---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Rabu 09 Desember 2009 15:30 UTC



** TUDUHAN LAIN PADA KLAN AMPATUAN

** AMERIKA INGIN TUNTASKAN KONFLIK AFGHANISTAN

** IRAN BEBASKAN TIGA WARGA BELGIA

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: PUTRA MAHKOTA WILLEM ALEXANDER, PANGERAN 
PROPERTY?

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: LARANGAN KRISTENISASI DI MAROKO

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: PEREMPUAN AFGHANISTAN HIDUP DI BALIK TEMBOK 
TINGGI

** GEMA WARTA TINJAUAN PERS: PERUBAHAN SIKAP UNI EROPA TERHADAP MASALAH 
PALESTINA DAN PROBLEM MINORITAS MUSLIM DI THAILAND SELATAN

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: DEMONSTRASI ANTI KORUPSI LANCAR

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: RAWAGEDE BELUM SELESAI



* TUDUHAN LAIN PADA KLAN AMPATUAN

Klan Ampatuan di Pulau Mindanao, Filipina, selain dituduh melakukan pembunuhan 
massal dua pekan lalu, kini juga dianggap bertanggung-jawab bagi sekitar 200 
kasus pembunuhan lainnya. Demikian dinyatakan oleh komisi hak azasi manusia 
nasional berdasarkan pengakuan sejumlah saksi. Menurut komisi, akibat tuduhan 
pembunuhan massal tersebut, pengaruh kekuasaan klan berkurang, dan para saksi 
mulai berani membuka mulut. Kini mulai diupayakan mencari para korban. 
Diperkirakan, jenazah mereka tersebar di seluruh propinsi Maguindanao. Kepala 
klan, Gubernur Andal Ampatuan, dan putranya, merupakan dua tersangka utama. 
Menurut polisi, berbagai kasus pembunuhan tersebut melibatkan sekitar 160 
orang. Di antaranya petugas polisi dan tentara. Para korban adalah anggota klan 
lain, yang menjadi lawan politik klan Ampatuan.


* AMERIKA INGIN TUNTASKAN KONFLIK AFGHANISTAN

Menteri Pertahanan Amerika, Robert Gates menyatakan di muka para komandan 
tentara di Afghanistan, penambahan jumlah pasukan akan membantu keberhasilan 
perjuangan melawan kelompok Taliban dan Al Qaida. Robert Gates merujuk pada 
janji Presiden Barack Obama, tentang penambahan pasukan sebanyak 30.000 
personel pada tahun mendatang, sebelum penarikan mundur tentara Amerika pada 
pertengahan tahun 2011 nanti. Saat ini, Menteri Pertahanan Robert Gates sedang 
berkeliling mengunjungi satuan Amerika di Afghanistan. Menurut Panglima Pasukan 
Amerika di Afghanistan, Jendral Stanley McChrystal, penangkapan Osama bin 
Laden, hidup atau mati, merupakan kunci utama untuk melumpuhkan perlawanan Al 
Qaida. Penangkapan Osama bin Laden bukan berarti langsung hancurnya kelompok Al 
Qaida. Paling tidak, dengan demikian mitos mengenai Osama bin Laden akan 
tumbang. Diperkirakan, Osama bin Laden bersembunyi di wilayah perbatasan, 
antara Pakistan dan Afghanistan.


* IRAN BEBASKAN TIGA WARGA BELGIA

Iran mengumumkan pembebasan tiga orang pria warga Belgia. Mereka ditangkap dua 
bulan lalu, karena memasuki wilayah terlarang. Tiga orang tersebut telah 
diserahkan pada Kedutaan Besar Kerajaan Belgia di Teheran. Sejauh ini, 
Departemen Luar Negeri Belgia belum mengeluarkan pengumuman mengenai pembebasan 
ini. Tiga warga Belgia tersebut ditangkap, ketika mereka sedang bersepeda 
mengelilingi Iran. Salah seorang pesepeda tersebut, tidak berhubungan dengan 
dua orang lainnya. Ia ditangkap ketika membuat foto-foto di sekitar pangkalan 
militer. Dua orang pesepeda lainnya, yang berada di tempat lain, menyusul 
penangkapan ini, juga ikut ditangkap.


* KRISIS HONDURAS MASIH BERLANJUT

Brasil, Argentina, Uruguay, Paraguay dan Venezuela tidak mengakui hasil 
pemilihan presiden di Honduras, yang berlangsung akhir bulan lalu. Menurut lima 
negara Amerika Latin ini, pemilihan presiden tersebut tidak sah, karena, 
sebelumnya, tidak memulihkan kedudukan presiden yang digulingkan, kembali pada 
tempatnya. Presiden Manuel Zelaya, yang dikenal berhaluan kiri, Juni lalu 
disingkirkan oleh kudeta militer, karena ia mencoba mengubah konstitusi, agar 
bisa terus berkuasa. Pada pemilihan presiden akhir bulan lalu, tampil sebagai 
pemenang, Porfirio Lobo, calon dari kalangan tengah-kanan. Menurut Amerika 
Serikat dan Uni Eropa, pemilihan presiden adalah langkah pertama, bagi 
penyelesaian krisis di Honduras. Saat ini Porfirio Lobo sedang melakukan 
perjalanan keliling Amerika Selatan, di antaranya ke Panama dan Kosta Rika. Dua 
negara ini, bersama Peru, mendukung sang presiden baru. Porfirio Lobo 
mengeluarkan seruan, agar para pelaku kudeta terhadap Manuel Zelaya mendapat 
amnesti. Ia menyatakan, hal tersebut dibutuhkan untuk menyelesaikan krisis 
politik di Honduras saat ini. Dan dengan demekian, mantan Presiden Manuel 
Zelaya, juga dapat meninggalkan gedung Kedutaan Besar Brasil, di Tegucicalpa.


* NEPAL MENCARI GAJAH LIAR

Di Nepal Selatan, petugas pengawas hutan sibuk mencari seekor gajah liar. 
Selama dua pekan belakangan, binatang ini telah membunuh sebelas manusia di 
beberapa daerah pedesaan. Salahsatu korban tewas, ketika ia sedang menyembah 
sang gajah, sebagai perwujudan Ganesha, salahsatu dewa Hindu berkepala gajah. 
Di Nepal, gajah adalah binatang yang dilindungi undang-undang, dan hanya boleh 
ditembak mati, atas izin khusus pemerintah. Sejauh ini, jejak sang gajah belum 
ditemukan.


* BERITA BURSA DAN NILAI TUKAR

Pada saat pembukaan pasar bursa Eropa Rabu pagi ini, nilai saham sedikit 
merosot. Nilai indeks saham gabungan AEX di Amsterdam, turun 0,3 persen, pada 
314,44 poin. Di Paris, Frankfurt dan London, nilai saham merosot hingga 0,2 
persen.

Di Tokio, pada saat penutupan pasar, Rabu sore waktu setempat, indeks Nikkei 
anjlok 1,3 persen pada 10.004,72 poin.

Nilai tukar euro dan dolar:
satu euro setara dengan 1,4757 dolar,
satu euro sama dengan 13.931 rupiah,
dan satu dolar sama dengan 9.435 rupiah.


* PUTRA MAHKOTA WILLEM ALEXANDER, PANGERAN PROPERTY?

Putra Mahkota Belanda Willem Alexander dijuluki Pangeran Properti. Adilkah 
inil? Apa dampaknya ketika ia menjadi raja? Laporan redaktur John Tyler. 

Keributan terbaru adalah seputar properti yang dibeli istri Pangeran, Maxima, 
awal tahun ini di negara kelahirannya, Argentina. Kabarnya pasangan ini ingin 
membangun sebuah rumah peristirahatan di sana. Mereka mungkin juga berinvestasi 
dalam properti tersebut karena ingin mengambil keuntungan finansial. Sebuah 
surat kabar Belanda telah melaporkan 
(http://www.volkskrant.nl/binnenland/article1324265.ece/Baas_resort_Willem-Alexander_in_opspraak)
 bahwa perancang yang mengawasi proyek sedang diselidiki terkait kasus korupsi.

Willem Alexander dan Maxima tidak terlibat. Dalam keadaan normal laporan tidak 
menarik banyak perhatian.

Setelah Mozambik
Tapi kasus di Argentina datang hanya beberapa minggu setelah pasangan itu 
mengundurkan diri dari sebuah proyek bangunan properti di Mozambik  
(http://www.rnw.nl/english/article/dutch-royals-give-mozambique-holiday-home) 
yang diduga terlibat korupsi. Parlemen Belanda telah menyerukan kepada Perdana 
Menteri Jan Peter Balkenende untuk menjelaskan masalah ini di parlemen. Menurut 
sistem Belanda, Perdana Menteri secara politik bertanggung jawab 
(http://www.koninklijkhuis.nl/english/Monarchy) atas Ratu maupun Putra Mahkota).

Anggota parlemen dari Partai Sosialis SP, Ronald van Raak yang pertama meminta 
kejelasan. Dia khawatir Pangeran Willem Alexander benar-benar menjadi apa yang 
disebut Pangeran Properti.

Ronald van Raak: "Dia sibuk sekali dengan urusan properti. Itu memang sektor 
problematis, paling tidak di Belanda, tapi juga di Mozambik dan Argentina. Juga 
dipertanyakan apakah menguntungkan jika berinvestasi di sektor tersebut."

Van Raak tidak ingin Putra Mahkota "dilanda penipuan dan masalah integritas. 
Itu tidak boleh terjadi  bagi calon Raja Belanda."

Dinas Penerangan Belanda (RVD) tidak mengomentari isyu ini, yang dianggap 
urusan pribadi.

Foto-foto liburan
Urusan properti ini merupakan isu terbaru dalam serangkaian persoalan yang 
tengah menimpa keluarga kerajaan. Selain kasus properti, keluarga kerajaan juga 
dilanda kehebohan soal penggelapan pajak, foto-foto liburan keluarga, renovasi 
kapal pesiar keluarga kerajaan yang dilakukan dengan menggunakan uang rakyat 
pembayar pajak, dan kenaikan jumlah anggota keluarga kerajaan yang menerima 
dana dari pemerintah.

Keluarga Oranje, pada umumnya sangat populer di masyarakat Belanda. Menjelang 
upaya serangan terhadap bis keluarga kerajaan pada Hari Ratu April silam, 
dukungan publik bagi keluarga tersebut mencapai rekor. Namun dukungan ini 
berkurang belakangan ini 
(http://www.rnw.nl/english/article/sympathy-towards-royal-family-waning), 
disebabkan proyek proyek di Mozambik.

Status
Banyak pengamat mengatakan investasi pasangan Willem Alexander dan Maxima di 
Mozambik dan Argentina, serta keinginan mereka untuk mendirikan rumah 
peristirahatan di kedua negara, tidak cocok dengan status mereka.

Orang lain melihat itu sebagai hal yang tidak adil. Keluarga kerajaan memiliki 
banyak uang, punya latar belakang investasi internasional. Marc van der Linden 
adalah pemimpin redaksi majalah berbahasa Belanda, Royalty Magazine 
(http://www.royalty-online.nl).

Marc van der Linden: "Kami pernah punya seorang raja yang dijuluki raja bisnis, 
yakni Willem I; Pangeran Bernhard juga seorang investor. Mereka suka uang dan 
melindungi hartanya. Keluarga Oranje Nassau selalu mengkombinasi keduanya, 
yakni memerintah serta berinvestasi di berbagai perusahaan, di seluruh dunia." 

Van der Linden menunjukkan bahwa akibat krisis keuangan saat ini, investasi di 
sektor properti menjadi lebih menarik. Dan di dunia pengembang properti, sulit 
menghindari orang-orang berniat buruk.  

Van der Linden berpendapat Pangeran Willem Alexander menghadapi jalan yang 
sulit. Seberapa jauh ini terkait usaha bisnisnya?   

Marc van der Linden: "Saya pikir itu bukan masalah terbesar baginya. Orang 
Belanda suka pengusaha. Orang Belanda suka berbisnis. Masalahnya lebih besar 
dari itu. Masalahnya dia keras kepala, atau tidak mau mendengarkan 
penasehatnya." 

Belajar
Liesbeth Spies adalah anggota parlemen dari partai kanan-tengah Kristen 
Demokrat. Partainya dikenal mendukung keluarga kerajaan. Menurut Spies, Willem 
Alexander serta isterinya telah memetik pelajaran dari kesalahan mereka. 
  
Liesbeth Spies: "Saya pikir sangat sulit bagi mereka untuk melihat seberapa 
rentannya posisi mereka. Kejadian di Mozambik adalah buktinya. Jadi saya pikir 
adalah keputusan yang bijaksana bahwa Putra Mahkota memutuskan untuk 
mengundurkan diri dari proyek itu. Dan saya pikir, itu telah menjadi pelajaran 
baginya. Jadi mungkin dia lebih mampu menjadi raja kami di tahun-tahun 
mendatang." 

Namun untuk menunjukkan seberapa serius situasi ini bagi putra mahkota, Spies 
pun meminta perdana menteri (juga seorang Kristen Demokrat) menjelaskan kasus 
properti terbaru di parlemen. Spies ingin memisahkan fakta dari fiksi sebelum 
semuanya berlangsung kacau. Mudah-mudahan partai Spies juga telah memetik 
pelajaran dari peristiwa ini.


* LARANGAN KRISTENISASI DI MAROKO

Tujuh belas warga Maroko dan asing minggu lalu ditangkap di Maroko karena 
diduga melakukan penginjilan. Ini bukan penangkapan pertama kali. Menyebarkan 
agama dilarang di Maroko, padahal UUD menjamin kebebasan beragama. Laporan 
Mohammed Amezian.

Jaminan UUD
"Letak geopolitik Maroko antara Afrika dan Eropa membuat negara ini mudah 
dipengaruhi oleh semua pemikiran dan aliran," tandas Mohammed Reda Benkhaldoun, 
anggota parlemen dari partai oposisi terbesar di Maroko. Menurut teori, 
kebebasan beragama dijamin di UUD Maroko dan syariat Islam. Tapi dalam 
prakteknya, menurut politisi ini, ada keterbatasan.

'Kalau para misionaris melakukan kristenisasi di kalangan warga Maroko, 
terutama di kalangan remaja yang mudah terpengaruh oleh pemikiran-pemikiran 
tertentu, maka negara wajib mengambil tindakan untuk mencegah agar jangan 
terjadi semacam destabilisasi yuridis dari agama Islam di Maroko." 

Kerukunan warga
Kristenisasi dilarang di Maroko. Tapi guru besar Mohamed Darif melihat bahwa 
Maroko sejak dulu sering menghukum warganya yang pindah agama. Pada tahun enam 
dan delapan puluhan kelompok Bahai pernah dihukum. Tidak lama berselang, Maroko 
memutus hubungan politik dengan Iran, karena kasus penyebaran ajaran Syiah di 
kalangan warga Maroko. Tapi pemerintah Maroko menyangkal melakukan pembatasan 
kebebasan warganya. Mereka mengatakan, mereka hanya ingin mempertahankan 
"kerukunan warga."

Raja
Anehnya, konstitusi yang menjamin kebebasan individu ini, juga dihalang-halangi 
dan dibantah oleh konstitusi yang sama. Raja adalah pelindung 'semua umat 
beragama'. Dengan demikian, ia adalah pelindung Islam, tapi juga pelindung 
penganut agama lain, yang hidup dan tinggal di Maroko, seperti misalnya warga 
Yahudi dan Kristen. 

Ini juga berarti pengakuan bahwa Maroko bukan negara sekuler. Sebagaimana 
ditegaskan oleh Raja Muhammad VI pada sebuah harian Spanyol, El Pais, pada 
bulan Januari 2005. Menurut Mohamed Darif, pakar politik Islam, pesan sang raja 
jelas:

Mohamed Darif: "Dalam kerangka negara sekuler, terdapat aturan jelas mengenai 
batasan kebebasan beragama, sebagaimana halnya garis pemisah antara politik dan 
agama. Sementara dalam suatu negara yang tidak sekuler, orang hanya bisa 
berusaha menahan diri."

Paradoks
Bagi kalangan Barat, dalam urusan agama Maroko sering tampak toleran. Setiap 
turis asing yang berkunjung ke Maroko akan mengalami sendiri hal ini. Padahal, 
Maroko menindas berbagai kelompok pemerhati hak asasi manusia, wartawan serta 
pakar Islam yang mencoba bersikap independen, dengan dalih, menjaga persatuan 
dalam aliran Sunni. Atau, demi ketertiban.

Bulan lalu, suatu usul untuk mengakui hak seseorang untuk tidak memeluk agama 
apa pun, cukup membuat malu pemerintah Maroko. Sekelompok wartawan muda 
mengumumkan, akan menyelenggarakan acara 'sarapan terbuka' di sebuah taman. 

Polisi dan satuan keamanan langsung bertindak. Salah seorang pemrakarsa, wanita 
Maroko yang bekerja pada suatu mingguan berbahasa Prancis ditangkap. Tidak lama 
kemudian ia diusir, harus meninggalkan Maroko. Wanita ini sekarang tinggal di 
Paris.


* PEREMPUAN AFGHANISTAN HIDUP DI BALIK TEMBOK TINGGI

Posisi perempuan di Afghanistan hampir tidak membaik sejak pecahnya perang di 
sana delapan tahun lalu. Demikian laporan Human Rights Watch pekan ini. Bagi 
pemimpin militer dan sipil Belanda di Uruzgan, setelah tiga tahun, perempuan 
yang didiskriminasi masih merupakan masalah tak terjangkau. "Saya pikir kami 
kurang tahu tentang hal itu." Laporan Bette Dam
 
Patroli yang terdiri dari perempuan saja merupakan cara terbaru Belanda untuk 
menjangkau kaum perempuan. Patroli itu bertolak ke Chora, di bagian Utara 
Uruzgan. Di sana Belanda ingin membuat taman khusus untuk perempuan, sehingga 
wanita-wanita Afghan bisa saling bertemu di sana. 

Maret mendatang taman itu sudah harus selesai. Mereka diledek oleh rekan-rekan 
Amerika Serikat: "Itu dekat kuburan di mana  kaum perempuan menghormati arwah 
sanak keluarga dan itu jangan diganggu," kata mereka. Menurut militer Belanda, 
kuburan ini - cemetry hill - merupakan salah satu lokasi pertemuan kaum 
perempuan. Sebuah taman memberikan ruang kepada perempuan untuk berkumpul.
 
Tidak di depan umum
Michel Rentenaar, pemimpin sipil Task Force Belanda di Uruzgan, bangga akan 
prakarsa ini dan ingin sering-sering melakukan patroli seperti ini. Tapi dia 
juga sadar bahwa perempuan yang didiskriminasi sulit dijangkau. Dia nyaris 
tidak keluar di depan umum dan terutama tinggal di balik tembok yang tinggi 
yang mengelilingi rumah-rumah Afghanistan yang dibuat dari tanah liat.

Michel Rentenaar: "Berpatroli dengan militer-militer perempuan saja tidak 
cukup. Karena mereka tetap militer dan seragam mereka mempersulit hubungan. 
Padahal hubungan itu justru diperlukan di Uruzgan. Setelah tiga tahun ini 
merupakan langkah pertama," katanya, "tapi obrolan saja tidak membantu, karena 
masalahnya tidak selesai." 
 
Pohon buah 
Sementara ini Belanda juga menjalankan proyek-proyek kecil lainnya bagi kaum 
perempuan. Misalnya dengan menanam pohon buah di balik tembok-tembok tinggi 
rumah Afghanistan. Dengan demikian - itulah harapan Belanda - perempuan 
Afghanistan bisa mencari nafkah. Di kota Deh Rawod, Uruzgan Barat, perempuan 
seringkali mengadakan pertemuan dan pada pemilihan dewan provinsi belum lama 
ini, untuk pertama kalinya dua perempuan terpilih, walaupun dewan ini tidak 
terlalu berbobot. 

Di Uruzgan, seperti di kawasan lain di Afghanistan, juga banyak terjadi kasus 
penganiayaan perempuan. Di Tarin Kowt ada seorang perempuan yang minta tolong  
lewat radio lokal untuk mencegah penganiayaan oleh suaminya. Tapi perempuan ini 
langsung dibunuh oleh sang suami. Baru-baru ini seorang perempuan melapor 
kepada  tentara Amerika, hidung dan telinganya dipotong oleh suaminya, karena 
ia tidak bisa hamil. Akhirnya ia diterbangkan ke Amerika untuk diobati. 
Demikian dikatakan kantor PBB di Tarin Kowt. 

Ngomong saja
Human Rights Watch (HRW) minggu ini mengkritik pedas kinerja dunia 
internasional. 'Lip service'. Begitu organisasi ini menyebut rencana dunia 
Barat setelah mereka mengusir Taliban. Menjawab pertanyaan apakah posisi 
perempuan di  Uruzgan maju, Rentenaar tidak bisa menjawab:

Michel Rentenaar: "Pengetahuan Belanda sangat terbatas." Diplomat ini 
menandaskan, bahwa masyarakat di sana sangat konservatif, sehingga sulit untuk 
mendekati perempuan di dunia yang didominasi laki-laki. "Oleh karena itu sulit 
untuk menemukan jalan. Perhatian utama adalah keamanan.

Pembangunan adalah proses yang tumbuh pelan-pelan. Saya tidak bisa menilai 
apakah dulu lebih baik daripada sekarang. Saya hanya bisa melihat apa yang bisa 
kita lakukan."


* PERUBAHAN SIKAP UNI EROPA TERHADAP MASALAH PALESTINA DAN PROBLEM MINORITAS 
MUSLIM DI THAILAND SELATAN

Sikap Eropa terhadap masalah Palestina terus berubah. Selangkah demi selangkah, 
dukungan terhadap tuntutan warga Palestina makin kuat. Harian pagi Trouw, yang 
terbit di Amsterdam mengangkat perdebatan terhadap usul Swedia, mengenai 
masalah ini. Sebagai Ketua Bergilir Uni Eropa, Swedia mengusulkan resolusi yang 
berbunyi:  Jerussalem Timur adalah ibukota negara Palestina, dan pengakuan 
bahwa Jalur Gaza serta Tepi Barat Sungai Jordan merupakan wilayah Palestina.

Beberapa negara anggota Uni Eropa, termasuk Belanda, menilai resolusi seperti 
itu, terlalu keras. Dan jelas akan ditolak oleh Israel. Soal Jerussalem Timur 
tampaknya masih merupakan salahsatu ganjalan bagi penyelesaian masalah 
Palestina. Sejak serbuan tahun 1967, Israel menganggap Jerussalem adalah bagian 
yang tak terpisahkan dari negara Israel. Demikian tulis Trouw.

Agar mendapat dukungan dari semua negara anggota, akhirnya Swedia memperlunak 
resolusi, dan kini berbunyi: Uni Eropa hanya akan mengakui perbatasan 
sebagaimana yang berlaku sebelum tahun 1967, kecuali jika pihak-pihak yang 
bersangkutan menyepakati lain.

Pemerintah Israel menyambut gembira perubahan teks tersebut. Menurut Israel, 
Uni Eropa bersikap penuh tanggung-jawab dan masuk akal. Sementara pihak 
Palestina menilai, resolusi ini sudah merupakan langkah maju. Walaupun, belum 
sejauh, dan setegas, sebagaimana mereka harapkan. Sementara menurut Menteri 
Luar Negeri Belanda, Maxime Verhagen, resolusi tersebut menyuarakan jalan 
tengah, di antara dua sikap ekstrem.

Dari Jerussalem kita beralih ke Thailand Selatan. Sejak tahun 2004, gerakan 
separatis muslim di tiga propinsi bagian Selatan semakin gencar. Tiga propinsi 
tersebut adalah: Yala, Pattani dan Narathiwat. Menurut harian pagi, De 
Volkskrant, yang juga terbit di Amsterdam, 80 persen penduduk tiga propinsi ini 
termasuk etnis Melayu, berbahasa Melayu dan beragama Islam. Banyak di antara 
mereka merasa mendapat perlakuan diskriminatif, dan tidak bisa ikut mengatur 
daerah mereka sendiri.

Sejauh ini kelompok separatis membunuh warga Budhis dan warga muslim yang 
mereka anggap berkolaborasi dengan Pemerintah Thailand. Menurut De Volkskrant, 
tampaknya semua aksi kekerasan tersebut berlangsung tanpa dukungan struktur 
organisasi dan tanpa nama. Para pelaku serangan juga tidak pernah mengajukan 
tuntutan apa pun.

Penduduk di Thailand Selatan tampaknya sudah mulai terbiasa dengan berbagai 
aksi kekerasan ini. Tiga jam setelah peristiwa berdarah, biasanya kehidupan 
sehari-hari kembali berlangsung normal. Sebagai minoritas, banyak warga Budhis 
yang tidak tahan, memilih pindah ke wilayah lain. Dan inilah yang dikhawatirkan 
oleh Pemerintah Thailand, karena dengan demikian, islamisasi di tiga propinsi 
ini akan makin kuat.

Sejak dua tahun lalu, Pemerintah Thailand mulai mempersenjatai dan melatih 
warga minoritas Budhis tersebut, agar mampu mempertahankan diri. Banyak 
bermunculan berbagai kelompok satuan pengamanan, ronda malam dan sukarelawan 
bersenjata. Dan sejak itu, jumlah korban tewas di kalangan warga Budhis memang 
berkurang. Namun, lembaga 'Nonviolence International' mengkhawatirkan, 
penyebaran senjata di kalangan penduduk sipil, sebenarnya hanya akan 
mempertajam persaingan yang ada.

Demikian harian De Volkskrant, dan sekian pula Tinjauan Pers kali ini.


* DEMONSTRASI ANTI KORUPSI LANCAR

Demonstrasi anti korupsi berlangsung lancar dan tidak ada insiden berarti yang 
terjadi. Di Jakarta, seorang warga asa Pemalang meninggal dunia karena serangan 
jantung. 

Menurut koresponden Michel Maas, penyelenggara demonstrasi menduga jumlah 
peserta demonstran akan melebihi 40 ribu orang. Namun ternyata jumlahnya 
mungkin hanya 20.000 orang saja. "Itu sulit dihitung persis, karena mereka 
berada di beberapa tempat, " tandasnya. 

Selain mahasiswa dan para pegiat Lembaga Swadaya Masyarakat, LSM, hadir juga 
beberapa tokoh nasional seperti Din Syamsudin dan Amien Rais.

Kegiatan terutama berupa pidato yang menyinggung kasus Bank Century. Demo yang 
juga digelar di daerah-daerah ini fokusnya memang skandal Bank Century. Ini 
adalah kasus korupsi besar, yang mungkin melibatkan Presiden Susilo Bambang 
Yudhoyono.

Michel Maas: "Banyak mahasiswa membakar gambar Menteri Keuangan Sri Mulyani dan 
Wakil Presiden Boediono. Karena, katanya, mereka terlibat di skandal Bank 
Century. Mereka menuntut agar kedua tokoh ini mengundurkan diri. Malah SBY juga 
dituntut untuk mundur, " katanya.

Padang
Di Padang demonstrasi juga tidak sesengit seperti unjuk rasa tiga hari 
sebelumnya. Mayoritas peserta terdiri dari para mahasiswa. Menurut   Warni, 
Manajer Radio Suara Padang, para demonstran tertib semuanya.

Berbeda dengan di Jakarta, demonstran di Padang tidak ada yang membawa tulisan 
menuntut SBY lengser.

Warni: "Berantas korupsi. Anti Korupsi. Cuma itu kata-katanya. Hanya yang 
umum-umum saja."

Demonstrasi yang digelar tiga hari lalu di kota yang baru dilanda gempa dahsyat 
ini,  lebih ramai, tapi juga tidak ricuh. Ini, karena di Padang tidak banyak 
pendatang, jelas Warni. Mayoritas warga adalah penduduk lokal. 

Makassar
Di masa lalu demonstrasi di Makassar sering terjadi ricuh. Tapi kali ini, 
menurut Syukriansyah S. Latief , Pemimpin Redaksi  Harian Fajar,  malah 
berjalan cukup tenang. Meskipun toh terjadi anarki juga. Syukriansyah 
menambahkan demonstrasi berlangsung dari jam delapan sampai sekitar jam 5 sore.

Di masa silam banyak demo di ibu kota propinsi Sulawesi Selatan itu, diwarnai 
kericuhan sengit yang malah menelan korban jiwa.

Syukriansyah: "Dulu ada demo tentang reformasi jilid satu.  Kemudian demo helm. 
Ada demo perkelahian antara mahasiswa dengan tentara. Itu ada yang sampai 
meninggal, sampai tiga orang, empat orang." 

Demonstrasi kali memang diwarnai kasus pembakaran dan bentrok dengan petugas 
keamanan. 

"Tapi itu hal yang biasa, " tandas Syukriansyah.


* RAWAGEDE BELUM SELESAI

Bayangkan sebuah desa kecil yang miskin di sudut Jawa Barat. Sekelompok tentara 
Belanda memasuki desa, memburu pejuang kemerdekaan Indonesia, dan kemudian 
membunuh 431 penduduk laki-laki. Itu yang terjadi di Rawagede 9 Desember 1947.

Tepat 62 tahun setelah pembunuhan massal tersebut, para janda Rawagede menuntut 
pemerintah Belanda untuk bertanggung jawab. Perkara diajukan Rabu (9-12) ke 
pengadilan Den Haag. Laporan Redaksi Indonesia.

Liesbeth Zegveld, pengacara mereka, menyatakan, yang diinginkan para janda 
adalah pengakuan pemerintah Belanda bahwa mereka bersalah atas pembunuhan 
tersebut. Selain itu, mereka juga mengharapkan kompensasi. "Tapi jangan pikir 
mereka hanya ingin uang. Kompensasi adalah hal terakhir yang mereka inginkan. 
Mereka terutama ingin agar pemerintah Belanda bertanggung jawab dan mengakui 
kesalahan."

Kisah lama
Kasus pembunuhan massal Rawagede bukan hal baru. Sejak setahun lalu, janda 
Rawagede meminta pertanggungjawaban pemerintah Belanda atas kematian suami 
mereka. Pemerintah Belanda tak juga berkomentar. Waktu itu Departemen Luar 
Negeri Belanda hanya berkata mereka sudah menerima pengaduan dan sedang 
mempelajari kasus. 

Pemerintah Belanda kemudian berkelit. Kasus ini sudah terlalu tua untuk 
diungkit kembali. Satu-satunya yang mereka lakukan adalah "menyatakan 
penyesalan", tapi bagi Zegveld dan para janda hal itu tidak cukup. "Bahwa kasus 
ini sudah terlalu tua, itu hanya alasan pemerintah Belanda. Kasus bisa 
dinyatakan kadaluarsa jika kejahatan tidak terlalu berat. Tapi kasus ini 
berbeda. Lagipula, kasus ini terus-menerus muncul di media Belanda. Jadi Anda 
tidak bisa bilang kalau hal ini terlupakan." 

Bukti
"Sebuah kasus juga bisa dibilang terlalu tua untuk disidangkan jika bukti-bukti 
kejahatan sulit dicari karena hilang dimakan waktu. Dalam kasus Rawagede, semua 
bukti sudah terkumpul. Jadi tidak ada alasan lagi," terang Zegveld.

Zegveld juga menyatakan, pemerintah Belanda mengakui pembunuhan Rawagede memang 
terjadi. Ini berarti, sudah ada "kesepakatan" dari kedua belah pihak bahwa 
kejahatan memang benar-benar dilakukan. Dan karena itu, tidak ada celah untuk 
memakai alasan bahwa kasus ini kadaluarsa. "Lagipula," tambah Liesbeth. "Ini 
bisa disamakan dengan kejahatan selama Perang Dunia II. Pelaku kejahatan Perang 
Dunia II di Eropa saja tidak berhenti diadili, lalu mengapa kasus ini dianggap 
terlalu tua?"

Pengadilan
Perkara sudah diajukan ke pengadilan di Den Haag, namun pemerintah Belanda 
belum juga mengeluarkan tanggapan resmi atas hal ini. "Sejak tahun lalu mereka 
belum mengeluarkan pernyataan yuridis apa pun. Memang ada proyek penelitian 
lanjutan untuk hal ini. Menteri Luar Negeri Maxime Verhagen juga sempat 
berdiskusi dengan beberapa orang di Jakarta. Tapi selebihnya, belum ada 
perkembangan apa-apa. Prosedur resmi ke pengadilan akhirnya diajukan. Dan 
sekarang kami masih menunggu reaksi pemerintah."

Zegveld berharap kasus ini akan selesai dengan baik sehingga pemerintah Belanda 
mengakui kesalahan dan memberi kompensasi terhadap janda Rawagede. Jika mereka 
kalah di persidangan? "Naik banding!" jawab Zegveld tegas. "Kami telah memulai 
proses ini dan tidak akan berhenti sampai keadilan benar-benar ditegakkan."


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.radionetherlands.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[email protected]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke