--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Rabu 31 Oktober 2001 15:10 UTC ** TAMBAH SATU ORANG LAGI KORBAN BAKTERI ANTHRAX DI NEW YORK ** MEDIA PRANCIS MELAPORKAN OSAMA DIRAWAT DI RUMAH SAKIT DUBAI ** SLOBODAN MILOSEVIC MENGECAM DAN MENGHINA TRIBUNAL YUGOSLAWIA DAN JAKSA PENUNTUT ** TOPIK GEMA WARTA: WIRANTO MENGAKU DANA BULOG UNTUK TIMOR TIMUR, APA ARTINYA INI BAGI TRIBUNAL HAM? ** TOPIK GEMA WARTA: MASALAH PIAGAM JAKARTA TIDAK DIAGENAKAN PADA ST MPR * TAMBAH SATU ORANG LAGI KORBAN BAKTERI ANTHRAX DI NEW YORK Di New York, seorang perempuan berusia 61 tahun menderita cedera berat sesudah terbukti kena bakteri anthrax, meskipun sumber infeksi belum diketahui. Bekas bakter anthrax ditemukan Selasa kemarin di kotak penyortiran surat-surat di kantor pos di West Palm Beach, Florida. Ribuan pegawati di jasa pelayanan pos menggunakan antibiotika sebagai tindakan pencegahan. Pagi Selasa kemarin ditemukan bakteri anthrax di kantor pos di Washington dan kota Dulles di Virginia. Hingga kini tiga orang tewas karena keracunan bakteri anthrax dan 12 orang terinfeksi. * MEDIA PRANCIS MELAPORKAN OSAMA DIRAWAT DI RUMAH SAKIT DUBAI Harian Prancis Le Figaro dan Radio Prancis Internasional melaporkan Osama bin Laden sedang mengalami perawatan kesehatan di rumah sakit Amerika Serikat di Dubai. Osama bin Laden, menurut laporan itu, dikunjungi oleh seorang agen dinas rahasia CIA. Dan agen CIA itu segera memberikan laporan ke Washington segera sesudah kunjungan itu. Amerika Serikat memang sedang mencari Osama bin Laden sejak serangan bom di kedutaan Amerika di Kenia dan Tanzania tahun 1998. Sumber di Prancis menyebutkan Osama bin Laden melakukan perawatan ginjal, tapi direktur rumah sakit di Dubai itu membantah bahwa Osama pernah menjadi pasiennya. * SLOBODAN MILOSEVIC MENGECAM DAN MENGHINA TRIBUNAL YUGOSLAWIA DAN JAKSA PENUNTUT Mantan presiden Yugoslawia Slobodan Milosevic mengecam dan menghina Tribunal Yugoslawia dan jaksa penuntut Carla del Ponte dan menuduh jaksa telah membelokkan kasus. Milosevic menuduh tribunal mendukung para pemberontak Kosovo di Serbia selatan yang dinilainya sebagai teroris. Dia juga mengecam keras NATO dan mengutuk serangan bom di Yugoslawia awal tahun 1999. Pengadilan mantan presiden itu kemungkinan berlangsung tiga tahun karena jaksa ingin menghadirkan ratusan saksi. Mantan diktator itu meminta pengadilan melakukan pengusutan terhadap tiga orang pengacaranya. Ketiga pengacara yang dipilih untuk membelanya, ditolak oleh Milosevic. Dia mengatakan, tindakan yang dilakukan oleh salah seorang pengacaranya melawan haknya untuk membela diri. * KOMISARIS TINGGI UNHCR RUUD LUBBERS TIBA DI IRAN Komisaris Tinggi Organisasi PBB Urusan Pengungsi, UNHCR, Ruud Lubbers tiba di Iran untuk mengadakan pembicaraan dengan Presiden Iran Mohammed Khatami guna membuka perbatasannya bagi para pengungsi Afganistan. Iran secara resmi menutup perbatasan bagi masuknya para pengungsi Afganistan namun para pengungsi tetap masuk ke negara itu. Iran menyiapkan kemah penampungan bagi dua juta pengungsi. Lubbers juga meminta negara-negara tetangga Afganistan membuka perbatasan mereka. Presiden Pakistan Pervez Musharraf sepakat terhadap syarat bahwa negara lain harus menerima para pengungsi Afganistan. Seperti dilaporkan, Tajikistan, Tukrmenistan dan Uzbekistan masih menolak para pengungsi. * ENAM RIBU ORANG DIUNGSIKAN KARENA BANJIR SUNGAI SALADO Di Argentina utara, sekurangnya enam ribu orang diungsikan akibat luapan banjir sungai Salado dan kawasan sekitarnya. Hampir 10 juta areal pertanian digenangi banjir. Inilah bencana banjir terburuk melanda Argentina sejak tahun 1914. * PESAWAT RUANG ANGKASA RUSIA SOJOEZ TIBA KEMBALI DI BUMI Di Kazakastan, pesawat ruang angkasa Rusia Sojoez dengan tiga awaknya mendarat di bumi dengan selamat setelah misi 10 hari. Tiga angkasawan, dua warga Rusia dan seorang perempuan prancis, menyalurkan bahan makanan dan peralatan ke pesawat ruang angkasa ISS selama delapan hari. Mereka juga membawa serta sejumlah temuan ilmiah. * PRESIDEN PAKISTAN JEND. MUSHARRAF MINTA AMERIKA SERIKAT HENTIKAN PEMBOMAN SELAMA BULAN RAMADHAN Presiden Pakistan Pervez Musharraf menyebut perbedaan pandangan di antara pendukung rejim Taliban di Afganistan. Musharraf yakin perpecahan intern ini dapat menjadi solusi bagi konflik Afganistan. Sementara itu, Musharraf mengubah pendiriannya yang tidak mau lagi menampung para pengungsi Afganistan. Perubahan, menurut Musharraf, selama komunitas internasional ikut membayar penampungan para pengungsi. Musharraf setuju agar terus dilancarkan serangan udara menyerang Taliban, namun dia meminta dihentikan pemboman selama bulan suci Ramadhan, yang akan dimulai dua pekan mendatang. Menteri Pertahanan Amerika Serikat Donald Rumsfeld mengatakan sejumlah kecil pasukan darat sudah beroperasi di Afganistan. Selasa kemarin pesawat tempur kembali membom sasaran Taliban di bagian utara kota Kabul. Sementara Senin lalu, pemerintah Amerika Serikat mengingatkan para pengikut jaringan Osama bin Laden Al Qaida kemungkinan merencanakan serangan teroris baru beberapa hari mendatang. * WIRANTO MENGAKU DANA BULOG UNTUK TIMOR TIMUR, APA ARTINYA INI BAGI TRIBUNAL HAM? Mantan Menteri Pertahanan dan Pangab Jendral Wiranto, yang hari ini diperiksa Kejaksaan Agung bersama Ketua DPR Akbar Tandjung, akhirnya mengakui bahwa dana Bulog sekitar Rp. 10 miliar itu menjadi tanggung jawab Departemen Pertahanan. Sebelumnya, mantan Menteri Kehakiman semasa pemerintahan Presiden Habibie, yaitu Muladi, kepada Koran Tempo, sudah membocorkan bahwa dana Bulog itu untuk keperluan apa yang disebutnya "pengamanan jajak pendapat di TimTim" tahun 1999. James Dunn, mantan penyelidik PBB untuk kasus pelanggaran berat HAM di Tim-Tim, menilai pengakuan itu penting. Menurut pendapatnya, rakyat Indonesia perlu sekali mengetahui secara lengkap dan tuntas apa yang terjadi semasa gelombang kekerasan di Tim-Tim Agustus-September 1999. Radio Nederland bertanya kepada James Dunn, apakah data itu dapat memperkuat alasan untuk menjadikan Jendral Wiranto sebagai tersangka resmi kasus HAM TimTim tahun 1999? James Dunn [JD]: Yes, I think it should make a case stronger, because we do know the money for the militia came from Indonesia. And now, this is a formal admission that it's actually came from the Panglima and Defense Minister, which really tells us the very outset. He had a very deep involvement because, among other things, he was arranging the funding for the setting up of the militia. So I think it does make it stronger,but of course, what we need to know is to find out exactly what role General Wiranto played in relation to the actual planning of the militia, and in particular the ordering of the militias to carry out the crimes, to kill people, to intimidate, the violence the continued terror in fact. Ya, jawab James Dunn, hal itu memperkuat, karena kita tahu uangnya datang dari Indonesia, dari panglima ABRI, yang mengatur kebutuhan milisi pro-integrasi. Tetapi, lanjut James Dunn, kita perlu mengetahui secara tepat apa peranan yang dimainkan Jendral Wiranto, bagaimanaa perencanaannya, dan khususnya bagaimana perintah perintahnya kepada milisi milisi yang melakukan kejahatan, dari intimidasi, teror sampai pembunuhan. JD: Yes, it's a matter of commander responsibility. I always believe that Wiranto could not escape it, and indeed that was the conslusion in the original KPP-HAM, they made it very clear that Wiranto has a command responsibility. That report was not formally released by Marzuki Darusman, I believed it probably arrived on his desk in January 2000, last year. Ini soal tanggungjawab komandan. Saya dari dulu yakin, Wiranto tidak akan bisa lolos dari tanggungjawab itu, dan memang ini merupakan kesimpulan laporan asli KPP-HAM yang dibentuk Komnas-Ham, dan sebenarnya diketahui pula oleh Jaksa Agung waktu itu Marzuki Darusman. JD: The funding was very important, but it didn't just come from the Department of Defense. Quite a large sum of money actually came from the Foreign Ministry, from Deparlu. I believe, in fact, from (Foreign Minister) Ali Alatas himself for the original setting up of the militia. Because, after all, they were paid, the members of the militia, that involved a considerable costs, because in the end there were probably almost twenty thousands of them ... Well, they did need a lot. They've got some via the Wold Bank, the socialization fund. Quite a lot came from that direction. Certainly they needed quite a lot of money, because not only for the wages, the pay that every militiaman got, but also for equipment, for training and further things. They travelled around the place, to Jakarta and so on. So they did need quite a lot of money. I think the important matter, and I've seen a lot of files on this, was the amount of money being paid not only to ordinary militia, but of couse to the commanders, to people like Eurico (Guteres) and Joao Tavares and so on. Menurut James Dunn, dana untuk mengamankan dan memenangkan jajak pendapat di Tim-Tim itu, tidak hanya dari Departemen Pertahanan. Saya yakin, lanjut Dunn, dana berjumlah besar datang dari Departemen Luar Negeri, saya kira dari Menlu Ali Alatas sendiri sebagai langkah awal untuk membentuk milisi. Dana itu, demikian James Dunn diperoleh Indonesia melalui Bank Dunia, dana jaminan sosial, banyak yang berasal dari arah ini. Sebab beayanya besar untuk menggelar 20 ribuan milisi itu. Tapi yang mahal terutama adalah peralatan, kendaraan dan juga di balik layar ada senjataa canggih juga. Tentang uang palsu, James Dunn membenarkan juga, tapi menurutnya, jumlahnya tidak terlampau besar. Dan jangan lupa, katanya, semua itu banyak karena perlu untuk membayar para komandan milisi seperti Eurico Guteres dan Joao Tavarez. Pekan ini, Dewan Keamanan PBB akan bersidang tentang Timor Timur, kemungkinan juga membicarakan tentang pengadilan kejahatan HAM tahun 1999. Tetapi menurut James Dunn, Dewan Keamanan sekarang tidak terlampau berminat untuk mendirikan tribunal internasional Tim-Tim. Selain itu, tribunal itu biayanya besar. Namun adanya tribunal, menurut James Dunn, penting, terutama untuk Indonesia JD: International tribunal for East Timor is not easy for this moment, because The Security Council is not so keen on tribunals. They do involve a cost. But I believe it is very important. It's not only important for justice for East Timor, I believe it's very important for Indonesia, because in Indonesia the people so far don't know the full truth and we need a tribunal to bring out the full facts of what happened in 1999, the destructions, the killings and who is responsible. And I think that is actually is very important to the advancement of democratization (in Indonesia). Tribunal itu paling penting bagi Indonesia, sebab rakyat Indonesia perlu mengetahui secara lengkap dan tuntas, seluruh fakta yang terjadi tahun 99, penghancuran dan pembantaian dan siapa yang bertanggung jawab atas semua itu. Hal ini juga penting untuk memajukan demokrasi di Indonesia. Demikian wawancara dengan James Dunn, diplomat Australia, mantan penyelidik PBB untuk kasus HAM di Timtim. * MASALAH PIAGAM JAKARTA TIDAK DIAGENAKAN PADA ST MPR Intro: Mulai hari ini sampai 10 November mendatang akan berlangsung Sidang Tahunan MPR, lembaga tertinggi negara. Bisa dipastikan kalangan Islam militan akan berdemonstrasi mendesak dipasangnya Piagam Jakarta pada Mukadimah UUD 45. Berhasilkan mereka, ketika PPP dan PDI-P sudah sepakat untuk tidak mengagendakan masalah Piagam Jakarta? Koresponden Syahrir mengirim laporan berikut dari Jakarta: Lima organisasi telah meminta izin kepada Polda Metro Jaya untuk melakukan demonstrasi saat Sidang Tahunan MPR, kata Kepala Polda Metro Jaya Irjen Pol, Sofjan Jacoeb, Rabu kemarin. Di antaranya Front Pembela Islam dan Lasykar Hizbullah. Akhir Agustus lalu, FPI sempat memadati halaman gedung DPR/MPR RI. Mereka ketika itu menuntut agar dalam amandemen 1945, tujuh kata dalam Piagam Jakarta dimasukan kembali. FPI pimpinan Habib Rizieq mendapat dukungan gerakan-gerakan Islam lainnya. Di antaranya Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) yang dipimpin Eggy Sujana. Dukungan juga datang dari Persaudaraan Muslim sedunia dan Mejelis Mujahidin. Tokoh-tokoh partai yang berazaskan Islam, yaitu PPP dan PBB sudah berjanji akan memperjuangkan masuknya tujuh kata Piagam Jakarta ke dalam pasal 29 pada sidang tahunan 2001 ini. Tetapi lobby-lobby yang dilakukan orang-orang PDI Perjuangan nampaknya sudah bisa berhasil untuk membendung desakan-desakan ini khususnya dari PPP. Megawati Soekarnoputri jauh sebelumnya sudah melakukan tawar menawar dengan ketua PPP, Hamzah Haz. Bahwa PDI P mendukung Hamzah Haz sebagai wakil presiden merupakan hasil proses tawar menawar tersebut. PPP berjanji tidak lagi mengutak-atik kembalinya Piagam Jakarta. Tetapi di kalangan PDI Perjuangan muncul kekuatiran bahwa janji Hamzah Haz itu tidak akan ditaati oleh partainya yang kini terbelah. Kekhawatiran PDI Perjuangan jelas sangat beralasan. Sebab sejumlah anggota fraksi PPP sempat mengisyaratkan upaya mengusulkan aspirasi Piagam Jakarta itu pada sidang tahunan 2000 yang lalu gagal. Meski demikian dalam Sidang Tahunan kali ini mereka akan terus mengupayakannya karena hal itu bagi mereka merupakan langkah awal PPP untuk mengembalikan moral bangsa yang sudah dekaden. PPP sejak tahun lalu memang sudah bertekad akan memperjuangkan agar tujuh kata itu dimasukan kembali dalam UUD 45 di sidang tahunan 2001 ini. Kini perlu dilihat sejauh mana Hamzah Haz mampu mempertahankan komitmen politik yang pernah ditaruhkannya saat dia akan naik sebagai wakil presiden. Kalangan lain yang optimis melihat sidang tahunan 2001 ini tinggal ketuk palu saja. Sebab semua telah diselesaikan dalam pertemuan lintas fraksi menjelang ST. Fraksi-Fraksi di MPR, Rabu kemarin telah mengadakan pertemuan di Hotel Sahid Jakarta. Mereka membahas materi Sidang Tahunan (ST) MPR yang akan dilangsungkan pada 1 Nopember 2001. Sedangkan Partai Golkar yang sedang menghadapi masalah atas dugaan keterlibatan Akbar Tandjung dalam kasus dana non bujeter Bulog mengingin suatu ketetapan (TAP) MPR yang menyangkut pemulihan ekonomi. Mengenai pembahasan amandemen, Ketua Fraksi Partai Golkar MPR Fahmi Idris menganggap sudah final. "Kita tetap pada bentuk seperti sekarang ini," ungkapnya pada pers. Tetapi Ketua MPR Amien Rais menyatakan masalah Piagam Jakarta masih akan hangat. Ia sendiri menginginkan jangan langsung main voting dulu. Memang sebagian besar fraksi ingin agar masalah Piagam Jakarta itu ditunda satu tahun lagi. Lagi pula tahun lalu para pendukung Piagam Jakarta sudah kalah suara. Kendati demikian peta kekuatan di MPR masih belum berubah. Pada Sidang Tahunan 2000 yang lalu, terdapat empat alternatif amandemen pasal 29. Pertama, negara berdasar atas ketuhanan yang maha esa. Kedua, negara berdasar atas ketuhanan yang maha esa dengan kewajiban menjalankan syariah Islam bagi pemeluk-pemeluknya. Ketiga, negara berdasar atas ketuhanan yang maha esa dengan kewajiban menjalankan ajaran agama bagi masing-masing pemeluknya. Alternatif keempat, negara berdasar atas ketuhanan yang maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Tapi tampaknya empat alternatif ini kemungkinan besar tidak akan dibahas tahun ini. Yang akan dibahas adalah hal-hal yang telah dibicarakan di PAH I Badan Pekerja MPR, yaitu pasal 1 sampai pasal 24 UUD'45. Pada pokoknya yang akan dibahas mulai tanggal 1 hingga 10 November mendatang adalah sejumlah agenda strategis. Di antaranya rancangan ketetapan MPR, amandemen UUD 45, dan laporan-laporan lembaga tinggi negara. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
