--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Rabu 28 November 2001 16:20 UTC ** TOMMY SOEHARTO TERTANGKAP ** PEMBANGKANG MUSLIM FILIPINA LEPAS SEMUA SANDERA ** INDIA SIAP BANTU NEPAL TUMPAS PEMBANGKANG MAO ** TOPIK GEMA WARTA: PROSPEK ACEH DAN IRIAN JAYA DIKHAWATIRKAN SURAM ** TOPIK GEMA WARTA: KALAU TOMMY BICARA, GUS DUR BISA CELAKA * TOMMY SOEHARTO TERTANGKAP Polisi Jakarta meringkus Tommy Soeharto alias Ibrahim, putera bungsu mantan Presiden HM Soeharto di kawasan Bintaro Jakarta. Tommy buron sejak dijatuhi hukuman penjara setahun silam dalam kasus ruilslag Goro-Bulog. Hakim yang memperkuat vonis Tommy, ditemukan tewas di kendaraannya Juli lalu. Pembunuhan ini menjadikan Soeharto junior kembali sebagai tertuduh. Bulan silam Mahkamah Agung sudah mengeluarkan PK perkara putera mantan pemimpin Orde Baru ini. * PEMBANGKANG MUSLIM FILIPINA LEPAS SEMUA SANDERA Pembangkang Muslim Filipina Selatan melepas semua sandera. Sementara itu para serdadu Front Nasional Pembebasan Moro dengan kawalan polisi kembali ke kawasan otonom mereka. Beberapa hari silam gerakan tersebut menyandera sekitar 90 orang penduduk mayoritas kristen kota Zamboanga sebagai perisai hidup terhadap serangan tentara Filipina. Kelompok tersebut merupakan sempalan Front Pembebasan Moro pimpinan mantan gubernur Nur Misuari. Pekan silam Misuari lari ke Malaysia setelah melancarkan aksi pemberontakan. Ia ditangkap di Malaysia dan diekstradisi ke Filipina. * INDIA SIAP BANTU NEPAL TUMPAS PEMBANGKANG MAO India siap membantu negara jiran Nepal memerangi pembangkang kiri Maois. Ketika berbicara telepon dengan Raja Gyanendra, Perdana Menteri India, Atal Behari Vajpayee menjanjikan bantuan sepenuhnya untuk mengembalikan keamanan di Nepal. Tidak jelas apakah India akan mengirimkan militer. Bantuan tersebut merupakan permohonan Nepal, menyusul gelombang bentrokan baru antara tentara dengan pembangkang maois. Bentrokan sejak pekan silam telah menelan 350 jiwa. Senin kemarin Raja Gyanendra mengumumkan keadaan darurat sehingga angkatan bersenjata memperoleh wewenang lebih luas untuk menindak pembangkang. * AS GEMPUR KOMPLEK YANG DIDUGA PERSEMBUNYIAN MULLAH UMAR Pesawat-pesawat Amerika Serikat menggempur sebuah kompleks yang diduga keras tempat persembunyian para pemimpin Taliban dan Al Qaeda, Barat daya Kandahar. Amerika memperoleh keterangan bahwa pemimpin Taliban, Mullah Muhammad Umar berada di kompleks itu. Dampak pemboman hingga saat ini masih belum diketahui. Komandan pasukan Amerika di Afganistan, Tommy Franks sebelumnya mengumumkan bahwa pencarian anggota jaringan Al Qaeda akan dipusatkan pada Kandahar dan Jalalabad. Sementara itu konperensi Afganistan di Bonn memasuki hari ke dua. Selasa kemarin empat faksi Afganistan mengumumkan mencapai kemajuan besar. Konperensi lima hari di Bonn itu diharapkan mencapai kesepakatan membentuk pemerintahan transisi Afganistan. Kendala utama di Bonn adalah masalah penempatan pasukan asing di Afganistan. Pihak Aliansi Utara menentang penempatan pasukan asing, sementara pihak-pihak lain justru mendukung. * ANGKA PENULARAN AIDS MELONJAK Tahun lalu, jumlah orang yang tertular virus AIDS meningkat pesat. Saat ini sekitar 40 juta orang penduduk dunia terjangkit . Demikian dilaporkan organisasi PBB, UNAIDS. Di benua Afrika terdapat 28 juta penduduk yang tertular virus HIV, yang dapat menimbulkan Aids. UNAIDS menyebut Botswana sebagai negara paling rawan di Afrika: dua pertiga perempuan hamil, terjangkit virus mematikan itu. Sementara itu penyebaran paling cepat terjadi di Eropa Timur dan Rusia demikian laporan tersebut. PBB menyimpulkan bahwa penyebab utama peningkatan jumlah penularan adalah hubungan seksual bebas dan penggunaan jarum kotor untuk penyuntikan obat bius. * OPERASI GABUNGAN MENGGULUNG PENYEBARAN GAMBAR MESUM BAWAH UMUR Rabu ini polisi di 19 negara Eropa menggrebek puluhan lokasi yang dicurigai menyebarkan gambar-gambar mesum anak bawah umur. Penyebaran gambar mesum dilakukan lewat internet, demikian polisi Britania Raya. Operasi gabungan tersebut berhasil menangkap lebih 100 orang dan menyita sejumlah komputer dan perangkat lunak. Polisi menamai operasi ini terbesar di dunia terhadap pornografi anak-anak bawah umur. Para kaum pedofil atau pria yang gemar anak kecil saling menukar gambar anak-anak dan informasi, lewat sebuah grup diskusi di internet. Sebelum penangkapan Rabu ini, polisi telah mempersiapkan selama sepuluh bulan. Polisi Britania berhasil menyita 60.000 buah gambar mesum. * GEORGIA TUDUH RUSIA LANGGAR PERBATASAN UDARA Georgia melaporkan bahwa sejumlah helikopter Rusia telah melanggar batas udara negeri itu. Helikopter militer Rusia melancarkan aksi militer di lembah Pankissi Georgia dekat perbatasan Chechnya. Rusia menduga kawasan itu sebagai persembunyian pembangkang Chechnya. Pemerintah Rusia mengaku telah melancarkan aksi militer terhadap pembangkang, namun menyangkal melanggar perbatasan udara. Belakangan ini Georgia berulangkali melaporkan pelanggaran udara oleh Rusia. Moskow pada gilirannya menuduh negara bekas pecahan Uni Sovyet itu memberi ruang gerak pembangkang Chechnya. * KORSEL INGIN TAMPIL BERSAMA KORUT DALAM PIALA DUNIA SEPAKBOLA 2002 Korea Selatan ingin menyertakan para pemain sepakbola Korea Utara dalam satu tim pada piala dunia di Jepang dan Korea tahun depan. Ketua komite penyelenggara Korea, Chung Mong-Joon akan berkunjungan ke Pyongyang awal tahun depan. Chung akan meminta Korea Utara menyeleksi pemain-pemain terbaik mereka. Sebelumnya telah diupayakan untuk melibatkan Korea Utara dalam piala dunia tahun depan, namun selalu gagal. Belum jelas apakah pelatih kesebelasan nasional Korea Selatan asal Belanda, Guus Hiddink juga mengetahui rencana ini. * Da'i Bachtiar Diuntungkan dengan Penangkapan Tommy Soeharto Intro: Siapa yang diuntungkan dengan penangkapanan Tommy? Tidak lain adalah Kapolri baru Da'i Bachtiar sendiri dan tentu saja Akbar Tandjung yang pemberitaan soal Golkarnya menjadi surut. Tetapi itu tidak berarti bahwa mereka akan bebas dari pemberitaan. Koresponden Syahrir mengirim laporan berikut dari Jakarta: Hutomo Mandala Putera alias Tommy Soeharto akhirnya tertangkap polisi. Ia ditangkap di Bintaro Jakarta kemarin, sehari sebelum Kapolri yang baru, Komjen Da'i Bachtiar dilantik. Meski persetujuan DPR atas Da'i Bachtiar sebagai Kapolri baru akan disahkan Kamis, namun presiden sudah mengagendakan pelantikan Kapolri baru. Presiden Megawati sesuai rencana akan melantik Komjen Pol Da'i Bachtiar sebagai Kapolri pada jam 4 sore, Kamis ini. Tetapi Bimantoro nampaknya ingin membuktikan bahwa polisi di bawah kepemimpinannyalah yang berhasil membekuk Tommy. Padahal Da'i Bachtiar sudah berjanji di DPR bahwa ia akan menangkap Tommy dan membongkar kasus-kasus terror bom. Tertangkapnya Tommy langsung bisa menutup berita-berita mengenai tuduhan korupsi Golkar dan Akbar Tandjung. Da'i Bachtiar sendiri mulai hari ini, kalau benar-benar dilantik, harus segera menunjukkan kemampuannya menangani kasus Tommy. Da'i pun harus menghadapi gugatan PRD. Tokoh Partai Rakyat Demokratik (PRD) Andi Arief telah melaporkannya ke Polda Metro Jaya karena dianggap memberi keterangan palsu. Ketika menjabat Kepala Dinas Penerangan Polri, Da'i telah memberikan keterangan palsu menyangkut penculikan dirinya. Pada 28 Maret 1998 Andi Arief diculik anggota Kopassus dan pada 17 April 1998 diserahkan dan ditahan di Mabes Polri. Saat itu, selaku Kadispen, Da'i menyatakan bahwa Andi Arief telah berada dalam tahanan Mabes Polri sejak tanggal 28 Maret 1998. "Artinya, Da'i telah memberikan keterangan palsu," kata Andi Arief. Da'i pun sekarang harus bisa mengatasi masalah polisi dengan Kopassus utamanya yang menyangkut penculikan dan pembunuhan tokoh Papua Theys Eluay. Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono kemarin menegaskan masuknya elemen TNI dan Polisi Militer dalam Tim Penyelidik kasus kematian Theys Hiyo Eluay bentukan pemerintah, jangan dipastikan bahwa oknum TNI terlibat dalam peristiwa pembunuhan itu. Dikatakan Menko Polkam, pemerintah sungguh-sungguh berniat mengungkapkan kasus ini secara tuntas. Oleh karena itu Tim Penyelidik yang dibentuk melibatkan berbagai elemen. "Kalau yang melakukan investigasi hanya kepolisian, dan ada bisik-bisik bahwa oknum TNI terlibat dan TNI tidak dilibatkan dalam penyelidikan maka penyelidikannya menjadi tidak lengkap," jelas Menko Polkam kemarin. Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan mengeluarkan siaran pers yang menyebutkan tindakan pembunuhan terhadap Theys Hiyo merupakan bagian dari suatu "operasi tertutup." Dugaan Kontras ini didasari sebuah dokumen "Rencana Operasi Pengkondisian dan Pengembangan Jaringan Komunikasi dalam Menyikapi Arah Politik Irian Jaya untuk Merdeka dan Melepaskan Diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia" yang dikeluarkan Ditjen Kesbang dan Linmas Depdagri pada tanggal 9 Juni 2000. Pada bulan Juni tahun lalu, Depdagri mengadakan Rapat Koordinasi Khusus guna membahas penanganan masalah Irian Jaya yang diikuti instansi dari unsur BAKIN, BAIS TNI, Staf Pengamanan Markas Besar AD, Staf Teritorial Kaster TNI, Staf Intelijen Markas Besar Polri, Kostrad, dan Kopassus. Dalam penjelasannya, Menko Polkam mengungkapkan pemerintah Jakarta, merasa ditikam dengan kejadian ini. Pembunuhan Theys terjadi justru di tengah upaya pemerintah mengembangkan sebuah kebijakan yang tepat bagi Papua. Apakah itu otonomi khusus, atau percepatan pembangunan ekonomi di Papua. Presiden Megawati Soekarnoputri memiliki keinginan kuat agar pembunuhan Theys diungkap secara tuntas. Pemerintah sekaligus juga berencana untuk mengirim 50 batalyon ke Aceh dan Papua. Perkembangan politik akhir-akhir ini sesungguhnya merupakan refleksi pertentangan pihak Cilangkap, Menteri Pertahanan dan Menko Polkam di satu pihak versus sejumlah jenderal pensiunan yang berada dibelakang Megawati. Bagaimana tanggapan Erlangga, seorang mantan tapol Islam dan bekas Ketua HMI Jakarta Raya? Erlangga : "Seperti Munir misalnya dari Kontras melihat Aceh murni dari HAM. Sama saja misalnya saya melihat rumah seseorang dari depannya aja. Aceh itu bergolak sejak tahun 1957, Aceh bukan wilayah tenang yang tiba-tiba seperti Sampit atau Aceh seperti Maluku itu berbeda. Aceh itu bergolak sudah lama. Papua juga bergolak sudah lama, jadi itu berlaku dua konsep misalnya perang atau konsep militer dan konsep HAM. Bagaimana kita memilah antara dua ini, mana yang akan kita gunakan. Saya selalu obyektif dalam melihat persoalan- persoalan negara ini." * PROSPEK ACEH DAN IRIAN JAYA DIKHAWATIRKAN SURAM Polisi di Jakarta akan mengirim tim investigasi ke Irian jaya untuk menyelidiki kematian pemimpin Papua Dortheys Hilo Eluay pada 10 November yang lalu. Kasus Theys dikhawatirkan bisa memacu semangat kemerdekaan Papua, apalagi menjelang 1 Desember yang akan diperingati sebagai Hari Pernyataan Kemerdekaan Papua Barat. Desember juga bisa menegangkan bagi Aceh jika daerah bergolak ini mengenang Pernyataan Kemerdekaan yang diumumkan Gerakan Atjeh Merdeka pada 4 Desember tahun 1976. Aceh dan Papua tetap bergolak, tapi apa sebenarnya yang terjadi dalam pendekatan Jakarta selama dua tahun terakhir ini? Sebuah ulasan redaksi di Hilversum: Keputusan Jakarta untuk mengirim 50 batalyon tentara dan polisi ke Aceh dan Irian Jaya tampaknya memang mengantisipasi hari-hari ulang tahun pernyataan kemerdekaan itu. Bagi gerakan-gerakan pro-kemerdekaan di kedua daerah, prospek mendatang tampaknya agak suram. Tetapi Jakarta pun tidak mempunyai alasan untuk lebih optimis ketimbang tahun lalu. Solusi yang adil masih jauh, tapi pendekatan dialog sudah lama ditinggalkan. Dialog dengan Aceh berhenti sejak Keppres Nomor 4 April yang lalu memberi lampu hijau untuk operasi militer, sedangkan dialog dengan Dewan Presidium Papua sudah dihentikan ketika aparat berwajib, bertentangan dengan kehendak presiden kala itu Abdurrahman Wahid, menangkap para pemimpin Presidium atas tuduhan subversi, tepat setahun lalu. Di Aceh dampak Keppres April itu jelas lebih merugikan ketimbang jalan dialog. Pertama, GAM memang terdesak secara militer, misalnya di Pidie, maupun secara politik, seperti tampak dari ulah para politisi GAM yang tiarap atau sembunyi sejak beberapa perundingnya ditangkap, bahkan ada yang dibunuh. Instansi pemerintahan di beberapa kabupaten, dan transpor jalan-jalan utama di Aceh mulai pulih. Akan tetapi, bersamaan dengan benturan antara tentara dan GAM, banyak tentara pemerintah mencoba menyelamatkan sumber daya seperti seputar kompleks industri minyak dan gas Exxon. Sumber-sumber daya inilah, mulai dari ganja sampai pengawalan pipa gas, yang menjadi sasaran penghasilan dan membuat tentara di daerah bergolak sulit dikendalikan. Kedua, dengan mundurnya GAM dari beberapa daerah, trend pengungsian penduduk berubah, dari pengungsian di dalam Aceh menjadi pengungsian ke luar Aceh. GAM juga terlibat pelanggaran HAM, tetapi trend baru pengungsian para migran non-Aceh tampaknya berkaitan erat dengan munculnya milisi-milisi baru pro-tentara yang dipakai untuk menggempur GAM dan akar-akarnya di desa desa, terutama di Aceh Selatan dan Tenggara yang disebut daerah Galaksi. Ketiga, paling gawat, tentu saja jumlah korban yang terus meningkat. Tak ada lagi hari berlalu tanpa kekerasan di Aceh. Lagi pula, para korbannya kini meluas ke penduduk sipil dan tokoh tokoh DPRD, cendekia dan aktivis HAM. Paling sedikit 1400 korban tewas sejak Keppres April lalu. Semua itu berarti Jakarta kembali menghidupkan pendekatan keamanan gaya Orde Baru. Trend ini tampak mencolok secara dini di Irian Jaya. Berbeda dengan GAM di Aceh, Presidium Papua yang pro-M, atau pro-kemerdekaan, di Irian Jaya tidak punya gerilya yang tangguh. Tetapi Presidum memiliki legitimasi populer yang barangkali lebih kuat ketimbang GAM di Aceh. Bahkan sebuah dokumen Jakarta Juni tahun lalu mengakui, konsep kemerdekaan Papua yang disosialisasikan Presidium itu telah merasuk sampai ke desa desa. Presidium memang tegak di atas legitimasi yang dibangunnya dalam Konggres Rakyat Papua Mei tahun lalu. Tak heran, konggres inilah yang kemudian mengubah kebijakan Jakarta terhadap Irian Jaya. Menyusul Konggres tersebut, Departemen Dalam Negeri mengadakan pertemuan dengan para wakil militer dan dinas intelejens, yaitu Kostrad, Kopassus, Bakin dan Bais, untuk mengantisipasi langkah-langkah mereka yang dicurigai Jakarta. Dokumen tertanggal 8 Juni tahun 2000 yang ditandatangani oleh Dirjen Kesatuan Nasional Ermaya Suradinata, merupakan pertanda pendekatan lebih keras, terhadap Papua. Hasilnya, mereka berhasil menggagalkan bulan-madu Gus Dur dengan Papua dengan merongrong izin pengibaran bendera Bintang Kejora, yang mengakibatkan sejumlah kerusuhan berdarah. Rekonsiliasi Gus Dur gagal dengan banjirnya prajurit Kostrad dan Brimob ke Jayapura untuk mengintimidasi perayaan 1 Desember tahun lalu. Pendekatan keamanan ini, menurut pengamat Papua Doktor Richard Chauvel, bertentangan dengan klaim Jakarta untuk menjalankan reformasi. Terlebih, dengan pembunuhan Theys, dan tuduhan bahwa pelakunya adalah Kopassus - semua itu telah menjadi bagian dari persepsi Papua. Akhirnya, dengan pengakuan dua pejabat tinggi PBB, antara lain mantan wakil Sekjen PBB waktu itu, Chakravarty Narasimhan, bahwa Pepera, atau penentuan pendapat rakyat, yang dilakukan tahun 1969 sebenarnya cuma tipuan belaka. PBB, demikian ujar mereka, ketika itu memang ingin cepat cepat bebas dari isu Irian Barat. Pengakuan itu hanya akan memperkuat persepsi Papua bahwa pemerintahan Jakarta tidak mempunyai legitimasi di Irian Jaya. Jadi Indonesia menghadapi krisis kredibilitas yang makin kuat dari Aceh dan Irian Jaya terhadap pemerintah pusat. Satu satunya jalan bagi Jakarta untuk mengembangkan dialog, pertama-tama, adalah mengadili mereka yang bersalah atas kejahatan HAM dan mengendalikan disiplin para prajuritnya di kedua daerah tsb. Kalau tidak, hubungan kedua daerah tersebut dengan Jakarta dikhawatirkan akan semakin memburuk saja. * KALAU TOMMY BICARA, GUS DUR BISA CELAKA Intro: Setelah tertangkapnya Tommy Soeharto, besar kemungkinan akan terbongkar siapa yang melindunginya. Selain itu kalau putra mantan presiden Soeharto ini bicara, hal ini akan ada dampaknya bagi Gus Dur yang pernah menuduh Suripto melarikan Tommy menggunakan helikopter Departeman Kehutanan. Berikut keterangan mantan intel tersebut kepada Radio Nederland. Suripto [SR] : Kalau menurut saya tentu ada saja analisa yang spekualtif bahwa ada kemungkinan di lingkungan aparat keamanan sendiri pada awal dia itu melarikan diri masih ada yang melindungi Tommy. Tetapi kemudian karena ada tuntutan dan desakan masyarakat dan ada opini, yang boleh dikatakan memojokkan dan memberikan semacam ancaman kepada Tommy, maka lambat laun yang menjadi backing atau melindungi itu dari fihak unsur-unsur aparat keamanan satu demi satu meninggalkan dia. Sehingga dengan demikian maka tinggal waktunya saja kapan Tommy di tahan. Jadi artinya dengan kata lain sebetulnya sejak awal larinya Tommy ke mana-ke mana sudah ada yang mengikuti dan tahu, hanya selama itu mungkin ada unsur-unsur yang masih mencoba untuk melindungi atau mengapuskan jejaknya. Radio Nederland [RN] : Jadi hanya karena tekanan publik yang makin mendesak sehingga sekarang Tomy bisa ditangkap. Jadi bukan karena imbalan uang yang kurang atau kesulitan dalam hal itu? SR : Nah saya enggak tahu itu yah. Tapi saya kira pengaruh dari tekanan publik itu atau opini itu cukup kuat. RN : Tapi pak Ripto ini berarti ada yang menyanyi ya. Kalau ada yang menyanyi akan ada korban-korban sampingan berikut, baik mantan orang besar ataupun orang kecil? Mungkin Gus Dur mungkin entah siapa. Bagaimana pendapat anda? SR : Ya ini menarik misalnya. Saya baru setengah jam yang lalu didatengi oleh polisi dari Polri dan dia menanyakan apakah gugatan saya kepada Gus Dur itu ke Polri sudah dicabut. Sampai hari ini saya belum. Nah ini menarik sekali karena Tommy akan ditanyai mengenai yang berhubungan dengan saya atas tuduhan Gus Dur bahwa saya melarikan Tommy dengan fasilitas helikopter Departemen Kehutanan. Dalam hal ini Tommy akan ditanya apa kenal sama saya, apakah betul saya ada kaitannya melarikan diri. Jadi saya kira ini akan berkembang. RN: Bagaimana jawaban Anda? SR : Saya katakan ya silakan aja. Saya lebih senang kalau Tommy ditanyai soal itu, karena memang sejak awal saya memang enggak kenal dan gak pernah saya nggunakan fasilitas itu. RN :Mengapa polisi ingin tahu soal anda mencabut atau tidak mencabut gugatan terhadap Gus Dur. Padahal ini kasus menyangkut helikopter Departemen Kehutanan. Kan lepas dari soal anda dengan Gus Dur ini bisa dilacak lebih jauh, bukan? SR :Iya ini kan artinya ada satu pengembangan baru di dalam kaitannya dengan gugatan saya, pengaduan saya ke pihak Polri. Artinya ada saksi baru yang akan menyatakan bahwa mungkin Tommy akan ngatakan : "saya nggak kenal, saya nggak pernah melarikan diri dengan helikopter Depertemen Kehutanan" yang efeknya tentu akan memberatkan Gus Dur, menurut saya. RN : Jadi apa dampak lebih jauh, kalau nanti makin banyak orang yang menyanyi? SR: Ya, oleh karena itu sekarang masalahnya sampai seberapa jauh para penegak hukum akan juga melaksanakan law forcement itu.Yang menyanyi kiri-kanan dan banyak dilibatkan orang-orang. dan orang-orang itu menjadi terdakwa baru atau harus diminta keterangan dan menjadi saksi dan ternyata pihak penegak hukum ragu-ragu nah ini suatau ujian menurut saya. RN : Siapa yang akan senang dan siapa yang akan lolos atau sudah takut, mulai dari sekarang? SR : Sudah pasti keluarga Cendana. Apakah Tutut ataukah yang lain dimana pernah dikatakan bahwa Tomy pernah dibesuk, nah itu mungkin juga akan tambah berat. Sekarang dengan keterangan Tommy membenarkan bahwa pernah ketemu Tutut. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
