--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Senin 11 April 2011 14:20 UTC ** JEPANG BERTERIMA KASIH KEPADA DUNIA ** UU LARANGAN BURKA MULAI BERLAKU DI PRANCIS ** GEMA WARTA TOPIK EROPA: PRANCIS RESMI MELARANG BURKA ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: NEGARA EROPA LAIN JUGA MAU MELARANG BURKA ** GEMA WARTA TOPIK BELANDA: TES KEJIWAAN DAN PEMILIKAN SENJATA DI BELANDA ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: MEMBUKA SEKOLAH BELANDA DI MAROKO ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: PENGUNGSI SEDUNIA SUDAH CAPAI TITIK GAWAT * Senin (11/04) berbagai sekolah di Alphen aan de Rijn, tempat insiden penembakan Sabtu lalu, mengenang peristiwa berdarah yang menewaskan tujuh orang. Dinas Kesehatan GGD dilibatkan untuk membimbing anak-anak yang mengalami shock. Pusat pertokoan de Ridderhof, tempat penembakan terjadi, hari ini (Senin 11/04) belum dibuka. Walikota khawatir banyak orang akan berwisata melihat lokasi kejadian. Kemarin malam sekitar 5000 orang menghadiri upacara mengenang para korban, yang dihadiri antara lain perdana Mark Rutte. Ia menyebut, penembakan itu merupakan perbuatan yang tidak bisa dilukiskan dari seorang yang suka menyendiri. Rutte mengatakan, Ratu Beatrix sangat ikut prihatin. * JEPANG BERTERIMA KASIH KEPADA DUNIA Perdana menteri Jepang Naoto Kan mengucapkan terima kasih kepada dunia internasional atas bantuan sehubungan dengan gempa dan tsunami yang melanda negeri itu. Iklan yang memenuhi tiga perempat halaman yang dimuat di koran-koran terkemuka bertulisan "Terima kasih atas Kizuna (tali persahabatan). Iklan itu dipasang di the Financial Times, the Wall Street Journal dan the International Herald Tribune. Negara-negara seperti Amerika, Meksiko, Cina dan banyak negara Eropa mengirim tim ke Jepang menyusul gempat berkekuatan 9 skala richter dan tsunami. Negara-negara lain mengirim bantuan dana untuk membantu negara ekonomi ketiga di dunia itu bangkit kembali. Bencana gempa dan tsunami tersebut mengakibatkan sekitar 28.000 orang meninggal dan hilang. Lebih dari 150.000 warga masih belum punya tempat tinggal. * UU LARANGAN BURKA MULAI BERLAKU DI PRANCIS Sejak Senin (11/04) Prancis merupakan negara Barat pertama yang melarang burka atau pakaian penutup wajah lainnya di depan umum. Para pelanggar bisa didenda 150 euro. Pria yang memaksa seorang perempuan mengenakan burka atau nikab bisa didenda maksimal 30.000 euro dan penjara satu tahun. Kalau perempuan yang dipaksa itu di bawah umur, pria pemaksa bisa didenda maksimal 60.000 euro dan dua tahun penjara. Menurut pemerintah Prancis, tindakan ini bertujuan untuk melindungi hak-hak perempuan. Namun para kritisi menilai hukum ini anti muslim. Amnesty International juga mengkritik UU ini. Menurut Amnesty, ini bertentangan dengan kebebasan berpendapat dan agama * KADDAFI SETUJU USUL UNI AFRIKA Pemimpin Libia Muammar Kaddafi menyetujui usul Uni Afrika untuk menyelesaikan konflik di negerinya. Presiden Afrika Selatan Zuma mengatakan hal tersebut seusai pertemuan dengan Kaddafi. Pertemuan itu juga dihadiri oleh presiden Mali dan Mauritania. Mereka membicarakan "road map menuju gencatan senjata". Delegasi para presiden negara-negara Uni Afrika itu hari ini akan berbicara dengan pemberontak Libia. Rencananya terdiri dari gencatan senjata, dialog antara pemberontak dan pemerintahah Kaddafi dan kerjasama dalam bantuan kemanusiaan. Zuma mengimbau NATO untuk mengakhiri serangan udara untuk memberi "kesempatan adil" bagi gencatan senjata. Masalahnya kemungkinan mundurnya Kaddafi juga dibicarakan, tapi tidak jelas apa hasilnya. * ENAM JENAZAH DITEMUKAN LAGI DI MEKSIKO Setidaknya 16 jenazah ditemukan lagi selama dua hari di pelbagai kawasan negara bagian Tamaulipas, Meksiko Utara. Demikian tandas kementerian pertahanan. Dengan demikian jumlah mayat menjadi 88. Menurut pengumuman itu, mayat digali dari empat pemakaman umum masyarakat San Fernando. Tujuh gang narkoba besar Meksiko dan betrok antara satu sama lain. Sejak Desember 2006 jumlah warga tewas sebanyak 34.600 orang akibat betrok tersebut yang juga melibatkan petugas keamanan. Presiden Felipe Calderon melancarkan oprasi militer memberantas narkoba sejak 2006 tapi gagal mengurangi tindakan kekerasan. * ICT JANGAN SEMBARANGAN EKSPOR INTERNETFILTER Menteri Luar Negeri Belanda Verhagen mengimbau perusahaan ICT agar tidak sembarangan memasok internetfilter ke semua negara. Mereka harus menyelidiki lebih dahulu apakah filter itu tidak digunakan untuk mengekang kebebasan informasi. Rezim diktator bisa menyalahgunakan filter internet, tandas Verhagen. Dan ini harus disadari oleh perusahaan ICT. Ia menyebut Cina dan Iran sebagai contoh. Kebebasan berpendapat di internet sangat penting. Ini terbukti di negara-negara Arab, tandas menlu Belanda. Verhagen ingin agar negara-negara Eropa membuat perjanjian tentang penjualan tehnologi filter. * NAPI AUSTRALIA MENIKAH PEREMPUAN INDONESIA Penyelundup narkoba Australia yang dipenjara seumur hidup menikah dengan kekasihnya perempuan Indonesia di penjara di Bali Senin (11/04). Martin Stephens dan Christine Winarti Puspayanti, keduanya 34 tahun, menikah di gereja di penjara Kerobokan. Upacara dihadiri sanak saudara, teman termasuk para anggota apa yang disebut Bali Nine atau sembilan warga Australia yang dinyatakan bersalah menyelundupkan narkoba. Stephens tetap membantah bersalah. * PRANCIS RESMI MELARANG BURKA Prancis negara barat pertama yang melarang burka yang menutup seluruh tubuh wanita di tempat-tepat umum. Mereka yang melanggar peraturan ini dikenakan denda 150 euro, kalau suami memaksa istrinya, ia dikenakan denda 30 ribu euro dan dipenjara satu tahun. Hukuman ini diperberat kalau sang istri masih dibawah umur. Maka suami yang memaksa akan diganjar hukuman 2 kali lipat. Radio Nederland menjumpai profesor Musdah Mulia, guru besar Universitas Islam Negri Syarif Hidayahtullah di Jakarta. Kalau yang dimaksud dengan burka itu pakaian yang menutup seluruh badan seperti perempuan Taliban di Afghanistan, yah itu harus dilarang. Demikian pendapat profesor Musdah Mulia. Mahasiswa yang bercadar pun ia larang mausk kelas karena tidak bisa dikenali. Dalam Islam ada beberapa jilbab, di Indonesia sangat variatif. Kalau yang kelihatan hanya matanya saja ini tidak islami juga seperti yang terbaca dalam fatwa mufti Mesir. Tidak ada dalam Islam ajaran seperti itu. Menutup kepala hanya berlaku untuk istri-istri nabi yang tidak mau disamakan dengan budak-budak. Untuk masa kini proteksi itu tidak ada hubungannya dengan busana tertentu, sekarang bisa dalam bentuk perlindungan hukum, keterampilan. Perbedaan hukuman berlaku antara wanita yang melanggar didenda jauh lebih rendah katimbang suaminya yang memaksa. Ini menarik karena anti pengekangan oleh suami. Terus terang sebagai perempuan muslim, profesor Musdah Mulia juga cemas kalau masuk kamar kecil di negara-negara Arab dan melihat sosok berburka. Apakah ini benar-benar seorang perempuan? Tapi bagaimana dengan kritik: negara sekuler jangan mencampuri masalah agama? Negara sekuler pun boleh mencampuri masalah agama yang menyangkut masalah keamanan dan melanggar hak orang lain. Apa yang mengancam agama dengan pelarangan burka ini. Demikian profesor Musdah Mulia bertanya-tanya. Musdah sendiri tidak menggunakan burka, karena ini bukan kewajiban agama. Tanpa burka beliau tidak merasa dikurangi identitas muslimnya. Di Indonesia ada beberapa daerah yang mewajibkan penggunaan jilbab bagi anak sekolah dan pegawai negri. Ini merupakan pemaksaan suatu interpretasi agama. Kalau di rumah yah tidak perlu dilarang, seperti di Prancis. Di Belanda memang ada rencana pelarangan burka juga, namun tertunda dalam parlemen, walau partai populis kanan PVV pimpinan Geert Wilders berusaha menggolkan larangan ini. Komandan polisi wilayah ibukota Amsterdam Welten menyatakan ia tidak akan menerapkan larangan ini karena jumlah muslimah berburka kecil sekali. Larangan yang kompleks ini tidak mendapat prioritas polisi Amsterdam. * NEGARA EROPA LAIN JUGA MAU MELARANG BURKA Prancis merupakan negara pertama yang melarang burka yang menutup seluruh tubuh wanita di tempat-tepat umum. Mereka yang melanggar peraturan ini dikenakan denda 150 euro, kalau suami memaksa istrinya, ia dikenakan denda 30 ribu euro dan dipenjara satu tahun. Hukuman ini diperberat kalau sang istri masih dibawah umur. Maka suami yang memaksa akan diganjar hukuman dua kali lipat. Tapi bukan Prancis yang berencana melarang burka. Pada awalnya, di tahun 2010, bukan Prancis namun Belgia adalah negara barat pertama yang akan melarang burka. Parlemen sudah setuju namun krisis politik yang menyebabkan tidak terbentuknya kabinet baru, menghalangi larangan ini di Belgia. Senat Spanyol tahun lalu sudah setuju, namun parlemen menolak, pemerintah sosialis pimpinan perdana menteri Zapatero memang juga menentang larangan burka ini tapi akan mendukung larangan mengenakan burka di gedung pemerintah. Kota di propinsi Katalonia, Leida, menerapkan larangan burka. Di Italia, partai pemerintah Lega Nord, Oktober tahun lalu melansir rencana larangan burka di parlemen. Menteri dalam negri kemudian mencari solusi untuk masalah ini, sementara kota Italia Utara Novara awal tahun lalu sudah menerapkan larangan mengenakan burka dengan ancaman denda 500 euro bagi mereka yang melanggar. Di Swiss, majelis tinggi menentang larangan burka, sedangkan di Denmark, perdana menteri Lars Loekke Rasmussen menyatakan di negaranya tidak ada dukungan untuk burka. Pemerintahnya akan mencari jalan keluar untuk membatasi burka tanpa melanggar hak yang tercantum dalam undang-undang dasar. Di Belanda memang ada rencana pelarangan burka juga, namun tertunda dalam parlemen, walau partai populis kanan PVV pimpinan Geert Wilders berusaha menggolkan larangan ini. Komandan polisi wilayah ibukota Amsterdam Bernard Welten menyatakan ia tidak akan menerapkan larangan ini karena jumlah muslimah berburka kecil sekali. Larangan yang kompleks ini tidak mendapat prioritas polisi Amsterdam. * TES KEJIWAAN DAN PEMILIKAN SENJATA DI BELANDA Belanda disibukkan oleh dampak penembakan membabi buta yang Sabtu lalu, 9 April 2011, terjadi di Alphen aan den Rijn. Seorang pria memuntahkan peluru dari senapannya dan menewaskan enam orang, sebelum akhirnya menembak diri sendiri. Pria 24 tahun yang pernah dirawat di rumah sakit jiwa itu menyebabkan orang bertanya-tanya bagaimana dia bisa memperoleh izin memiliki senjata? Belanda selalu membanggakan diri punya UU pemilikan senjata paling ketat di dunia, tetapi Tristan van der Vlis, seorang pemuda bersenjata di Alphen aan den Rijn ternyata punya izin memiliki lima pucuk senapan dan anggota kelab menembak. Masih belum jelas apakah senjata yang digunakan menembak orang Sabtu naas itu dimilikinya secara sah, tapi, kalaupun penembak ini memiliki izin, tindakannya segera menimbulkan tanda tanya. Gila senjata Di Belanda, memiliki senjata hanya mungkin melalui persyaratan ketat, tapi tidak termasuk uji kejiwaan. Sekarang terungkap bahwa Tristan van der Vlis pernah mengalami depresi dan dorongan bunuh diri. Selain itu pada tahun 2006 dia juga pernah dirawat di rumah sakit jiwa. Semua ini mendorong seruan supaya izin memiliki senjata baru dikeluarkan kalau pemintanya sudah menjalani tes kejiwaan. Tetapi Henk Vogelzang tidak setuju. Dia adalah direktur kelab menembak KGO di Bussum, sebuah kota yang bersebelahan dengan Hilversum. Menurut Henk Vogelzang beberapa tahun belakangan, beberapa kali kelabnya telah melaporkan pada pihak berwajib ketika melihat beberapa anggotanya berperilaku tidak layak. Dalam beberapa kasus, ini menyangkut bergaul dengan orang-orang yang patut dicurigai dan, dalam kasus lain, cara tertentu dalam bicara tentang senjata. Ini, demikian Henk Vogelzang, terlihat dari perilaku orang dalam berolah raga tembak. Di situ bisa diperoleh kesan apakah seseorang lebih gila senjata atau hanya senang berolah raga tembak. Henk menambahkan, setiap saat kelab tembaknya prihatin dan melaporkan seorang anggotanya pada pihak berwajib, maka izin memiliki senjata yang bersangkutan juga dicabut. Baginya kontrol sosial seperti ini sudah cukup untuk mencegah kalangan memiliki senjata dengan sah akan menggunakan senjata itu untuk membunuh orang tidak bersalah. Tidak di negeri sendiri Pakar keamanan Belanda Glenn Schoen menegaskan berbagi informasi inilah yang dibutuhkan untuk mencegah insiden penembakan. Salah satu pelajaran dari penembakan di negara-negara lain adalah pelakunya biasanya memang memberi isyarat akan melakukan tindakan mengerikan itu. Masalahnya, informasi ini tidak langsung sampai pada aparat. Dalam soal pencegahan ini Belanda memang ketinggalan, karena itu insiden Sabtu lalu sangat mengejutkan. Menurut Glenn Schoen, orang Belanda terbiasa melihat insiden itu terjadi di negara lain, tapi tidak di negeri sendiri. Orang Belanda selalu merasa itu tidak akan terjadi di sini, demikian Glenn. Karena itu Belanda juga tidak merasa perlu mengambil tindakan tertentu. Tapi sayangnya dalam hal ini Belanda sudah ketinggalan zaman. Sikap naifnya harus ditinggalkan. Upaya mencegah penembakan seperti ini memang tidak akan sepenuhnya berhasil. Tetapi Belanda punya dasar pengetahuan dan pakar di bidang ilmu jiwa yang dibutuhkan untuk bertindak. Demikian Glenn Schoen. Apa yang kurang adalah kesadaran bahwa cara seperti ini memang dibutuhkan. Glenn Schoen menegaskan langkah pencegahan ini bukan merupakan prioritas di Belanda, karena sampai Sabtu lalu, insiden seperti ini belum pernah terjadi. Dengan begitu orang juga tidak terlalu tanggap terhadap isyarat akan munculnya insiden penembakan dan, kalau sudah tahu, meneruskannya kepada pihak yang berwajib. * MEMBUKA SEKOLAH BELANDA DI MAROKO Di Maroko, anak-anak Belanda sering tidak punya semangat lagi untuk mengikuti les tambahan karena hari-hari sekolah sudah begitu panjang. Itulah alasannya kenapa tidak dibuka sekolah khusus untuk anak-anak Belanda. Walau begitu, sekolah Belanda ini mungkin akan dibuka September mendatang karena upaya ibu-ibu Belanda-Maroko. Apalagi karena minat masuk sekolah Belanda ternyata besar. "Pada pelbagai sekolah atau tempat kursus bahasa Belanda di seluruh dunia, anak-anak bisa memperoleh pelajaran bahasa Belanda di luar jam sekolah. Di Turki ada empat sekolah seperti itu, di Mesir satu. Bagaimana mungkin sekolah seperti ini sampai tidak ada di Maroko? Bukankah banyak orang Belanda keturunan Maroko?" Tidak ada waktu Ketika, satu setengah tahun silam, Farah Azmani pindah dari Almere di Belanda tengah ke Casablanca di Maroko, itulah yang sangat mengejutkannya. Di tempat tinggal baru itu dia bisa memilih pendidikan berbahasa Arab, Prancis, Spanyol atau bahasa Inggris bagi Rayyan, putranya yang berusia tiga setengah tahun. Tapi tidak ada sekolah yang menawarkan bahasa serta budaya Belanda. Padahal, sekitar 3000 orang berwarga negara Belanda menetap di Maroko. Di rumah, Farah memang sudah bicara bahasa Belanda dengan anaknya, tapi itu masih dirasanya kurang. "Apa saja yang bisa memperbaiki kemampuan anak saya berbahasa Belanda akan saya terima." Farah Azmani adalah seorang guru SD. Ia menghubungi Yayasan Nederlands Oderwijs in het Buiteland, NOB, yang mengurus pelbagai sekolah dalam bahasa Belanda di luar negeri. Dia diberitahu bahwa beberapa tahun sebelumnya sudah ada gagasan mendirikan sekolah Belanda di Maroko. "Rencana ini gagal karena jam pelajaran sekolah-sekolah Maroko begitu lama dan sampai di rumah anak-anak masih disibukkan dengan PR. Tidak ada waktu lagi untuk ikut pelajaran tambahan Bahasa Belanda." Di Kedutaan Besar Belanda, Farah Azmani bertemu Jan Hoogland, atase pendidikan. Bersama-sama mereka menyelengarakan angket untuk mengetahui minat para orang tua. Dari situ terbukti bahwa memang panjangnya jam sekolah di Maroko merupakan hambatan utama. Sekolah biasanya baru selesai jam setengah lima sore. Besarnya minat Lebih dari itu, di kota besar seperti Casablanca, kemacetan lalu lintas juga menghambat mobilitas orang. Itulah alasannya mengapa gagal rencana mendirikan sekolah di Mahammedia, kota antara Rabat dan Casablanca. Tapi sekarang akan dibuka satu sekolah di Rabat dan satu lagi di Casablanca. Itu dimungkinkan karena besarnya minat. Jumlah minimun untuk bisa membuka sekolah Belanda adalah 10 murid. Sekarang sudah 40 murid mendaftar. Marcel Kuiper punya empat anak usia sekolah, dia sangat senang dengan inisiatif Farah. Anak-anak Marcel fasih bahasa-bahasa Arab dan Prancis, tetapi tidak lancar berbahasa Belanda. Ia setuju dengan keluhan jam sekolah yang terlalu panjang. "Angket saya isi dengan pernyataan saya senang kalau ada sekolah Belanda yang mengadakan aktivitas bermain. Anak-anak sudah disibukkan dengan PR, dan setelah pelajaran yang begitu panjang, mereka tidak punya semangat belajar lagi pada hari itu. Oleh karena itu les tambahan bahasa Belanda harus dibuat menarik untuk anak-anak, sehingga mereka bersemangat menghadirinya." Salah satu hambatannya adalah syarat sekolah Belanda, bahwa paling sedikit anak-anak harus memperoleh pelajaran tiga jam perminggu. Itu berarti terlalu banyak bagi anak-anak yang tiap harinya baru selesai sekolah jam setengah lima sore. Lama dicari jalan keluarnya. Mungkinkan dicari akhir pekan sebulan atau dua bulan sekali untuk mengikuti pelajaran bahasa Belanda? Akhirnya pelajaran tambahan bahasa Belanda itu dibagi dalam dua blok, masing-masing satu setengah jam. Merogoh kocek Masih harus ditunggu apakah upaya ini benar-benar berhasil. Sekarang sedang dibentuk pengurus sekolah. Setelah itu dicari tempat yang paling cocok, sehingga jelas berapa besar biaya yang dibutuhkan. Yayasan NOB yang mengurus pelbagai sekolah dalam bahasa Belanda di luar negeri akan memberi subsidi 389 euro bagi tiap murid. Tapi tampaknya itu masih kurang. Jadi harus dicari sponsor. "Orang tua pasti bersedia merogok kocek sendiri. Ini juga terbukti dalam angket. Sebagian besar orang tua tidak keberatan untuk membayar beberapa ratus euro per tahunnya." Metoda belajar/mengajar masih harus dicari. Setelah terbentuk pengurus, bersama NOB akan ditentukan metoda mana yang akan digunakan. Kalau semuanya lancar, sekolah pertama bahasa Belanda di Maroko akan dibuka tanggal 1 September mendatang. * PENGUNGSI SEDUNIA SUDAH CAPAI TITIK GAWAT Untuk menampung para pengungsi yang datang dari Afrika Utara saja, dibutuhkan dana 67 juta dolar. Demikian Komisaris Tinggi PBB untuk pengungsi UNHCR Antonio Guterres. Di seluruh dunia saat ini orang sedang menghadapi krisis pengungsi yang terparah dalam beberapa tahun terakhir. Sebuah perahu tenggelam Rabu lalu 60 kilometer di depan pantai Italia. Perahu itu mengangkut para pengungsi dari Somalia, Eritrea dan Pantai Gading. Mereka melarikan diri dari Libia. Lebih dari 200 orang penumpang tewas. hanya 47 orang yang berhasil diselamatkan, antara lain seorang ibu hamil. "Kami sangat terkejut," kata bintang film terkenal Angelina Jolie. Sementara komisaris tinggi PBB untuk para pengungsi Antonio Guterres menambahkan,"Orang-orang ini sudah melarikan diri dua kali. Pertama-tama dari penganiayaan dan perang di negara asalnya dan sekarang, pada saat mereka mencari tempat aman di Italia, mereka meninggal dunia secara tragis." Sementara itu Jolie sedang berkunjung ke Libia, sebagai goodwill ambassador, duta besar persahabatan dari organisasi pengungsi PBB itu. Krisis Saat ini aliran pengungsi terutama dijumpai di benua Afrika. Akibat pertikaian di Libia sudah lebih dari 440000 orang melarikan diri ke Tunisa, Mesir dan negara-negara Eropa yang terletak di Laut Mediterania. Menurut UNHCR situasi para pengungsi itu lebih mendesak lagi akibat kerusuhan di Yaman dan Suriah. UNHCR menyelidiki pada saat ini di seluruh dunia ada 46 juta orang yang terpaksa melarikan diri dari rumah mereka. Sementara masyarakat internasional memiliki sumber daya yang semakin sedikit untuk membantu orang-orang ini. "Kelihatannya kita hanya memikirkan mereka apabila ada kamera televisi di dekatnya," ujar Marian Jesus Vega, juru bicara UNHCR. "Apabila sebuah negara atau wilayah tidak algi dianggap menarik oleh media, maka menghilang pula perhatian politik terhadap mereka," kata Vega. Perang dan Bencana Alam Bagi UNHCR, pengungsi bukan hanya orang-orang yang harus meninggalkan tempat tinggal mereka karena alasan politik, perang atau konflik lain. Bencana alam juga merupakan penyebab penting. Dampak dua jenis penyebab tersebut sama, keamanan terganggu. Menurut UNHCR saat ini jutaan warga Sudan terpaksa meninggalkan rumah mereka, mengungsi ke wilayah lain dalam negeri mereka sendiri, dan tinggal di tenda-tenda penampungan. "Dan masih di benua Afrika, Somalia misalnya. Banyak pengungsi berasal dari negeri ini. Serlanjutnya, hal sama berlaku bagi Kongo dan Uganda ...," kata Maria Jesus Vega. Asia Situasi di Asia tidak lebih baik. Masalah di Myanmar adalah gabungan antara konflik dan siklon, yang menyebabkan lebih dari dua juta jiwa meninggalkan tempat tinggal mereka. Ratusan ribu di antaranya menyebar ke Thailand, Malaysia dan Bangladesh. Namun, sebagian besar, mencari tempat pengungsian di dalam negeri. Selanjutnya, warga Afghanistan yang melarikan diri ke Pakistan. Sementara di Afghanistan sendiri, sekitar 300.000 orang juga mencari tempat pengungsian di dalam negeri. Lebih lanjut lagi, sekitar satu setengah juta warga Irak melarikan diri ke Suriah, Libanon dan Yordania. Dan di Irak sendiri terdapat sekitar satu juta pengungsi. Menurut istilah PBB, mereka adalah 'Internal Displaced Persons'. Amerika Di benua Amerika, perhatian berbagai organisasi kemanusiaan terutama ditujukan pada Kolombia. Sementara masyarakat internasional sama sekali tidak memperdulikan keadaan di bagian dunia ini. Padahal, akibat konflik domestik, lebih dari tiga juta jiwa mengungsi. Selanjutnya, sekitar 500.000 warga Haiti, yang tinggal di tenda penampungan di negeri mereka sendiri. Bencana gempa bumi terjadi satu tahun lalu. Ketika itu jadi pokok berita dunia. Sekarang, berbagai tim kamera sudah tidak ada lagi. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.rnw.nl/id/bahasa-indonesia Anda bisa berhenti berlangganan dengan mengirim email ke: [email protected] Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [email protected] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
