--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Jumat 24 Juni 2011 14:50 UTC ** INDONESIA DIDESAK CABUT LEGALISASI SUNAT PEREMPUAN ** INDONESIA COBA ATASI KONFLIK BIOSKOP ** KERUGIAN BENCANA JEPANG TAK SEBANYAK PERKIRAAN ** GEMA WARTA TOPIK TINJAUAN PERS: KISAH RUYATI BINTI SATUBI SAMPAI DI BELANDA ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: MEREKA DISETRUM, MEREKA ANAK-ANAK ** GEMA WARTA TOPIK BELANDA: PERTAHANKAN RADIO NEDERLAND! ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: BERTENTANGANKAH MORATORIUM TKI DENGAN FREE OF MOVEMENT? * INDONESIA DIDESAK CABUT LEGALISASI SUNAT PEREMPUAN Berbagai kelompok HAM, termasuk Amnesty Internasional, mendesak Indonesia mencabut peraturan yang melegalisasi sunat perempuan di nusantara. Para aktivis HAM meminta pemerintah menarik keputusan yang dikeluarkan kementerian kesehatan pada bulan November. Keputusan ini memberi otorisasi kepada pekerja medis profesional tertentu untuk melaksanakan prosedur penyunatan bayi perempuan. "Kami sangat kecewa dengan keputusan menteri. Sunat merupakan bentuk pelecehan terhadap perempuan," kata Aditiana Dewi Eridani dari Pusat Pendidikan dan Informasi Islam dan Hak-hak Perempuan. "Ini adalah langkah mundur untuk perlindungan hak-hak perempuan di negeri ini." Amnesty mengatakan keputusan tersebut melanggar beberapa hukum Indonesia tentang hak asasi manusia, perlindungan anak dan diskriminasi terhadap perempuan. "Mutilasi genital perempuan merupakan bentuk kekerasan terhadap perempuan yang harus diberantas," kata jubir Amnesty dalam sebuah pernyataan. Praktek ini "menimbulkan rasa sakit dan penderitaan perempuan dan anak perempuan, dan karenanya melanggar larangan mutlak penyiksaan dan perlakuan buruk." "Mutilasi Alat Kelamin Perempuan juga mendorong stereotipe diskriminatif tentang seksualitas perempuan," tambah Amnesty. Direktur departemen kesehatan, Ina Hernawati, mengatakan kepada koran Jakarta Globe bahwa keputusan tidak melegitimasi sunat perempuan. "Kami tidak mentolerir praktek. Jika orang tua datang ke bidan, kita meminta bidan untuk menjelaskan bahwa sunat perempuan secara medis tidak berguna," demikian katanya. Tapi dia mengatakan, banyak orang tua ingin bayi perempuan mereka disunat atas alasan agama dan dalam kasus-kasus seperti itu lebih baik jika itu dilakukan oleh "pekerja kesehatan terlatih daripada oleh dukun sembarangan." Dia juga menolak ide bahwa sunat perempuan adalah bentuk mutilasi genital. "Khitan hanya melukai sedikit kulit," katanya. Amnesty mengatakan, orang tua Indonesia biasanya ingin anak mereka disunat atas alasan agama atau kesehatan, atau untuk menekan seksualitas anak perempuan mereka ketika dewasa. * INDONESIA COBA ATASI KONFLIK BIOSKOP Pemerintah Indonesia mengambil satu langkah maju untuk menyelesaikan perselisihan pajak dengan importir film Hollywood. Awal tahun ini, pemerintah mengatakan akan mendesak importir film untuk membayar bea masuk lebih tinggi untuk film impor dan memaksa mereka untuk melunasi royalti puluhan tahun yang belum dibayar - lebih dari $ 30 juta. Importir besar di Indonesia membalas langkah ini dengan membatasi jumlah film Hollywood yang masuk ke Indonesia. Akibatnya, penonton bioskop Indonesia disuguhi film-film "aneh" - mulai dari film Cina, sampai horor dalam negeri yang penuh adegan erotis "Beberapa film harus dinikmati di bioskop ... jadi saya harap pemerintah dan importir film dapat menyelesaikan masalah ini segera," ujar Johannes Prayudhi, seorang akuntan berusia 31 tahun. "Musim liburan tiba dan kami menunggu Harry Potter dan Transformers muncul di bioskop." Kali ini kabar menggembirakan datang untuk ribuan penggemar bioskop. Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan bahwa sistem perpajakan akan disederhanakan sehingga tidak ada pembayaran royalti. Sebelumnya, tiap mengimpor, ada royalti per film, serta royalti per tampilan (tiap kali diputar). Peraturan baru tidak memiliki pembayaran royalti, namun bea impor yang lebih tinggi. "Dengan mengubah sistem pajak impor, kami berharap film impor dapat kembali lagi," tambahnya. Seorang juru bicara untuk rantai bioskop Cineplex 21, dimiliki oleh importir film Hollywood Subentra Group, menolak mengomentari apakah pihaknya akan melanjutkan kembali impor Hollywood mengikuti peraturan baru. Kelangkaan film blockbuster ini mendorong penggemar film mengambil langkah lain, seperti membeli DVD bajakan yang booming dan bisa ditemukan di pinggir jalan di seluruh nusantara. * KERUGIAN BENCANA JEPANG TAK SEBANYAK PERKIRAAN Pemerintah Jepang memperkirakan bahwa biaya bencana alam gempa bumi dan tsunami Maret lalu mencapai 147 miliar euro. Itu jauh lebih sedikit dari perkiraan sebelumnya. Sampai sekarang Jepang memiliki dana bencana alam senilai 218 miliar euro. Sejumlah besar rumah rusak parah atau runtuh akibat bencana alam. Kerusakan berat juga terjadi pada jalan, pelabuhan, wilayah industri dan infrastruktur lain di pantai timur Jepang. Mengapa biaya yang dibutuhkan lebih rendah dari perkiraan, masih belum jelas. Namun dalam perhitungan terbaru tersebut biaya untuk menangani krisis nuklir belum dihitung, karena masalah di pusat tenaga nuklir Fukushima belum berakhir. Gempa bumi dan tsunami 11 Maret di Jepang menewaskan 23.000 orang. * MISI BELANDA DI LIBIA DIPERPANJANG TIGA BULAN Parlemen Belanda de Tweede Kamer memberikan persetujuan akhir untuk memperpanjang kontribusi Belanda dalam misi NATO di Libia. Beberapa bulan terakhir, Belanda telah membantu embargo PBB dan turut menjalankan no-fly zone di atas wilayah udara Libia. Partisipasi Belanda dalam misi ini hanya diperpanjang tiga bulan. Partai koalisi VVD (liberal-konservatif) dan CDA (kristen demokrat), serta partai oposisi PvdA (sosial-demokrat), D66 (demokrat), Groenlinks (kiri hijau) dan Christenunie (kristen) semua akhirnya menyetujui hal ini. Partai kiri hijau Groenlinks menentang penghentian misi Maret lalu, namun mereka menyatakan, sekarang tak ada kejelasan mengenai tujuan dan strategi misi. Menurut jubir Groenlinks Mariko Peters, "Keputusan ini sangat penting bagi sebuah negara kecil yang tak punya kekuatan untuk mempengaruhi keputusan negara-negara besar. Yang penting sekarang adalah memfokuskan diri menangani solusi politik dan rencana pasca konflik. Bahwa korban sipil akan menerima kompensasi dan kerusakan fisik akan dibayar jika perang selesai." PvdA dan PVV - yang mendukung kabinet minoritas VVD-CDA - menentang perpanjangan misi. * PEMBERONTAK BENGHAZI BEKERJA SAMA DENGAN PEMBERONTAK TRIPOLI Pemberontak Libia di Benghazi diam-diam berdiskusi dengan gerakan pemberontak di Tripoli. Menurut BBC mereka berdiskusi menggunakan telepon satelit dan Skype mengenai strategi menurunkan rezim Gaddafi. Seorang juru bicara dari gerakan pemberontak di Benghazi menyatakan, mereka berkontak tiap hari dengan sekitar 100 pemberontak di Tripoli. Pemberontakan di Tripoli pasti terjadi, pertanyaannya hanya "kapan," katanya. Para pemberontak khawatir bahwa perubahan rezim identik dengan pertumpahan darah. Karena itulah, gerakan pemberontak Tripoli berusaha meyakinkan para pemimpin politik dan pejabat militer untuk mendukung mereka. * KELUARGA MUMBAI TOLAK GUSURAN Di Mumbai sebuah keluarga India menolak pindah dari rumah mereka yang digusur untuk membuat jalan apartemen mewah yang baru dibangun oleh miliarder Amerika Serikat Donald Trump. Keluarga Panvalkar mengatakan mereka tidak akan pindah dari flat mereka di sebuah gedung yang akan dibongkar untuk membuat jalan ke blok menara apartemen. Mereka mengklaim bahwa mitra lokal Trump menolak memberi mereka akomodasi alternatif. Properti perusahaan Rohan Lifescapes membantah tuduhan, bersikeras bahwa mereka telah menawarkan untuk memindahkan keluarga sementara, sampai kompleks baru selesai. Jika proyek selesai mereka akan mendapatkan sebuah apartemen baru, demikian Mumbai Mirror melaporkan. Pihak Trump sama sekali tidak mau berkomentar soal hal ini. * DUA BOM MELEDAK DI MYANMAR Dua bom meledak di ibukota Myanmar dan pusat kota Mandalay Jumat (24/06). Ledakan pertama menghancurkan sebuah mobil dekat pasar utama Mandalay lama. Tidak ada korban ditemukan, meskipun penduduk setempat melaporkan ada dua orang yang terluka. Tak lama setelah ledakan terjadi, sebuah rumah tak terpakai di ibukota Naypyidaw juga dibom, kata seorang pejabat yang tidak mau disebutkan namanya. Tidak jelas apa jenis bahan peledak yang digunakan. Negara yang didominasi militer tersebut dikejutkan beberapa ledakan bom beberapa tahun terakhir, yang berwenang menyalahkan kelompok pengasingan bersenjata atau pemberontak etnik minoritas. Sebuah ledakan di kereta penumpang di dekat ibukota bulan lalu menewaskan dua orang dan melukai sembilan lainnya. Pihak berwenang menyalahkan pemberontak etnis minoritas Karen. * KISAH RUYATI BINTI SATUBI SAMPAI DI BELANDA Tiga koran besar belanda mengangkat cerita Ruyati binti Satubi, TKW Indonesia yang dihukum mati di Arab saudi karena membunuh majikannya yang berusia 70 tahun dengan pisau dapur. Ruyati melakukan hal tersebut karena sang majikan tidak mengijinkannya pulang ke Indonesia, menguncinya di dalam rumah dan memperlakukannya di luar kemanusiaa. Ruyati dieksekusi Sabtu lalu di Arab Saudi. Harian De Volkskrant menulis eksekusi itu tidak bisa dicabut lagi. Yang bisa dilakukan pemerintah Indonesia hanya memprotes. Presiden Susilo bambang Yudhoyono mengecam keras pemerintah Saudi yang dinyatakannya "melanggar semua aturan dan norma internasional." Selain itu SBY juga mengumumkan moratorium, tidak ada TKI yang dikirim ke Saudi mulai 1 Agustus mendatang hingga ditandatangani aturan yang melindungi para TKI di negara itu. Eksekusi Ruyati membangkitkan kembali rasa anti-Saudi di kalangan masyarakat Indonesia. Negara itu dicap sebagai 'neraka untuk para TKI.' Saat ini ada sekitar 700.000 TKI Indonesia bekerja di Arab Saudi. Puluhan ribu TKW kembali ke Indonesia dengan cerita-cerita penyiksaan dan penganiayaan. Sebagian malah tidak kembali sama sekali. Tidak jarang para TKW ini dibunuh majikannya. Ratusan yang melarikan diri ditangkap dan dijebloskan ke penjara, dan tidak dapat pulang ke Indonesia karena paspor mereka ditahan sang majikan. Sementara koran Trouw menulis, sudah bertahun-tahun pemerintah Arab Saudi dikiritik karena tidak memperlakukan para tenaga kerja asing secara manusiawi. 'Sepertinya aku bukan manusia', demikian judul laporan yang dikeluarkan organisasi HAM Human Rights watch tahun 2008. ketika itu ditulis banyak para pekerja domestik yang tidak dibayar gajinya, atau mendapat gaji sangat rendah, tidak pernah mendapat libur atau istirahat dan sering harus menghadapi kekerasan fisik dan mental bahkan seksual. Saat ini ada 22 orang warga Indonesia yang mendekam di penjara Arab saudi menunggu eksekusi mereka. Posisi hukum mereka di negara konservatif ilsma ini sangatlah lemah. Pemerintah indonesia juga dituduh kurang memperhatikan nasib warganya di negara tersebut. SBY telah memanggil pulang dubesnya di Riyadh untuk berunding, dan mengajukan protes keras kepada pemerintah Saudi.Tapi langkah SBY ditertawakan banyak pihak terutama para aktivis HAM Indonesia. "SBY mengatakan bahwa ia sangat khawatir. Tapi kata itu digunakannya untuk setiap persoalan." Harian NRC Handelsblad memuat foto kedua anak Ruyati, Irwan Setiawan dan Evi Kurniawati yang menangis dan memperlihatkan foto ibu mereka yang telah tiada. Keduanya sudah berulang kali meminta bantuan berbagai instansi pemerintah untuk menyelamatkan ibu mereka, tapi tidak ada satu pejabat pun yang tergerak untuk menolong. sampai Sabtu lalu mereka mendapat berita ibunya telah dihukum pancung dengan pedang. Arab Saudi memang dinyatakan sebagai tempat asal peradaban Islam, tapi kedua anak Ruyati menentang hal tersebut. "mereka mengatakan bahwa itu adalah tanah suci, tetapi mengapa semua PRT di sana dilecehkan secara seksual dan dianiaya?" Apalagi cara sadis yang dijatuhkan terhadap ibu mereka, memancung kepala dengan pedang. Anak Ruyati mencontoh Australia yang tidak mau lagi mengirim ternak mereka ke Indonesia karena disembelih tanpa dibius. "Australia memperlakukan hewan ternak seperti manusia. Tetapi di Arab Saudi mereka memperlakukan manusia seperti binatang." Saat ini keluarga Ruyati sedang berusaha untuk mendatangkan jasadnya ke indonesia. Tetapi Ruyati telah dikubur, dan di Arab saudi orang dimakamkan tanpa ditandai dengan batu nisan. Anak-anak Ruyati tidak tahu di mana ibu mereka dikubur. Demikian tinjauan pers. * MEREKA DISETRUM, MEREKA ANAK-ANAK Myrtille van Bommel Saya dibangunkan dengan lampu senter menyala, mengarah ke mata, kenang Mahmoud. Setelah itu matanya langsung ditutup oleh polisi. Dalam perjalanan ia ditempeleng. "Mereka memukul sangat keras dan saya sangat takut." Kesaksian Mahmoud memperlihatkan bagaimana tentara Israel di daerah pendudukan Palestina memperlakukan anak-anak usia 12 - 17 tahun, kata Gerard Horton. Ahli hukum dari organisasi Perlindungan Anak-Anak "Defence for Children" meminta perhatian Belanda atas nasib 200an anak-anak Palestina yang tiap tahun dipenjara. Mereka dituduh melakukan pelemparan batu terhadap tentara atau warga sipil Israel. Orang tua kadang-kadang tidak tahu di mana anaknya disekap. >>"Di dalam ruangan interogasi, penutup mata dibuka, tapi tangan tetap diikat. >>Beberapa laporan menunjukkan si anak didorong hingga terjatuh dari kursi. >>Saat bersamaan petugas berteriak keras, memaksa dia mengaku," ujar Horton. Sejumlah interogator dituduh melakukan intimidasi seksual atau menyetrum si anak dengan listrik. Sampai sekarang pengacara belum terlihat mendampingi anak. Melempar batu dikenai hukuman dua pekan sampai tiga bulan penjara. Di dalam sel mereka tak boleh kontak dengan keluarga. Paling-paling cuma satu kali telepon. Menurut penelitian, dampak atas anak luar biasa menyedihkan. Tapi situasi ini bukan monopoli anak-anak Palestina. Kondisi serupa juga terjadi di negara-negara berkembang. >>"Penyelewengan hak-hak anak sering terjadi. Misalnya, ketidakjelasan mengapa >>seorang anak ditahan. Tidak jelas pula apakah orang tua dilibatkan dalam >>proses atau mereka tahu di mana anak mereka di penjara. Banyak anak di >>penjara yang tak ramah anak. Kadang-kadang penuh pula," kata Ton Liefaard, >>ahli hukum perlindungan anak. Yang sering ditangkap di negara-negara berkembang adalah anak-anak jalanan. Mereka sudah lama tidak ke sekolah, atau anak-anak yang tak lagi diawasi orang tua. Mereka melakukan kejahatan kecil atau menggunakan obat bius, tapi dihukum sebagai orang dewasa. Di dunia, ada delapan juta anak-anak yang punya masalah hukum. Setidaknya satu juta anak dihukum penjara. >>"Ini masalah terbesarnya: mereka seperti tidak terlihat. Anda tak bisa lagi >>melihat mereka ketika mereka dipenjara. Mereka solah-olah kurang penting >>karena mereka anak-anak," tukas Ton. Di Belanda dan kebanyakan negara-negara Barat dibentuk sebuah penjara khusus untuk anak-anak. Anak-anak yang dipenjara punya hak berhubungan dengan orang tuanya dan pengacara. Mereka juga berhak atas pendidikan. Sekalipun begitu, anak-anak diupayakan untuk tidak dihukum dalam bentuk hukuman penjara. * PERTAHANKAN RADIO NEDERLAND! Siaran dalam sepuluh bahasa, lewat radio, stasion mitra, website dan HP: Radio Nederland memiliki jangkauan luas dan jauh. Masa deoan Radio Nederland menjadi tidak menentu akibat penghematan besar. Dukungan muncul dari berbagai penjuru dunia. Delapan sosok penting dunia angkat bicara: Richard Goldstone (Zuid-Afrika) Oud-rechter, oud-hoofdaanklager van het Joegoslavietribunaal (ICTY), leidde het VN-onderzoek naar de Gaza-oorlog, over de International Justice-website van de Wereldomroep: 'Ik zeg tegen de Nederlandse politici: het is in het belang van Nederland en de Nederlanders dat jullie land toonaangevend blijft op het gebied van internationaal recht. En om eerlijk te zijn denk ik ook dat het voor Nederland financieel gunstig is. Elk jaar komen duizenden mensen naar Den Haag. Daarbij profiteert Nederland ook nog van de positieve publiciteit die de berichtgeving rond alle organisaties van internationaal recht oplevert.' *originele quote zie beneden Mantan hakim, mantan Kepala Jaksa Pengadilan Yugoslavia (ICTY), memimpin penyelidikan PBB ke dalam Perang Gaza, Internasional Keadilan situs Web Radio: "Saya katakan kepada para politisi Belanda: itu adalah dalam kepentingan Belanda dan Belanda yang negara Anda tetap menjadi pemimpin dalam bidang hukum internasional. Dan jujur saja, saya yakin secara finansial bermanfaat bagi Belanda. Setiap tahun ribuan orang ke Den Haag. Mengambil keuntungan dari Belanda publisitas juga positif bahwa pelaporan semua organisasi hukum internasional. "* kutipan Original lihat di bawah Nikolaos van Dam (Nederland) Oud-ambassadeur van Nederland in Indonesie, Duitsland en Syrie: 'Voortzetting van de activiteiten van de Wereldomroep in het Indonesisch is zonder meer belangrijk voor onze bilaterale betrekkingen. Hiermee bereiken we een groot deel van de Indonesische bevolking over de gehele archipel. De daarin vervatte dimensie van directe contacten tussen onze beide bevolkingen en landen is een belangrijk goed en het zou voor beide partijen een groot verlies zijn wanneer deze verloren ging. In mijn tijd als ambassadeur in Indonesie (2005-2010) heb ik veelvuldig gemerkt hoezeer de uitzendingen van RNW in Indonesie werden gewaardeerd en verder konden bijdragen aan wederzijds begrip.' Mantan duta besar Belanda di Indonesia, Jerman dan Suriah: "Kelanjutan dari kegiatan Radio dalam bahasa Indonesia tentu penting untuk hubungan bilateral kita. Ini kita memperoleh sebagian besar penduduk Indonesia di seluruh nusantara. Terkandung dalam dimensi kontak langsung antara kedua bangsa dan negara merupakan aset penting bagi kedua belah pihak dan itu akan menjadi kerugian besar jika mereka kalah. Pada waktu saya sebagai duta besar di Indonesia (2005-2010) saya sering melihat bagaimana RNW disiarkan di Indonesia yang dinilai dan selanjutnya bisa memberikan kontribusi untuk saling pengertian. " Adolfo Perez Esquivel (Argentinie) Kreeg in 1980 de Nobelprijs voor de Vrede vanwege zijn steun tijdens de dictatuur-Videla voor de familieleden van slachtoffers van de Vuile Oorlog: 'Ik verhef mijn stem en span me tot het uiterste in om de Nederlandse regering te overtuigen van de kracht van Radio Nederland Wereldomroep en van de waarde van het werk dat men daar verricht, iets wat niet verloren mag gaan.' Menerima Hadiah Nobel Perdamaian 1980 atas dukungan selama kediktatoran Videla untuk keluarga korban Perang Kotor: "Saya mengangkat suara saya dan peregangan diri untuk membatasi untuk meyakinkan pemerintah Belanda kekuatan Radio Nederland Wereldomroep dan nilai dari pekerjaan yang satu di luar sana, sesuatu yang tidak boleh hilang." Willem Sools (Nederland) Werd in 2008 bijna vier maanden met een collega in gijzeling gehouden door Somalische ontvoerders: 'Tijdens de hele periode hebben we regelmatig naar een klein wereldontvangertje kunnen luisteren, ook naar de Wereldomroep. Ik wilde jullie bedanken, ook al wisten jullie niet dit niet. Ik heb van alles meegekregen over Nederland. Interviews, documentaires, het nieuws en rond de feestdagen typische Hollandse verhalen over Sinterklaas en Kerst, geweldig. Ik heb veel kracht kunnen putten uit jullie uitzendingen, bedankt daarvoor.' Pada tahun 2008, hampir empat bulan dengan kolega disandera oleh penculik Somalia: "Selama seluruh periode, kami menghadiri sebuah dunia kecil penerima dapat mendengarkan Radio juga. Saya ingin mengucapkan terima kasih meskipun Anda tidak tahu ini. Saya telah mewarisi semua Belanda. Wawancara, dokumenter, dan berita tentang kisah liburan khas Belanda tentang Santa Claus dan Natal, bagus. Aku bisa menggambar kekuatan besar dari siaran Anda, terima kasih untuk itu. " Mohamed el-Alaggi (Libie) Minister in de Nationale Raad, de overgangsregering van tegenstanders van de Libische leider Muamar Kadhafi: 'We vergeten nooit dat de Wereldomroep een van de eerste omroepen was die in Benghazi arriveerden na het begin van de revolutie. Mohammed Abdulrahman en Hans Jaap Melissen hebben bijzonder goed werk gedaan. En Omar Elkeddi ook vanuit Hilversum. Dat wordt voor altijd gegraveerd in de geheugen van het Libische volk en wellicht is het ook de reden waarom we Nederland niet verwijten dat ze de Raad nog niet erkent.' Menteri dalam Dewan Nasional, pemerintah transisi penentang pemimpin Libya Muamar Gaddafi: "Kami tidak pernah melupakan bahwa salah satu penyiar Radio pertama tiba di Benghazi setelah awal revolusi. Mohammed Abdul Rahman dan Hans Jaap Melissen memiliki pekerjaan yang sangat baik. Dan Omar Elkeddi juga dari Hilversum. Yang selamanya terukir dalam memori rakyat Libya dan mungkin merupakan alasan mengapa kita tidak menyalahkan mereka Dewan Belanda tidak mengakui. " Cees Nooteboom (Nederland) Schrijver en dichter, Nootebooms werk is in vele talen vertaald: 'Ik heb veel door de wereld gereisd en altijd naar de Wereldomroep geluisterd, en nu snijden ze erin, maken ze haar dood. Het is voor mij net zo'n drama als voor u. Ze hebben geen idee van het belang van sommige zaken die je niet in geld kunt uitdrukken. Ik begrijp deze regering gewoon niet.' Penulis dan penyair, pekerjaan Nooteboom telah diterjemahkan ke banyak bahasa: "Saya telah bepergian secara luas di seluruh dunia selalu mendengarkan Radio, dan sekarang mereka potong itu, membuat kematiannya. Bagi saya itu adalah sebanyak tragedi bagi Anda Mereka tidak tahu pentingnya beberapa hal yang tidak bisa mengungkapkan dengan uang. Aku hanya tidak mengerti pemerintah ini. " Lulu (China) Publiek steun betuigen aan een buitenlandse nieuwsorganisatie is niet erg gebruikelijk in China. Toch laat het publiek van de Chineestalige website van zich horen. Onder wie de 29-jarige Lulu uit Chengdu: 'Jullie zijn heel belangrijk. Jullie laten Chinezen een andere geluiden horen. Jullie hebben een venster geopend voor mensen in een land waar geen persvrijheid is.' Publik mendukung organisasi berita asing tidak sangat umum di Cina. Namun, penonton dari situs Cina-bahasa mengaduk. Termasuk 29 tahun Lulu dari Chengdu: "Anda sangat penting. Anda memiliki suara Cina atau lainnya. Anda memiliki jendela untuk orang-orang di negara di mana tidak ada kebebasan pers. " * BERTENTANGANKAH MORATORIUM TKI DENGAN FREE OF MOVEMENT? Indonesia melakukan moratorium pengiriman TKI ke Arab Saudi mulai 1 Agustus mendatang. Presiden SBY menghimbau agar warga Indonesia patuh dan mendukung kebijakan yang dilancarkan tersebut. Apakah penghentian tenaga kerja itu tidak melanggar prinsip dasar Free of Movement? Bukankah setiap warga negara bebas pergi kemanapun yang dia suka? Ikuti keterangan Hikmahanto Juwana, pakar hukum internasional kepada Radio Nederland Kalau menyinggung soal Free of Movement, tentu setiap warganegara bebas pergi kemana saja yang diinginkan. Tetapi perlu diperhatikan bahwa Free of Movement adalah bagi warga negara yang dapat melindungi dirinya. "Jadi bagi warga negara kelas atas, mereka yang punya ketrampilan dalam menjalankan pekerjaan. Tentu kita tidak bisa larang." Moratorium ini, menurut Hikmahanto perlu dilakukan pemerintah Indonesia dalam rangka melindungi warga negaranya yang dari segi pendidikan hanya dapat memanfaatkan ketrampilannya menjadi pembantu rumah tangga. Hikmahanto melanjutkan, moratorium itu tidak melanggar prinsip dasar Free of Movement, karena itu pertama sifatnya sementara dan dikehendaki publik Indonesia serta dalam rangka melindungi warga negara Indonesia yang bekerja di sektor informal di Arab Saudi. "Tetapi kalau misalnya kita biarkan mereka tetap pergi ke Arab Saudi dan kemudian terjadi penganiyaan terhadap mereka, itu kan ujung-ujungnya nya negara juga yang memiliki tanggungjawab untuk melindungi." Jadi menurut Hikmahanto, negara harus memastikan bahwa negara yang dituju itu betul melakukan pembenahan. Contohnya Amerika akan mengeluarkan travel warning terhadap warganya yang ingin melakukan perjalanan ke tempat-tempat yang dianggap tidak aman. "Tapi kalau kita bicara dalam jumlah banyak untuk mengirim tenaka kerja ke sektor informal, maka mereka punya kerentanan dan kita harus tegas. Kita harus keras terhadap pemerintah yang menerima para tenaga kerja itu. Kita kan tidak akan rela jika warga negara Indonesia harus mengalami penderitaan. Sementara publik di Idnonesia juga tidak bisa terima itu. Jadi pemerintah harus bisa mengambil sikap." Tidak Dilarang Pada prinsipnya siapapun boleh pergi bekerja ke Arab Saudi, tetapi harus dijaga agar jangan sampai nantinya ada tenaga kerja ilegal. Kalau di sektor formal seperti misalnya bidan dan sebagainya maka arus itu tidak akan ditutup. Penutupan ini dilakukan bagi warga Indonesia yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga. "Mereka kan nantinya akan bekerja di satu rumah dan mereka akan terputus hubungan dengan temannya, dengan keluarga dan sanak saudara dan juga pihak kedutaan dan KJRI sehingga perlindungan mereka sangat rentan." Singkat kata, moratorium itu diberlakukan terhadap agen-agen tenaga kerja Indonesia yang bertindak sebagai penengah. Kalau warga negara itu memang mau berangkat dengan risiko sendiri maka hal itu tidak akan dilarang. "Kita tidak punya hak untuk melarang mereka, karena ada hak Free of Movement. Yang di mortoarium kan itu bukan larangan terhadap tenaga kerja atau warga negera yang mau bepergian ke luar negeri. Yang dilarang pengiriman yang dilakukan oleh agen dari Indonesia dan kemudian bekerja sama dengan agen di Indonesia. Itu dihentikan, tidak boleh lagi begitu." --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.rnw.nl/id/bahasa-indonesia Anda bisa berhenti berlangganan dengan mengirim email ke: [email protected] Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [email protected] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
