---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Selasa 05 Juni 2001 14:30 UTC



** HAMAS DAN JIHAD UNTUK SEMENTARA WAKTU HENTIKAN SERANGAN TERHADAP
ISRAEL

** RAJA BARU NEPAL BENTUK KOMISI ORANG-ORANG BIJAK

** KOALISI SERBIA DOS INGIN SUSUN UNDANG-UNDANG EKSTRADISI

** TOPIK GEMA WARTA: SERATUS TAHUN BUNG KARNO, SERATUS PROBLIM BUAT
MEGAWATI

** TOPIK GEMA WARTA: MASIH BANYAK KEMUNGKINAN BAGI GUS DUR DALAM SOAL
BIMANTORO

** TOPIK GEMA WARTA: KOALISI HAM-NGO MINTA PRESIDEN SEGERA TANGGAPI
PROSES PERADILAN DI ACEH YANG TERHAMBAT



* HAMAS DAN JIHAD UNTUK SEMENTARA WAKTU HENTIKAN SERANGAN TERHADAP
ISRAEL

Gerakan radikal islam Hamas dan Jihad mengumumkan untuk sementara
waktu menghentikan serangan-serangan terhadap sasaran di kawasan
Israel. Kedua kelompok tersebut mensyaratkan agar Israel secara
bertahap mundur dari wilayah Palestina, tetapi keduanya tidak
menyebut tanggalnya. Hal ini tertera dalam sebuah pernyataan bersama
yang dikeluarkan gerakan Hamas dan Jihad Islam. Aksi-aksi Hamas dan
Jihad terhadap Israel di Jalur Gaza dan Tepi Barat Sungai Yordan akan
tetap diteruskan. Akibat pertempuran yang berkelanjutan di Jalur Gaza
dipastikan 25 orang Palestina dan tiga orang tentara Israel
luka-luka. Dunia internasional menyatakan prihatin akan
kekerasan-kekerasan baru. Menteri luar Negeri Amerika Serikat Colin
Powell berseru kepada Perdana Menteri Israel Ariel Sharon dan
pemimpin Palestina Yasser Arafat agar berupaya sekuat tenaga
mengakhiri kekerasan.


* RAJA BARU NEPAL BENTUK KOMISI ORANG-ORANG BIJAK

Raja baru Nepal, Gyanendra, membentuk sebuah komisi orang-orang bijak
yang akan menyelidiki duduk perkara drama yang menewaskan sebagian
besar anggota keluarga kerajaan. Komisi tersebut akan mengeluarkan
laporan dalam tiga hari. Senin kemarin puluhan ribu orang di
Kathmandu turun ke jalan menuntut keterangan soal pembunuhan
tersebut. Para demonstran meneriakkan yel-yel anti raja baru yang
mereka tuduh mendalangi pembunuhan. Menurut pernyataan resmi ke-10
anggota keluarga kerajaan Nepal tewas karena kecelakaan. Sebelumnya
diberitakan Putra Mahkota Dipendra, 29 tahun, menembakmati orangtua
dan anggota keluarga lainnya gara-gara perselisihan pendapat soal
calon isterinya. Dipendra, yang sesaat setelah penembakan diangkat
sebagai raja baru, meninggal dunia akibat luka-lukanya. Senin kemarin
ia dibakar, beberapa jam setelah pamannya Gyanendra dinobatkan
sebagai raja. Sementara ini jam malam diberlakukan di Kathmandu,
menyusul tewasnya dua orang demonstran akibat kerusuhan.


* KOALISI SERBIA DOS INGIN SUSUN UNDANG-UNDANG EKSTRADISI

Di Serbia koalisi pemerintah DOS dengan sangat berseru kepada mitra
koalisi Montenegro untuk turut menyusun undang-undang ekstradisi bagi
para penjahat perang. Melalui undang-undang ekstradisi itu mantan
Presiden Slobodan Milosevic bisa diekstradisikan kepada Tribunal
Yugoslavia di Den Haag, Belanda. Tetapi sejauh ini partai Montenegro
SNP menentang undang-undang serupa itu. SNP menyatakan tidak menolak
ekstradisi, tetapi menghendaki agar Montenegro sendirilah yang bisa
mengambil keputusan. Namun  menurut koalisi Serbia DOS pimpinan
Presiden Vojislav Kostunica otoritas federal-lah yang layak mengambil
keputusan. Para pengamat berpendapat sangatlah krusial bagi
Yugoslavia untuk secepatnya menyusun undang-undang ekstradisi kalau
negeri itu ingin mendapat dukungan Amerika Serikat pada konferensi
negara-negara donor akhir bulan ini di Brussel, Belgia.


* RATU BELANDA BEATRIX DAN PUTRA MAHKOTA WILLEM-ALEXANDER KUNJUNGI
RUSIA

Ratu Belanda Beatrix dan Putra Mahkota Willem-Alexander melakukan
kunjungan kenegaraan empat hari di Rusia. Siang ini waktu setempat
mereka disambut oleh Presiden Rusia Vladimir Putin. Ratu dan Putra
Mahkota akan mengunjungi musium Hermitage di St. Petersburg, yang
dipugar dengan bantuan keuangan Belanda. Mereka juga akan mengunjungi
istana Pavlovsk, yang pernah dihuni Anna Pavlovna, nenek moyang ratu
Beatrix.


* PRESIDEN BARU PERU AKAN SUSUN KABINET LUAS

Presiden baru Peru, Alejandro Toledo, menyatakan akan membentuk
pemerintahan luas. Diperkirakan Toledo akan mengumumkan susunan
kabinetnya dalam waktu 14 hari. Pakar ekonomi Toledo memperoleh 52%
suara pada putaran kedua pemilu presiden. Saingannya, mantan Presiden
Alan Garcia, mendapat dukungan 47% rakyat Peru. Di ibukota Lima
ribuan orang turun ke jalan untuk merayakan kemenangan Toledo.
Toledo, 55 tahun, merupakan presiden Peru pertama yang berdarah
Indian. 28 Juli mendatang Toledo dilantik sebagai Presiden. Ia
menggantikan mantan Presiden Alberto Fujimori yang digulingkan tahun
lalu akibat skandal korupsi.


* KEBAKARAN DI TAMAN KANAK-KANAK CINA TEWASKAN 13 ANAK

Dikabarkan 13 anak taman kanak-kanak di Cina Timur tewas akibat
kebakaran. Kebakaran terjadi di ruang tidur kompleks sekolah di
Nanchang. Menurut polisi salah satu sprei tempat tidur terbakar
kemenyan anti nyamuk yang tengah dibakar. Anak-anak berusia antara
tiga dan empat tahun meninggal dunia karena kekurangan zat asam.
Empat anak lainnya bisa diselamatkan.


* KAMPALA KEMBALI DIKEJUTKAN OLEH SERANGAN BOM

Dikabarkan 17 orang tewas akibat tiga serangan bom di Kampala,
ibukota Uganda. Satu bom meledak di halte taksi di pusat kota. Dua
bom lainnya yang diletakkan di taksi meledak di pinggiran kota.
Sejauh ini tiga orang ditangkap. Latar belakang serangan-serangan itu
masih belum diketahui. Maret lalu Kampala dikejutkan oleh
ledakan-ledakan bom, yang terjadi menyusul kemenangan Presiden Yoweri
Museveni pada pemilu presiden.


* SISA-SISA 200AN MAYAT DITEMUKAN DI KUBURAN MASSA POLANDIA

Di sebuah kuburan massa peninggalan Perang Dunia Kedua, di kota
Polandia Jedwabne ditemukan sisa-sisa 200an mayat. Hal ini diumumkan
oleh Menteri Kehakiman Polandia Lech Kaczynski. Penemuan ini
mengakhiri desas-desus bahwa sebanyak 1600 korban dikubur di kuburan
massa tersebut. Penggalian kuburan massa itu dimulai dua pekan silam
atas permintaan Lembaga Peringatan Nasional Polandia yang menyelidiki
pembunuhan massa di Jedwabne. Di sana orang Yahudi dalam jumlah besar
dibakar di sebuah gudang tahun 1941. Sampai tahun lalu Nazi Jerman
dituduh melakukan tindakan keji itu. Tetapi seorang pakar sejarah
tahun lalu menyatakan bahwa orang-orang Polandia lah pelakunya.
Penggalian ini diharapkan bisa memberi keterangan seputar tewasnya
orang-orang yahudi itu.


* SERATUS TAHUN BUNG KARNO, SERATUS PROBLIM BUAT MEGAWATI

Hari Rabu ini seratus tahun hari lahir Soekarno, jatuh tepat pada
saat negara dan bangsa yang pernah dipersatukan oleh presiden pertama
RI ini, berada di tengah krisis politik, keguncangan, dan perpecahan.


Megawati Soekarnoputri menghadapi pilihan menentukan. Kalau Presiden
Abdurrahman Wahid dan Wapres Megawati gagal berkompromi, maka
tenggang waktu dua bulan menjelang Sidang Istimewa MPR, bakal
mengguncang Indonesia.

Kalau Megawati naik ke kursi RI-Satu, transisi Indonesia yang sulit
ini bisa menjatuhkan peluangnya dalam pemilu 2004. Mega akan menjadi
mangsa sisa-sisa Orde Baru, diguncang massa pendukung Gus Dur,
dijadikan Kuda Troya tentara, atau dijegal oleh Poros Tengah.

Tetapi kalau Mega berkompromi dan Gus Dur bertahan, Mega bisa
kehilangan peluang emas kursi presiden untuk kedua-kalinya, bahkan,
mungkin juga, untuk selamanya. Mega akan menjadi simbol kegagalan.
Menang di kotak suara, tapi gagal di panggung politik, alias Al
Gore-nya Indonesia.

Simalakama pahit bagi putri sulung Bung Karno ini, menandai hari
ulang tahun seabad ayahnya.

Willem Oltmans, wartawan Belanda, sahabat dan pengagum Bung Karno,
pesimis terhadap peluang Megawati. Sebaliknya, sejarawan Jerman
Professor Benhard Dahm masih menaruh harapan pada Megawati.

Laporan redaksi di Hilversum:

Willem Oltmans [WO]: I've seen the elections. I've gone to Yogya,
with Sukmawati and Madame Supeni. And I went all over Indonesia and I
saw the madness going on. Total madness

Terjemahan: Saya menyaksikan pemilu. Saya berkunjung ke Yogya bersama
dengan Sukmawati dan Ibu Supeni, dan saya berkeliling Indonesia. Saya
menyaksikan keadaan gila dalam pemilu tersebut.

Radio Nederland [RN]: Keadaan gila?

WO: Ya, keadaan gila total.

RN: Keadaan seperti apa?

WO: Seperti seruan: "Hidup Megawati". Itu kan gila. Ini seruan yang
tidak berkaitan dengan otak.

RN: Jadi anda negatif terhadap Megawati?

WO: Tidak, ia adalah perempuan yang menyenangkan dan ibu rumah tangga
yang baik. Ia adalah seorang perempuan yang terhormat. Namun bahwa ia
berpendapat ia mampu menjadi presiden Indonesia, itu tidak masuk
akal, karena pengetahuannya sangatlah nihil. Saya tahu itu dari
tangan pertama.

Pada suatu hari, Sabtu pagi, saya dengan Jenderal Suharyo berkunjung
ke rumah Megawati. Kita berbicara selama beberapa jam. Menyusul
percakapan tersebut saya menyimpulkan Megawati adalah perempuan
mengesankan. Mungkin ia bisa kembali menyatukan Indonesia. Saya tahu
ia memang berkehendak untuk itu. Saya berharap, Insya-Allah, namun
...

Demikianlah Willem Oltmans, wartawan Belanda yang bernada negatif
terhadap Megawati. Menurutnya Megawati memang seorang perempuan yang
terhormat, tetapi pengetahuannya sangat nihil. Sebaliknya penulis
biografi Soekarno asal Jerman, Prof. Bernhard Dahm berpendapat adalah
tugas Megawati untuk menjaga warisan ayahnya supaya tetap hidup. Dan
yang disebutnya warisan itu adalah perasaan dari Sabang sampai
Merauke bahwa semua adalah orang Indonesia.

Bernard Dahm: Soekarno masih tetap dianggap sebagai seseorang yang
berhasil mencapai salah satu hal terpenting, yaitu memberi masyarakat
Indonesia perasaan bahwa mereka merupakan satu bangsa. Dan jika anda
berkeliling ke kawasan Batak, atau Dayak atau Toraja, atau di mana
pun, saya berkeliling ke mana saja, masyarakat ini selalu
menceritakan dengan mata berkilau-kilau bahwa mereka adalah orang
Indonesia. Tidak seseorang pun selain Soekarno memberi mereka
perasaan bahwa mereka benar-benar warga Indonesia. Karena itu saya
berpendapat bahwa Megawati bertugas untuk menjaga supaya warisan
ayahnya ini tetap hidup.


* MASIH BANYAK KEMUNGKINAN BAGI GUS DUR DALAM SOAL BIMANTORO

Eskalasi pertikaian kelompok Ciganjur plus terus meningkat. Setelah
berusaha mempertentangkan massa rakyat jelata, kini mereka pun
mengadudomba sesama polisi dan tentara. Sementara perwira menengah
polisi mendukung Wakapolri sedangkan jenderal-jenderal mendukung
Kapolri. TNI Angkatan Udara mendukung istana, sedangkan Polisi
membangkang dan menggelar pasukan bersama Kodam Jaya, Kostrad dan
Marinir. Bagaimana Indonesia bulan depan tentu sulit diperkirakan
jika Menteri Keuangan tidak mau mencairkan dana untuk polisi yang
dianggap memberontak. Mungkin salah satu jalan adalah memberhentikan
semua tokoh Ciganjur plus itu. Berikut laporan koresponden Syahrir
dari Jakarta:

Menjelang peringatan 100 tahun ulang tahun Bung Karno pelbagai
pemancar televisi Indonesia berlomba-lomba memperdengarkan suara Bung
Karno yang berpidato berapi-api menumbuhkan semangat anti
imperialisme dan neo-kolonialisme, "Ini dadaku mana dadamu?" Kemarin
pun Presiden Abdurrahman Wahid yang menyatakan dirinya pengagum Bung
Karno yang berani melawan tentara pada peristiwa 17 Oktober 1952
menunjukkan sikap yang sama. Ini dadaku mana dadamu? Seperti halnya
ketika Kostrad menggelar panser dan tanknya, kemarin pun Polisi
menggelar pasukan di lapangan Monas Jakarta. Polisi dengan didukung
oleh dua angkatan lainnya yaitu angkatan laut dan angkatan darat
menggelar delapan ribu pasukan bersenjata. Sama seperti angkatan
darat yang pada peristiwa 17 Oktober mengarahkan mulut meriamnya ke
Istana di lokasi yang sama, polisi pun mengerahkan panser-pansernya
ke sana untuk menggertak Gus Dur. Tetapi Gus Dur yang hampir buta itu
tidak bernyali kecil. "Biarin saja," katanya kepada wartawan setelah
menerima Menteri Transportasi RRC, Puang Zeng Dong, di Istana Negara
Jakarta kemarin. Yang justru nampak kurang berani adalah kapolri
Suroyo Bimantoro, yang meski sudah diberitakan akan memimpin apel
polisi itu justru minta perlindungan Akbar Tandjung Ketua DPR yang
kabarnya dalam waktu dekat dikabarkan akan ditangkap Jaksa Agung baru
Baharuddin Lopa.

Untuk menjaga nama baiknya, dan untuk membuktikan bahwa ia bukan
orang Golkar semacam Marzuki Darusman, Jaksa Agung baru Baharuddin
Lopa akan menangkap para penjahat ekonomi dan politik Orde Baru.
Entah orang ini dekat dengan Gus Dur, Megawati atau siapa saja. Menko
Polsoskam Agum Gumelar yang mantan Danjen Kopassus itu kemarin
mengatakan apel kesiagaan biasa-biasa saja. "Apel saja kok
diributkan," katanya. Tetapi sebagai perwira baret merah yang dahulu
sangat populer di kawasan Cijantung ia pun sudah melakukan
persiapan-persiapan yang diperlukan. Sehingga meski marinir ikut
dalam apel tersebut, yang oleh doktor Syahrir disebut sebagai
pembangkangan sipil itu, namun ada pasukan-pasukan lain yang tidak
bersedia diikutsertakan. Bahkan dua batalyon TNI Angkatan Udara dari
Pasukan Khas tidak jadi hadir pada apel tersebut. Memang Panglima TNI
baru yang sedang dipersiapkan Gus Dur akan berasal dari Angkatan
Udara. Bukan rahasia lagi bahwa Polri berani bergerak karena dukungan
DPR/MPR serta TNI/Angkatan Darat. Tetapi justru ini yang sedang
ditunggu Gus Dur. Gus Dur sangat ingin para perwira tinggi Angkatan
Darat melakukan kesalahan secara konstitusional.

Menlu Alwi Shihab pun sudah ditegor pemerintah Amerika yang
menyesalkan kenapa Gus Dur sampai membiarkan Kostrad mengancam
pemerintahan sipil. Di suatu pemerintahan yang demokratis, sipillah
yang memimpin militer, kata mereka.  Pembangkangan polisi yang
didukung oleh para mantan kepala staf semasa Soeharto dinilai sebagai
awal pemberontakan orang-orang Orde Baru, yang mau melakukan aksi
balas dendam. Tetapi sudah pula bisa dipastikan bahwa perwira-perwira
polisi Orde Baru yang menentang Presiden akan digusur setelah
Bimantoro pensiun. Gus Dur masih punya senjata SK untuk memensiunkan
seseorang yang sudah menginjak usia pensiun. Di samping itu Dirjen
Anggaran Departemen Keuangan pun bisa saja diinstruksikannya untuk
tidak mengeluarkan anggaran bagi kepolisian. Wakapolri yang baru pun,
meski ditentang sejumlah jenderal polisi, kemarin sudah meminta
ruangan di Mabes Polri. Dan ini sudah disetujui Bimantoro. Bimantoro
dalam pertemuannya dengan dua menteri bekas Kopassus kemarin sudah
menyetujui jika dipensiunkan. Ia hanya tidak mau dinonaktifkan karena
itu berarti dia sudah membuat kesalahan besar dan ini tidak benar.
Tetapi Bimantoro setuju jika ia didubeskan. Bimantoro pun menyadari
telah membuat kesalahan dengan menaikkan pangkat sejumlah jenderal
tanpa persetujuan Presiden Abdurrahman Wahid. Maka sampai di mana
pembangkangan sipil para sipil bersenjata ini akan berakhir, masih
perlu dicermati lebih lanjut.

Suasana sekarang ini mengingatkan orang pada tahun-tahun 50-an,
ketika Presiden Soekarno mengangkat Kolonel Bambang Utoyo sebagai
KSAD. Ketika itu dinas Pemadam Kebakaran Jakarta terpaksa mengirim
para pemusiknya untuk memeriahkan upacara pelantikan itu, karena MBAD
membangkang dengan tidak mengirim barisan pemadam kebakaran. Tetapi
akibatnya pecahlah pemberontakan daerah-daerah yang dipimpin para
Komandan Kodam atau Teritorium. TNI pecah dua. TNI yang setia kepada
pusat dan yang setia kepada rakyat di daerah. Tentara yang anti
presiden kembali ke propinsi masing-masing untuk bergabung dengan
para pemberontak. Apakah sekarang para perwira asal Jawa Timur pun
akan bergabung dengan rakyat di Jawa Timur? Hal itu tentu tergantung
sikap para elit politik dan militer saat ini yang masih terus
bertikai sementara rakyat terus menderita.


* KOALISI HAM-NGO MINTA PRESIDEN SEGERA TANGGAPI PROSES PERADILAN DI
ACEH YANG TERHAMBAT

Delegasi Koalisi HAM NGO di Aceh, Selasa ini menghadap Presiden
Abdurrahman Wahid di Istana Merdeka, melaporkan buruknya proses
peradilan di daerah istimewa itu. Banyak hakim melarikan diri karena
enggan atau takut. Karena itu diusulkan untuk langsung menugaskan
hakim-hakim baru atau mengangkat hakim ad-hoc, agar proses peradilan
bisa segera dilanjutkan. Ikuti keterangan Azwar Nurdin dari Koalisi
HAM NGO Aceh, yang kini berada di Jakarta untuk menemui Gus Dur:

Azwar Nurdin [AN]: Pertama tentang buruknya kondisi di Aceh itu pada
soal keamanan, kemudian keduanya yang berkaitan dengan soal penegakan
hukum. Kita lihat dari minimnya hakim-hakim, kemudian peran hakim dan
juga peran-peran yang lebih dominan dimainkan oleh polisi dan
militer. Nah, pada sisi yang lainnya, ini juga kan kondisi bertambah
buruk dengan adanya Inpres. Inpres dengan penekanan operasi keamanan
dan penegakan hukum. Nah, menurut teman-teman dari pengacara yang
tadi hadir ke Istana, pencampuradukan dua kegiatan seperti ini itu
adalah tidak tepat, karena semua juga sudah maklum kondisi penegakan
hukum di Aceh ini memang samasekali tidak berfungsi. Dan bahkan
institusi yang ada itu tidak berjalan normal, karena hakim-hakim dari
18 pengadilan yang ada di seluruh Aceh tidak ada majelis hakimnya.

Radio Nederland [RN]: Lalu hakim-hakimnya itu ke mana, Pak?

AN: Itu ada sejumlah misalnya di Melabeuh, kemudian khususnya Sigli
dan Tapaktuan itu samasekali kosong. begitu juga di Aceh besar. Nah,
tapi ada sejumlah daerah-daerah yang lainnya masih ada hakim, tapi
hanya satu orang. Di tingkat propinsi aja ada satu hakim. Sehingga
ketika soal-soal seperti kasus Nazar itu harus didrop hakim dari
Medan. Pada soal kenapa tidak adanya hakim di sana, dari berapa data
yang kita temukan itu digaungkan kepada lasan klasik seperti faktor
keamanan mengakibatkan mereka ketakutan tapi yang kita temukan justru
berbeda gitu. Itu ada beberapa hakim misalnya seperti di Melabeuh itu
justru usai pelantikan itu ada dua orang yang rata-rata mengambil
cuti dengan alasan kembali ke tempat asalnya, tapi kemudian tidak
kembali lagi. Beberapa bulan kemudian Melabeuh mendapat SK dia sudah
ditempatkan di Riau. Artinya apa? Artinya kan ada unsur KKN di sini
gitu.

RN:  Lalu solusi apa yang diberikan oleh Presiden?

AN: Jadi kita tawarkan solusi kita menuntut agar presiden itu bisa
mendatangkan kembali hakim-hakim ke Aceh, mendrop hakim-hakim di
Aceh. Minimal untuk langkah awal kita contohkan seperti TimTim ketika
mereka di daerah di suatu konflik, maka tidak semua kabupaten yang
ada itu berjalannya proses peradilan. Tapi khusus dilakukan pada
beberapa kabupaten, misalnya lima gitu. Tapi dengan konsisten bahwa
hakim yang didatangkan itu dia disuport baik dalam insentif untuk
seorang hakim di daerah konflik kemudian lingkungannya diberikan
keamanan dan fasilitas-fasilitas lainnya yang memberi rangsangan bagi
dia untuk melakukan tugasnya di Aceh. Kemudian saran kedua memberikan
prioritas bagi pengangkatan hakim-hakim ad hoc, jadi hakim-hakim di
luar karir. Nah banyak pengacara-pengacar di Aceh mampu melakukan
tugas-tugas seorang hakim, toh mereka sudah terbiasa ataupun
mengangkat para panitera-panitera yang lainnya.

RN: Bagaimana reaksi presiden, apakah dia menyetujui usulan-usulan
yang anda berikan?

AN: Respon Presiden khusus untuk kondisi buruk, dia hanya mengatakan
pertama dia akan mengirim orangnya secara khusus untuk memantau
tentang kondisi yang diceritakan oleh teman-teman dari pengacara ini.
Kemudian yang kedua adalah menyangkut lumpuhnya hakim di sana, dia
meminta kita melakukan koordinasi dengan Menteri kehakiman, MA maupun
kejaksaan yang memang dalam posisi ini dan kemudian dia juga akan
melakukan koordinasi secara khusus dengan MA maupun Marsillam
Simanjuntak yang menjadi Menteri Kehakiman dan Ham. Dan ada satu hal
lagi yang dia tekankan bisa saja nanti laporan-laporan khusus
menyangkut ini kita diminta khusus untuk berhubungan dengan dia tapi
bukan ke istana tapi ke jalan Irian no. 7 itu.

Demikian Azwar Nurdin dari koalisi HAM-NGO Aceh


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke