---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Kamis 18 Februari 2010 14:10 UTC



** DALAI LAMA DI AMERIKA SERIKAT

** PM INGGRIS TUNTUT PENJELASAN ISRAEL

** PRANCIS SEDIAKAN DANA UNTUK HAITI 

** INGGRIS DAN IRLANDIA PANGGIL DUBES ISRAEL 

** TINJAUAN PERS: LANSIA INDIA DITELANTARKAN DAN TIGA WARGA BELANDA MENUNGGU 
EKSEKUSI DI INDONESIA 

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: ORANG BELANDA KEMBALI PUASA

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: F-16 BELANDA IKUT PERANG AFGHANISTAN

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: KABINET BELANDA SEMPOYONGAN

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: YANG ILEGAL YANG TERSIKSA DI MALAYSIA 

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: SBY BELUM SERIUS MENANGANI PELANGGARAN HAM 



* DALAI LAMA DI AMERIKA SERIKAT
Dalai Lama tiba di Amerika dan akan berkunjung ke Gedung Putih menemui Presiden 
Barack Obama. Selanjutnya, rohaniawan Tibet ini akan mengadakan pertemuan 
terpisah dengan Menlu Hillary Clinton.
Bagi Cina, pertemuan Dalai Lama dengan Presiden barack Obama ini merupakan duri 
dalam daging. Beijing menganggap Dalai Lama sebagai pemimpin perlawanan 
terhadap Pemerintah Cina di Tibet. Sejak tahun 1959 Dalai Lama mengasingkan 
diri di India.




* PM INGGRIS TUNTUT PENJELASAN ISRAEL  
PM Britania Raya, Gordon Brown mendesak Israel memberi penjelasan tentang 
pemalsuan paspor warga Inggris. Dalam peristiwa pembunuhan terhadap tokoh Hamas 
di Dubai, bulan lalu, beberapa pelaku menggunakan identitas warga Inggris yang 
menetap di Israel. Dua di antaranya menggunakan identitas warga Inggris, 
padahal yang bersangkutan, pada saat pembunuhan terjadi, dipastikan tidak 
berada di Dubai. Menurut polisi Dubai, pembunuhan dilakukan oleh Dinas Rahasia 
Israel. Almarhum tokoh Hamas tersebut berada di Dubai untuk urusan pembelian 
senjata. Ia dibunuh di dalam kamar hotel. Menurut Perdana Menteri Gordon Brown, 
paspor Inggris adalah dokumen penting, yang harus mendapat perlakuan sangat 
hati-hati. Menteri Luar Negeri Israel, Avigdor Levi Lieberman menyatakan, sama 
sekali tidak ada bukti yang menunjukkan Israel sebagai pelaku serangan 
pembunuhan tersebut.




* PRANCIS SEDIAKAN DANA UNTUK HAITI

Prancis akan menyediakan dana sebanyak 326 juta Euro dua tahun mendatang untuk 
membantu Haiti. Demikian pernyataan Presiden Nicolas Sarkozy dalam kunjungannya 
di Haiti. Hutang Haiti pada Prancis sebesar 56 juta Euro menjadi bagian dana 
bantuan itu. Ini berarti hutang Haiti lunas. Menurut para ahli biaya yang 
diperlukan untuk pemulihan pembangunan pasca gempa memerlukan dana sebesar 9 
milyar Euro. 

Sementara itu seorang hakim Haiti membebaskan delapan warga Amerika yang 
menjadi tersangka penculikan anak. Menurut hakim mereka tidak bermaksud 
melakukan tindakan kriminal.  Dua misionaris Amerika lainnya masih ditahan 
untuk penyelidikan lebih lanjut. Sejak akhir Januari kesepuluh warga Amerika 
itu ditahan di Haiti. Mereka ditangkap ketika ketahuan hendak membawa 33 anak 
yatim piatu Haiti. Belakangan diketahui beberapa anak itu masih punya orang tua.


* INGGRIS DAN IRLANDIA PANGGIL DUBES ISRAEL

Inggris dan Irlandia memanggil duta besar Israel sehubungan dengan pembunuhan 
petinggi Hamas di Dubai. Menurut kepolisian Dubai, dinas rahasia Israel Mossad 
terlibat pembunuhan ini. Mereka menggunakan paspor palsu warga Inggris dan 
Irlandia. PM Inggris ingin Israel memberi kejelasan mengenai perkara ini. 
Sedang Menlu Irlandia Micael Martin menyebut ini sebagai sebuah masalah yang 
sangat penting. 

Menurut kepolisian Dubai, sebelas orang terlibat dalam pembunuhan yang terjadi 
bulan lalu itu. Sang pimpinan Hamas dibunuh di kamar hotel di Dubai. 
Kedatangannya ke Dubai adalah untuk membeli senjata. 

Sementara itu Menlu Israel Avignor Lieberman menyangkal tuduhan bahwa Israel 
terlibat aksi pembunuhan tersebut.


* BADAK SUMATRA HAMIL

Pakar konservasi binatang di Indonesia Kamis ini mengabarkan, seekor badak 
Sumatra bernama Ratu hamil. Ratu, yang berumur delapan tahun, akan menjadi 
badak Sumatra pertama yang melahirkan dalam konservasi. Badak bercula dua dari 
Sumatra ini adalah salah satu species mamalia yang dilindungi di dunia. 
Jumlahnya kini hanya tinggal 200 ekor. 180 ekor ada di Indonesia, sisanya di 
Malaysia.


* KARNAVAL CURACAO BERAKHIR RUSUH 
Selasa lalu, pawai penutupan karnaval di Curacao berakhir dengan kerusuhan 
dengan korban tewas dua pria. Korban pertama, seorang pemusik pria berusia 38 
tahun langsung tewas di tempat, akibat penembakan yang dilakukan seorang 
pengunjung. Korban kedua, pria berusia 20 tahun, ditembak di dalam mobil, 
beberapa saat setelah karnaval selesai. Polisi belum berhasil menangkap pelaku, 
dan juga belum mengetahui motif penembakan. Tahun ini acara karnaval di Curacao 
berlangsung dengan penuh tindak kekerasan. Selain dua korban tewas, pada acara 
Selasa lalu, pada acara karnaval hari Ahad sebelumnya juga terjadi puluhan 
insiden perkelahian. Ketika itu, polisi menangkap limabelas orang perusuh.




* AUSTRALIA SANGKAL LOBI HUKUMAN MATI

Pemerintah Australia menyangkal telah meminta Indonesia untuk tidak menghukum  
tiga warga Australia yang dituduh menyelundupkan narkoba, tahun ini. Kabarnya 
hukuman ini akan memperburuk pamor PM Australia, Kevin Rudd, dalam kampanye 
pemilu. Menteri luar negeri Australia, Simon Crean, mengatakan negaranya tidak 
akan mengaitkan kampanye pemilu dengan sistem peradilan yang sedang berjalan. 
Tiga warga Australia yang terancam hukuman mati ini telah mengajukan banding. 
Ketiganya ditangkap di Bali tahun 2005 setelah ketahuan membawa 8, 3 kilogram 
Heroin yang dilekatnya di tubuh mereka.


* PRIA MEMAKSA MASUK PENJARA

Seorang pria di Jerman bulan depan harus ke pengadilan karena dia memaksa masuk 
sebuah penjara. Dia nekad masuk kompleks penjara Bielefeld karena ingin 
menghabiskan satu malam bersama pacarnya yang menjadi narapidana di penjara 
tersebut. 

Akhirnya dia sendiri harus masuk dipenjara. Penangkapan terjadi dengan mudah. 
Beberapa narapidana telah menginformasikan niat sang 'Romeo Penjara' itu. Pria 
itu ternyata juga dituduh beberapa kali melakukan pemerasan.


* POLUSI UDARA PENYEBAB ASMA

Polusi udara dapat menyebabkan asma pada anak. Demikian hasil penelitian 
Institute for Risk 
Assessment Sciences (IRAS) Universitas Utrecht. 

Menurut penelitian polusi udara karena asap buangan dapat memperparah keluhan 
penyakit asma. Pertama kalinya IRAS menemukan hubungan antara pengeksposian 
anak-anak dengan udara yang terkena polusi dan munculnya penyakit asma. 

Peneliti, Ulrike Gehring dan koleganya meneliti 4000 anak. Penelitian dimulai 
ketika anak berusia 0 tahun dan selesai ketika mereka berumur 8 tahun. Tiap 
tahunnya orang tua melapor apa anak mereka memiliki keluhan asma. Setelah 8 
tahun tes fungsi paru-paru dan alergi dilakukan. 

Hasilnya adalah adanya kaitan kuat antara pemaparan anak dengan polusi udara 
dan gejala dan penyakit asma. Semakin sering anak menghirup gas buangan semakin 
tinggi risiko menderita penyakit asma.


* BERITA BURSA

Indeks AEX Amsterdam hari ini nilainya turun 0, 5 persen pada 321,62 puoin. 
Bursa di Frankfurt, 
London dan Paris juga turun 0,3 persen. 


1 Euro= Rp. 12640,- 
1 USD = Rp. 9320,-


* LANSIA INDIA DITELANTARKAN DAN TIGA WARGA BELANDA MENUNGGU EKSEKUSI DI 
INDONESIA

Karena perekonomian India tumbuh pesat, norma kekeluargaan menjadi korban, 
tulis harian sore Belanda NRC Handelsblad. Sama seperti di Indonesia budaya 
India juga memegang teguh rasa kekeluargaan. Orang tua dan keluarga adalah 
bagian penting dari hidup. Jika anak sudah dewasa dan mapan, sudah menjadi 
tanggungjawabnya merawat orang tuanya sama seperti apa yang mereka lakukan 
sewaktu dia kecil. 

Namun sekarang budaya ini mulai berubah seraya pertumbuhan ekonomi dan 
kesejahteraan yang semakin meningkat di kota-kota besar. Banyak anak yang sudah 
tidak punya waktu atau tidak ingin merawat orang tuanya, sama seperti yang 
sering terjadi di dunia Barat. Di sana mereka menempatkan orang tuanya di panti 
jompo. Itu normal saja, tapi di India dan negara dengan budaya Timur, hal ini 
masih tidak layak dilakukan. 

Banyak lansia India merasa terlantar, kesepian dan depresi. Contohnya S.P. 
Nande, usia 81 tahun. Sepuluh tahun lalu istrinya meninggal. Anak Nande yang 
berprofesi dokter, menantu dan dua cucunya, tinggal bersamanya. Namun tidak ada 
perhatian untuk Nande. Semuanya acuh, tidak menggubris apa keinginannya, 
kebutuhannya dan perasaannya. Suatu hari Nande memutuskan untuk pergi sendiri 
ke panti jompo tanpa mengabari putranya. "Mau bagaimana lagi? Lebih baik di 
sini, banyak yang senasib dengan saya," ujarnya. 

Masyarakat India semakin mengindividu. Pemuda pergi ke kota atau ke luar negeri 
untuk bekerja atau 'melarikan diri' dari orang tuanya. Gambaran budaya hormat 
pada orang tua di India tidak lagi seindah dulu, padahal justru budaya inilah 
yang membuat nama India harum. Demikian NRC Handelsblad. 

Kita beralih ke tersangka kasus ecstacy (xtc) asal Belanda. Koran De Telegraaf 
membahas tentang ancaman hukuman mati yang dihadapi tiga warga Belanda di 
Indonesia. Ang Kiem Soei, Dick Nicholaas dan Siegfried Mets, saat ini ditahan 
di Nusa Kambangan. Kasus mereka sebenarnya berbeda, namun karena ketiganya 
terlibat masalah narkoba, penanganannya dijadikan satu. Yang sama adalah 
ketiganya terbukti memproduksi pil xtc. 

Belanda mencoba, lewat jalan diplomatik, menyelamatkan warganya. Bantuan hukum 
lewat pengacara lokal dibayar oleh Departemen Luar Negeri Belanda. Pasalnya 
tiga tersangka ini tidak punya uang untuk membayar pengacara. Permintaan 
peninjauan kembali satu tersangka sudah diajukan, yang dua menyusul. 

Untuk jalur diplomatik kasus ini Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Nikolaos 
Van Dam, Menteri Luar Negeri, Maxime Verhagen dan Menteri Kehakiman, Hirsch 
Ballin, bekerjasama. Belanda ingin vonis mati menjadi, paling tidak, hukuman 
penjara seumur hidup. 

Menurut pengacara yang menangani kasus ini dari Belanda, Bart Stapert, vonis 
mati hanya bisa dicegah lewat diplomasi yang tenang, tidak terburu-buru. Dia 
berharap mudah-mudahan jalur diplomatik yang sedang berjalan saat ini berjalan 
mulus. Demikian De Telegraaf.


* ORANG BELANDA KEMBALI PUASA

Orang Belanda kembali berpuasa antara Senin lalu dan Paskah mendatang. Unutk 
banyak ummat Katholik bulan puasa ini adalah saat yang tepat untuk bertenang 
diri dan berpikir. Kelihatannya semakin banyak orang Belanda yang membutuhkan 
masa tenang seperti itu. Laporan Perro de Jong:

Ummat Katholik Belanda biasanya tidak mau mengumbar apakah mereka berpuasa atau 
tidak. Karena itu banyak orang akan tercengang mendengar bahwa lebih banyak 
orang Belanda yang berpuasa dibandingkan muslimin Belanda di saat Ramadhan. 
Satu dari dua puluh orang Belanda berpuasa. Demikian hasil jajak pendapat tiga 
tahun lalu yang dilakukan organisasi Katholik, Kerk in Actie.

Mungkin segala macam bentuk dan gejala krisis membuat orang justru peka akan 
pertanyaan apa yang benar-benar penting dalam hidup ini. Bahwa orang tidak 
terlalu peka akan gangguan dari luar.

Jumlah orang Belanda yang berpuasa semakin lama bertambah banyak. Demikian 
pakar teologi dan filosofi Will Derkse dari Universitas Radboud, Nijmegen. Ia 
membandingkannya dengan segelas air aqua, "nikmat untuk diminum setelah 
jalan-jalan di hutan di musim panas, tetapi apabila anda telah minum lima gelas 
bir, maka anda tidak merasakan bedanya."


Manajemen Diri
Tetapi berpuasa di tahun 2010 sangat berbeda dengan tahun 1950-an, sebelum 
gereja Katholik Belanda menyatakan memisahkan diri dari Konsili Vatikan Kedua. 
Ketika itu sepertinya sebuah perlombaan, siapa yang banyak melepaskan diri dari 
semua kewajiban agama, di mana kontrol sosial cukup ketat. Ini yang membuat 
trauma banyak ummat Katholik di Belanda.

Tetapi saat ini bentuk dari anoreksia agama itu sudah diganti dengan manajemen 
diri: suatu cara yang bermanfaat untuk memperbaiki sisi-sisi lemah manusiawi 
dengan berbagai latihan spiritual. Apapun kelemahan diri itu, demikian teolog 
Derkse.

Ini bisa menjadi jalan keluar yang baik, sepanjang seseorang melihat ini 
sebagai cara untuk meninggalkan sesuatu yang dianggap memberatkan diri. Tahun 
lalu ada mahasiswa saya yang ingin hidup 40 hari tanpa mengeluh. Ia mengatakan 
itu hal yang sangat sulit.

Para pelajar sekolah menengah di Rotterdam, baru-baru ini mencetuskan sebuah 
ide untuk tidak mengirim dan menerima sms selama 40 hari. Sementara Derkse 
sendiri memilih untuk tidak makan yang manis-manis selama puasa. "Apabila ini 
wawancara televisi, maka anda tau mengapa." Selain itu ia memilih untuk dua 
hari dalam seminggu tidak menggunakan media apa pun.

Konsevatif
Karena aturan berpuasa diperlunak, maka perbedaan dengan puasa di bulan 
Ramadhan juga semakin besar. Tapi itu tidak berarti ummat Katholik di Belanda 
tidak serius dengan agamanya. Memang banyak orang mengira, semakin bertambahnya 
perhatian untuk ummat muslim dan Ramadhan, semakin mendorong ummat Katholik 
untuk menjalankan tradisi mereka. Semua yang dianggap sudah ketinggalan jaman, 
kembali menjadi trend.

Selain itu pemimpin gereja Katholik Roma yang sekarang Paus Benediktus ke-16 
juga berperan dalam hal ini. Ia semakin mengambil jarak dari gereja reformasi 
progresif yang dicetuskan tahun 1960-an. Menurut para kritikus, karena itulah 
gereja Katholik semakin lama semakin konservatif.

Protestan
Tetapi menurut guru besar teologi Derkse kebiasaan berpuasa tidak hanya untuk 
kaum Katholik konservatif. Justru aliran Kristen lainnya di Belanda juga 
mengenal baik tradisi ini:

Gereja Protestan juga mengenal tradisi berpuasa. hanya saja mereka mulai 
beberapa hari lebih awal.Ini juga tidak ada hubungannya dengan 'hukuman', 
tetapi lebih dengan memberikan waktu lebih banyak kepada diri sendiri untuk 
memecahkan berbagai masalah.

Dan hal itu, begitu pendapat banyak orang, memang dibutuhkan di jaman yang 
penuh krisis sekarang.


* F-16 BELANDA IKUT PERANG AFGHANISTAN 
Di Den Haag krisis kabinet terjadi mengenai keterlibatan tentara Belanda di 
Uruzgan, Afghanistan Selatan. Tapi ternyata, masih ada satu lagi misi  Belanda 
di Afghanistan yang jarang kita dengar: F-16. Apa yang dilakukan penerbang 
Belanda di sana dan peran macam apa yang dimiliki Belanda dalam perang 
Afghanistan?
Misi F-16 ini memang tak terlalu dikenal. Amerika bahkan lebih terbuka mengenai 
angkatan udaranya. Permintaan saya untuk lebih lama mengikuti pilot-pilot 
Belanda yang ditempatkan di Kandahar di bawah bendera NATO ditolak. Walaupun 
saya tidak boleh mewawancara mereka, Komandan Peter Tankink menyatakan mau 
diwawancara ketika saya tiba di Kandahar Airfield.
Afghanistan dijaga 24 jam oleh sepuluh pesawat tempur, kata Tankink. Dengan 
pesawat F-16 Belanda rutin ikut serta dalam penjagaan, yang selama beberapa 
tahun terakhir sangat aktif di Helmand dan Kandahar yang berbahaya.
Korban sipil yang tak bersalahsudah lama membuat Presiden Afghanistan Hamid 
Karzai marah. dan pesawat-pesawat tempurlah yang banyak memakan korban. Menurut 
PBB di Afghanistan 359 penduduk sipil tewas pada 2009 sebagai korban salah 
tembak dari pesawat-pesawat tempur ini - jumlah ini lebih dari 60% dari jumlah 
total korban. Sejak 2004 Belanda ikut berperang dengan pesawat tempur di 
Afghanistan. Hanya sekali diberitakan bahwa pesawat F-16 milik Belanda 
menewaskan sejumlah penduduk sipil - di antaranya perempuan dan anak-anak - di 
Helmand. Itu September tahun lalu. 
Ketika saya bertemu komandan Tankink, ia baru saja memasuki salah satu pesawat 
F-16 di Afghanistan. Di kokpit yang dilengkapi pengendali rudal, bom GPS dan 
laser, ia memutar sejumlah tombol. Ia lalu terbang dan menghilang di balik awan 
selama beberapa detik. Tujuan penerbangan ini baru saya dengar beberapa waktu 
kemudian. Mereka takut informasi bocor ke tangan lawan jika tujuannya 
diberitahu sebelumnya. 
Tiga jam kemudian ia kembali dari misi di Helmand. Ia mengeksplorasi wilayah 
tersebut untuk Inggris yang ingin memulai operasi di sana. "Pemberontak pasti 
mempersiapkan ranjau darat. Kami berusaha mencari tahu sejak awal."
Penerbangan F16 60% direncanakan sejak awal: untuk membuat foto wilayah, atau 
mencari ranjau darat. Demikian keterangan Tankink. F-16 juga bisa dipergunakan 
untuk pertahanan dalam perang. Toh Tankink menyatakan, ia tak sering 
menggunakan bom. "Beberapa bulan terakhir saya cuma satu kali menggunakan 
tombol senjata untuk melindungi tentara Inggris. Dan itu cuma tembakan 
peringatan." "Tembakan"-nya selama tiga bulan terakhir "bisa dihitung dengan 
jari." Apa yang dikakukan rekan seprofesi, ia tak tahu. "Kadang sudah cukup 
menakutkan jika kami terbang di atas mereka dengan gaya menngancam."
Ketika baru terpilih, Jendral Amerika yang baru McChrystal langsung membatasi 
serangan pesawat tempur. "Serangan udara bisa jadi penyebab keruntuhan kita," 
katanya tegas. Perlindungan terhadap penduduk sipil adalah prioritas yang lebih 
penting ketimbang perlindungan terhadap tentara. Tankink tidak ragu bahwa 
penerbang Belanda lebih hati-hati menggunakan "tombol merah". "Pilot Belanda 
lebih menahan diri untuk tidak menggunakan senjata. Ketimbang langsung 
menembak, kami terlebih dahulu meminta tentara di darat untuk mundur." 
Rumah-rumah dan jalanan sering kali dibom. Waktu itu mungkin memang harus 
dibom, tapi efeknya untuk rakyat besar, jelas Tankink. "Orang-orang seperti 
tidak diberi kesempatan membangun hidup mereka."
Informasi dari tentara di darat masih merupakan kelemahan terbesar dalam 
serangan udara. Ketidakpercayaan antara NATO dan Afghanistan, korupsi di 
kalangan pejabat, penduduk sipil yang dijadikan tameng, laporan palsu dari 
kepala suku yang saling bermusuhan, hal-hal tersebut dengan cepat mengaburkan 
gambaran musuh yang sebenarnya. Pengendali bom - Forward Air Controller (FAC)- 
bisa menjatuhkan korban tak berdosa. Tankink mengakui, ada "korupsi" di sana. 
namun ia buru-buru memberikan alasan. FAC bertanggung jawab dalam permohonan 
permintaan bom. "kadang memang tidak jelas bagaimana kami bisa terlibat dalam 
perang. tapi itu tak lagi penting, karena pertempuran sedang terjadi. Dan 
tentara kami dalam bahaya."




* KABINET BELANDA SEMPOYONGAN

Setelah lolos dari mosi tidak percaya sehubungan dukungan pada serbuan ke Irak, 
Kabinet Belanda, pimpinan Perdana Menteri Jan Peter Balkenende, kembali 
menghadapi kendala baru, dan kali ini mungkin fatal. Kini masalahnya, 
perpanjangan masa tugas misi militer Belanda di Afghanistan, setelah tahun 2010.
Wakil Perdana Menteri, merangkap Menteri Keuangan, Wouter Bos menegaskan, ia 
dan Partai Buruh ingin memenuhi janji pada rakyat pemilih, bahwa tentara 
Belanda akan meninggalkan Afghanistan, paling lambat tanggal 31 Agustus 2010. 
Itulah jawaban Partai Buruh terhadap permintaan NATO, agar tentara Belanda 
bertugas lebih lama di Uruzgan, atau di lokasi lain di Afghanistan, setelah 
tahun 2010. Kalau perlu, tidak sebagai satuan tempur. Permintaan tersebut 
mendapat sambutan dari kalangan menteri partai Uni Kristen dan Kristen 
Demokrat, dalam kabinet koalisi ini. Mereka bersedia memenuhi permintaan 
tersebut.
Menteri Wouter Bos, yang pada masa lalu dituduh sebagai seorang tokoh yang 
sering berubah pendapat, kini tegas menyatakan, ia akan menepati janji. Ia 
antara lain menuntut agar Jum'at mendatang kabinet sudah mengambil keputusan. 
Dengan demikian, ia sebenarnya mempertaruhkan kelangsungan hidup kabinet. Para 
pengamat di Den Haag sepakat, kabinet kini dalam keadaan krisis. Apa yang akan 
terjadi, kini menjadi sumber spekulasi: para menteri dari Partai Buruh akan 
meletakkan jabatan, dengan demikian meninggalkan dua partai kristen tetap 
bertahan sebagai kabinet demisioner, hingga saat pemilu 2011. Atau, seluruh 
kabinet mundur, dan segera digelar pemilu dipercepat, sekitar Juni mendatang.
Jalan ke luar
Menteri Urusan Rumahtangga, Andre Rouvoet, pemimpin partai kristen orthodoks, 
Uni Kristen, mitra paling kecil dalam koalisi, mengingatkan, pemerintah wajib 
menjaga stabilitas. Selanjutnya, ia menyatakan kaget atas sikap keras Wouter 
Bos, sambil tetap berharap, akan berhasil mencari jalan ke luar.
Dari kalangan Kristen Demokrat, kekhawatiran paling besar adalah rusaknya citra 
Belanda, jika tidak memenuhi permintaan NATO. Penolakan mungkin akan berakibat, 
berakhirnya posisi Belanda sebagai pengamat dalam KTT G20.
Kini semua perhatian tertuju pada sidang kabinet Jum'at mendatang, yang akan 
membicarakan tuntutan Wouter Bos mengenai keputusan final tentang kelangsungan 
misi tentara Belanda di Afghanistan.


* YANG ILEGAL YANG TERSIKSA DI MALAYSIA

Pemerintah Malaysia berencana merazia besar-besaran terhadap TKI ilegal. 
Pekerja yang tak punya paspor atau izin tinggal, jangan harap bisa lolos dari 
razia ini. Razia oleh Polisi Diraja Malaysia hanya salah satu nestapa yang 
harus dihadapi TKI yang bekerja secara ilegal di negeri jiran itu. Siksaan, 
pelecehan seksual atau dijadikan pelacur, termasuk diantaranya. Ada yang 
berhasil  lolos dan menyelamatkan diri. Kontributor KBR68H di Kalimantan Barat 
Heriyanto berbincang dengan mereka yang selamat dan menunggu dipulangkan ke 
kampung halamannya.

Aku dikurung, kok kayak gini aku, kok kenapa aku pakai pakaian kayak gini? Aku 
tanya Agent. Asal kamu tau, kalau aku jual kamu 7000 ringgit. Sekarang kamu tuh 
kerja apa? Kamu tuh pakaian seksi, kerja anak ayam. Kerja ayam tuh apa? Tak 
tahunya kerja anam ayam itu kerja di tempat pelacuran. Aku nangis, ingin bunuh 
diri di situ. Tapi kawan-kawanku bilang jangan. Masih ada kesempatan untuk 
lari. 

Fanny. Tubuhnya kurus. Tak ada keceriaan di wajahnya. Bibirnya tampak pucat.  
Usianya belum genap 17 tahun ketika dia dibawa agen penyalur kerja ilegal ke 
Malaysia. Dijanjikan kerja enak dengan gaji besar, Fanny dijual seharga 18 juta 
rupiah. Kekerasan fisik tak jarang dialami perempuan asal Nusa Tenggara Timur 
ini. Bila melawan, agennya tak segan menyiksa. 

(Pernah diancam oleh Agent?) Pernah ditampar, dipukul juga. (Diapain lagi?) 
ditendang, disiram pakai air panas. Aku ancam dia, kalau aku datang untuk kerja 
bukan disiksa. Tapi dia bilang, kalau kamu banyak cakap aku akan pukul kamu, 
siksa kamu, sampai mati

Fanny tak tahan. Ia berupaya lari dari sekapan agen. Namun samseng atau preman 
anak buah sang agen mengejarnya. Fanny lantas meminta bantuan Polisi Diraja 
Malaysia yang ditemuinya di jalan. Bukan perlindungan yang ia dapat. Polisi 
justru menjualnya ke agen lain. 

Kalau namanya anak cewek atau ibu-ibu yang sedikit muda, ketemu di jalan minta 
tolong sama polisi Malaysia, bukannya ditolong tapi tak taunya dijual di 
pelacuran, dijadikan istri simpanan. Itulah makanya  aku minta, minta keadilan 
saja ini, dari Indonesia dan Malaysia, kalau mempekerjakan TKW jangan disiksa 
seperti itu. Soalnya namanya manusia ya jangan disiksa terus. Di mana hati 
nurani seorang manusia.

Fanny kembali dipekerjakan di tempat hiburan. Berkali-kali gadis berkulit sawo 
matang itu mencoba kabur. Suatu malam, usaha Fanny berhasil. Ia memecahkan kaca 
jendela tempat ia disekap, lantas kabur. Ia meminta bantuan ke Konsulat 
Indonesia di Kuching, Malaysia.

Mau jam 10, sempat aku disuruh dandan. Tapi aku nggak mau. Aku tengok jam 9. Ya 
syukur Tuhan masih melindungi aku, agent itu keluar ke office. Tinggal anak 
mantunya di situ. Ya aku pecah kaca jendela untuk keluar. Terus lari. Menuju 
konsulat. Soalnya dekat sama konsulat. Di saat lari itu ada Samseng ada 3 
orang, sama agent, sama drivernya, supirnya tuh. Kejar kami. Ada temanku 1 
orang kena tangkap, sempat dijambak-jambak begitu. Ya aku ketakutan, aku naik 
pagar konsulat. Aku minta tolong orang konsulat, aku bilang Tolong selamatkan 
aku, aku dikejar Samseng.

Empat bulan menunggu di Konsulat, Fanny lantas dijemput Arsinah Sumitro dari 
LSM Anak Bangsa. Dibawa ke penampungan TKI di Entikong, Kalimantan Barat. 

Di tempat ini, ada juga Siti asal Indramayu, Jawa Barat. Ia bekerja sebagai 
pembantu rumah tangga di Kucing, Malaysia. Setelah 2 tahun bekerja secara 
ilegal, tak sepeser pun uang yang ia bawa pulang. Agen penyalur kerjanya 
membuat aturan, gaji dari majikan harus diberikan ke agen terlebih dahulu. Uang 
itu tak pernah sampai ke tangan Siti. 

Saat ditemui, Siti sedang sakit. Badannya kurus dengan pandangan mata yang 
sayu. Suaranya pelan. Dia ingin sekali pulang. 


Udah ngadu sama orang kantor, bilangnya nanti diuruskan. Tapi susah mau 
diuruskan, jadi saya pengin pulang aja lah. Jadi nggak tahu diuruskan apa nggak 
nantinya. [jadi nggak bawa uang sama sekali bu?] nggak bawa seperak pun. 
Walaupun nggak dibayar saya ikhlasin, nggak papa. Saya pengin pulang banget. 
Pengin pulang...  
 
Kini mereka ditampung oleh LSM Anak Bangsa, yang berkantor di perbatasan 
Entikong, Kalimantan Barat. 
TKI yang bermasalah di Malaysia kebanyakan adalah pekerja ilegal. Tanpa paspor, 
apalagi dokumen kerja. Agustini dari Dinas Sosial Kalimantan Barat mengatakan, 
Dinas sedikitnya telah memulangkan seribu TKI bermasalah selama 2009.  Kasusnya 
beragam.

Kasus mereka ini mereka ini misalnya, ada agent ada kontrak, kadang kontraknya 
tidak sesuai dengan perjanjian. Karena itu mereka pulang. Ada pula yang kena 
siksa. Ada juga yang nggak betah di sana. Macam-macam masalah lah yang kami 
hadapi. 

Bagaimana caranya menyelundupkan pekerja ilegal itu?
Pos Pemeriksaan Lintas Batas Entikong. Di sini, orang-orang yang ingin masuk 
atau keluar dari Malaysia diperiksa, baik oleh polisi maupun imigrasi. 
Suasana perbatasan siang itu cukup ramai. Beberapa mobil melintas, di dalamnya 
ada perempuan-perempuan muda. Menurut Arsinah Sumitro, LSM Anak Bangsa, meski 
ada pemeriksaan, tetap saja banyak TKI ilegal yang bisa lolos ke Malaysia. 

Itu tergantung mereka. Kadang pake paspor, kadang lewat gelap. Kadang-kadang ya 
permainannya dengan aparat khan sudah terkoordinasi githu khan. (Di daerah ini 
ya?) Iya daerah ini. Kawasan inilah. (Kadang lewat mana?) Lewat jalan inilah. 
Kadang Lewat jalan tikus juga ada, lewat samping sana juga boleh, nggak lewat 
border. Ini selalu ramai, dari Subuh juga sudah ramai.

Kepala Kepolisian Entikong Fajar Danny Susanto mengatakan, ada banyak modus 
yang dipakai untuk meloloskan seseorang melewati perbatasan ini. 

Ada misalnya yang dimasukkan lewat kendaraan pribadi. Yang pernah kita tangani 
itu anak itu disuruh di bawah jok. Jadi disuruh tidur di bawah jok. Bahkan ada 
satu lagi anak itu yang dimasukkan ke dalam bagasi mobil. 

Para korban biasanya diiming-imingi gaji tinggi.  Meski tanpa pendidikan dan 
keterampilan yang memadai, mereka mau saja dibawa ke Malaysia. Seperti yang 
dialami Handayani asal Bandung, Jawa Barat. Tak sedikit pun ia kenal 
orang-orang yang membawanya. 

Dibawa orang-dibawa orang, ditaruh di jalan, entar dijemput orang pake motor 
ini, entar dijemput lagi pake motor ini. Jadi lempar-lempar terus. Sampai sini 
sudah 5 tangan sampi sini saya. Dari rumah dibawa sponsor daerah, Ibu Eneng. 
Dari Ibu Eneng itu dilempar ke Jakarta. Dari situ dilempar lagi ke Condet pake 
motor lagi. Dari Condet dibawa ke penampungan di Tangerang. Di penampungan di 
Tangerang suruh beli tiket, sudah dibooking bu tiketnya. Sekarang ibu terbang. 
Terus saya tanya, paspornya gimana pak, khan belum bikin? Entar paspornya sudah 
dibikin di Pontianak. Paspor ibu sudah ada di sana. 

Handayani termasuk yang beruntung karena belum sempat dibawa ke Malaysia. 
Perempuan ini lari dari sekapan agen penyalur kerjanya ketika berada di 
Pontianak Timur. Saat itu ada 7 orang, sama-sama berasal dari Jawa Barat, yang 
ikut lari bersama Handayani. 

Yayasan Nanda Dian Nusantara di Pontianak memberikan perlindungan serta bantuan 
bagi TKI bermasalah dari Malaysia. Devi Tiomana dari yayasan tersebut 
menjelaskan, banyak penyalur tenaga kerja tak resmi yang bekerjasama dengan 
oknum pemerintah. Tujuannya, membuat dokumen kerja palsu. 

Tapi kenyataannya pribadi-pribadi masih bisa merekrut tenaga kerja. Bisa 
paspornya keluar. Lebih gilanya lagi paspor yang dikeluarkan bagi mereka ini 
paspor kunjungan, visa kunjungan bukannya paspor tenaga kerja. Bahkan mereka 
tidak dilatih untuk memperoleh keterampilan bekerja di luar negeri. Khan itu 
aneh. Selama peluang-peluang ini dibuka oleh oknum-oknum  yang mencari 
kepentingan dari trafiking ini maka kasus-kasus trafiking ini tidak akan 
berhenti. 

Selain dokumen palsu, para TKI ilegal banyak juga yang menggunakan paspor 
kunjungan, bukan paspor kerja. Nyoman Mertha dari Kantor Imigrasi Entikong 
mengatakan, umumnya para TKI ilegal bekerja sembunyi-sembunyi. Karena itu, 
pendataan sangat sulit dilakukan. Mereka baru terdata setelah tertangkap Polisi 
Diraja Malaysia. 

Dia diketahui illegal setelah ada pelanggaran di negara luar itu. Illegal dalam 
arti tidak mengurus Permit atau ijin tinggal untuk bekerja di sana. Untuk kerja 
di Malaysia. 

Fanny yang pernah dua tahun diperdagangkan di Malaysia, mengaku kapok. Tak mau 
lagi kembali ke sana. Ia ingin bekerja di Indonesia saja. 

Apa yang aku cita-citakan tidak tercapai. Aku cari uang khan untuk biaya 
kuliah, tapi uang itu nggak dapat juga. Yang aku dapat cuma penyesalan, ya 
sakit hati juga. Tapi aku punya prinsip nyawa aku lebih bagus daripada uang, 
uang bisa dicari kapan pun tapi kalau nyawa nggak bisa dicari. (Ke depan mau ke 
Malaysia lagi?) enggak masuk lagi. Seumur hidup pun tidak mau masuk lagi. Lebih 
baik cari kerja di Indonesia. Biar pun gajinya sedikit, tapi ada rasa 
pengasihan. 

Fanny belum lama ini dipulangkan ke NTT. Siap memulai hidup baru di negeri 
sendiri.


* SBY BELUM SERIUS MENANGANI PELANGGARAN HAM

Presiden SBY nampaknya belum serius manangani isyu-isyu pelanggaran HAM. SBY 
belum serius menjadikan isyu tersebut dijadikan agenda kebijakannya. SBY hanya 
menggunakan isyu-isyu pelanggaran HAM dalam tataran jargon-jargon, janji-janji 
tetapi belum dalam tataran implementasi. Jangan-jangan SBY enggan menindak 
perwira-perwira tinggi seperti jendral Wiranto dan Prabowo yang kini terjun ke 
politik. Demikian Mugiyanto ketua IKOHI yang memimpin aksi di markas Kopasus 
Cijantung untuk merespon kelambatan pemerintah mengimplementasi 4 rekomendasi 
DPR September 2009 untuk terus melacak orang-orang yang hilang periode '78 - 
'79.

Mugiyanto (M) : Hari ini kami Keluarga Korban Penghilangan Paksa bersama dengan 
aktivis HAM di Jakarta dan Keluarga Korban yang datang dari daerah mengadakan 
aksi ke Polda Metro Jaya di Jakarta. Aksi tadi pagi adalah rangkaian dari 
kegiatan kampanye dan advokasi yang akan kita lakukan sampai besok malam. Ada 
tiga tempat yang kita jadikan sasaran untuk melakukan aksi. Yang pertama adalah 
Polda Metro Jaya karena di Polda Metro Jaya pada tahun 1998 setidaknya ada lima 
aktivis yang pernah ditahan disana dan salah satunya adalah saya, Mugianto dan 
kemudian Aan Lutfianto, Nizar Patria dan Andi Arief. Kami ber-empat pernah 
ditahan di Polda Metro Jaya tetapi kemudian dilepaskan karena ada perubahan 
rejim ketika Habibie menggantikan Soeharto. Habibie kemudian mencabut UU 
anti-subversi yang membebaskan kami. 

Tetapi sebetulnya ada satu orang juga yang saat itu sempat berada di Polda 
Metro Jaya. Ini berdasarkan kesaksian dari almarhum Munir yang melihat Herman 
Hendrawan, salah satu dari 13 korban yang masih hilang tetapi sejak saat itu 
Herman Hendrawan tidak ada. Kita minta kepada Polda Metro Jaya untuk 
menjelaskan kepada kami dimana sebetulnya Herman Hendrawan yang 12 tahun lalu 
berada di Polda Metro Jaya. Sampai hari ini kita tidak mendengarkan informasi 
sama sekali. 

Sebetulnya tidak hanya mengenai Herman Hendrawan tetapi juga terhadap 12 
aktivis lain yang masih hilang dari total 13. Kami sudah melaporkan peristiwa 
"Penghilangan Orang" ini sejak tahun 1998. 

Radio Nederland (RN) : Bung Mugiyanto, anda minta kejelasan dari Polda Metro 
Jaya mengenai nasib orang-orang yang hilang. Bukankah presiden SBY pernah 
menjanjikan akan mengklarifikasi orang-orang hilang ini ?

M : Betul. Sebetulnya tanggung-jawab tertinggi ada di presiden SBY karena sudah 
ada rekomendasi dari DPR periode lalu yang dikeluarkan pada tanggal 28 
September 2009 yang secera spesifik terdiri dari 4 butir. Rekomendai nomor dua 
menyebutkan : bahwa presiden SBY beserta institusi terkait harus terus mencari 
dan menemukan 13 orang yang masih hilang. Cuma kita semua tahu, presiden SBY 
belum melakukan apa-apa. 

Pesan yang juga kami sampaikan dengan aksi ke Polda Metro Jaya hari ini adalah 
juga untuk menunjukkan kepada SBY, tempat inilah, lembaga inilah di Polda Metro 
Jaya atau lembaga Kepolisian inilah yang juga harus digerakkan oleh SBY. 
Dikerahkan untuk melakukan pencarian. Secara spesifik kami menyebutkan Polda 
Metro Jaya juga harus diperiksa.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.rnw.nl/id/bahasa-indonesia

Anda bisa berhenti berlangganan dengan mengirim email ke:
[email protected]

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[email protected]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke