--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Selasa 10 Juli 2001 14:50 UTC ** MARSILLAM SIMANJUNTAK DITUNJUK SEBAGAI JAKSA AGUNG BARU ** 12 ORANG TEWAS AKIBAT PERTIKAIAN DI ACEH ** PROSES PERDAMAIAN IRLANDIA UTARA MASIH DI JALAN BUNTU ** DEMO MENENTANG KEPUTUSAN PENGADILAN KASASI CHILE ** TOPIK GEMA WARTA: MAMPUKAH MARSILLAM SIMANJUNTAK BERTINDAK KERAS DAN HIDUP SEDERHANA? ** TOPIK GEMA WARTA: BAHAYA, CAMPURTANGAN DPR DALAM MASALAH KAPOLRI ** TOPIK GEMA WARTA: PINOCHET KEMUNGKINAN BESAR TIDAK AKAN DIADILI * MARSILLAM SIMANJUNTAK DITUNJUK SEBAGAI JAKSA AGUNG BARU Menurut juru bicara Kepresidenan Wimar Witoelar, Menteri Kehakiman Marsillam Simanjuntak ditunjuk untuk menggantikan Baharuddin Lopa sebagai Jaksa Agung. Tugas Menteri Kehakiman akan diambil alih oleh Menteri Pertahanan Mahfud MD. Sementara Menko Polsoskam Agum Gumelar akan merangkap tugas sebagi Menteri Pertahanan. Menurut Wimar Witoelar, belum ada keputusan resmi presiden mengenai penunjukan tersebut, namun diharapkan dapat mengakhiri spekulasi setelah wafatnya Jaksa Agung Baharuddin Lopa. * 12 ORANG TEWAS AKIBAT PERTIKAIAN DI ACEH Sedikitnya 12 orang tewas, lima diantaranya anggota Gerakan Atjeh Merdeka, sewaktu pecah pertikaian di Aceh Selasa ini. Menurut GAM mereka menyerang pos penjagaan di dekat pusat penambangan milik ExxonMobile, sebagai balasan atas serangan pihak TNI terhadap penduduk lokal. Seorang juru bicara polisi menyatakan kelima orang yang diperkirakan anggota GAM, ditembak mati di Desa Panca, sekitar 40 km di Timur ibukota Banda Aceh. Pihak GAM membantah berita tersebut, dan mengatakan hanya satu anggotanya yang tewas dan empat lainnya warga sipil. Polisi untuk sementara menutup wilayah ini. Sementara Senin malam kemarin sejumlah orang tak dikenal membakar lebih dari 100 rumah tinggal dan toko di Desa Lampahan, Aceh Tengah. Desa tersebut terletak di dekat barak Kopassus. Ratusan penduduk desa melarikan diri ke gedung sekolah dan mesjid. * PROSES PERDAMAIAN IRLANDIA UTARA MASIH DI JALAN BUNTU Hingga saat ini pertemuan mengenai krisis perdamaian di Irlandia Utara, di Staffordshire, Inggris, masih belum memberikan jalan keluar. Gerry Adams pemimpin sayap politik IRA, Sinn Fein menyatakan setelah akhir pembicaraan, semua persoalan masih belum dapat dipecahkan di meja perundingan. Sementara pemimpin politik Irlandia Utara lainnya menolak untuk memberikan keterangan kepada pers. Perdana Menteri Inggris Tony Blair dan Perdana Menteri Irlandia Bertie Ahern, yang menyelenggarakan pertemuan tersebut, lebih bersikap optimis. Minggu lalu perundingan perdamaian mencapai jalan buntu setelah Perdana Menteri Irlandia Utara David Trimble meletakkan jabatan, karena IRA tetap menolak untuk menyerahkan senjata. Sementara hal tersebut merupakan salah satu persyaratan utama yang disepakati dalam persetujuan tiga tahun lalu. Selasa ini pihak-pihak yang bertikai kembali memulai perundingan di Staffordshire. * DEMO MENENTANG KEPUTUSAN PENGADILAN KASASI CHILE Di ibukota Chile Santiago, polisi terpaksa menggunakan semprotan air dan gas air mata untuk membubarkan lebih dari 500 orang yang memprotes mantan diktator Augusto Pinochet. Empat orang demonstran ditahan. Mereka memprotes keputusan Pengadilan Kasasi Chile, yang menunda persidangan salah satu kasus terpenting terhadap Pinochet. Menurut pengadilan tersebut, Pinochet yang sekarang berusia 85 tahun, menderita penyakit jiwa yang cukup berat dan tidak mungkin untuk diajukan ke muka hakim. Sidang ini berhubungan dengan puluhan penculikan dan pembunuhan politik yang terjadi tahun 1973, ketika Pinochet baru mulai berkuasa. Sementara itu jaksa penuntut umum telah mengajukan naik banding. Tetapi menurut para pengamat kecil kemungkinan permintaan tersebut akan dikabulkan, bahkan ada kemungkinan besar Pinochet tidak akan pernah diadili. * RUMAH TINGGAL DIBAKAR DI DESA MALINO POSO Sekitar 100 rumah yang terletak di Desa Malino dibakar habis sewaktu kerusuhan terakhir antara warga Muslim dan Kristen di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Massa mengamuk pertama-tama membakar 88 rumah warga muslim dan yang kemudian membalas dengan membakar 12 rumah warga Kristen. Seorang jubur polisi mengatakan, hingga sekarang tidak ada korban yang jatuh. Kabupaten Poso sudah beberapa bulan menjadi ajang konflik warga Muslim dan Kristen. * SLOBODAN MILOSEVIC TETAP MENOLAK DIDAMPINGI PENGACARA Mantan Presiden Yugoslavia Slobodan Milosevic tetap menolak untuk didampingi sejumlah pengacara sewaktu sidang Tribunal di Den Haag. Demikian pengacara asal Kanada Christopher Black sewaktu diwawancarai televisi Belanda, setelah bertemu dengan Milosevic di rumah tahanan Scheveningen. Black adalah anggota Komite Internasional Pembelaan Slobodan Milosevic. Tujuan kunjungannya adalah memberikan advis yuridis kepada mantan presiden tersebut. Sewaktu pertemuan dengan Black, Milosevic menyatakan bangga akan semua yang telah dilakukannya untuk bangsa dan negara Yugoslavia. Selain itu pengacara Kanada ini membantah berita bahwa Milosevic berniat untuk mengakhiri riwayatnya. Menurut Black, Milosevic dijaga 24 jam dengan kamera. * AMARA ESSY SEKJEND BARU ORGANISASI PERSATUAN AFRIKA Mantan Menteri Luar Negeri Pantai Gading Amara Essy, ditunjuk sebagai Sekretaris Jenderal baru Organisasi Persatuan Afrika, OAU. pemilihan dilakukan sewaktu pertemuan tingkat tinggi 53 kepala negara dan pemimpin pemerintahan Afrika di ibukota Zambia, Lusaka. Ini adalah sidang terakhir OAU, yang akan diubah menjadi Uni Afrika. Organisasi baru tersebut mengambil contoh Uni Eropa dan akan mendapat parlemen sendiri, sebuah bank sentral dan mahkamah pengadilan. Tugas terpenting sekjend baru adalah mengatur perubahan definitif Organisasi Persatuan Afrika menjadi Uni Afrika. Tugas tersebut harus diselesaikan dalam waktu tiga tahun. Essy menggantikan diplomat Tanzania Salim Ahmed Salim, yang menjabat sebagai Sekjend selama 12 tahun terakhir. * UTUSAN EROPA BICARAKAN HASIL PERUNDINGAN DENGAN PRESIDEN MAKEDONIA Di ibukota Makedonia, Skopje, utusan Eropa Francois Leotard dan juru runding Amerika James Pardew, menyampaikan laporan hasil perundingan perdamaian kepada Presiden Boris Trajkovski. Senin kemarin kedua utusan berbicara dengan pihak etnis-Albania dan dua partai Makedonia mengenai usulan perubahan undang-undang dasar. Kedua diplomat menyatakan, cukup puas akan hasil putaran pertama perundingan, dan akan melanjutkan pembicaraan dengan ke-empat pihak yang terlibat setelah pertemuan dengan Presiden Trajkovski. Dalam putaran kedua, akan dilibatkan sejumlah pakar yuridis. * PRESIDEN POLANDIA MINTA MAAF ATAS PEMBUNUHAN DI JEDWABNE Presiden Polandia Aleksander Kwasniewski meminta maaf atas pembunuhan berdarah yang terjadi tepat 60 tahun lalu, di desa Jedwabne. Pada tanggal 10 Juli 1941, sekitar 100 orang keturunan Yahudi mati dibakar hidup-hidup oleh warga desa lain yang bukan Yahudi. Sewaktu pidato di depan televisi Kwasniewski menyatakan penyesalannya atas kejahatan tersebut, dan meminta maaf kepada para korban dan anggota keluarga mereka. Sebelumnya pemerintah Polandia selalu menyatakan bahwa pembunuhan di Jedwabne dilakukan oleh tentara Jerman. Tetapi dari hasil penyidikan terakhir, terbukti bahwa para korban dibunuh oleh tetangga sedesa. * KECELAKAAN PESAWAT DI SIBERIA DISEBABKAN KESALAHAN CO-PILOT Kecelakaan pesawat yang terjadi minggu lalu di Siberia, Rusia dan menewaskan 145 penumpang serta awak, disebabkan kesalahan co-pilot. Demikian diumumkan Komisi Penyidikan Rusia di ibukota Moskow. Dari penyidikan kotak hitam pesawat, terbukti bahwa semua alat dan sistem hidraulik berfungsi baik. Tetapi tidak lama sebelum pesawat tersebut mengadakan pendaratan antara di Irkoetsk, co-pilot yang saat itu memegang kemudi pesawat, melakukan gerakan yang tidak dikenal yang menyebabkan pesawat jatuh. Ini adalah kecelakaan pesawat terparah di Rusia selama 10 tahun terakhir. * MAMPUKAH MARSILLAM SIMANJUNTAK BERTINDAK KERAS DAN HIDUP SEDERHANA? Marsillam Simanjuntak kemarin ditunjuk sebagai Jaksa Agung baru, menggantikan Baharuddin Lopa. Jabatan Menkeh HAM ditempati Mahfud MD. Sedangkan posisi Menhan yang ditinggalkan Mahfud untuk sementara dijabat rangkap oleh Menko Polsoskam Agum Gumelar sampai ditunjuk pejabat baru. Beranikah Gus Dur kini mendeklarasikan pemberlakuan dekrit yang sudah lama ditunggu-tunggu masyarakat itu? Tampaknya Gus Dur belum siap juga. Ia hanya menggunakan Marsillam sebagai perkakas menakut-nakuti lawan-lawan politiknya, seperti dilaporkan oleh koresponden Syahrir dari Jakarta: Presiden Abdurrahman Wahid, dalam keadaan bingung karena gagal bertemu dengan pimpinan-pimpinan parpol, akhirnya menunjuk Marsillam Simanjutak sebagai Jaksa Agung, menggantikan Almarhum Baharuddin Lopa. Menurut seorang teman dekat Marsillam, semula tokoh ini ragu-ragu menerima jabatan tersebut. Ia khawatir tidak bisa berbuat banyak dalam 20 hari, sebelum Sidang Istimewa MPR yang akan berlangsung tanggal 1 Agustus mendatang. Tetapi akhirnya Marsillam menerima juga jabatan yang selama satu setengah tahun sengaja dijauhkan Gus Dur dari genggamannya. Meski Marsillam teman baiknya, namun Gus Dur, menurut anggota DPR Zulvan Lindan kepada Radio Nederland, pernah mengatakan kepadanya dua tahun lalu, jika Marsillam menjadi Jaksa Agung bisa saja Marsillam menangkap Gus Dur. Gus Dur ternyata lebih percaya pada Marzuki Darusman, orang Golkar yang dengan gampang dapat dikendalikannya. Kyai ini baru memakai Marsillam setelah ia dalam posisi terjepit karena Lopa meninggal dunia. Sebenarnya ketika ia mengeluarkan Marsillam dari Sekkab, Gus Dur bisa saja langsung mengangkat temannya itu menjadi Jaksa Agung dan membiarkan Lopa di Departemen Kehakiman. Tetapi Gus Dur yang beberapa bulan terakhir nampak sangat ragu-ragu dan tak percaya diri, merasa lebih aman jika Lopa yang duduk di Kejaksaan Agung. Sesungguhnya Gus Dur hanya mau menggunakan Lopa untuk mengancam-ngancam lawan-lawannya di DPR. Tetapi Lopa ternyata sungguh-sungguh, bahkan berniat menangkap para koruptor. Kalau Lopa masih hidup, jelas seorang Ginandjar Kartasasmita sudah ditahan. Ini pernah dikemukakannya kepada orang dekatnya. Sementara ini posisi Marsillam agak berat, karena ia harus membuktikan kepada rakyat bahwa ia benar-benar "keras" sebagaimana diperkirakan orang. Celakanya ia pun harus berlomba dengan bayangan Lopa yang selain profesional karena bekas jaksa, juga hidup sederhana. Mampukah Marsillam hidup sederhana? Sebelum menjadi Sekkab, Marsillam sempat berjanji tidak akan memakai dasi. Nyatanya, dalam waktu enam bulan Marsillam pun sudah rapi berdasi. Karena itu teman-temannya pernah bertaruh, kapan Marsillam akan membawa pulang mobil Volvo milik negara ke rumahnya di Cempaka Putih. Pasalnya, Marsillam pernah mengatakan tidak akan memakai Volvo itu untuk kepentingan pribadi. Setelah setahun orang bertanya: masihkah Marsillam setia pada kata-katanya itu? Marsillam pernah mengatakan kalau teman-temannya di Fordem merasa sudah saatnya ia keluar dari pemerintahan Gus Dur, maka ia akan tunduk pada keputusan teman-temannya itu. Tetapi ketika teman-temannya minta supaya keluar dari kabinet, ia berdalih ingin bertahan karena tidak mau meninggalkan teman yang sedang dalam keadaan yang susah. Lagipula ia menjelaskan kepada teman lain, "Saya di sini bukan karena siapa-siapa. Saya hanya mewakili diri saya sendiri". Tetapi apa pun yang pernah dikatakannya, atau tidak dilakukannya, kinilah saatnya ia membuktikan bahwa perjuangannya selama lebih dari 32 tahun benar-benar untuk kepentingan rakyat yang tertindas. Rakyat ingin ada orang-orang yang bertanggung jawab atas keterpurukan ekonomi saat ini. Penjahat-penjahat Orde Baru baik di bidang ekonomi, politik dan hak-hak asasi manusia harus diseret ke pengadilan dan dibawa ke Nusakambangan. Meski hanya ada waktu beberapa hari, namun ia bisa saja menahan lima gembong KKN yang sudah disasar oleh Lopa. Bukti-bukti memang sudah cukup. Tetapi yang menjadi pertanyaan masih maukah Marsillam bertindak? Yang skeptis mengatakan, Lopa sudah mengincar 50 hakim yang kotor, sebelum ia berhenti sebagai Menteri Kehakiman dan HAM. Mengapa Marsillam tidak menindaklanjuti rencana Lopa itu selama di Departemen Kehakiman dan HAM? Selama menjabat sebagai Sekretaris Kabinet tidak didengar bahwa Marsillam telah membersihkan orang-orang Orde Baru dan Golkar dari instansi yang dipimpinnya itu. Maka meski Marsillam disebut-sebut sebagai mantan tahanan politik Soeharto di tahun 70an yang pasti anti penjahat-penjahat Orde Baru, namun perlu juga dilihat sampai di mana sesungguhnya keberanian dan kecepatan bergerak tokoh Ikatan Mahasiswa Djakarta (IMADA) ini. * BAHAYA, CAMPURTANGAN DPR DALAM MASALAH KAPOLRI Perpecahan di tubuh kepolisian soal kapolri makin nampak saja dengan adanya kubu pro dan kontra Bimantoro, serta kubu pro dna kontra Chaeruddin sebagai kapolri. Menurut Budi Witjaksono dari pusat studi kepolisian Universitas Diponegoro, Semarang, instansi militer dan kepolisian belum profesional karena masih berorientasi kepada kekuasaan. Para perwira muda kini ingin merombak sikapnya itu. Tetapi yang sangat memprihatinkan, demikian Budi Witjaksono, adalah bahwa DPR campurtangan dalam masalah kapolri. Hal ini bisa membahayakan negara: Budi Witjaksono [BW]: Bagaimana pun juga instansi seperti militer dan kepolisian di Indonesia, pasti berorientasi pada kekuasaan. Jadi belum profesional. Maka saya dulu berusaha dengan teman-teman untuk mengeluarkan Polri dari militer, untuk profesionalnya. Antara lain dengan kekuasaan itu mereka selalu melihat siapa yang memimpin. Memang di dalam kepolisian itu ada polisi-polisi yang sudah berpikir profesionalisme. Terutama yang muda-muda. Bukan berarti yang tua tidak ada, karena yang tua ada juga. Satu itu. Jadi dengan melihat bahwa masalah Polri dan Kapolri ini menjadi ajang kepentingan politik, kelihatannya yang di tingkat pamen, perwira menengah ini tidak sabar. Ingin mengingatkan. Meskipun diantara mereka juga tentu ada semacam pamrih-pamrih, ada interes di sana, karena itu tadi yang saya bilang. Jadi paradigma kekuasaan masih dipegang oleh atasannya itu. Jadi mereka ingin merombak itu. Radio Nederland [RN]: Berarti sekarang dengan adanya perpecahan di tubuh Polri, perwira menengah itu sekarang sudah mulai membangkang terhadap atasannya? BW: Ada begitu. Tapi sebetulnya saya kurang setuju mengatakan perpecahan. RN: Kenapa Pak? BW: Saya kurang pendapat. Karena saya melihat, bahwa justru dari perwira menengah ini, mungkin mau menegakkan profesionalisme di kalangan Polri. Karena mereka melihat di kalangan Polri sudah mulai dimasuki hal-hal yang bersifat politik dan sebagainya. Jadi justru kalau saya lihat, mereka cuma mengingatkan yang mungkin di atasnya supaya lebih profesional. Kalau soal perpecahan di antara mereka di kalangan polisi dan Polri itu memang ada semacam kelompok-kelompok tertentu. Tetapi sebetulnya tidak begitu berpengaruh kepada kehidupan Polri. Itu memang ada sistem teman. Kalau di antara yang tua dan yang muda, maksud saya yang ranking berpangkat lebih tinggi dan yang di bawah, memang itu ada semacam yang muda-muda itu tidak sabar ingin segera profesionalisme ada dalam tubuh Polri. Karena bagaimanapun, meski mereka bagian daripada itu mereka menganggap bahwa yang tua-tua itu produk dari Orde baru. Yang masih bersifat militer. Meskipun dia sendiri produk dari itu. Tetapi mereka mungkin merasa sekarang sudah tidak militer lagi. Lebih siap untuk menjadi polisi yang sungguhan. Jadi alasannya sama-sama profesional. Yang satu profesional terhadap atasannya, yang atasannya merasa profesional terhadap presiden waktu itu. RN: Tetapi jelas ada fraksi-fraksi yang mendukung Bimantoro, dan yang satunya mendukung Chaeruddin? BW: Ya, mungkin begitu. Tapi yang terang kalau saya lihat Pak Chaeruddin dan Pak Bimantoro itu sebetulnya mereka itu berteman. Jadi kan Polri dan kapolri itu anak buah presiden. jadi ketika presiden mencopot Kapolri, ingin Kapolkri berhenti, kalau profesional seorang bawahan itu harus patuh. Mestinya begitu. teori yang mudah saya kira begitu. Kalaupun pihak Polri melihat presiden tidak benar, mestinya prsiden bisa di PTUN-kan atau diajukan kasusnya ke Mahkamah Agung. Tidak ke DPR. Mungkin mereka yang muda ini melihat, dengan ke DPR pimpinan Polri sudah main politik. Meskipun mereka diperlakukan secara politik, tapi yang muda menganggap atasa mereka juga ikut main politik.Ini saya kira masalahnya di sana. RN: Kalau Presiden Gus Dur berhasil mengatasi masalah kepemimpinan kepolisian apakah dengan demikian beliau bisa lolos dari SI? BW: Oh Tidak. Saya kira tidak benar itu. Karena Gus Dur cuma dianggap melanggar prosedur. Cuma dianggap begitu. Dan sekarang sudah mulai ada solusi, dari pihak eksekutif, dari pihak Menhankam juga masalah tongkat kewenangan pemimpin Polri itu. Sudah ada solusi cuma belum dilaksanakan. Jadi ini justru ada imbauan terhadap Gus Dur untuk mengikuti prosedur saja. Meskipun nanti Kapolri tetap yang diinginkan Gus Dur. Kan memang tidak ada seorang Kapolri menyerahkan tongkat komando kepolisian kepada Wakapolri. Meskinya kan begitu. Sekarang kapolrinya belum ada makanya mustinya Pak Bimantoro menyerahkan kepara presiden. Atau kepada Pak Agum Gumelar Menko Polsoskam. Lah baru setelah Pak Agum bisa diserahkan kepada siapa saja, tidak perlu Kapolri. Atau yang kedua, jalur yang wajar, artinya dimulai dari depan. Polri mengirimkan calon-calon Kapolrinya ke Gus Dur, Gus Dur memilih lagi. Harusnya Gus Dur memilih ke Chaeruddin lagi. Terus disampaikan kepada DPR. Ini DPR juga seharusnya tidak berpolitik, dengan apa yang dipilih Gus Dur terus dia tidak mau. Jadi saya lihat kalau DPR selalu ikut campur dalam hal Polri, bisa bahaya Indonesia ini. Tapi kalau seandainya, kalau seorang presiden, ini jangan cuma Gus Dur, seandainya presiden lain seandainya suatu ketika mau mengangkat Kapolri yang dia anggap segera harus melakukan tugas untuk mengatur keamanan di Indonesia, terus harus menunggu DPR, karena DPR tidak setuju, ini repot. * PINOCHET KEMUNGKINAN BESAR TIDAK AKAN DIADILI Nampaknya tidak ada kemungkinan lagi menyeret mantan diktator Cile, Augusto Pinochet ke pengadilan. Sepertinya hal ini berlaku untuk selamanya. Dua dari tiga hakim di pengadilan Kasasi di ibukota Santiago menyatakan jenderal gaek berusia 85 tahun itu tidak mampu menghadapi pengadilan, karena kesehatannya yang memburuk. Walau secara teknis kasus tersebut ditunda sampai keadaan Pinochet membaik, namun tentu saja hal itu tidak akan terjadi. Hernan Montealegre, seorang pengacara hak asasi manusia di Cile menyatakan kasus Pinochet menghasilkan beberapa hal positif, walau sudah barang tentu ia tidak akan diadili. Lebih lanjut wawancara Radio Nederland dengan Hernan Montealegre. Bisa saja bahwa mantan diktator Cile Augusto Pinochet tidak diadili. Walau kemungkinan ini berdampak negatif bagi hukum dan keadilan, namun ini tentu saja menguntungkan kalangan militer serta kalangan konglomerat, bahkan pemerintah serta gereja yang terus-terusan mendesak agar Pinochet tidak diadili saja. Menurut Hernan Montealegre, pengacara HAM di Cile, kasus mantan diktator Cile, Augusto Pinochet menghasilkan beberapa hal positif. Satu hal positif bukan terjadi di Cile namun di Spanyol, ketika hakim Baltazar Garzon memutuskan mengajukan permintaan ekstradisi Pinochet dari Inggris. Namun setelah ia bebas dari cengkeraman Inggris dan Spanyol, kedatangan Pinochet di Cile pun menghasilkan suatu hal positif. Ketika itu Pinochet pengadilan serta Pengadilan Kasasi mencabut kekebalan politik mantan diktator tersebut. Kemudian para hakim Mahkamah Agung Cile juga memperkuat keputusan ini. Di lain pihak, Pinochet tetap didakwa menutup-nutupi kejahatan yang dituduhkan terhadapnya. Tribunal Cile menyatakan Pinochet bertanggung jawab atas tindak kejahatan, walau bukan sebagai pelaku, namun setidaknya sebagai seseorang yang menyembunyikan kejahatan tersebut. Cile masih menghadapi jalan panjang mencapai persetujuan mengenai kejadian di masa lalu. Montealgre berpendapat empat tahun yang luar biasa dimana Pinochet kehilangan semua kemudahan hukum yang dinikmatinya telah berlalu. Dan itu tidak akan terulang lagi. Hernan Montealegre: I think that today the government has accute economic problem and to solve that economic problem they need the support of the entrepreneur on they wide wing economic groups in Chile. And they have now, I think, going to support the government because Pinochet has been left out of justice. Menurut Montealegre pemerintah Cile kini menghadapi masalah ekonomi. Agar masalah tersebut dapat ditanggulangi, pemerintah membutuhkan dukungan dari para usahawan dan para pakar ekonomi sayap kanan. Kini setelah dipastikan bawha Pinochet tidak akan diadili, maka kalangan kanan ini bersedia mendukung pemerintah Cile. Montealgre menyatakan kalau pemerintah Cile yang sekarang tetap berkuasa, maka ini tidak berarti bahwa para penentang Pinochet menghadapi jalan buntu dalam upaya mengadili mantan diktator tersebut. Keputusan terakhir terletak pada Mahkamah Agung Cile yang bisa memutuskan untuk menguatkan atau meniadakan keputusan tiga hakim Pengadilan Kasasi. Montealgre menandaskan Pinochet adalah tokoh utama yang bertanggung jawab atas semua tindak kekerasan di masa lalu. Namun kalau pengadilan Pinochet tidak dilangsungkan, maka keinginan masyarakat agar ia diadili makin menurun. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
