--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Senin 28 Februari 2011 14:10 UTC ** SOLIDARITAS DENGAN LIBIA ** KUNJUNGAN KENEGARAAN RATU BELANDA KE OMAN ** WILDERS TOLAK PENGUNGSI ARAB ** GEMA WARTA, TINJAUAN PERS: HOMO BERCIUMAN DI SINETRON BELANDA DAN SEMUA ORANG TAKUT PADA WILDERS. ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: BADAK LANGKA MELAHIRKAN BAYI BETINA ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: PUKULAN LAGI BAGI KEBEBASAN PERS INDONESIA ** GEMA WARTA, TOPIK INTERNASIONAL: PEREMPUAN LIBIA, LEBIH DARI SEKEDAR DAYANG-DAYANG GADDAFI ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: SIARAN RADIO LIBIA BEBAS TANPA LAMPU MERAH * SOLIDARITAS DENGAN LIBIA Di pusat kota Rotterdam sekitar 60 orang ikut aksi solidaritas dengan rakyat Libia yang sedang berjuang melawan rejim Muammar Gaddafi. Pertemuan ini diselenggarakan oleh 3 partai kiri, partai sosialis SP, partai Kiri Hijau dan partai sosial-demokrat PvdA. Memang yang hadir jumlahnya tidak banyak karena cuaca buruk, namun mereka tetap bersemangat. Setiap bulan pada hari Minggu terakhir, di lapangan bursa Rotterdam diselenggarakan aksi solidaritas dengan Palestina, namun karena situasi di Libia yang memprihatinkan kali ini protes dialihkan ke Libia. Di samping anggota partai-partai kiri Belanda juga hadir orang asal Iran, Maroko dam Irak. Mereka mengheningkan cipta selama semenit dan meletakkan setangkai mawar putih bagi para korban kekerasan di Libia. * KUNJUNGAN KENEGARAAN RATU BELANDA KE OMAN Pada 7 Maret mendatang, ratu Beatrix, putra mahkota Willem Alexander dan istrinya putri Maxima akan mengunjungi kota Sohar. Di kota ini hari Minggu lalu terjadi bentrok antara para pendemo dan pihak keamanan. Dua orang tewas. Ratu Belanda bersama rombongan diundang sultan Oman, Qaboos bin Said al-Said dari tanggal 6 sampai 8 Maret. Selanjutnya menteri perekonomian Belanda Maxime Verhagen bersama delegasi dunia binis Belanda akan hadir di Sohar. Setelah mengunjungi Oman ratu Beatrix bersama rombongannya bertolak ke Qatar dari 9 sampai 10 Maret. Beliau diundang emir Qatar, Syeh Hamad bin Khalifa bin Khalifa al-Thani. Departemen Luar Negri Belanda memonitor perkembangan politik di Oman. * WILDERS TOLAK PENGUNGSI ARAB Pemimpin partai populis kanan Belanda PVV menyatakan Belanda jangan menerima para pengungsi Arab yang meninggalkan negaranya gara-gara situasi dalam negri yang kacau, misalnya Libia. Geert Wilders, yang terkenal anti islam menyatakan hal ini dalam wawancara dengan koran Spits. Ia dan partainya mendukung koalisi yang memerintah saat ini tanpa ikut dalam pemerintahan. Kalau memang terjadi arus pengungsi Arab maka Eropa barat tidak bisa menampung semuanya, hal ini juga berlaku kalau arus pengungsinya non-muslim. Wilders menyatakan para pengungsi harus ditampung di wilayahnya sendiri. * PENDUDUK CINA 1,3 MILIAR Penduduk Cina, negara yang memberlakukan keluarga dengan satu anak saja, tahun lalu bertambah dengan 6,3 juta. Jumlah penduduk Cina tahun lalu 1,341 miliar demikian diumumkan Biro Pusat Statistik Cina setelah sensus penduduk. Sensus yang dilakukan tahun lalu ini adalah yang pertama setelah 10 tahun. Pada sensus pertama tahun 1953, Cina memiliki penduduk 595 juta jiwa, tahun 2000 sudah naik sampai 1,295 miliar. * PERTEMUAN KILAT SOAL PANTAI GADING Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon meminta Dewan Keamanan PBB untuk segera bertemu untuk membicarakan masalah pemilihan presiden di negara Afrika ini. Permintaan Ban Ki-moon ini berdasarkan berita-beirta penjualan senjata ilegal oleh pihak asing. Belarus misalnya akan menjual 3 helikopter kepada tentara yang setia pada presiden Laurent Gbagbo. Ia menolak meletakkan jabatannya dan digantikan oleh presiden terpilih Alassane Ouattara. Sekjen PBB Ban Ki-moon memperingatkan, negara ini berada di ambang perang saudara. Sejak pemilihan presiden, Alassane Outtara tinggal di sebuah hotel di Abijan, kota terpenting di Pantai Gading. Pasukan PBB menjaga keamanannya dari serangan tentara Gbagbo. * VETERAN TERAKHIR PERANG DUNIA 1 WAFAT Frank Buckles yang berusia 110 tahun adalah veteran terakhir yang ikut perang dunia pertama pada tahun 1914-1918. Ia meninggal dunia pada hari Minggu. Demikian stasiun televisi CNN. Ia lahir di negara bagian Missouri pada tanggal 1 februari 1901. Ketika perang dunia pertama mulai ia ingin dikirim ke front pertempuran, ia kemudian berdusta ihwal usianya yang terlalu muda. Namun ia dikerahkan sebagai tentara di gugus belakang di Prancis dan Inggris. Selama perang dunia kedua Frank Buckles tinggal di Filipina dan ketika Jepang menduduki negara ini, ia ditawan di kamp interniran. Setelah perang dunia kedua berakhir ia pulang ke Amerika Serikat dan memulai perusahaan pertanian. * PERU TUNTUT 30 TAHUN PENJARA Warga Belanda Joran van der Sloot yang dituduh membunuh seorang perempuan Peru Stephany Flores dituntut hukuman 30 tahun oleh pihak kejaksaan Peru. Demikian pengacaranya dalam wawancara di koran Belanda de Telegraaf. Joran van der Sloot juga dikaitkan dengan menghilangnya wanita Amerika, Nathalie Holloway di pulau Aruba Antilia Belanda. Hukuman maksimal di Peru untuk pembunuhan 20 tahun, namun ditambah oleh kejaksaan karena Stephany Flores ditemukan tewas mengenaskan di kamar hotel yang disewa atas nama Joran van der Sloot. Lewat kamera penjagaan terungkap Joran membawanya masuk ke kamar ini. * SERUAN REFORMASI DI VIETNAM Nguyen Dan Que, seorang aktivis di kota Ho Chi Min menyerukan rakyat Vietnam berusaha menerapkan reformsi. Ia ditahan pihak yang berwajib. Di rumahnya ditemukan berbagai bukti yang isinya seruan untuk menyingkirkan rejim yang berkuasa. Sebayak 60 ribu item anti negara ditemukan di komputernya. Partai komunis Vietnam menolak sistim multi partai atau partai oposisi. Namun berbeda dengan Cina Vetnam bersikap lunak terhadap laporan kejadian di Timur Tengah. Reformasi yang berlangsung di Afrika Utara tidak disensor. Selama 20 tahun dari hidupnya ia sudah mendekam di penjara. Ia juga menerima berbagai penghargaan dari berbagai kalangan pembela hak-hak asasi manusia. * HOMO BERCIUMAN DI SINETRON BELANDA DAN SEMUA ORANG TAKUT PADA WILDERS Hubungan seksual pertama antara dua pemeran utama laki-laki di sinetron Belanda telah menjadi kenyataan. Setelah ragu selama berbulan-bulan, dua laki-laki muda ini akhirnya menyatakan saling mencintai dan berciuman. Adegan ini menimbulkan banyak kehebohan di antara para pemirsa. Ini terlihat dari banyaknya tanggapan di internet maupun Twitter, tulis harian Algemeen Dagblad. Di satu sisi para fans menyambutnya positif. Mereka menganggapnya romantis. Namun di sisi lain, homo berciuman dianggap jijik dan dicap sebagai porno homo. Sutradara sinetron yang juga bertanggung jawab atas jalan ceritanya tidak terkejut dengan kehebohan yang timbul. Ia sendiri juga homoseksual. Di Belanda, orang bersikap toleransi palsu, katanya. Namun demikian ia kaget juga melihat jumlah tanggapan negatif yang masuk ke meja redaksi. Kisah cinta antara pasangan gay, sama dengan kisah cinta antara laki-laki dengan perempuan, jelas sutradara. Menariknya, lanjut Algemeen Dagblad, pecinta sinetron anti homo, lebih sulit menyaksikan dua laki-laki ketimbang dua perempuan yang jatuh cinta. Sembilan tahun lalu, terlihat dua sahabat perempuan jatuh cinta dan berciuman. Para pemirsa tampaknya tidak mempermasalahkannya. Organisasi Homoseksual Belanda, COC, senang sinetron Belanda menyorot homoseksualitas. Namun, bahwa kawula muda bersikap negatif, itu memprihatinkan. "Sudah diketahui secara umum bahwa separuh pelajar sekolah menengah sulit menerima homoseksualitas," cerita Philip Tijsma dari COC. Menurutnya, ini memprihatinkan, karena bisa membuat pemuda homoseksual merasa tidak percaya diri dan tidak diterima. Demikian tulis Algemeen Dagblad. Semua orang takut akan Wilders, tulis harian NRC Handelsblad. Pemimpin Partai untuk Kebebasan PVV suka mengeluarkan kritik, tapi menuntut permohonan maaf jika dikritik. Menjelang pemilihan dewan provinsi Rabu mendatang, Geert Wilders memang mendominasi kampanye pemilu. Ia mengecam keras kabinet yang didukungnya. Sejauh ini kabinet tidak berbuat banyak, keluhnya. Terutama di bidang keamanan. Ia juga mengkritik kampanye pemilu partai konservatif liberal VVD dan partai Kristen Demokrat CDA yang menurutnya terlalu lunak. "Partai-partai kiri ada di mana-mana. Saya sendiri pun setiap hari keliling negara dari pagi hari hingga malam hari. Saya tampil di banyak acara televisi. Saya harap CDA dan VVD juga melakukan yang sama," kata Wilders. Dalam sebuah pertemuan, menteri muda Pertanian dari CDA, Henk Bleker berkata: "Saya sejak dulu hingga sekarang tidak mau berurusan dengan PVV." Wilders sangat marah dan mengirim SMS ke Perdana Menteri Mark Rutte. Rutte menghubungi wakil perdana menteri dari CDA, Maxime Verhagen yang selanjutnya menelepon rekan separtainya untuk meminta penjelasan. Tidak lama kemudian Bleker menghubungi Wilders untuk memperlunak ucapannya. Lewat SMS Wilders kemudian memberitahu bahwa Bleker telah menghubungi dia dan meminta maaf. Tapi Bleker membantah meminta maaf. Kejadian ini sekali lagi menyakitkan bagi CDA. Sekali lagi terlihat Wilders mengontrol banyak hal. Demikian De Volkskrant dan sekian Tinjauan Pers untuk kali ini. * BADAK LANGKA MELAHIRKAN BAYI BETINA Di Ujung Kulon ditemukan badak cula satu melahirkan anak. Di seluruh dunia ada dua populasi binatang menyusui ini yakni di Indonesia dan di Vietnam. Yang di Indonesia jumlahnya sekitar 50 ekor. Menurut Adi Rahmat, dari Dana Satwa Liar Dunia atau World Wildlife Fund (WWF) ini merupakan kabar gembira bagi Indonesia dan bagi dunia. Kepala Rhino Project WWF ini menjelaskan, selama ini tim gabungan yang juga melibatkan WWF memang tiap bulan memantau kehidupan badak di Ujung Kulon. Pada suatu saat mereka menemukan jejak-jejak kaki badak kecil. Agar lebih yakin maka tim dengan menggunakan kamera otomatis mencari bukti visual. Bayi betina Selama sepuluh tahun terakhir memang terjadi 14 kasus kelahiran di lingkungan badak cula satu. Namun demikian, tambah Adi Rahmat, yang lahir lebih banyak jantan ketimbang betina. "Berita baiknya salah satu yang lahir kali ini adalah betina," tandasnya. Menurut Adi Rahmat ini benar-benar kabar gembira, karena dengan demikian diharapkan jumlah badak bisa bertambah. Kelahiran bayi badak ini bagi Indonesia "yang mendapat amanat untuk memelihara badak" menunjukkan bahwa negeri khatulistiwa itu mampu mempertahankan jumlah badak. WWF merekomendasikan agar badak-badak ini tetapi berada di habitatnya di Ujung Kulong. "Karena kelihatannya masih ada kans untuk berkembang biak dengan baik dan secara alami," tandas Adi. Turun tangan pemerintah Tapi WWF, tambah Adi, menyarankan agar pemerintah turun tangan mengenai wilayah tempat hidup binatang langka ini. "Kalau kita ingin punya badak lebih banyak, kualitas dan jumlah habitat yang tersedia perlu ditingkatkan." Ia menambahkan kualitas habitat badak sekarang memang memadai. Tapi kalau jumlah populasi badak bertambah, tanpa ada peningkatan luas habitat, dikhawatirkan kedepan akan muncul masalah. "Lama-lama bisa kekurangan habitat juga." Oleh karena itu, simpul Adi Rahmat, jika perlu dicarikan habitat kedua bagi binatang yang menyusui ini. "Jadi harapannya nanti badak di Ujung Kulon tetap banyak dan berkembang biak. Tapi kita juga punya populasi badak lain di luar taman nasional di Ujung Kulon yang juga berkembang biak dengan baik juga." * PUKULAN LAGI BAGI KEBEBASAN PERS INDONESIA Konflik antara Seskab Dipo Alam dengan Media Group masih berkepanjangan. Dipo Alam menilai TVOne, MetroTV dan Harian Media Indonesia sering mengkritik pemerintah. Oleh karena itu ia menyatakan mau memboikot media-media tersebut. Pernyataan ini mengundang berbagai reaksi. Selain dari pihak media sendiri juga dari tokoh PDIP. Tjahjo Kumolo, Ketua Fraksi PDIP di DPR menilai ucapan Dipo Alam itu juga mengancam keberadaan DPR sebagai pengawas pemerintah. Apakah kemelut ini merupakan kemunduran bagi kebebasan Indonesia? "Tidak," kata Nezar Patria, Ketua Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) kepada Radio Nederland Wereldomroep. Menurut Nezar Patria, itu sebenarnya bukan kemunduran, namun lebih sebuah konflik yang terjadi antara pers dengan kekuasaan. Pers semakin bebas dan bertumbuh pesat industrinya. Sementara pemerintah sepertinya kehilangan pengaruh yang dulunya, pada masa Orde Baru, cukup dominan. Kini ada ruang cukup bebas untuk mengatakan apa pun tentang pemerintah, jelas Nezar. Kemungkinan pemerintah sekarang merasa agak terpojok oleh pemberitaan-pemberitaan pers selama ini. Tapi yang menurut Nezar paling penting adalah Dipo Alam tidak patut mengucapkan memboikot informasi. Pertama, karena berhadapan langsung dengan hak masyarakat untuk tahu. "Jadi dengan sikap untuk memboikot media sebetulnya, dia berusaha menutup informasi dari publik", tegas ketua AJI. Ucapan Dipo Alam tentang media, bahwa media tidak pernah positif tentang pemerintah, juga bisa menjadi suatu kritik buat media itu sendiri. Tapi kalau kritik disampaikan secara terbuka dan tanpa ancaman boikot, itu mungkin sah-sah saja dan bisa diterima, tegas Nezar. Menurut ketua AJI, jalan tengah seperti diusulkan komunitas media, yakni membawa perkara Dipo Alam ke Dewan Pers, adalah langkah tepat. Biarlah Dewan Pers yang memutuskan soal kualitas jurnalistik, apakah benar media tidak berimbang, berpihak atau ada suatu intensi yang tidak netral dalam pemberitaan. "Sikap itu menjadi contoh yang baik buat semua bahwa penyelesaian sengketa pers dengan penguasa, atau pers dengan negara atau pers dengan masyarakat umum, bisa diajukan lewat langkah yang tidak mengkriminalkan pers, tapi lewat uji yang lebih profesional di Dewan Pers." * PEREMPUAN LIBIA, LEBIH DARI SEKEDAR DAYANG-DAYANG GADDAFI Kantor Kejaksaan Agung di kota Benghazi menjadi pusat revolusi menentang diktator Libia Kolonel Muammar Gaddafi. Para pengacara dan sejumlah hakim mengoperasikan tempat ini sebagai pendorong gerakan pembangkangan yang dipimpin generasi muda. Salwa Bugaigis, seorang pengacara berusia 40an tahun, memimpin pekerjaan di sana. Laporan Muhammad Abdulrahman dari redaksi Arab. "Kami nggak percaya Benghazi jatuh setelah unjuk rasa empat hari. Penguasa sangat brutal, tapi kegigihan kami lebih keras lagi," ujarnya. Ia menduduki sebuah kantor necis, di sebuah gedung berlantai empat dekat kawasan pantai berpasir di kota terbesar kedua Libia tersebut. Salwa dan kawan-kawan tidak hanya berurusan dengan politik revolusi, tapi juga soal selamat tidaknya kota itu. Ia kadang bertindak sebagai juru bicara. Ia harus segera membuat pernyataan kepada pers ketika ada telpon masuk dari Zawiya, kota sebelah Barat Tripoli, yang memberitahu 23 pengunjuk rasa tewas ditembak pasukan Gaddafi. Telpon kedua datang dari petugas pelabuhan Benghazi. Kabar baik, sebuah kapal Turki datang membawa persediaan makanan. Ia terlihat lega dan beralih kepada tiga tentara yang menanti untuk berbicara. Salwa sebenarnya tidak begitu akrab dengan kegiatan-kegiatan semacam ini. Oleh karena itu ia segera menyerahkan detil penugasan kepada para ahli. Yang paling penting, tukasnya, "saya bisa melihat Libia menuju bebas makmur dan menghormati hak-hak azasi manusia." Tapi ia punya kekhawatiran pula. Sebagai figur pemimpin perempuan dan seorang ibu, ia cemas akan anak-anaknya. "Anda bisa lihat sendiri, dalam sepuluh hari terakhir, tidur hanya beberapa jam saja. Dampaknya mulai terasa. Lima hari terakhir, saya cuma satu kali lihat tiga anak lelaki saya yang berumur 20, 19 dan 17 tahun. Mereka di luar sana bersama para pengunjuk rasa, namun tak bisa mengunjungi saya. Karena hal tersebut dapat membahayakan mereka," kata Salwa Bugaigis. Ia sudah sering menerima ancaman lewat telpon dari, dugaannya, para pengawal Gaddafi. Ia tidur tiap malam di tempat berbeda-beda untuk menghindari kemungkinan serangan. "Tentu saja saya stres dan cemas atas negara ini, warganya dan anak saya." Peran Bugaigis dalam hampir dua pekan belakangan menyemangati perempuan lain di Benghazi untuk bergabung dengan para sukarelawan di gedung Kejaksaan Agung. Mereka didorong pula ambisi untuk bertindak lebih aktif dalam kehidupan di Libia. Mereka ingin peran lebih jauh dari sekedar tampil di TV menjadi dayang-dayang Gaddafi. * SIARAN RADIO LIBIA BEBAS TANPA LAMPU MERAH Para pemberontak di Libia timur mendirikan sebuah pemancar radio. Melalui "Radio Libia Bebas, Benghazi Bebas" diserukan supaya siapa saja bergabung dalam revolusi menentang Kolonel Ghaddafi. Radio ini memperoleh banyak hadiah, makanan dan uang dari rakyat. Dari pengeras suara terdengar sebuah lagu revolusioner kuno. Itu memang lagu dari zaman kolonial, sering terdengar pada awal abad lalu, isinya seruan supaya berperang melawan penjajah Italia. Sekarang lagu itu kembali diperdengarkan untuk mendorong rakyat melawan Ghaddafi. Apa yang disebut studio "Radio Libia Bebas, Benghazi Bebas" itu berada di dalam sebuah kantor yang berdekatan dengan menara pemancar radio pro-Ghaddafi. Tapi pemancar radio ini sudah terbakar habis. Tidak banyak peralatan, sebuah mixer, sebuah laptop dan alat perekam yang sudah ketinggalan zaman. Dua pria duduk berhadapan di sebuah meja yang dipasangi mikrofon. Salah satunya adalah penyiar utama, yang lain bertugas membacakan berita yang masuk. Kemudian sang penyiar berseru kepada para guru besar di pelbagai universitas dan guru-guru sekolah supaya datang ke tempat kerja mereka. Pesannya adalah kehidupan normal harus kembali berjalan. Menurut si penyiar stasiun radio dibakar oleh para pemberontak karena pro-Ghaddafi. Sebelum itu semua media massa Libia memang dikuasai pemerintah. Radio Libia Bebas, Benghazi Bebas banyak mengeluarkan seruan, juga kepada pemilik toko, supaya kembali bekerja. Maklum masih banyak toko yang tutup. Ketika mikrofon kembali nyala, penyiar mengangkat tangan. Maklum lampu merah tidak nyala, sehingga si penyiar tidak tahu apakah ia benar-benar sudah berada di udara. Tapi untung ada yang memastikan bahwa siaran sudah berlangsung, sehingga sang penyiar bisa mulai dengan seruan kepada para profesor. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.rnw.nl/id/bahasa-indonesia Anda bisa berhenti berlangganan dengan mengirim email ke: [email protected] Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [email protected] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
