--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Kamis 23 Agustus 2001 15:40 UTC ** MEGAWATI SOEKARNOPUTRI KUNJUNG KE TIMOR BARAT ** 15 KORBAN TEWAS AKIBAT SERANGAN GERILYAWAN TAMIL ** PALANG MERAH INTERNASIONAL DAPAT KUNJUNGI TAHANAN ASING DI AFGANISTAN ** TOPIK GEMA WARTA: PEKERJA KEMANUSIAAN DI ACEH TERJEPIT ANTARA JAKARTA DAN GAM ** TOPIK GEMA WARTA: ADA SKENARIO APA LAGI DI BALIK KRITIK AMIEN RAIS? * MEGAWATI SOEKARNOPUTRI KUNJUNG KE TIMOR BARAT Presiden Megawati Soekarnoputri akan berkunjung ke Timor Barat, pada jangka waktu pendek. Demikian dilaporkan kantor berita negara, Antara. Pada kunjungan itu, Megawati antara lain berkunjung ke kamp-kamp penampung pengungsi Timor Timur. Sekitar seratus ribuan warga Timor Timur masih berada dalam kamp tersebut. Dua tahun lalu mereka lari dari Timor Timur karena pecahnya kerusuhan menyusul referendum kemerdekaan. Menurut kantor berita Antara Megawati akan ke Timor Barat seusai perlawatan keliling Asia Tenggara. Hari ini Presiden tiba di Kamboja. Ia disambut Raja Norodom Sihanouk di bandara Kamboja. Sebelumnya Presiden Megawati sudah mengujungi Filipina, Vietnam dan Laos. Ini adalah kunjungan luar negeri pertamanya sebagai Presiden Indonesia. * 15 KORBAN TEWAS AKIBAT SERANGAN GERILYAWAN TAMIL Dipastikan 15 orang tewas akibat serangan gerilyawan Tamil terhadap dua kamp militer di Sri Lanka Timur. Di antara korban tewas adalah tujuh prajurit tentara pemerintah serta delapan gerilyawan. Menurut tentara serangan tersebut dapat dipukul mundur. Sejak 1983, kelompok Macan Tamil berjuang untuk negara Tamil merdeka di Sri Lanka Timur Laut. Perang saudara menewaskan paling tidak 64 ribu orang. * PALANG MERAH INTERNASIONAL DAPAT KUNJUNGI TAHANAN ASING DI AFGANISTAN Palang Merah Internasional diperbolehkan mengunjungi delapan pekerja sosial Kristen yang ditahan di Afganistan. Demikian kata Menteri Luar Negeri Taliban, Wakil Ahmed Muttawakil. Namun organisasi Palang Merah mengatakan belum mengetahui hal itu. Rabu kemarin juru bicara Taliban menyatakan para pekerja sosial tidak diijinkan menerima tamu, selama penyelidikan terhadap mereka masih berlangsung. Dua pekan lalu, para pekerja sosial organisasi kristen, Shelter Now, ditangkap karena dituduh menyebarkan agama Kristen secara ilegal. Para diplomat dari Amerika Serikat, Australia dan Jerman berupaya mengunjungi mereka, namun rezim Taliban menolak hal tersebut. Belum jelas hukuman terhadap delapan warga asing itu. Mereka dapat dikeluarkan dari negara, namun juga dijatuhi hukuman mati. * PEKAN DEPAN MENLU ISRAEL BERTEMU DENGAN PRESIDEN PALESTINA Menteri Luar Negeri Israel, Shimon Peres, mungkin akan bertemu dengan Presiden Palestina, Yasser Arafat, pekan mendatang. Demikian kata Peres kepada wartawan. Namun ia tidak menyebut nama atau kapan pertemuan itu dilangsungkan. Menteri Luar Negeri Jerman, Joschka Fischer yang bertanggung jawab atas pertemuan antara dua pemimpin tersebut. Yang dibahas pada pertemuan itu adalah gencatan senjata antara Israel dengan Palestina. Namun pada sebuah kunjungan ke Cina, Arafat meragukan manfaat pertemuan dengan Menlu Peres. Kekuasaan Peres sangat terbatas, karena Perdana Menteri Ariel Sharon-lah yang mengambil keputusan penting. Demikian tegas Arafat. Sementara itu seorang perwira Palestina terluka ketika mobilnya diserang dua rudal, di Tepi Barat Sungai Yordan. Menurut saksi mata, rudal tersebut dilancarkan dari sebuah pangkalan militer Israel di sekitarnya. * MILOSEVIC PRAPERADILKAN NEGARA BELANDA Mantan Diktator Yugoslavia, Slobodan Milosevic hari ini di hadapan Tribunal Yugoslavia di Den Haag mempraperadilkan Negara Belanda. Dalam proses itu Milosevic menuntut supaya ia dibebaskan. Ia menyatakan diculik dari negaranya dan hak-haknya telah dilanggar. Milosevic berada dalam tahanan di sebuah penjara Scheveningen, menunggu pengadilan terhadapnya oleh Tribunal Yugoslavia. Ia dituduh melakukan tindak kejahatan di Kosovo. Milosevic menyatakan penahanan preventifnya adalah pelanggaran terhadap hak-haknya. Selain itu ia juga menandaskan Tribunal adalah lembaga ilegal, karena tidak didirikan Majelis Umum PBB, namun oleh Dewan Keamanan. Menurut para pakar hukum upaya Milosevic tidak akan membuahkan hasil. * WARGA AMERIKA TERKEMUKA MENENTANG KAMPANYE ANTI-NARKOBA AMERIKA SERIKAT Sekitar 200 warga Amerika terkemuka menghimbau PBB menggunakan Konperensi Rasisme PBB mendatang untuk menghukum operasi pemberantasan narkoba Amerika Serikat serta negara-negara lain. Menurut mereka kampanye anti-narkoba ini sangatlah rasistis. Selain itu mereka juga menyatakan minoritas etnis di berbagai negara menjadi korban kekerasan dan pengejaran demi perang terhadap obat bius itu. Salah satu penentang kampanye anti-narkoba adalah pemenang Harga Nobel Milton Friedman serta penyanyi Harry Belafonte. Di Amerika Serikat, baik warga kulit putih mau pun kulit hitam serta warga asal Amerika Latin menggunakan obat bius dalam jumlah sama. Namun terutama pengguna obat bius dari kelompok terakhir yang ditangkap dan ditahan. Demikian menurut para penentang kampanye anti-narkoba. Konperensi Rasisme PBB akan dilangsungkan di Durban, Afrika Selatan, 31 Agustus mendatang. * MENLU BELGIA INGIN LANJUTKAN DIALOG DENGAN KUBA Menteri Luar Negeri Belgia, Louis Michel menegaskan Uni Eropa serta Kuba harus melanjutkan dialog secepat mungkin. Tujuan dialog adalah mempererat hubungan bilateral. Menurut Micel, yang negaranya menjabat ketua bergilir Uni Eropa, perundingan antara dua pihak harus dilangsungkan tanpa prasyarat apa pun. Kuba adalah satu-satunya negara Amerika Latin yang tidak memiliki persetujuan kerja sama dengan Uni Eropa. Uni Eropa hanya membantu Kuba dengan program bantuan kemanusiaan. Tahun 1996 Uni Eropa menegaskan Kuba harus memberlakukan demokrasi dan hak asasi manusia sebelum dapat tercapai persetujuan kerja sama. Kini Michel berkunjung ke Kuba. * PEKERJA KEMANUSIAAN DI ACEH TERJEPIT ANTARA JAKARTA DAN GAM Masalah Aceh bukan melulu urusan pemerintah atau Gerakan Atjeh Merdeka yang sampai sekarang tetap terlibat konflik berdarah. Banyak kalangan menyibukkan diri dengan masalah Aceh, terutama kalangan LSM. Tetapi dengan konflik yang terus memuncak, LSM makin terjepit antara pemerintah dan GAM. Yang menarik, pemerintah sekarang juga ingin mengambil alih pekerjaan LSM. Bagaimana caranya? Berikut laporan koresponden Syahrir dari Jakarta: Human Rights Watch yang berpusat di New York, Amerika Serikat, pekan ini mengimbau pemerintah Indonesia mau pun gerilyawan bersenjata di Aceh agar melindungi rakyat sipil. Organisasi yang memperjuangkan Hak-Hak Azasi Manusia di dunia ini menganggap kedua belah pihak, baik pemerintah maupun Gerakan Atjeh Merdeka GAM, bertanggungjawab atas pelbagai pelanggaran hak-hak asasi manusia. Organisasi ini juga meminta supaya pemerintah RI tidak mencegah organisasi-organisdasi HAM setempat melakukan kegiatan investigasi terhadap pelbagai pembunuhan. Di antaranya pencarian data soal pembunuhan beberapa pekerja kemanusiaan pada Desember 2000, di Lhokseumawe. Juga pembunuhan aktivis HAM Suprin Sulaiman dan dua rekannya, setelah mereka meninggalkan kantor polisi di Aceh Selatan bulan Maret yang lalu. Menurut Human Rights Watch tekanan terhadap para aktivis sosial sejak bulan Juni lalu terus meningkat. Penggerebekan, penyitaan komputer dan dokumen-dokumen LSM dilakukan polisi akhir-akhir ini. Bahkan terjadi pula penangkapan-penangkapan para aktivis itu, tulis Human Rights Watch. Sementara itu di Jakarta Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah menyatakan bahwa pemerintah akan memberikan dua hektar tanah kepada para pengungsi dari Aceh. Persoalan pengungsian akibat konflik di Aceh nampaknya merupakan barang baru bagi pemerintah Indonesia. Pemerintah tak cukup pengalaman, sekaligus kemampuan untuk menjawab tuntutan persoalan pengungsi yang memiliki dimensi sendiri. Beruntunglah, para pekerja kemanusiaan baik lokal maupun asing memberi contoh bagaimana bekerjasama dengan pengungsi dalam proyek bantuan kemanusiaan itu. Para pekerja itu terlibat dan juga merasa berkepentingan akan terjaminnya kelangsungan hidup di penampungan. Kesungguhan para pekerja kemanusiaan dalam bekerja untuk para pengungsi bukan jaminan bahwa mereka tidak akan menjadi korban sebuah konflik berdarah. Perang saudara di Aceh mengaburkan identitas pihak-pihak yang langsung terlibat pertikaian dengan warga biasa yang menjadi korban. Pekerja kemanusiaan berada dalam posisi sulit, di antara pihak yang bertikai dan sipil yang membutuhkan bantuan. Jumlah LSM yang hingga saat ini terlibat dalam penanganan pengungsi di Aceh, jauh berkurang dari masa awal terjadinya gelombang pengungsi. Yang masih aktif saat ini adalah Palang Merah Internasional (ICRC), Flower Aceh, Save the Children, dan Yayasan Persekutuan Hidup Baru. Sementara itu OXFAM dan Medicine Sans Frontiers/Dokter Lintas Batas yang sebelumnya intens memberikan bantuan, kini mengurangi kegiatan mereka. Konflik vertikal di Aceh menyimpan sejumlah catatan buruk tentang keselamatan pekerja kemanusiaan. Mereka mengalami beberapa kejadian buruk termasuk pencegatan dan pembunuhan. Empat orang aktivis RATA (Rehabilitation for Tortured Victims in Aceh) sepulang mengantar pasien ke Puskesmas pada tanggal 6 September 2000 dibunuh aparat yang tak dikenal dan hingga saat ini kasusnya belum menunjukan titik terang. Sebelumnya, aktivis Save Emergency for Aceh (SEFA) ketika mengantar obat-obatan ke pengungsian, diculik dari bus yang ditumpanginya. Ia dipaksa mengaku cuwak atau "mata-mata" kelompok Gerakan Atjeh Merdeka, bahkan sebelum dibebaskan ia harus bersedia difoto dengan memegang bendera merah GAM. Tiga orang staf Oxfam yang sedang menggali dan memasang pipa saluran air di kamp pengungsian ditangkap dan dianiaya pada akhir Agustus 2000. Sementara itu lembaga resmi berdasarkan Keputusan Presiden No. 9 tahun 2001 yang menangani pengungsi adalah Bakornas atau Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi. Susunan pengurus Bakornas PBPP terdiri dari Wakil Presiden RI sebagai ketua, sembilan menteri, Panglima TNI, Kapolri dan gubernur setempat. Belum lagi tambahan sejumlah sekretaris dan wakil sekretaris, empat deputi bidang, 16 biro, 64 bagian dan 192 sub-bagian. Dengan pembagian pangkat/jabatan sebagai berikut: Wakil Sekretaris dan Deputi adalah termasuk eselon I A, Kepala Biro berjabatan eselon II A dan kepala bagian III A, dan kepala sub-bagian IV A. Jadi sungguh menggelikan, urusan penderitaan kemanusiaan yang bersifat darurat itu malah ditangani oleh lembaga permanen dengan langgam kerja pegawai negeri. Tak heran dalam sebuah lokakarya nasional pengungsi domestik, seorang peserta mengecam dengan sengit Bakornas yang dibina Megawati, dengan mengatakan bahwa Bakornas adalah wadah untuk bagi-bagi pangkat dan kedudukan yang memboroskan anggaran negara. Kenyataan di atas menjelaskan dengan baik bagaimana sesungguhnya wajah birokrasi ini menyikapi persoalan pengungsi termasuk di Aceh. * ADA SKENARIO APA LAGI DIBALIK KRITIK AMIEN RAIS? Ketua MPR Amien Rais mulai mengkritik Presiden Megawati yang tengah melakukan perjalanan keliling negara anggota ASEAN. Tepatkah kritik Amien Rais itu? Berikut wawancara Radio Nederland dengan Choirul Anam, Ketua PKB Jawa Timur: Choirul Anam [CA]: Sama seperti pada saat Gus Dur dulu ketika ke luar negeri juga dikatakan seperti yang sama juga kepada Ibu Mega. Soalnya sekarang ini sekedar kritik atau memang ada skenario setelah ini, saya tidak tahu. Tetapi, yang saya lihat kebiasaan kritik Pak Amien ini juga tidak melihat apakah Ibu Mega mau pun Gus Dur, yang penting bahwa kalau dia ke luar negeri sedangkan di dalam negeri sendiri belum selesai, maka lebih baik selesaikanlah di dalam negeri. Itu pikirannya Pak Amien. Tetapi persoalannya adalah, di dalam negeri kan ada Wapres, kemudian ada menteri-menteri yang begitu "kokoh". Saya kira Bu Mega ke luar negeri, menurut saya baik-baik saja. Yang penting di dalam negeri juga diselesaikan secara baik. Radio Nederland [RN]: Dan memang Presiden ke luar negeri untuk menenangkan negara-negara Asia Tenggara bukan? CA: Tentu, jadi ke luar negeri saya kira baik jamannya Gus Dur mau pun Bu Mega. Itu bukan wisata, bukan juga dia ke luar negeri itu untuk bersenang-senang, tetapi kan untuk juga menjaga hubungan bilateralnya, hubungan baiknya supaya lebih kondusif terutama di ASEAN. Saya kira begitu. RN: Kenapa kok sekarang, Amien sudah mulai bersuara lagi. Padahal kan dia juga yang membantu Mega menduduki kursi RI pertama kan? CA: Itulah yang saya katakan bahwa mBak Mega ingin naik itu, mungkin skenario kedua dari Pak Amien. Atau mungkin skenario ketiga mungkin akan dikeluarkan Pak Amien untuk teori-teori Pak Amien. Saya kira ya ini, saya juga tidak terlalu pusing soal ini, tetapi saya melihat bahwa eksperimen-eksperimen untuk Indonesia ini lebih banyak saya melihat dari Pak Amien. Mungkin nanti ada lagi eksperimen ketiga begitu. Saya tidak tahu. Tapi pikiran saya cenderung ke sana. RN: Jadi nampaknya Pak Amien Rais sendiri menilai dirinya yang paling cocok untuk menangani masalah Indonesia begitu? CA: Ya, setidaknya dia sudah mulai "kalau saya jadi Bu Mega" kan gitu. Kalau kemarin kan bukan, "kalau saya jadi Gus Dur". Tapi sekarang "kalau saya jadi Bu Mega." Jadi sudah memulai andaikata dirinya sebagai Presiden. RN: Jadi memang Amien itu sangat ambisius orangnya ya? CA: Ya, dari awal kan sudah mencalonkan diri. Kemudian nggak jadi. Tapi, kalau sekarang dia yang membuka jalan, dia yang membawa ini, dia yang membikin ini dan itu. Ya ini yang saya kira ambisi-ambisi dia yang terprogram begitu, kalau memang nanti, misalkan mBak Mega betul akan mendapat kritik, dan kritiknya tajam sehingga seperti Gus Dur kemarin. Nah kemudian Pak Amien yang naik, lalu terbukti bahwa Pak Amien memang akan menjadi presiden yang paling banyak dengan trik-trik itu. RN: Pak Amien juga memberi waktu enam bulan kepada Ibu Megawati untuk memulihkan ekonomi Indonesia. Kalau nggak, Megawati akan kembali dikritik. Sejauh mana enam bulan itu realistis untuk membenahi ekonomi Indonesia yang sangat terpuruk kini Pak? CA: Ya saya kira kalau sekarang presidennya itu siapa, termasuk Pak Amien, saya kira kalau enam bulan itu nonsens ya, dia tidak akan bisa melakukan apa-apa. Pada jamannya Gus Dur dia minta 100 hari kan, jadi 100 hari patokan dia. Bagaimana 100 hari itu ada perubahan nggak? Paling nggak perubahan-perubahan arah atau ada fenomena-fenomena yang lebih baik atau ada harapan-harapan yang bisa diteruskan. Tetapi kalau enam bulan yang ditargetkan untuk pembenahan itu, saya kira itu mimpi untuk Indonesia. RN: Tapi tuntutannya kedengarannya sudah lebih lunak daripada di jaman Gus Dur dulu ya? CA: Ya, malu-malu aja saya kira. Kalau nanti sama kan, kelihatannya orang akan menilainya apa-apaan. Tapi orang sudah tahu semua, masyarakat tahu semua, rakyat tahu semua, kalau dia lakukan sama seperti Gus Dur, malah dia yang akan menjadi sasaran kritik dari rakyat. Demikian ketua PKB Jawa Timur Choirul Anam. Bekas anggota Partai Amanat Nasional Toety Herati mengkritik Amien Rais karena tidak bersikap rendah hati: Toety Herat [TH]: Saya kira, memang saya setuju dengan kritik itu. Tapi mengapa kok dikomunikasikan tidak langsung ke Bu Mega sebelum Ibu Mega berangkat. Kalau begini nanti menjadi public issue toh. Kalau jadi public issue, jadi meresahkan orang. Kelihatan seakan-akan ada keretakan antara legislatif dan eksekutif. Dan itu mengulang kan, cerita lama, ya kan. Jadi kalau ada kritik lebih baik disampaikan langsung ke Mega, supaya agak low profile di dalam kritik. Kritik harus berjalan terus, tapi jangan lalu menjadi isu, lalu komersialisasi oleh media. Nah itu yang gawat menurut saya. RN: Kalau begitu, kenapa toh Pak Amien Rais terpancing melontarkan kritik ini di depan publik? TH: Karena politik kita sudah kayak sandiwara sih. Jadi orang itu lalu memang merasa harus vokal. Sebab kalau tidak vokal tidak ditonton. Demikian Toety Herati, bekas anggota Partai Amanat Nasional. Sebelumnya anda sudah mendengar komentar ketua PKB Jawa Timur, Choirul Anam. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
