--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Jumat 11 Maret 2011 14:40 UTC ** INDONESIA PROTES KEDUBES AMERIKA ** GEMPA BUMI JEPANG TIMBULKAN KERUSAKAN BESAR ** TENTARA BELANDA YANG BEBAS BELUM TIBA ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: WIKILEAKS BONGKAR RAHASIA UMUM SBY ** GEMA WARTA TOPIK TINJAUAN PERS: PASPOR GANDA YANG BIKIN RIBUT DAN REFORMASI POLITIK DI MAROKO ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: LIBIA BEBASKAN TENTARA BELANDA ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: PENGACARA BERUSAHA BEBASKAN CHARLES TAYLOR ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: KEBEBASAN PERS DI DUNIA ARAB ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: KADER ABDOLAH: MENULIS MELAWAN DIKTATOR * INDONESIA PROTES KEDUBES AMERIKA ndonesia melancarkan protes terhadap kedutaan besar Amerika Jumat atas laporan dua surat kabar Australia, The Age dan The Sydney Morning Herald yang menyatakan Kedubes Amerika di Jakarta meragukan integritas presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Menteri luar negeri Marty Natalegawa mengatakan, pemerintah Indonesia telah mengajukan protes terhadap informasi yang diterbitkan kedua koran itu dan menyangkal laporan yang tidak berdasar tersebut. Selanjutnya menlu Marty menambahkan, Indonesia sudah melakukan segala upaya untuk memberantas korupsi dan menggelar pemerintahan yang baik. "Laporan itu tentu saja tidak dapat diterima, tidak saja buat pribadi presiden SBY dan keluarga namun juga untuk seluruh bangsa," tambah menlu Marty. Laporan di koran The Age dan The Sydney Morning Herald tersebut berdasarkan kawat diplomatik yang bocor ke WikiLeaks. Dubes Amerika di Jakarta, Scot Marciel mengatakan pihaknya tidak bisa memberi komentar akan kebocoran berita tersebut. Dan menyatakan, publikasi semacam ini oleh WikiLeaks, sangat tidak bertanggungjawab dan kami memohon maaf kepada presiden SBY dan rakyat Indonesia. * GEMPA BUMI JEPANG TIMBULKAN KERUSAKAN BESAR Perdana menteri Jepang, Naoto Kan mengatakan gempa bumi yang melanda negaranya menimbulkan kerusakan besar di wilayah timur laut. Pemerintah mengatakan untuk mengirim militer ke wilayah bencana. Gempa bumi tersebut berkekuatan 8,9 skala richter. Media massa Jepang melaporkan lima orang tewas dan banyak korban luka. Di ibukota Tokyo, gedung pencakar langit sempat goyang akibat gempa. Para karyawan berlarian ke jalan. Sementara itu di televisi terlihat, bagaimana anggota parlemen yang berlarian ke luar gedung ketika sedang mengikuti sidang. Gempa juga mengakibatkan empat juta warga Tokyo tak memiliki sambungan listrik serta melumpuhkan lalu lintas metro dan bandara. * TENTARA BELANDA YANG BEBAS BELUM TIBA Tiga tentara Belanda yang ditangkap 12 hari lalu di Libia akhirnya dibebaskan. Namun mereka belum kembali ke Belanda. Belum jelas, kapan mereka tiba. Mereka akan mendapat wawancara dari kementerian pertahanan dan akan dibimbing oleh para dokter dan psikolog, demikian dikatakan menteri pertahanan Hans Hillen dan komandan militer Peter van Uhm. Menurut mereka, ketiga militer menerima perlakuan baik dan berada dalam kondisi yang baik. Hari ini ketiga tentara Belanda akan melalui pemeriksaan kesehatan. Mereka juga akan diwawancara oleh Kementrian Pertahanan mengenai pengalaman mereka. Sabtu (12/03) besok mereka baru akan kembali ke Belanda.. * EVAKUASI SETELAH PERINGATAN TSUNAMI Indonesia memperingatkan gelombang tsunami untuk penduduk di wilayah timur termasuk Papua, Maluku dan Sulawesi Utara setelah gempa bumi kuat di Jepang. Tsunami diramalkan akan datang pukul 20.00 waktu setempat. Sementara itu pemerintah Filipina menyerukan ribuan orang untuk meninggalkan wilayah pantai menyusul peringatan tsunami yang diberikan setelah gempa besar di Jepang. Menurut para seismolog, gelombang tsunami akan melanda Filipina pada pukul 1700 dan 1900 waktu setempat. Tsunami sudah melanda Jepang dengan gelombang setinggi sepuluh meter. Evakuasi juga terjadi di Hawai yang membutuhkan waktu empat jam. Sementara di kepulauan Marianen dan Taiwan juga berlangsung evakuasi warga. Tidak jelas berapa jumlah orang yang harus meninggalkan rumahnya. * BAHAYA TSUNAMI DI SAMUDRA PASIFIK Negara-negara di sekitar Samudra Pasifik mendapat peringatan akan bahaya tsunami. Setelah gempa dengan kekuatan 8,8 skala richter di Jepang, peringatan tsunami dikeluarkan untuk Rusia, Guam, Taiwan, kepulauan Markus dan Marianen utara. Selanjutnya lima belas negara juga harus waspada dengan kemungkinan gelombang tersebut antara lain Filipina, Hawai, Indonesia dan kepulauan Marshall. Tsunami melanda Jepang, dengan tinggi gelombang antara 50 centimeter hingga satu meter yang menyeret mobil-mobil dan kapal-kapal. * BERBAGAI NEGARA TAWARKAN BANTUAN KE JEPANG Berbagai negara menawarkan bantuan kepada Jepang setelah gempa bumi dan tsunami yang melanda negeri itu. Salah satunya adalah Korea Selatan yang menjanjikan dukungan di antaranya adalah mengirim regu bantuan, demikian dikatakan kementerian luar negeri Korea Selatan kepada kantor berita Yonhap. Selain itu Rusia juga menawarkan bantuan, menurut presiden Dmitri Medvedev, ia siap membantu negara tetangganya itu setelah gempa bumi. Prancis, juga berjanji untuk menawarkan bantuan yang diminta oleh Jepang, kata presiden Nicolas Sarkozy dalam suratnya kepada perdana menteri Naoto Kan. PBB juga mempersiapkan puluhan regu bantuan, yang dapat dikirim ke wilayah bencana. * PENGUNGSI DARI LIBIA Lebih dari 250 ribu warga Libia, mengungsi ke negara-negara tetangga sejak kerusuhan yang berlangsung pertengahan Februari lalu, demikian menurut laporan PBB, Kamis. Sebanyak 137.400 orang mengungsi ke Tunisia, sementara 107.500 orang ke Mesir dan 5400 lainnya ke Aljazair. Menurut koordinator bantuan kemanusiaan PBB, ada 2200 orang mengungsi ke Niger. Para pengungsi tinggal di perkemahan yang didirikan di perbatasan. Sementara di Coucha, perbatasan Tunisia, Program Pangan PBB dan Palang Merah Internasional membagikan makanan. Regu bantuan saat ini membutuhkan peralatan medis dan tenaga perawat bagi korban luka. * ANGGOTA ETA DITAHAN Empat orang yang diduga anggota gerakan teror Baskia, ETA ditangkap di Prancis utara. Demikian dikatakan polisi Spanyol. Mereka ditangkap di sebuah rumah di Pas-de-Calais, di wilayah perbatasan dengan Belgia. Jatidiri keempat orang tersebut belum diumumkan. Sebuah radio Spanyol mengatakan bahwa komandan ETA, Alejandro Zobarn Arriola termasuk dalam keempat orang tersebut. * KEBAKARAN DI PUSAT TENAGA NUKLIR JEPANG Pusat tenaga nuklir di Onagawa, Miyagi, di Jepang timur laut terbakar, Jumat. Tempat itu terkena dampak paling parah akibat gempa bumi dan tsunami. Demikian dilaporkan kantor berita Jepang, Kyodo. Media massa di Jepang melaporkan ada seruan keadaan darurat nuklir. Langkah itu dilakukan jika ada kebocoran radioaktif atau ketika sistem pendingin di pusat tenaga nuklir tidak berfungsi. Badan Atom Internasional IAEA yang berkedudukan di Wina melaporkan keempat pusat tenaga nuklir yang paling dekat dengan pusat gempa dihentikan kegiatannya melalui cara yang aman. * EROPA SIAP BANTU JEPANG Presiden Uni Eropa Herman van Rompuy dan ketua komisi Eropa, Jose Emanuel Barroso sangat khawatir dengan gempa bumi di Jepang. Uni Eropa siap untuk membantu Jepang jika diperlukan, demikian pernyataan Barroso dan van Rompuy Jumat. Dalam pernyataan dikatakan Uni Eropa siap membantu Jepang dengan segala cara. Selain itu Van Rompuy dan Barroso juga menyatakan simpatinya terhadpa pemerintah dan keluarga korban. * TSUNAMI TAK TIMBULKAN KERUSAKAN Badan Meteorologi dan Geofisika Indonesia menyatakan tsunami yang melanda pesisir Indonesia timur ternyata tidak menimbulkan kerusakan. "Gelombang tsunami setinggi hanya sepuluh centimeter yang dipacu gempa bumi Jepang, melanda Sulawesi Utara dan kepulauan Maluku," kata petugas BMG Rahmat. "Kami mencabut peringatan tsunami di Indonesia,"ujarnya. Gempa bumi berkekuatan 8,9 skala richter di Jepang menewaskan 60 orang dan 56 lainnya dinyatakan hilang. * BERITA BURSA Gempa bumi kuat yagn melanda Jepang berdampak di lantai bursa. Selain itu para pialang saham juga khawatir dengan demosntrasi hari kemarahan yang bakal digelar di di Arab Saudi dan perkembangan di Libia. Indeks AEX di Amsterdam dibuka dengan kerugian 0,7 persen. Nilai tukar euro tercatat $ 1.3835 Satu euro setara dengan Rp 12.093 Satu dolar sama dengan Rp 8.763 * WIKILEAKS BONGKAR RAHASIA UMUM SBY Penyalah gunaan kekuasaan oleh SBY yang juga secara pribadi mempengaruhi jaksa dan hakim untuk melindungi tokoh-tokoh politik korup. Penggunaan Badan Intelijen Negara BIN oleh SBY untuk memata-matai musuh politik dan menteri senior, seperti dibongkar oleh Wikileaks dan disorot media Australia, bukan hal baru. Itu semua mempertegas pengamatan para pakar politik. Demikian Indro Cahyono pengamat militer dan intelijen menanggapi pemberitaan di koran Australia, The Age dan Sydney Morning Herald Indro Cahyono (IC) : Campur tangan lembaga peradilan sudah rahasia umum. Campur tangan itu antara lain menunjuk orang-orang dia/SBY. Jadi campur tangan itu pasti. Yang kedua, penggunaan operasi intelijen untuk mengawasi lawan-lawannya itu justru dikatakan SBY sendiri, beberapa kali. Pada waktu itu di Jakarta Fair mengevaluasi hasil pemilu, SBY sendiri mengatakan bahwa kemenangan pemilu disebabkan oleh apa yang disebut dengan 'Operasi Senyap'. SBY mengatakan 'Silent Revolution'. Itu jelas bagi pengamat militer dan intelijen, SBY menggunakan operasi intelijen untuk memenangkan pemilu tahun 2009. Itu jelas. Kalau untuk pemilu saja menggunakan operasi intelijen maka pasti untuk mengawasi lawan-lawannya dia akan mengerahkan atau menggunakan aparat yang sama. Itu saya kira begitu. Apa yang dikemukakan oleh Wikileaks bagi kita bukan hal yang tidak kita ketahui, kita tahu persis. Tapi sekarang mendapat konfirmasi atau pembuktian yang lebih jelas. Negara Amerika sendiri rupanya mengetahui juga hal itu. Jadi ini menambah kepastian kepada kita agar tidak ragu-ragu bahwa SBY melakukan 'abuse of power' (penyalah gunaan kekuasaan : red ) menggunakan segala kedudukan atau kewenangannya untuk kepentingan pribadi. Ini memperjelas dan meyakinkan kita dan sebenarnya kalau sudah yakin tidak ada alasan lagi untuk melakukan 'impeachment' pada presiden. Radio Nederland (RN) : Ketua fraksi Parta Demokrat Muhammad Jafar Hafsah di DPR-RI hari Jum'at (11/3) mengatakan : motif pemberitaan di koran The Age dan Sydney Morning Herald adalah untuk mendiskreditkan SBY. Wikileaks Kredibel IC : Kalau koran barangkali dia bisa mengatakan mendiskreditkan atau bukan. Tapi data Wikileaks itu sangat kredibel bagi pengamat politik di Indonesia karena data-data itu adalah data-data yang dibongkar dari hubungan diplomatik resmi jadi 'formally' antara 'G to G' (antar pemerintah) di semua negara. Jadi silahkan pembantu presiden atau ketua Partai Demokrat mengatakan bahwa ada motif mendiskreditkan. Yang dilakukan kedua koran Australia itu adalah mengungkapkan kebenaran ketika koran-koran di tanah air sudah diancam oleh sekretaris kabinet Ipu Alam kemaren. Jadi sekarang semacam solidaritas pers, ketika pers dalam negeri sudah tidak berkutik media massa luar negeri mencoba mengungkapkan hal itu di luar negeri. Terus terang, SBY di Indonesia memasung pers lebih dari pada presiden-presiden yang lain. Mereka menggunakan ancaman segala. RN : Mantan menteri sekretaris negara Yuzril Ihza Mahendra mengatakan tidak terkejut mendengar pemberitaan di koran Australia itu tetapi ia menyesalkan apa yang dilakukan SBY terhadap dirinya. IC : Begini ya. ikuti wawancara selengkapnya di www.ranesi.nl * PASPOR GANDA YANG BIKIN RIBUT DAN REFORMASI POLITIK DI MAROKO Saat yang menyakitkan untuk pemimpin partai PVV, partai populis anti-Islam Belanda pimpinan Geert Wilders, ketika media Belanda memberitakan salah satu anggota partainya untuk DPRD di propinsi Gelderland, Belanda Barat, Petra Kouwenberg, ternyata punya kewarganegaraan ganda, Belanda dan Turki. Padahal partai ini selalu menyatakan sangat menentang paspor dobel seperti itu. Menurut PVV 'dua warga negara, dua loyalitas, sama dengan plin-plan.' Menurut harian DeVolkskrant dan Trouw, juru bicara PVV mengatakan Kouwenberg sendiri tidak tahu bahwa dia punya warga negara ganda. Dan sangat kaget waktu mengetahuinya. Karena itu dia akan ke kedubes Turki Senin untuk memulai proses pencabutan paspopr Turkinya. UU Turki menetapkan semua orang yang berayah atau ibu Turki mendapat pasopr Turki. Tapi paspor itu bisa dikembalikan apabila tidak diinginkan. PVV sudah bertahun-tahun menuntut agar orang Belanda hanya diperbolehkan punya satu kewarganegaraan. Terutama politisi. Tahun 2007 Wilders menuntut agar walikota Amsterdam, yang ketika itu menjabat sebagai menteri muda, untuk menyerahkan paspor Marokonya. UU sama seperti Turki, tapi Maroko tidak mengijinkan warganya untuk mengembalikan paspor. Reformasi Maroko Dari Belanda kita ke Afrika Utara, tepatnya Maroko. Negara islam yang dipimpin oleh raja Mohammed VI Kamis kemarin berjanji akan melakukan reformasi politik besar-besaran. Dalam pidatonya Raja Maroko menyatakan parlemen yang baru terpilih mendapat lebih banyak kekuasaan. Pemerintah dipilih oleh parlemen dan perdana menteri berasal dari partai yang paling banyak menduduki kursi di perlemen. Selain itu Mohammed VI juga berjanji mengubah UUD. Di dalamnya akan ditetapkan hak-hak asasi manusia, hak kebebasan individu dan persamaan hak antara laki-laki dan perempuan. Ditambah lagi para hakim dan jaksa akan lebih independen dan pemerintah daerah mendapat lebih banyak hak otonomi. Sebuah komisi telah dibentuk yang akan menentukan perubahan dalam UUD Maroko. Reaksi pertama setelah pidato tersebut, rakyat Maroko positif. Apa yang dijanjikan sang raja memenuhi hampir semua tuntutan yang diajukan para demonstran revolusi 20 Februari. Ketika itu ribuan massa turun ke jalan menuntut reformasi politik di Maroko. Di berbagai negara Arab memang saat ini ada gelombang revolusi demokrasi, tapi tidak ada yang sedrastis di Maroko. Apabila sang raja berhasil membuktikan semua janjinya, maka Maroko berhasil melakukan perubahan besar tanpa pertumpahan darah, dengan cara yang luwes. Ini bisa menjadi contoh untuk demokratisasi tanpa perubahan rejim. Demikian De Volkskrant dan sekian tinjauan pers. * LIBIA BEBASKAN TENTARA BELANDA Tiga marinir Belanda yang ditangkap 12 hari lalu di Libia akhirnya dibebaskan. Rezim kolonel Muammar Gaddafi melepaskan mereka Kamis (10/03) tengah malam. Belanda sama sekali tidak mengeluarkan uang tebusan untuk pembebasan ini, kata PM Belanda Mark Rutte. "Glad to be back,"dan "Very good to be back" adalah reaksi pertama mereka. Kelegaan terpancar dari wajah ketiga tentara Belanda - dua laki-laki dan satu perempuan - ketika sampai di Athena, Yunani. Mereka dijemput seorang tentara Yunani Jumat (11/03) dini hari dari ibukota Tripoli, bersama-sama dengan sejumlah warga Yunani yang ingin meninggalkan Libia. Sejak Ahad minggu lalu tiga tentara ini terjebak di Libia, setelah gagalnya percobaan evakuasi seorang warga Belanda dengan helikopter. Di pantai, di dekat kota Sirte mereka ditangkap oleh tentara pemerintah. Kondisi baik Diplomat Belanda Ed Kronenburg bernegosiasi mengenai pembebasan ini dengan Libia. Ia hadir di bandara Athena. "Mereka baik-baik saja. Kondisi mereka juga prima walaupun baru melewati minggu yang berat. Saya percaya, mereka akan baik-baik saja," kata Kronenburg. "Semua berakhir dengan baik. Saya tak ingin banyak bicara. hanya saja saya harus berterima kasih atas dukungan pemerintah Yunani. Tanpa mereka, usaha pembebasan ini tak akan berhasil," kata diplomat Kronenburg. Salah satu staf Kementrian Luar Negeri Yunani juga ikut menjemput ketiga tentara tersebut. Bukan mata-mata PM Rutte juga lega. Dalam pernyataan singkat ia memberi tahu, dalam perundingan dengan Libia, Belanda tak perlu menukar ketiga tentara dengan apa pun, tidak dengan uang, tidak juga dengan janji. "Kami telah menjelaskan duduk perkaranya, bahwa mereka awalnya berniat menjemput warga Belanda dari daerah berbahaya. Tak ada maksud lain, mereka bukan mata-mata dan tidak dalam misi militer. Karena itulah, situasi berakhir baik," kata Rutte. Rampasan Perang Menurut Menteri Pertahanan Hans Hillen, rezim Gaddafi ingin memberikan kesan baik untuk mengambil hati masyarakat internasional yang sedang mempertimbangkan untuk memberlakukan no-fly-zone di wilayah udara Libia. Mengenai helikopter Belanda yang diambil Libia, Hillen tak risau, "Jika itu jadi rampasan perang, so be it." Banyak ketidakjelasan seputar percobaan evakuasi berbahaya di Sirte. Tadinya Kementrian Pertahanan tak mau berkomentar soal itu, mengingat keamanan tentara yang ditahan. Sekarang ketika mereka sudah dibebaskan, diskusi sepertinya akan mengalir. Hari ini ketiga tentara Belanda akan melalui pemeriksaan kesehatan. Mereka juga akan diwawancara oleh Kementrian Pertahanan mengenai pengalaman mereka. Sabtu (12/03) besok mereka baru akan kembali ke Belanda. * PENGACARA BERUSAHA BEBASKAN CHARLES TAYLOR Pengadilan ini dianggap sampah. Hakim hanya bisa menyimpulkan : Tidak Bersalah. Demikian pengacara Charles Taylor dalam pembelaan terakhir di tribunal Sierra Leone. Pengacara menambahkan : Mengapa Gaddafi tidak digugat ? Koresponden Thijs Bouwknegt. "Yang mulia, saya tidak melakukan dan juga tidak bisa melakukan kejahatan terhadap negara jiran republik Sierra Leone". Itu diucapkan Charles Taylor tanggal 3 April 2006. Ketika itu ia untuk pertama kali digugat di pengadilan Freetown. "Saya sama sekali tidak bersalah", katanya dengan tegar. Ucapan yang sama bergeming untuk terakhir kali pekan ini, di Tribunal Sierra Leone di Leidschendam - Belanda. Untuk terakhir kali para pengacara Charles Taylor mengumpulkan semua argumen untuk membuktikan bahwa mantan presiden Liberia itu tidak ada hubungan apapun dengan kekerasan yang menteror Sierra Leone. Tapi para pakar hukum punya pendapat lain. Dasawarsa 90-an dibawah pengawasan PBB dan sejumlah negara Afrika barat, Taylor berusaha menciptakan perdamaian di kawasan. Stelan jas Tribunal internasional sangat selektif, kata pengacara Courtenay Griffiths sambil melirik ke sejumlah kursi yang kosong di belakangnya. Satu-satunya yang hadir adalah Charles Taylor, dengan busana stelan jas yang rapih. Duduk tegap sambil merapihkan lengan jasnya. Ia memantau pembelaan pengacaranya dari balik kacamata hitam. Awal Februari, Brenda Hollis dan tim penuntut umum internasional menyusun laporan akhir tentang kekejaman perang saudara di Sierra Leone. Brenda menceritakan kepada pengadilan tentang tentara anak Revolutionary United Front (RUF) yang dipengaruhi obat bius, yang tangan atau kakinya putus dan tentang apa yang disebut 'intan-berdarah'. Intan Benang merah pengadilan ini adalah pemaparan Hollis : akhir tahun 80-an di Libia,Taylor dan pemimpin RUF Foday Sankoh menyusun rencana untuk menyerbu Afrika Barat dan setelah itu memperkaya diri dengan intan-intan dari Sierra Leone. Menurut jaksa penuntut utama, tidak diragukan secara pribadi Taylor bertanggung-jawab atas pembantaian, ancaman dan penyiksaan massal di Sierra Leone. Sankoh meninggal dunia sebelum para hakim memulai proses peradilan. Menurut pengacara Courtenay Griffiths yang berdarah campuran Inggris-Jamaika, Taylor dijadikan kambing hitam perang saudara di Sierra Leone. Padahal Gaddafi, yang melatih dia di Libia dan mengirim uang ke presiden Sierra leone dan Burkina Faso. Keringat Griffiths peras keringat hari Rabu. Kadang-kadang ia menyeka keringat di dahi dengan saputangan berwarna jingga. Inti pembelaannya : ini adalah sebuah proses politik dan tribunal sangat selektif. Hukum tidak memihak. Apakah anda bangsawan, pelacur, presiden Amerika atau presiden Liberia. Tapi disini, katanya di depan ke-empat hakim, dipertanyakan ? Pengacara top itu juga menyebut dokumen-dokumen rahasia kedutaan Amerika yang dibocorkan Wikileaks. Dari kedutaan di Liberia dan Belanda, kata pengacara Griffiths diasosiasikan bahwa Amerika berusaha mempengaruhi proses peradilan karena Washington ingin bagaimanapun juga agar Taylor dijebloskan ke penjara. Bagi Grffiths dokumen-dokumen itu juga membuktikan bahwa Tribunal Sierra Leone tidak netral, dan ini mencerminkan bahwa biaya tribunal bagian terbesar dibayar oleh Amerika. Griffiths menambah panas suasana dengan menuduh para jaksa menodai hukum internasional dengan menyebut pengadilan Taylor sebagai 'neokolonialisasi abad ke-21'. Kasus besar Walaupun demikian para jaksa menyebutnya sebagai kasus peradilan yang besar. Mereka mengajukan 95 saksi sejak 2008. Termasuk sejumlah korban penyiksaan, tapi juga sejumlah pakar dan direktur untuk memberikan kesaksian mereka terhadap kekejaman Taylor. Semua bukti ditolak oleh para pengacara Taylor. Dianggap sampah. Biaya untuk menghadirkan saksi disebutkan terlalu besar. "Uang itu, demikian pengacara Terry Munyard, menodai hukum". Menunggu Hakim harus memutuskan apakah hukum tidak ternodai. Diperkirakan pertengahan bulan Agustus akan diambil keputusan apakah Charles Taylor bersalah sebagai penjahat perang dan kemanusiaan seperti yang tercantum dalam 11 tuduhan. Charles Taylor tidak punya pilihan lain selain menunggu di sel tahanannya di sebuah penjara di Inggris. * KEBEBASAN PERS DI DUNIA ARAB "Kalian tidak mengerti apa-apa! Jangan sok patriotis! Saya seorang patriot yang lebih baik dari kalian semua! Saya berangkat perang dan bertempur!" Demikian Perdana Menteri Mesir Ahmed Shafiq yang kehilangan kesabaran dalam sebuah siaran langsung televisi dua minggu lalu. Hari berikutnya dia mengundurkan diri. Di Mesir yang baru, sebuah acara bincang-bincang bisa menjatuhkan seorang perdana menteri. Laporan John Tyler. Sosial media mungkin telah memainkan peran sentral dalam pemberontakan di Tunisia dan Mesir, tetapi media mainstream (arus utama, red.) di dunia Arab juga semakin penting. Situasi ini berbeda untuk setiap negara, tetapi kecenderungannya adalah: tekanan publik akhirnya menghasilkan lebih banyak kebebasan berekspresi di media Arab. Perkembangan terbesar terjadi di dua negara dimana pemberontakan berhasil menggulingkan rejim, yaitu Mesir dan Tunisia. Lanskap media di kedua negara ini sekarang berada dalam keadaan mengambang, terutama di Mesir. Pergolakan Mesir Marianne Nagui dari Free Voice, yayasan Belanda yang mempromosikan independensi media di Timur Tengah dan di kawasan lain mengatakan, Mesir berada dalam pergolakan. "Kita hidup di awal kebangkitan revolusi, dan itu sangat kacau, dan sangat, sangat tidak teratur." Semua media, baik koran, televisi, atau media sosial, mengabarkan apa pun yang mereka suka, dan mengkritik siapa pun yang mereka mau. Hal ini bisa bikin kebablasan, kata ibu Nagui. Resminya, yang berwenang mengambil pendekatan lepas tangan, tapi badan intelijen tetap aktif di bawah radar. Ini bisa menyulitkan wartawan untuk tahu apa yang boleh atau tidak boleh mereka liput. Sameh Saeed menjalankan sebuah platform online yang disebut Huquq, yang mempekerjakan lebih dari 20 wartawan. Dia mengatakan intimidasi mulai sering terjadi, tetapi tidak selalu jelas siapa yang berada di balik itu. Dia menggambarkan insiden baru-baru ini yang dicurigai diperintahkan oleh militer. Seorang awak film dokumenter sedang merekam demonstrasi di luar bekas kementerian informasi ketika beberapa orang berpakaian preman menyuruh mereka berhenti. Kamera mereka disita, dan Mr Saeed menghabiskan satu jam setengah bernegosiasi secara hati-hati dengan sekelompok orang bersenjta sebelum para wartawan berhasil lolos. Mendapat Tekanan Pemerintah mendapat tekanan untuk melonggarkan pembatasan pers di negara-negara lain juga. Wartawan televisi dan koran pemerintah berdemonstrasi di Yordania minggu lalu, suatu tindakan tak terpikirkan tiga bulan yang lalu. Yaman telah mengumumkan undang-undang media baru yang lebih liberal - meskipun kritikus mengatakan itu cuma topeng, menutupi pemerintah yang bakal terus menekan kebebasan berekspresi. Pembatasan media tetap terjadi di Maroko, namun Raja Mohammed VI telah mengumumkan rencana untuk mengadakan referendum tentang perubahan konstitusi. Aboubakr Jamai, seorang wartawan Maroko yang mendirikan Le Journal di tahun 1990-an, mengatakan ini persis apa yang diserukan oposisi. Mr Jamai tidak peduli kemungkinan tindakan keras atas wartawan. "Domestikasi pers telah mencapai puncaknya. Keadaan tidak bisa lebih buruk lagi" Sebaliknya saat ini segala sesuatu terjadi di Facebook, katanya. "Jika Anda seorang jurnalis dan Anda ingin meliput protes pada tanggal 20 Februari, atau seruan protes tanggal 20 Maret, Anda harus berada di laman Facebook yang tepat. Jangan buang waktu Anda di tempat lain." Bahkan negara-negara garis keras seperti Suriah dan Arab Saudi tidak kebal terhadap semangat zaman. Di Suriah, larangan atas Facebook dicabut. Media sosial juga menerobos hingga ke Arab Saudi. Namun, menyimpang dari trend keterbukaan yang marak sekarang, pemerintah Irak bereaksi atas protes Jumat mingguan dengan menindak pers. Sementara Libia tetap jadi sorotan saat ini. Stasiun televisi satelit al-Jazeera dan al-Arabiya punya peran sendiri: menjadi satu-satunya sumber berita non-pemerintah bagi sebagian besar Libia. Perubahan di Timur Idris Ibnu Tayeb, penulis Libya terkenal yang sudah lama mengkritik rezim Gaddafi, mengatakan perubahan terjadi di bagian timur negara itu. Bicara dari rumahnya di Benghazi, Bapak Ibnu Tayeb mengatakan wartawan di sana menerbitkan surat kabar pendek dengan berita pertempuran dan pengumuman. Radio Free Libya sekarang memancarkan siaran gelombang tengah dari Benghazi yang mencapai hingga ke bagian barat negara itu, dan televisi Radio Free Libya akan segera mengudara. Tetapi bahkan ketika pertempuran berhenti pun, masih banyak yang harus dikejar, demikian Ibnu Tayeb. Sedikit sekali pembangunan dalam hal institusi, termasuk media." Selama 42 tahun pemerintahan Gaddafi, kami bergulat dengan ketidakadaan." Berkat al-Jazeera, Libya mampu mengikuti pengunduran diri Perdana Menteri Mesir Ahmed Shafiq. Shafiq adalah personifikasi kekuatan media yang baru ditemukan media di dunia Arab. Dan walaupun Shafiq jatuh setelah tampil di format tradisional, pengunduran dirinya justru menunjukkan sejauh mana media baru merambah dunia Arab. Dewan Tertinggi Militer yang memerintah Mesir mengumumkan pengunduran diri Shafiq, di mana lagi kalau bukan di Facebook. * GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: KADER ABDOLAH: MENULIS MELAWAN DIKTATOR 'Kalau saya menulis, maka saya berada di medan perang, di lini depan menentang diktatur.' Kader Abdolah penulis Belanda-Iran, baru merampungkan roman baru 'Sang Raja', melihat kesamaan antara Persia di abad 19 dengan Iran pimpinan Mahmoud Ahmadinejad. Bedanya, sekarang ini sudah demokrasi. Philip Smet 'Sedianya aku ingin menulis cerita tentang kakek. Dahulu dia adalah Perdana Menteri selama revolusi industri di Iran dan dia dibunuh,"kata Kader Abdolah. "Saya ingin menulis tentang itu, tapi Syah subjek yang lebih baik. Saya menduga sang raja itu lebih penting. Dan saya menemukan sosok Raja dalam diri saya." Roman terbaru Abdolah berjudul 'De Koning' atau 'Sang Raja' terjadi di negeri asalnya Iran (dahulu: Persia). Menyerupai lokasi buku suksesnya 'Rumah Mesjid (2005). Roman 'Sang Raja' mengisahkan perubahan besar yang terjadi pada praoh kedua abad 19: era telegrafi, kereta api, listrik dan juga perubahan tata negara. De Syah Iran terpaksa menyetujui melakukan penerapan teknologi. Tapi perubahan parlemen dan undang-undang dasar syah tidak mau tahu, walaupun sudah didesak Wazir Agung semacam pemimpin pemerintah. Akhirnya Wazir Agung kakek Abdolah pun diperintahkan untuk dibunuh. Tapi akhirnya syah sendiri dibunuh juga oleh lawannya. Demikian Abdolah dalam bukunya 'Sang Raja.' Dikatator Baru Kader Abdolah melihat kesamaan antara masa lalu dengan sekarang. 'Pada diri Syah ketika itu saya menemukan para pria dan kekuasaan: Kadhafi, Mubarak, Khomeini.' Sejalan perkembangan teknologi saat itu banyak dinasti yang tumbang, tetapi pada prakteknya mereka digantikan diktator-diktator baru. 'Sekarang ada Facebook. Diktator-diktator ini tidak mampu lagi meredam kebebasan berpendapat. Facebook akan menggulingkan Gaddafi, Mubarak dan Ayatullah dan membawa demokrasi jenis baru." Lari Kader Abdolah (1954) sendiri melarikan diri dari Iran di masa pemerintahan Ayatollah. Karena sebagai wartawan dan penulis serta aktivis oposisi, hidupnya terancam. Tahun 1988 dia bersama keluarga lari ke Belanda. Bahasa Ibunya Persia menjadi bahasa yang disensor dan dia memutuskan hanya menulis dalam bahasa Belanda. Walaupun kalangan reformis Iran dipersulit dan ditekan tetapi Kader Abdolah cukup optimis: "Iran adalah salah satu negara demokrasi penting di Timur Tengah. Di Mesir dan Libya terjadi pemberontakan kecil hasilnya Mubarak tersingkir, tapi tatanan kediktatoran bertahan. Tapi di Iran ada gerakan bawah tanah. Mungkin perlu 30 tahun atau 40 tahun lagi, tetapi demokrasi sudah mendarah daging di rakyat. Dalam 20 tahun lagi kita akan memiliki demokrasi yang kuat dab sepenuhnya di negeri saya," demikian prediksinya. Kemenangan Buku-buku Abdolah diterjemahkan dalam berbagai bahasa. Tapi Iran sendiri seperti bisa diduga, melarang karyanya. Dia menganggap bukunya sebagai alat perjuangan. [Qt melawan 1'01] "Ketika saya menulis, saya memikirkan orang-orang di Iran yang berjuang melawan kediktatoran. Ketika menulis, saya berdiri medan perang dan di barisan depan melawan kediktatoran. Buku saya disatu sisi adalah karya sastra, tapi di sisi lain merupakan alat perlawanan lawan ayatollah. " Impiannya sangat besar, untuk kembali ke tanah airnya. Apakah Kader Abdolah akan melanjutkan menulis dalam bahasa ibunya? "Setelah 22 tahun saya tidak bisa lagi menulis dalam bahasa Persia. Saya tidak bisa menuangkan inspirasi dalam bahasa itu. Saya hanya bisa menulis dalam bahasa Belanda. Rasanya sedih, tapi mungkin nasib saya sudah begini." --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.rnw.nl/id/bahasa-indonesia Anda bisa berhenti berlangganan dengan mengirim email ke: [email protected] Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [email protected] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
