--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Selasa 05 Juni 2001 14:30 UTC ** HAMAS DAN JIHAD UNTUK SEMENTARA WAKTU HENTIKAN SERANGAN TERHADAP ISRAEL ** RAJA BARU NEPAL BENTUK KOMISI ORANG-ORANG BIJAK ** KOALISI SERBIA DOS INGIN SUSUN UNDANG-UNDANG EKSTRADISI ** TOPIK GEMA WARTA: SERATUS TAHUN BUNG KARNO, SERATUS PROBLIM BUAT MEGAWATI ** TOPIK GEMA WARTA: MASIH BANYAK KEMUNGKINAN BAGI GUS DUR DALAM SOAL BIMANTORO ** TOPIK GEMA WARTA: KOALISI HAM-NGO MINTA PRESIDEN SEGERA TANGGAPI PROSES PERADILAN DI ACEH YANG TERHAMBAT * HAMAS DAN JIHAD UNTUK SEMENTARA WAKTU HENTIKAN SERANGAN TERHADAP ISRAEL Gerakan radikal islam Hamas dan Jihad mengumumkan untuk sementara waktu menghentikan serangan-serangan terhadap sasaran di kawasan Israel. Kedua kelompok tersebut mensyaratkan agar Israel secara bertahap mundur dari wilayah Palestina, tetapi keduanya tidak menyebut tanggalnya. Hal ini tertera dalam sebuah pernyataan bersama yang dikeluarkan gerakan Hamas dan Jihad Islam. Aksi-aksi Hamas dan Jihad terhadap Israel di Jalur Gaza dan Tepi Barat Sungai Yordan akan tetap diteruskan. Akibat pertempuran yang berkelanjutan di Jalur Gaza dipastikan 25 orang Palestina dan tiga orang tentara Israel luka-luka. Dunia internasional menyatakan prihatin akan kekerasan-kekerasan baru. Menteri luar Negeri Amerika Serikat Colin Powell berseru kepada Perdana Menteri Israel Ariel Sharon dan pemimpin Palestina Yasser Arafat agar berupaya sekuat tenaga mengakhiri kekerasan. * RAJA BARU NEPAL BENTUK KOMISI ORANG-ORANG BIJAK Raja baru Nepal, Gyanendra, membentuk sebuah komisi orang-orang bijak yang akan menyelidiki duduk perkara drama yang menewaskan sebagian besar anggota keluarga kerajaan. Komisi tersebut akan mengeluarkan laporan dalam tiga hari. Senin kemarin puluhan ribu orang di Kathmandu turun ke jalan menuntut keterangan soal pembunuhan tersebut. Para demonstran meneriakkan yel-yel anti raja baru yang mereka tuduh mendalangi pembunuhan. Menurut pernyataan resmi ke-10 anggota keluarga kerajaan Nepal tewas karena kecelakaan. Sebelumnya diberitakan Putra Mahkota Dipendra, 29 tahun, menembakmati orangtua dan anggota keluarga lainnya gara-gara perselisihan pendapat soal calon isterinya. Dipendra, yang sesaat setelah penembakan diangkat sebagai raja baru, meninggal dunia akibat luka-lukanya. Senin kemarin ia dibakar, beberapa jam setelah pamannya Gyanendra dinobatkan sebagai raja. Sementara ini jam malam diberlakukan di Kathmandu, menyusul tewasnya dua orang demonstran akibat kerusuhan. * KOALISI SERBIA DOS INGIN SUSUN UNDANG-UNDANG EKSTRADISI Di Serbia koalisi pemerintah DOS dengan sangat berseru kepada mitra koalisi Montenegro untuk turut menyusun undang-undang ekstradisi bagi para penjahat perang. Melalui undang-undang ekstradisi itu mantan Presiden Slobodan Milosevic bisa diekstradisikan kepada Tribunal Yugoslavia di Den Haag, Belanda. Tetapi sejauh ini partai Montenegro SNP menentang undang-undang serupa itu. SNP menyatakan tidak menolak ekstradisi, tetapi menghendaki agar Montenegro sendirilah yang bisa mengambil keputusan. Namun menurut koalisi Serbia DOS pimpinan Presiden Vojislav Kostunica otoritas federal-lah yang layak mengambil keputusan. Para pengamat berpendapat sangatlah krusial bagi Yugoslavia untuk secepatnya menyusun undang-undang ekstradisi kalau negeri itu ingin mendapat dukungan Amerika Serikat pada konferensi negara-negara donor akhir bulan ini di Brussel, Belgia. * RATU BELANDA BEATRIX DAN PUTRA MAHKOTA WILLEM-ALEXANDER KUNJUNGI RUSIA Ratu Belanda Beatrix dan Putra Mahkota Willem-Alexander melakukan kunjungan kenegaraan empat hari di Rusia. Siang ini waktu setempat mereka disambut oleh Presiden Rusia Vladimir Putin. Ratu dan Putra Mahkota akan mengunjungi musium Hermitage di St. Petersburg, yang dipugar dengan bantuan keuangan Belanda. Mereka juga akan mengunjungi istana Pavlovsk, yang pernah dihuni Anna Pavlovna, nenek moyang ratu Beatrix. * PRESIDEN BARU PERU AKAN SUSUN KABINET LUAS Presiden baru Peru, Alejandro Toledo, menyatakan akan membentuk pemerintahan luas. Diperkirakan Toledo akan mengumumkan susunan kabinetnya dalam waktu 14 hari. Pakar ekonomi Toledo memperoleh 52% suara pada putaran kedua pemilu presiden. Saingannya, mantan Presiden Alan Garcia, mendapat dukungan 47% rakyat Peru. Di ibukota Lima ribuan orang turun ke jalan untuk merayakan kemenangan Toledo. Toledo, 55 tahun, merupakan presiden Peru pertama yang berdarah Indian. 28 Juli mendatang Toledo dilantik sebagai Presiden. Ia menggantikan mantan Presiden Alberto Fujimori yang digulingkan tahun lalu akibat skandal korupsi. * KEBAKARAN DI TAMAN KANAK-KANAK CINA TEWASKAN 13 ANAK Dikabarkan 13 anak taman kanak-kanak di Cina Timur tewas akibat kebakaran. Kebakaran terjadi di ruang tidur kompleks sekolah di Nanchang. Menurut polisi salah satu sprei tempat tidur terbakar kemenyan anti nyamuk yang tengah dibakar. Anak-anak berusia antara tiga dan empat tahun meninggal dunia karena kekurangan zat asam. Empat anak lainnya bisa diselamatkan. * KAMPALA KEMBALI DIKEJUTKAN OLEH SERANGAN BOM Dikabarkan 17 orang tewas akibat tiga serangan bom di Kampala, ibukota Uganda. Satu bom meledak di halte taksi di pusat kota. Dua bom lainnya yang diletakkan di taksi meledak di pinggiran kota. Sejauh ini tiga orang ditangkap. Latar belakang serangan-serangan itu masih belum diketahui. Maret lalu Kampala dikejutkan oleh ledakan-ledakan bom, yang terjadi menyusul kemenangan Presiden Yoweri Museveni pada pemilu presiden. * SISA-SISA 200AN MAYAT DITEMUKAN DI KUBURAN MASSA POLANDIA Di sebuah kuburan massa peninggalan Perang Dunia Kedua, di kota Polandia Jedwabne ditemukan sisa-sisa 200an mayat. Hal ini diumumkan oleh Menteri Kehakiman Polandia Lech Kaczynski. Penemuan ini mengakhiri desas-desus bahwa sebanyak 1600 korban dikubur di kuburan massa tersebut. Penggalian kuburan massa itu dimulai dua pekan silam atas permintaan Lembaga Peringatan Nasional Polandia yang menyelidiki pembunuhan massa di Jedwabne. Di sana orang Yahudi dalam jumlah besar dibakar di sebuah gudang tahun 1941. Sampai tahun lalu Nazi Jerman dituduh melakukan tindakan keji itu. Tetapi seorang pakar sejarah tahun lalu menyatakan bahwa orang-orang Polandia lah pelakunya. Penggalian ini diharapkan bisa memberi keterangan seputar tewasnya orang-orang yahudi itu. * SERATUS TAHUN BUNG KARNO, SERATUS PROBLIM BUAT MEGAWATI Hari Rabu ini seratus tahun hari lahir Soekarno, jatuh tepat pada saat negara dan bangsa yang pernah dipersatukan oleh presiden pertama RI ini, berada di tengah krisis politik, keguncangan, dan perpecahan. Megawati Soekarnoputri menghadapi pilihan menentukan. Kalau Presiden Abdurrahman Wahid dan Wapres Megawati gagal berkompromi, maka tenggang waktu dua bulan menjelang Sidang Istimewa MPR, bakal mengguncang Indonesia. Kalau Megawati naik ke kursi RI-Satu, transisi Indonesia yang sulit ini bisa menjatuhkan peluangnya dalam pemilu 2004. Mega akan menjadi mangsa sisa-sisa Orde Baru, diguncang massa pendukung Gus Dur, dijadikan Kuda Troya tentara, atau dijegal oleh Poros Tengah. Tetapi kalau Mega berkompromi dan Gus Dur bertahan, Mega bisa kehilangan peluang emas kursi presiden untuk kedua-kalinya, bahkan, mungkin juga, untuk selamanya. Mega akan menjadi simbol kegagalan. Menang di kotak suara, tapi gagal di panggung politik, alias Al Gore-nya Indonesia. Simalakama pahit bagi putri sulung Bung Karno ini, menandai hari ulang tahun seabad ayahnya. Willem Oltmans, wartawan Belanda, sahabat dan pengagum Bung Karno, pesimis terhadap peluang Megawati. Sebaliknya, sejarawan Jerman Professor Benhard Dahm masih menaruh harapan pada Megawati. Laporan redaksi di Hilversum: Willem Oltmans [WO]: I've seen the elections. I've gone to Yogya, with Sukmawati and Madame Supeni. And I went all over Indonesia and I saw the madness going on. Total madness Terjemahan: Saya menyaksikan pemilu. Saya berkunjung ke Yogya bersama dengan Sukmawati dan Ibu Supeni, dan saya berkeliling Indonesia. Saya menyaksikan keadaan gila dalam pemilu tersebut. Radio Nederland [RN]: Keadaan gila? WO: Ya, keadaan gila total. RN: Keadaan seperti apa? WO: Seperti seruan: "Hidup Megawati". Itu kan gila. Ini seruan yang tidak berkaitan dengan otak. RN: Jadi anda negatif terhadap Megawati? WO: Tidak, ia adalah perempuan yang menyenangkan dan ibu rumah tangga yang baik. Ia adalah seorang perempuan yang terhormat. Namun bahwa ia berpendapat ia mampu menjadi presiden Indonesia, itu tidak masuk akal, karena pengetahuannya sangatlah nihil. Saya tahu itu dari tangan pertama. Pada suatu hari, Sabtu pagi, saya dengan Jenderal Suharyo berkunjung ke rumah Megawati. Kita berbicara selama beberapa jam. Menyusul percakapan tersebut saya menyimpulkan Megawati adalah perempuan mengesankan. Mungkin ia bisa kembali menyatukan Indonesia. Saya tahu ia memang berkehendak untuk itu. Saya berharap, Insya-Allah, namun ... Demikianlah Willem Oltmans, wartawan Belanda yang bernada negatif terhadap Megawati. Menurutnya Megawati memang seorang perempuan yang terhormat, tetapi pengetahuannya sangat nihil. Sebaliknya penulis biografi Soekarno asal Jerman, Prof. Bernhard Dahm berpendapat adalah tugas Megawati untuk menjaga warisan ayahnya supaya tetap hidup. Dan yang disebutnya warisan itu adalah perasaan dari Sabang sampai Merauke bahwa semua adalah orang Indonesia. Bernard Dahm: Soekarno masih tetap dianggap sebagai seseorang yang berhasil mencapai salah satu hal terpenting, yaitu memberi masyarakat Indonesia perasaan bahwa mereka merupakan satu bangsa. Dan jika anda berkeliling ke kawasan Batak, atau Dayak atau Toraja, atau di mana pun, saya berkeliling ke mana saja, masyarakat ini selalu menceritakan dengan mata berkilau-kilau bahwa mereka adalah orang Indonesia. Tidak seseorang pun selain Soekarno memberi mereka perasaan bahwa mereka benar-benar warga Indonesia. Karena itu saya berpendapat bahwa Megawati bertugas untuk menjaga supaya warisan ayahnya ini tetap hidup. * MASIH BANYAK KEMUNGKINAN BAGI GUS DUR DALAM SOAL BIMANTORO Eskalasi pertikaian kelompok Ciganjur plus terus meningkat. Setelah berusaha mempertentangkan massa rakyat jelata, kini mereka pun mengadudomba sesama polisi dan tentara. Sementara perwira menengah polisi mendukung Wakapolri sedangkan jenderal-jenderal mendukung Kapolri. TNI Angkatan Udara mendukung istana, sedangkan Polisi membangkang dan menggelar pasukan bersama Kodam Jaya, Kostrad dan Marinir. Bagaimana Indonesia bulan depan tentu sulit diperkirakan jika Menteri Keuangan tidak mau mencairkan dana untuk polisi yang dianggap memberontak. Mungkin salah satu jalan adalah memberhentikan semua tokoh Ciganjur plus itu. Berikut laporan koresponden Syahrir dari Jakarta: Menjelang peringatan 100 tahun ulang tahun Bung Karno pelbagai pemancar televisi Indonesia berlomba-lomba memperdengarkan suara Bung Karno yang berpidato berapi-api menumbuhkan semangat anti imperialisme dan neo-kolonialisme, "Ini dadaku mana dadamu?" Kemarin pun Presiden Abdurrahman Wahid yang menyatakan dirinya pengagum Bung Karno yang berani melawan tentara pada peristiwa 17 Oktober 1952 menunjukkan sikap yang sama. Ini dadaku mana dadamu? Seperti halnya ketika Kostrad menggelar panser dan tanknya, kemarin pun Polisi menggelar pasukan di lapangan Monas Jakarta. Polisi dengan didukung oleh dua angkatan lainnya yaitu angkatan laut dan angkatan darat menggelar delapan ribu pasukan bersenjata. Sama seperti angkatan darat yang pada peristiwa 17 Oktober mengarahkan mulut meriamnya ke Istana di lokasi yang sama, polisi pun mengerahkan panser-pansernya ke sana untuk menggertak Gus Dur. Tetapi Gus Dur yang hampir buta itu tidak bernyali kecil. "Biarin saja," katanya kepada wartawan setelah menerima Menteri Transportasi RRC, Puang Zeng Dong, di Istana Negara Jakarta kemarin. Yang justru nampak kurang berani adalah kapolri Suroyo Bimantoro, yang meski sudah diberitakan akan memimpin apel polisi itu justru minta perlindungan Akbar Tandjung Ketua DPR yang kabarnya dalam waktu dekat dikabarkan akan ditangkap Jaksa Agung baru Baharuddin Lopa. Untuk menjaga nama baiknya, dan untuk membuktikan bahwa ia bukan orang Golkar semacam Marzuki Darusman, Jaksa Agung baru Baharuddin Lopa akan menangkap para penjahat ekonomi dan politik Orde Baru. Entah orang ini dekat dengan Gus Dur, Megawati atau siapa saja. Menko Polsoskam Agum Gumelar yang mantan Danjen Kopassus itu kemarin mengatakan apel kesiagaan biasa-biasa saja. "Apel saja kok diributkan," katanya. Tetapi sebagai perwira baret merah yang dahulu sangat populer di kawasan Cijantung ia pun sudah melakukan persiapan-persiapan yang diperlukan. Sehingga meski marinir ikut dalam apel tersebut, yang oleh doktor Syahrir disebut sebagai pembangkangan sipil itu, namun ada pasukan-pasukan lain yang tidak bersedia diikutsertakan. Bahkan dua batalyon TNI Angkatan Udara dari Pasukan Khas tidak jadi hadir pada apel tersebut. Memang Panglima TNI baru yang sedang dipersiapkan Gus Dur akan berasal dari Angkatan Udara. Bukan rahasia lagi bahwa Polri berani bergerak karena dukungan DPR/MPR serta TNI/Angkatan Darat. Tetapi justru ini yang sedang ditunggu Gus Dur. Gus Dur sangat ingin para perwira tinggi Angkatan Darat melakukan kesalahan secara konstitusional. Menlu Alwi Shihab pun sudah ditegor pemerintah Amerika yang menyesalkan kenapa Gus Dur sampai membiarkan Kostrad mengancam pemerintahan sipil. Di suatu pemerintahan yang demokratis, sipillah yang memimpin militer, kata mereka. Pembangkangan polisi yang didukung oleh para mantan kepala staf semasa Soeharto dinilai sebagai awal pemberontakan orang-orang Orde Baru, yang mau melakukan aksi balas dendam. Tetapi sudah pula bisa dipastikan bahwa perwira-perwira polisi Orde Baru yang menentang Presiden akan digusur setelah Bimantoro pensiun. Gus Dur masih punya senjata SK untuk memensiunkan seseorang yang sudah menginjak usia pensiun. Di samping itu Dirjen Anggaran Departemen Keuangan pun bisa saja diinstruksikannya untuk tidak mengeluarkan anggaran bagi kepolisian. Wakapolri yang baru pun, meski ditentang sejumlah jenderal polisi, kemarin sudah meminta ruangan di Mabes Polri. Dan ini sudah disetujui Bimantoro. Bimantoro dalam pertemuannya dengan dua menteri bekas Kopassus kemarin sudah menyetujui jika dipensiunkan. Ia hanya tidak mau dinonaktifkan karena itu berarti dia sudah membuat kesalahan besar dan ini tidak benar. Tetapi Bimantoro setuju jika ia didubeskan. Bimantoro pun menyadari telah membuat kesalahan dengan menaikkan pangkat sejumlah jenderal tanpa persetujuan Presiden Abdurrahman Wahid. Maka sampai di mana pembangkangan sipil para sipil bersenjata ini akan berakhir, masih perlu dicermati lebih lanjut. Suasana sekarang ini mengingatkan orang pada tahun-tahun 50-an, ketika Presiden Soekarno mengangkat Kolonel Bambang Utoyo sebagai KSAD. Ketika itu dinas Pemadam Kebakaran Jakarta terpaksa mengirim para pemusiknya untuk memeriahkan upacara pelantikan itu, karena MBAD membangkang dengan tidak mengirim barisan pemadam kebakaran. Tetapi akibatnya pecahlah pemberontakan daerah-daerah yang dipimpin para Komandan Kodam atau Teritorium. TNI pecah dua. TNI yang setia kepada pusat dan yang setia kepada rakyat di daerah. Tentara yang anti presiden kembali ke propinsi masing-masing untuk bergabung dengan para pemberontak. Apakah sekarang para perwira asal Jawa Timur pun akan bergabung dengan rakyat di Jawa Timur? Hal itu tentu tergantung sikap para elit politik dan militer saat ini yang masih terus bertikai sementara rakyat terus menderita. * KOALISI HAM-NGO MINTA PRESIDEN SEGERA TANGGAPI PROSES PERADILAN DI ACEH YANG TERHAMBAT Delegasi Koalisi HAM NGO di Aceh, Selasa ini menghadap Presiden Abdurrahman Wahid di Istana Merdeka, melaporkan buruknya proses peradilan di daerah istimewa itu. Banyak hakim melarikan diri karena enggan atau takut. Karena itu diusulkan untuk langsung menugaskan hakim-hakim baru atau mengangkat hakim ad-hoc, agar proses peradilan bisa segera dilanjutkan. Ikuti keterangan Azwar Nurdin dari Koalisi HAM NGO Aceh, yang kini berada di Jakarta untuk menemui Gus Dur: Azwar Nurdin [AN]: Pertama tentang buruknya kondisi di Aceh itu pada soal keamanan, kemudian keduanya yang berkaitan dengan soal penegakan hukum. Kita lihat dari minimnya hakim-hakim, kemudian peran hakim dan juga peran-peran yang lebih dominan dimainkan oleh polisi dan militer. Nah, pada sisi yang lainnya, ini juga kan kondisi bertambah buruk dengan adanya Inpres. Inpres dengan penekanan operasi keamanan dan penegakan hukum. Nah, menurut teman-teman dari pengacara yang tadi hadir ke Istana, pencampuradukan dua kegiatan seperti ini itu adalah tidak tepat, karena semua juga sudah maklum kondisi penegakan hukum di Aceh ini memang samasekali tidak berfungsi. Dan bahkan institusi yang ada itu tidak berjalan normal, karena hakim-hakim dari 18 pengadilan yang ada di seluruh Aceh tidak ada majelis hakimnya. Radio Nederland [RN]: Lalu hakim-hakimnya itu ke mana, Pak? AN: Itu ada sejumlah misalnya di Melabeuh, kemudian khususnya Sigli dan Tapaktuan itu samasekali kosong. begitu juga di Aceh besar. Nah, tapi ada sejumlah daerah-daerah yang lainnya masih ada hakim, tapi hanya satu orang. Di tingkat propinsi aja ada satu hakim. Sehingga ketika soal-soal seperti kasus Nazar itu harus didrop hakim dari Medan. Pada soal kenapa tidak adanya hakim di sana, dari berapa data yang kita temukan itu digaungkan kepada lasan klasik seperti faktor keamanan mengakibatkan mereka ketakutan tapi yang kita temukan justru berbeda gitu. Itu ada beberapa hakim misalnya seperti di Melabeuh itu justru usai pelantikan itu ada dua orang yang rata-rata mengambil cuti dengan alasan kembali ke tempat asalnya, tapi kemudian tidak kembali lagi. Beberapa bulan kemudian Melabeuh mendapat SK dia sudah ditempatkan di Riau. Artinya apa? Artinya kan ada unsur KKN di sini gitu. RN: Lalu solusi apa yang diberikan oleh Presiden? AN: Jadi kita tawarkan solusi kita menuntut agar presiden itu bisa mendatangkan kembali hakim-hakim ke Aceh, mendrop hakim-hakim di Aceh. Minimal untuk langkah awal kita contohkan seperti TimTim ketika mereka di daerah di suatu konflik, maka tidak semua kabupaten yang ada itu berjalannya proses peradilan. Tapi khusus dilakukan pada beberapa kabupaten, misalnya lima gitu. Tapi dengan konsisten bahwa hakim yang didatangkan itu dia disuport baik dalam insentif untuk seorang hakim di daerah konflik kemudian lingkungannya diberikan keamanan dan fasilitas-fasilitas lainnya yang memberi rangsangan bagi dia untuk melakukan tugasnya di Aceh. Kemudian saran kedua memberikan prioritas bagi pengangkatan hakim-hakim ad hoc, jadi hakim-hakim di luar karir. Nah banyak pengacara-pengacar di Aceh mampu melakukan tugas-tugas seorang hakim, toh mereka sudah terbiasa ataupun mengangkat para panitera-panitera yang lainnya. RN: Bagaimana reaksi presiden, apakah dia menyetujui usulan-usulan yang anda berikan? AN: Respon Presiden khusus untuk kondisi buruk, dia hanya mengatakan pertama dia akan mengirim orangnya secara khusus untuk memantau tentang kondisi yang diceritakan oleh teman-teman dari pengacara ini. Kemudian yang kedua adalah menyangkut lumpuhnya hakim di sana, dia meminta kita melakukan koordinasi dengan Menteri kehakiman, MA maupun kejaksaan yang memang dalam posisi ini dan kemudian dia juga akan melakukan koordinasi secara khusus dengan MA maupun Marsillam Simanjuntak yang menjadi Menteri Kehakiman dan Ham. Dan ada satu hal lagi yang dia tekankan bisa saja nanti laporan-laporan khusus menyangkut ini kita diminta khusus untuk berhubungan dengan dia tapi bukan ke istana tapi ke jalan Irian no. 7 itu. Demikian Azwar Nurdin dari koalisi HAM-NGO Aceh --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
