--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Rabu 09 Desember 2009 15:30 UTC ** TUDUHAN LAIN PADA KLAN AMPATUAN ** AMERIKA INGIN TUNTASKAN KONFLIK AFGHANISTAN ** IRAN BEBASKAN TIGA WARGA BELGIA ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: PUTRA MAHKOTA WILLEM ALEXANDER, PANGERAN PROPERTY? ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: LARANGAN KRISTENISASI DI MAROKO ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: PEREMPUAN AFGHANISTAN HIDUP DI BALIK TEMBOK TINGGI ** GEMA WARTA TINJAUAN PERS: PERUBAHAN SIKAP UNI EROPA TERHADAP MASALAH PALESTINA DAN PROBLEM MINORITAS MUSLIM DI THAILAND SELATAN ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: DEMONSTRASI ANTI KORUPSI LANCAR ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: RAWAGEDE BELUM SELESAI * TUDUHAN LAIN PADA KLAN AMPATUAN Klan Ampatuan di Pulau Mindanao, Filipina, selain dituduh melakukan pembunuhan massal dua pekan lalu, kini juga dianggap bertanggung-jawab bagi sekitar 200 kasus pembunuhan lainnya. Demikian dinyatakan oleh komisi hak azasi manusia nasional berdasarkan pengakuan sejumlah saksi. Menurut komisi, akibat tuduhan pembunuhan massal tersebut, pengaruh kekuasaan klan berkurang, dan para saksi mulai berani membuka mulut. Kini mulai diupayakan mencari para korban. Diperkirakan, jenazah mereka tersebar di seluruh propinsi Maguindanao. Kepala klan, Gubernur Andal Ampatuan, dan putranya, merupakan dua tersangka utama. Menurut polisi, berbagai kasus pembunuhan tersebut melibatkan sekitar 160 orang. Di antaranya petugas polisi dan tentara. Para korban adalah anggota klan lain, yang menjadi lawan politik klan Ampatuan. * AMERIKA INGIN TUNTASKAN KONFLIK AFGHANISTAN Menteri Pertahanan Amerika, Robert Gates menyatakan di muka para komandan tentara di Afghanistan, penambahan jumlah pasukan akan membantu keberhasilan perjuangan melawan kelompok Taliban dan Al Qaida. Robert Gates merujuk pada janji Presiden Barack Obama, tentang penambahan pasukan sebanyak 30.000 personel pada tahun mendatang, sebelum penarikan mundur tentara Amerika pada pertengahan tahun 2011 nanti. Saat ini, Menteri Pertahanan Robert Gates sedang berkeliling mengunjungi satuan Amerika di Afghanistan. Menurut Panglima Pasukan Amerika di Afghanistan, Jendral Stanley McChrystal, penangkapan Osama bin Laden, hidup atau mati, merupakan kunci utama untuk melumpuhkan perlawanan Al Qaida. Penangkapan Osama bin Laden bukan berarti langsung hancurnya kelompok Al Qaida. Paling tidak, dengan demikian mitos mengenai Osama bin Laden akan tumbang. Diperkirakan, Osama bin Laden bersembunyi di wilayah perbatasan, antara Pakistan dan Afghanistan. * IRAN BEBASKAN TIGA WARGA BELGIA Iran mengumumkan pembebasan tiga orang pria warga Belgia. Mereka ditangkap dua bulan lalu, karena memasuki wilayah terlarang. Tiga orang tersebut telah diserahkan pada Kedutaan Besar Kerajaan Belgia di Teheran. Sejauh ini, Departemen Luar Negeri Belgia belum mengeluarkan pengumuman mengenai pembebasan ini. Tiga warga Belgia tersebut ditangkap, ketika mereka sedang bersepeda mengelilingi Iran. Salah seorang pesepeda tersebut, tidak berhubungan dengan dua orang lainnya. Ia ditangkap ketika membuat foto-foto di sekitar pangkalan militer. Dua orang pesepeda lainnya, yang berada di tempat lain, menyusul penangkapan ini, juga ikut ditangkap. * KRISIS HONDURAS MASIH BERLANJUT Brasil, Argentina, Uruguay, Paraguay dan Venezuela tidak mengakui hasil pemilihan presiden di Honduras, yang berlangsung akhir bulan lalu. Menurut lima negara Amerika Latin ini, pemilihan presiden tersebut tidak sah, karena, sebelumnya, tidak memulihkan kedudukan presiden yang digulingkan, kembali pada tempatnya. Presiden Manuel Zelaya, yang dikenal berhaluan kiri, Juni lalu disingkirkan oleh kudeta militer, karena ia mencoba mengubah konstitusi, agar bisa terus berkuasa. Pada pemilihan presiden akhir bulan lalu, tampil sebagai pemenang, Porfirio Lobo, calon dari kalangan tengah-kanan. Menurut Amerika Serikat dan Uni Eropa, pemilihan presiden adalah langkah pertama, bagi penyelesaian krisis di Honduras. Saat ini Porfirio Lobo sedang melakukan perjalanan keliling Amerika Selatan, di antaranya ke Panama dan Kosta Rika. Dua negara ini, bersama Peru, mendukung sang presiden baru. Porfirio Lobo mengeluarkan seruan, agar para pelaku kudeta terhadap Manuel Zelaya mendapat amnesti. Ia menyatakan, hal tersebut dibutuhkan untuk menyelesaikan krisis politik di Honduras saat ini. Dan dengan demekian, mantan Presiden Manuel Zelaya, juga dapat meninggalkan gedung Kedutaan Besar Brasil, di Tegucicalpa. * NEPAL MENCARI GAJAH LIAR Di Nepal Selatan, petugas pengawas hutan sibuk mencari seekor gajah liar. Selama dua pekan belakangan, binatang ini telah membunuh sebelas manusia di beberapa daerah pedesaan. Salahsatu korban tewas, ketika ia sedang menyembah sang gajah, sebagai perwujudan Ganesha, salahsatu dewa Hindu berkepala gajah. Di Nepal, gajah adalah binatang yang dilindungi undang-undang, dan hanya boleh ditembak mati, atas izin khusus pemerintah. Sejauh ini, jejak sang gajah belum ditemukan. * BERITA BURSA DAN NILAI TUKAR Pada saat pembukaan pasar bursa Eropa Rabu pagi ini, nilai saham sedikit merosot. Nilai indeks saham gabungan AEX di Amsterdam, turun 0,3 persen, pada 314,44 poin. Di Paris, Frankfurt dan London, nilai saham merosot hingga 0,2 persen. Di Tokio, pada saat penutupan pasar, Rabu sore waktu setempat, indeks Nikkei anjlok 1,3 persen pada 10.004,72 poin. Nilai tukar euro dan dolar: satu euro setara dengan 1,4757 dolar, satu euro sama dengan 13.931 rupiah, dan satu dolar sama dengan 9.435 rupiah. * PUTRA MAHKOTA WILLEM ALEXANDER, PANGERAN PROPERTY? Putra Mahkota Belanda Willem Alexander dijuluki Pangeran Properti. Adilkah inil? Apa dampaknya ketika ia menjadi raja? Laporan redaktur John Tyler. Keributan terbaru adalah seputar properti yang dibeli istri Pangeran, Maxima, awal tahun ini di negara kelahirannya, Argentina. Kabarnya pasangan ini ingin membangun sebuah rumah peristirahatan di sana. Mereka mungkin juga berinvestasi dalam properti tersebut karena ingin mengambil keuntungan finansial. Sebuah surat kabar Belanda telah melaporkan (http://www.volkskrant.nl/binnenland/article1324265.ece/Baas_resort_Willem-Alexander_in_opspraak) bahwa perancang yang mengawasi proyek sedang diselidiki terkait kasus korupsi. Willem Alexander dan Maxima tidak terlibat. Dalam keadaan normal laporan tidak menarik banyak perhatian. Setelah Mozambik Tapi kasus di Argentina datang hanya beberapa minggu setelah pasangan itu mengundurkan diri dari sebuah proyek bangunan properti di Mozambik (http://www.rnw.nl/english/article/dutch-royals-give-mozambique-holiday-home) yang diduga terlibat korupsi. Parlemen Belanda telah menyerukan kepada Perdana Menteri Jan Peter Balkenende untuk menjelaskan masalah ini di parlemen. Menurut sistem Belanda, Perdana Menteri secara politik bertanggung jawab (http://www.koninklijkhuis.nl/english/Monarchy) atas Ratu maupun Putra Mahkota). Anggota parlemen dari Partai Sosialis SP, Ronald van Raak yang pertama meminta kejelasan. Dia khawatir Pangeran Willem Alexander benar-benar menjadi apa yang disebut Pangeran Properti. Ronald van Raak: "Dia sibuk sekali dengan urusan properti. Itu memang sektor problematis, paling tidak di Belanda, tapi juga di Mozambik dan Argentina. Juga dipertanyakan apakah menguntungkan jika berinvestasi di sektor tersebut." Van Raak tidak ingin Putra Mahkota "dilanda penipuan dan masalah integritas. Itu tidak boleh terjadi bagi calon Raja Belanda." Dinas Penerangan Belanda (RVD) tidak mengomentari isyu ini, yang dianggap urusan pribadi. Foto-foto liburan Urusan properti ini merupakan isu terbaru dalam serangkaian persoalan yang tengah menimpa keluarga kerajaan. Selain kasus properti, keluarga kerajaan juga dilanda kehebohan soal penggelapan pajak, foto-foto liburan keluarga, renovasi kapal pesiar keluarga kerajaan yang dilakukan dengan menggunakan uang rakyat pembayar pajak, dan kenaikan jumlah anggota keluarga kerajaan yang menerima dana dari pemerintah. Keluarga Oranje, pada umumnya sangat populer di masyarakat Belanda. Menjelang upaya serangan terhadap bis keluarga kerajaan pada Hari Ratu April silam, dukungan publik bagi keluarga tersebut mencapai rekor. Namun dukungan ini berkurang belakangan ini (http://www.rnw.nl/english/article/sympathy-towards-royal-family-waning), disebabkan proyek proyek di Mozambik. Status Banyak pengamat mengatakan investasi pasangan Willem Alexander dan Maxima di Mozambik dan Argentina, serta keinginan mereka untuk mendirikan rumah peristirahatan di kedua negara, tidak cocok dengan status mereka. Orang lain melihat itu sebagai hal yang tidak adil. Keluarga kerajaan memiliki banyak uang, punya latar belakang investasi internasional. Marc van der Linden adalah pemimpin redaksi majalah berbahasa Belanda, Royalty Magazine (http://www.royalty-online.nl). Marc van der Linden: "Kami pernah punya seorang raja yang dijuluki raja bisnis, yakni Willem I; Pangeran Bernhard juga seorang investor. Mereka suka uang dan melindungi hartanya. Keluarga Oranje Nassau selalu mengkombinasi keduanya, yakni memerintah serta berinvestasi di berbagai perusahaan, di seluruh dunia." Van der Linden menunjukkan bahwa akibat krisis keuangan saat ini, investasi di sektor properti menjadi lebih menarik. Dan di dunia pengembang properti, sulit menghindari orang-orang berniat buruk. Van der Linden berpendapat Pangeran Willem Alexander menghadapi jalan yang sulit. Seberapa jauh ini terkait usaha bisnisnya? Marc van der Linden: "Saya pikir itu bukan masalah terbesar baginya. Orang Belanda suka pengusaha. Orang Belanda suka berbisnis. Masalahnya lebih besar dari itu. Masalahnya dia keras kepala, atau tidak mau mendengarkan penasehatnya." Belajar Liesbeth Spies adalah anggota parlemen dari partai kanan-tengah Kristen Demokrat. Partainya dikenal mendukung keluarga kerajaan. Menurut Spies, Willem Alexander serta isterinya telah memetik pelajaran dari kesalahan mereka. Liesbeth Spies: "Saya pikir sangat sulit bagi mereka untuk melihat seberapa rentannya posisi mereka. Kejadian di Mozambik adalah buktinya. Jadi saya pikir adalah keputusan yang bijaksana bahwa Putra Mahkota memutuskan untuk mengundurkan diri dari proyek itu. Dan saya pikir, itu telah menjadi pelajaran baginya. Jadi mungkin dia lebih mampu menjadi raja kami di tahun-tahun mendatang." Namun untuk menunjukkan seberapa serius situasi ini bagi putra mahkota, Spies pun meminta perdana menteri (juga seorang Kristen Demokrat) menjelaskan kasus properti terbaru di parlemen. Spies ingin memisahkan fakta dari fiksi sebelum semuanya berlangsung kacau. Mudah-mudahan partai Spies juga telah memetik pelajaran dari peristiwa ini. * LARANGAN KRISTENISASI DI MAROKO Tujuh belas warga Maroko dan asing minggu lalu ditangkap di Maroko karena diduga melakukan penginjilan. Ini bukan penangkapan pertama kali. Menyebarkan agama dilarang di Maroko, padahal UUD menjamin kebebasan beragama. Laporan Mohammed Amezian. Jaminan UUD "Letak geopolitik Maroko antara Afrika dan Eropa membuat negara ini mudah dipengaruhi oleh semua pemikiran dan aliran," tandas Mohammed Reda Benkhaldoun, anggota parlemen dari partai oposisi terbesar di Maroko. Menurut teori, kebebasan beragama dijamin di UUD Maroko dan syariat Islam. Tapi dalam prakteknya, menurut politisi ini, ada keterbatasan. 'Kalau para misionaris melakukan kristenisasi di kalangan warga Maroko, terutama di kalangan remaja yang mudah terpengaruh oleh pemikiran-pemikiran tertentu, maka negara wajib mengambil tindakan untuk mencegah agar jangan terjadi semacam destabilisasi yuridis dari agama Islam di Maroko." Kerukunan warga Kristenisasi dilarang di Maroko. Tapi guru besar Mohamed Darif melihat bahwa Maroko sejak dulu sering menghukum warganya yang pindah agama. Pada tahun enam dan delapan puluhan kelompok Bahai pernah dihukum. Tidak lama berselang, Maroko memutus hubungan politik dengan Iran, karena kasus penyebaran ajaran Syiah di kalangan warga Maroko. Tapi pemerintah Maroko menyangkal melakukan pembatasan kebebasan warganya. Mereka mengatakan, mereka hanya ingin mempertahankan "kerukunan warga." Raja Anehnya, konstitusi yang menjamin kebebasan individu ini, juga dihalang-halangi dan dibantah oleh konstitusi yang sama. Raja adalah pelindung 'semua umat beragama'. Dengan demikian, ia adalah pelindung Islam, tapi juga pelindung penganut agama lain, yang hidup dan tinggal di Maroko, seperti misalnya warga Yahudi dan Kristen. Ini juga berarti pengakuan bahwa Maroko bukan negara sekuler. Sebagaimana ditegaskan oleh Raja Muhammad VI pada sebuah harian Spanyol, El Pais, pada bulan Januari 2005. Menurut Mohamed Darif, pakar politik Islam, pesan sang raja jelas: Mohamed Darif: "Dalam kerangka negara sekuler, terdapat aturan jelas mengenai batasan kebebasan beragama, sebagaimana halnya garis pemisah antara politik dan agama. Sementara dalam suatu negara yang tidak sekuler, orang hanya bisa berusaha menahan diri." Paradoks Bagi kalangan Barat, dalam urusan agama Maroko sering tampak toleran. Setiap turis asing yang berkunjung ke Maroko akan mengalami sendiri hal ini. Padahal, Maroko menindas berbagai kelompok pemerhati hak asasi manusia, wartawan serta pakar Islam yang mencoba bersikap independen, dengan dalih, menjaga persatuan dalam aliran Sunni. Atau, demi ketertiban. Bulan lalu, suatu usul untuk mengakui hak seseorang untuk tidak memeluk agama apa pun, cukup membuat malu pemerintah Maroko. Sekelompok wartawan muda mengumumkan, akan menyelenggarakan acara 'sarapan terbuka' di sebuah taman. Polisi dan satuan keamanan langsung bertindak. Salah seorang pemrakarsa, wanita Maroko yang bekerja pada suatu mingguan berbahasa Prancis ditangkap. Tidak lama kemudian ia diusir, harus meninggalkan Maroko. Wanita ini sekarang tinggal di Paris. * PEREMPUAN AFGHANISTAN HIDUP DI BALIK TEMBOK TINGGI Posisi perempuan di Afghanistan hampir tidak membaik sejak pecahnya perang di sana delapan tahun lalu. Demikian laporan Human Rights Watch pekan ini. Bagi pemimpin militer dan sipil Belanda di Uruzgan, setelah tiga tahun, perempuan yang didiskriminasi masih merupakan masalah tak terjangkau. "Saya pikir kami kurang tahu tentang hal itu." Laporan Bette Dam Patroli yang terdiri dari perempuan saja merupakan cara terbaru Belanda untuk menjangkau kaum perempuan. Patroli itu bertolak ke Chora, di bagian Utara Uruzgan. Di sana Belanda ingin membuat taman khusus untuk perempuan, sehingga wanita-wanita Afghan bisa saling bertemu di sana. Maret mendatang taman itu sudah harus selesai. Mereka diledek oleh rekan-rekan Amerika Serikat: "Itu dekat kuburan di mana kaum perempuan menghormati arwah sanak keluarga dan itu jangan diganggu," kata mereka. Menurut militer Belanda, kuburan ini - cemetry hill - merupakan salah satu lokasi pertemuan kaum perempuan. Sebuah taman memberikan ruang kepada perempuan untuk berkumpul. Tidak di depan umum Michel Rentenaar, pemimpin sipil Task Force Belanda di Uruzgan, bangga akan prakarsa ini dan ingin sering-sering melakukan patroli seperti ini. Tapi dia juga sadar bahwa perempuan yang didiskriminasi sulit dijangkau. Dia nyaris tidak keluar di depan umum dan terutama tinggal di balik tembok yang tinggi yang mengelilingi rumah-rumah Afghanistan yang dibuat dari tanah liat. Michel Rentenaar: "Berpatroli dengan militer-militer perempuan saja tidak cukup. Karena mereka tetap militer dan seragam mereka mempersulit hubungan. Padahal hubungan itu justru diperlukan di Uruzgan. Setelah tiga tahun ini merupakan langkah pertama," katanya, "tapi obrolan saja tidak membantu, karena masalahnya tidak selesai." Pohon buah Sementara ini Belanda juga menjalankan proyek-proyek kecil lainnya bagi kaum perempuan. Misalnya dengan menanam pohon buah di balik tembok-tembok tinggi rumah Afghanistan. Dengan demikian - itulah harapan Belanda - perempuan Afghanistan bisa mencari nafkah. Di kota Deh Rawod, Uruzgan Barat, perempuan seringkali mengadakan pertemuan dan pada pemilihan dewan provinsi belum lama ini, untuk pertama kalinya dua perempuan terpilih, walaupun dewan ini tidak terlalu berbobot. Di Uruzgan, seperti di kawasan lain di Afghanistan, juga banyak terjadi kasus penganiayaan perempuan. Di Tarin Kowt ada seorang perempuan yang minta tolong lewat radio lokal untuk mencegah penganiayaan oleh suaminya. Tapi perempuan ini langsung dibunuh oleh sang suami. Baru-baru ini seorang perempuan melapor kepada tentara Amerika, hidung dan telinganya dipotong oleh suaminya, karena ia tidak bisa hamil. Akhirnya ia diterbangkan ke Amerika untuk diobati. Demikian dikatakan kantor PBB di Tarin Kowt. Ngomong saja Human Rights Watch (HRW) minggu ini mengkritik pedas kinerja dunia internasional. 'Lip service'. Begitu organisasi ini menyebut rencana dunia Barat setelah mereka mengusir Taliban. Menjawab pertanyaan apakah posisi perempuan di Uruzgan maju, Rentenaar tidak bisa menjawab: Michel Rentenaar: "Pengetahuan Belanda sangat terbatas." Diplomat ini menandaskan, bahwa masyarakat di sana sangat konservatif, sehingga sulit untuk mendekati perempuan di dunia yang didominasi laki-laki. "Oleh karena itu sulit untuk menemukan jalan. Perhatian utama adalah keamanan. Pembangunan adalah proses yang tumbuh pelan-pelan. Saya tidak bisa menilai apakah dulu lebih baik daripada sekarang. Saya hanya bisa melihat apa yang bisa kita lakukan." * PERUBAHAN SIKAP UNI EROPA TERHADAP MASALAH PALESTINA DAN PROBLEM MINORITAS MUSLIM DI THAILAND SELATAN Sikap Eropa terhadap masalah Palestina terus berubah. Selangkah demi selangkah, dukungan terhadap tuntutan warga Palestina makin kuat. Harian pagi Trouw, yang terbit di Amsterdam mengangkat perdebatan terhadap usul Swedia, mengenai masalah ini. Sebagai Ketua Bergilir Uni Eropa, Swedia mengusulkan resolusi yang berbunyi: Jerussalem Timur adalah ibukota negara Palestina, dan pengakuan bahwa Jalur Gaza serta Tepi Barat Sungai Jordan merupakan wilayah Palestina. Beberapa negara anggota Uni Eropa, termasuk Belanda, menilai resolusi seperti itu, terlalu keras. Dan jelas akan ditolak oleh Israel. Soal Jerussalem Timur tampaknya masih merupakan salahsatu ganjalan bagi penyelesaian masalah Palestina. Sejak serbuan tahun 1967, Israel menganggap Jerussalem adalah bagian yang tak terpisahkan dari negara Israel. Demikian tulis Trouw. Agar mendapat dukungan dari semua negara anggota, akhirnya Swedia memperlunak resolusi, dan kini berbunyi: Uni Eropa hanya akan mengakui perbatasan sebagaimana yang berlaku sebelum tahun 1967, kecuali jika pihak-pihak yang bersangkutan menyepakati lain. Pemerintah Israel menyambut gembira perubahan teks tersebut. Menurut Israel, Uni Eropa bersikap penuh tanggung-jawab dan masuk akal. Sementara pihak Palestina menilai, resolusi ini sudah merupakan langkah maju. Walaupun, belum sejauh, dan setegas, sebagaimana mereka harapkan. Sementara menurut Menteri Luar Negeri Belanda, Maxime Verhagen, resolusi tersebut menyuarakan jalan tengah, di antara dua sikap ekstrem. Dari Jerussalem kita beralih ke Thailand Selatan. Sejak tahun 2004, gerakan separatis muslim di tiga propinsi bagian Selatan semakin gencar. Tiga propinsi tersebut adalah: Yala, Pattani dan Narathiwat. Menurut harian pagi, De Volkskrant, yang juga terbit di Amsterdam, 80 persen penduduk tiga propinsi ini termasuk etnis Melayu, berbahasa Melayu dan beragama Islam. Banyak di antara mereka merasa mendapat perlakuan diskriminatif, dan tidak bisa ikut mengatur daerah mereka sendiri. Sejauh ini kelompok separatis membunuh warga Budhis dan warga muslim yang mereka anggap berkolaborasi dengan Pemerintah Thailand. Menurut De Volkskrant, tampaknya semua aksi kekerasan tersebut berlangsung tanpa dukungan struktur organisasi dan tanpa nama. Para pelaku serangan juga tidak pernah mengajukan tuntutan apa pun. Penduduk di Thailand Selatan tampaknya sudah mulai terbiasa dengan berbagai aksi kekerasan ini. Tiga jam setelah peristiwa berdarah, biasanya kehidupan sehari-hari kembali berlangsung normal. Sebagai minoritas, banyak warga Budhis yang tidak tahan, memilih pindah ke wilayah lain. Dan inilah yang dikhawatirkan oleh Pemerintah Thailand, karena dengan demikian, islamisasi di tiga propinsi ini akan makin kuat. Sejak dua tahun lalu, Pemerintah Thailand mulai mempersenjatai dan melatih warga minoritas Budhis tersebut, agar mampu mempertahankan diri. Banyak bermunculan berbagai kelompok satuan pengamanan, ronda malam dan sukarelawan bersenjata. Dan sejak itu, jumlah korban tewas di kalangan warga Budhis memang berkurang. Namun, lembaga 'Nonviolence International' mengkhawatirkan, penyebaran senjata di kalangan penduduk sipil, sebenarnya hanya akan mempertajam persaingan yang ada. Demikian harian De Volkskrant, dan sekian pula Tinjauan Pers kali ini. * DEMONSTRASI ANTI KORUPSI LANCAR Demonstrasi anti korupsi berlangsung lancar dan tidak ada insiden berarti yang terjadi. Di Jakarta, seorang warga asa Pemalang meninggal dunia karena serangan jantung. Menurut koresponden Michel Maas, penyelenggara demonstrasi menduga jumlah peserta demonstran akan melebihi 40 ribu orang. Namun ternyata jumlahnya mungkin hanya 20.000 orang saja. "Itu sulit dihitung persis, karena mereka berada di beberapa tempat, " tandasnya. Selain mahasiswa dan para pegiat Lembaga Swadaya Masyarakat, LSM, hadir juga beberapa tokoh nasional seperti Din Syamsudin dan Amien Rais. Kegiatan terutama berupa pidato yang menyinggung kasus Bank Century. Demo yang juga digelar di daerah-daerah ini fokusnya memang skandal Bank Century. Ini adalah kasus korupsi besar, yang mungkin melibatkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Michel Maas: "Banyak mahasiswa membakar gambar Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Wakil Presiden Boediono. Karena, katanya, mereka terlibat di skandal Bank Century. Mereka menuntut agar kedua tokoh ini mengundurkan diri. Malah SBY juga dituntut untuk mundur, " katanya. Padang Di Padang demonstrasi juga tidak sesengit seperti unjuk rasa tiga hari sebelumnya. Mayoritas peserta terdiri dari para mahasiswa. Menurut Warni, Manajer Radio Suara Padang, para demonstran tertib semuanya. Berbeda dengan di Jakarta, demonstran di Padang tidak ada yang membawa tulisan menuntut SBY lengser. Warni: "Berantas korupsi. Anti Korupsi. Cuma itu kata-katanya. Hanya yang umum-umum saja." Demonstrasi yang digelar tiga hari lalu di kota yang baru dilanda gempa dahsyat ini, lebih ramai, tapi juga tidak ricuh. Ini, karena di Padang tidak banyak pendatang, jelas Warni. Mayoritas warga adalah penduduk lokal. Makassar Di masa lalu demonstrasi di Makassar sering terjadi ricuh. Tapi kali ini, menurut Syukriansyah S. Latief , Pemimpin Redaksi Harian Fajar, malah berjalan cukup tenang. Meskipun toh terjadi anarki juga. Syukriansyah menambahkan demonstrasi berlangsung dari jam delapan sampai sekitar jam 5 sore. Di masa silam banyak demo di ibu kota propinsi Sulawesi Selatan itu, diwarnai kericuhan sengit yang malah menelan korban jiwa. Syukriansyah: "Dulu ada demo tentang reformasi jilid satu. Kemudian demo helm. Ada demo perkelahian antara mahasiswa dengan tentara. Itu ada yang sampai meninggal, sampai tiga orang, empat orang." Demonstrasi kali memang diwarnai kasus pembakaran dan bentrok dengan petugas keamanan. "Tapi itu hal yang biasa, " tandas Syukriansyah. * RAWAGEDE BELUM SELESAI Bayangkan sebuah desa kecil yang miskin di sudut Jawa Barat. Sekelompok tentara Belanda memasuki desa, memburu pejuang kemerdekaan Indonesia, dan kemudian membunuh 431 penduduk laki-laki. Itu yang terjadi di Rawagede 9 Desember 1947. Tepat 62 tahun setelah pembunuhan massal tersebut, para janda Rawagede menuntut pemerintah Belanda untuk bertanggung jawab. Perkara diajukan Rabu (9-12) ke pengadilan Den Haag. Laporan Redaksi Indonesia. Liesbeth Zegveld, pengacara mereka, menyatakan, yang diinginkan para janda adalah pengakuan pemerintah Belanda bahwa mereka bersalah atas pembunuhan tersebut. Selain itu, mereka juga mengharapkan kompensasi. "Tapi jangan pikir mereka hanya ingin uang. Kompensasi adalah hal terakhir yang mereka inginkan. Mereka terutama ingin agar pemerintah Belanda bertanggung jawab dan mengakui kesalahan." Kisah lama Kasus pembunuhan massal Rawagede bukan hal baru. Sejak setahun lalu, janda Rawagede meminta pertanggungjawaban pemerintah Belanda atas kematian suami mereka. Pemerintah Belanda tak juga berkomentar. Waktu itu Departemen Luar Negeri Belanda hanya berkata mereka sudah menerima pengaduan dan sedang mempelajari kasus. Pemerintah Belanda kemudian berkelit. Kasus ini sudah terlalu tua untuk diungkit kembali. Satu-satunya yang mereka lakukan adalah "menyatakan penyesalan", tapi bagi Zegveld dan para janda hal itu tidak cukup. "Bahwa kasus ini sudah terlalu tua, itu hanya alasan pemerintah Belanda. Kasus bisa dinyatakan kadaluarsa jika kejahatan tidak terlalu berat. Tapi kasus ini berbeda. Lagipula, kasus ini terus-menerus muncul di media Belanda. Jadi Anda tidak bisa bilang kalau hal ini terlupakan." Bukti "Sebuah kasus juga bisa dibilang terlalu tua untuk disidangkan jika bukti-bukti kejahatan sulit dicari karena hilang dimakan waktu. Dalam kasus Rawagede, semua bukti sudah terkumpul. Jadi tidak ada alasan lagi," terang Zegveld. Zegveld juga menyatakan, pemerintah Belanda mengakui pembunuhan Rawagede memang terjadi. Ini berarti, sudah ada "kesepakatan" dari kedua belah pihak bahwa kejahatan memang benar-benar dilakukan. Dan karena itu, tidak ada celah untuk memakai alasan bahwa kasus ini kadaluarsa. "Lagipula," tambah Liesbeth. "Ini bisa disamakan dengan kejahatan selama Perang Dunia II. Pelaku kejahatan Perang Dunia II di Eropa saja tidak berhenti diadili, lalu mengapa kasus ini dianggap terlalu tua?" Pengadilan Perkara sudah diajukan ke pengadilan di Den Haag, namun pemerintah Belanda belum juga mengeluarkan tanggapan resmi atas hal ini. "Sejak tahun lalu mereka belum mengeluarkan pernyataan yuridis apa pun. Memang ada proyek penelitian lanjutan untuk hal ini. Menteri Luar Negeri Maxime Verhagen juga sempat berdiskusi dengan beberapa orang di Jakarta. Tapi selebihnya, belum ada perkembangan apa-apa. Prosedur resmi ke pengadilan akhirnya diajukan. Dan sekarang kami masih menunggu reaksi pemerintah." Zegveld berharap kasus ini akan selesai dengan baik sehingga pemerintah Belanda mengakui kesalahan dan memberi kompensasi terhadap janda Rawagede. Jika mereka kalah di persidangan? "Naik banding!" jawab Zegveld tegas. "Kami telah memulai proses ini dan tidak akan berhenti sampai keadilan benar-benar ditegakkan." --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.radionetherlands.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [email protected] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
