---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Kamis 04 April 2002 14:30 UTC



** PEMERINTAH PALESTINA IMBAU WARGANYA MENENTANG PENDUDUKAN ISRAEL

** MISSI TINGKAT TINGGI UNI EROPA BERKUNJUNG KE ISRAEL

** JATUH KORBAN TEWAS AKIBAT TANAH LONGSOR PAPUA NUGINI

** TOPIK GEMA WARTA: INDONESIA AKAN MULAI KEMBALI PEMBICARAAN DENGAN
GAM SOAL MEKANISME KEAMANAN

** TOPIK GEMA WARTA: SEBAGAI SAKSI, WIRANTO LEBIH SEBAGAI AJUDAN
KATIMBANG PANGLIMA



* PEMERINTAH PALESTINA MENENTANG WARGANYA MENENTANG PENDUDUKAN ISRAEL

Pemerintah Palestina mengimbau warga Palestina bersiap-siap menentang
pendudukan Israel, dan membela negara. Selain itu negara-negara Arab
didesak agar berperan lebih aktif. Lebih dari 100 tank Israel dan
kendaraan lapis baja menginvasi kota Nablus, kota terbesar Palestina
di Tepi Barat Sungai Yordan. Invasi diiringi tembak-menembak dan
beberapa gedung ditembaki. Pasukan Israel mencari warga Palestina
yang bertanggung jawab mengorganisir serangan bunuh diri. Penduduk
Nablus tidak diperbolehkan keluar dari rumah karena telah
diberlakukan jam malam. Invasi kota Nablus menewaskan dua warga
Palestina dan dipastikan tujuh orang lainnya cedera. Juga di
tempat-tempat lain Tepi Barat Sungai Yordan terjadi pertikaian yang
menewaskan lima warga Palestina. Sekitar 200 warga Palestina
bersenjata masih berada di gereja Kelahiran Kristus yang dikepung
tentara Israel. Sementara itu Israel menyatakan akan tetap
melanjutkan operasi militer di wilayah-wilayah Palestina. Perdana
Menteri Israel, Ariel Sharon menandaskan Presiden Palestina, Yasser
Arafat untuk sementara masih akan ditahan di Ramallah. Sharon juga
menyatakan pemerintah Suriah dan Iran bertanggung jawab atas serangan
prajurit Hezbollah di perbatasan dengan Libanon.


* MISSI TINGKAT TINGGI UNI EROPA BERKUNJUNG KE ISRAEL

Missi tingkat tinggi Uni Eropa sedang dalam perjalanan ke Israel,
dalam upaya mencapai gencatan senjata di kawasan tersebut. Misi
terdiri dari Koordinator Luar Negeri Uni Eropa, Javier Solana dan
Menteri Luar Negeri Spanyol yang juga Ketua bergilir Uni Eropa, Josep
Pique. Pemerintah Israel sementera itu tidak mengijinkan keduanya
bertemu Presiden Palestina, Yasser Arafat, yang dikucilkan Israel di
markasnya di Ramallah. Namun pemerintah Perdana Menteri Israel, Ariel
Sharon menyatakan ada kemungkinan Arafat bisa bertemu dengan utusan
Amerika untuk Timur Tengah, Anthony Zinni. Delegasi Uni Eropa ingin
supaya Israel menarik mundur semua pasukannya dari wilayah-wilayah
Palestina. Selain itu Brussel ingin supaya dilangsungkan perundingan
atau konferensi internasional tentang krisis di Timur Tengah. Namun
Israel menolak rencana tersebut.


* JATUH KORBAN TEWAS AKIBAT TANAH LONGSOR PAPUA NUGINI

Dipastikan delapan orang tewas dan 28 orang lainnya cedera akibat
tanah longsor di Papua Nugini awal pekan ini. Demikian dilaporkan
harian The Post Courrier yang terbit di ibukota Port Moresby. Tanah
longsor terjadi di propinsi Morobe, sekitar 200 kilometer di utara
ibukota Port Moresby. Akibat hujan lebat, sejumlah besar tanah jatuh
di sungai yang mengakibatkan banjir. Beberapa desa dilanda banjir.


* TIGA PERAMPOK BANK DI JERMAN DITANGKAP

Tiga perampok yang menahan dua sandera di sebuah bank di Jerman
berhasil ditangkap setelah pengejaran selama hampir 24 jam. Perampok
itu lari dengan mobil dari Jerman melalui Polandia menuju ke Ukraina.
Mereka akhirnya dihentikan dijalan setelah polisi memasang sebuah
barikade. Tiga perampok itu akan diserahkan ke Jerman hari .Kamis
ini.


* DUHALDE PRESENTASIKAN RENCANA PENANGGULANGAN KEMISKINAN DI
ARGENTINA

Presiden Argentina, Eduardo Duhalde mempresentasikan  rencana untuk
melawan kemiskinan di negaranya. Pada awal Mei mendatang, para kepala
keluarga yang menganggur akan menerima tunjangan sekitar lima dolar
per bulan. Setidaknya sekitar satu juta keluarga mengajukan
permohonan tersebut.  Dana untuk rencana itu didapat dari pemotongan
pengeluaran pemerintah dan peningkatan pajak atas eksport.  Minggu
sebelumnya, Argentina menerima pinjaman sejumlah delapan juta euro
dari Inter American Development Bank.  Pemerintah Argentina juga
menunggu bantuan dari IMF.  Pemerintahan di Buenos Aires berharap
rencana penanggulangan kemiskinan itu bisa mencegah gejolak sosial
yang lebih parah. Dalam beberapa bulan lalu, aksi protes besar
besaran dilakukan dalam menyikapi kondisi ekonomi di Argentina


* 50 ANGGOTA KELOMPOK EKSTREMIS AFGAN DITANGKAP

Di Afganistan 50 orang anggota kelompok ekstremis ditangkap karena
diduga merencanakan sebuah kudeta. Dinas Keamanan Afgan menyatakan
mereka yang ditangkap itu antara lain berencana untuk melancarkan
serangan bom di ibukota Kabul. 25 tertangkap masih ditahan, yang
lainnya telah dibebaskan. Sebagian besar pria tertangkap termasuk
kelompok islam Hezb-i-Islami, pimpinan panglima Gulbuddin Hekmatyar.
Terutama warga Pathan mendukung kelompok Islam ini. Hekmatyar hidup
di pengasingan sejak 1996 di Iran. Namun menurut berbagai sumber
Afgan ia pulang ke Afganistan, bulan lalu.


* KOREA UTARA BATALKAN PERTEMUAN DENGAN KOREA SELATAN

Korea Utara pada saat-saat terakhir membatalkan pertemuan antara
pejabat tingginya dengan pejabat Korea Selatan. Belum jelas apa
alasan keputusan ini. Sebetulnya Lim Dong-won yang adalah utusan
Presiden Korea Selatan, Kim Dae-Jung akan menyampaikan pesan khusus
kepada Presiden Korea utara, Kim-Jong-Il. Rabu kemarin utusan Korea
Selatan, Lim Dong-won berunding dengan beberapa pejabat di Pyongyang.
Usai perundingan kantor berita Korea Utara melaporkan hubungan antara
dua Korea semakin buruk. Pyongyang menyatakan Korea Selatan maupun
Amerika Serikat bertanggung jawab atas krisis ini. Ini untuk pertama
kalinya dua Korea melangsungkan hubungan diplomasi, sejak November
tahun lalu ketika para menteri dua Korea mengadakan perundingan,
tanpa sukses.


* CINA BEBASKAN TAPOL TANAK JIGME SANGPO

Pemerintah Cina membebaskan tahanan politik Tanak Jigme Sangpo dari
Tibet. Ia adalah tahanan yang menjalani hukuman penjara paling lama
di Cina. Jigme Sangpo, 76 tahun, berada dalam tahanan selama sekitar
40 tahun. Ia dibebaskan karena alasan kesehatan. Jigme Sangpo
beberapa kali dijatuhi hukuman penjara karena menentang pendudukan
Tibet oleh Cina. Hukuman penjara Sangpo sebetulnya baru berakhir
tahun 2011. Namun bulan-bulan belakangan berbagai organisasi hak-hak
asasi manusia dan pemerintah Barat menuntut pembebasan Jigme Sangpo.
Konon ia akan diberikan pelayanan kesehatan di luar negeri.


* AKHIR PERANG SAUDARA ANGOLA

Para perwira tentara dan pembangkang Unita menandatangani gencatan
senjata di ibukota Angola, Luanda. Ini adalah akhir perang saudara
yang melanda Angola selama 27 tahun. Presiden Angola, Jose Eduardo
dos Santos hadir pada upacara dan mengumumkan pada waktu singkat akan
dilakukan pemilihan umum. Jenderal Paulo Lukamba mewakili gerakan
Unita. Ia dianggap pemimpin baru Unita setelah pembunuhan terhadap
pemimpin gerilyawan, Jonas Savimbi akhir Februari lalu. Di antara 400
hadirin juga hadir wakil pemerintah-pemerintah luar negeri. Menteri
Luar Negeri Portugal mengumumkan Portugal akan mengirim pengamat ke
Angola guna mengawasi supaya gencatan senjata dipertahankan.


* INDONESIA AKAN MULAI KEMBALI PEMBICARAAN DENGAN GAM SOAL MEKANISME
KEAMANAN

Gubernur Aceh Abdullah Puteh menyatakan, para wakil resmi RI dan GAM
akan memulai kembali pembicaraan dalam waktu dekat di Jenewa, Swis.
Tetapi dengan syarat Aceh adalah tetap bagian NKRI. Menurut Sofyan
Ibrahim Tiba, juru bicara GAM di Banda Aceh, perundingan terbaru
hanya akan membicarakan mekanisasi keamanan yaitu gencatan senjata.
Dengan pengiriman 1800 anggota TNI ke Aceh, kelihatannya tujuan
tersebut saling bertolak belakang. Ikuti keterangan Sofyan Ibrahim
kepada Radio Nederland:

Sofyan Ibrahim [SI]: Memang dialog yang akan dilakukan ke depan ini
adalah sebagai kelanjutan daripada dialog tanggal 2 dan 3 Februari
yang lalu di Jenewa. Membicarakan masalah penyelesaian keamanan.
Setelah itu pada 2003 itu akan dilanjutkan an all inclusif dialog.
Kemudian pada tahun 2004 itu pemilihan umum tentang Aceh.

Radio Nederland [RN]: Lalu masalah mekanisme keamanan, apakah Bapak
bisa menerangkan lebih lanjut apa yang dimaksud dengan hal itu?

SI: Sebenarnya sudah ada kesepakatan juga, ketika perundingan tanggal
2 dan 3 Februari itu, itu mekanisme penyelesaian tentang Aceh itu
menuju kepada kesepakatan yang telah dicapai pada perundingan tanggal
6 dan 9 Januari 2001 di Jenewa. Bahwa kedua belah pihak sudah setuju
untuk menyelesaikan masalah Aceh ke depan itu tidak lagi dengan
cara-cara kekerasan, tapi dengan cara-cara tidak kekerasan dan dalam
kerangka demokrasi. Jadi membicarakan masalah penyelesaian keamanan,
artinya itu membicarakan masalah gencatan senjata atau cease fire.

RN: Tetapi pemerintah baru saja mengirim 1800 tentara pengganti ke
Aceh beberapa hari lalu.

SI: Sebenarnya, kalau sudah sepakat untuk menyelesaikan keamanan,
pemerintah Indonesia tidak lagi mengirimkan tambahan tentaranya ke
Aceh. Padahal logikanya antara dialog dengan perang itu tidak bisa
dilaksanakan bersamaan waktu.

RN: Jadi sebenarnya ini diragukan ketulusan hati pihak Indonesia
untuk memulai kembali pembicaraan begitu?

SI: Nampaknya begitu. Jadi memang nampaknya di kalangan tingkat
tinggi pemerintah Indonesia itu ada dua faksi. Yang satu faksi ingin
dialog, yang lain itu ingin perang. Dengan pengiriman tentara
nampaknya keinginan tingkat tinggi pemerintah Indonesia itu yang
menonjol dan terlaksana hanya kehendak yang ingin perang.

RN: Lalu Pak, pemerintah Indonesia berhasil menyelesaikan konflik di
Poso dan di Ambon dengan jalan pembicaraan di Malino. Apakah tidak
mungkin pemerintah Indonesia mau menyelesaikan masalah Aceh seperti
masalah di Poso dan di Ambon. Jadi boleh saya katakan, Memalinokan
masalah Aceh?

SI: Persoalan Aceh dan Poso itu memang berbeda sama sekali. Kalau di
Poso itu nampaknya yang menonjol adalah konflik horisontal. Tapi di
Aceh itu adalah konflik antara Gerakan Aceh Merdeka yang ingin
mempojokkan hak bangsa Aceh dengan pemerintah pusat, itu memang tidak
mungkin dilaksanakan seperti menyelesaikan masalah Poso. Jadi masalah
Aceh bukan masalah agama. Dan Aceh itu menganggap diri sebagai sebuah
bangsa. Itu secara hukum Indonesia itu harus diakui. Aceh sebagai
sebuah bangsa itu nyata. Sebab hilangnya status bangsa, itu salah
satunya karena bangsa itu sudah menggabungkan diri dengan sebuah
bangsa lain. Di Aceh belum pernah bergabung secara formal dengan
Indonesia. Jadi memang bangsa Aceh oleh karena itu statusnya masih
mengambang. Jadi ada pun wilayah Indonesia dikatakan dari Sabang
sampai Merauke, itu hanya ada dalam lagu, tidak ada dalam
undang-undang dasar Indonesia.

Demikian Sofyan Ibrahim Tiba, juru bicara GAM di Banda Aceh.


* SEBAGAI SAKSI, WIRANTO LEBIH SEBAGAI AJUDAN KATIMBANG PANGLIMA

Intro: Mantan Panglima TNI Jenderal Purnawiran Wiranto kemarin
memberikan kesaksian dalam sidang pengadilan Ad Hoc HAM Timtim.
Sidang di PN Jakpus itu menghadirkan Timbul Silaen sebagai terdakwa.
Wiranto ternyata tampil lebih sebagai mantan ajudan katimbang mantan
panglima. Dan inilah yang membedakannya dengan Prabowo, saingannya
dulu. Koresponden Syahrir mengirim laporan berikut dari Jakarta:


Dalam kesaksiannya sang jenderal yang pernah menjadi orang yang
paling disegani di jajaran TNI menyatakan bahwa penanggung jawab
keamanan Timor Timur pasca jajak pendapat adalah wewenang Polda Timor
Timur, bukan TNI. Kesaksian Wiranto memberi kesan ia berusaha untuk
"cuci tangan." Sama seperti ketika ia dipanggil Pansus Semanggi dan
Trisakti, ia berusaha berkelit untuk menghindari tanggung jawab
sebagai komandan tertinggi saat itu.


Sebagaimana dikatakan Letjen marinir purnawirawan Ali Sadikin dalam
ketentaraan hanya ada satu komando dan satu tanggungjawab. Jadi
menurut Ali Sadikin sepatutnya hanya ada satu orang yang bertanggung
jawab atas segala perbuatan yang dilakukan atau tidak dilakukan oleh
bawahan, yakni pimpinan tertinggi. Tidak ada prajurit yang bersalah,
yang ada ialah perwira-perwira yang bersalah. Ali Sadikin dalam suatu
percakapan dengan Radio Nederland mengungkapkan prihatin terhadap
Wiranto yang dibesarkan oleh Soeharto. Bahkan seharusnya yang
bertanggung jawab atas semua tindakan Wiranto adalah panglima
tertinggi Soeharto yang kemudian digantikan oleh Habibie. Kalangan
lain mengatakan bila mengacu pada pemikiran Ali Sadikin maka pelbagai
pelanggaran HAM oleh pihak militer dan polisi di Aceh dan wilayah
lainnya kelak harus dipertanggung jawabkan oleh para panglima
tertinggi. Yaitu  Soeharto, Habibie, Gus Dur dan Megawati.


Sehubungan dengan sikap Wiranto yang kerap menghindari tanggung jawab
atas segala tindakan anak buahnya, ada yang mengatakan ternyata
Wiranto itu meski pun pintar, tapi hanya memiliki mental kelas
ajudan. Sebagai perbandingan ia menunjuk sikap Prabowo Subianto. Dulu
Prabowo langsung mengakui ada penculikan para aktivis dan ia juga
segera mengambil alih tanggung jawab anak buahnya.  "Saya yang
bertanggung jawab, anak buah saya tidak bersalah," katanya ketika
harus menghadapi DKP. DKP atau Dewan Kehormatan Perwira merupakan
sidang internal TNI yang digelar Wiranto kala itu. Walau begitu
Prabowo sempat berdalih bahwa orang-orang yang diperintahkan untuk
diculik itu telah dilepaskan kembali. Tapi ternyata hingga saat ini
sejumlah aktivis yang diculik masih raib, tak jelas keberadaannya.
Sama halnya dengan Wiranto dan  Prabowo yang telah diduga melakukan
pelanggaran HAM, para perwira yang kini didadili sesungguhnya hanya
korban kepentingan politik Soeharto belaka. Timbul Silaen jelas bisa
melemparkan tanggungjawabnya kepada Kapolri saat itu dan panglima
ABRI Wiranto.


Semua perwira di Timtim dan di Mabes Polri serta Mabes ABRI tahu
bahwa instruksi membumihanguskan Dili merupakan instruksi atasan di
Jakarta. Kalangan milisi pun tahu soal itu. Dan di PBB ini merupakan
pengetahuan umum. Bukankah Amerika Serikat dan negara-negara barat
lainnya memiliki tehnologi yang sangat canggih untuk menyadap
alat-alat komunikasi ABRI yang ketinggalan zaman.


Wiranto pada pengadilan HAM Ad Hoc kemarin  menunding PBB adalah
pihak  yang menyebabkan terjadinya aksi kekerasan di Timtim. Itu
terjadi sebelum dan usai jajak pendapat tahun 1999. Jadi bukan
militer yang harus bertanggung jawab.


Wiranto:
Tapi di Indonesia, di Timor Timur, upaya yang dilakukan oleh aparat
keamanan yang saya pimpin sudah maksimal, sudah optimal. Segala cara
sudah kita tempuh untuk menjalankan misi negara itu. Segala inisiatif
sudah kita kuras habis untuk mendukung  agar martabat bangsa
mensukseskan jajak pendapat itu bisa berhasil dengan baik. Tapi
ternyata apa? Ternyata kan baik. Jajak pendapat bisa sukses. Suatu
tugas yang tadinya kita membayangkan sangat berat, mission
impossible.


Lebih jauh Wiranto yang dekat dengan keluarga Cendana menganggap
peradilan HAM Ad Hoc Timtim ini merupakan pengadilan yang penuh
dengan keterpaksaan. Peradilan yang dijalankan akibat tekanan dari
dunia internasional.  Tetapi apapun yang mau dikatakan Wiranto,
masyarakat awam di Indonesia dengan takjub melihat bagaimana seorang
mantan Menhankam/Pangab, seorang  Jenderal,  duduk di kursi
pesakitan, meski tidak sebagai tersangka layaknya Ketua DPR Akbar
Tandjung.


Tapi mungkin dalam sejarah Republik Indonesia baru kali ini ada
mantan panglima tiga angkatan perang dan angkatan kepolisian duduk di
kursi pesakitan sambil dengan sopan menjawab pertanyaan-pertanyaan
hakim. Seorang wartawan yang berseloroh, "para hakim tersebut pasti
bangga pada dirinya sendiri, karena mampu mengadili para perwira
tinggi itu." Tiga tahun yang lalu peristiwa seperti ini tentu tidak
mungkin terjadi. Namun kala Gus Dur berkuasa, ia berhasil menciptakan
iklim politik yang mendorong DPR untuk memanggil Wiranto cs ke
Pansus. Dan kini, apa pun penilaian orang tentang pengganti Gus Dur,
harus diakui pemerintahan Megawati dengan dukungan DPR dan pers
kembali mampu menciptakan kembali suasana politik yang kondusif. Ini
dapat dibuktikan dengan keleluasaan pihak peradilan memeriksa para
perwira tinggi tanpa ada peragaan kekuatan dari pasukan tank-tank
yang bergerak mendekati wilayah pengadilan.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke