---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Kamis 19 Mei 2011 15:10 UTC



** STRAUSS-KHAN MENGUNDURKAN DIRI

** CINA SEDIA SAMBUT KEPULANGAN DALAI LAMA

** JEPANG ALAMI RESESI PARAH

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: IDENTITAS INDONESIA ETNIS TIONGHOA 

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: TETAP POPULER WALAU TAK TERBUKTI

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: PETANI NIGERIA TUNTUT SHELL BELANDA 

** GEMA WARTA TOPIK BELANDA: MERK TIRUAN MAKIN MARAK DI BELANDA 

** TINJAUAN PERS: PENGGANTI DSK DARI ASIA DAN ISTRI GADDAFI LARI KE POLANDIA 



* STRAUSS-KHAN MENGUNDURKAN DIRI

Dominique Strauss-Kahn mengundurkan diri dari jabatan sebagai kepala Dana 
Moneter Internasional (IMF). Dia mengatakan menyesal namun harus konsentrasi 
membersihkan namanya dari tuduhan pelecehan seksual.

Saat ini dia sedang menunggu keputusan juri apakah dia akan diajukan ke 
pengadilan atas tuduhan pelecehan seksual dan percobaan perkosaan seorang 
pembersih hotel berusia 32 tahun.

Politisi handal Prancis yang disebut-sebut sebagai calon kuat penantang Nicolas 
Sarkozy dalam pilpres mendatang ini menolak seluruh tuduhan.  Skandal ini juga 
menggemparkan IMF yang sedang dalam negosiasi pelik untuk mengatasi krisis 
hutang zona euro.


* CINA SEDIA SAMBUT KEPULANGAN DALAI LAMA

Pejabat Cina keturunan Tibet, Padma Choling mengatakan negaranya akan menyambut 
Dalai Lama jika dia ingin kembali dari pengasingan. Namun dia menambahkan, 
Dalai Lama harus menghentikan tindakan separatisme untuk memerdekakan Tibet.

Ini adalah komentar resmi pertama Cina sejak Dalai Lama pensiun sebagai 
pimpinan Tibet di pengasingan Maret lalu.  Rakyat Tibet di pengasingan memilih 
Lobsang Sangay, lulusan Harvard berusia 43 tahun sebagai perdana menteri.

Choling yang bicara dalam peringatan 60 tahun pembebasan damai Tibet di Cina, 
juga menuduh pemerintahan Tibet di pengasingan sebagai organisasi ilegal dan 
negosiasi di masa datang soal kepulangan Dalai Lama akan dilaksanakan dengan 
penerima penghargaan Nobel tersebut dan tidak dengan pemerintah di pengasingan.


* JEPANG ALAMI RESESI PARAH

Ekonomi Jepang kembali mengalami resesi parah selama Januari -Maret, terutama 
akibat bencana gempa, tsunami dan krisis nuklir yang menimpa negara tersebut.

Ekonomi menyusut jauh dari perkiraan 3,7 persen. Salah satu penyebabnya adalah 
sangat berkurangnya kepercayaan bisnis dan konsumen. Selain itu konsumen 
memotong segala pengeluaran yang tidak esensial seperti hiburan dan perjalanan.

Pengamat memperkirakan keadaan akan semakin memburuk periode April - Juni, 
karena masalah rantai distribusi masih mengganggu produksi dan masih ada 
ancaman kurangnya tenaga listrik juga masih ada.

Perkiraan awal pemerintah memperhitungkan biaya pembangunan kembali sebanyak 
200 - 300 milyar dolar selama 3 tahun fiskal mendatang. Namun ini tidak 
termasuk isu lain seperti krisis berkepanjangan di pembangkit tenaga nuklir 
Fukushima Daiichi. Biaya pembangunan kembali ini akan menghabiskan sekitar 200% 
pendapatan bruto nasional negara tersebut.


* KAMPANYE JELANG PILPRES THAILAND MEMANAS

Kampanye jelang pilpres Thailand memanas ketika pihak oposisi berkumpul 
mengenang para korban yang terbunuh dalam aksi tentara setahun lalu. Kegiatan 
ini memancing ketegangan politik.

Pilpres yang akan dilangsungkan Juli mendatang, diperkirakan akan menjadi 
pertarungan sengit antara kubu perdana menteri Abhisit Vejjajiva melawan kubu 
mantan PM Thaksin Shinawatra, yang digulingkan kudeta tahun 2006.

Rival utama Abhisit adalah adik termuda Thaksin,  Yingluck Shinawatra, yang 
merupakan calon dari partai oposisi Puea Thai. Partai mendapat dukungan luas 
dari para petani dan pekerja yang menyebut diri kelompok Kaus Merah. Protes 
anti pemerintah mereka tahun lalu menyebabkan 90 orang tewas akibat bentrok 
dengan tentara.


* PBB MINTA KORSEL BANTU KORUT

Claudia von Roehl, direktur Program Pangan PBB (WFP) Pyongyang minta bantuan 
segera untuk Korea Utara. Dia juga minta pemerintah Korea Selatan membantu 
negara mereka yang semakin rentan akan krisis pangan. Seruan muncul setelah 
Amerika mempertimbangkan mengirim tim untuk menilai kebutuhan negara komunis 
tersebut.

Roehl mengatakan lebih 6 juta orang termasuk anak-anak sangat membutuhkan 
bantuan setelah cuaca dingin yang tidak biasa yang mengganggu produksi. 
Keuangan negara juga tidak cukup untuk mengimpor makanan bagi 24 juta warganya. 
Angka ini berdasarkan laporan WFP dan Badan Pangan PBB FAO Maret lalu.

Sementara Seoul mempertanyakan laporan tersebut. Menurut mereka, panen yang 
baru lalu relatif baik dan menuduh Pyongyang menumpuk makanan untuk pesta 
politik besar-besaran tahun depan.


* ORANG ABORIGIN TIDAK HARUS DISAPA LAGI

Pemerintah negara bagian Victoria Australia menghapus kebijakan yang mewajibkan 
para menterinya menyapa para tuan tanah tradisional Aborigin dalam kegiatan 
publik. Hal ini memancing kritik. PM Ted Baillieu mengatakan hal tersebut 
terlalu detil dan tidak lagi perlu.

Seorang tetua Aborigin mengatakan dengan tidak lagi menyapa dalam kegiatan 
publik, itu berarti Australia benar-benar menghapus orang Aborigin dari peta. 
Namun dia menambahkan, jika memang harus menyapa, maka tidak dengan paksaan.

Steve Bracks, mantan perdana menteri Victoria mengatakan lagnkah ini akan 
menodai hubungan dengan suku asli tersebut.

Orang Aborigin adalah penghuni awal Australia dengan kebudayaan berusia puluhan 
ribu tahun. Dari jumlah awal 1 juta orang di penampungan kulit putih, saat ini 
tercatat hanya ada 470 ribu orang Aborigin. Ini berarti kurang dari 2% dari 
populasi Australia.


* PENGUNGSI KORUT DAPAT KOMPENSASI

Pengadilan tinggi Korea Selatan memutuskan pemerintah membayar kompensasi lebih 
banyak atas seorang pengungsi Korea Utara yang mengatakan keluarganya di Utara 
dipenjara setelah pejabat di Seoul membocorkan identitasnya.

Pemerintah harus membayar 111 ribu dolar uang kompensasi kepada Lee Kwang-Su.  
Dia berungkali minta pejabat yang menginterogasi pada kedatangannya tahun 2006 
untuk tidak membocorkan identitas karena takut keluarganya dicelakai pemerintah 
Korut. Dia tiba di Korea Selatan bersama istri dan dua anaknya. Keluarga 
tersebut berencana pergi ke Jepang dan mencari suaka di kedubes Amerika di sana.

Menurut Lee, 22 anggota keluarganya dikirim ke penjara untuk tahanan politik 
dan dia yakin mereka sudah divonis mati. Pengadilan mengakui pemerintah Korsel 
lalai dengan membocorkan identitasnya, namun tidak ada bukti tentang nasib 
keluarganya.

Korea Selatan adalah rumah bagi 21 ribu warga Korea Utara yang mengungsi akibat 
kelaparan atau tekanan politik. Sering ada laporan keluarga yang ditinggalkan 
menerima pembalasan dendam.


* Berita Bursa

Nilai tukar valas:
1.00 EUR = 1.42245 USD
1.00 EUR = 12,152.57 IDR
1.00 USD = 8,545.00 IDR


* DI CINA BANYAK KOTA HANTU

Distrik Kangbashi di Cina menawarkan kehidupan moderen dengan jalanan besar, 
gedung apartemen baru, taman, restoran dan sirkuit balap motor. Tapi 7 tahun 
setelah konstruksi, kebanyakan apartemen kosong dan jalanan terbengkalai, 
menyebabkan kota mendapat julukan kota hantu.

Pelbagai distrik baru seperti Kangbashi bermunculan di sekitar Cina seiring 
dengan proses urbanisasi besar-besaran kekuatan ekonomi dunia kedua tersebut. 
Cina dilanda gelombang pembangunan besar-besaran yang dibiayai dengan kredit 
besar-besaran. Ini menimbulkan ketakutan gelembung properti dan ledakan hutan.

Namun banyak penduduk yang justru senang dengan fenomena ini, karena menurut 
mereka, kehidupan jadi lebih mudah dengan jarangnya penduduk kota.


* IDENTITAS INDONESIA ETNIS TIONGHOA

Tiga belas tahun pasca Tragedi Mei 1998. Tragedi yang  menorehkan luka 
diskriminasi terhadap warga etnis Tionghoa. 13 tahun lalu, mereka jadi tumbal, 
sasaran kekerasan. Proses hukum mandek, tapi harapan akan keadilan terus 
tumbuh. Reporter KBR68H Johana Purba berbincang dengan   etnis Tionghoa, 13 
tahun setelah Reformasi, soal 'menjadi Indonesia'. 

"Diumumkan di Masjid, siapa yang anaknya tidak pada pulang, jangan diharap 
hidup, anaknya sudah pada mati."

Tiga belas tahun lalu, Ruminah mendapatkan kabar kematian putranya, Gunawan, 
dari pengumuman di masjid. Anaknya tewas pada peristiwa kerusuhan Mei 1998 di 
sebuah pusat perbelanjaan daerah Klender, Jakarta Timur. 

Ruminah tak lelah mencari. Mendatangi pusat perbelanjaan yang dibakar massa, 
kantor polisi, sampai ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Di situ ia hanya 
bertemu baju, ikat pinggang dan cincin milik Gunawan. Tak ada jenazah. 

"Cincin, gespernya Gunawan, dan ukirannya itu ukiran dia. Pokoknya bawa pulang, 
mungkin ini kali (buktinya)."

Di kampung Ruminah, ada 7 anak yang jadi korban pembakaran pusat perbelanjaan 
tersebut. Ibu-ibu kerap berkumpul dan lantas membuat paguyuban tahun 2001. 
Mereka juga membentuk Kampung Kenangan Mei 1998 di kawasan Jatinegara Kaum, 
Jakarta Timur. Di situ ada prasasti untuk mengenang mereka yang tewas dalam 
kerusuhan. Tingginya sekitar 2 meter, berupa tonggak dan sebuah wadah lingkaran 
berisi sebuah gambar jarum dan benang merah. Di situ tertulis: Untuk Mengenang 
Gunawan dan Korban Mei 98. 

"Karena kalau ibu-ibu kan hatinya masih luka, ada benangnya merah. Dan ada 
puteran, bunder. Nah itu, jarum untuk mengobati luka. Luka Mei 98 kan lebar, 
dalam. Tetapi dijahit sedikit-sedikit. "

Peristiwa Mei 1998 juga masih membekas di hati Ester Jusuf,  aktivis HAM dan 
advokat etnis Tionghoa. Dia memang tak merasakan rumahnya dibakar massa, 
terluka atau diperkosa. Tapi ia tekun memberikan pendampingan kepada para 
korban Tragedi Mei 1998. 

"Yang menyerah banyak, sudahlah itu masa lalu, tidak mau membicarakan lagi. 
Bahkan ada yang begitu diperlihatkan satu buku Mei 98, tidak mau lihat. Banyak 
yang setelah 98, mereka bangkit lagi. Ada berbagai hal lah, ada yang makin 
gigih dan bangkit secara lebih baik. Ada juga yang memang hancur."

Esther  kini tengah merancang konsep Rumah Kenangan Mei. Bukan museum, tetapi 
rumah pengharapan. Untuk itu, Ester dan kelompok Solidaritas Nusa Bangsa giat 
menggalang dana. Baik dengan cara menjual produk hasil kerajinan korban Mei 
1998 atau mencari donatur.

"Memang kita punya luka yang sama. Tetapi pijakan dari Rumah Kenangan Mei 
adalah harapan kita yang sama. Kita berharap masa depan yang lebih baik. Jadi 
Tragedi Mei 1998 itu biar jadi pelajaran yang tidak akan kita lupakan. Pesan 
yang terus menerus jangan terjadi lagi. Harapan, membangun bangsa yang lebih 
baik. Kalau 1998 ada kekerasan yang luar biasa, kita tidak tahu siapa dan masih 
dalam proses, tetapi jangan ada lagi."

Tan Swie Ling,  bekas tahanan politik etnis Tionghoa. Dia dipenjara selama 13 
tahun karena dituduh komunis. Sekeluarnya dari penjara dia aktif dalam 
pergerakan warga etnis untuk menghapus diskriminasi. 

Kata dia, sejarah diskriminasi sudah ada sejak jaman penjajahan Belanda sampai 
era kemerdekaan. Penjajah Belanda berurusan politik dagang dengan orang 
Tionghoa. Kemudian dalam Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan 
Indonesia,  warga etnis Tionghoa masuk dalam kategori 'Timur Asing' bersama 
warga Arab dan India. Tan Swie Ling yakin, konflik antar etnis, termasuk dengan 
etnis Tionghoa, adalah buatan penguasa. Motifnya: kekuasaan dan perdagangan, 
dengan mengorbankan kelompok Tionghoa.

"Jadi kerusuhan anti Tionghoa hanya pintu pembuka meledaknya instabilitas 
plitik. Dia bukan sasaran pokok, dia hanya sebagai alat untuk bagaimana 
menyulut kebakaran di negeri ini. Ini sangat tergambar jelas pada saat mereka 
ingin menjatuhkan Soekarno pada tahun 1963, dan kemudian tahun 1965 juga lewat 
G30S, itu juga terjadi kerusuhan, semua itu lewat jalur sulut dulu Cina. 
Termasuk tahun 98, karena posisi Cina sebagai rumput kering."

Reformasi 1998 seharusnya jadi titik balik. Tak boleh lagi ada penyerangan dan 
diskriminasi terhadap etnis tertentu di negeri ini. Namun, tak mudah jadi 
Tionghoa di negeri ini, bahkan setelah tonggak Reformasi berdiri 13 tahun lalu. 

Agustinus Wibowo, lelaki 30 tahun etnis Tionghoa, menghabiskan separuh hidupnya 
di perantauan. Kuliah di Beijing, lantas bertualang di Afghanistan, Tajikistan, 
Kyrgyzstan, Kazakhstan, Uzbekistan, Turkmenistan dan lainnya. Perjalanan 
panjang ini membuat penulis buku "Garis Batas" dan "Selimut Debu" ini 
merefleksikan lagi identitasnya sebagai Tionghoa. Ia masih ingat ketika ia 
didatangi seorang warga lokal ketika kuliah di Beijing, Cina. 

KBR menanyakan sewaktu dia di Beijing ditanya "Kenapa orang orang membunuh 
bangsa Cina?", Agustinus menjawab: "Kita dalam situasi apa, garis batas kita 
bergeser, identitas kita bergeser. Waktu aku kecil dalam kondisi hingar bingar 
diskriminasi, identitas yang mencuat adalah warna kulitku sebagai orang 
Tionghoa. Yang kemudian membuat aku sadar tentang sebuah identitas. Tetapi 
waktu aku ke Cina, identitasku bergeser, aku bukan dianggap minoritas tetapi 
dianggap orang Indonesia dan ini mengaitkan dengan kejadian 98. Yang menurut 
orang Cina itu sebuah tragedi terhadap ras mereka. Ya disini ada pergeseran 
identitas itu."

Ruminah yang lahir di Brebes, merasa harus menutup rapat identitasnya sebagai 
etnis Tionghoa. Baru tahun lalu ia berani terbuka soal identitas ini. Sejak 
bertahun-tahun lalu pindah ke Jakarta bersama suaminya, ia sering mendapatkan 
perlakuan kasar.  Anak-anaknya juga kena getahnya. Karenanya ia sering tak 
mengaku sebagai etnis Tionghoa kepada orang yang baru dikenal. 

"Dulu lagi muda saya baru punya anak, kok saya dimusuhin mulu di Jakarta. 
Katanya 'Saya Cina Loleng, makan babi sekaleng, tidak habis ditempeleng.' 
Kadang saya gregetan dikatain melulu. Anak-anak saya juga begitu, sering 
diludahin dari atas. Anak saya enggak ada kan yang matanya sipit. Kalau itu 
suka diludahin sama orang di atas."

Tan Swie Ling juga pernah merasakan kerasnya hidup sebagai Tionghoa di 
Indonesia. Ia menjadi saksi persidangan Sudisman, anggota polit biro PKI, di 
Mahkamah Militer Luar Biasa pada 1967. Akibatnya, ia dipenjara selama lebih 13 
tahun. Lepas dari penjara, ia mengaku mengalami berbagai macam diskriminasi 
oleh pemerintah Orde Baru. 

Ia percaya, penguasa ada di belakang tindakan diskriminatif terhadap kelompok 
etnis Tionghoa. Ia menulis soal ini juga dalam bukunya 'G30S 1965, Perang 
Dingin dan Kehancuran Nasionalisme, Pemikiran Cina Jelata Korban Orba'. 
"Isu mengenai anti Tionghoa sama sekali bukan karena komunitas pribumi yang 
anti, tidak suka kepada etnis tionghoa. Rasisme terjadi karena tindakan 
penguasa. Baik penguasa Belanda maupun Indonesia." 

Meski diskriminasi masih ada, Tan Swie Ling bangga menjadi bangsa Indonesia. 
"Kalau saya jelas, merasa anak Indonesia. Anak Indonesia yang terlahir sebagai 
etnis Tionghoa."

Cina, Jawa, Sunda, Kalimantan, Padang, Makassar, Ambon, Papua, apalah bedanya? 
Begitu gugat Ruminah, ibu rumah tangga, etnis Tionghoa. "Kenapa sih hidup jadi 
begini? Emang ada apa sih antara orang Cina, sama orang Sunda, Jawa? Emang 
kenapa sih, kayaknya sama aja.  Kita juga sudah hidup di Indonesia sudah 
bertahun tahun. Nenek, cucu, sampe punya sawah lebar di Brebes. Eh, kata saya, 
emang ini negara lo? Semua orang juga punya, bangsa Indonesia kan sudah 
bergaul. Ngapain musti takut."


* TETAP POPULER WALAU TAK TERBUKTI

Bukti ilmiah akan efek positifnya pada kesehatan tidak ada. Tapi penjualan 
bahan makanan biologis terus meningkat beberapa tahun terakhir. Di Praha, 
Republik Ceko, saat ini sedang berlangsung konferensi internasional tentang 
bahan pangan biologis.

Para pendukung pangan biologi sudah bersemangat untuk untuk memulai konferensi 
itu. Untuk pertama kalinya lebih dari 150 peneliti dari 25 negara ikut ambil 
bagian dalam konferensi yang membahas efek produk biologis tersebut. Konferensi 
itu akan mengulas penjelasan ilmiah yang selama bertahun-tahun tidak pernah ada.

Tanda Tanya
Soal makanan biologis tersebut banyak menimbulkan tanda tanya. Apakah memang 
makanan biologis tersebut lebih sehat dibanding makanan produk biasa? Menurut 
Huub Savelkoul, guru besar Sel Biologi dan Imunologi di Universitas Wageningen 
mengatakan tak ada bukti-bukti ilmiah.

"Ada penelitian yang membuktikan bahwa bahan makanan biologis terkadang memberi 
efek positif. Tapi studi lain justru menunjukkan hal yang bertentangan. 
Sepertinya memang susah untuk mendapat bukti kuat."

Yang Percaya
"Tak ada bukti-bukti ilmiah", aku Machteld Huber, seorang dokter di Institut 
Biologi dan Pertanian berkesinambungan Louis Bolk. Kendati demikian Huber 
percaya dengan efek produk biologis itu.

"Kami yakin bahwa pertanian organik, yang berawal dengan permukaan tanah yang 
sehat, akan menghasilkan tanaman dan ternak yang lebih sehat. Ini juga berarti 
ternak tersebut jadi makanan yang sehat untuk manusia."

Peningkatan Omzet
Minat masyarakat terhadap makanan biologis meningkat dalam beberapa tahun 
terakhir. Omzet di tahun 2010 melonjak 13 persen. Selain itu semakin banyak 
supermarket yang menyediakan produk biologis itu. Selama berlangsungnya 
konggres, Institut Louis Bolk akan memaparkan pengalaman para konsumen yang 
beralih ke makanan biologis.

"Tapi sebagian besar memang merasakan efek positif tersebut. Mereka mengaku 
lebih jarang sakit dan pencernaannya lebih baik. Bahkan 75% dari mereka merasa 
lebih sehat dan lebih fit."

Namun menurut Salvelkoul, dampak positif kesehatan itu sulit dibuktikan. Itu 
tidak berarti bahwa produk biologis dapat begitu saja ditarik dari pasaran. 
Dalam komunitas ilmiah Salvekoul bersikap netral. 

"Saya yakin bahwa sudah tiba saatnya melihat dampak kesehatan pelbagai tipe 
pangan, baik yang lazim maupun yang biologis. Yang penting adalah makanan yang 
baik dan bervariasi. Oleh karena itu, tidak perlu lagi ada perdebatan soal ya 
dan tidak."


* PETANI NIGERIA TUNTUT SHELL BELANDA

Untuk pertama kali ia ke Belanda, pusat perusahaan yang menghancurkan 
keluarganya di Nigeria. "Tambak ikan, pabrik roti dan tanah kami." Dia minta 
ganti rugi atas semua kerusakan itu.

Hari ini Eric Dooh hadir di ruang sidang di pengadilan Den Haag dalam kasus 
terhadap Royal Shell Belanda, yang dimulai kembali.

Goi, kampung asal Eric Dooh dan tiga desa lain sekitar Delta Niger, dibantu 
organisasi lingkungan Belanda,  Friends of the Earth mengawali tuntutan 
terhadap konglomerat minyak Belanda-Inggris itu, tahun 2009. Mereka mendesak 
Shell Nigeria dan induknya di Belanda membersihkan pencemaran minyak di kawasan 
mereka. Selain itu mereka juga menuntut kompensasi karena kehilangan mata 
pencaharian.

Awalnya Shell meyakini pengadilan Belanda tidak bisa mengurusi aktivitas Shell 
Nigeria, tetapi Desember 2009 pengadilan memutuskan bahwa kasus ini bisa 
diproses. Untuk pertama kali perusahaan Belanda dipanggil dan dimintai 
tanggungjawab atas kerusakan yang terjadi di luar negeri.  

Taman hijau, infrastuktur kota rapi dan kereta api yang datang tepat waktu, 
adalah pemandangan kota Den Haag yang membuat kagum Eric Dooh.  Ia menyaksikan 
itu usai menghadiri rapat umum tahunan Royal Shell Belanda, Rabu. Dia kesana 
untuk menyampaikan kasus ini ke para pemegang saham.

"Saya di sini untuk memberitahu mereka tentang kegiatan Shell Nigeria, kadar 
kerusakan di Delta Niger. Tambak ikan kami  terkontaminasi, sumber air minum 
tercemari, ternak kami terkotori sebagai dampak polusi minyak mentah."

Lega?
Tanggapan Shell sudah bisa diprediksi oleh mereka yang mengikuti perkembangan 
masalah ini. Peter Voser, direktur perusahaan ini mengatakan bahwa sabotase dan 
pencurian minyak mencapai 80% dari minyak yang tumpah tahun 2010, jumlahnya 
sampai 100 ribu barel sehari.

Ketika ditanya kapan pencemaran akan dibersihkan atau kapan mereka memadamkan 
kebakaran gas, Shell mengatakan bahwa untuk itu sudah ada komitmen, tapi masih 
tergantung pada kesediaan pemerintah Nigeria berinvestasi dan keterbatasan 
operasi karena aksi kekerasan yang dilakukan kelompok militan.

"Sangat politis" demikian Eric Dooh mengambarkan posisi Shell, dan dia 
menyebutkan sudah saatnya perusahaan itu memenuhi janji-janjinya.

Aku sudah sejak lama mendengar cerita ini. Ketika orang ingin menipu Anda, atau 
ketika pemerintah ingin menipu rakyatnya, mereka berkata "rakyat akan segera 
tersenyum." Sekarang Shell mengatakan bahwa kami akan segera tersenyum, dan 
saya bertanya: secepat apa?


Dana Pensiun Belanda Cemas
Pemegang Saham besar dan kecil mulai semakin vokal ketika membahas reputasi 
Shell terhadap lingkungan di Nigeria. Sylvia van Waveren berbicara atas nama 
dana pensiun APG Belanda, dana investasi Robeco dan pemegang saham penting 
dengan dana pensiun bernilai lebih dari 500 miliar euro, mengatakan mereka 
"sangat peduli dengan aktivitas di Nigeria dan kemungkinan dampak buruk pada 
reputasi Shell."

Dia mengatakan mereka pun prihatin tentang "minimnya intensitas dan kualitas" 
dialog Shell dengan masyarakat adat, bukan saja di Nigeria, tetapi juga di 
Kanada yang dilanda kasus kontroversi eksploitasi pasir.

Eric Dooh, memakai topi hitam seperti halnya Presiden Nigeria, Goodluck 
Jonathan. Mengenakan kalung besar dari manik-manik merah dan putih, sangat 
mengesankan.
"Saya mencatat bahwa masyarakat di belahan bumi ini punya perhatian besar 
terhadap nasib orang-orang di Delta Niger. Anda tidak mengenal kami, dan Anda 
telah menyadari manfaat minyak dalam mengembangkan daerah ini. Saya rasa ini 
berita baik."


Pengadilan
Dooh akan mengikuti seksama proses pengadilan terhadap Shell di Den Haag. 
Sebelum berangkat dari Nigeria, ia berjanji kepada putrinya bahwa dia ke 
Belanda untuk membela putrinya, ibunya dan kakek. Dan dia tahu apa yang 
dilakukan dan tuntutan kompensasi, seperti yang dituntut sesama rekan penggugat 
di Nigeria.

"Jika saya berhasil dengan misi ini, saya akan sekolahkan anak saya ke luar 
negeri,agar dia bisa mendapat pengetahuan setingkat dengan orang-orang pemegang 
kedudukan di  perusahaan-perusahaan multinasional," kata Dooh.


* MERK TIRUAN MAKIN MARAK DI BELANDA

Penjualan baju ber-merk tiruan semakin marak di Belanda. Kalau dulu hanya 
dijual di kalangan toko atau pasar ilegal atau dibawa turis dari luar negeri 
terutama dari Asia, baru-baru ini disita banyak baju ber-merek tiruan dari toko 
busana yang punya banyak cabang di Belanda. Seperti di Asia di Belanda pun 
remaja semakin mementingkan merk. Sekalipun tiruan. Faktor resesi ekonomi juga 
memainkan peranan. Demikian Inge van Dongen, pemilik garmen on-line di Belanda. 

Bukan fenoma baru, mungkin sekarang skalanya lebih luas. Di Indonesia sudah 
lama konsumen lebih mementingkan merk. Barang-barang sisa ekspor yang 
diproduksi di Indonesia, biasanya tidak 100% di-ekspor karena ada produk yang 
'rusak'. Kalau sisa produksi itu besar maka dijual ke 'wholesaler'. Kalau 
stocknya kecil di jual ke 'retailer'. Wholesaler dan retailer itu sebagai 
distributor biasanya ada di luar negeri misalnya di Eropa. Mereka biasanya 
menampung sisa ekspor produk dengan kwalitas yang lebih rendah yang disebut 'B 
grade' atau 'kwalitas C'. 

"Tidak jelas bagaimana barang itu diproduksi di Belanda," kata Inge van Dongen. 
"Penjualan barang-brang bermerk-tiruan tentu saja mencemaskan dan merugikan 
sekali pemilik merk tersebut," tambahnya.  
|
Sangat sulit bagi pabrik untuk memenuhi persyaratan merk tersebut. Standar 
kwalitasnya sangat spesifik. Konsumen mendapat jaminan bila membeli merk 
mereka. Harga dan kwalitas yang tidak mengecewakan. 

Produk 'B grade' yang ada di pasar adalah produk dengan kwalitas yang tidak 
bisa dipertanggung-jawabkan. Baik dari segi bahan, pola potong, asesori dan 
sebagainya. Itu semua jelas tidak memiliki standar kwalitas yang diuntut 
pemilik merk. Jadi pemilik merk jelas sangat dirugikan. 

Sebaliknya, bagi konsumen harganya lebih murah. "Apakah konsumen bangga dengan 
merk tiruan yang kwalitasnya rendah ? Misalnya ukuran baju melorot jadi lebih 
besar," tanya Inge van Dongen 

RN : Mengapa merk-merk tiruan sampai dijual oleh toko-roko resmi di Belanda ?
Merebaknya penjualan barang-barang dengan merk tiruan adalah salah satu akibat 
dari resesi ekonomi. Daya beli konsumen menurun. Kosumen yang dulu hanya 
memakai produk 'A grade' melakukan kompromi dengan standar kwalitas yang lebih 
rendah. Jadi faktor daya beli menurun akibat dari dampak resesi ekonomi. 
Konsumen mau tidak mau harus berkompromi dengan kemampuan dan keinginan 
memiliki produk tertentu. 

Apakah konsumen di Belanda seperti halnya di Asia merasa lebih bergengsi 
memakai pakaian ber-merk sekalipun tiruan ?     

ikuti laporan selengkapnya di www.ranesi.nl


* PENGGANTI DSK DARI ASIA DAN ISTRI GADDAFI LARI KE POLANDIA

Christine lagarde, menteri keuangan Prancis yang sekarang, disebut-sebut 
sebagai calon pengganti Dominique Strauss-Kahn sebagai direktur IMF. lagarde 
dipuji oleh banyak kolega Eropanya sebagai orang pintar, tegas, dan charming. 
Tetapi mengajukan seorang Prancis menggantikan bangkir Prancis yang dilibatkan 
skandal seks, tentulah tidak menarik. Selain itu Lagarde juga terlibat skandal 
bank di negaranya. ia dituduh memberi kemudahan kepada jutawan Bernard Tapie, 
bekas pemilik FC Marseille.

Calon dari Asia yang disebut namanya adalah Tharman Shanmugaratnam. Wakil 
perdana menteri sekaligus menteri keuangan Singapura sekarang. Apabila namanya 
diajukan sebagai calon, maka Cina tidak mengajukan calon sendiri. Politisi 
keturunan Tamil yang mewakili minoritas di Singapura ini akan menjadi wakil 
dari Asia Utara dan Selatan yang mewakili sepertiga penduduk dunia. Tapi 
Tharman punya masa lalu yang tidak bersih, tahun 1993 ia membocorkan laporan 
perempat tahunan perkembangan ekonomi di Singapura. Demikian De Volkskrant.

Dari Singapura ke Myanmar. pemerintah Birma memerintahkan pembebasan 14.000 
tahanan, sementara ribuan lainnya mendapat pengurangan hukuman. hal yang baik 
kalu dipikir negara ini sangat tidak menghormati HAM. Tetapi berbagai 
organisasi HAM menolak pemberian amnesti tersebut karena hampir tidak ada 
tahanan politik yang termasuk di dalamnya. Tulis harian NRC Handelsblad.

Dari rutan Insein yang menyimpan banyak tahanan, 2000 dibebaskan tapi hanya 2 
diantaranya tahana politik. Utusan khusus PBB untuk Myanmar mendesak presiden 
Thein Sein untuk membebaskan semua tapol yang jumlahnya mencapai 2200 orang. 
Bahwa Yangoon banyak menjebloskan lawan politik ke penjara adalah alasan 
mengapa banyak negara Barat menerapkan sanksi terhadap negara itu.

Harian Belanda Trouw memberitakan, istri dan anak perempuan pemimpin Libia, 
Moammar Gaddafi, diberitakan telah melarikan diri ke Tunisia. Demikian sejumlah 
sumber dinas intel Tunisia melaporkan. safia gaddafi dan putrinya Aisha tiba 14 
mei lalu bersama sejumlah pengungsi Libia lainnya di Jerba, sebuah pulau di 
tunisia selatan. Kedua perempuan itu tidak datang bersamaan dengan direktur 
perusahaan minyak Libia Syokri Ghanem, yang dikatakan membelot.

Sementara itu sumber-sumber lain di Tunisia mengatakan, Muhammad el-Gaddafi, 
putra tertua pemimpin Libia memang dirawat di Jerba karena sakit. Karena itu 
ibu dan adiknya datag ke Jerba. Tetapi saat ini istri dan putri Gaddafi sudah 
meneruskan penrjalanan ke Warsawa, Polandia. Tidak jelas mengapa negara di 
eropa Timur ini menjadi pilihan keluarga Gaddafi. Berita ini juga dikuatkan 
oleh pihak oposisi Libia. 

Dokter-dokter gigi di Belanda cemas karena kondisi gigi anak-anak belanda di 
bawah lima tahun memburuk. banyak anak-anak yang menderita karena gigi susu 
mereka rusak, akibat kebanyakan makan yang manis-manis. Orangtua mereka sering 
terlambat melaporakn hal ini, sehingga seringkali dokter harus mencabut hampir 
semua gigi susu sebelum waktunya, atau membungkusnya dengan sejenis lapisan 
apabila masih bisa diselamatkan.

Anak-anak dengan gigi rusak ini datang dari kelas menengah ke bawah, tapi juga 
dengan orangtua berpendidikan tinggi. Kebanyakan mereka diberi terlalu banyak 
permen dan tidak bisa menyikat gigi dengan baik. Orangtua biasanya malas 
meneliti apakah anaknya sudah menyikat gigi dengan baik, padahal hingga usia 10 
tahun orangtua diminta untuk membantu sewaktu sang anak menyikat gigi.

Demikian Algemeen Dagblad dan sekian tinjauan pers.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.rnw.nl/id/bahasa-indonesia

Anda bisa berhenti berlangganan dengan mengirim email ke:
[email protected]

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[email protected]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke