---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Selasa 10 Juli 2001 14:50 UTC



** MARSILLAM SIMANJUNTAK DITUNJUK SEBAGAI JAKSA AGUNG BARU

** 12 ORANG TEWAS AKIBAT PERTIKAIAN DI ACEH

** PROSES PERDAMAIAN IRLANDIA UTARA MASIH DI JALAN BUNTU

** DEMO MENENTANG KEPUTUSAN PENGADILAN KASASI CHILE

** TOPIK GEMA WARTA: MAMPUKAH MARSILLAM SIMANJUNTAK BERTINDAK KERAS
DAN HIDUP SEDERHANA?

** TOPIK GEMA WARTA: BAHAYA, CAMPURTANGAN DPR DALAM MASALAH KAPOLRI

** TOPIK GEMA WARTA: PINOCHET KEMUNGKINAN BESAR TIDAK AKAN DIADILI



* MARSILLAM SIMANJUNTAK DITUNJUK SEBAGAI JAKSA AGUNG BARU

Menurut juru bicara Kepresidenan Wimar Witoelar, Menteri Kehakiman
Marsillam Simanjuntak ditunjuk untuk menggantikan Baharuddin Lopa
sebagai Jaksa Agung. Tugas Menteri Kehakiman akan diambil alih oleh
Menteri Pertahanan Mahfud MD. Sementara Menko Polsoskam Agum Gumelar
akan merangkap tugas sebagi Menteri Pertahanan. Menurut Wimar
Witoelar, belum ada keputusan  resmi presiden mengenai penunjukan
tersebut, namun diharapkan dapat mengakhiri spekulasi setelah
wafatnya Jaksa Agung Baharuddin Lopa.


* 12 ORANG TEWAS AKIBAT PERTIKAIAN DI ACEH

Sedikitnya 12 orang tewas, lima diantaranya anggota Gerakan Atjeh
Merdeka, sewaktu pecah pertikaian di Aceh Selasa ini. Menurut GAM
mereka menyerang pos penjagaan di dekat pusat penambangan milik
ExxonMobile, sebagai balasan atas serangan pihak TNI terhadap
penduduk lokal. Seorang juru bicara polisi menyatakan kelima orang
yang diperkirakan anggota GAM, ditembak mati di Desa Panca, sekitar
40 km di Timur ibukota Banda Aceh. Pihak GAM membantah berita
tersebut, dan mengatakan hanya satu anggotanya yang tewas dan empat
lainnya warga sipil. Polisi untuk sementara menutup wilayah ini.
Sementara Senin malam kemarin sejumlah orang tak dikenal membakar
lebih dari 100 rumah tinggal dan toko di Desa Lampahan, Aceh Tengah.
Desa tersebut terletak di dekat barak Kopassus. Ratusan penduduk desa
melarikan diri ke gedung sekolah dan mesjid.


* PROSES PERDAMAIAN IRLANDIA UTARA MASIH DI JALAN BUNTU

Hingga saat ini pertemuan mengenai krisis perdamaian di Irlandia
Utara, di Staffordshire, Inggris, masih belum memberikan jalan
keluar. Gerry Adams pemimpin sayap politik IRA, Sinn Fein menyatakan
setelah akhir pembicaraan, semua persoalan masih belum dapat
dipecahkan di meja perundingan. Sementara pemimpin politik Irlandia
Utara lainnya menolak untuk memberikan keterangan kepada pers.
Perdana Menteri Inggris Tony Blair dan Perdana Menteri Irlandia
Bertie Ahern, yang menyelenggarakan pertemuan tersebut, lebih
bersikap optimis. Minggu lalu perundingan perdamaian mencapai jalan
buntu setelah Perdana Menteri Irlandia Utara David Trimble meletakkan
jabatan, karena IRA tetap menolak untuk menyerahkan senjata.
Sementara hal tersebut merupakan salah satu persyaratan utama yang
disepakati dalam persetujuan tiga tahun lalu. Selasa ini pihak-pihak
yang bertikai kembali memulai perundingan di Staffordshire.


* DEMO MENENTANG KEPUTUSAN PENGADILAN KASASI CHILE

Di ibukota Chile Santiago, polisi terpaksa menggunakan semprotan air
dan gas air mata untuk membubarkan lebih dari 500 orang yang
memprotes mantan diktator Augusto Pinochet. Empat orang demonstran
ditahan. Mereka memprotes keputusan Pengadilan Kasasi Chile, yang
menunda persidangan salah satu kasus terpenting terhadap Pinochet.
Menurut pengadilan tersebut, Pinochet yang sekarang berusia 85 tahun,
menderita penyakit jiwa yang cukup berat dan tidak mungkin untuk
diajukan ke muka hakim. Sidang ini berhubungan dengan puluhan
penculikan dan pembunuhan politik yang terjadi tahun 1973, ketika
Pinochet baru mulai berkuasa. Sementara itu jaksa penuntut umum telah
mengajukan naik banding. Tetapi menurut para pengamat kecil
kemungkinan permintaan tersebut akan dikabulkan, bahkan ada
kemungkinan besar Pinochet tidak akan pernah diadili.


* RUMAH TINGGAL DIBAKAR DI DESA  MALINO POSO

Sekitar 100 rumah yang terletak di Desa Malino dibakar habis sewaktu
kerusuhan terakhir antara warga Muslim dan Kristen di Kabupaten Poso,
Sulawesi Tengah. Massa mengamuk pertama-tama membakar 88 rumah warga
muslim dan yang kemudian membalas dengan membakar 12 rumah warga
Kristen. Seorang jubur polisi mengatakan, hingga sekarang tidak ada
korban yang jatuh. Kabupaten Poso sudah beberapa bulan menjadi ajang
konflik warga Muslim dan Kristen.


* SLOBODAN MILOSEVIC TETAP MENOLAK DIDAMPINGI PENGACARA

Mantan Presiden Yugoslavia Slobodan Milosevic tetap menolak untuk
didampingi sejumlah pengacara sewaktu sidang Tribunal di Den Haag.
Demikian pengacara asal Kanada Christopher Black sewaktu diwawancarai
televisi Belanda, setelah bertemu dengan Milosevic di rumah tahanan
Scheveningen. Black adalah anggota Komite Internasional Pembelaan
Slobodan Milosevic. Tujuan kunjungannya adalah memberikan advis
yuridis kepada mantan presiden tersebut. Sewaktu pertemuan dengan
Black, Milosevic menyatakan bangga akan semua yang telah dilakukannya
untuk bangsa dan negara Yugoslavia. Selain itu pengacara Kanada ini
membantah berita bahwa Milosevic berniat untuk mengakhiri riwayatnya.
Menurut Black, Milosevic dijaga 24 jam dengan kamera.


* AMARA ESSY SEKJEND BARU ORGANISASI PERSATUAN AFRIKA

Mantan Menteri Luar Negeri Pantai Gading Amara Essy, ditunjuk sebagai
Sekretaris Jenderal baru Organisasi Persatuan Afrika, OAU. pemilihan
dilakukan sewaktu pertemuan tingkat tinggi 53 kepala negara dan
pemimpin pemerintahan Afrika di ibukota Zambia, Lusaka. Ini adalah
sidang terakhir OAU, yang akan diubah menjadi Uni Afrika. Organisasi
baru tersebut mengambil contoh Uni Eropa dan akan mendapat parlemen
sendiri, sebuah bank sentral dan mahkamah pengadilan. Tugas
terpenting sekjend baru adalah mengatur perubahan definitif
Organisasi Persatuan Afrika menjadi Uni Afrika. Tugas tersebut harus
diselesaikan dalam waktu tiga tahun. Essy menggantikan diplomat
Tanzania Salim Ahmed Salim, yang menjabat sebagai Sekjend selama 12
tahun terakhir.


* UTUSAN EROPA BICARAKAN HASIL PERUNDINGAN DENGAN PRESIDEN MAKEDONIA

Di ibukota Makedonia, Skopje, utusan Eropa Francois Leotard dan juru
runding Amerika James Pardew, menyampaikan laporan hasil perundingan
perdamaian kepada Presiden Boris Trajkovski. Senin kemarin kedua
utusan berbicara dengan pihak etnis-Albania dan dua partai Makedonia
mengenai usulan perubahan undang-undang dasar. Kedua diplomat
menyatakan, cukup puas akan hasil putaran pertama perundingan, dan
akan melanjutkan pembicaraan dengan ke-empat pihak yang terlibat
setelah pertemuan dengan Presiden Trajkovski. Dalam putaran kedua,
akan dilibatkan sejumlah pakar yuridis.


* PRESIDEN POLANDIA MINTA MAAF ATAS PEMBUNUHAN DI JEDWABNE

Presiden Polandia Aleksander Kwasniewski meminta maaf atas pembunuhan
berdarah yang terjadi tepat 60 tahun lalu, di desa Jedwabne. Pada
tanggal 10 Juli 1941, sekitar 100 orang keturunan Yahudi mati dibakar
hidup-hidup oleh warga desa lain yang bukan Yahudi. Sewaktu pidato di
depan televisi Kwasniewski menyatakan penyesalannya atas kejahatan
tersebut, dan meminta maaf kepada para korban dan anggota keluarga
mereka. Sebelumnya pemerintah Polandia selalu menyatakan bahwa
pembunuhan di Jedwabne dilakukan oleh tentara Jerman. Tetapi dari
hasil penyidikan terakhir, terbukti bahwa para korban dibunuh oleh
tetangga sedesa.


* KECELAKAAN PESAWAT DI SIBERIA DISEBABKAN KESALAHAN CO-PILOT

Kecelakaan pesawat yang terjadi minggu lalu di Siberia, Rusia dan
menewaskan 145 penumpang serta awak, disebabkan kesalahan co-pilot.
Demikian diumumkan Komisi Penyidikan Rusia di ibukota Moskow. Dari
penyidikan kotak hitam pesawat, terbukti bahwa semua alat dan sistem
hidraulik berfungsi baik. Tetapi tidak lama sebelum pesawat tersebut
mengadakan pendaratan antara di Irkoetsk, co-pilot yang saat itu
memegang kemudi pesawat, melakukan gerakan yang tidak dikenal yang
menyebabkan pesawat jatuh. Ini adalah kecelakaan pesawat terparah di
Rusia selama 10 tahun terakhir.


* MAMPUKAH MARSILLAM SIMANJUNTAK BERTINDAK KERAS DAN HIDUP SEDERHANA?

Marsillam Simanjuntak kemarin ditunjuk sebagai Jaksa Agung baru,
menggantikan Baharuddin Lopa. Jabatan Menkeh HAM ditempati Mahfud MD.
Sedangkan posisi Menhan yang ditinggalkan Mahfud untuk sementara
dijabat rangkap oleh Menko Polsoskam Agum Gumelar sampai ditunjuk
pejabat baru. Beranikah Gus Dur kini mendeklarasikan pemberlakuan
dekrit yang sudah lama ditunggu-tunggu masyarakat itu? Tampaknya Gus
Dur belum siap juga. Ia hanya menggunakan Marsillam sebagai perkakas
menakut-nakuti lawan-lawan politiknya, seperti dilaporkan oleh
koresponden Syahrir dari Jakarta:

Presiden Abdurrahman Wahid, dalam keadaan bingung karena gagal
bertemu dengan pimpinan-pimpinan parpol, akhirnya menunjuk Marsillam
Simanjutak sebagai Jaksa Agung, menggantikan Almarhum Baharuddin
Lopa. Menurut seorang teman dekat Marsillam, semula tokoh ini
ragu-ragu menerima jabatan tersebut. Ia khawatir tidak bisa berbuat
banyak dalam 20 hari, sebelum Sidang Istimewa MPR yang akan
berlangsung tanggal 1 Agustus mendatang. Tetapi akhirnya Marsillam
menerima juga jabatan yang selama satu setengah tahun sengaja
dijauhkan Gus Dur dari genggamannya. Meski Marsillam teman baiknya,
namun Gus Dur, menurut anggota DPR Zulvan Lindan kepada Radio
Nederland, pernah mengatakan kepadanya dua tahun lalu, jika Marsillam
menjadi Jaksa Agung bisa saja Marsillam menangkap Gus Dur. Gus Dur
ternyata lebih percaya pada Marzuki Darusman, orang Golkar yang
dengan gampang dapat dikendalikannya. Kyai ini baru memakai Marsillam
setelah ia dalam posisi terjepit karena Lopa meninggal dunia.

Sebenarnya ketika ia mengeluarkan Marsillam dari Sekkab, Gus Dur bisa
saja langsung mengangkat temannya itu menjadi Jaksa Agung dan
membiarkan Lopa di Departemen Kehakiman. Tetapi Gus Dur yang beberapa
bulan terakhir nampak sangat ragu-ragu dan tak percaya diri, merasa
lebih aman jika Lopa yang duduk di Kejaksaan Agung. Sesungguhnya Gus
Dur hanya mau menggunakan Lopa untuk mengancam-ngancam lawan-lawannya
di DPR. Tetapi Lopa ternyata sungguh-sungguh, bahkan berniat
menangkap para koruptor. Kalau Lopa masih hidup, jelas seorang
Ginandjar Kartasasmita sudah ditahan. Ini pernah dikemukakannya
kepada orang dekatnya. Sementara ini posisi Marsillam agak berat,
karena ia harus membuktikan kepada rakyat bahwa ia benar-benar
"keras" sebagaimana diperkirakan orang.

Celakanya ia pun harus berlomba dengan bayangan Lopa yang selain
profesional karena bekas jaksa, juga hidup sederhana. Mampukah
Marsillam hidup sederhana? Sebelum menjadi Sekkab, Marsillam sempat
berjanji tidak akan memakai dasi. Nyatanya, dalam waktu enam bulan
Marsillam pun sudah rapi berdasi. Karena itu teman-temannya pernah
bertaruh, kapan Marsillam akan membawa pulang mobil Volvo milik
negara ke rumahnya di Cempaka Putih. Pasalnya, Marsillam pernah
mengatakan tidak akan memakai Volvo itu untuk kepentingan pribadi.
Setelah setahun orang bertanya: masihkah Marsillam setia pada
kata-katanya itu? Marsillam pernah mengatakan kalau teman-temannya di
Fordem merasa sudah saatnya ia keluar dari pemerintahan Gus Dur, maka
ia akan tunduk pada keputusan teman-temannya itu. Tetapi ketika
teman-temannya minta supaya keluar dari kabinet, ia berdalih ingin
bertahan karena tidak mau meninggalkan teman yang sedang dalam
keadaan yang susah. Lagipula ia menjelaskan kepada teman lain, "Saya
di sini bukan karena siapa-siapa. Saya hanya mewakili diri saya
sendiri".

Tetapi apa pun yang pernah dikatakannya, atau tidak dilakukannya,
kinilah saatnya ia membuktikan bahwa perjuangannya selama lebih dari
32 tahun benar-benar untuk kepentingan rakyat yang tertindas. Rakyat
ingin ada orang-orang yang bertanggung jawab atas keterpurukan
ekonomi saat ini. Penjahat-penjahat Orde Baru baik di bidang ekonomi,
politik dan hak-hak asasi manusia harus diseret ke pengadilan dan
dibawa ke Nusakambangan. Meski hanya ada waktu beberapa hari, namun
ia bisa saja menahan lima gembong KKN yang sudah disasar oleh Lopa.
Bukti-bukti memang sudah cukup.

Tetapi yang menjadi pertanyaan masih maukah Marsillam bertindak? Yang
skeptis mengatakan, Lopa sudah mengincar 50 hakim yang kotor, sebelum
ia berhenti sebagai Menteri Kehakiman dan HAM. Mengapa Marsillam
tidak menindaklanjuti rencana Lopa itu selama di Departemen Kehakiman
dan HAM? Selama menjabat sebagai Sekretaris Kabinet tidak didengar
bahwa Marsillam telah membersihkan orang-orang Orde Baru dan Golkar
dari instansi yang dipimpinnya itu. Maka meski Marsillam
disebut-sebut sebagai mantan tahanan politik Soeharto di tahun 70an
yang pasti anti penjahat-penjahat Orde Baru, namun perlu juga dilihat
sampai di mana sesungguhnya keberanian dan kecepatan bergerak tokoh
Ikatan Mahasiswa Djakarta (IMADA) ini.


* BAHAYA, CAMPURTANGAN DPR DALAM MASALAH KAPOLRI

Perpecahan di tubuh kepolisian soal kapolri makin nampak saja dengan
adanya kubu pro dan kontra Bimantoro, serta kubu pro dna kontra
Chaeruddin sebagai kapolri. Menurut Budi Witjaksono dari pusat studi
kepolisian Universitas Diponegoro, Semarang, instansi militer dan
kepolisian belum profesional karena masih berorientasi kepada
kekuasaan. Para perwira muda kini ingin merombak sikapnya itu. Tetapi
yang sangat memprihatinkan, demikian Budi Witjaksono, adalah bahwa
DPR campurtangan dalam masalah kapolri. Hal ini bisa membahayakan
negara:

Budi Witjaksono [BW]: Bagaimana pun juga instansi seperti militer dan
kepolisian di Indonesia, pasti berorientasi pada kekuasaan. Jadi
belum profesional. Maka saya dulu berusaha dengan teman-teman untuk
mengeluarkan Polri dari militer, untuk profesionalnya. Antara lain
dengan kekuasaan itu mereka selalu melihat siapa yang memimpin.
Memang di dalam kepolisian itu ada polisi-polisi yang sudah berpikir
profesionalisme. Terutama yang muda-muda. Bukan berarti yang tua
tidak ada, karena yang tua ada juga. Satu itu.

Jadi dengan melihat bahwa masalah Polri dan Kapolri ini menjadi ajang
kepentingan politik, kelihatannya yang di tingkat pamen, perwira
menengah ini tidak sabar. Ingin mengingatkan. Meskipun diantara
mereka juga tentu ada semacam pamrih-pamrih, ada interes di sana,
karena itu tadi yang saya bilang. Jadi paradigma kekuasaan masih
dipegang oleh atasannya itu. Jadi mereka ingin merombak itu.

Radio Nederland [RN]: Berarti sekarang dengan adanya perpecahan di
tubuh Polri, perwira menengah itu sekarang sudah mulai membangkang
terhadap atasannya?

BW: Ada begitu. Tapi sebetulnya saya kurang setuju mengatakan
perpecahan.

RN: Kenapa Pak?

BW: Saya kurang pendapat. Karena saya melihat, bahwa justru dari
perwira menengah ini, mungkin mau menegakkan profesionalisme di
kalangan Polri. Karena mereka melihat di kalangan Polri sudah mulai
dimasuki hal-hal yang bersifat politik dan sebagainya. Jadi justru
kalau saya lihat, mereka cuma mengingatkan yang mungkin di atasnya
supaya lebih profesional. Kalau soal perpecahan di antara mereka di
kalangan polisi dan Polri itu memang ada semacam kelompok-kelompok
tertentu. Tetapi sebetulnya tidak begitu berpengaruh kepada kehidupan
Polri. Itu memang ada sistem teman.

Kalau di antara yang tua dan yang muda, maksud saya yang ranking
berpangkat lebih tinggi dan yang di bawah, memang itu ada semacam
yang muda-muda itu tidak sabar ingin segera profesionalisme ada dalam
tubuh Polri. Karena bagaimanapun, meski mereka bagian daripada itu
mereka menganggap bahwa yang tua-tua itu produk dari Orde baru. Yang
masih bersifat militer. Meskipun dia  sendiri produk dari itu. Tetapi
mereka mungkin merasa sekarang sudah tidak militer lagi. Lebih siap
untuk menjadi polisi yang sungguhan. Jadi alasannya sama-sama
profesional. Yang satu profesional terhadap atasannya, yang atasannya
merasa profesional terhadap presiden waktu itu.

RN: Tetapi jelas ada fraksi-fraksi yang mendukung Bimantoro, dan yang
satunya mendukung Chaeruddin?

BW: Ya, mungkin begitu. Tapi yang terang kalau saya lihat Pak
Chaeruddin dan Pak Bimantoro itu sebetulnya mereka itu berteman. Jadi
kan Polri dan kapolri itu anak buah presiden. jadi ketika presiden
mencopot Kapolri, ingin Kapolkri berhenti, kalau profesional seorang
bawahan itu harus patuh. Mestinya begitu. teori yang mudah saya kira
begitu. Kalaupun pihak Polri melihat presiden tidak benar, mestinya
prsiden bisa di PTUN-kan atau diajukan kasusnya ke Mahkamah Agung.
Tidak ke DPR. Mungkin mereka yang muda ini melihat, dengan ke DPR
pimpinan Polri sudah main politik. Meskipun mereka diperlakukan
secara politik, tapi yang muda menganggap atasa mereka juga ikut main
politik.Ini saya kira masalahnya di sana.

RN: Kalau Presiden Gus Dur berhasil mengatasi masalah kepemimpinan
kepolisian apakah dengan demikian beliau bisa lolos dari SI?

BW: Oh Tidak. Saya kira tidak benar itu. Karena Gus Dur cuma dianggap
melanggar prosedur. Cuma dianggap begitu. Dan sekarang sudah mulai
ada solusi, dari pihak eksekutif, dari pihak Menhankam juga masalah
tongkat kewenangan pemimpin Polri itu. Sudah ada solusi cuma belum
dilaksanakan. Jadi ini justru ada imbauan terhadap Gus Dur untuk
mengikuti prosedur saja. Meskipun nanti Kapolri tetap yang diinginkan
Gus Dur. Kan memang tidak ada seorang Kapolri menyerahkan tongkat
komando kepolisian kepada Wakapolri. Meskinya kan begitu. Sekarang
kapolrinya belum ada makanya mustinya Pak Bimantoro menyerahkan
kepara presiden. Atau kepada Pak Agum Gumelar Menko Polsoskam. Lah
baru setelah Pak Agum bisa diserahkan kepada siapa saja, tidak perlu
Kapolri. Atau yang kedua, jalur yang wajar, artinya dimulai dari
depan. Polri mengirimkan calon-calon Kapolrinya ke Gus Dur, Gus Dur
memilih lagi. Harusnya Gus Dur memilih ke Chaeruddin lagi. Terus
disampaikan kepada DPR. Ini DPR juga seharusnya tidak berpolitik,
dengan apa yang dipilih Gus Dur terus dia tidak mau.

Jadi saya lihat kalau DPR selalu ikut campur dalam hal Polri, bisa
bahaya Indonesia ini. Tapi kalau seandainya, kalau seorang presiden,
ini jangan cuma Gus Dur, seandainya presiden lain seandainya suatu
ketika mau mengangkat Kapolri yang dia anggap segera harus melakukan
tugas untuk mengatur keamanan di Indonesia, terus harus menunggu DPR,
karena DPR tidak setuju, ini repot.


* PINOCHET KEMUNGKINAN BESAR TIDAK AKAN DIADILI

Nampaknya tidak ada kemungkinan lagi menyeret mantan diktator Cile,
Augusto Pinochet ke pengadilan. Sepertinya hal ini berlaku untuk
selamanya. Dua dari tiga hakim di pengadilan Kasasi di ibukota
Santiago menyatakan jenderal gaek berusia 85 tahun itu tidak mampu
menghadapi pengadilan, karena kesehatannya yang memburuk. Walau
secara teknis kasus tersebut ditunda sampai keadaan Pinochet membaik,
namun tentu saja hal itu tidak akan terjadi. Hernan Montealegre,
seorang pengacara hak asasi manusia di Cile menyatakan kasus Pinochet
menghasilkan beberapa hal positif, walau sudah barang tentu ia tidak
akan diadili. Lebih lanjut wawancara Radio Nederland dengan Hernan
Montealegre.


Bisa saja bahwa mantan diktator Cile Augusto Pinochet tidak diadili.
Walau kemungkinan ini berdampak negatif bagi hukum dan keadilan,
namun ini tentu saja menguntungkan kalangan militer serta kalangan
konglomerat, bahkan pemerintah serta gereja yang terus-terusan
mendesak agar Pinochet tidak diadili saja.

Menurut Hernan Montealegre, pengacara HAM di Cile, kasus mantan
diktator Cile, Augusto Pinochet menghasilkan beberapa hal positif.
Satu hal positif bukan terjadi di Cile namun di Spanyol, ketika hakim
Baltazar Garzon memutuskan mengajukan permintaan ekstradisi Pinochet
dari Inggris. Namun setelah ia bebas dari cengkeraman Inggris dan
Spanyol, kedatangan  Pinochet di Cile pun menghasilkan suatu hal
positif. Ketika itu Pinochet pengadilan serta Pengadilan Kasasi
mencabut kekebalan politik mantan diktator tersebut. Kemudian para
hakim Mahkamah Agung Cile juga memperkuat keputusan ini. Di lain
pihak, Pinochet tetap didakwa menutup-nutupi kejahatan yang
dituduhkan terhadapnya. Tribunal Cile menyatakan Pinochet bertanggung
jawab atas tindak kejahatan, walau bukan sebagai pelaku, namun
setidaknya sebagai seseorang yang menyembunyikan kejahatan tersebut.

Cile masih menghadapi jalan panjang mencapai persetujuan mengenai
kejadian di masa lalu. Montealgre berpendapat empat tahun yang luar
biasa dimana Pinochet kehilangan semua kemudahan hukum yang
dinikmatinya telah berlalu. Dan itu tidak akan terulang lagi.

Hernan Montealegre: I think that today the government has accute
economic problem and to solve that economic problem they need the
support of the entrepreneur on they wide wing economic groups in
Chile. And they have now, I think, going to support the government
because Pinochet has been left out of justice.

Menurut Montealegre pemerintah Cile kini menghadapi masalah ekonomi.
Agar masalah tersebut dapat ditanggulangi, pemerintah membutuhkan
dukungan dari para usahawan dan para pakar ekonomi sayap kanan. Kini
setelah dipastikan bawha Pinochet tidak akan diadili, maka kalangan
kanan ini bersedia mendukung pemerintah Cile.

Montealgre menyatakan kalau pemerintah Cile yang sekarang tetap
berkuasa, maka ini tidak berarti bahwa para penentang Pinochet
menghadapi jalan buntu dalam upaya mengadili mantan diktator
tersebut. Keputusan terakhir terletak pada Mahkamah Agung Cile yang
bisa memutuskan untuk menguatkan atau meniadakan keputusan tiga hakim
Pengadilan Kasasi.

Montealgre menandaskan Pinochet adalah tokoh utama yang bertanggung
jawab atas semua tindak kekerasan di masa lalu. Namun kalau
pengadilan Pinochet tidak dilangsungkan, maka keinginan masyarakat
agar ia diadili makin menurun.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke