--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Jumat 25 Januari 2002 14:00 UTC ** GAM TETAP MAU DIALOG DENGAN JAKARTA ** UJI COBA ROKET INDIA RESAHKAN PAKISTAN ** SEKJEN PBB DI AFGHANISTAN ** RUSIA LARANG OPERASI MILITER AMERIKA DI IRAK ** KEBIJAKAN SUAKA AUSTRALIA ** TOPIK GEMA WARTA : DI BAWAH CUT NYAK, DARAH TETAP MENGALIR DI TANAH RENCONG ** TOPIK GEMA WARTA : KRISIS PDAM, SALAH URUS ATAU KEBANYAKAN UTANG ? * GAM TETAP MAU DIALOG DENGAN JAKARTA Gerakan Aceh Merdeka GAM menyatakan bahwa mereka masih tetap bersedia untuk melakukan suatu perundingan damai dengan Jakarta. Menurut seorang jurubicara GAM, tewasnya pemimpin mereka Abdullah Syafi'ie, tidak akan mengganjal perundingan dengan Jakarta. Minggu lalu Syafi'ie ditembak mati oleh TNI. GAM menegaskan mereka tidak akan melakukan balas dendam tapi mengingatkan kemungkinan pecahnya perang. Menurut TNI, operasi memberantas gerilyawan akan terus dilancarkan. Konflik Aceh selama puluhan tahun telah menelan lebih dari tiga ribu jiwa. * UJI COBA ROKET INDIA RESAHKAN PAKISTAN India melakukan uji coba roket jarak menengah di basis militernya di pantai timur. Rokter tersebut merupakan tipe Agni dan bisa dilengkapi dengan senjata nuklir. Menurut pemerintah India, uji coba berhasil dengan baik. Uji coba roket India menambah tegang hubungan dengan negara tetangga Pakistan, sebuah negara yang juga punya potensi nuklir. Menurut New Delhi, uji coba yang sudah direncanakan beberapa bulan, tidak punya maksud politik. Sebaliknya Pakistan menganggap uji coba roket India itu, mengancam stabilitas regional. Kedua negara menempatkan 800 ribu militer di sepanjang perbatasan berkaitan dengan konflik mengenai Kashmir. * SEKJEN PBB DI AFGHANISTAN Sekjen PBB Kofi Anan mengunjungi Afghanistan. Untuk pertama kali dalam 40 tahun, seorang sekjen PBB mengujungi Afghanistan. Annan bertemu dengan pemimpin pemerintah ad-interim Hamid Karzai. Annan akan pula melakukan kunjungan keliling ibu kota Kabul. Kunjungan bersejarah sekjen PBB itu dibayang-bayangi kerusuhan baru di Afghanistan. Di Afghanistan selatan tentara Amerika membunuh 12 pendukung utama rejim Taliban dan jaringan Osama bin Laden. 27 lainnya ditahan. Kerusuhan baru di Afghanistan berlangsung di dua kamp latihan, kira-kira 100 km sebelah utara kota Kandahar. Operasi militer itu merupakan operasi darat terbesar sejak Amerika mulai menyerbu Afghanistan. * RUSIA LARANG OPERASI MILITER AMERIKA DI IRAK Rusia tidak setuju bila Amerika Serikat melancarkan operasi militer terhadap Irak. Hal itu disampaikan menteri luar negeri Igor Ivanov setelah bertemu wakil perdana menteri Irak, Tariq Aziz. Belakangan ini di Washington semakin terdengar desakan agar operasi memberantas terorisme diperluas ke Irak, apabila Irak tidak memberi ijin masuk kepada para inspektur senjata. Awal tahun 90-an, PBB mengirim sejumlah inspektur senjata ke Irak untuk melacak apakah Irak memproduksi senjata kimia dan biologi. Empat tahun lalu, para inspektur senjata itu meninggalkan Irak karena menganggap, mereka tidak bebas untuk melakukan missinya. Sejak itu Bagdad menolak untuk memberi ijin kepada inspektur-inspektur yang baru. * KEBIJAKAN SUAKA AUSTRALIA Australia tetap menjalankan kebijakan suaka yang sangat ketat, sekalipun muncul banyak berita mengenai buruknya situasi dan kondisi di tempat-tempat penampungan pengungsi. Perdana menteri Howard menegaskan bahwa kebijakan suaka tersebut tidak ideal, tetapi merupakan satu-satunya cara untuk membendung gelombang pengungsi. 20-an pengungsi yang dibebaskan dari perkampungan pengungsi Woomera, adalah mereka yang diberi ijin untuk menetap, demikian menurut perdana menteri Howard. Minggu lalu, muncul banyak berita negatip mengenai perkampungan pengungsi Woomera. Situasi dan kondisi diberitakan sangat buruk sehingga ada pengungsi yang dilaporkan melakukan bunuh diri. Puluhan pengungsi melakukan aksi dengan menjahit kedua bibir mereka untuk memprotes cara perlakuan yang tidak manusiawi terhadap para pengungsi di perkampungan Woomera. Perkampungan pengungsi di sebelah selatan sahara Australia terdiri dari barak-barak yang beratapkan besi, dikelilingi oleh pagar yang tinggi dan dijaga dengan sangat ketat. * LEDAKAN BOM DI TEL AVIV Di pusat kota Tel Aviv, sembilan orang cedera akibat sebuah ledakan bom. Ledakan tersebut besar kemungkinan merupakan sebuah aksi bunuh diri. Menurut polisi Israel, seorang pria Palestina diatas motor meledakan bom ketika melaju didepan sebuah stasion bis. Insiden itu terjadi setelah aksi tentara Israel Kamis malam kemarin, menewaskan tiga pemimpin Hamas, salah seorang diantaranya pemimpin sebuah gerakan esktrim. Korban tewas setelah mobilnya ditembaki roket oleh tentara Israel di Jalur Gaza. Menurut otoritas Israel, korban bertanggung jawab atas 10 aksi bunuh diri. Setelah tembakan roket Israel itu, Hamas kembali bersumpah akan melakukan balas dendam. * TOPIK GEMA WARTA : DI BAWAH CUT NYAK, DARAH TETAP MENGALIR DI TANAH RENCONG Intro : Hanya melihat massa yang mengelu-elukannya di Yogyakarta, ketika Presiden meresmikan Forum Wisata ASEAN, maka dalam diri Megawati bisa timbul keyakinan bahwa dia tetap disukai rakyat. Tetapi apa sebenarnya wawasan sang Cut Nyak untuk Indonesia yang dipimpinnya? Koresponden Syahrir mengirim laporan berikut dari Jakarta: Ribuan warga Yogyakarta, tampak bersemangat menyambut Presiden Megawati saat membuka Asean Tourism Forum (ATF) 2002. Mega sekaligus meresmikan Gedung "Jogja Expo Centre (JEC)" yang menjadi ajang kegiatan ATF itu, Jumat ini. Sementara itu, penjagaan aparat keamanan di sekitar tempat berlangsungnya acara pembukaan itu, tampak cukup ketat. Jalan yang berada di depan gedung itu ditutup untuk lalulintas umum. Acara tersebut antara lain di hadiri para menteri pariwisata ASEAN, Jepang, Korsel dan Cina. Mega tampaknya tetap populer dikalangan rakyat bawah, kata seorang tokoh PDI Perjuangan di Yogyakarta. Hingga acaranya berakhir massa tetap bertahan ingin melihat Megawati. Padahal Yogyakarta bisa dikatakan merupakan basisnya Amien Rais dari PAN. Meski masih popular namun surat kabar International Herald Tribune yang beredar luas di dunia, menyatakan masalah Indonesia saat ini adalah Megawati. Enam bulan setelah menjadi presiden, Mega menunjukkan kepribadian yang sesungguhnya. Sebagai simbol persatuan nasional, toleransi dan goodwill bagi semua, ia dapat dianggap baik. Namun sebagai pemimpin pemerintahan yang menghadapi tugas-tugas yang berat, Mega nampak tak punya visi, dorongan atau kemampuan untuk berkomunikasi. Sikap lepas tangannya yang membiarkan masalah-masalah bertambah parah, tanpa upaya mengatasinya tampak dengan jelas. Kabinetnya yang semula dipuji orang, kelihatan ragu-ragu dalam menjalankan kebijakan-kebijakannya yang seharusnya. Yang pasti hal-hal yang buruk terjadi di daerah-daerah yang jauh dari ibukota seperti Aceh. Di mana gerakan-gerekan separatis tidak berkurang. Dan di Sulawesi serta daerah Maluku di mana konflik antara Muslim dan Kristen dikipas dan dibesarkan oleh kepentingan-kepentingan golongan yang menggunakan Islam sebagai tameng untuk menutupi tujuan-tujuan lain. Yang pasti sikap ragu-ragu Presiden Megawati terhadap peristiwa 11 September membuatnya tidak mendapat dukungan di Washington. Menurut International Herald Tribune, Megawati kehilangan kesempatan dalam menunjukkan bahwa Indonesia punya sikap sekuler dan dengan demikian bisa memperoleh dukungan luar negeri terhadap separtisme Aceh. Mega kurang percaya diri karena kurang memiliki sifat-sifat ke-Islaman. Dibandingkan dengan Presiden Vladimir Putin dari Rusia dan Jiang Zemin dari RRC yang menghayati keyakinan sekuler mereka, maka meski pun PDIP adalah partai sekuler namun Mega tidak menunjukkan sikap sekuler seperti dua presiden yang disebutkan tadi. Di Jakarta, bahkan seorang tokoh PDI Perjuangan - partainya Mega, menunjukkan sikap pesimis dengan mengatakan bahwa Mega tidak akan bertahan sampai tiga atau empat bulan lagi. Orang-orang partainya sendiri ditinggalkan, katanya. Merujuk pada kurangnya kursi menteri yang diserahkan Mega kepada partainya. Kalangan LSM umumnya menyesalkan ketergantungan Megawati pada militer. Ini bisa dilihat di Aceh di mana kebijakan DOM kedua sudah dimulai. Penekanan pada pendekatan keamanan sudah marak dengan kembali dihidupkannya Kodam Iskandar Muda dan dibunuhnya Panglima Agam Tengku Abdullah Syafei. Bahkan suatu suratkabar berpengaruh di Jakarta, Media Indonesia dalam editotialnya menyebut tokoh Aceh ini sebagai Martir terakhir di Tanah Aceh. Megawati yang pernah mengangkat dirinya sebagai Tjut Nyak dan berjanji tidak akan membiarkan satu tetas darah pun mengalir di Tanah Rencong, ternyata tidak dapat dipercaya. Orang-orang Aceh pun langsung menyamakannya dengan bapaknya yang dahulu tidak tepati janji-janjinya kepada rakyat Aceh. Di Aceh, tulis Media Indonesia, kematian seperti giliran murid-murid sekolah menyanyi di depan kelas. Pendekatan kekerasan tadinya sudah disepakati akan di akhiri di Nanggroe Aceh Darusalam. Tetapi pemerintah pusat dan tentara lebih percaya pada omongan pejabat-pejabat Golkar di Aceh dan orang-orang Golkar asal Aceh di Jakarta. Kesalahan yang sama pun dilakukan Jakarta di Timor Timur dahulu dengan menganggap aspirasi rakyat Timor Timur yang bergabung dalam birokrasi dan Korpri Golkar sebagai suara rakyat. Ternyata meski Nicolae Lobato, pemimpin Fretilin saat itu dibunuh, rakyat Timtim terus saja memperjuangkan kemerdekaan mereka. Bahkan mereka memperoleh seorang Xanana Gusmao yang bisa memimpin secara lebih baik lagi. Dikhawatirkan dengan hilangnya Tengku Abdullah Syafi'ie rakyat Aceh justru akan memperoleh seorang pemimpin yang lebih baik lagi ketimbang tokoh kharismatis ini. Isyarat-isyarat yang menunjukkan AS dan barat akan mendukung perjuangan rakyat Aceh, bisa menjurus pada lepasnya Aceh dari Indonesia. Jika di antara para prajurit TNI atau Polri sampai kehilangan kesabaran dan menciptakan suatu peristiwa Santa Cruz kedua, tentu seorang Menlu seperti Hasan Wirayuda sebagaimana halnya Ali Alatas dahulu tidak akan mampu mengatasi kecaman dunia. Semua diplomat Indonesia dan semangat nasionalisme Megawati yang menggebu-gebu mungkin tidak akan mampu mencegah dibentuknya komite-komite pendukung kemerdekaan Aceh di seluruh dunia. Maka sebagaimana halnya bintang jasa yang diberikan kepada mereka yang menangkap Lobato dahulu, mungkin bintang jasa yang diberikan kepeda mereka yang menyergap Tengku Abdullah Syafi'ie pun tidak akan laku lagi jika Aceh benar-benar merdeka. Sementara ini Pangdam Jaya Bibit Waluyo mengatakan separatis harus dibunuh. Bibit Waluyo: Kita ini kan warga sesama bangsa melihat bahwa itu adalah seorang pimpinan separatisme. Karena itu kan mengacaukan bangsa kita ini. Menyesengsarakan bangsa Aceh karena mereka-mereka itu. Jadi kalau mereka akan mlakukan kegiatan balik, ya silahkan saja kita hadapi. Pada tahun-tahun 50-an, tokoh-tokoh Permesta pun dinstruksikan TNI untuk dibunuh. Padahal mereka hanya memperjuangkan otonomi daerah. Ironisnya kini jazad Alex Kawilarang, Simbolon, Zulkifli Lubis dan lain-lain dikuburkan di Taman Pahlawan Republik Indonesia. Karena itu Mega dan TNI harus berpikir ulang sebelum menindak dengan keras orang-orang yang tinggal di Aceh karena Aceh adalah bagian dari Republik. * TOPIK GEMA WARTA : KRISIS PDAM, SALAH URUS ATAU KEBANYAKAN UTANG ? Intro : Tanpa air minum, manusia mustahil hidup. Tapi perusahaan pemasok air minum hampir di seluruh Indonesia kini nyaris bangkrut, maklum utang Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Indonesia sudah menggunung hingga Rp. 4 triliun. Ketua Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia Kumala Siregar mengungkapkan hampir 200 PDAM berada pada kondisi tidak sanggup bayar utang. Sekitar 90 di antaranya, malah dinyatakan tidak dapat beroperasi normal. Seolah tahu bahwa hutang Rp. 4 triliun itu tidak sedikit, Kumala Siregar dan pengurus asosiasi perusahaan air minum lainnya bertandang ke Presiden Megawati Soekarnoputri. Mereka meminta pemerintah mengatur kembali pembayaran utang pokok PDAM se-Indonesia alias menelurkan kebijakan restrukturisasi bahkan, begitu mereka beriba-iba, pembebasan utang. Menumpuknya utang-utang PDAM itu menurut Kumala, terjadi karena kekurangan dalam manajemen dan pengelolaan sumber daya manusia. Selain itu kenaikan tarip air minum yang semula dijadwalkan tiap dua tahun sekali juga tidak terjadi. Karena itu melalui Presiden, para pemimpin perusahaan air minum itu juga minta agar pemerintah pusat mendesak pemerintah daerah supaya menaikkan tarif air minum. Alasannya, biar pelayanan kepada masyarakat bisa berlangsung lebih sehat. Kumala Siregar : Tapi jangan sampai PDAM dianak-tirikan. Untuk itu perlu adanya semacam usulan kami seperi restrukturisasi dan segala macamnya. Untuk itu kita sama-sama maklumi karena selama ini terus terang masalah utang ini yang menyebabkan kondisi PDAM sangat terpuruk. Boleh dikatakan hanya 10% dari anggota kami ini PDAM yang sehat. Sisanya itu boleh dikatakan ada yang setengah sakit malah sudah ada yang sudah diinfus. Situasinya ini dari lampun kuning sudah jadi lampu merah. Malah sudah ada 90 PDAM yang diinfus. Tapi, siapa berani menjamin keringanan bayar utang buat PDAM itu bakal berbalas pada perbaikan mutu produksi dan pelayanannya? Jika menyimak alasan perusahaan air minum dalam meminta keringanan utang, timbul kesan semua kesalahan berasal dari luar perusahaan. Bahkan dugaan salah urus terang-terangan mereka tampik. Padahal, banyak pengamat yakin kesalahan urus PDAM seperti kekacauan manajemen yang juga terjadi pada perusahaan milik daerah dan pemerintah lainnya, menjadi biang keladi krisis. Untuk mengatasi masalah ini, sejumlah pemerintah daerah berniat campur tangan dalam organisasi PDAM. Pemerintah Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, misalnya, berniat mengganti dewan direksi PDAM setempat. Menurut Dian Handayani, jurubicara pemerintah daerah Kendal, PDAM di wilayahnya berutang Rp. 4,5 milyar. Dian Handayani: Jadi kita baru pembenahan ke dalam untuk peningkatan SDM kemudian peningkatan pelayanan pada konsumen. Kontribusi ke daerah itu bisa menyumbang berapa tapi kan teryata malah mengalami kerugian. Tapi sebetulnya kan juga ditarget oleh pemda, tapi ternyata kan tidak memenuhi target karena perusahaan daerah ini merugi terus menerus. Dengan adanya seperti itu maka kemarin direkturnya baru saja dilantik. Barangkali upaya mengganti manajemen seperti ini lebih patut dipertimbangkan ketimbang memikirkan pemotongan utang. Namun, tidak semua direksi PDAM di seluruh Indonesia harus dirombak. Lembaga Pengkajian Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia mengungkapkan kebijakan meringankan utang PDAM tidak dapat dilakukan secara merata. Sebab setiap perusahaan daerah berbeda masalah yang mereka hadapi, misalnya soal manajemen internal, tarif maupun permodalan. Karena itu, Ketua Lembaga Pengkajian Manajemen Universitas Indonesia M. Ikhsan mengatakan, walau utang dihapuskan, jika kebijakan manajemennya tetap, maka dalam waktu tidak lama lagi akan kembali muncul utang itu. M. Ikhsan: Restrukturisasi itu harus datang dari demand, dari mereka. Jadi kalau katakanlah, kita mau restrukturisasi sekarang, dengan kondisi pertama tarifnya yang nggak meng-cover cost dan manajemennya masih tertutup seperti itu, itu nggak ada gunanya kita restrukturisasi. Waktu itu kita katakan mereka harus mengubah diri dulu. Artinya mereka harus mengubah manajemen dari suatu perusahan yang ngaco. Mereka harus mengubah pertama profesionalismenya, perusahaannya harus dibikin terbuka. Komisarisnya kalau perlu melibatkan orang luar, independent commissioner supaya perusahan itu benar jalan. Sebagai kebutuhan pokok, sulit dipungkiri, masalah air minum memang lebih dari penting. Untuk itu pemerintah tidak boleh tinggal diam. Bila tidak, seperti beras, air minum pun jangan-jangan harus diimpor dari luar negeri. Padahal masalahnya hanya ketidakbecusan pemerintah mengawasi perusahaan pengelola dan ketidakmampuan pengelola mengurus manajemen. Tim Liputan 68H Jakarta melaporkan untuk Radio Nederland di Hilversum --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
