---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Kamis 08 Maret 2001 14:40 UTC



** GUS DUR KUNJUNGI SAMPIT

** TALIBAN TETAP AKAN MUSNAHKAN PATUNG PATUNG NON ISLAM

** TRIBUNAL YUGOSLAVIA TERANCAM JADI KELOMPOK AMATIRAN

** SHARON RESMI PERDANA MENTRI ISRAEL

** TOPIK GEMA WARTA: SIAPA YANG AKAN BUNUH XANANA GUSMAO HARUS SIAP
TERIMA RISIKO DIBUNUH

** TOPIK GEMA WARTA : KONFLIK NU MUHAMMADIYAH DIKHAWATIRKAN MAKIN
MENAJAM



* GUS DUR KUNJUNGI SAMPIT


Presiden Abdurrahman Wahid tiba di Kalimantan Tengah. Antara lain,
Gus Dur mengunjungi Sampit, tempat pecahnya kerusuhan antar suku tiga
minggu silam. Sejak itu, sekitar 400 orang Madura tewas oleh tindak
kekerasan orang Dayak. Sekitar 50 ribu orang Madura sudah diungsikan
dari Kalimantan Tengah. Pekan silam Presiden Wahid dikecam keras
karena tidak bersedia menghentikan perlawatannya ke luar negeri
ketika pecah kerusuhan di Kalimantan Tengah.


* TALIBAN TETAP AKAN MUSNAHKAN PATUNG PATUNG NON ISLAM

Rejim Taliban di Afganistan tidak akan memperdulikan kritik luar
negeri terhadap rencananya untuk memusnahkan patung-pantung non Islam
yang ada di negeri itu. Demikian pernyataan Menteri Luar Negeri
Afganistan Wakil Ahmad Mutawakel. Ucapan ini keluar sebagai reaksi
atas kedatangan delegasi Jepang ke Afganistan yang mendesak rejim
Taliban untuk tetap memelihara dua patung Budha raksasa yang terkenal
di seluruh dunia. Utusan khusus UNESCO, Organisasi Kebudayaan PBB
yang bertugas mengawasi warisan budaya internasional, pekan ini juga
akan berkunjung ke Afganistan untuk mencegah pemusnahan patung Budha
raksasa itu.


* TRIBUNAL YUGOSLAVIA TERANCAM JADI KELOMPOK AMATIRAN

Tribunal Yugoslavia di Den Haag terancam akan menjadi kelompok
amatiran karena menunjuk hakim-hakim yang sedikit pengalamannya.
Demikian penjelasan Graham Blewitt, wakil jaksa utama Tribunal.
Menurut Blewitt hakim-hakim yang pekan depan akan ditunjuk oleh PBB
tidak memiliki pengalaman tepat untuk bisa memimpin sidang pengadilan
yang lama dan rumit. Kemungkinan sidang pengadilan yang dipimpin oleh
akademisi tidak berpengalaman disebut Blewit sebagai bencana total.
Sementara itu, Tribunal Yugoslavia tetap akan harus mengadili
tokoh-tokoh kelas berat seperti mantan presiden Slobodan Milosevic
dan mantan pemimpin Serbia Radovan Karadzic.


* SHARON RESMI PERDANA MENTRI ISRAEL

Knesset, yaitu, parlemen Israel, menyumpah Ariel Sharon, pemimpin
partai Likud, sebagai perdana mentri Israel yang baru. 72 suara
menyatakan kepercayaan mereka pada pemerintah baru dibawah Sharon,
dan 21 suara menyatakan tidak percaya. Sharon menggantikan Ehud
Barak, yang kalah besar pada pemilihan bulan lalu. Dalam pidatonya di
muka parlemen, Sharon meminta Palestina menghentikan semua kekerasan.
Bila aksi kekerasan berhenti, baru Israel bersedia melanjutkan
pembicaraan perdamaian. Sharon menyebut Yerusalem sebagai ibukota
Israel yang abadi. Namun ia tidak menyebut Kesatuan Yerusalem,
walaupun pada naskah pidatonya istilah itu ada.
Selanjutnya Perdana Menteri Israel yang baru ini mengatakan ingin
membuat perjanjian dengan Libanon dan Suriah.
Sharon yang berusia 73 tahun ini menjadi kepala pemerintahan koalisi
yang terdiri dari 7 partai, 26 mentri dan 12 mentri muda. Pemerintah
Sharon yang baru ini adalah yang paling besar dalam sejarah Israel.
Presiden Amerika Serikat George W. bush mengucapkan selamat kepada
Sharon dan  mengundangnya ke Gedung Putih, 20 Maret mendatang.


* KEBAKARAN DI SEKOLAH DI NIGERIA

Sekurang-kurangnya 27 murid sekolah meninggal akibat kebakaran di
bangsal tidur sebuah sekolah putri. Puluhan terluka. Baru sekarang
diketahui, bahwa kebakaran di kota Jos, di Nigeria bagian tengah itu
terjadi awal pekan ini. Menurut saksi mata para korban terkunci di
dalam bangsal tidur ketika terjadi kebakaran. Pimpinan sekolah
mengunci bangsal tidur, agar murid-murid putri tidak meninggalkan
bangsal mereka dan menemui murid-murid pria dari bangsal tidur yang
letaknya berdekatan.


* PASUKAN ETHIOPIA DITARIK MUNDUR

Semua pasukan Ethiopia di zona keamanan antara Ethiopia dan Eritrea
ditarik mundur. Demikian diumumkan oleh Pasukan Perdamaian PBB UNMEE
setelah mengadakan pemeriksaan di wilayah ini. Berlawanan dengan
perjanjian, pasukan-pasukan Eritrea belum ditarik dari zona itu.
Pemerintah Eritrea menjelaskan untuk sementara tidak akan menari
mundur pasukan-pasukan mereka karena tidak setuju dengan peta zona
keamanan yang baru dibuat. Zona keamanan selebar 25 kilometer itu
baru resmi bila sudah bebas dari pasukan Ethiopia dan Eritrea.
Pembentukan zona keamanan ini adalah hasil perjanjian perdamaian
antara Ethiopia dan Eritrea. Satu per empat dari pasukan perdamaian
UNMEE trerdiri dari tentara Belanda, mereka akan mengawasi
pelaksanaan perjanjian itu.


* IRA BERSEDIA LANJUTKAN PEMBICARAAN

Pasukan IRA dari Irlandia menyatakan bersedia melanjutkan pembicaraan
dengan komisi internasional yang mengawasi pelucutan senjata
kelompok-kelompok yang bermusuhan di Irlandia Utara. Juni tahun lalu,
IRA meninggalkan meja runding. Gerakan teror ini mengajukan syarat,
pemerintah Inggris harus mematuhi perjanjian yang dibuat Mei tahun
lalu.
Pernyataan IRA ini datang bersamaan waktu dengan perjumpaan P.M.
Inggris Tony Blair dengan rekannya Bertie Ahern di Belfast untuk
berbicara dengan pihak-pihak yang bertikai.
Masalah pelucutan senjata ini menghambat pelaksanaan perjanjian Jumat
Agung 1998. Tahun lalu masalah pelucutan senjata IRA ini mengguncang
kesatuan dewan Katholik dan Protestan.


* PENCURIAN BAHAN PELEDAK DI PERANCIS

Gerakan separatis Baskia ETA, Rabu malam mencuri 1,6 ton bahan
peledak dari gudang penyimpanan di Grenoble, Prancis. Dari tempat
sama dicuri pula 20 ribu peletup. Satuan komando yang melakukan
pencurian itu terdiri dari 10 orang berkedok. Satu berhasil
ditangkap.


* SIAPA YANG AKAN BUNUH XANANA GUSMAO HARUS SIAP TERIMA RISIKO
DIBUNUH

Di Dili, terjadi upaya pembunuhan terhadap calon presiden Timor
Lorosa'e, Xanana Gusmao. Tiga orang sudah ditahan polisi UNTAET.
Dalam konferensi pers kemarin, Xanana Gusmao mengatakan, ketiga orang
itu memiliki hubungan dengan TNI dan Kopassus. Xanana mengancam,
siapa saja yang membunuh dirinya, harus siap dibunuh oleh rakyat
Timor Lorosa'e. Berikut keterangan Leandro Isaac, wakil ketua partai
sosial demokrat Lorosa'e kepada Radio Nederland:

Leandro Isaac [LI]: Isyu tentang pembunuhan terhadap diri Xanana.
bukan kemarin tapi sudah lama. Sudah lama kalangan masyarakat Timor
Lorosa'e mendengar hal itu. Tapi puncaknya kemarin. Menurut polisi
internasional yang ada di sini bahwa kejadian yang kemarin ini adalah
suatu kejadian adalah untuk membunuh diri Xanana Gusmao,  komandan
FCTL Taur Matan Ruak dan Dr.Jose Ramos-Horta. Itu hasil yang
dikumpulkan oleh civil pol di Timor Lorosa'e.

Radio Nederland [RN]: Dari analisa yang sampai sekarang, tiga orang
yang katanya ditangkap dan sekarang ditahan kepolisian PBB di Dili.
Mereka itu punya kaitan dengan kalangan oposisi atau tentara TNI,
benar begitu?

LI:Begini ya, saya tidak bisa untuk sementara ini membenarkan hal
ini, karena kejadian yang kemarin betul-betul merupakan kejadian yang
melawan ketertiban umum, melawan hukum, maka saya pribadi berpendapat
bahwa kejadian yang kemarin harus dibawa ke meja hijau di situlah
pengadilan akan memutuskan yang sebenar-benarnya.

RN: Xanana Gusmao sendiri menunjukkan foto Americo Nascimento, anda
mengenal orang itu?

LI: Hmmmm, saya tidak mengenal. Mungkin saya mengenal tapi tidak
kenal namanya. Tapi secara pribadi saya tidak mengenal orang itu.

RN: Memang cukup banyak orang-orang yang sekarang beredar dan
berkeliaran di Dili, itu adalah orang-orang yang masih punya kaitan
dengan TNI?

LI: Hmmm, begini itu banyak, banyak. Ada di seluruh Timor Lorosa'e
ini yang punya hubungan dengan TNI, walaupun saya pribadi sampai hari
ini belum memiliki suatu bukti bahwa kejadian-kejadian yang terjadi
di sini atas prakasa dari TNI sendiri. Namun melihat tingkah laku TNI
di Timor Barat terhadap pengungsi-pengungsi Timor Lorosa'e di sana,
dan  kedua gangguan terhadap perbatasan dengan  milisi bersenjata di
sini menunjukan bahwa TNI di sini belum serius 100% menghormati
kedaulatan Timor Lorosa'e sebagai suatu negara.

RN : Kembali pada serangan terhadap Xanana, sejauh ini ada pernyataan
resmi sebagai tanggapan dari Xanana Gusmao?

LI: Kemarin pak Xanana sendiri sudah mengeluarkan pernyataan resminya
melalui konperensi pers. Belaiau sama sekali tidak takut, sama sekali
tidak takut  terhadap segala macam ancaman terhadap dirinya. Di situ
beliau menjawab bahwa siapapun yang akan melakukan pembunuhan
terhadap dirinya maka dia harus siap menerima hal yang sama.

RN: Maksudnya, orang yang menyerang itu akan menerima risiko yang
sama. Maksudnya risiko diserang?

LI: Ya, betul. Siapapun yang akan membunuh Xanana dia harus siap
untuk dibunuh juga. Ia harus siap menerima risiko yang sama.

RN: Kedengarannya betul-betul sangat bersifat balas dendam itu ya Pak
Leandro?

LI: Itu pernyataan pak Xanana. Itu pak Xanana menjawab reaksi dari
masyarakat pada umumnya. Kalau siapapun yang mencoba, berhasil
membunuh Xanana, maka rakyat Timor Lorosa'e tidak akan  sama sekali
tinggal diam melihat pemimpin tertingginya dibunuh oleh terorisme.
Tidak akan mungkin rakyat tinggal diam, maka si teroris harus siap
menerima hal serupa.


* KONFLIK NU MUHAMMADIYAH DIKHAWATIRKAN MAKIN MENAJAM

NU yang pejah gesang ndherek Gus Dur, yaitu hidup mati ikut Gus Dur,
jelas tidak rela kalau Presiden Abdurrahman Wahid sampai dijatuhkan
oleh koalisi Poros Tengah, Golkar dan PDIP. Kalau sampai ini terjadi
NU lebih rela Indonesia kembali dikuasai tentara. Tapi, seberapa
kesiapan koalisi Golkar, Poros Tengah dan PDIP menjatuhkan Gus Dur?
Koresponden Syahrir mengirim laporan berikut dari Jakarta:

Pengamat politik, Andi Mallarangeng kemarin mengatakan jika Megawati
naik menjadi presiden, tidak ada jaminan kondisi bangsa bisa segera
dipulihkan. Namun naiknya Megawati, akan lebih mempunyai harapan,
dibanding jika Abdurrahman Wahid dipertahankan sebagai presiden.
Demikian pendapat ex pengagum Habibie itu yang kini menjadi penentang
Gus Dur. Pendapatnya itu bisa dikatakan menjadi pendapat umum di
kalangan pimpinan Muhamadiyah dan Poros Tengah saat ini.

Kelompok lain yang juga menentang Gus Dur yaitu Kesatuan Aksi
Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) yang dimotori Partai Keadilan,
menuntut MPR segera menggelar Sidang Istiimewa tanpa harus menunggu
memorandum kedua dari DPR. Ratusan mahasiswa KAMMI itu meneriakkan
tuntutan mereka di halaman Gedung DPR/MPR, kemarin. Sejumlah wakil
mereka kemudian diterima, Wakil Ketua DPR, AM Fatwa, mantan Ketua
Korps Mubaligh Muhammadiyah. Di tempat lain, tepatnya di gedung
Mahkamah Agung yang letaknya tidak jauh dari Istana Merdeka, beberapa
elemen masyarakat yaitu Pemuda, Pelajar, Mahasiswa, Buruh, Tani,
Pegawai dan lain lain mengajukan Class Action ke Mahkamah Agung.
Mereka menuntut Pembubaran Partai Golkar atau Pelarangan Partai
Golkar ikut pemilihan umum yang akan datang. Mereka mengadakan
arak-arakan dengan membawa spanduk-spanduk besar: BUBARKAN GOLKAR!
Aksi demo ini dikuti sekitar 1.000 orang. Orasi-orasi di lakukan oleh
elemen-elemen LSM tersebut seperti GP 27 Juli, FAM-UI , ILUNI UI,
PRRI (Pemuda Rakyat Republik Indonesia), GSBI (Gabungan Serikat Buruh
Indonesia), SOBRI Serikat Organisasi Buruh Republik Indonesia dan
lain-lain.

Yang juga menarik adalah kehadiran warga Betawi yang berpanjikan
bendera ABANG atau Anak Betawi Anti Golkar. Di dalam gedung sekitar
30 orang mengajukan tuntutan yang diterima oleh Panitera Mahkamah
Agung. RO Tambunan, kuasa hukum dari beberapa kelompok massa itu,
menyerahkan gugatan terhadap Partai Golkar ke Mahkamah Agung. Golkar
digugat karena mereka dianggap telah melanggar UU no 2 tahun 1999
tentang Parpol.

Suasana anti Gus Dur maupun anti Golkar kini melanda ibukota. Hampir
setiap hari ada demonstrasi-demonstrasi dengan isyu-isyu itu. Yang
menarik dari kalangan NU dan PKB tidak nampak aktivitas mendukung Gus
Dur secara terbuka. Ini berbeda dengan keadaan di Jawa Timur dan Jawa
Tengah. Gus Dur sendiri Rabu malam mengatakan, ia akan tetap
bertahan. Tetapi ia tidak sependapat dengan tuduhan bahwa ia akan
mengerahkan Banser untuk menahan aksi massa yang mendesaknya untuk
mundur. Dijelaskannya pula bahwa ada pengertian salah dari Akbar
Tandjung, Ketua Umum Golkar yang menduga Presiden akan mengerahkan
massa NU untuk menghadapi demonstrasi anti Gus Dur. "Saya sudah
mati-matian mencegah hal itu dan meminta Banser tenang", kata
presiden.

Selama di luar negeri ia mempercayakan sepenuhnya urusan dalam negeri
kepada Wapres Megawati. Presiden juga menekankan bahwa ia percaya
pada loyalitas Wapres. Memang selama Gus Dur berada di luar negeri
banyak pihak, utamanya dari Muhamadiyah dan Poros Tengah, berusaha
keras agar Megawati mengambil alih kepemimpinan nasional.
Kalangan-kalangan NU kemarin menyatakan khawatir mereka melihat
kepemimpinan Muhamadiyah terang-terangan menantang NU. Selama ini NU
sudah berusaha keras untuk mengalihkan perhatian, agar massa NU di
akar rumput tidak bentrok dengan massa Muhammadiyah. Karena itu
Golkarlah yang dijadikan sasaran kemarahan NU. Tetapi para pemimpin
Muhamadiyah justru membela Golkar, katanya. Maka sekarang ini "perang
saudara" itu sudah tak dapat dihindarkan lagi.

NU sekarang kuat di belakang Gus Dur. Dan daripada Gus Dur harus
menyerahkan kekuasaannya kepada PDI-Perjuangan dan Golkar, sebaiknya
kepemimpinan negara diserahkan saja kepada tentara, tambahnya. Kalau
sampai NU/PKB dikhianati oleh PDI Perjuangan sampai kapan pun massa
NU akan menaruh dendam terhadap PDI-Perjuangan. Jalan keluar saat ini
agar kepemimpinan negara tetap ditangan sipil adalah dengan membentuk
koalisi antara PKB-PDI Perjuangan, PPP dan militer. Dan tampaknya
pada akhirnya Gus Dur akan mengusulkan koalisi semacam itu. Kalau
tidak militer akan kembali. Bahwa militer kini merasa di atas angin
karena tahui didukung Amerika, ini disebabkan pula oleh lobby Golkar
di Amerika lewat Ginandjar Kartasasmita. Tokoh Golkar ini meminta
bantuan pengamat Indonesia, Jeffry Winters yang dekat dengan
Megawati. Maka berhasillah Golkar menyusun front anti Gus Dur yang
melibatkan Poros Tengah, Muhamadiyah, militer dan PDI Perjuangan.
Demikian kalangan NU tersebut.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke