---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Rabu 10 April 2002 14:20 UTC



** KALANGAN INTERNASIONAL DESAK PENARIKAN MUNDUR PASUKAN ISRAEL

** DUTCHBAT MUSTAHIL BISA CEGAH PEMBANTAIAN MASSAL SRENRENICA

** TOPIK GEMA WARTA: OPTIMISME PARIS CLUB SEBENARNYA TIDAK MENDASAR

** TOPIK GEMA WARTA : PEMBEBASAN AKBAR TANDJUNG BUKTI DISKRIMINASI
POLITIK MEGAWATI



* KALANGAN INTERNASIONAL DESAK PENARIKAN MUNDUR PASUKAN ISRAEL

Perserikatan bangsa-bangsa, Amerika Serikat, Uni Eropa dan Rusia
bersama menyerukan penarikan tanpa syarat pasukan Israel dari kawasan
Palestina di Tepi Barat Sungai Yordan. Demikian disampaikan
Sekretaris jendral PBB, Kofi Annan seusai pertemuan tingkat tinggi di
Madrid ,Spanyol. Kofi Annan mengimbau Israel dan Palestina agar
mengakhiri pertikaian, karena tidak ada pemecahan militer untuk
konflik ini, demikian Annan.
Sementara itu gerakan milisi Hamas menyatakan bertanggungjawab atas
aksi bunuh diri di Haifa, Israel Utara. Sebuah peledakan bunuh diri
di metro mini menewaskan delapan penumpang dan melukai 12 lain.
Israel terus melanjutkan operasi militer yang bertujuan mengakhiri
aksi-aksi teror Palestina. Pihak tentara Israel mengumumkan telah
menguasai seluruh kam pengungsi Yenin di Tepi Barat. Selasa kemarin
kam pengungsi ini menjadi ajang pertempuran sengit antara tentara
Israel dan kelompok Palestina. Di antara puing-puing bekas
peperangan, ditemukan seorang pemimpin lokal gerakan Islam Jihad.
Selanjutnya 14 mayat Palestina ditemukan di lokasi sasaran pemboman
udara Israel di Nablus, Selasa malam.


* DUTCHBAT MUSTAHIL BISA CEGAH PEMBANTAIAN MASSAL SRENRENICA

Pasukan PBB Belanda, The Dutchbat hampir tidak mungkin bisa mencegah
pembantaian massal di Srebrenica setelah kawasan kantong itu jatuh ke
tangan pasukan Serbia. Keputusan pemerintah dan parlemen Belanda
mengirim pasukan ke Bosnia tidak didasari pada pertimbangan yang
matang. Demikian kesimpulan akhir penyelidikan selama lima tahun,
Institut Belanda Untuk Dokumentasi Perang NIOD, setelah penyelidiki
pembantaian Srebrenica seputar Juli 1995.
Kabinet PM Ruud Lubbers, tidak mempersiapkan dengan baik dalam
memutuskan pengiriman pasukan perdamaian ke Srebrenica. Dutchbat
memperoleh mandat yang tidak jelas dari Perserikatan Bangsa-bangsa,
demikian kesimpulan NIOD. Selanjutnya institut ini juga mengkritik
pucuk komando angkatan darat Belanda. Pimpinan angkatan darat
berupaya menghapus jejak-jejak kesalahan, setelah jatuhnya
Srebrenica. Institut Dokumentasi Perang ini menyimpulkan bahwa
pembantaian sekitar 6000 pria muslim Srebrenica, genocida terbesar
sejak PD II, sepenuhnya tanggungjawab Jendral Serpska Bosnia, Ratko
Mladic. Menurut para peneliti, pembantaian berjalan sangat cepat dan
dipersiapkan secara rapi. NIOD mengadakan penelitian selama lima
tahun, mempelajari puluhan ribu berkas dan mewawancarai ratusan
orang.


* YUGOSLAVIA SEPAKATI UU EKSTRADISI PENJAHAT PERANG KE TRIBUNAL

Pemerintah Yugoslavia menerima sebuah undang-undang yang memungkinkan
ekstradisi warga Serbia ke Tribunal Yugoslavia Den Haag.
Undang-undang baru ini diajukan ke parlemen Yugoslavia, Rabu ini.
Menurut UU itu, hanya warga Serbia yang sudah didakwa Tribunal saja,
yang bisa diekstradisi. Tribunal Yugoslavia mendakwa 33 orang Serbia,
antara lain Jendral Serpska Bosnia, Ratko Mladic dan mantan Presiden
Serpska Bosnia, Radovan Karadzic. Mereka semua diduga masih berada di
wilayah Yugoslavia.
Menurut Perdana Menteri Serbia, Zoran Djindjic mereka bisa
diekstradisi dalam dua hingga tiga pekan ini. Yugoslavia memaksakan
penerapan undang-undang baru ini untuk memungkinkan pencairan kembali
bantuan keuangan internasional. Negara-negara donor mengancam akan
membekukan sepenuhnya bantuan kalau Yugoslavia tidak menyerahkan
mereka yang didakwa tribunal.
Di samping itu parlemen Serbia dan Montenegro sepakat menerima uu
baru mengenai masa depan federasi Yugoslavia. Di masa mendatang
Yugoslavia akan bernama Serbia dan Montenegro. Dengan demikian maka
secara de facto, dua negara bagian itu akan berdiri sendiri.


* 24 PENAMBANG CINA TEWAS AKIBAT LEDAKAN GAS

24 buruh tambang tewas dalam sebuah ledakan gas dalam tambang batu
bara di Cina Utara. Sementara 40 orang luka-luka dan 10 lain masih
dilaporkan hilang. Baru saja minggu ini, pemerintah di Beijing
mengumumkan penutup ribuan tambang kecil karena kondisi kerja yang
tidak aman. 3 bulan pertama tahun ini saja, sudah hampir seribu
penambang tewas akibat kecelakaan tambang. Tahun lalu pemerintah Cina
menutup sedikitnya 12 ribu tambang kecil.


* OPTIMISME PARIS CLUB SEBENARNYA TIDAK MENDASAR

Intro: Kapan Indonesia bisa mengikuti jejak Malaysia, Muangthai dan
Korea Selatan untuk keluar dari jerat hutang, bantuan, kepercayaan
atau apa pun juga yang selalu dinanti dari IMF? Pertanyaan semacam
ini kembali terdengar, ketika hari ini dan besok berlangsung
perundingan Paris Club. Banyak kalangan kritis pesimis, terutama
karena sejak jaman Orde Baru dulu, Jakarta memang selalu menadah
tangan, menanti bantuan luar negeri. Koresponden Syahrir mengirim
laporan berikut dari Jakarta:

Masih kecil kemungkinan dipenuhinya keinginan Pemerintah Indonesia
untuk menjadwalan kembali utang luar negeri hingga minimal 20 tahun,
oleh negara-negara kreditor yang tergabung dalam Paris Club. Tetapi
Menko Perekonomian Dorodjatun Kuntjoro-Jakti yang kemarin tiba di
Paris dengan rombongannya, optimis permintaan Indonesia ini bisa
dipenuhi Paris Club. Menteri Keuangan Boediono pun optimis Indonesia
paling tidak bisa memperoleh 5,5 milyar dolar.

Indonesia kini ibarat anak-anak kecil di negara-negara barat yang
setiap tahun menunggu-nunggu hadiah dari Santa Claus atau
Sinterklaas. Indonesia sangat tergantung pada negara-negara kreditor
Paris Club utamanya pada lembaga moneter IMF. Tidaklah mengherankan
jika di Indonesia para intelektual yang kritis mengkritik
pemerintahan Megawati dan tim ekonominya yang dipimpin Dorodjatun.
Mereka menunjuk pada Malaysia, Muangthai dan Korea Selatan yang sudah
bisa melepaskan diri dari jerat IMF. Mereka sebenarnya juga mengakui
bahwa industri-industri pendukung di negera-negara tersebut lebih
baik. Bukan hanya Multi National Corporationnya tetapi juga
perusahaan-perusahaan lokal.

Chris Siner Key Timu, Sekretaris Pokja Kelompok Petisi 50 menyatakan,
utang saat ini tidak bisa dilepaskan dengan pilihan strategi
pembangunan ekonomi yang dijalankan sejak Orde Baru. Strategi
Pembangunan ini masih diteruskan hingga sekarang. Bagi Chris, dahulu
kita kejar tingkat pertumbuhan yang tinggi, sedangkan seharusnya
tidak perlu mengejar tingkat pertumbuhan ekonomi yg tinggi itu tetapi
langsung memerangi kemiskinan rakyat. Mental pesimis yang dianut
Widjojo Nitisastro dan kawan-kawannya itu harus ditinggakan. Meski
kita berutang namun kita harus dalam posisi harga diri yang tinggi.
Kita seharusnya bisa melakukan tawar menawar, kata Siner Key Timur.

Ekonom Pusat Kajian Strategi dan Studi Internasional CSIS Pande Radja
Silalahi menanggapi rencana pemerintah yang akan meminta tenggang
waktu rescheduling utangnya minimal selama 20 tahun dan permintaan
utang baru sebesar 5,5 milyar dolar AS, menyebutkan, bahwa sebenarnya
bila memang keinginan pemerintah itu bisa dikabulkan anggota Paris
Club, hal itu merupakan suatu kepercayaan luar biasa bagi Indonesia.
Penjadwalan utang minimal 20 tahun itu selain membutuhkan kepercayaan
negara kreditor, juga membutuhkan persetujuan dari pimpinan politik
atau politisi dari negara kreditor.

Sementara itu di Jakarta, Indeks Harga Saham Gabungan pada
perdagangan kemarin di Bursa Efek Jakarta naik 13,807 poin menjadi
533,808. Kenaikan indeks yang beberapa hari ini sangat tinggi
disebabkan sentimen positif terhadap Paris Club III yang akan
berlangsung hari ini dan besok. Saham Astra Internasional dan saham
BCA misalnya, kemarin naik Rp. 300 menjadi  Rp. 3.500 dan Rp. 2.950.


Forum Paris Club III merupakan forum pembahasan  utang pemerintah RI
dengan para negara kreditur. Sedianya Forum Paris Club III akan
digelar pada Februari 2002 yang lalu. Tetapi karena belum lengkapnya
administrasi, pemerintah Indonesia meminta diundur hingga April 2002
ini.


Miranda Gultom, Direktur Bank Indonesia, mengatakan: Ya kalau harus
kita tarik floatnya baik, rupiahnya akan jauh lebih membaik. Tetapi
tetap saja karena kita free floating kan bisa naik bisa turun. Tetapi
arah trendnya menaik. Angka sebetulnya apakah 5,5 ; 5,45 atau 5,6 itu
tidak sedemikian pentingnya dibandingkan dengan bahwa ada both of
confidence dari mereka mereka yang memberikan hutang kepada Bank
Indonesia, eh kepada pemerintah Indonesia.


* PEMBEBASAN AKBAR TANDJUNG BUKTI DISKRIMINASI POLITIK MEGAWATI

Pembebasan sementa Akbar Tandjung menambah kuat dugaan bahwa ada
diskriminasi dan juga tekanan politik terhadap pemerintah Presiden
Megawati Soekarnoputri. Sekarang yang menjadi pertanyaan apakah
Megawati akan menyerah begitu saja pada tekanan politik ini atau ia
punya cara lain untuk mengadili Akbar Tandjung maupun Golkar,
sehingga partai Orde Baru tersebut bisa terisolasi. Ikuti keterangan
Judil Herry Justam, Sekjen Komite Waspada Orde Baru kepada Radio
Nederland:

Judil Herry [JH] : Jadi yang masih menjadi pertanyaan sekarang adalah
mengapa hakim bisa memberikan keputuasn penangguhan penahanan Akbar
Tandjung, sedangkan kepada terdakwa lainnya Winfried Simatupang dan
Dadang Sukandar yang juga mengajukan penangguhan penahanan tidak
diberikan. Itu yang menjadi pertanyaan di sini, gitu. Karena ada
ketidakadilan di sini, ada kesan diskriminasi jadi, bisa mengundang
pendapat masyarakat bahwa untuk Akbar Tandjung sarat dengan
intervensi politik yang ada. Karena kita tahu bahwa 120 anggota
Golkar dan DPP Golkar itu memberikan jaminan kepada Akbar Tandjung
gitu. Di sini kental adanya political pressure, kental ada intervensi
politik dari pihak Golkar.

Radio Nederland [RN] : Apakah Presiden Megawati akan menyerah saja
kepada tekanan politik ini?


JH : Nah saya kira sesuai dengan pembagian penyelenggaraan negara,
memang dalam hal ini Megawati tidak bisa campur tangan. Karena ini
sudah berada dalam wilayah judikatif, namun satu hal sebetulnya kita
bisa meminta Megawati, karena bagaimanapun Jaksa Agung berada di
bawah kewenangan dia. Adalah agar proses penyidikan terhadap Akbar
Tandjung, itu jangan hanya dibatasi kepada masalah yayasan Raudlatul
Jannah. Artinya supaya Jaksa agung juga bisa mendesak kepada Jaksa
Penuntut Umum agar menggali fakta-fakta hukum lebih lanjut. Antara
lain dana yang diduga mengalir ke kantong pejabat-pejabat Golkar.
RN : Berapa besar kemungkinan bahwa perkara yang lain ini juga akan
berhasil?
JH : Saya melihat bahwa pertimbangan politik pemerintahan Megawati
itu sangat tinggi gitu. Karena Megawati  mengkhawatirkan kalau proses
ini diusut sebagaimana tuntutan rasa keadilan masyarakat bisa
mengakibatkan goyangnya pemerintahannya. Sehingga kita bisa melihat
bahwa dakwaan Jaksa itu sendiri tidak menyentuh substansi masalah
yang sebetulnya gitu lho.
RN : Tetapi kan ibu Mega juga bisa melihat kalau dia sampai gagal
mengadili Pak Akbar maka dia akan kehilangan suara pada pemilu 2004
nanti?
JH : Nah itulah yang kami agak menyesalkan, jadi katakanlah
melindungi Golkar, antara dua tanda kutip, itu hanya kepentingan
politik jangka pendek. harusnya Megawati lebih memperhatikan
kepentingan jangka panjang, di mana dukungan rakyat yang dia
butuhkan. Kebetulan kami dari Sekretaris bersama ya, Aliansi
Anti-Orde Baru, Petisi 50 dan Komite Waspada Orde Baru pernah
mengajukan gagasan agar dibentuk aliansi baru antara
kekuatan-kekuatan yang relatif reformis. Yang berintikan PDI
Perjuangan, Partai Amanat Nasional dan PKB, Partai Kebangkitan Bangsa
nah itu secara tidak langsung bisa mengisolasi kekuatan-kekuatan
lama, bisa mengisolasi Golkar gitu.
RN : Seberapa besar keinginan fraksi-fraksi di DPR untuk bekerja sama
menjatuhkan Golkar?
JH : Misalkan di PDI Perjuangan sendiri, itu dapat dikatakan 90%
mereka ingin untuk antara lain, paling tidak indikatornya untuk
membentuk Pasus Buloggate. Tetapi pimpinan fraksi maupun pimpinan DPP
itu tidak, gitu lo. Seandainya ada suatu voting secara tertutup itu
saya kira kekuatan untuk menghadapi sisa-sisa Orde Baru atau Golkar
ini bisa signifikan gitu.
RN : Sekarang nasib Pak Akbar Tandjung bagaimana?
JH : Nampaknya ia akan dibebaskan sehingga diharapkan bisa mengurangi
desakan internal Golkar untuk membuat munas luar biasa. Dan juga bisa
mengurangi desakan di kalangan DPR untuk meminta Akbar Tandjung
non-aktif gitu. Cuma bagaimana pengadilannya ini yang kita harus
amati bersama.
RN : Menurut bapak bagaimana pengadilannya nanti?
JH : Terus terang kalau kami melihat ada sedikit keraguan pertama
Hakim yang tadinya tiga orang tau-tau bertabah menjadi lima. Itu
sudah menimbulkan pertanyaan, di mana salah satu dari hakim tersebut
adalah hakim yang memutus perkara Ari Sigit.
Demikian Judil Herry Justam, Sekjen Komite Waspada Orde Baru


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke