--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Kamis 18 Februari 2010 14:10 UTC ** DALAI LAMA DI AMERIKA SERIKAT ** PM INGGRIS TUNTUT PENJELASAN ISRAEL ** PRANCIS SEDIAKAN DANA UNTUK HAITI ** INGGRIS DAN IRLANDIA PANGGIL DUBES ISRAEL ** TINJAUAN PERS: LANSIA INDIA DITELANTARKAN DAN TIGA WARGA BELANDA MENUNGGU EKSEKUSI DI INDONESIA ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: ORANG BELANDA KEMBALI PUASA ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: F-16 BELANDA IKUT PERANG AFGHANISTAN ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: KABINET BELANDA SEMPOYONGAN ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: YANG ILEGAL YANG TERSIKSA DI MALAYSIA ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: SBY BELUM SERIUS MENANGANI PELANGGARAN HAM * DALAI LAMA DI AMERIKA SERIKAT Dalai Lama tiba di Amerika dan akan berkunjung ke Gedung Putih menemui Presiden Barack Obama. Selanjutnya, rohaniawan Tibet ini akan mengadakan pertemuan terpisah dengan Menlu Hillary Clinton. Bagi Cina, pertemuan Dalai Lama dengan Presiden barack Obama ini merupakan duri dalam daging. Beijing menganggap Dalai Lama sebagai pemimpin perlawanan terhadap Pemerintah Cina di Tibet. Sejak tahun 1959 Dalai Lama mengasingkan diri di India. * PM INGGRIS TUNTUT PENJELASAN ISRAEL PM Britania Raya, Gordon Brown mendesak Israel memberi penjelasan tentang pemalsuan paspor warga Inggris. Dalam peristiwa pembunuhan terhadap tokoh Hamas di Dubai, bulan lalu, beberapa pelaku menggunakan identitas warga Inggris yang menetap di Israel. Dua di antaranya menggunakan identitas warga Inggris, padahal yang bersangkutan, pada saat pembunuhan terjadi, dipastikan tidak berada di Dubai. Menurut polisi Dubai, pembunuhan dilakukan oleh Dinas Rahasia Israel. Almarhum tokoh Hamas tersebut berada di Dubai untuk urusan pembelian senjata. Ia dibunuh di dalam kamar hotel. Menurut Perdana Menteri Gordon Brown, paspor Inggris adalah dokumen penting, yang harus mendapat perlakuan sangat hati-hati. Menteri Luar Negeri Israel, Avigdor Levi Lieberman menyatakan, sama sekali tidak ada bukti yang menunjukkan Israel sebagai pelaku serangan pembunuhan tersebut. * PRANCIS SEDIAKAN DANA UNTUK HAITI Prancis akan menyediakan dana sebanyak 326 juta Euro dua tahun mendatang untuk membantu Haiti. Demikian pernyataan Presiden Nicolas Sarkozy dalam kunjungannya di Haiti. Hutang Haiti pada Prancis sebesar 56 juta Euro menjadi bagian dana bantuan itu. Ini berarti hutang Haiti lunas. Menurut para ahli biaya yang diperlukan untuk pemulihan pembangunan pasca gempa memerlukan dana sebesar 9 milyar Euro. Sementara itu seorang hakim Haiti membebaskan delapan warga Amerika yang menjadi tersangka penculikan anak. Menurut hakim mereka tidak bermaksud melakukan tindakan kriminal. Dua misionaris Amerika lainnya masih ditahan untuk penyelidikan lebih lanjut. Sejak akhir Januari kesepuluh warga Amerika itu ditahan di Haiti. Mereka ditangkap ketika ketahuan hendak membawa 33 anak yatim piatu Haiti. Belakangan diketahui beberapa anak itu masih punya orang tua. * INGGRIS DAN IRLANDIA PANGGIL DUBES ISRAEL Inggris dan Irlandia memanggil duta besar Israel sehubungan dengan pembunuhan petinggi Hamas di Dubai. Menurut kepolisian Dubai, dinas rahasia Israel Mossad terlibat pembunuhan ini. Mereka menggunakan paspor palsu warga Inggris dan Irlandia. PM Inggris ingin Israel memberi kejelasan mengenai perkara ini. Sedang Menlu Irlandia Micael Martin menyebut ini sebagai sebuah masalah yang sangat penting. Menurut kepolisian Dubai, sebelas orang terlibat dalam pembunuhan yang terjadi bulan lalu itu. Sang pimpinan Hamas dibunuh di kamar hotel di Dubai. Kedatangannya ke Dubai adalah untuk membeli senjata. Sementara itu Menlu Israel Avignor Lieberman menyangkal tuduhan bahwa Israel terlibat aksi pembunuhan tersebut. * BADAK SUMATRA HAMIL Pakar konservasi binatang di Indonesia Kamis ini mengabarkan, seekor badak Sumatra bernama Ratu hamil. Ratu, yang berumur delapan tahun, akan menjadi badak Sumatra pertama yang melahirkan dalam konservasi. Badak bercula dua dari Sumatra ini adalah salah satu species mamalia yang dilindungi di dunia. Jumlahnya kini hanya tinggal 200 ekor. 180 ekor ada di Indonesia, sisanya di Malaysia. * KARNAVAL CURACAO BERAKHIR RUSUH Selasa lalu, pawai penutupan karnaval di Curacao berakhir dengan kerusuhan dengan korban tewas dua pria. Korban pertama, seorang pemusik pria berusia 38 tahun langsung tewas di tempat, akibat penembakan yang dilakukan seorang pengunjung. Korban kedua, pria berusia 20 tahun, ditembak di dalam mobil, beberapa saat setelah karnaval selesai. Polisi belum berhasil menangkap pelaku, dan juga belum mengetahui motif penembakan. Tahun ini acara karnaval di Curacao berlangsung dengan penuh tindak kekerasan. Selain dua korban tewas, pada acara Selasa lalu, pada acara karnaval hari Ahad sebelumnya juga terjadi puluhan insiden perkelahian. Ketika itu, polisi menangkap limabelas orang perusuh. * AUSTRALIA SANGKAL LOBI HUKUMAN MATI Pemerintah Australia menyangkal telah meminta Indonesia untuk tidak menghukum tiga warga Australia yang dituduh menyelundupkan narkoba, tahun ini. Kabarnya hukuman ini akan memperburuk pamor PM Australia, Kevin Rudd, dalam kampanye pemilu. Menteri luar negeri Australia, Simon Crean, mengatakan negaranya tidak akan mengaitkan kampanye pemilu dengan sistem peradilan yang sedang berjalan. Tiga warga Australia yang terancam hukuman mati ini telah mengajukan banding. Ketiganya ditangkap di Bali tahun 2005 setelah ketahuan membawa 8, 3 kilogram Heroin yang dilekatnya di tubuh mereka. * PRIA MEMAKSA MASUK PENJARA Seorang pria di Jerman bulan depan harus ke pengadilan karena dia memaksa masuk sebuah penjara. Dia nekad masuk kompleks penjara Bielefeld karena ingin menghabiskan satu malam bersama pacarnya yang menjadi narapidana di penjara tersebut. Akhirnya dia sendiri harus masuk dipenjara. Penangkapan terjadi dengan mudah. Beberapa narapidana telah menginformasikan niat sang 'Romeo Penjara' itu. Pria itu ternyata juga dituduh beberapa kali melakukan pemerasan. * POLUSI UDARA PENYEBAB ASMA Polusi udara dapat menyebabkan asma pada anak. Demikian hasil penelitian Institute for Risk Assessment Sciences (IRAS) Universitas Utrecht. Menurut penelitian polusi udara karena asap buangan dapat memperparah keluhan penyakit asma. Pertama kalinya IRAS menemukan hubungan antara pengeksposian anak-anak dengan udara yang terkena polusi dan munculnya penyakit asma. Peneliti, Ulrike Gehring dan koleganya meneliti 4000 anak. Penelitian dimulai ketika anak berusia 0 tahun dan selesai ketika mereka berumur 8 tahun. Tiap tahunnya orang tua melapor apa anak mereka memiliki keluhan asma. Setelah 8 tahun tes fungsi paru-paru dan alergi dilakukan. Hasilnya adalah adanya kaitan kuat antara pemaparan anak dengan polusi udara dan gejala dan penyakit asma. Semakin sering anak menghirup gas buangan semakin tinggi risiko menderita penyakit asma. * BERITA BURSA Indeks AEX Amsterdam hari ini nilainya turun 0, 5 persen pada 321,62 puoin. Bursa di Frankfurt, London dan Paris juga turun 0,3 persen. 1 Euro= Rp. 12640,- 1 USD = Rp. 9320,- * LANSIA INDIA DITELANTARKAN DAN TIGA WARGA BELANDA MENUNGGU EKSEKUSI DI INDONESIA Karena perekonomian India tumbuh pesat, norma kekeluargaan menjadi korban, tulis harian sore Belanda NRC Handelsblad. Sama seperti di Indonesia budaya India juga memegang teguh rasa kekeluargaan. Orang tua dan keluarga adalah bagian penting dari hidup. Jika anak sudah dewasa dan mapan, sudah menjadi tanggungjawabnya merawat orang tuanya sama seperti apa yang mereka lakukan sewaktu dia kecil. Namun sekarang budaya ini mulai berubah seraya pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan yang semakin meningkat di kota-kota besar. Banyak anak yang sudah tidak punya waktu atau tidak ingin merawat orang tuanya, sama seperti yang sering terjadi di dunia Barat. Di sana mereka menempatkan orang tuanya di panti jompo. Itu normal saja, tapi di India dan negara dengan budaya Timur, hal ini masih tidak layak dilakukan. Banyak lansia India merasa terlantar, kesepian dan depresi. Contohnya S.P. Nande, usia 81 tahun. Sepuluh tahun lalu istrinya meninggal. Anak Nande yang berprofesi dokter, menantu dan dua cucunya, tinggal bersamanya. Namun tidak ada perhatian untuk Nande. Semuanya acuh, tidak menggubris apa keinginannya, kebutuhannya dan perasaannya. Suatu hari Nande memutuskan untuk pergi sendiri ke panti jompo tanpa mengabari putranya. "Mau bagaimana lagi? Lebih baik di sini, banyak yang senasib dengan saya," ujarnya. Masyarakat India semakin mengindividu. Pemuda pergi ke kota atau ke luar negeri untuk bekerja atau 'melarikan diri' dari orang tuanya. Gambaran budaya hormat pada orang tua di India tidak lagi seindah dulu, padahal justru budaya inilah yang membuat nama India harum. Demikian NRC Handelsblad. Kita beralih ke tersangka kasus ecstacy (xtc) asal Belanda. Koran De Telegraaf membahas tentang ancaman hukuman mati yang dihadapi tiga warga Belanda di Indonesia. Ang Kiem Soei, Dick Nicholaas dan Siegfried Mets, saat ini ditahan di Nusa Kambangan. Kasus mereka sebenarnya berbeda, namun karena ketiganya terlibat masalah narkoba, penanganannya dijadikan satu. Yang sama adalah ketiganya terbukti memproduksi pil xtc. Belanda mencoba, lewat jalan diplomatik, menyelamatkan warganya. Bantuan hukum lewat pengacara lokal dibayar oleh Departemen Luar Negeri Belanda. Pasalnya tiga tersangka ini tidak punya uang untuk membayar pengacara. Permintaan peninjauan kembali satu tersangka sudah diajukan, yang dua menyusul. Untuk jalur diplomatik kasus ini Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Nikolaos Van Dam, Menteri Luar Negeri, Maxime Verhagen dan Menteri Kehakiman, Hirsch Ballin, bekerjasama. Belanda ingin vonis mati menjadi, paling tidak, hukuman penjara seumur hidup. Menurut pengacara yang menangani kasus ini dari Belanda, Bart Stapert, vonis mati hanya bisa dicegah lewat diplomasi yang tenang, tidak terburu-buru. Dia berharap mudah-mudahan jalur diplomatik yang sedang berjalan saat ini berjalan mulus. Demikian De Telegraaf. * ORANG BELANDA KEMBALI PUASA Orang Belanda kembali berpuasa antara Senin lalu dan Paskah mendatang. Unutk banyak ummat Katholik bulan puasa ini adalah saat yang tepat untuk bertenang diri dan berpikir. Kelihatannya semakin banyak orang Belanda yang membutuhkan masa tenang seperti itu. Laporan Perro de Jong: Ummat Katholik Belanda biasanya tidak mau mengumbar apakah mereka berpuasa atau tidak. Karena itu banyak orang akan tercengang mendengar bahwa lebih banyak orang Belanda yang berpuasa dibandingkan muslimin Belanda di saat Ramadhan. Satu dari dua puluh orang Belanda berpuasa. Demikian hasil jajak pendapat tiga tahun lalu yang dilakukan organisasi Katholik, Kerk in Actie. Mungkin segala macam bentuk dan gejala krisis membuat orang justru peka akan pertanyaan apa yang benar-benar penting dalam hidup ini. Bahwa orang tidak terlalu peka akan gangguan dari luar. Jumlah orang Belanda yang berpuasa semakin lama bertambah banyak. Demikian pakar teologi dan filosofi Will Derkse dari Universitas Radboud, Nijmegen. Ia membandingkannya dengan segelas air aqua, "nikmat untuk diminum setelah jalan-jalan di hutan di musim panas, tetapi apabila anda telah minum lima gelas bir, maka anda tidak merasakan bedanya." Manajemen Diri Tetapi berpuasa di tahun 2010 sangat berbeda dengan tahun 1950-an, sebelum gereja Katholik Belanda menyatakan memisahkan diri dari Konsili Vatikan Kedua. Ketika itu sepertinya sebuah perlombaan, siapa yang banyak melepaskan diri dari semua kewajiban agama, di mana kontrol sosial cukup ketat. Ini yang membuat trauma banyak ummat Katholik di Belanda. Tetapi saat ini bentuk dari anoreksia agama itu sudah diganti dengan manajemen diri: suatu cara yang bermanfaat untuk memperbaiki sisi-sisi lemah manusiawi dengan berbagai latihan spiritual. Apapun kelemahan diri itu, demikian teolog Derkse. Ini bisa menjadi jalan keluar yang baik, sepanjang seseorang melihat ini sebagai cara untuk meninggalkan sesuatu yang dianggap memberatkan diri. Tahun lalu ada mahasiswa saya yang ingin hidup 40 hari tanpa mengeluh. Ia mengatakan itu hal yang sangat sulit. Para pelajar sekolah menengah di Rotterdam, baru-baru ini mencetuskan sebuah ide untuk tidak mengirim dan menerima sms selama 40 hari. Sementara Derkse sendiri memilih untuk tidak makan yang manis-manis selama puasa. "Apabila ini wawancara televisi, maka anda tau mengapa." Selain itu ia memilih untuk dua hari dalam seminggu tidak menggunakan media apa pun. Konsevatif Karena aturan berpuasa diperlunak, maka perbedaan dengan puasa di bulan Ramadhan juga semakin besar. Tapi itu tidak berarti ummat Katholik di Belanda tidak serius dengan agamanya. Memang banyak orang mengira, semakin bertambahnya perhatian untuk ummat muslim dan Ramadhan, semakin mendorong ummat Katholik untuk menjalankan tradisi mereka. Semua yang dianggap sudah ketinggalan jaman, kembali menjadi trend. Selain itu pemimpin gereja Katholik Roma yang sekarang Paus Benediktus ke-16 juga berperan dalam hal ini. Ia semakin mengambil jarak dari gereja reformasi progresif yang dicetuskan tahun 1960-an. Menurut para kritikus, karena itulah gereja Katholik semakin lama semakin konservatif. Protestan Tetapi menurut guru besar teologi Derkse kebiasaan berpuasa tidak hanya untuk kaum Katholik konservatif. Justru aliran Kristen lainnya di Belanda juga mengenal baik tradisi ini: Gereja Protestan juga mengenal tradisi berpuasa. hanya saja mereka mulai beberapa hari lebih awal.Ini juga tidak ada hubungannya dengan 'hukuman', tetapi lebih dengan memberikan waktu lebih banyak kepada diri sendiri untuk memecahkan berbagai masalah. Dan hal itu, begitu pendapat banyak orang, memang dibutuhkan di jaman yang penuh krisis sekarang. * F-16 BELANDA IKUT PERANG AFGHANISTAN Di Den Haag krisis kabinet terjadi mengenai keterlibatan tentara Belanda di Uruzgan, Afghanistan Selatan. Tapi ternyata, masih ada satu lagi misi Belanda di Afghanistan yang jarang kita dengar: F-16. Apa yang dilakukan penerbang Belanda di sana dan peran macam apa yang dimiliki Belanda dalam perang Afghanistan? Misi F-16 ini memang tak terlalu dikenal. Amerika bahkan lebih terbuka mengenai angkatan udaranya. Permintaan saya untuk lebih lama mengikuti pilot-pilot Belanda yang ditempatkan di Kandahar di bawah bendera NATO ditolak. Walaupun saya tidak boleh mewawancara mereka, Komandan Peter Tankink menyatakan mau diwawancara ketika saya tiba di Kandahar Airfield. Afghanistan dijaga 24 jam oleh sepuluh pesawat tempur, kata Tankink. Dengan pesawat F-16 Belanda rutin ikut serta dalam penjagaan, yang selama beberapa tahun terakhir sangat aktif di Helmand dan Kandahar yang berbahaya. Korban sipil yang tak bersalahsudah lama membuat Presiden Afghanistan Hamid Karzai marah. dan pesawat-pesawat tempurlah yang banyak memakan korban. Menurut PBB di Afghanistan 359 penduduk sipil tewas pada 2009 sebagai korban salah tembak dari pesawat-pesawat tempur ini - jumlah ini lebih dari 60% dari jumlah total korban. Sejak 2004 Belanda ikut berperang dengan pesawat tempur di Afghanistan. Hanya sekali diberitakan bahwa pesawat F-16 milik Belanda menewaskan sejumlah penduduk sipil - di antaranya perempuan dan anak-anak - di Helmand. Itu September tahun lalu. Ketika saya bertemu komandan Tankink, ia baru saja memasuki salah satu pesawat F-16 di Afghanistan. Di kokpit yang dilengkapi pengendali rudal, bom GPS dan laser, ia memutar sejumlah tombol. Ia lalu terbang dan menghilang di balik awan selama beberapa detik. Tujuan penerbangan ini baru saya dengar beberapa waktu kemudian. Mereka takut informasi bocor ke tangan lawan jika tujuannya diberitahu sebelumnya. Tiga jam kemudian ia kembali dari misi di Helmand. Ia mengeksplorasi wilayah tersebut untuk Inggris yang ingin memulai operasi di sana. "Pemberontak pasti mempersiapkan ranjau darat. Kami berusaha mencari tahu sejak awal." Penerbangan F16 60% direncanakan sejak awal: untuk membuat foto wilayah, atau mencari ranjau darat. Demikian keterangan Tankink. F-16 juga bisa dipergunakan untuk pertahanan dalam perang. Toh Tankink menyatakan, ia tak sering menggunakan bom. "Beberapa bulan terakhir saya cuma satu kali menggunakan tombol senjata untuk melindungi tentara Inggris. Dan itu cuma tembakan peringatan." "Tembakan"-nya selama tiga bulan terakhir "bisa dihitung dengan jari." Apa yang dikakukan rekan seprofesi, ia tak tahu. "Kadang sudah cukup menakutkan jika kami terbang di atas mereka dengan gaya menngancam." Ketika baru terpilih, Jendral Amerika yang baru McChrystal langsung membatasi serangan pesawat tempur. "Serangan udara bisa jadi penyebab keruntuhan kita," katanya tegas. Perlindungan terhadap penduduk sipil adalah prioritas yang lebih penting ketimbang perlindungan terhadap tentara. Tankink tidak ragu bahwa penerbang Belanda lebih hati-hati menggunakan "tombol merah". "Pilot Belanda lebih menahan diri untuk tidak menggunakan senjata. Ketimbang langsung menembak, kami terlebih dahulu meminta tentara di darat untuk mundur." Rumah-rumah dan jalanan sering kali dibom. Waktu itu mungkin memang harus dibom, tapi efeknya untuk rakyat besar, jelas Tankink. "Orang-orang seperti tidak diberi kesempatan membangun hidup mereka." Informasi dari tentara di darat masih merupakan kelemahan terbesar dalam serangan udara. Ketidakpercayaan antara NATO dan Afghanistan, korupsi di kalangan pejabat, penduduk sipil yang dijadikan tameng, laporan palsu dari kepala suku yang saling bermusuhan, hal-hal tersebut dengan cepat mengaburkan gambaran musuh yang sebenarnya. Pengendali bom - Forward Air Controller (FAC)- bisa menjatuhkan korban tak berdosa. Tankink mengakui, ada "korupsi" di sana. namun ia buru-buru memberikan alasan. FAC bertanggung jawab dalam permohonan permintaan bom. "kadang memang tidak jelas bagaimana kami bisa terlibat dalam perang. tapi itu tak lagi penting, karena pertempuran sedang terjadi. Dan tentara kami dalam bahaya." * KABINET BELANDA SEMPOYONGAN Setelah lolos dari mosi tidak percaya sehubungan dukungan pada serbuan ke Irak, Kabinet Belanda, pimpinan Perdana Menteri Jan Peter Balkenende, kembali menghadapi kendala baru, dan kali ini mungkin fatal. Kini masalahnya, perpanjangan masa tugas misi militer Belanda di Afghanistan, setelah tahun 2010. Wakil Perdana Menteri, merangkap Menteri Keuangan, Wouter Bos menegaskan, ia dan Partai Buruh ingin memenuhi janji pada rakyat pemilih, bahwa tentara Belanda akan meninggalkan Afghanistan, paling lambat tanggal 31 Agustus 2010. Itulah jawaban Partai Buruh terhadap permintaan NATO, agar tentara Belanda bertugas lebih lama di Uruzgan, atau di lokasi lain di Afghanistan, setelah tahun 2010. Kalau perlu, tidak sebagai satuan tempur. Permintaan tersebut mendapat sambutan dari kalangan menteri partai Uni Kristen dan Kristen Demokrat, dalam kabinet koalisi ini. Mereka bersedia memenuhi permintaan tersebut. Menteri Wouter Bos, yang pada masa lalu dituduh sebagai seorang tokoh yang sering berubah pendapat, kini tegas menyatakan, ia akan menepati janji. Ia antara lain menuntut agar Jum'at mendatang kabinet sudah mengambil keputusan. Dengan demikian, ia sebenarnya mempertaruhkan kelangsungan hidup kabinet. Para pengamat di Den Haag sepakat, kabinet kini dalam keadaan krisis. Apa yang akan terjadi, kini menjadi sumber spekulasi: para menteri dari Partai Buruh akan meletakkan jabatan, dengan demikian meninggalkan dua partai kristen tetap bertahan sebagai kabinet demisioner, hingga saat pemilu 2011. Atau, seluruh kabinet mundur, dan segera digelar pemilu dipercepat, sekitar Juni mendatang. Jalan ke luar Menteri Urusan Rumahtangga, Andre Rouvoet, pemimpin partai kristen orthodoks, Uni Kristen, mitra paling kecil dalam koalisi, mengingatkan, pemerintah wajib menjaga stabilitas. Selanjutnya, ia menyatakan kaget atas sikap keras Wouter Bos, sambil tetap berharap, akan berhasil mencari jalan ke luar. Dari kalangan Kristen Demokrat, kekhawatiran paling besar adalah rusaknya citra Belanda, jika tidak memenuhi permintaan NATO. Penolakan mungkin akan berakibat, berakhirnya posisi Belanda sebagai pengamat dalam KTT G20. Kini semua perhatian tertuju pada sidang kabinet Jum'at mendatang, yang akan membicarakan tuntutan Wouter Bos mengenai keputusan final tentang kelangsungan misi tentara Belanda di Afghanistan. * YANG ILEGAL YANG TERSIKSA DI MALAYSIA Pemerintah Malaysia berencana merazia besar-besaran terhadap TKI ilegal. Pekerja yang tak punya paspor atau izin tinggal, jangan harap bisa lolos dari razia ini. Razia oleh Polisi Diraja Malaysia hanya salah satu nestapa yang harus dihadapi TKI yang bekerja secara ilegal di negeri jiran itu. Siksaan, pelecehan seksual atau dijadikan pelacur, termasuk diantaranya. Ada yang berhasil lolos dan menyelamatkan diri. Kontributor KBR68H di Kalimantan Barat Heriyanto berbincang dengan mereka yang selamat dan menunggu dipulangkan ke kampung halamannya. Aku dikurung, kok kayak gini aku, kok kenapa aku pakai pakaian kayak gini? Aku tanya Agent. Asal kamu tau, kalau aku jual kamu 7000 ringgit. Sekarang kamu tuh kerja apa? Kamu tuh pakaian seksi, kerja anak ayam. Kerja ayam tuh apa? Tak tahunya kerja anam ayam itu kerja di tempat pelacuran. Aku nangis, ingin bunuh diri di situ. Tapi kawan-kawanku bilang jangan. Masih ada kesempatan untuk lari. Fanny. Tubuhnya kurus. Tak ada keceriaan di wajahnya. Bibirnya tampak pucat. Usianya belum genap 17 tahun ketika dia dibawa agen penyalur kerja ilegal ke Malaysia. Dijanjikan kerja enak dengan gaji besar, Fanny dijual seharga 18 juta rupiah. Kekerasan fisik tak jarang dialami perempuan asal Nusa Tenggara Timur ini. Bila melawan, agennya tak segan menyiksa. (Pernah diancam oleh Agent?) Pernah ditampar, dipukul juga. (Diapain lagi?) ditendang, disiram pakai air panas. Aku ancam dia, kalau aku datang untuk kerja bukan disiksa. Tapi dia bilang, kalau kamu banyak cakap aku akan pukul kamu, siksa kamu, sampai mati Fanny tak tahan. Ia berupaya lari dari sekapan agen. Namun samseng atau preman anak buah sang agen mengejarnya. Fanny lantas meminta bantuan Polisi Diraja Malaysia yang ditemuinya di jalan. Bukan perlindungan yang ia dapat. Polisi justru menjualnya ke agen lain. Kalau namanya anak cewek atau ibu-ibu yang sedikit muda, ketemu di jalan minta tolong sama polisi Malaysia, bukannya ditolong tapi tak taunya dijual di pelacuran, dijadikan istri simpanan. Itulah makanya aku minta, minta keadilan saja ini, dari Indonesia dan Malaysia, kalau mempekerjakan TKW jangan disiksa seperti itu. Soalnya namanya manusia ya jangan disiksa terus. Di mana hati nurani seorang manusia. Fanny kembali dipekerjakan di tempat hiburan. Berkali-kali gadis berkulit sawo matang itu mencoba kabur. Suatu malam, usaha Fanny berhasil. Ia memecahkan kaca jendela tempat ia disekap, lantas kabur. Ia meminta bantuan ke Konsulat Indonesia di Kuching, Malaysia. Mau jam 10, sempat aku disuruh dandan. Tapi aku nggak mau. Aku tengok jam 9. Ya syukur Tuhan masih melindungi aku, agent itu keluar ke office. Tinggal anak mantunya di situ. Ya aku pecah kaca jendela untuk keluar. Terus lari. Menuju konsulat. Soalnya dekat sama konsulat. Di saat lari itu ada Samseng ada 3 orang, sama agent, sama drivernya, supirnya tuh. Kejar kami. Ada temanku 1 orang kena tangkap, sempat dijambak-jambak begitu. Ya aku ketakutan, aku naik pagar konsulat. Aku minta tolong orang konsulat, aku bilang Tolong selamatkan aku, aku dikejar Samseng. Empat bulan menunggu di Konsulat, Fanny lantas dijemput Arsinah Sumitro dari LSM Anak Bangsa. Dibawa ke penampungan TKI di Entikong, Kalimantan Barat. Di tempat ini, ada juga Siti asal Indramayu, Jawa Barat. Ia bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Kucing, Malaysia. Setelah 2 tahun bekerja secara ilegal, tak sepeser pun uang yang ia bawa pulang. Agen penyalur kerjanya membuat aturan, gaji dari majikan harus diberikan ke agen terlebih dahulu. Uang itu tak pernah sampai ke tangan Siti. Saat ditemui, Siti sedang sakit. Badannya kurus dengan pandangan mata yang sayu. Suaranya pelan. Dia ingin sekali pulang. Udah ngadu sama orang kantor, bilangnya nanti diuruskan. Tapi susah mau diuruskan, jadi saya pengin pulang aja lah. Jadi nggak tahu diuruskan apa nggak nantinya. [jadi nggak bawa uang sama sekali bu?] nggak bawa seperak pun. Walaupun nggak dibayar saya ikhlasin, nggak papa. Saya pengin pulang banget. Pengin pulang... Kini mereka ditampung oleh LSM Anak Bangsa, yang berkantor di perbatasan Entikong, Kalimantan Barat. TKI yang bermasalah di Malaysia kebanyakan adalah pekerja ilegal. Tanpa paspor, apalagi dokumen kerja. Agustini dari Dinas Sosial Kalimantan Barat mengatakan, Dinas sedikitnya telah memulangkan seribu TKI bermasalah selama 2009. Kasusnya beragam. Kasus mereka ini mereka ini misalnya, ada agent ada kontrak, kadang kontraknya tidak sesuai dengan perjanjian. Karena itu mereka pulang. Ada pula yang kena siksa. Ada juga yang nggak betah di sana. Macam-macam masalah lah yang kami hadapi. Bagaimana caranya menyelundupkan pekerja ilegal itu? Pos Pemeriksaan Lintas Batas Entikong. Di sini, orang-orang yang ingin masuk atau keluar dari Malaysia diperiksa, baik oleh polisi maupun imigrasi. Suasana perbatasan siang itu cukup ramai. Beberapa mobil melintas, di dalamnya ada perempuan-perempuan muda. Menurut Arsinah Sumitro, LSM Anak Bangsa, meski ada pemeriksaan, tetap saja banyak TKI ilegal yang bisa lolos ke Malaysia. Itu tergantung mereka. Kadang pake paspor, kadang lewat gelap. Kadang-kadang ya permainannya dengan aparat khan sudah terkoordinasi githu khan. (Di daerah ini ya?) Iya daerah ini. Kawasan inilah. (Kadang lewat mana?) Lewat jalan inilah. Kadang Lewat jalan tikus juga ada, lewat samping sana juga boleh, nggak lewat border. Ini selalu ramai, dari Subuh juga sudah ramai. Kepala Kepolisian Entikong Fajar Danny Susanto mengatakan, ada banyak modus yang dipakai untuk meloloskan seseorang melewati perbatasan ini. Ada misalnya yang dimasukkan lewat kendaraan pribadi. Yang pernah kita tangani itu anak itu disuruh di bawah jok. Jadi disuruh tidur di bawah jok. Bahkan ada satu lagi anak itu yang dimasukkan ke dalam bagasi mobil. Para korban biasanya diiming-imingi gaji tinggi. Meski tanpa pendidikan dan keterampilan yang memadai, mereka mau saja dibawa ke Malaysia. Seperti yang dialami Handayani asal Bandung, Jawa Barat. Tak sedikit pun ia kenal orang-orang yang membawanya. Dibawa orang-dibawa orang, ditaruh di jalan, entar dijemput orang pake motor ini, entar dijemput lagi pake motor ini. Jadi lempar-lempar terus. Sampai sini sudah 5 tangan sampi sini saya. Dari rumah dibawa sponsor daerah, Ibu Eneng. Dari Ibu Eneng itu dilempar ke Jakarta. Dari situ dilempar lagi ke Condet pake motor lagi. Dari Condet dibawa ke penampungan di Tangerang. Di penampungan di Tangerang suruh beli tiket, sudah dibooking bu tiketnya. Sekarang ibu terbang. Terus saya tanya, paspornya gimana pak, khan belum bikin? Entar paspornya sudah dibikin di Pontianak. Paspor ibu sudah ada di sana. Handayani termasuk yang beruntung karena belum sempat dibawa ke Malaysia. Perempuan ini lari dari sekapan agen penyalur kerjanya ketika berada di Pontianak Timur. Saat itu ada 7 orang, sama-sama berasal dari Jawa Barat, yang ikut lari bersama Handayani. Yayasan Nanda Dian Nusantara di Pontianak memberikan perlindungan serta bantuan bagi TKI bermasalah dari Malaysia. Devi Tiomana dari yayasan tersebut menjelaskan, banyak penyalur tenaga kerja tak resmi yang bekerjasama dengan oknum pemerintah. Tujuannya, membuat dokumen kerja palsu. Tapi kenyataannya pribadi-pribadi masih bisa merekrut tenaga kerja. Bisa paspornya keluar. Lebih gilanya lagi paspor yang dikeluarkan bagi mereka ini paspor kunjungan, visa kunjungan bukannya paspor tenaga kerja. Bahkan mereka tidak dilatih untuk memperoleh keterampilan bekerja di luar negeri. Khan itu aneh. Selama peluang-peluang ini dibuka oleh oknum-oknum yang mencari kepentingan dari trafiking ini maka kasus-kasus trafiking ini tidak akan berhenti. Selain dokumen palsu, para TKI ilegal banyak juga yang menggunakan paspor kunjungan, bukan paspor kerja. Nyoman Mertha dari Kantor Imigrasi Entikong mengatakan, umumnya para TKI ilegal bekerja sembunyi-sembunyi. Karena itu, pendataan sangat sulit dilakukan. Mereka baru terdata setelah tertangkap Polisi Diraja Malaysia. Dia diketahui illegal setelah ada pelanggaran di negara luar itu. Illegal dalam arti tidak mengurus Permit atau ijin tinggal untuk bekerja di sana. Untuk kerja di Malaysia. Fanny yang pernah dua tahun diperdagangkan di Malaysia, mengaku kapok. Tak mau lagi kembali ke sana. Ia ingin bekerja di Indonesia saja. Apa yang aku cita-citakan tidak tercapai. Aku cari uang khan untuk biaya kuliah, tapi uang itu nggak dapat juga. Yang aku dapat cuma penyesalan, ya sakit hati juga. Tapi aku punya prinsip nyawa aku lebih bagus daripada uang, uang bisa dicari kapan pun tapi kalau nyawa nggak bisa dicari. (Ke depan mau ke Malaysia lagi?) enggak masuk lagi. Seumur hidup pun tidak mau masuk lagi. Lebih baik cari kerja di Indonesia. Biar pun gajinya sedikit, tapi ada rasa pengasihan. Fanny belum lama ini dipulangkan ke NTT. Siap memulai hidup baru di negeri sendiri. * SBY BELUM SERIUS MENANGANI PELANGGARAN HAM Presiden SBY nampaknya belum serius manangani isyu-isyu pelanggaran HAM. SBY belum serius menjadikan isyu tersebut dijadikan agenda kebijakannya. SBY hanya menggunakan isyu-isyu pelanggaran HAM dalam tataran jargon-jargon, janji-janji tetapi belum dalam tataran implementasi. Jangan-jangan SBY enggan menindak perwira-perwira tinggi seperti jendral Wiranto dan Prabowo yang kini terjun ke politik. Demikian Mugiyanto ketua IKOHI yang memimpin aksi di markas Kopasus Cijantung untuk merespon kelambatan pemerintah mengimplementasi 4 rekomendasi DPR September 2009 untuk terus melacak orang-orang yang hilang periode '78 - '79. Mugiyanto (M) : Hari ini kami Keluarga Korban Penghilangan Paksa bersama dengan aktivis HAM di Jakarta dan Keluarga Korban yang datang dari daerah mengadakan aksi ke Polda Metro Jaya di Jakarta. Aksi tadi pagi adalah rangkaian dari kegiatan kampanye dan advokasi yang akan kita lakukan sampai besok malam. Ada tiga tempat yang kita jadikan sasaran untuk melakukan aksi. Yang pertama adalah Polda Metro Jaya karena di Polda Metro Jaya pada tahun 1998 setidaknya ada lima aktivis yang pernah ditahan disana dan salah satunya adalah saya, Mugianto dan kemudian Aan Lutfianto, Nizar Patria dan Andi Arief. Kami ber-empat pernah ditahan di Polda Metro Jaya tetapi kemudian dilepaskan karena ada perubahan rejim ketika Habibie menggantikan Soeharto. Habibie kemudian mencabut UU anti-subversi yang membebaskan kami. Tetapi sebetulnya ada satu orang juga yang saat itu sempat berada di Polda Metro Jaya. Ini berdasarkan kesaksian dari almarhum Munir yang melihat Herman Hendrawan, salah satu dari 13 korban yang masih hilang tetapi sejak saat itu Herman Hendrawan tidak ada. Kita minta kepada Polda Metro Jaya untuk menjelaskan kepada kami dimana sebetulnya Herman Hendrawan yang 12 tahun lalu berada di Polda Metro Jaya. Sampai hari ini kita tidak mendengarkan informasi sama sekali. Sebetulnya tidak hanya mengenai Herman Hendrawan tetapi juga terhadap 12 aktivis lain yang masih hilang dari total 13. Kami sudah melaporkan peristiwa "Penghilangan Orang" ini sejak tahun 1998. Radio Nederland (RN) : Bung Mugiyanto, anda minta kejelasan dari Polda Metro Jaya mengenai nasib orang-orang yang hilang. Bukankah presiden SBY pernah menjanjikan akan mengklarifikasi orang-orang hilang ini ? M : Betul. Sebetulnya tanggung-jawab tertinggi ada di presiden SBY karena sudah ada rekomendasi dari DPR periode lalu yang dikeluarkan pada tanggal 28 September 2009 yang secera spesifik terdiri dari 4 butir. Rekomendai nomor dua menyebutkan : bahwa presiden SBY beserta institusi terkait harus terus mencari dan menemukan 13 orang yang masih hilang. Cuma kita semua tahu, presiden SBY belum melakukan apa-apa. Pesan yang juga kami sampaikan dengan aksi ke Polda Metro Jaya hari ini adalah juga untuk menunjukkan kepada SBY, tempat inilah, lembaga inilah di Polda Metro Jaya atau lembaga Kepolisian inilah yang juga harus digerakkan oleh SBY. Dikerahkan untuk melakukan pencarian. Secara spesifik kami menyebutkan Polda Metro Jaya juga harus diperiksa. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.rnw.nl/id/bahasa-indonesia Anda bisa berhenti berlangganan dengan mengirim email ke: [email protected] Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [email protected] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
