendara mobil swasta tidaklah demikian. Pokoknya masih terlalu 
mahal, dan ini diakui oleh Marjan Minnesma. Minnesma menjelaskan yayasanya akan 
'memaksa' harga mobil listrik diturunkan

Kami dari Urgenda sibuk dengan sejumlah besar perusahaan untuk pembelian 
besar-besaran. Kami melakukan 'tender'. Ini artinya, kami memberi perintah pada 
perusahaan untuk menyediakan 4000 mobil listrik,  nilainya mencapai jutaan, 
yang memenuhi persyaratan. Persyaratan itu berkaitan dengan jarak jangkau, 
lamanya waktu untuk mengisi listrik, tapi terutama juga harga, yang harus 
sesuai harga pasar". 

Dengan kata lain: tidak lebih mahal dari mobil bensin atau disel. Menurut 
Marjan, itu akan diacapai tiga tahun lagi.


* SBY TAK PERLU KHAWATIR ATAS UPAYA PEMAKZULAN DIRINYA

Pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sehubungan dengan rencana aksi 
demo pada hari anti korupsi Rabu lusa mengundang berbagai reaksi. SBY 
mengatakan gerakan sosial itu memiliki motivasi politik tertentu dan tidak 
berhubungan dengan semangat anti korupsi. Yang dimaksudkan motif politik di 
sini adalah untuk memakzulkan SBY melalui skandal Bank Century. Menurut 
pengamat sosio-politik dari Universitas Airlangga Surabaya, Hotmaan Siahaan, 
mungkin saja ada sedikit kebenaran dalam pernyataan itu. 

"Bisa saja terjadi karena mungkin di antara para aktivis ada yang berseberangan 
dengan beliau. Bisa saja tokoh-tokoh aktivisi yang bertebaran begitu banyak, 
ada yang tidak suka dengan kepemimpinan SBY. Tapi apakah itu kemudian harus 
disikapi bahwa itu ditujukan untuk menggulingkan kekuasaan kan tidak mungkin"

Senada dengan Hotman, pakar politik dari UGM Yogyakarta, Dr. Muhadjir Darwin 
mengatakan yang penting adalah pengungkapan apakah dalam kasus Bank Century ada 
unsur penyimpangan kekuasan, ada uang yang masuk ke tim sukses SBY. 

"Bisa saja ujungnya ke sana (pemakzulan, red), tapi itu juga tidak usah 
dikhawatirkan sejauh tidak ada alasan yang cukup untuk itu. Pointnya adalah 
apakah memang Century itu mengandung unsur penyimpangan kekuasaan yaitu adanya 
penggelondoran uang masuk ke tim sukses SBY". 

Muhadjir Darwin menambahkan, kalau tidak ada bukti-bukti hukum yang jelas, kan 
tidak mungkin memungkin menimbulkan pemakzulan. Seandainyapun  ada 
kesalahanpun, masih dipertanyakan apakah DPR akan mengambil langkah sejauh itu. 
"Karena mungkin masih ada kalkulasi politik untung-rugi menurunkan SBY". 

Apabila SBY mengatakan gerakan ini memiliki motivasi politik terntentu, maka 
memang segala upaya untuk mengkritisi, membantu, atau mengoreksi kebijakan 
pemerintah adalah sebuah kebijakan politik. Hotman menambahkan bukan hanya kali 
ini saja SBY mengeluarkan pernyataan seperti itu. "Dalam berbagai kesempatan 
bahwa itu seolah-olah ditujukan untuk charachter assassination terhadap Partai 
Demokrat, terhadap dirinya, seolah presiden menjadi sasaran".  

Laporan lengkap dapat diikuti di www.ranesi.nl.


* FOTO-FOTO TERLARANG DARI HINDIA BELANDA

Selasa, 8 Desember diterbitkan buku yang berisikan foto-foto terlarang yang 
dibuat di Hindia-Belanda atau Indonesia antara tahun 1945 hingga akhir 1949. 
Foto-foto yang dilarang pemerintah Batavia, karena hanya mau memberikan 
gambaran yang positif tentang perang ketika itu. Foto tentara yang terluka 
tembak, atau penduduk yang ditangkap dan diancam laras senapan, foto-foto yang 
boleh dibilang kontroversial, tidak pernah muncul di media Belanda. Rene Kok, 
Erik Somers dan Louis Zweers menggabungkan hampir 200 foto dalam buku mereka 
'Perang Kolonial 1945-1949: Dari Hindia Belanda ke Indonesia. Radio Nederland 
berbincang dengan salah satu penulisnya Erik Somers:


Rene Kok, Erik Somers dan Louis Zweers memang sudah lama menyelidiki berbagai 
arsip gambar dan juga fotografi mengenai perang dunia II. Selain itu mereka 
juga menyelidiki arsip-arsip foto di periode dekolonisasi Hindia-Belanda antara 
1945 hingga 1949. Ketika itu banyak wartawan yang di embed oleh pemerintah 
kolonial untuk membuat foto-foto perang. Para wartawan ini diwajibkan untuk 
menyerahkan semua foto yang dibuat ke Batavia untuk diseleksi, sebelum dikirim 
ke media di Belanda. Banyak foto yang tidak terseleksi karena dianggap 
mengandung unsur-unsur yang mengagetkan sehingga bisa meresahkan sanak keluarga 
serta penduduk Belanda. Foto serdadu yang terluka misalnya, tidak pernah 
ditampilkan di media, atau tawanan perang.

Sebenarnya periode 1945, setelah 17 agustus dan 1949, dikenal dengan periode 
bersiap, dan setelah itu dimulai aksi polisionil I dan II oleh Belanda, dan 
berakhir dengan penyerahan kedaulatan Desember 1949. Istilah aksi polisionil 
memang sengaja tidak digunakan oleh ketiga penulis. Menurut mereka istilah ini 
digunakan pemerintah belanda untuk membenarkan aksi di Indonesia yaitu 
mengembalikan ketenangan dan pemerintahan di Hindia-Belanda, dan sedikit banyak 
digunakan untuk menutup-nutupi apa yang terjadi ketika itu. Setelah menyelidiki 
ratusan foto yang ditemukan, ketiganya menyimpulkan, bahwa sejak hari pertama 
pasukan Belanda datang ke Indonesia, dimulailah periode perang, dalam hal ini 
perang kolonial.



Memang saat itu banyak foto yang beredar mengenai perang. Tujuan utama dari 
buku ini adalah menerangkan kepada rakyat Belanda, bahwa pemberitaan mengenai 
perang ketika itu, terutama foto, telah terlebih dulu diseleksi, disensor oleh 
pemerintah, dinas intel dan militer Belanda. Hanya diperlihatkan foto-foto yang 
sesuai dengan kebijakan pemerintah, kebanyakan foto-foto yang menutup-nutupi 
dan tidak memperlihatkan situasi yang sebenarnya. jadi foto-foto yang tidak 
membuat khawatir sanak keluarga para militer di Belanda. Ketika itu ada 120.000 
tentara Belanda dikirim ke Indonesia.

Foto-foto yang ada diterbitkan sekarang, jsutru foto yang dilarang atau ditolak 
oleh badan sensor, tapi oleh karena satu dan lain hal masih tetap disimpan di 
berbagai badan arsip. Foto-foto ini menunjukkan gambaran lain tentang perang, 
kekerasan, teror dan lainnya, atau gambaran perang sesungguhnya.



Rakyat Belanda tidak boleh merasa khawatir akan nasib tentara, sanak keluarga 
mereka yang ditugaskan ke Hindia-Belanda. Itulah tujuan utama. Setiap bentuk 
keresahan, apalagi tentangan terhadap perang ini membawa dampak negatif bagi 
pemerintah dan pimpinan militer Belanda ketika itu. Termasuk foto-foto di mana 
penduduk Indonesia menyambut gembira pasukan Belanda yang ketika itu 
'dianggap'sebagai pembebas. 

Kebijakan yang sama juga digunakan pemerintah Amerika Serikat dalam perang 
Irak. Dan juga di Afghanistan. Foto-foto yang dipublikasi sebisa mungkin tidak 
membuat orang bereaksi negatif. Foto-foto yang dibuat embedded fotografer, dan 
dibuat berdasarkan permintaan pemerintah atau militer. Foto-foto ini bertolak 
belakang dengan cerita para serdadu yang kemudian kembali ke Belanda. Setibanya 
di tanah air mereka merasa tidak dihargai, karena gambaran publik tentang 
perang itu sangat positif. Tidak ada kejahatan, kekerasan, teror atau aksi 
berdarah. Selain itu Belanda juga perlahan-lahan harus menerima bahwa mereka 
kehilangan wilayah koloni dan dari awalnya perang ini sudah dianggap gagal. 
Satu hal yang sudah pasti tidak menimbulkan simpati publik.



Banyak reaksi diterima ketiga penulis, terutama dari kalangan veteran KNIL di 
Belanda. dan juga dari anak-anak mereka, generasi kedua setelah perang. Buku 
ini, dan terutama foto-foto tersebut menjelaskan mengapa ayah mereka tidak mau 
berbicara tentang perang. Atau justru bercerita banyak menjelang berbagai 
kekerasan yang terjadi di saat perang, menjelang akhir hayat mereka. Bahwa itu 
adalah perang, dan bukannya liburan panjang ke Timur Jauh. Dengan kata lain 
buku ini menceritakan sisi negatif dari perang.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.radionetherlands.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[email protected]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke