--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Selasa 09 Oktober 2001 14:10 UTC ** DEMONSTRASI DI DEPAN KEDUBES AMERIKA DI JAKARTA ** DEMONSTRASI DI DEPAN KEDUBES AMERIKA DI JAKARTA ** KOREA UTARA TIDAK SETUJUI SERANGAN AMERIKA ** TOPIK GEMA WARTA: DI KABUL, PENDUDUK SEMBUNYI DI TENGAH PERANG BARU ** TOPIK GEMA WARTA: MEGAWATI SEPERTI TERJEPIT DI ANTARA GOLONGAN ISLAM DAN AMERIKA * DEMONSTRASI DI DEPAN KEDUBES AMERIKA DI JAKARTA Sebuah demonstrasi di depan kedutaan besar Amerika di Jakarta berakhir dengan kerusuhan. Kerusuhan terjadi ketika ratusan demonstran berupaya menyerbu gedung kedutaan besar tersebut. Polisi melepaskan tembakan peringatan dan antara lain menggunakan gas air mata guna membubarkan sekitar 400 orang demonstran. Tiga orang terluka. Juga di berbagai kota lain di Indonesia dilangsungkan demonstrasi anti-Amerika, antara lain di Surabaya dan Makassar. Sementara itu dipastikan tiga orang tewas termasuk seorang anak, akibat kerusuhan di Quetta, Pakistan Barat yang terjadi ketika sebuah demonstrasi terhadap serangan Amerika di Afganistan. Para demonstran bentrok dengan polisi. Lebih dari 10 ribuan muslim Filipina berdemonstrasi menentang serangan Amerika. Sejauh ini belum terjadi insiden. * DEMONSTRASI DI DEPAN KEDUBES AMERIKA DI JAKARTA Pesawat tempur Amerika kembali melancarkan serangan bom terhadap sasaran di Afganistan. Untuk pertama kalinya sekarang dilakukan serangan bom pada siang hari, setelah dua serangkaian serangan malam hari. Akibat serbuan siang hari ini nampaknya sebagian besar artileri pertahanan udara rezim Taliban telah dihancurkan. Di Kandahar, pusat kekuasaan Taliban, Afganistan selatan, terdengar ledakan keras pagi hari. Taliban menyatakan pemboman bandara Afganistan telah menewaskan seorang warga sipil. Rezim Taliban juga menandaskan Amerika telah membom rumah yang pernah ditinggali oleh pemimpin spiritual Taliban, Mohammad Omar. Konon empat orang tewas di sebuah kantor organisasi anti ranjau darat di ibukota Kabul yang dibiayai PBB. Pasukan Inggris tidak ikut dalam serangan kedua terhadap Afganistan. Mereka hanya memberi bantuan logistik saja. Aliansi Utara melaporkan perang melawan Taliban telah membuahkan hasil. Seorang wakil Aliansi Utara memperkirakan dilakukan serangan besar-besaran hari-hari mendatang. Para anggota Dewan Keamanan PBB mendukung serangan tersebut. Juga Sekretaris Jenderal Kofi Annan membenarkan serangan yang menurutnya adalah aksi bela diri yang sah. Sementara itu pasukan Taliban menyatakan menangkap seorang warga Prancis. Belum jelas apakah orang yang tertangkap tersebut adalah anggota pasukan elit Prancis yang berada di Afganistan dan bekerja sama erat dengan Aliansi Utara. Konon Warga Prancis ini mengenakan burqa, pakaian tradisional perempuan Afganistan. * KOREA UTARA TIDAK SETUJUI SERANGAN AMERIKA Korea Utara tidak menyetujui serangan Amerika terhadap Afganistan. Dalam tanggapan pertama terhadap serangan ini, Kementerian Luar Negeri Pyongyang menyatakan dunia terancam perang. Negara komunis tersebut memperingatkan terjadinya lingkaran setan terorisme dan balas dendam. Pengerahan pasukan tentara mengakibatkan tewasnya warga tak berdosa dan akan mengganggu stabilitas di kawasan. Demikian menurut pemerintah Korea Utara. * AUSTRALIA SEKALI LAGI TIDAK MENAMPUNG 200 PENGUNGSI Australia tidak akan menampung sekitar 200 pengungsi yang ditangkap sebuah kapal angkatan laut Australia. Demikian tandas Perdana Menteri John Howard. Para pengungsi, yang mayoritas warga Irak berada di sebuah kapal nelayan Indonesia ketika angkatan laut Australia mengusir mereka dari perairan teritorial. Mereka kemudian harus diselamatkan karena mulai menghancurkan kapal nelayan itu. Konon beberapa pengungsi bahkan melempar anak mereka ke laut. Perdana Menteri Howard menegaskan tidak ingin menampung orang-orang semacam ini. Belum jelas siapa yang akan menampung para pengungsi tersebut. Akhir Agustus lalu Australia menghadapi kasus kapal kontainer Norwegia, Tampa yang membawa 400 orang pengungsi. Mereka pun tidak diterima di Australia namun akhirnya ditampung di Naura dan Selandia Baru. * SURIAH TERPILIH SEBAGAI ANGGOTA DEWAN KEAMANAN PBB Majelis Umum PBB memilih Suriah sebagai anggota sementara Dewan Keamanan. Suriah memperoleh 160 dari 178 suara. Menurut tradisi, Dewan Keamanan selalu beranggotakan satu negara Arab. Suriah akan menggantikan Tunisia mulai 1 Januari mendatang. Tidak ada calon saingan. Amerika menyatakan kebijakan terhadap Suriah tetap sama. Washington akan tetap mendesak Suriah memberantas terorisme dan tidak melanggar hak asasi manusia. Demikian tandas pemerintah Amerika. * KERUGIAN SEKTOR PENERBANGAN BISA MENCAPAI 12 MILYAR DOLAR Kerugian yang dialami sektor penerbangan bisa mencapai 12 milyar dolar tahun ini. Demikian diumumkan organisasi internasional IATA. Kerugian netto maskapai penerbangan Amerika akan mencapai tiga sampai lima milyar dolar, sedangkan maskapai penerbangan lain mencapai tujuh milyar dolar. Sebelum serangan 11 September lalu, kerugian diperkirakan mencapai 2,5 milyar dolar. IATA menyatakan lalu lintas penerbangan akhir tahun ini merosot sampai 15 persen. Selain itu IATA menyatakan sektor penerbangan baru bisa mengatasi dampak negatif aksi teror setahun lagi. Beberapa penerbangan lemah akan bangkrut akibat krisis ini, namun mereka dapat dipertahankan kalau mengambil tindakan tepat. Demikian kata IATA. * DAKWAAN TERHADAP MILOSEVIC KINI BERKEKUATAN HUKUM Tribunal Yugoslavia di Den Haag secara resmi mendakwa mantan Presiden Yugoslavia, Slobodan Milosevic melakukan tindak kejahatan terhadap kemanusiaan dan tindak kejahatan perang di Kroasia. Dakwaan yang diajukan bulan lalu oleh Jaksa Utama Carla del Ponte, kini berkekuatan hukum. Sejauh ini Milosevic hanya didakwa melakukan tindak kejahatan di Kosovo. Tuduhan kedua berkaitan dengan tahun 1991 dan 1992 ketika Milosevic menjabat Presiden Serbia. Milosevic didakwa ikut dalam upaya mengusir warga Kroasia dan warga non-Serbia lain dari Kroasia. Jaksa Utama Carla del Ponte sedang mempersiapkan dakwaan ketiga berkaitan dengan pembunuhan massal Bosnia. * PESAWAT RUSIA JATUH AKIBAT RUDAL TENTARA UKRAINA Konon ditemukan sisa-sisa rudal pertanahan udara di pesawat terbang Rusia yang jatuh di Laut Hitam, pekan lalu. Demikian seorang anggota komisi penyelidikan terhadap kantor berita Rusia, Interfax. Sisa-sisa rudal adalah bagian rudal S-200 yang digunakan tentara Ukraina sewaktu melakukan latihan militer. Sejauh ini Kementerian Pertahanan Ukraina selalu menyangkal berita tersebut. Semua 76 penumpang yang terutama asal Israel dan Rusia tewas. Pemerintah Israel mengumumkan Kamis mendatang sebagai Hari Berkabung nasional. * DI KABUL, PENDUDUK SEMBUNYI DI TENGAH PERANG BARU Wakil Presiden Hamzah Haz berada dalam dilema dan menghadapi resiko bisa ditinggalkan para pendukungnya apabila menolak syariah dan jihad. Demikian anggota DPR dari partai PBB, Sumargono yang belakangan dekat dengan Presiden Megawati Soekarnoputri. Pertama-tama kami tanyakan tanggapannya tentang serangan Amerika di Afganistan. Sumargono [S]: Ya saya menganggap bahwa tindakan Amerika yang begitu cepat mengambil keputusan menyerang Afganistan, sementara sampai saat sekarang ini masih belum bisa dibuktikan tuduhan terhadap tersangka Osama bin Laden apalagi kemudian dikaitkan dengan Afganistan. Ini menjadi pemicu terhadap sentimen keagamaan yang sangat tinggi di kalangan negara-negara yang masyarakatnya, rakyatnya lebih banyak beragama islam, termasuk Indonesia. Kemudian dari sisi lain, dari aspek humanisme universal ini juga tidak bisa diterima oleh pemikiran sehat bahwa pemboman ke Afganistan itu diarahkan kepada sentra-sentra yang terbatas, yaitu untuk tidak mengenai rakyat sipil dan segala macam. Itu yang ganitan masuk akal. Yang kelihatan sekarang rakyat sipil itu sudah menderita. Radio Nederland [RN]: Kan ini terbatas masih mendingan atau tidak? S: Terbatas saja kita tidak setuju. RN: Pak Sumargono beberapa tahun lalu anda memimpin suatu upaya untuk mengirim Jihad ke Bosnia menggerakkan solidaritas, Kisdi. Jadi sekarang anda setuju juga dengan Jihad dikirim ke Afganistan bukan? S: Saya sangat setuju, jadi tidak boleh dihalangi oleh pemerintah karena juga mengandung hak asasi. RN: Tampaknya ada perbedaan pendekatan bahkan mungkin juga keretakan antara Presiden Megawati dan Wakil Presiden Hamzah Haz mengenai soal Jihad, pertama mengenai soal syariah sekarang soal Jihad. Benar atau nggak ini? S: Oh nggak. Masalah ini sebetulnya memang kita harus akui sementara secara jujur bahwa pemerintah Indonesia sekarang ini mengalami satu dilematis di mana satu sisi pemerintah Indonesia sangat tergantung kepada Amerika, sedangkan di sisi lain rakyat Indonesia ini tidak menginginkan sehingga keputusan yang diambil oleh pemerintah ini tidak memberikan suatu kepuasan kepada rakyat. Nah, formulasi-formulasi ini yang sedang digodok. Saya pikir ini nggak ada. Pak Hamzah Haz selalu konsultasi dengan Presiden dan Menkopolkam. Itu saya tahu persis bagaimana memformulasikan itu. Tapi dalam posisi seperti ini memang Indonesia sangat dilematis sekali. Kemarin saya berjumpa dengan Wapres. Mereka mengungkapkan di depan saya itu tidak demikian. Mereka nampaknya kompak. Nggak tahu kalau di hati mereka ya. Sebab begini, biar bagaimana pun Hamzah Haz juga dilematis karena konstituen Hamzah Haz itu kebanyakan adalah masyarakat muslim yang memiliki visi yang sama dengan gerakan-gerakan yang ada sekarang. Nah sekarang setelah dia menjadi Wakil Presiden, itu memang mengalami satu dilematis. Sementara dia menghadapi pemerintah yang tidak sepakat dengan cara-cara seperti itu, sedangkan di kalangan pemerintah juga memiliki partai-partai politik yang berbeda. Sementara dia berhadapan dengan konstituen yang masih bersikukuh untuk tetap nilai-nilai ideologis yang diperjuangkannya itu. RN: Tapi kan dia harus mengambil jalan keluar? Tidak mungkin berada dalam dilema terus-menerus bukan? S: Kalau Hamzah Haz mengikuti inspirasi pemerintah tidak akan ditinggalkan oleh konstituennya. Demikian Sumargono, anggota DPR dari partai PBB. * MEGAWATI SEPERTI TERJEPIT DI ANTARA GOLONGAN ISLAM DAN AMERIKA Sikap pemerintah atas serangan Amerika terhadap Afganistan, telah menimbulkan reaksi berbeda-beda. Beberapa kalangan menyadari posisi dilematis Indonesia, namun pihak lainnya menganggap sikap Indonesia kurang tegas. MUI bahkan menyarankan RI membekukan hubungan diplomatis dengan Amerika dan sekutunya. Koresponden Syahrir mengirim laporan berikut dari Jakarta: Aksi demonstrasi yang digelar oleh ormas Islam sejak kemarin di depan Kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jalan Medan Merdeka Selatan, pada hari Selasa sempat diwarnai bentrok dengan aparat kepolisian. Aparat keamanan mengeluarkan gas air mata dan tembakan peluru kosong. Namun demikian terbetik berita di kalangan organisasi massa Islam, bahwa polisi tidak hanya menggunakan gas air mata dan peluru hampa, tapi juga peluru tajam. Sejauh ini pihak kepolisian menengarai bentrokan tersebut disebabkan ulah provokator. Indikasinya tampak dari lemparan-lemparan batu yang dilakukan oleh demonstran ke arah aparat keamanan. Dua personil pengamanan dikabarkan terluka terkena lemparan batu. Ratusan massa yang terlibat dalam peristiwa bentrokan itu selanjutnya melanjutkan aksi mereka di depan istana Merdeka Jakarta. Mereka mendesak pemerintah Indonesia untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat. Para demonstran mengecam sikap pemerintah yang tidak tegas dalam menyikapi serangan Amerika dan sekutunya ke Afganisthan. Nampaknya posisi presiden Megawati akan semakin sulit. Karena Megawati telah meninggalkan massa Islam yang moderat yang dikomandani Gus Dur. Semula Megawati berharap akan mendapat dukungan dari para pendukung wakil presiden Hamzah Haz. Namun melihat kelompok-kelompok massa yang bergerak ke kedutaan besar Amerika selama dua hari ini, maka harapannya itu pudar. Umumnya massa ormas Islam yang pergi ke kedubes Amerika dan Istana adalah organisasi-organisasi yang dahulu menggerakkan massa mereka mengepung Istana, kala Gus Dur berkuasa. Namun bila dahulu mereka menghilang setelah NU mengerahkan massanya, maka kini sulit bagi Megawati untuk menggerakan massa PDIP yang tidak siap untuk berjihad. Demonstrasi mahasiswa pro demokrasi ke Mahkamah Agung jelas tidak akan mendukung Megawati pula. Bahkan bisa dikatakan mereka ikut menghangatkan suasana politik yang membuat Megawati bertambah bingung. Sesungguhnya NU merupakan organisasi Islam yang besar yang sejak zaman Bung Karno selalu mendukung kaum nasionalis menpertahankan NKRI. Tetapi aliansi ini menjadi buyar karena ambisi Megawati yang menduga dengan dukungan Hamzah Haz serta Matori Abdul Djalil ia bisa jalan, tanpa Gus Dur, dalam menghadapi tekanan gerakan-gerakan Islam radikal. Dalam pekan-pekan ini dapat dilihat kebenaran akan dugaan tersebut. Umumnya para pendukung Gus Dur meragukan dugaan Megawati itu. NU di Jakarta sudah dengan tegas menyatakan tidak mau ikut campur dalam mendukung atau menjatuhkan Megawati. Karena mereka yakin pada akhirnya Megawati tetap akan jatuh. Karena Megawati dianggap tidak akan mampu mengakomodir keinginan massa Islam yang dapat dikatakan berasal dari keluarga besar eks Partai Masyumi di tahun 1950an. "Tujuan akhir mereka adalah untuk berkuasa," katanya. Maka percuma saja Megawati berusaha merangkul Masyumi. Sekarang mereka justru berbalik menghadapinya. Di samping itu penting untuk diketahui bahwa massa Habib Rizieq dari FPI pada awalnya berasal dari masyarakat NU. Sesungguhnya massa pendukung Hamzah Haz pun berasal dari NU tetapi yang tidak menginginkan seorang perempuan menjabat sebagai kepala negara. Tetapi di PPP sendiri elitenya berasal dari kelompok Muslimin Indonesia yang condong pada eks Masyumi. Maka ia memperkirakan pada akhirnya Hamzah Haz akan diperjuangkan oleh kalangan Islam tersebut untuk menggantikan Megawati. Putri Bung Karno ini jelas tidak akan mampu menghadapi aksi-aksi massa gerakan-gerakan Islam tersebut. Karenanya mau tak mau militer akan menjadi faktor dominan yang menopang kelangengan kekuasaannya. Dalam hal ini sosok Susilo Bambang Yudhoyono akan menjadi penting. Megawati mungkin terpaksa mengikuti jejak Gus Dur yang dahulu sempat menyerahkan kekuasaannya kepada Susilo Bambang Yudhoyono. Sebagai seorang perwira senior jelas ia akan mudah mendapat dukungan para jenderal. Para jenderal ini yang masih aktif menyadari sepenuhnya bahwa hanya Amerika, Eropa dan Jepang yang bisa menyelamatkan sebuah kekuasaan pemerintahan di Indonesia saat ini. Baik Megawati maupun tentara sadar sepenuhnya bahwa Amerika sangat penting bagi kelangsungan hidup bangsa Indonesia. Tentara yang saat ini perlengkapannya sangat tergantung dari Amerika tahu bagaimana melumpuhkan gerakan radikal Islam. Pengalaman di era Orde Baru, ketika Soeharto melumpuhkan gerakan Islam, tentu menjadi sebuah pelajaran berharga dalam menghadapi kekuatan gerakan Islam yang dewasa ini mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Kebijakan apa yang selanjutnya akan ditempuh Megawati masih belum dapat diprediksikan. Tetapi yang pasti Megawati tidak akan memutuskan hubungan diplomatik dengan Amerika, seperti yang dituntut oleh ormas Islam saat ini. Memutuskan hubungan diplomatik dengan Amerika merupakan usaha 'bunuh diri'. Ia faham benar bahwa sekarang ada 40 juta penganggur dan 100 juta orang yang hidup di bawah garis kemiskinan di negara ini. 140 ribu mahasiswa dan 400 ribu pelajar putus sekolah dapat menjelma menjadi bom sosial politik yang dapat meledak setiap saat. Ini mungkin akan sama berbahayanya atau bahkan lebih berbahaya ketimbang demo-demo kalangan Islam saat ini. Maka dapat dikatakan Megawati sekarang sedang berjalan di atas seutas tali rapuh. Sesuai faktor obyektif saat ini Megawati memang akan jatuh. Kecuali bila ia segera merubah kabinetnya dan politik ekonominya yang berorientasi pada rakyat kecil yang sesungguhnya merupakan mayoritas di Indonesia. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
