---------------------------------------------------------------------
WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.
---------------------------------------------------------------------
Edisi ini diterbitkan pada:
Minggu 23 September 2001 12:50 UTC
** PELEDAKAN BOM DI SALAH SATU PLAZA DI JAKARTA
** AMERIKA SERIKAT CABUT SANKSINYA TERHDAP INDIA DAN PAKISTAN
** SHARON MEMVETO PETEMUAN PEREZ - ARAFAT
* PELEDAKAN BOM DI SALAH SATU PLAZA DI JAKARTA
Di tempat parkir salah satu pusat perbelanjaan padat pengunjung di
Jakarta terjadi peledakan bom. Ledakan bom tersebut mengakibatkan
kerusakan, namun tidak diberitakan jatuhnya korban tewas. Sebab
ledakan masih belum diketahui, namun diduga tiga bom tersebut
diletakkan di dalam sebuah mobil. Agustus lalu di pusat perbelanjaan
itu juga pernah terjadi peledakan bom, yang melukai lima orang.
Menurut pihak polisi, pelaku peledakan adalah kaum muslim fatatik
dari Malaysia. Kelompok muslim fanatik itu diyakini terlibat juga
dalam kerusuhan keagamaan di Kepulauan Maluku.
* AMERIKA SERIKAT CABUT SANKSINYA TERHADAP INDIA DAN PAKISTAN
Presiden Amerika George W Bush mencabut sanksi Amerika terhadap India
dan Pakistan. Sanksi itu diberlakukan oleh Kongres, setelah kedua
negara tersebut melakukan ujicoba nuklir di tahun 1998. Bush
mengatakan, pada saat ini sanksi itu tidak penting bagi keamanan
nasional Amerika Serikat. Baik India maupun Pakistan menjanjikan
dukungan terhadap Amerika Serikat dalam memerangi terorisme.
* SHARON MEMVETO PERTEMUAN PEREZ - ARAFAT
Perdana Menteri Israel Ariel Sharon memveto lagi pertemuan antara
Menlu Israel Shimon Perez dan Presiden Palestina Yasser Arafat.
Demikian dilaporkan Radio Israel. Menurut berbagai sumber, pertemuan
tersebut rencananya akan diadakan hari Minggu ini di bandara Gaza.
Namun menurut Sharon, tidak mungkin dilakukan perundingan, selama
Palestina tidak menghentikan tindak kekerasannya. Menurut pihak
Israel, Saptu kemarin Palestina menembakkan dua peluru mortirnya
terhadap permukiman Yahudi di Gaza. Sabagi tindak balasan, tank-tank
Israel menembaki kedudukan-kedudukan Palestina di Jalur Gaza. Rencana
petemuan Perez - Arafat, sudah beberapa kali ditunda pada pekan-pekan
silam. Pekan lalu Sharon juga menentang pertemuan itu. Perdana
Menteri Israel Sharon terlebih dulu menuntut selama 48 jam tanpa
insiden kekerasan, sebagai persyaratan diadakanya pertemuan kedua
tokoh itu.
* 9 Mayat Ditemukan Lagi Dari Reruntuhan Gedung WTC di New York
Sebelas hari setelah serangan teror terhadap gedung WTC di New York,
para pekerja pertolongan menemukan lagi sembilan mayat korban, di
antaranya seorang anggota Pemadam Kebakaran. Dengan demikian jumlah
mayat yang berhasil ditemukan menjadi 261. 194 mayat di antaranya
sudah berhasil di-indentifikasi. Angka korban yang masih hilang masih
mencapai 6.333 orang. Walikota New York, Rudolph Giuliani masih belum
menginstruksikan untuk menghentikan pencarian korban yang masih
hidup, dan mengubah operasi pencarian menjadi operasi pembersihan.
Menurut para pakar, masih ada kemungkinan ditemukannya korban yang
masih hidup. Pembersihan reruntuhan gedung WTC diduga masih akan
berlangsung enam bulan. Sementara itu sudah sebanyak 90.000 ton
puing-puing berhasil disingkirkan.
* Mobilisasi Besar-besaran di Amerika Serikat Sejak Perang Teluk 1991
Amerika Serikat memanggil lebih dari 5.000 pasukan cadangan Angkatan
Udaranya, dalam rangka mobilisasi pasukan terbesar sejak Perang Teluk
di tahun 1991. Pasukan itu merupakan bagian dari 50.000 pasukan
potensial cadangan, yang diperintahkan untuk siap siaga. Puluhan
pesawat tempur, termasuk pesawat pembom strategis B-52, bertolak
menuju Teluk Persia dan Samodra Hindia.
* Clinton Pernah Perintahkan Penangkapan Osama bin Laden di Tahun
1998
Mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton pernah memerintahkan
penangkapan terhadap benggolan teroris Osama bin Laden, dan kalau
perlu menghabisinya. Pelaksanaan operasi itu tidak dilanjutkan,
karena menurut Clinton terlalu sedikit informasi yang berhasil
dihimpun. Washington menganggap Osama bin Laden sebagai otak di
belakang peledakan bom di Kedutaan Besar Amerika di Kenia dan
Tanzania di tahun 1998. Menurut Clinton, pada waktu itu pemerintah
Amerika sedang mencari hubungan dengan kelompok-kelompok orang
Afganistan yang harus melakukan pengintaian. Di samping itu dibentuk
pasukan komando khusus Amerika yang siap di terjunkan di wilayah
Afganistan. Di New York Clinton mengatakan, upaya melacak Osama bin
Laden sekarang ini lebih berpeluang, berkat dukungan dunia
internasional terhadap kampanye anti-terorisne yang dilancarkan
Amerika Serikat.
* Osama bin Laden Menggunakan Peru Sebagai Basis Operasinya di
Amerika Selatan
Organisasi yang dipimpin Osama bin Laden menggunakan ibukota Peru,
Lima, sebagai basis operasinya di Amerika Selatan. Hal itu
diungkapkan oleh mantan kepala aksi mata-mata Peru, Vladimiro
Montesinos dalam suatu pernyataannya tahun lalu, yang Saptu kemarin
diumumkan oleh Kongres. Montesinos sejak Juni lalu meringkuk di
penjara dengan tuduhan melakukan tindak korupsi. Dalam pernyataan
Januari tahun lalu, ia mengungkapkan, Lima menjadi tempat istirahat
bagi organiasai Osama bin Laden. Kaum muslim ekstrimis tersebut,
menurut Montesinos, tidak melakukan teror tehadap Peru, tetapi
terhadap orang kulit putih Amerika di negara-negara Amerika Latin
lainnya.
Sementara itu otorita Peru sedang menyelidiki apakah ketiga orang
yang ditahan, tersangkut rencana penyerangan teroris terhadap Amerika
Serikat 11 September. Ketiga orang tersebut ditahan sehari
sebelumnya, karena mencoba masuk Amerika Serikat dengan menggunakan
paspor palsu.
* PENCARIAN KORBAN HILANG DI PABRIK KIMIA TOULOUSE YANG MELADAK
Para pekerja pertolongan di Toulouse, Prancis, masih mencari para
korban hilang di reruntuhan pabrik kimia yang meladak Jum'at lalu.
Jumlah korban hilang masih 10 orang, sedang 29 mayat berhasil
ditemukan. Hampir 1.200 orang menderita luka-luka, di antaranya 30
dalam keadaan gawat. Sebab terjadinya ledakan masih belum diketahui.
Diduga disebabkan oleh kesalahan manusiawi, namun polisi tidak
menutup kemungkinan adanya kesengajaan.
---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/
Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]
Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------