---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Rabu 28 November 2001 16:20 UTC



** TOMMY SOEHARTO TERTANGKAP

** PEMBANGKANG MUSLIM FILIPINA LEPAS SEMUA SANDERA

** INDIA SIAP BANTU NEPAL TUMPAS PEMBANGKANG MAO

** TOPIK GEMA WARTA: PROSPEK ACEH DAN IRIAN JAYA DIKHAWATIRKAN SURAM

** TOPIK GEMA WARTA: KALAU TOMMY BICARA, GUS DUR BISA CELAKA



* TOMMY SOEHARTO TERTANGKAP

Polisi Jakarta meringkus Tommy Soeharto alias Ibrahim, putera bungsu
mantan Presiden HM Soeharto di kawasan Bintaro Jakarta. Tommy buron
sejak dijatuhi hukuman penjara setahun silam dalam kasus ruilslag
Goro-Bulog. Hakim yang memperkuat vonis Tommy, ditemukan tewas di
kendaraannya Juli lalu. Pembunuhan ini menjadikan Soeharto junior
kembali sebagai tertuduh. Bulan silam Mahkamah Agung sudah
mengeluarkan PK perkara putera mantan pemimpin Orde Baru ini.


* PEMBANGKANG MUSLIM FILIPINA LEPAS SEMUA SANDERA

Pembangkang Muslim Filipina Selatan melepas semua sandera. Sementara
itu para serdadu Front Nasional Pembebasan Moro dengan kawalan polisi
kembali ke kawasan otonom mereka. Beberapa hari silam gerakan
tersebut menyandera sekitar 90 orang penduduk mayoritas kristen kota
Zamboanga sebagai perisai hidup terhadap serangan tentara Filipina.
Kelompok tersebut merupakan sempalan Front Pembebasan Moro pimpinan
mantan gubernur Nur Misuari. Pekan silam Misuari lari ke Malaysia
setelah melancarkan aksi pemberontakan. Ia ditangkap di Malaysia dan
diekstradisi ke Filipina.


* INDIA SIAP BANTU NEPAL TUMPAS PEMBANGKANG MAO

India siap membantu negara jiran Nepal memerangi pembangkang kiri
Maois. Ketika berbicara telepon dengan Raja Gyanendra, Perdana
Menteri India, Atal Behari Vajpayee menjanjikan bantuan sepenuhnya
untuk mengembalikan keamanan di Nepal. Tidak jelas apakah India akan
mengirimkan militer. Bantuan tersebut merupakan permohonan Nepal,
menyusul gelombang bentrokan baru antara tentara dengan pembangkang
maois. Bentrokan sejak pekan silam telah menelan 350 jiwa. Senin
kemarin Raja Gyanendra mengumumkan keadaan darurat sehingga angkatan
bersenjata memperoleh wewenang lebih luas untuk menindak pembangkang.


* AS GEMPUR KOMPLEK YANG DIDUGA PERSEMBUNYIAN MULLAH UMAR

Pesawat-pesawat Amerika Serikat menggempur sebuah kompleks yang
diduga keras tempat persembunyian para pemimpin Taliban dan Al Qaeda,
Barat daya Kandahar. Amerika memperoleh keterangan bahwa pemimpin
Taliban, Mullah Muhammad Umar berada di kompleks itu. Dampak pemboman
hingga saat ini masih belum diketahui. Komandan pasukan Amerika di
Afganistan, Tommy Franks sebelumnya mengumumkan bahwa pencarian
anggota jaringan Al Qaeda akan dipusatkan pada Kandahar dan
Jalalabad.
Sementara itu konperensi Afganistan di Bonn memasuki hari ke dua.
Selasa kemarin empat faksi Afganistan mengumumkan mencapai kemajuan
besar. Konperensi lima hari di Bonn itu diharapkan mencapai
kesepakatan membentuk pemerintahan transisi Afganistan. Kendala utama
di Bonn adalah masalah penempatan pasukan asing di Afganistan. Pihak
Aliansi Utara menentang penempatan pasukan asing, sementara
pihak-pihak lain justru mendukung.


* ANGKA PENULARAN AIDS MELONJAK

Tahun lalu, jumlah orang yang tertular virus AIDS meningkat pesat.
Saat ini sekitar 40 juta orang penduduk dunia terjangkit . Demikian
dilaporkan organisasi PBB, UNAIDS. Di benua Afrika terdapat 28 juta
penduduk yang tertular virus HIV, yang dapat menimbulkan Aids. UNAIDS
menyebut Botswana sebagai negara paling rawan di Afrika: dua pertiga
perempuan hamil, terjangkit virus mematikan itu. Sementara itu
penyebaran paling cepat terjadi di Eropa Timur dan Rusia demikian
laporan tersebut. PBB menyimpulkan bahwa penyebab utama peningkatan
jumlah penularan adalah hubungan seksual bebas dan penggunaan jarum
kotor untuk penyuntikan obat bius.


* OPERASI GABUNGAN MENGGULUNG PENYEBARAN GAMBAR MESUM BAWAH UMUR

Rabu ini polisi di 19 negara Eropa menggrebek puluhan lokasi yang
dicurigai menyebarkan gambar-gambar mesum anak bawah umur. Penyebaran
gambar mesum dilakukan lewat internet, demikian polisi Britania Raya.
Operasi gabungan tersebut berhasil menangkap lebih 100 orang dan
menyita sejumlah komputer dan perangkat lunak. Polisi menamai operasi
ini terbesar di dunia terhadap pornografi anak-anak bawah umur. Para
kaum pedofil atau pria yang gemar anak kecil saling menukar gambar
anak-anak dan informasi, lewat sebuah grup diskusi di internet.
Sebelum  penangkapan Rabu ini, polisi telah mempersiapkan selama
sepuluh bulan. Polisi Britania berhasil menyita 60.000 buah gambar
mesum.


* GEORGIA TUDUH RUSIA LANGGAR PERBATASAN UDARA

Georgia melaporkan bahwa sejumlah helikopter Rusia telah melanggar
batas udara negeri itu. Helikopter militer Rusia melancarkan aksi
militer di lembah Pankissi Georgia dekat perbatasan Chechnya. Rusia
menduga kawasan itu sebagai persembunyian pembangkang Chechnya.
Pemerintah Rusia mengaku telah melancarkan aksi militer terhadap
pembangkang, namun menyangkal melanggar perbatasan udara. Belakangan
ini Georgia berulangkali melaporkan pelanggaran udara oleh Rusia.
Moskow pada gilirannya menuduh negara bekas pecahan Uni Sovyet itu
memberi ruang gerak pembangkang Chechnya.


* KORSEL INGIN TAMPIL BERSAMA KORUT DALAM PIALA DUNIA SEPAKBOLA 2002

Korea Selatan ingin menyertakan para pemain sepakbola Korea Utara
dalam satu tim pada piala dunia di Jepang dan Korea tahun depan.
Ketua komite penyelenggara Korea, Chung Mong-Joon akan berkunjungan
ke Pyongyang awal tahun depan. Chung akan meminta Korea Utara
menyeleksi pemain-pemain terbaik mereka. Sebelumnya telah diupayakan
untuk melibatkan Korea Utara dalam piala dunia tahun depan, namun
selalu gagal.  Belum jelas apakah pelatih kesebelasan nasional Korea
Selatan asal Belanda, Guus Hiddink juga mengetahui rencana ini.


* Da'i Bachtiar Diuntungkan dengan Penangkapan Tommy Soeharto

Intro: Siapa yang diuntungkan dengan penangkapanan Tommy? Tidak lain
adalah Kapolri baru Da'i Bachtiar sendiri dan tentu saja Akbar
Tandjung yang pemberitaan soal Golkarnya menjadi surut. Tetapi itu
tidak berarti bahwa mereka akan bebas dari pemberitaan. Koresponden
Syahrir mengirim laporan berikut dari Jakarta:

Hutomo Mandala Putera alias Tommy Soeharto akhirnya tertangkap
polisi. Ia ditangkap di Bintaro Jakarta kemarin, sehari sebelum
Kapolri yang baru, Komjen Da'i Bachtiar dilantik. Meski persetujuan
DPR atas Da'i Bachtiar sebagai Kapolri baru akan disahkan Kamis,
namun presiden sudah mengagendakan pelantikan Kapolri baru. Presiden
Megawati sesuai rencana akan melantik Komjen Pol Da'i Bachtiar
sebagai Kapolri pada jam 4 sore, Kamis ini. Tetapi Bimantoro
nampaknya ingin membuktikan bahwa polisi di bawah kepemimpinannyalah
yang berhasil membekuk Tommy. Padahal Da'i Bachtiar sudah berjanji di
DPR bahwa ia akan menangkap Tommy dan membongkar kasus-kasus terror
bom.

Tertangkapnya Tommy langsung  bisa menutup berita-berita mengenai
tuduhan korupsi Golkar dan Akbar Tandjung. Da'i Bachtiar sendiri
mulai hari ini, kalau benar-benar dilantik, harus segera menunjukkan
kemampuannya menangani kasus Tommy. Da'i pun harus menghadapi gugatan
PRD. Tokoh Partai Rakyat Demokratik (PRD) Andi Arief  telah
melaporkannya ke Polda Metro Jaya karena dianggap memberi keterangan
palsu.

Ketika menjabat Kepala Dinas Penerangan Polri, Da'i telah memberikan
keterangan palsu menyangkut penculikan dirinya. Pada 28 Maret 1998
Andi Arief diculik anggota Kopassus dan pada 17 April 1998 diserahkan
dan ditahan di Mabes Polri. Saat itu, selaku Kadispen, Da'i
menyatakan bahwa Andi Arief telah berada dalam tahanan Mabes Polri
sejak tanggal 28 Maret 1998. "Artinya, Da'i telah memberikan
keterangan palsu," kata Andi Arief. Da'i pun sekarang harus bisa
mengatasi masalah polisi dengan Kopassus utamanya yang menyangkut
penculikan dan pembunuhan tokoh Papua Theys Eluay.

Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono kemarin menegaskan masuknya
elemen TNI dan Polisi Militer dalam Tim Penyelidik kasus kematian
Theys Hiyo Eluay bentukan pemerintah, jangan dipastikan bahwa oknum
TNI terlibat dalam peristiwa pembunuhan itu. Dikatakan Menko Polkam,
pemerintah sungguh-sungguh berniat mengungkapkan kasus ini secara
tuntas. Oleh karena itu Tim Penyelidik yang dibentuk melibatkan
berbagai elemen. "Kalau yang melakukan investigasi hanya kepolisian,
dan ada bisik-bisik bahwa oknum TNI terlibat dan TNI tidak dilibatkan
dalam penyelidikan maka penyelidikannya menjadi tidak lengkap," jelas
Menko Polkam kemarin.

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan mengeluarkan
siaran pers yang menyebutkan tindakan pembunuhan terhadap Theys Hiyo
merupakan bagian dari suatu "operasi tertutup." Dugaan Kontras ini
didasari sebuah dokumen "Rencana Operasi Pengkondisian dan
Pengembangan Jaringan Komunikasi dalam Menyikapi Arah Politik Irian
Jaya untuk Merdeka dan Melepaskan Diri dari Negara Kesatuan Republik
Indonesia" yang dikeluarkan Ditjen Kesbang dan Linmas Depdagri pada
tanggal 9 Juni 2000. Pada bulan Juni tahun lalu, Depdagri mengadakan
Rapat Koordinasi Khusus guna membahas penanganan masalah Irian Jaya
yang diikuti instansi dari unsur BAKIN, BAIS TNI, Staf Pengamanan
Markas Besar AD, Staf Teritorial Kaster TNI, Staf Intelijen Markas
Besar Polri, Kostrad, dan Kopassus.

Dalam penjelasannya, Menko Polkam mengungkapkan pemerintah Jakarta,
merasa ditikam dengan kejadian ini. Pembunuhan Theys terjadi justru
di tengah upaya pemerintah mengembangkan sebuah kebijakan yang tepat
bagi Papua. Apakah itu otonomi khusus, atau percepatan pembangunan
ekonomi di Papua. Presiden Megawati Soekarnoputri memiliki keinginan
kuat agar pembunuhan Theys diungkap secara tuntas. Pemerintah
sekaligus juga berencana untuk mengirim 50 batalyon ke Aceh dan
Papua.

Perkembangan politik akhir-akhir ini sesungguhnya merupakan refleksi
pertentangan pihak Cilangkap, Menteri Pertahanan dan Menko Polkam di
satu pihak versus sejumlah jenderal pensiunan yang berada dibelakang
Megawati.

Bagaimana tanggapan Erlangga, seorang mantan tapol Islam dan bekas
Ketua HMI Jakarta Raya?

Erlangga : "Seperti Munir misalnya dari Kontras melihat Aceh murni
dari HAM. Sama saja misalnya saya melihat rumah seseorang dari
depannya aja. Aceh itu bergolak sejak tahun 1957, Aceh bukan wilayah
tenang yang tiba-tiba seperti Sampit atau Aceh seperti Maluku itu
berbeda. Aceh itu bergolak sudah lama. Papua juga bergolak sudah
lama, jadi itu berlaku dua konsep misalnya perang atau konsep militer
dan konsep HAM. Bagaimana kita memilah antara dua ini, mana yang akan
kita gunakan. Saya selalu obyektif dalam melihat persoalan- persoalan
negara ini."


* PROSPEK ACEH DAN IRIAN JAYA DIKHAWATIRKAN SURAM

Polisi di Jakarta akan mengirim tim investigasi ke Irian jaya untuk
menyelidiki kematian pemimpin Papua Dortheys Hilo Eluay pada 10
November yang lalu. Kasus Theys dikhawatirkan bisa memacu semangat
kemerdekaan Papua, apalagi menjelang 1 Desember yang akan diperingati
sebagai Hari Pernyataan Kemerdekaan Papua Barat.
Desember juga bisa menegangkan bagi Aceh jika daerah bergolak ini
mengenang Pernyataan Kemerdekaan yang diumumkan Gerakan Atjeh Merdeka
pada 4 Desember tahun 1976.
Aceh dan Papua tetap bergolak, tapi apa sebenarnya yang terjadi dalam
pendekatan Jakarta selama dua tahun terakhir ini? Sebuah ulasan
redaksi di Hilversum:


Keputusan Jakarta untuk mengirim 50 batalyon tentara dan polisi ke
Aceh dan Irian Jaya tampaknya memang mengantisipasi hari-hari ulang
tahun pernyataan kemerdekaan itu. Bagi gerakan-gerakan
pro-kemerdekaan di kedua daerah, prospek mendatang tampaknya agak
suram. Tetapi Jakarta pun tidak mempunyai alasan untuk lebih optimis
ketimbang tahun lalu.

Solusi yang adil masih jauh, tapi pendekatan dialog sudah lama
ditinggalkan. Dialog dengan Aceh berhenti sejak Keppres Nomor 4 April
yang lalu memberi lampu hijau untuk operasi militer, sedangkan dialog
dengan Dewan Presidium Papua sudah dihentikan ketika aparat berwajib,
bertentangan dengan kehendak presiden kala itu Abdurrahman Wahid,
menangkap para pemimpin Presidium atas tuduhan subversi, tepat
setahun lalu.

Di Aceh dampak Keppres April itu jelas lebih merugikan ketimbang
jalan dialog. Pertama, GAM memang terdesak secara militer, misalnya
di Pidie, maupun secara politik, seperti tampak dari ulah para
politisi GAM yang tiarap atau sembunyi sejak beberapa perundingnya
ditangkap, bahkan ada yang dibunuh. Instansi pemerintahan di beberapa
kabupaten, dan transpor jalan-jalan utama di Aceh mulai pulih. Akan
tetapi, bersamaan dengan benturan antara tentara dan GAM, banyak
tentara pemerintah mencoba menyelamatkan sumber daya seperti seputar
kompleks industri minyak dan gas Exxon. Sumber-sumber daya inilah,
mulai dari ganja sampai pengawalan pipa gas, yang menjadi sasaran
penghasilan dan membuat tentara di daerah bergolak sulit
dikendalikan.

Kedua, dengan mundurnya GAM dari beberapa daerah, trend pengungsian
penduduk berubah, dari pengungsian di dalam Aceh menjadi pengungsian
ke luar Aceh. GAM juga terlibat pelanggaran HAM, tetapi trend baru
pengungsian para migran non-Aceh tampaknya berkaitan erat dengan
munculnya milisi-milisi baru pro-tentara yang dipakai untuk
menggempur GAM dan akar-akarnya di desa desa, terutama di Aceh
Selatan dan Tenggara yang disebut daerah Galaksi.

Ketiga, paling gawat, tentu saja jumlah korban yang terus meningkat.
Tak ada lagi hari berlalu tanpa kekerasan di Aceh. Lagi pula, para
korbannya kini meluas ke penduduk sipil dan tokoh tokoh DPRD,
cendekia dan aktivis HAM. Paling sedikit 1400 korban tewas sejak
Keppres April lalu.

Semua itu berarti Jakarta kembali menghidupkan pendekatan keamanan
gaya Orde Baru. Trend ini tampak mencolok secara dini di Irian Jaya.
Berbeda dengan GAM di Aceh, Presidium Papua yang pro-M, atau
pro-kemerdekaan, di Irian Jaya tidak punya gerilya yang tangguh.
Tetapi Presidum memiliki legitimasi populer yang barangkali lebih
kuat ketimbang GAM di Aceh. Bahkan sebuah dokumen Jakarta Juni tahun
lalu mengakui, konsep kemerdekaan Papua yang disosialisasikan
Presidium itu telah merasuk sampai ke desa desa.

Presidium memang tegak di atas legitimasi yang dibangunnya dalam
Konggres Rakyat Papua Mei tahun lalu. Tak heran, konggres inilah yang
kemudian mengubah kebijakan Jakarta terhadap Irian Jaya. Menyusul
Konggres tersebut, Departemen Dalam Negeri mengadakan pertemuan
dengan para wakil militer dan dinas intelejens, yaitu Kostrad,
Kopassus, Bakin dan Bais, untuk mengantisipasi langkah-langkah mereka
yang dicurigai Jakarta. Dokumen tertanggal 8 Juni tahun 2000 yang
ditandatangani oleh Dirjen Kesatuan Nasional Ermaya Suradinata,
merupakan pertanda pendekatan lebih keras, terhadap Papua. Hasilnya,
mereka berhasil menggagalkan bulan-madu Gus Dur dengan Papua dengan
merongrong izin pengibaran bendera Bintang Kejora, yang mengakibatkan
sejumlah kerusuhan berdarah. Rekonsiliasi Gus Dur gagal dengan
banjirnya prajurit Kostrad dan Brimob ke Jayapura untuk
mengintimidasi perayaan 1 Desember tahun lalu.

Pendekatan keamanan ini, menurut pengamat Papua Doktor Richard
Chauvel, bertentangan dengan klaim Jakarta untuk menjalankan
reformasi. Terlebih, dengan pembunuhan Theys, dan tuduhan bahwa
pelakunya adalah Kopassus - semua itu telah menjadi bagian dari
persepsi Papua. Akhirnya, dengan pengakuan dua pejabat tinggi PBB,
antara lain mantan wakil Sekjen PBB waktu itu, Chakravarty
Narasimhan, bahwa Pepera, atau penentuan pendapat rakyat, yang
dilakukan tahun 1969 sebenarnya cuma tipuan belaka. PBB, demikian
ujar mereka, ketika itu memang ingin cepat cepat bebas dari isu Irian
Barat. Pengakuan itu hanya akan memperkuat persepsi Papua bahwa
pemerintahan Jakarta tidak mempunyai legitimasi di Irian Jaya.

Jadi Indonesia menghadapi krisis kredibilitas yang makin kuat dari
Aceh dan Irian Jaya terhadap pemerintah pusat. Satu satunya jalan
bagi Jakarta untuk mengembangkan dialog, pertama-tama, adalah
mengadili mereka yang bersalah atas kejahatan HAM dan mengendalikan
disiplin para prajuritnya di kedua daerah tsb. Kalau tidak, hubungan
kedua daerah tersebut dengan Jakarta dikhawatirkan akan semakin
memburuk saja.


* KALAU TOMMY BICARA, GUS DUR BISA CELAKA

Intro: Setelah tertangkapnya Tommy Soeharto, besar kemungkinan akan
terbongkar siapa yang melindunginya. Selain itu kalau putra mantan
presiden Soeharto ini bicara, hal ini akan ada dampaknya bagi Gus Dur
yang pernah menuduh Suripto melarikan Tommy menggunakan helikopter
Departeman Kehutanan. Berikut keterangan mantan intel tersebut kepada
Radio Nederland.

Suripto [SR] : Kalau menurut saya tentu ada saja analisa yang
spekualtif bahwa ada kemungkinan di lingkungan aparat keamanan
sendiri pada awal dia itu melarikan diri masih ada yang melindungi
Tommy. Tetapi kemudian karena ada tuntutan dan desakan masyarakat dan
ada opini, yang boleh dikatakan memojokkan dan memberikan semacam
ancaman kepada Tommy, maka lambat laun yang menjadi backing atau
melindungi itu dari fihak unsur-unsur aparat keamanan satu demi satu
meninggalkan dia. Sehingga dengan demikian maka tinggal waktunya saja
kapan Tommy di tahan. Jadi artinya dengan kata lain sebetulnya sejak
awal larinya Tommy ke mana-ke mana  sudah ada yang mengikuti dan
tahu, hanya selama itu mungkin ada unsur-unsur yang masih mencoba
untuk melindungi atau mengapuskan jejaknya.

Radio Nederland [RN] : Jadi hanya karena tekanan publik yang makin
mendesak sehingga sekarang Tomy bisa ditangkap. Jadi bukan karena
imbalan uang yang kurang atau kesulitan dalam hal itu?

SR : Nah saya enggak tahu itu yah. Tapi saya kira pengaruh dari
tekanan publik itu atau opini itu cukup kuat.

RN : Tapi pak Ripto ini berarti ada yang menyanyi ya. Kalau ada yang
menyanyi akan ada korban-korban sampingan berikut, baik mantan orang
besar ataupun orang kecil?  Mungkin Gus Dur mungkin entah siapa.
Bagaimana pendapat anda?

SR :  Ya ini menarik misalnya. Saya baru setengah jam yang lalu
didatengi oleh polisi dari Polri dan dia menanyakan apakah gugatan
saya kepada Gus Dur itu ke Polri sudah dicabut. Sampai hari ini saya
belum. Nah ini menarik sekali karena Tommy akan ditanyai mengenai
yang berhubungan dengan saya atas tuduhan Gus Dur bahwa saya
melarikan Tommy dengan fasilitas helikopter Departemen Kehutanan.
Dalam hal ini Tommy akan ditanya apa kenal sama saya, apakah betul
saya ada kaitannya melarikan diri. Jadi saya kira ini akan
berkembang.

RN: Bagaimana jawaban Anda?

SR : Saya katakan ya silakan aja. Saya lebih senang kalau Tommy
ditanyai soal itu, karena memang sejak awal saya memang enggak kenal
dan gak pernah saya nggunakan fasilitas itu.

RN :Mengapa polisi ingin tahu soal anda mencabut atau tidak mencabut
gugatan terhadap Gus Dur. Padahal ini kasus menyangkut helikopter
Departemen Kehutanan. Kan lepas dari soal anda dengan Gus Dur ini
bisa dilacak lebih jauh, bukan?

SR :Iya ini kan artinya ada satu pengembangan baru di dalam kaitannya
dengan gugatan saya,  pengaduan saya ke pihak Polri. Artinya ada
saksi baru yang akan menyatakan bahwa mungkin Tommy akan ngatakan :
"saya nggak kenal, saya nggak pernah melarikan diri dengan helikopter
Depertemen Kehutanan" yang efeknya tentu akan memberatkan Gus Dur,
menurut saya.

RN : Jadi apa dampak lebih jauh, kalau nanti makin banyak orang yang
menyanyi?

SR: Ya, oleh karena itu sekarang masalahnya sampai seberapa jauh para
penegak hukum akan juga melaksanakan law forcement itu.Yang menyanyi
kiri-kanan dan banyak dilibatkan orang-orang. dan orang-orang itu
menjadi terdakwa baru atau harus diminta keterangan dan menjadi saksi
dan ternyata pihak penegak hukum ragu-ragu nah ini suatau ujian
menurut saya.

RN : Siapa yang akan senang dan siapa yang akan lolos atau sudah
takut, mulai dari sekarang?

SR : Sudah pasti keluarga Cendana. Apakah Tutut ataukah yang lain
dimana pernah dikatakan bahwa Tomy pernah dibesuk, nah itu mungkin
juga akan tambah berat. Sekarang dengan keterangan Tommy membenarkan
bahwa pernah ketemu Tutut.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke