---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Kamis 21 April 2011 14:50 UTC



** MANTAN DIPLOMAT BELANDA SODOMI ORANG INDONESIA

** ZONA EVAKUASI FUKUSHIMA, KAWASAN TERLARANG

** PENCARI SUAKA BAKAR GEDUNG SYDNEY

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: KEKACAUAN SURIAH KURANG DISOROT

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: PRANCIS SUKA SENI BELANDA

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: ANAK ADOPSI SERINGKALI MILIKI KEBUTUHAN 
KHUSUS

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: DUA WARTAWAN TEWAS DI LIBIA

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: PRO KONTRA PROYEK DAM RAKSASA

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: TKI INDONESIA DIANIAYA DIPLOMAT AMERIKA LATIN

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: PELECEHAN SEKSUAL OLEH MANTAN DIPLOMAT BELANDA 
DI JAKARTA



* MANTAN DIPLOMAT BELANDA SODOMI ORANG INDONESIA

AMSTERDAM - Harian Belanda De Telegraaf melaporkan seorang diplomat tinggi 
Belanda, pada tahun 2008, melakukan pelecehan seksual terhadap staf bawahannya 
yang berjenis kelamin lelaki.

Diplomat dipanggil kembali ke Belanda dan dipecat. Namun ia tidak dituntut 
secara hukum, guna menutupi skandal. Demikian kata sumber-sumber diplomatik 
dalam harian De Telegraaf.

Si pelaku Wim M. (61) sejak Mei 1971 bekerja untuk kementerian Luar Negeri 
sebagai 'diplomat tidak tetap'.

Sejak April 2006 ia menjadi wakil direktur Erasmushuis, pusat kebudayaan 
Belanda di Jakarta. Oktober 2008 Erasmushuis menerima laporan negatif tentang 
dia. Seorang staf perusahaan pengamanan swasta yang antara lain menjaga 
keamanan rumah dinas diplomat, melaporkan, ia ketika bertugas malam, disodomi 
Wim M. 

Penyelidikan yang dilakukan perusahaan pengamanan itu sendiri, menunjukkan dua 
penjaga lain punya pengalaman serupa dengan Wim M. di garasi rumahnya. 

Wim M. dan Kedutaan Besar Belanda di Jakarta menolak memberikan komentar.


* ZONA EVAKUASI FUKUSHIMA, KAWASAN TERLARANG

TOKYO (ANP) - Perdana menteri Jepang Naoto Kan menyatakan zona 20 kilometer 
sekitar pusat nuklir Fukushima sebagai kawasan terlarang. Demikian kata juru 
bicara Kan Kamis (21/04).

Tindakan ini diberlakukan Kamis tengah malam waktu setempat. Kan mengambil 
keputusan ini setelah pihak kepolisian menemukan bahwa kurang lebih enam puluh 
keluarga masih tinggal di zona evakuasi sekitar Fukushima.

Mereka dimohon meninggalkan zona 20 kilometer terkait risiko terkena 
radioaktivitas. Orang hanya diperbolehkan mengambil barang dari kawasan 
tersebut dalam pengawasan otoritas.

Kawasan 20 kilometer sekitar Fukushima sebelumnya dinyatakan sebagai zona 
evakuasi. Ketika itu belum dinyatakan sebagai kawasan terlarang.


* PENCARI SUAKA BAKAR GEDUNG SYDNEY

SYDNEY (ANP) - Pencari suaka membakar sembilan gedung pusat penampungan di 
Sydney Australia. Demikian lapor kementerian Urusan Imigrasi Kamis (21/04).

Kabarnya api sudah berhasil dikendalikan. Sejauh ini tidak dilaporkan adanya 
korban luka.

Para pencari suaka memberontak karena kadang-kadang harus tinggal di pusat 
penampungan bertahun-tahun lamanya. Kementerian Urusan Imigrasi melaporkan 
seratus pencari suaka terlibat kerusuhan. Akibat kebakaran, ruang komputer, 
dapur serta pusat medis hancur dan tabung gas meledak.

Ketika regu pemadam kebakaran berusaha memadamkan api, para perusuh melempari 
mereka dengan genting dan perabot rumah tangga. Polisi akhirnya turun tangan.


* KORBAN TEWAS DALAM PERTIKAIAN SUDAN

JUBA (ANP) - Pertikaian antara tentara dan milisi di Sudan Selatan menewaskan 
sedikitnya delapan puluh jiwa. Demikian tentara Rabu (20/04) melaporkan.

Pertikaian terjadi di negara bagian Unity, kawasan kaya minyak. 

Menurut tentara Sudan Selatan SPLA pihak pemberontak menyerbu pos militer di 
kawasan Boang. Anggota milisi sempat menduduki pos tentara. Sekitar dua puluh 
militer SPLA dibunuh. SPLA mengerahkan pasukan tambahan untuk mengusir para 
pemberontak. Sedikitnya enam puluh anggota milisi tewas.

Tentara Sudan Selatan menuduh pemerintah di bagian utara Sudan, mempersenjatai 
milisi. Juli mendatang Sudan Selatan akan menjadi negara berdaulat dan mandiri. 
Dalam referendum, masyarakat secara massal mendukung pemisahan Sudan Selatan 
dari Sudan utara.


* PEDAGANG NARKOBA BELANDA DITAHAN DI AUSTRALIA

PERTH/SYDNEY (RNW) - Dua warga Belanda ditahan di Australia atas tuduhan 
perdagangan dan kepemilikan narkoba.

Seorang laki-laki berusia 41 tahun ditahan di Perth, Australia barat daya. 
Warga Belanda lain, berusia 42 tahun, ditahan dalam penggerebekan rumah di 
Sydney. Dalam dua kesempatan itu, polisi juga menyita jumlah besar 
metamfetamine. 

Polisi sudah lama menyelidiki transportasi narkoba besar-besaran antara Perth 
dan Sydney. Dua warga Belanda dapat dikenai hukuman penjara seumur hidup 
dan/atau denda sebesar 825.000 dolar Australia.


* FILM PORNO 3D LARIS DI BIOSKOP CINA

HONG KONG (ANP) - Erotik mencapai dimensi baru di Hongkong, di mana film porno 
3D pertama di dunia mencatat rekor penonton terbanyak. Pada hari pertama, film 
menarik lebih banyak penonton daripada pemegang rekor sebelumnya, Avatar. 
Demikian kata juru bicara produsen film Kamis (21/04). 

Sejak peluncurannya pekan lalu, film telah menghasilkan lebih dari 1,3 juta 
euro. Pada hari pertama film menghasilkan 250 ribu euro dan dengan demikian 
mengalahkan film sciencefiction Avatar, karya James Cameron, yang pada hari 
peluncurannya di Hongkong menghasilkan 230.000 euro. 

Film porno 3D Sex and Zen: Extreme Ectasy menyorot kisah hidup laki-laki muda 
dari dinasti Ming yang menjadi teman raja. Ia diperkenalkan dengan kehidupan 
erotis di istana dan mulai menyadari bahwa mantan isterinya adalah cinta dalam 
hidupnya. 
Film berdasarkan karya sastra erotik sastra klasik Cina.


* KECELAKAAN FERI BANGLADESH

DHAKA (ANP) - Dipastikan tujuh belas orang tewas dalam kecelakaan kapal di 
sungai di bagian timur Bangladesh.

Puluhan orang lainnya masih dilaporkan hilang. Demikian lapor pejabat polisi 
lokal. 

Kapal feri tenggelam setelah menabrak rongsokan kapal kargo. Banyak penumpang 
terbangun dari tidur. Masih belum jelas berapa persis jumlah penumpang di atas 
kapal. Kapal feri Bangladesh biasanya penuh sesak penumpang. Sering terjadi 
kecelakaan disebabkan kurangnya prasarana keamanan.


* POLISI MEKSIKO TEMUKAN 26 MAYAT

MEKSIKO (ANP) - Sebanyak 26 jenazah ditemukan dalam keadaan membusuk di sebuah 
ladang di negara bagian Durango, Meksiko utara.

Otoritas tak dapat mengidentifikasi jenazah. Selain itu juga tidak jelas apa 
penyebab meninggalnya 26 orang tersebut. Demikian pihak kehakiman di Durango 
Jumat (21/04) melaporkan.

Durango salah satu negara bagian di Meksiko utara yang dilanda kekerasan 
gerombolan narkoba. Belakangan pihak kepolisian menemukan 145 jenazah di 
kuburan massal kota San Fernando, Tamaulipas, negara bagian lain di Meksiko 
utara. Kabarnya gerombolan narkoba Los Zetas otak di balik kematian orang-orang 
tersebut.

Sudah sejak tahun 2006, gerombolan narkoba di bagian utara Meksiko bersaing 
memperebutkan rute penyelundupan terbaik ke Amerika Serikat. Sejak akhir 2006 
perang narkoba Meksiko menelan 35.000 jiwa.


* AFGHANISTAN TINDAK PENJUALAN SERAGAM TENTARA

KABUL (ANP) - Polisi di ibukota Afghan Kabul menyita seragam polisi dan tentara 
yang dijual di pelbagai pasar. 

Langkah ini diambil menyusul serangkaian serangan dilakukan sekelompok 
laki-laki berseragam polisi atau militer.

Sudah bertahun-tahun sangat mudah membeli seragam dengan harga relatif murah. 
Menurut polisi itu ilegal, tapi sejuah ini pihak berwenang hampir tidak 
menindak praktek-praktek macam itu. 

Jumat lalu laki-laki berseragam tentara melancarkan serangan terhadap gedung 
kementerian Pertahanan, menewaskan tiga jiwa.


* BERITA BURSA

AMSTERDAM (ANP) - Bursa saham Eropa dibuka lebih tinggi. Setengah jam setelah 
dibuka Indeks AEX di Amsterdam naik 0,1 persen pada 360,11 poin. 

Bursa saham di London, Frankfurt dan Paris naik 0,4 hingga 0,7 persen. Satu 
barel minyak mentah Amerika naik hingga 0,6 persen, mencatat 112 dolar Amerika.

1 euro = 1,4615 USD
1 USD = 8.628,00 IDR
1 euro = 12.635,91 IDR


* KEKACAUAN SURIAH KURANG DISOROT

Setelah berhari-hari terjadi kekacauan di Suriah, warga Belanda di sana 
akhirnya melaporkan bahwa situasi mulai tenang. Awal minggu ini 20 orang tewas 
ketika berunjuk rasa. Rabu (20/04) demonstrasi kembali pecah. Ketenangan di 
Suriah cenderung menegangkan, karena keadaan bisa berubah tiap waktu. Di sisi 
lain, perjuangan para aktivis Suriah dalam memperjuangkan demokrasi tak banyak 
didengar dunia internasional. Tiap usaha komunikasi dengan dunia luar selalu 
berhasil dipatahkan pemerintah. Laporan Willemien Groot dan Philip Smet.

Kontras dengan pemberitaan soal Mesir, Yaman, dan Tunisia, sedikit sekali 
perhatian media internasional mengenai pemberontakan di Suriah. Dari Suriah, 
tak ada laporan langsung unjuk rasa di televisi atau aktivitas massal di 
situs-situs jejaring sosial. Minggu lalu pengunjuk rasa Suriah mengimbau secara 
dramatis agar kantor berita Arab Al-Jazeera memberikan lebih banyak porsi 
berita mengenai situasi di negara tersebut. 

Masalah Keamanan
Kurangnya sorotan media ada alasannya. Hampir tak mungkin untuk bekerja sebagai 
wartawan di Suriah, kata koresponden Radio Nederland di Damaskus. Pemerintah 
berusaha mengusir wartawan, sedangkan orang biasa - mungkin karena takut - tak 
mau berkomentar mengenai para aktivis. Itu juga kalau bisa menyapa mereka di 
jalan. Ketika ingin menghadiri sebuah unjuk rasa, koresponden Radio Nederland 
malah diusir.

"Itu bikin kerja saya jadi sulit. Saya tak bisa langsung mewawancara orang 
lewat telepon. Saya harus membuat janji terlebih dulu dan sangat berhati-hati. 
Saya mendapat tekanan besar, karena siapa pun yang saya wawancara bisa dapat 
masalah besar. Itu membuat saya khawatir dan melumpuhkan kinerja. Sulit sekali 
bekerja dengan cepat di sini."

Unjuk rasa - yang dimulai sebulan lalu di ibukota Damaskus dan menular ke 
kota-kota lain - adalah gejala unik di negara yang dipimpin dengan tangan besi 
oleh presiden Bashar al-Assad. Presiden dibantu oleh lembaga keamanan yang 
ditakuti dan punya wakil di tiap lapisan masyarakat. 

Memperdengarkan suara
Ketidaksukaan terhadap korupsi, kondisi sosial-ekonomi dan peran dinas keamanan 
yang buruk membuat warga Suriah nekad turun ke jalan. Mereka tak peduli dengan 
status "gawat darurat" yang diberlakukan sejak 1963. Mereka berharap imbauan 
mereka mengenai demokratisasi didengar. Demikian kata duta besar Belanda di 
Damaskus, Dolf Hogewoning. Sampai sekarang, jumlah orang yang turun ke jalan 
bertambah. 

"Warga Suriah sekarang melihat kesempatan untuk memperdengarkan suara. Mereka 
mendapat kesan kuat bahwa mereka bisa turun ke jalan tanpa langsung dihukum. 
Padahal, sebelumnya itulah yang terjadi. Secara umum bisa dikatakan bahwa warga 
Suriah kehilangan sedikit rasa takut."

Ditembaki
Namun keberanian mereka harus dibayar mahal. Sejak awal pemberontakan, 
setidaknya sudah 200 orang dibunuh. Dan jauh lebih banyak lagi yang ditangkap 
dan hilang. Pada unjuk rasa di Homs awal minggu ini sejumlah orang tewas ketika 
dinas kemananan sengaja menembaki ribuan pengunjuk rasa.

Rabu (20/04) diketahui bahwa disiden Suriah Mahmoud Issa ditangkap di Homs oleh 
dinas keamanan politik, karena ia melaporkan situasi kotanya kepada Al-Jazeera. 
Menurut Marjolein Wijninckx dari IKV-Pax Christi, warga Suriah berharap 
negara-negara Barat melakukan lebih banyak hal dan tidak hanya mengecam 
kekerasan yang terjadi di sana. 

"Mereka berharap [Barat] mengambil langkah yang mungkin dilakukan. Semacam 
perjanjian atau kerja sama tertentu. Sekarang misalnya, hanya ada kerja sama 
antara Uni Eropa dan Suriah dalam European Neighbourhood Policy. Dalam kerja 
sama itu Suriah menerima 40 juta euro tiap tahunnya. Mungkin negara-negara 
Barat lain juga bisa membuat persetujuan serupa." 

Reformasi
Aktivisme Suriah tak bisa disamakan dengan unjuk rasa Mesir yang akhirnya 
berhasil menjatuhkan Husni Mubarak. Tak jelas berapa banyak dukungan yang 
dimiliki para demonstran. Dalam sistem Suriah tak ada jajak pendapat. Bagian 
terbesar dari masyarakat memilih membisu dan tetap di rumah. Presiden Suriah 
mungkin punya lebih banyak pendukung ketimbang mantan presiden Mesir Husni 
Mubarak.

Kabinet ingin menghentikan situasi gawat darurat. Namun duta besar Hogewoning 
bertanya-tanya, berapa besar kebebasan untuk berdemonstrasi nantinya. Sekarang 
masih dibutuhkan izin untuk berunjuk rasa. "Kebijakan yang sudah dilaksanakan, 
bisa diubah lagi."

Larangan
Kedutaan besar Belanda berkontak secara rutin dengan warga Belanda di Suriah. 
Mereka juga mengeluarkan nasihat perjalanan yang menginformasikan keadaan 
kota-kota di mana kekacauan rutin terjadi. Mereka menasihatkan untuk 
menghindari perkumpulan massa. Terutama pada hari Jumat selepas subuh ketika 
situasi paling riskan. 

Tautan:
European Neighbourhood Policy: <http://ec.europa.eu/world/enp/index_en.htm>
De Syrische demonstraties op Twitter: gebruik hashtag #mar15 en #syria
Blog: Syria News Wire: <http://newsfromsyria.com/>
Amnesty International: Syria Human Rights: 
<http://www.amnestyusa.org/all-countries/syria/page.do?id=1011249>


* PRANCIS SUKA SENI BELANDA

Beberapa tahun terakhir Prancis dibanjiri karya seni dari Belanda. Pameran yang 
satu belum selesai, sudah mulai pameran seni Belanda lainnya. Selain menarik, 
yang mengejutkan adalah jumlah pengunjung yang tinggi dan reaksi mereka yang 
positif. Laporan Frank Renout. 

Jika dicatat satu per satu, jelaslah: 

·Museum Pinacotheque sejak satu setengah tahun lalu memiliki ruangan khusus 
untuk seniman Belanda, seperti Johannes Vermeer dan Frans Hals. 
·Beberapa bulan lalu karya seniman Belanda Piet Mondriaan bisa dilihat di 
museum bergengsi Centre Pompidou. 
·Museum Seni Modern Paris menampilkan lukisan karya Kees van Dongen.
·Museum Louvre akan menggelar pameran Rembrandt. 


Indah
Seniman-seniman Belanda dari Zaman Keemasan menarik 4.000 pengunjung tiap 
harinya. Saking banyaknya pengunjung, museum Pinacotheque sampai harus membuka 
pintunya pada malam hari. Mantan menteri pendidikan Prancis, Luc Ferry, yang 
mengunjungi pameran ini menyatakan, saking indahnya, "matanya sampai 
berkaca-kaca" ketika mengagumi karya-karya cantik seniman Belanda.

Karya-karya Piet Mondriaan di Centre Pompidou bahkan menarik lebih dari 4.000 
pengunjung tiap harinya: angka ini memuaskan museum. 

Pameran Kees van Dongen baru sebulan lalu dimulai, namun sekarang sudah bisa 
dibilang sukses. "Rata-rata 10.000 orang datang per minggunya," kata Fabrice 
Hergott, direktur Museum Seni Modern Paris. "Kami puas sekali dengan angka itu."

Konservator Blaise Ducos dari Museum Louvre juga memperkirakan bahwa pameran 
Rembrandt akan penuh. "Orang Prancis suka sekali dengan seni Belanda."

Sudah lama
Sudah sejak dulu terlihat kecintaan orang Prancis terhadap seni Belanda, karena 
itulah sebenarnya tak ada penjelasan khusus mengenai sukses seni Belanda 
akhir-akhir ini. 

Toh menurut Jeanne Wikler, "Ini ada hubungannya dengan museum-museum Belanda 
yang sekarang lebih sering meminjamkan koleksi mereka ke seluruh penjuru dunia 
dan berbagi dengan museum lain. Pertukaran koleksi seni Belanda dengan Prancis 
terutama meningkat sekali," kata Wikler yang menjabat sebagai direktur Institut 
Neerlandais di Paris, organisasi yang mewakili seni dan budaya Belanda di 
Prancis. 

Pada 2007 aturan Eropa untuk pertukaran karya seni dipermudah. "Jadi lebih 
mudah dan murah untuk museum," kata Wikler. "Sebagian besar koleksi pameran 
Mondriaan di Centre Pompidou berasal dari Museum Kota Den Haag. Pinacotheque 
juga menerima banyak karya dari Rijksmuseum, Amsterdam. Sebagian lukisan Van 
Dongen yang dipamerkan berasal dari museum Boijmans di Rotterdam."

Berbagi 
Motif ekonomi juga berperan di balik kerja sama ini. "Berbagi" koleksi pameran 
menghasilkan uang bagi museum-museum Belanda. Sekarang pameran hampir tak bisa 
dibiayai oleh satu museum: terlalu mahal. "Kami harus 'berbagi' karya seni 
dengan museum-museum lain. Ada alasan ekonomi yang membuat direktur museum 
mendesak hal ini," kata Wikler.

Dalam hal ini, Vermeer, Van Dongen dan Rembrandt adalah "mesin pencari uang" 
Belanda, namun bukan hanya seniman "klasik" yang digemari di Paris. Aliran 
avant-garde juga, yang misalnya diwakili oleh Aernout Mik, juga disukai. Karya 
seniman Belanda ini bisa dinikmati di museum bergengsi Jeu de Paume.

Prancis berubah
Di sisi lain, Jeanne Wikler melihat publik Prancis sedang mengalami perubahan. 
Menurutnya, inilah yang juga menjelaskan ketertarikan mereka akan seni Belanda. 
"Masyarakat Prancis mulai membuka diri kepada dunia. Orang Prancis sekarang 
bisa berbicara bahasa Inggris dengan lebih baik. Mereka mulai berlibur ke luar 
negeri dan tidak terus-menerus menggunakan pemandu wisata Prancis! 
Internasionalisasi ini membuat kerja sama antarmuseum jadi lebih mudah. Dan ini 
juga membangkitkan lebih banyak ketertarikan orang Prancis soal dunia luar dan 
seni mancanegara."

Ia tersenyum: "Dan jangan lupa, seniman Belanda memang hebat-hebat!"


* ANAK ADOPSI SERINGKALI MILIKI KEBUTUHAN KHUSUS

Orang tua angkat di Belanda semakin sering akan mendapatkan anak yang 
memerlukan pelayanan khusus. Demikian prakiraan Yayasan Layanan Adopsi di 
Belanda. Semakin banyak negara yang mencari orang tua angkat untuk anak-anak 
yatim di negara sendiri terlebih dahulu. Sisanya baru ditawarkan untuk adopsi 
internasional. Laporan Philip Smet. 

Dua pertiga anak angkat yang tiba di Belanda tahun 2010 mempunyai kebutuhan 
khusus. Fisik, kejiwaaan, ataupun medis yang lain. Setahun sebelumnya, 
jumlahnya dua belas persen lebih sedikit. Demikian data yang dimiliki Yayasan 
Layanan Adopsi, yang atas nama pemerintah Belanda mengkoordinasikan adopsi di 
Belanda.

Direktur Peter Benders memperkirakan dalam sepuluh tahun lagi-mungkin juga 
lebih cepat- yang ada hanyalah anak-anak berkebutuhan khusus yang masih bisa 
diadopsi.

"Kita saksikan jumlah adopsi di Belanda turun sejak 2005. Tahun itu jumlah 
adopsi mencapai sekitar 1400 setiap tahun;mulai 2007 hanya sekitar 700 setiap 
tahun. Jumlah anak dengan kebutuhan khusus relatif meningkat." 

Perjanjian Adopsi Den Haag
Benders mengacu pada dampak Perjanjian Adopsi Den Haag tahun 1993. Perjanjian 
itu menetapkan negara-negara harus terlebih dahulu mencari orang tua angkat di 
dalam negaranya sendiri sebelum anak bisa diadopsi oleh orang tua asing. 
Semakin banyak negara yang menandatangani perjanjian ini dan oleh karenanya 
jumlah adopsi di dunia menurun.

Tetapi ada satu faktor lain yang menyebabkan andil anak berkebutuhan khusus ini 
meningkat. Antara lain terkait dengan situasi di Cina.

'Di Cina rasa tabu terhadap cacat fisik masih begitu besar. Jadi anak-anak yang 
cacat sulit mendapat orang tua angkat di sana. Orang tua Belanda relatif banyak 
mengadopsi anak-anak dari Cina. Oleh karena itu Belanda menerima relatif banyak 
anak berkebutuhan khusus. Walau demikian, ini menjadi tren dunia,' 

Demikian dikatakan direktur Yayasan Layanan Adopsi, Benders.

Ada pelbagai yayasan yang membantu orang tua Belanda mencari anak adopsi. 
Yayasan Adopsi Belanda (NAS) menjadi perantara orangtua Belanda di 16 negara 
termasuk Bolivia. Cina tidak termasuk. Sebanyak 64 dari 95 anak yang datang ke 
Belanda melalui NAS tahun lalu disebut oleh organisasi itu sebagai 'sehat 
adopsi', artinya anak-anak yang punya penyakit yang dapat disembuhkan. 

Macky Hupkes dari NAS menjelaskan:

'Maksud kami dengan ' sehat adopsi' itu adalah anak-anak yang kudisan atau 
terkena parasit yang perlu diobati. Sedangkan anak-anak lain memiliki latar 
belakang medis atau sosial yang berbeda, mulai dari yang ringan sampai parah.' 

Pada sebagian besar kasus, situasi medis atau sosial anak-anak itu dapat 
ditangani atau dibantu. 

Semakin besar
Hasil penelitian terbaru mengenai adopsi anak di dunia muncul pekan lalu. 
Ternyata, anak-anak adopsi yang berpindah negara, semakin banyak membutuhkan  
perawatan. Ini terkait dengan Perjanjian Adopsi Den Haag, demikian kata Benders 
dari Yayasan Layanan Adopsi. Rata-rata usia anak yang dibawa adopsi ke luar 
negeri semakin meningkat.

'Tahun 2005, sebagian besar anak-anak masih di bawah usia 1 tahun. Sementara 
ini, usia rata-rata sudah di atas 2 tahun. Ini berarti anak-anak semakin lama 
tinggal di satu panti asuhan atau berganti-ganti pindah-pindah. Tentu saja ini 
berdampak, anak yang masih begitu kecil sudah harus menanggung beban sosial 
kalau saya boleh katakan,' kata Benders.

Drastis
Dalam prosedur seleksi bagi orang tua Belanda, mereka antara lain harus 
menjawab pertanyaan apakah bersedia menerima anak yang membutuhkan perawatan 
ekstra. Biasanya mereka bersedia sesudah melalui masa-masa kebimbangan.

Macky Hupkes dari Yayasan Adopsi Belanda memahami kebimbangan orangtua ini.

'Bagi anak-anak berkebutuhan khusus, misalnya saja mereka butuh perhatian 
ekstra dalam setengah tahun pertama sejak tiba di rumah orang tua angkat. 
Sedangkan kedatangan seorang anggota baru dalam keluarga itu sendiri adalah 
sesuatu yang bisa dibilang drastis.' 


Link (Belanda dan Inggris): <http://www.adoptie.nl/m/home/mn/1/>
NAS: <http://www.nederlandseadoptiestichting.nl/>
Situs Perjanjian Adopsi Den Haag: 
<http://www.hcch.net/index_en.php?act=text.display&tid=45>


* DUA WARTAWAN TEWAS DI LIBIA

"Saya sedang di kota Misrata yang dikepung. Pasukan Gaddafi menembak dengan 
membabi-buta. Saya tak lihat satu pun pasukan NATO." Demikian tweet terakhir 
wartawan foto Inggris, Tim Hetherington, yang tewas di kota Misrata, Libia Rabu 
(20/04). Di tempat yang sama wartawan foto Amerika Chris Hondros meninggal 
dunia beberapa jam kemudian akibat luka parah.

Mereka adalah dua wartawan foto kawakan yang sering bertugas tidak jauh dari 
garis lini para pemberontak, agar bisa membuat laporan serinci mungkin mengenai 
perang di Libia. Akhirnya mereka menjadi korban konflik tersebut. Dua wartawan 
lainnya diberitakan cedera.

Mobil Kuning
Hans Jaap Melissen, reporter Radio Nederland Wereldomroep, belum lama ini baru 
saja kembali dari Libia. Dia tahu bahaya-bahaya yang dihadapi para wartawan, 
terutama para wartawan foto.

"Para fotografer ini mengambil risiko lebih besar lagi dibandingkan wartawan 
lainnya. Mereka harus mengambil posisi lebih dekat, karena itu lebih berbahaya. 
Ketika di sana, saya selalu mengawasi mobil kuning dari wartawan foto Reuter. 
Bagi kami, mobil itu seperti satu titik di padang gurun, dan kami tidak boleh 
melewati titik tersebut. Apabila kami melewati mobil tersebut, situasi mungkin 
sangat berbahaya. Para fotografer ini memang harus berdiri sedekat mungkin. 
Ditambah lagi persaingan di antara mereka sangat besar. Mereka semua mau 
membuat foto terbaik."

Menurut Hans Jaap Melissen, para fotografer berpendapat bahwa Libia sangat 
berbahaya dibandingkan dengan negara-negara lain tempat mereka bekerja 
sebelumnya, seperti Afghanistan dan Irak. "Kami bisa ikut dengan para 
pemberontak, tapi mereka juga tidak handal. Kami bisa saja tertembak peluru 
para pemberontak. Atau kami bisa maju ke depan dan menghadapi serangan artileri 
berat pasukan Gaddafi. Jaket anti-peluru kadang tidak cukup untuk melindungi 
diri," cerita mereka. 

Dokumenter Restrepo
Tim Hetherington boleh dibilang sebuah fenomena, demikian Melissen. Tahun lalu 
ia membuat dokumenter berjudul Restrepo, mengenai perang di Afghansitan. Dalam 
membuat dokumenter itu, selama setahun ia mengikuti satuan tentara Amerika. 
Filmnya dinominasikan untuk Oscar.

Sedangkan Chris Hondros dicalonkan mendapat penghargaan Pulitzer tahun 2004 dan 
memenangkan sejumlah penghargaan lainnya untuk foto-fotonya mengenai pertikaian 
di berbagai tempat di dunia. Sejak tahun 1990-an ia antara lain meliput 
wilayah-wilayah perang di Kosovo, Afghanistan, Libanon, Irak dan Liberia. Ia 
terutama bekerja untuk sejumlah majalah Amerika.

Dalam sebuah acara TV mengenai karya-karyanya pada tahun 2007, Hondros 
mengatakan seseorang harus punya ciri-ciri psikologis khusus untuk dapat 
bekerja di wilayah-wilayah perang. "Apabila seseorang kuat bekerja di bidang 
ini, dan saya telah melakukannya selama 10 tahun, tandanya ia punya mental yang 
kuat. Saya kira, saya termasuk orang-orang bermental kuat," katanya.


* PRO KONTRA PROYEK DAM RAKSASA

Lelah dikritik karena melulu kebanjiran, Pemerintah Jakarta punya proyek besar 
untuk menanggulangi banjir. Caranya dengan membuat dam raksasa. Pemerintah 
berencana membangun dam mulai dari kawasan Tanjung Burung, Tangerang, hingga ke 
Tanjung Priok, Jakarta Utara, lalu dilanjutkan hingga kawasan Muara Gembong, 
Bekasi. Pembuatan dam ini meniru negeri Kincir Angin, Belanda dan New Orleans, 
Amerika Serikat. Bagaimana rencana lengkapnya proyek dam raksasa ini? Laporan 
Radio KBR68H Jakarta.

Pemerintah meyakini, pembuatan dam ini akan membantu mencegah datangnya banjir 
rob yang menjadi langganan bagi warga di sepanjang Teluk Jakarta. Direktur 
Sungai dan Pantai Ditjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, Pitoyo 
Subandrio mengatakan, dam raksasa ini akan menerapkan sistem polder atau 
penampungan air sehingga air yang masuk ke tanggul akan dipompa keluar menuju 
air laut. 

"Gagasannya adalah membuat tanggul laut yang memisahkan antara pantai, Teluk 
Jakarta dan Laut Jawa, sehingga tercipta waduk besar. Kemudian, air yang ada di 
pantai kita pompa keluar, jadi kita turunkan permukaan airnya. Permukaan air 
yang turun itu akan membuat sungai-sungai lancar mengalirkan air menuju laut."

Selain mencegah banjir, tambah Pitoyo, dam raksasa ini juga berfungsi sebagai 
penampung air tawar yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan warga 
Jakarta. 

Namun, pembuatan dam raksasa ini mendapat tentangan dari para pegiat 
lingkungan. Hal ini terkait rencana pemerintah yang akan melakukan reklamasi 
pantai terlebih dahulu sebelum membuat dam raksasa. Slamet Daryoni dari 
Institut Hijau Indonesia mengatakan, reklamasi tidak akan efektif mengurangi 
banjir dan malah merusak lingkungan.
 
"Justru tidak akan mengurangi banjir, karena pola arus air berubah. 
Ketersediaan air bersih dan sampah juga menjadi masalah selama ini . Selain 
itu, reklamasi juga akan menurunkan permukaan tanah sehingga bagian utara 
Jakarta ini akan menjadi seperti mangkok." 

Slamet menambahkan banjir sebenarnya bukan hal yang baru bagi Jakarta. 
Permasalahan ini sudah muncul pada 1800an saat Belanda berkuasa waktu itu. 
Pembangunan bendungan seperti Katulampa dan Cisadane yang awalnya mendapat 
tentangan berhasil diwujudkan karena adanya integrasi dengan pembangunan 
sejumlah situ dan danau buatan serta dijaganya luasan hutan mangrove. Namun 
persoalan kembali berulang saat terjadi konversi hutan mangrove besar-besaran 
hingga 1000 hektar lebih di tahun 1980an dan situ yang tidak diurus sehingga 
proyek banjir kanal barat yang sudah dilakukan tidak menghasilkan efek yang 
signifikan.

Selain tidak efektifnya reklamasi, menurut Slamet rencana pembangunan dam yang 
mengadopsi tekhnologi dari Belanda ini juga harus memperhatikan tipologi 
wilayah Jakarta. Apalagi tipologi antara Belanda dan Indonesia khususnya 
Jakarta jelas berbeda. Karena itulah diperlukan kajian secara mendalam kondisi 
wilayah di lokasi-lokasi tempat dam ini akan dibangun. Termasuk wilayah 
penyangga lokasi proyek ini akan dikerjakan.


* TKI INDONESIA DIANIAYA DIPLOMAT AMERIKA LATIN

Para diplomat tinggi memang terlindung hak imunitas. Mereka yang bekerja untuk 
para diplomat, dan putus hubungan kerja gara-gara konflik, terpaksa gigit jari, 
karena tidak bisa mengajukan kasus ke pengadilan. Sementara pemerintah Belanda 
tidak bisa berbuat apa-apa karena terikat pada traktat Wina. Demikian laporan 
Martijn van Tol dan bart Zuidervaart, yang dimuat dalam harian Belanda Trouw 
Kamis ini. 

Dubes Jerman
Para duta besar bertindak layaknya raja. Itu dialami tiga perempuan dari 
Portugal, Indonesia dan Maroko. Ketiganya bekerja untuk kedutaan besar asing di 
Belanda.

Maria Caixinha bekerja sebagai pembantu rumah tangga di kediaman duta besar 
Jerman di Belanda. Mula-mula tugasnya hanya mengurus rumah tersebut. Tapi 
kemudian ditambah dengan roomservice untuk para tamu dubes, menyajikan makan 
siang dan malam, menjadi pelayan saat pesta-pesta. Dengan kata lain, tiap hari 
lembur.

Setelah bekerja 24 tahun Caixinha meminta berhenti. Secara fisik dan psikologis 
dia tidak kuat lagi. Dua tahun kemudian kontrak kerjanya diputus, dan Caixinha 
merasa diperlakukan tidak adil. Ia memutuskan mengajukan kasusnya ke 
pengadilan. Mulailah persengketaan hukum panjang melawan seorang yang berkuasa.

TKI 
Di tahun 2008 seorang perempuan Indonesia bekerja bagi seorang diplomat Amerika 
Latin yang ditugaskan di Belanda. Diplomat ini menjanjikan gaji 1450 setiap 
bulannya, sesuai dengan aturan gaji minimum di Belanda. 

TKI ini harus lembur tiap hari pula. Mulanya bekerja sebagai pengasuh anak sang 
diplomat, disamping itu juga bertugas membersihkan rumah dan memasak. Ia hampir 
tidak pernah keluar rumah, tidak mendapat gaji seperti yang dijanjikan. Ia 
merasa di penjara, karena paspornya ditahan sang diplomat. Di tahun 2009 
akhirnya TKI ini minta berhenti.

Perempuan Indonesia ini merasa berhak atas janji gaji yang tak pernah ditepati 
dan meminta bantuan kementrian luar negeri Belanda. Tapi perantaraan tidak 
membuahkan hasil. TKI ini kembali ke Indonesia. Sementara kasus perdatanya 
mulai diperiksa pengadilan kota Den Haag.

Tidak Ada Harapan
Dari awal, kasus itu tidak punya harapan. Seorang TKI yang menggugat seprang 
diplomat tinggi, kuasa usaha kedubes asing, yang menurut traktat Wina punya hak 
kekebalan mutlak. 31 mei 2010 hakim pengadilan Den Haag memutuskan bahwa sang 
wakil dubes memang dilindungi hak kekebalan.
Saat ini proses banding tengah diperiksa pengadilan tinggi, tapi diperkirakan 
hasilnya juga tidak jauh berbeda. 

Satu-satunya yang masih bisa dilakukan adalah sebanyak mungkin menarik 
perhatian media dan pemerintah. Misalnya berdemo di depan kedubes. Semakin 
banyak perhatian media, maka kemungkinan besar akan ada dobrakan dalam kasus. 
Apalagi kalau insiden ini sampai dibiicarakan di dalam parlemen, baik di 
Belanda maupun di negara asal.

Tidak Menguntungkan
Kementrian luar negeri Belanda menolak memberikan reaksi sehubugan gagalnya 
usaha perantaraan antara diplomat Amerika Latin ini dengan tenaga kerja 
Indonesia. "Apabila kami berkomentar maka dapat berdampak negatif untuk usaha 
perantaraan kami. Selain itu juga merugikan sang TKI sendiri," demikian seorang 
juru bicara kemenlu.


* PELECEHAN SEKSUAL OLEH MANTAN DIPLOMAT BELANDA DI JAKARTA

Seorang diplomat tinggi Belanda melakukan pelecehan seksual terhadap 
bawahannya, sejumlah satpam dan pelayan Indonesia ketika bertugas di Jakarta 
tahun 2008. Diplomat bersangkutan telah ditarik mundur dan dipecat, tapi 
kasusnya dirahasiakan karena khawatir dampaknya terhadap hubungan 
Belanda-Indonesia. 

Kejaksaan Belanda pernah melakukan penyelidikan mengenai kasus ini tapi tidak 
sampai pada penuntutan dan kasus dipetieskan. Alasannya untuk bisa mengadili 
diplomat bersangkutkan, tindakan pelecehan itu harus diakui sebagai tindakan 
yang diancaman hukuman baik di Belanda maupun di Indonesia. Syarat ini tidak 
terpenuhi. Dikatakan, pelecehan seksual di Indonesia hanya dapat diancam 
hukuman apabila terdapat kekerasan atau ancaman kekerasan. Benarkah asumsi ini? 
Berikut Permadi, SH menjelaskan kepada Radio Nederland.

Permadi: Itu sama sekali tidak benar. Jelas bahwa kejaksaan di Belanda itu mau 
melindungi diplomat Belanda. Di Indonesia, pelecehan seksual bisa diajukan ke 
pengadilan bahkan yang paling ringan tanpa kekerasanpun bisa. Jadi tidaklah 
benar bahwa pelecehan seksual itu, kalau tidak ada kekerasan tidak bisa 
diadili. 

Radio Nederland Wereldomroep (RNW): Bagaimana seharusnya prosedur yang harus 
dilakukan?

Permadi: Ada dua macam. Apabila pelecahan seksual itu terbuka, artinya diangkat 
melalui koran atau media, maka tanpa pengaduan yang bersangkutan bisa. Tetapi 
kalau pelecehan itu dilakukan di ruang tertutup, itu memang harus dengan 
pengaduan yang bersangkutan. Karena kalau tidak dengan pengaduan maka tidak ada 
yang tahu. 

RNW: Jadi apabila tidak ada laporan dari korban, maka tidak bisa diajukan ke 
pengadilan?

Permadi: Tidak bisa, memang karena tidak ada pelapor berarti tidak ada sesuatu 
yang bisa dianggap sebagai pelecehan seksual kecuali seperti yang saya katakan 
tadi, terbuka.

RNW: Dan saat ini, kasusnya sudah menjadi terbuka karena sudah diangkat di 
media di Belanda.

Permadi: Dalam hal ini bisa. Pihak polisi bisa melakukan penyelidikan dengan 
bukti awal yaitu laporan-laporan dari media di Belanda.

RNW: Saat ini, pelaku bersangkutan sudah dipecat dan tidak memiliki kekebalan 
diplomatik lagi. Apakah mungkin pengadilan di Indonesia mengadili orang 
bersangkutan?

Permadi: Bisa. Orang tersebut tidak wajib harus datang. Dia bisa saja tidak 
perlu datang, atau melawan hukum tidak mau datang, maka itu kewajiban kejaksaan 
untuk mengambil secara paksa orang yang bersangkutan. Ini menyangkut masalah 
biaya dan hubungan diplomatik. Biasanya pemerintah Indonesia sendiri juga 
ketakutan. Tapi bisa saja, kepolisian Republik Indonesia minta bantuan polisi 
internasional.

RNW: Jadi pada dasarnya, masih terbuka peluang untuk mencari keadilan bagi para 
korban pelecehan itu?

Permadi: Betul. Kalau sudah terbuka begini, maka korban bisa saja diwawancara.


Demikian Politikus dan Peramal,  Permadi SH.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.rnw.nl/id/bahasa-indonesia

Anda bisa berhenti berlangganan dengan mengirim email ke:
[email protected]

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[email protected]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke