--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Selasa 26 April 2011 14:10 UTC ** GEMPA DI INDONESIA ** PELANGGARAN HAM DI SRILANGKA ** UNI EROPA DAN SURIAH ** GEMA WARTA,TOPIK BELANDA: KEBIJAKAN SUAKA BELANDA "PILIH KASIH ** EGMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: DUNIA TAK BELAJAR APAPUN DARI TSERNOBYL ** GEMA WARTA, TOPIK INTERNASIONAL: KEKERINGAN DI EROPA UTARA KRITIS ** GEMA WARTA, TOPIK INTERNASIONAL: PRESIDEN SURIAH ASSAD MEMERINTAH DENGAN TANGAN BESI ** GEMA WARTA TOPIK BELANDA: 'WILDERS CARI SIMPATI ORANG MALUKU'. * GEMPA DI INDONESIA Gempa berkekuatan 6,2 skala Richter diikuti dua gempa susulan yang cukup kuat terjadi 55 kilometer di tenggara Kendari. Gempa ini terasa sekali di Kendari demikian juga gempa susulan berkekuatan 5,2 dan 6, 2 . Tidak dikeluarkan peringatan tsunami. Memang terasa tapi tidak berakibat berat, demikian juru bicara badan meteorologi, klimatologi dan geofisika Indonesia Rahmat Triyono. Tidak diberitakan jatuh korban akibat gempa ini. Sementara itu gempa juga terjadi di Cilacap, pusat gempa terletak di barat daya kota ini. Kekuatan gempa 6,3 disusul oleh gempa susulan berkekuatan 5,0. Tidak dikeluarkan peringatan tsunami. Jurubicara badan meteorologi, klimatologi dan geofisika setempat, Suherman menyatakan penduduk panik ketika terasa guncangan hebat. Ia dan stafnya menenangkan penduduk. Dikabarkan tidak terjadi kerusakan di kilang minyak Pertamina di Cilacap. * PELANGGARAN HAM DI SRILANGKA Baik tentara pemerintah Srilangka maupun lawan mereka, para gerilyawan separatis Macan Tamil melanggar hak-hak asasi manusia pada akhir perang saudara. Demikian laporan komisi khusus yang dibentuk sekjen PBB Ban Ki-moon. Perang saudara yang berlangsung 37 tahun ini berakhir pada bulan Mei 2009. Mancan Tamil yang berjuang membentuk negara sendiri dikalahkan oleh pasukan pemerintah. Dalam ofensif akhir pasukan pemerintah, diperkirakan puluhan ribu orang tewas. Kedua belah pihak melakukan tindakan kejahatan perang, Demikian komisi PBB ini yang selanjutnya menghimbau pemerintah Srilangka mengadakan penyelidikan independen. * UNI EROPA DAN SURIAH Tiga partai politik Belanda menyerukan aksi Uni Eropa dan PBB untuk menyetop kekerasan di Suriah. Partai Kristen Demokrat CDA, Partai Kristen Ortodoks ChristenUnie dan Partai Sosialis SP melakukan aksi bersama ini. Jurubicara CDA, Henkjan Ormel menyatakan menteri luarnegri Ulri Rosenthal kurang aktif menanggapi kekerasan di Suriah, sedangkan jurubucara ChristenUnie, Joel Voordewind minta pemerintah Belanda berusaha agar Dewan keamanan PBB mengeluarkan resolusi. Isinya menjelaskan kepada rejim presiden Bashar al- Assad bahwa kekerasan terhadap penduduk sendiri tidak bisa ditolerir. Uni Eropa harus berupaya agar Dewan Keamanan PBB mengeluarkan pendapatnya tentang situasi di Suriah. * BELANDA DAN AFGHANISTAN Parlemen Belanda mendiskusikan kembali bantuan pelatihan polisi Afghanistan oleh Belanda. Pemerintah Belanda menyepakati pengisian program ini dengan pemernitah Afghanistan dan NATO. Dukungan mayoritas untuk pengisian misi ini dalam parlemen Belanda kecil sekali, fraksi kiri hijau GroenLinks dan ChristenUnie meminta peraturan ketat dalam hal waktu yang dibutuhkan untuk program ini dan isi pelatihan polisi. Pemerintah Belanda sudah mengirim kesepakatan perjanjian kerjasama dengan Afghanistan ke parlemen namun kedua fraksi ini belum yakin. Padahal dukungan mereka diperlukan untuk meraih mayoritas tipis dalam parlemen Belanda. * MUHAMMAD YUNUS TAK BERSALAH Pemerintah Bangladesh menyatakan tuduhan penggelapan dana bantuan pembangunan terhadap pemenang hadiah nobel untuk perdamaian Mohammad Yunus tidak benar. Dalam dokumenter buatan Norwegia ia dituduh menggelapkan 65 juta euro. Dana ini diserahkan Norwegia kepada Grameen Bank, yang ia dirikan untuk mikro kredit. Namun penyelidikan Norwegia juga membebaskan perintis mikro kredit ini dari tuduhan penggelapan. Yunus tahun ini dipecat bank sentral Bangladesh sebagai pimpinan Grameen Bank karena ia terlalu tua. Ia naik banding tapi kalah. Para kritisi menduga ia diberhentikan karena kritiknya terhadap pemerintah. * PARA TAHANAN KANDAHAR DITANGKAP Ratusan tahanan di penjara Kandahar Afghanistan lolos akhir pekan ini dengan menggunakan terowongan sepanjang 350 meter. Namun 65 dari mereka ditangkap kembali. Demikian pihak yang berwajib di propinsi yang adalah tempat lahirnya gerakan Taliban. Mereka yang lolos diberitakan adalah para komandan islam radikal dan para pengikutnya. 500 dari mereka berhasil melarikan diri dari penjara Sarposo di Kandahar. Pada tahun 2008 juga terjadi pembebasan tahanan di penjara yang sama oleh Taliban yang meledakkan sebuah mobil angkutan yang sarat bahan peledak. Mereka meledakkannya di pintu gerbang penjara yang disusul dengan lolosnya ratusan tahanan. * TOKOH AL-QAEDA TEWAS Abu Hafs al-Najdi tewas akibat serangan udara NATO di Afghanistan. Tewasnya al-Najdi yang juga menggunakan nama samaran Abdul Ghani disebut NATO sebagai kejadian penting karena ia terlibat berbagai aksi teror. Ia termasuk peringkat kedua dalam daftar anggota al-Qaeda yang dicari. Ia aktif di Afghanistan namun kadang-kadang juga di Pakistan. Al-Najdi aktif sebagai pelatih teroris, mengumpulkan senjata dan perlengkapan untuk aksi terornya. * " KEBIJAKAN SUAKA BELANDA "PILIH KASIH" Menteri Imigrasi Belanda Geerd Leers dikecam karena menjalankan kebijakan suaka yang "pilih kasih." Hal ini menyangkut pemberian izin tinggal atau suaka kepada sejumlah imigran muda yang sudah tinggal lama atau bahkan lahir di Belanda. Alasannya, mereka sudah "sangat Barat," sehingga tidak patut lagi dipulangkan ke negara asal. Sahar Ebrahim Gel, misalnya, gadis 14 tahun ini sudah 10 tahun tinggal di Belanda. Ia bersama orangtuanya melarikan diri dari Afghanistan. UU Imigrasi Belanda menetapkan bahwa Sahar dan orangtuanya harus kembali ke Afghanistan karena situasi di negara itu sudah dianggap cukup aman. Di televisi Sahar mengatakan dalam bahasa Belanda yang fasih dan hampir tanpa aksen, ia sudah "sangat Belanda." Ia cemas tidak bisa ke sekolah, harus mengenakan burka dan tidak punya masa depan jika kembali ke negara asalnya. Integrasi Menurut pengacaranya, Sahar sudah "sangat Barat" karena itu sulit untuk kembali berintegrasi di negara asal. Dengan alasan ini menteri Leers akhirnya mengabulkan pengajuan suaka dan izin tinggal Sahar. Menteri Imigrasi itu menambahkan, kasus Sahar adalah pengecualian. Setiap kasus pemulangan akan dinilai secara individu, dan bukan berarti setiap orang akan mendapat hak yang sama. Menurut sang menteri, saat ini di Belanda ada sekitar 400 gadis yang bernasib hampir sama dengan Sahar. Tapi menurutnya hanya "beberapa puluh saja" yang mendapat izin tinggal tetap. Ini sesuai dengan yang dituntut "rekan" pemerintah Belanda di parlemen, partai kanan populis anti-islam PVV, yang menuntut kebijakan imigrasi ketat. Panjang Kasus Sahar ternyata berbuntut panjang. Banyak gadis asal Afghanistan - yang sejak kecil atau bahkan lahir dan besar di Belanda - terancam dipulangkan. Mereka semua menggunakan alasan yang hampir sama dengan Sahar: sudah jadi orang Barat. Contohnya, kakak-beradik Karima dan Khrishma, 18 dan 15 tahun, yang juga sudah lebih dari 10 tahun tinggal di Belanda. Lalu, tanya koran de Volkskrant dan Trouw, bagaimana menilai secara obyektif apakah seseorang, dalam hal ini gadis imigran, memenuhi kriteria "dibesarkan dan hidup dengan norma Barat"? Apakah seorang pemuda asal Afghanistan juga boleh mengajukan alasan yang sama untuk bisa tinggal di Belanda? Selain itu, apa negara seperti Iran, yang juga bukan "surga" untuk anak muda, bisa dimasukkan ke dalam kategori yang sama? Itu semua pertanyaan yang harus dijawab sang menteri dalam waktu dekat. Untuk mencegah kepanikan, mencegah tuduhan bahwa departemennya, dan juga Den Haag, menjalankan kebijakan yang "pilih kasih." * DUNIA TAK BELAJAR APAPUN DARI TSERNOBYL Jejak bencana pusat tenaga nuklir Tsjernobyl di Ukraina tak akan hilang selama berabad-abad. Toh, walaupun ada trauma kolektif di daerah yang tertimpa bencana, pendapat soal energi nuklir masih terpecah-belah. Thijs Papot Eksperimen sistem pendinginan pusat tenaga nuklir yang gagal pada pagi 26 April 1986 mengubah nasib penduduk di sekitar Tsjernobyl yang berbatasan dengan Belarus. Reaktor nomor 4 dari kompleks tenaga nuklir - yang waktu itu masih jadi simbol teknologi Uni Sovyet dan kemegahan kaum sosialis - meleleh, meledak dan memancarkan materi radioaktif selama berhari-hari dalam jumlah besar di atmosfer. Hujan Nuklir Pemerintah Sovyet waktu itu membisu. Laporan pertama mengenai radiasi radioaktif yang makin tinggi diketahui dari peneliti Swedia. Berita menyebar cepat di Eropa. Namun ketika di Belanda dilakukan tindakan pencegahan - ternak tak boleh keluar kandang dan sayur bayam ditarik dari pasaran - parade 1 Mei di Ukraina tetap dirayakan dengan meriah, kata Tamara Smirnova yang tinggal di dekat Tsjernobyl ketika bencana nuklir tersebut terjadi. clip "1 Mei adalah Hari Buruh dan di tiap desa digelar parade khusus. Orang-orang berpesta di jalan ketika hujan nuklir terjadi. Kami tak tahu itu. Seminggu setelahnya yodium baru dibagikan. Dan kami baru sadar bahwa ini benar-benar berbahaya, namun justru pada minggu pertama bencana, anak-anak masih main di jalan." Udara Kematian Beberapa waktu kemudian baru diketahui bahwa ini bencana besar. Panik pun pecah akibat ketidaktahuan dan kurangnya informasi. Penduduk dievakuasi. Sebagai ibu berusia 30 tahun yang baru melahirkan seorang putra, waktu itu Tamara berpikir untuk mengungsi ke bagian lain Uni Sovyet. "Di mana pun bergantung udara kematian," katanya mengenai bahaya yang tak terlihat. "Waktu itu saya baru mengerti rasanya benar-benar ketakutan." Banyak pendapat berbeda mengenai akibat bencana nuklir Tsjernobyl. Walaupun jumlah korban tewas secara resmi "hanya" lima puluh orang, jumlah anak-anak yang menderita kanker tiroid di sekitar Tsjernobyl banyak sekali. Organisasi kesehatan dunia WHO memperkirakan pada 2006 bahwa pada tahun-tahun berikutnya masih akan ada sekitar 4000 sampai 9000 orang yang meninggal akibat radiasi nuklir. Sedangkan organisasi lingkungan Greenpeace berpendapat, jumlah ini bahkan akan melonjak 10 kali lebih tinggi. Pragmatisme Toh, 25 tahun kemudian, diskusi energi nuklir tidak hanya didominasi ketakutan, namun juga pragmatisme, kata jurnalis Belanda Franka Hummels. Franka adalah penulis buku De Generatorgeneratie - Generasi Generator yang menguraikan akibat bencana Tsjernobyl di regio sekitarnya. "Setelah jatuhnya Uni Sovyet, Ukraina langsung memproklamirkan negara mereka sebagai nuclear free zone. Mereka tidak ingin menggunakan energi nuklir, namun pada waktu yang sama tetap memanfaatkan pusat energi nuklir karena tak punya alternatif." Baru pada 2001 - di bawah tekanan besar Eropa dan masyarakat internasional - reaktor-reaktor di Tsjernobyl ditutup. Tak bisa ditinggali Negara tetangga Belarus berencana membangun pusat tenaga nuklir di bagian barat laut. Isu yang peka, namun sekaligus dianggap penting karena Belarus tak ingin terus bergantung pada gas dan minyak Rusia. Sekarang besarnya bencana Tsjernobyl cenderung dianggap remeh oleh rezim diktator presiden Alexander Lukashenko, kata Hummels. clip "Di Belarus ada zona terlarang: daerah yang oleh PBB dinobatkan sebagai wilayah tak bisa ditinggali selamanya. Namun sekarang daerah ini justru sedang aktif menarik penduduk baru. Risiko kesehatan para penduduk baru itu 'ditukar' dengan perumahan, air dan listrik gratis." Daerah Rapuh Yang cukup ironis, sejak tujuh tahun lalu Tamara tinggal di Belanda, juga di dekat pusat energi nuklir. "Itu takdir saya," tawanya getir. "Pusat tenaga nuklir harusnya tak dibangun di daerah rapuh macam ini. Sepertinya dunia tak belajar apa pun dari Tsjernobyl!" Pusat tenaga nuklir Tsjernobyl adalah desain Sovyet, jadi tidak representatif untuk mewakili tingkat risiko di dunia. Demikian pendapat umum. Namun bencana di Fukushima, Jepang, kembali mengkonfrontasikan dunia dengan risiko energi nuklir. clip "Jepang juga begitu, padahal di sana teknologi dan keamanan pasti sudah diperhitungkan masak-masak. Menurut saya, situasi di Belanda juga sama saja," kata Tamara Smirnova. Seperti bencana di Tsjernobyl, di Belanda bencana Fukushima juga memancing diskusi mengenai energi nuklir. Namun tak ada kesimpulan baru, pemerintah tetap saja ingin meneruskan proyek pembangunan pusat energi nuklir baru. * KEKERINGAN DI EROPA UTARA KRITIS Thijs Westerbeek van Eerten Musim panen 2011 terancam gagal. Petani khawatir. Menurut badan meterorologi Belanda KNMI, hujan sementara ini tidak akan turun lagi. Musim semi tahun 2011 ini mengingatkan kembali pada musim semi 2007. Menurut juru bicara KNMI, Harry Geurts, April 2007 juga panas dan kering, bahkan yang terpanas dalam sejarah. Tapi kemudian diikuti bulan Mei dan Juni yang basah. Pakar cuaca hanya bisa meramalkan cuaca selama 14 hari ke depan. Sedangkan periode sesudahnya cuma spekulasi. Tahun bencana Situasi saat ini menurut Geurts sangat parah terutama karena ada sejumlah faktor yang datang bersamaan. Bulan Maret dan April tidak banyak turun hujan. Tapi masih ada lainnya. 'Memang ada hujan tapi jauh lebih sedikit dari normal. Masalah utama tentu saja adalah kombinasi dengan cuaca cerah, karena dengan demikian terjadilah penguapan dalam jumlah besar...dan pada saat sama hujan yang turun sedikit dan penguapan besar maka muncullah masalah seperti ini. Jadi bisa dibilang saat ini kita mengalami kekeringan parah'. Ini bukan pertama kali kekeringan parah di musim semi akan diikuti oleh musim panas yang juga kering. Harry Geurts mengacu pada tahun 2003 dan terutama tahun bencana 1976, yang keduanya terkenal karena kekeringannya. 'Jangan berharap bahwa situasi seperti waktu itu terulang lagi sekarang.' Semakin ekstrim, tapi tidak lebih kering Petani di Belanda sudah semakin terbiasa dengan cuaca yang berubah-ubah tahun belakangan. Walau demikian, Remco Schouten, petani dari Berlicum di Belanda selatan tidak mau mengatakan bahwa cuaca dalam beberapa tahun belakangan lebih kering. 'Musim gugur lalu banyak sekali turun hujan, yang menyebabkan kami kesulitan memanen jagung. Musim semi 2006 juga sangat basah sehingga kami terlambat memotong rumput. Jadi saya memiliki kesan bahwa semuanya menjadi semakin ekstrim, tapi saya tidak bisa katakan bahwa rata-rata lebih panas.' Menunggu Musim ini bisa menjadi musim kering ekstrim dan bisa mendatangkan masalah di banyak tempat di Eropa Utara. Demikian Harry Geurts. 'Terutama di kawasan ini. Kalau anda menengok ke Inggris, Denmark, Jerman, Prancis, dan Belgia-maka semuanya menghadapi masalah kekeringan ini. Tapi apabila anda ke kawasan Laut Tengah, justru dalam beberapa pekan terakhir mengalami depresi aktif dan terutama di Spanyol turun hujan sangat banyak sebelum akhir pekan Paskah lalu.' Schouten berharap hujan di Spanyol itu juga datang ke Belanda. Justru saat inilah musim pertumbuhan tanaman, di mana mereka sudah bersiap menantikan hujan dari langit. Kentang tidak bisa bertumbuh normal, sapi kekurangan rumput sedangkan makanan penggantinya sudah tidak terjangkau lagi. Cola, bukan susu Schouten adalah petani susu sehingga musim yang terlalu kering tidak bisa dikompensasi langsung dengan menaikkan harga susu. Dia dan banyak petani lainnya menghadapi pemasukan yang berkurang. Tapi dampak musim pertumbuhan yang gagal jauh lebih luas. Semuanya menjadi lebih mahal, termasuk roti, sayuran, dan bahkan hal-hal yang menurut anda tidak ada kaitannya: 'Ya, sebagai konsumen anda pikir akan berganti minum cola katimbang susu, tapi pikirkanlah bahwa gula yang terkandung di dalam cola adalah juga produk pertanian. Mei yang kering menyebabkan cola lebih mahal.' Schouten memandang situasi saat ini dengan khawatir, tapi akhirnya akal sehat yang mengemuka: 'Kami tidak bisa berbuat banyak, ini merupakan bagian dari bertani, untuk menyesuaikan diri sebaik mungkin dengan alam.' * PRESIDEN SURIAH ASSAD MEMERINTAH DENGAN TANGAN BESI Klaas den Tek Rosh Abdelfatah, pembuat film asal Suriah, punya laman Facebook khusus untuk rekan-rekan senegaranya. Rosh yang bermukim di Rotterdam juga mengunggah film dari Suriah di YouTube untuk mendukung oposisi di negara kelahirannya. Mata Abdelfatah terkonsentrasi pada layar komputer. Di laman Facebook khususnya berdatangan pesan-pesan dari Suriah. Di internet, oposisi Suriah sedang berusaha melepaskan diri dari tangan besi rezim pemerintah. Mengalami Sebagai orang Suriah dari suku Kurdi, Rosh Abdelfatah (29) juga mengalami kekerasan. Dulunya, ia aktif berkegiatan di komunitas teater Kurdi amatir dan menulis naskah pertunjukan. Polisi menangkapnya. Pada 1999 Adbelfatah berhasil melarikan diri ke Belanda. *Rosh Abdelfatah q1 "Saya hidup, tapi tidak diakui. Di Suriah tak seorang pun boleh mengaku Kurdi, tak boleh berbicara dalam bahasa Kurdi. Saya tidak diakui, saya ilegal di negeri sendiri." Menurut Rosh Abdelfatah, tak ada sistem di Suriah: semua acak. Dan tidak hanya untuk orang Kurdi, namun juga untuk semua penduduk. Orang-orang dijebloskan selama bertahun-tahun ke penjara, lalu tiba-tiba dibebaskan begitu saja karena mereka sebenarnya tak bersalah. Toko-toko dirampok pengikut presiden Bashar al-Assad. Agen-agen dinas keamanan pernah memukuli paman Abdelfatah karena ia tidak buru-buru minggir ketika sedang mengemudikan traktor. Tank dan penembak jitu Berminggu-minggu lamanya rakyat Suriah turun ke jalan untuk berdemo menentang rezim Presiden Assad. Pemerintah menghadapinya dengan tangan besi. Rezim mengerahkan tank dan penembak jitu untuk menggilas demonstran. Akibatnya, banyak korban tewas beberapa pekan terakhir. Sejak pecahnya pemberontakan Maret lalu, Adelfatah mengumpulkan gambar-gambar kekerasan yang dilakukan rezim terhadap para demonstran. Ia juga mengunggah film-film mengenai korupsi di pendidikan dan kepolisian ke situs Youtube. Abdelfatah menyayangkan bahwa ia tidak berada di Suriah saat ini. "Sulit. Saya berada di Rotterdam, tapi saya akan lebih senang jika berada di antara para pemuda di Suriah. Di pihak lain, di sini juga dibutuhkan orang-orang yang bisa menyuarakan para demonstran ke dunia luar. Ini juga penting." Mimpi Rezim di Damaskus tampaknya semakin kuat saja. Pemerintah Suriah tidaklah mempedulikan sanksi baru yang diumumkan negara-negara Eropa dan Amerika Serikat. Presiden Assad tidak bergeming. "Tapi saya berharap penuh," kata Abdelfatah. "Saya yakin, rezim ini akan segera tumbang. Represi, sistem satu partai, dan presiden yang berkuasa seperti Firaun. Situasi tidak bisa terus-terusan begini." Rosh Abdelfatah saat ini sibuk mendirikan Pusat Suriah di Eropa. Ini adalah tempat di mana seniman dan oposisi rezim bisa mempertunjukkan apa yang sedang terjadi di Suriah. Tempat di mana orang bisa bermimpi mengenai era pasca Assad. * 'WILDERS CARI SIMPATI ORANG MALUKU'. "Hari ini di Apeldoorn diperingati perjuangan kemerdekaan Maluku. Sudah saatnya sekarang orang Maluku merdeka dari Indonesia yang islamitis." Demikian bunyi Twitter Geert Wilders yang ditulisnya Senin 25 April pada hari ulang tahun kemerdekaan Republik Maluku Selatan ke-61. "Kami tidak mau mengomentari Twitter dari siapa pun", demikian Umar Hadi, wakil Duta Besar RI Den Haag, Belanda. Alasannya karena setiap orang bisa bikin Twitter setiap hari, "orang kapan aja bisa pencet-pencet itu". Spesifik Kasus ini, menurut Umar Hadi, spesifik. "Radio Nederland menurunkan berita yang menyitir Twitter. Saya tidak mau mengomentari. KBRI, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Den Haag tidak mau berkomentar terhadap Twitter dari siapa pun." Juga Wim Manuhutu, sejarawan Maluku di Belanda membaca pesan Wilders di Twitter. Menurutnya pesan Wilders tidak benar. Walaupun mayoritas besar warga Indonesia beragama Islam, Indonesia sendiri bukan negara Islam. Untuk seluruh orang Maluku Menurut Manuhutu, orang-orang yang masih mempertahankan cita-cita Republik Maluku Selatan harus melihat betul apakah sungguh-sungguh ingin didukung dengan alasan tersebut. Kalau melihat proklamasi Republik Maluku Selatan tahun 1950, Republik Maluku Selatan sama sekali tidak bisa disamakan dengan Republik Maluku Kristen. "Republik Maluku Selatan dimaksudkan untuk seluruh orang di Maluku, beragama Islam atau beragama Kristen". Pernyataan Wilders bahwa orang Maluku harus merdeka dari Indonesia yang islamatis, menurut Manuhutu tidak konstruktif dan tidak membantu. "Wilders memberi gambaran salah dari Indonesia", kata sejarawan Maluku ini. Ia memandang negatif dukungan Wilders dan mengimbau pendukung Republik Maluku Selatan supaya berhati-hati dan tidak terlalu cepat senang dengan dukungan semacam itu. Wim Manuhutu memang mengakui bahwa ini untuk pertama kali seorang politikus Belanda secara terbuka berbicara soal kemerdekaan Maluku. Ia juga bisa mengerti bahwa beberapa orang pendukung RMS menerima dukungan itu, karena PVV, partainya Geert Wilders bukan partai kecil, namun punya tempat cukup besar di parlemen. "Pasti mereka mungkin memikir juga apakah ada peluang untuk membawa soal Republik Maluku Selatan dalam parlemen Belanda." Wim Manuhutu merasa ucapan Geert Wilders melalui Twitter hanya untuk mencari dukungan atau simpati dari orang Maluku. Pernyataan Wilders, menurut Manuhutu bisa dianggap sebagai dukungan moril. Namun dalam praktek dampak atau pengaruh ucapan ini cukup terbatas. Sebagai contoh ia menyebut pernyataan PM Belanda Mark Rutte tentang demonstrasi pro demokrasi di Timur Tengah. Menurut Rutte negara-negara bersangkutan harus berkembang ke arah Turki atau Indonesia, yang disebut salah satu demokrasi yang besar dan membuktikan bahwa demokrasi dan ajaran Islam tidak bertentangan. "Juga saya pikir dalam pemerintah Belanda sekarang, kebijakan menuju ke hubungan baik dan erat antara Belanda dan Indonesia. Memang dukungan ini pasti dianggap dukungan moril, tapi pengaruh praktis di bidang politik saya rasa cukup terbatas", demikian Wim Manuhutu kepada Radio Nederland. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.rnw.nl/id/bahasa-indonesia Anda bisa berhenti berlangganan dengan mengirim email ke: [email protected] Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [email protected] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
