---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Rabu 21 November 2001 16:10 UTC



** AS BERSEDIA HENTIKAN SEMENTARA PEMBOMAN KOTA KUNDUZ, AFGANISTAN

** RAJA MALAYSIA SULTAN SALAHUDDIN ABDUL AZIZ  WAFAT

** AMERIKA AKAN BANTU FILIPINA PERANGI ABU SAYYAF

** TOPIK GEMA WARTA: INDONESIA HARUS TIRU CEKO DAN SLOWAKIA SOAL
OTONOMI DAERAH

** TOPIK GEMA WARTA: IBADAH PERKABUNGAN TIGA HARI DI AMBON DIHARAPKAN
DAPAT BANTU PROSES REKONSILIASI



* AS BERSEDIA HENTIKAN SEMENTARA PEMBOMAN KOTA KUNDUZ, AFGANISTAN

Amerika Serikat bersedia mengadakan jeda pemboman terhadap kota
Kunduz, Afganistan, kalau Aliansi Utara meminta. Demikian dilaporkan
Pentagon. Penghentian sementara pemboman ini bisa digunakan jika
perlu untuk perundingan antara Aliansi dan Taliban mengenai
penyerahan Kunduz. Kubu pertahanan Taliban di Utara ini masih
dikepung kelompok oposisi. Kelompok oposisi  memberi waktu tiga hari
kepada Taliban untuk menyerah. Amerika Serikat tetap menentang
perundingan tentang jaminan kebebasan bagi para pejuang Taliban.
Sementara itu kelompok pertama terdiri dari 30 orang tentara
Australia sudah bertolak ke Teluk Persia untuk mendukung tentara
Amerika melakukan serangan terhadap Afganistan. Australia sudah
menjanjikan dukungannya lima minggu lalu, berupa bantuan tentara
sebanyak 1500 orang, empat pesawat tempur dan tiga fregat. Pasukan
itu akan dikerahkan di darat. Di Washington para wakil dari Amerika
Serikat, Uni Eropa, Jepang dan Arab Saudi telah mengadakan pertemuan
tentang pembangunan kembali Afganistan. Pada masa-masa mendatang
mereka menginginkan sebanyak mungkin dukungan internasional untuk
membantu Afganistan. Berapa dana yang diperlukan untuk membangun
kembali Afganistan, akan dibicarakan pada sebuah konferensi
internasional yang dijadwalkan Januari nanti di Jepang.


* RAJA MALAYSIA SULTAN SALAHUDDIN ABDUL AZIZ  WAFAT

Raja Malaysia Sultan Salahuddin Abul Aziz Shah meninggal dunia dalam
usia 75 tahun. Almarhum menghembuskan nafas terakhirnya setelah
mengalami perawatan beberapa bulan di sebuah rumah sakit di Kuala
Lumpur. Sultan Salahuddin sangat populer di kalangan rakyat Malaysia.
Dia dijuluki sebagai 'penguasa mempunyai hati terhadap rakyat'. Dia
naik tahta dua tahun lalu sebagai raja kesebelas sejak kemerdekaan
Malaysia pada 1975. Di Malaysia para raja negara bagian tiap lima
tahun memilih raja Malaysia di antara mereka sendiri. Sultan
Salahuddin mungkin akan digantikan oleh Sultan Mizan Zainal Abidin
yang berusia 39 tahun, yang selama bulan-bulan belakangan sudah
mengambil alih tugas-tugas raja.


* AMERIKA AKAN BANTU FILIPINA PERANGI ABU SAYYAF

Amerika berjanji akan menambah bantuan kepada Filipina untuk
memerangi terorisme. Dalam sebuah pertemuan di Washington presiden
Amerika Serikat George Bush dan sejawatnya dari Filipina Gloria
Arroyo menyepakati bantuan Amerika senilai 1,3 miliar dolar untuk
kepentingan ekonomi dan militer. 100 juta dolar akan digunakan untuk
memerangi organisasi Islam Abu Sayyaf di Filipina Selatan. Tentara
Filipina antara lain mendapat tambahan bantuan helikopter untuk
mendukung pasukan di darat. Selain itu Bush akan meminta izin kepada
Kongres Amerika untuk memberi Filipina hak-hak istimewa perdagangan.


* PEREMPUAN LANSIA DARI CONNECTICUT AS TERCEMAR BAKTERI ANTRAX

Seorang wanita penduduk negara bagian Amerika Connecticut mungkin
kemasukan bakteri antrax lewat pernafasan. Perempuan jompo ini sudah
tiga kali dites positif. Tes terakhir yang dilakukan hari ini
menunjukkan bahwa dia ketularan antrax. Kasus ini terjadi beberapa
minggu setelah muncul kasus pertama penularan antrax di Amerika
Serikat. Bagaimana perempuan lansia ini ketularan, tidak jelas. Bulan
lalu empat orang warga AS meninggal dunia karena antrax. Tiga belas
warga Amerika terinfeksi. Hampir semuanya bekerja di pos, media dan
gedung parlemen. Para penyelidik sampai sekarang belum menemukan
oknum-oknum di balik serangan ini. Menteri Kehakiman AS, John
Aschroft, mengisyaratkan bahwa pelakuknya mungkin orang Amerika
Serikat sendiri.


* MICROSOFT AKAN SUMBANG SETENGAH MILIAR DOLAR KEPADA SEKOLAH-SEKOLAH
DI AMERIKA

Perusahaan piranti lunak Microsoft akan menyumbang setengah miliar
dolar kepada sekitar 12 ribu sekolah di Amerika Serikat. Perusahaan
ini akan menyerahkan hibah itu dalam bentuk software (piranti lunak),
computer dan kursus yang diberikan kepada sekolah-sekolah itu dalam
kurun waktu lima tahun mendatang. Janji Microsoft ini merupakan
bagian dari keputusan damai dalam serangkaian gugagat yang diajukan
oleh pelbagai individu terhadap Microsoft. Mereka menuduh Miscrosoft
menyalah gunakan kekuasaannya dengan menaikkan harga software terlalu
tinggi. Belum lama berselang Microsoft juga sudah berislah dengan
pemerintah Amerika dalam kasus lain.


* TELEKOM BELANDA KPN KELUARKAN SAHAM 5 MILIAR EURO

Perusahaan Telekom Belanda KPN akan mengeluarkan saham senilai 5
miliar euro. Tindakan ini bertujuan untuk meringankan lilitan utang
sebesar 22 miliar euro. Utang itu membengkak terutama karena
pembelian perusahaan Jerman E-Plus dan UMTC di  Belanda, Jerman dan
Belgia. Untuk meringankan beban utang ini KPN akan meneruskan
kegiatan penjualan sektor-sektor yang tidak termasuk kegiatan inti.
Bulan lalu KPN mengumumkan akan melakukan pemecatan massal
karyawannya.


* INDONESIA HARUS TIRU CEKO DAN SLOWAKIA SOAL OTONOMI DAERAH

TEWASNYA tokoh kemerdekaan Papua Theys Eluay yang diculik, dan dugaan
istrinya bahwa orang-orang "amber" yang disebut supir Theys berasal
dari tentara elit Kopassus, jelas telah mengobarkan kembali isyu
kemerdekaan di daerah-daerah. Bukan hanya di Papua dan Aceh, tetapi
juga didaerah-daerah lain yang mengira dengan membebaskan diri dari
Jakarta kehidupan masyarakat di daerah akan menjadi lebih baik dan
lebih makmur. Berikut laporan koresponden Syahrir dari Jakarta.

Isyu Otonomi Daerah dan isyu tuntutan kemerdekaan itu di beberapa
wilayah Nusantara tentu akan  menjadi isu tetap sepanjang tahun 2002
bahkan sepanjang era pemerintahan Megawati. Daerah-daerah tertentu
mengandalkan pada kekuatan Sumber Daya Alam atau SDA-nya. Sebaliknya
daerah-daerah yang menopang pemerintahan pusat utamanya di pulau Jawa
berpegang pada kekuatan SDM atau Sumber Daya Manusianya. Presiden
Megawati Soekarnoputri sudah berjanji tidak akan membatalkan
pelaksanaan otonomi daerah yang sudah dimulai sejak 1 Januari 2001.
Namun ia meminta para kepala daerah yaitu gubernur, bupati dan
walikota untuk tidak macam-macam dengan isu-isu otonomi daerah.
Megawati berbicara pada saat utang luar negeri Indonesia sudah
mencapai angka 1.500 trilyun rupiah.

Orang-orang daerah melihat setelah setengah abad negara kesatuan
setiap warga negara,  menanggung beban utang sebesar 7,3 juta rupiah.
Dengan kata lain, NKRI sudah bangkrut. Orang-orang daerah percaya
dengan sistim dan struktur kenegaraan yang berbeda mungkin masyarakat
di kepulauan Nusantara ini bisa memiliki masa depan yang lebih baik.
Ceko dan Slowakia bisa berpisah dengan baik tanpa kekerasan.Demikian
pula 14 negara yang memisahkan diri dari Uni Sovyet yang
eksistensinya jauh lebih lama ketimbang Republik Indonesia, kata para
cendekiawan di daerah-daerah yang jauh dari Jakarta dan yang merasa
punya persediaan SDA yang cukup besar.

Namun, tokoh Sosialis, Profesor Sarbini Sumawinata punya pendapat
yang berbeda dengan para intelektual di daerah: "Katakanlah pecahnya
Ceko dan Slowakia itu orang kurang menyadari ada hal ang lain dengan
keadaan Indonesia sekarang. Baik Ceko maupun Slowakia masing-masing
sebagai suatu kesatuan sudah didukung dengan adanya
kemampuan-kemampuan dari SDM ini. Baik itu kemampuan tehnis,
kemampuan administratif dan juga yang tidak kurang penting: kemampuan
kesadaran politik. Yang ada di Indonesia sekarang ini kesadaran
politik itu yang paling menonjol adakah kesadaran bahwa dia lepas
dari Jakarta. Itu bukan kesadaran politik yang sesungguhnya.
Kesadaran politik yang sesungguhnya adalah bahwa masing-masing mampu
untuk mengelola suatu negara ". Demikian Sarbini.

Bahwa sebagian orang-orang Papua sekarang mau menerima Otonomi Khusus
itu lebih banyak disebabkan pertimbangan taktis saja, agar dengan 7
trilyun rupiah yang dialokasikan kepada mereka, Papua bisa dibangun
menjelang kemerdekaan yang tetap akan diperjuangkan,
utamanya oleh kalangan garis keras. Sehubungan dengan itu menarik
untuk melihat langkah-langkah Megawati yang tampaknya selain
mengikuti ayahnya yang hanya mengandalkan pada kekuatan militer, juga
berusaha memulihkan perekonomian di daerah.

Dalam rangka pemulihan ekonomi di Aceh misalnya, pemerintah akan
memusatkan perhatian pada tiga hal yakni pengurangan kemiskinan,
pembangunan usaha kecil menegah dan pelaksanaan desentralisasi. Hal
ini diungkapkan Menko Perekonomian Dorodjatun Kuntjoro-jakti saat
acara silaturahmi dengan jajaran Operasi Pemulihan Keamanan di Markas
Polda Aceh, di Banda Aceh, Selasa. Ia berharap pemerintah dapat
menyelesaikan kredit macet di Aceh agar para pengusaha pribumi dapat
bergerak kembali. Sedangkan mengenai pelaksaan desentralisasi, khusus
untuk Aceh, Menko mengatakan akan dibentuk sebuah tim khusus untuk
mengawasi pelaksananan UU Nanggroe Aceh Darussalam. Hal yang sama
berlaku pula bagi UU Otda Khusus Papua. Sementara Dorodjatun
mengumbar janji-janjinya, di Jakarta  TNI AD saat ini justru tengah
mempersiapkan 6 batalyon pasukannya untuk dikirim ke propinsi
Nanggroe Aceh Darusalam.

Meski Mabes TNI-AD menjelaskan bahwa pasukan itu dimaksudkan untuk
mengganti pasukan disana, namun masyarakat Aceh kurang mempercayai
keterangan ini. Mereka yakin ini merupakan pasukan tambahan. Kalau
Dorojatun berjanji kepada rakyat Aceh akan membantu
pengusaha di sana, maka pihak kepolisian berjanji kepada rakyat Papua
akan segera menyelesaikan kasus pembunuhan Theys. Kapolri Jenderal
(Pol) Suroyo Bimantoro mengatakan akan mengerahkan semua kemampuan
kepolisian untuk mengusut tuntas kasus kematian ketua
Presidium Dewan Papua  Dortheys Hiyo Eluay.


* IBADAH PERKABUNGAN TIGA HARI DI AMBON DIHARAPKAN DAPAT BANTU PROSES
REKONSILIASI

Masyarakat Kristen di Ambon sedang melakukan masa perkabungan tiga
hari untuk mengenang dimulainya kerusuhan berdarah tiga tahun lalu.
Menurut Sammy Waileruni, anggota Tim Advokasi Gereja Maluku ada dua
hal yang mendasari masa perkabungan ini. Diharapkan setelah itu
proses rekonsilisasi di Ambon dan Maluku dapat dilanjutkan, dan
kejadian menyedihkan tersebut tidak terulang kembali.

Sammy Waileruni (SW): Kan kerusuhan ini sudah berlangsung 3 tahun.
Berbagai upaya sudah dilakukan oleh perbagai pihak. Oleh pemerintah,
oleh TNI, oleh Polri. Tetapi ternyata bahwa hasilnya sia-sia. Karena
apa? Diduga banyak pihak yang berusaha untuk menyelesaikan kerusuhan
ini mereka juga adalah termasuk yang turut terlibat dalam proses
terjadi kerusuhan ini dan melanggengkan kerusuhan. Ibadah berkabungan
ini ada kesadaran baru dari pimpinan bahwa kalau kita menyerahkan
persoalan ini kepada Tuhan, itu berarti barhwa kita sendiri selaku
umat harus mengoreksi diri. Untuk itu harus ada proses penyucian,
proses kesadaran kembali, proses untuk intropeski diri. Yang kedua
sebagai koreksi kepada pemerintah bahwa memang benar-benar pemerintah
tidak mampu. Jadi berlangsung selama tiga hari. Diharap dari tiga
hari ini ada kesadaran total umat krsitiani untuk sadar bahwa
mengandalkan kekuatan diri sendiri itu tidak punya manfaat. Malahan
menimbulkan salah dan dosa bagi dirinya.

Radio Nederland (RN): Tetapi pak Sammy juga ada kritik karena
kehidupan sehari-hari,  kantor-kantor jadi kacau begitu, karena
orang-orang Kristen tidak ada yang masuk kerja. Apakah pihak gereja
tidak mempersiapkan hal ini sebelumnya?

SW: Sebelum kegiatan ini dilangsungkan piminan-pimpinan gereja sudah
bertemu dengan gubernur Maluku selaku penguasa darurat sipil daerah
Maluku. Begitu juga pemberitahuan kepada pihak keamanan, kepada
pimpinan-pimpinan organisasi muslim. Tokoh-tokoh muslim sudah
diberitahukan. Jangan kiranya tiga hari dipolitisir untuk
kepentingan-kepentingan yang sempit, untuk kepentingan-keopentingan
provokasi. Kami berpikir itu tidak boleh.

RN: Apakah tidak ada suara-suara protes atau demonstrasi dari pihak
muslim yang justru tidak melihat hari perkabungan ini sebagai sesuatu
yang positif?

SW: Kalau dari yang lain tidak ada, cuma dari Ketua PAN Maluku, sdr
Tamrin Elly. Kegiatannya dia lihat dari aspek politis. Teman-teman
yang lain malahan mendukung. Artinya ini bisa menjadi contoh bagi
agama yang lain untuk menyadarkan.  Proses penyadaran umat itu lebih
penting. Demikian Sammy Weileruni.

Sementara itu Bapak Abdullah Solisa, salah satu tokoh kaum muslim di
Ambon, menjelaskan sikap umat muslim di Ambon.

Abdulah Solisa: Seluruh aparat menjadi lumpuh. Jadi sedikit
mengganggu memang. Apakah ini sikap sosial agamis? Sikap politik?
Belum jelas. Dari golongan Islam sendiri diam-diam saja. Tidak
memberikan reaksi apa-apa. Menyesali saja. Ada pemuda-pemuda
mengadakan demonstrasi menyesali. Kalau nanti orang Islam masuk
kantor dan orang Kristen tidak. Tentu saja nanti memancing reaksi
dari golongan Islam lagi. Saling menantang namanya ini. Demikian
Adullah Solisa.

Sebaliknya Zairin Salampessy dari Tim Advokasi untuk Penyelesaian
Kasus Ambon, menyambut baik setiap langkah yang walaupun sedikit
dampak positifnya, dapat membantu melancarkan proses rekonsiliasi.
Selain itu ditambahkan, masyarakat tidak boleh lupa bahwa saat ini
situasi di sebagian besar wilayah Maluku mulai kembali tenang dan
lancar, dan jangan sampai kejadian atau perbedaan pendapat yang kecil
dapat mengobarkan lagi api kerusuhan.

Zairin Salampessy: Yang penting orang bisa menahan diri. Mungkin yang
muslim dalam rangka menghadapi bulan suci Ramadan. Dan saudara-sudara
yang Kristiani dapat merefleksikan apa yang sudah terjadi selama tiga
tahun ini.  Demikian Zairin Salampessy.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke