---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Jumat 12 April 2002 15:20 UTC



** 130 POLISI NEPAL TEWAS DALAM PERTEMPURAN DENGAN PEMBERONTAK MAOIS

** PRESIDEN VENEZUELA MENYERAHKAN DIRI KEPADA MILITER

** RATUSAN WARGA PALESTINA TEWAS DI KAMP PENGUNGSI JENIN

** TOPIK GEMA WARTA:  SEBERAPA BESAR KEMENANGAN XANANA PADA PEMILU
AHAD MENDATANG?



* 130 POLISI NEPAL TEWAS DALAM PERTEMPURAN DENGAN PEMBERONTAK MAOIS

Di Nepal Barat-daya 130 anggota polisi tewas dalam pertempuran dengan
kaum pemberontak Maois.  Sedang di pihak pemberontak kehilangan 10
anggotanya. Menurut Kementerian Dalam Negeri di Kathmandu, sekitar
3.000 pemberontak Maois menyerang dua pos polisi di distrik Dang dan
berkobarlah pertempuran sengit. Juga terdapat  satu bank yang
dijarah. November tahun lalu kaum pemberontak Maois mencampakkan
kesepakatan gencatan senjata, setelah tiga putaran perundingan
tentang gencatan senjata gagal.


* PRESIDEN VENEZUELA MENYERAHKAN DIRI KEPADA MILITER

Presiden Venezuela, Hugo Chavez menyerahkan diri kepada militer.
Demikian media Venezuela melaporkan. Ia segera dipindahkan dari
istana kepresidenan ke pangkalan angkatan udara. Kedudukan presiden
tidak bisa dipertahankan, setelah dalam demonstrasi massal menentang
Chavez jatuh korban tewas.  Angkatan Bersenjata Venezuela mendesak
presiden untuk mengundurkan diri secara damai. Sebelumnya Jenderal
Alberto Camcho dari Garda Nasional mengatakan,  presiden dan
pemerintahannya diberhentikan, dan Venezuela  berada di bawah kontrol
militer.
Dalam aksi unjukrasa ratusan ribu menentang presiden, dipastikan 12
jiwa tewas, namun berita lain mengungkapkan jumlah korban 27 jiwa,
sedang hampir seratus lainnya menderita cidera. Kelompok-kelompok
demonstran terlibat dalam baku hantam dengan polisi dan pengikut
presiden. Menurut para saksi mata juga terjadi penembakan-penembakan.
Demonstrasi berlangsung di sekitar istana kepresidenan dan
diprakarsai oleh Serikat Buruh terbesar di Venezuela dan organisasi
majikan.


* RATUSAN WARGA PALESTINA TEWAS DI KAMP PENGUNGSI JENIN

Dalam aksi militer Israel di kam pengungsi Jenin, Tepi Barat Sungai
Jordan, ratusan warga Palestina tewas. Demikian diungkapkan pihak
tentara Israel. Palestina berseru kepada PBB untuk melakukan
penyelidikan terhadap kasus itu, dan mengutuk Israel  yang dengan
sadar menyulut pertumpahan darah tersebut. Israel membantah tuduhan
itu dengan menyatakan, orang-orang Palestina itu tewas dalam
pertempuran dengan kaum Palestina militan.
Sementara itu Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Colin Powell tiba
di Israel. Powell akan berusaha keras untuk menghidupkan kembali
perundingan Palestina - Israel. Jum'at hari ini Powell berunding
dengan Perdana Menteri Israel, Ariel Sharon. Kemungkinan pertemuan
dengan Presiden Palestina, Yasser Arafat, dijadwalkan Saptu besok, di
kantor Arafat di Ramallah yang mengalami kerusakan berat. Dalam
hari-hari belakangan, Powell melakukan lawatan keliling di Timur
Tengah untuk membahas situasi di wilayah Palestina.


* PENGADILAN INTERNASIONAL TERWUJUD

Pengadilan Internasional terbentuk. Di markas PBB di New York hari
ini masih ada sepuluh negara lagi yang mendukung kesepakatan
pembentukan pengadilan tersebut. Dengan demikian 60 ratifikasi yang
dibutuhkan untuk membentuk Pengadilan Internasional  tercapai.
Pengadilan yang bersifat permanen itu berkedudukan di Den Haag,
Belanda, dan akan mulai bekerja mulai 1 Juli mendatang. Pengadilan
itu didirikan untuk mengadili kasus-kasus kejahatan berat, seperti
genosida, pelanggaran HAM dan tindak kejahatan perang. Dengan
demikian pengadilan itu bisa dianggap sebagai pelindung terpenting
hak azasi manusia. Pengadilan Internasional atau International
Criminal Court disingkat ICC itu, hanya berwenang mengadili kasus
kejahatan yang terjadi setelah 1 Juli. Berbeda dengan Tribunal PBB
untuk Yugoslavia dan Ruanda, ICC bukanlah organisasi PBB. Amerika
Serikat tidak tidak meratifikasi pembentukan ICC. Washington
mengkhawatirkan, militer Amerika bisa dituntut ke pengadilan itu,
akibat tindakannya di berbagai kawasan konflik.  Rusia dan Cina juga
tidak membubuhkan tandatangannya.


* UNTUK PERTAMA KALI KONFENSI HAM PBB DI JENEWA TIDAK KECAM CINA

Konferensi HAM PBB di Jenewa, untuk pertama kali dalam 12 tahun
terakhir tidak mengeluarkan resolusi mengecam Cina. Sejak pertumpahan
darah di lapangan Tien An Men tahun 1989, Cina setiap tahun dikecam
sehubungan dengan keadaan HAM di dalam negerinya. Resolusi itu hampir
seluruhnya diajukan oleh Amerika Serikat, yang sejak tahun lalu tidak
ikut lagi dalam komisi HAM PBB. Di Jenewa konferensi mengeluarkan
kecaman terhadap pelanggaran HAM di Zimbabwe, Irak, Iran, Myanmar,
Sudan, Republik Demokratis Kongo dan Chechnya. Organisasi-organisasi
HAM mengajukan kritik tajam terhadap keputusan untuk tidak mengecam
Cina itu. Mereka menyatakan kekecewaannya terutama terhadap Uni
Eropa. Cina menyambut gembira keputusan itu.


* 12 ANGGOTA PARLEMEN KOLOMBIA DICULIK

Di Kolombia, pemberontak sayap kiri menculik 12 anggota parlemen di
Kota Cali.  Mereka menyamar sebagai pasukan penjinak bahan peledak
yang mengevakuasi gedung parlemen setelah ada ancaman bom dan memaksa
anggota parlemen masuk bis. Seorang polisi tewas dalam aksi itu.
Tentara Revolusioner Kolombia, FARC, bertanggung jawab atas
penculikan tersebut.


* Normal;heading 1;
TOPIK GEMA WARTA: TREN BARU SUPAYA LOLOS DARI PENGADILAN: SAKSI
RAMAI-RAMAI TARIK KESAKSIAN

TOPIK GEMA WARTA: TREN BARU SUPAYA LOLOS DARI PENGADILAN: SAKSI
RAMAI-RAMAI TARIK KESAKSIAN

Di tengah-tengah proses peradilan Tommy Soeharto, terdakwa kasus
pembunuhan hakim agung Syafiudin Kartasasmita dan kepemilikan senjata
api gelap, tiba-tiba para saksi mungkir terhadap Berita Acara
Pemeriksaan kepolisian.

Tanya jawab hakim - saksi :
Waktu saudara menandatangani ini apakah dibacakan dulu, apakah
saudara membaca dulu atau bagaimana? /Saya langsung ditanya begitu
saja, tanya sehat atau nggak saya nggak. Langsung diketik saja.
Padahal saya waktu itu sedang stres-stresnya./ Jadi saudara tidak
membaca? Ya membaca juga saya sudah nggak ingat lagi maksudnya apanya
saya nggak tahu karena sudah diancam-ancam gitu./ Jadi keterangan di
sini benar atau tidak?/ Salah.

Demikian tanya jawab majelis hakim dengan seorang saksi Laimin,
satpam Apartemen Cemara di Jakarta. Laimin, yang mengikuti
penggeledahan polisi dan menemukan senjata-senjata di apartemen
Cemara menyangkal telah menandatangani hasil pemeriksaannya di depan
polisi. Tiga saksi lainnya, rekan Laimin sesama petugas keamanan
Tatang Somantri dan Rachmat Hidayat, serta Manajer Operasional
Apartemen Cemara Beni Mohammad Rabani juga menyangkal semua
keterangan yang pernah mereka sampaikan kepada polisi.  Mereka juga
mengatakan mengalami tekanan selama pemeriksaan.

Tommy Soeharto sebagai terdakwa menyambut gembira pernyataan para
saksi itu. Putra bungsu Soeharto, orang kuat Orde Baru itu menganggap
perkaranya ini penuh dengan rekayasa.

Hutomo Mandala Putra: ya buktinya kan pada nyabut itu BAPnya bahwa
tidak benar dan tidak menandatangani itu. Itu kan udah ketahuana.
Majelis hakim sudah mengetahui itu semua.

Jaksa Penuntut Umum Hassan Madani tentu terkejut atas penyangkalan
para saksi terhadap hasil pemeriksaan polisi. Apalagi mereka
membantah telah menandatangani Berita Acara Pemeriksaan. Karena itu,
Hassan meminta majelis hakim untuk memeriksa keabsahan tanda tangan
para saksi di laboratorium.

Hassan Madani: Itu saya mengusulkan kepada majelis hakim agar
diperiksa di laboratorium. Kan saksi bilang itu bukan tandatangan
dia. Sedangkan diambil contoh tandatangannya memang beda satus ama
lain, di KTP beda, di BAP beda, dengan yang contoh beda. Dari dua
yang contoh itu sama atau berbeda, Pak? Berbeda.

Hassan adalah jaksa penuntut yang tiba-tiba masuk di tengah
persidangan. Ia menggantikan jaksa Andi Rahman Asbar yang dikabarkan
sakit.

Hakim setuju untuk mendengar hasil pemeriksaan laboratorium soal
tandatangan yang berbeda-beda itu pada persidangan mendatang.

Sementara itu Kepala Kepolisian Jakarta, Makbul Padmanegara membantah
tudingan polisi telah menekan para saksi. Menurut Makbul hal itu
tidak mungkin terjadi, sebab saat pemeriksaan, saksi selalu
didampingi penasehat hukum. Makbul menilai, pencabutan berita acara
ketiga saksi tersebut tidak wajar.

Makbul Padmanegara: Itu ingat bahwa dia memberikan kesaksian itu
adalah telah disumpah. Dan dia bisa kena 242 KUHP memberikan
keterangan yang tidak benar di pengadilan. Pada saat BAP selesai itu
dibacakan kembali itu dibacakan oleh penyidik kepada si terperiksa.
Setelah itu baru ditandatangani. Kemudian tiap halaman itu diparaf
oleh yang bersangkutan.

Sementara itu, pengamat hukum asal Universitas Hassanudin Makassar
Achmad Ali mengatakan majelis hakim harus mempersoalkan penyangkalan
para saksi itu di pengadilan. Karena sebelumnya secara tidak langsung
terdakwa Tommy Soeharto pernah mengancam salah satu saksi perkaranya.
Karena itu Ali khawatir tekanan terhadap para saksi justru dari pihak
terdakwa sendiri.

Achmad Ali: Tetapi saya pikir ya kalau hakimnya ini benar-benar arif,
ketika misalnya Tommy mengancam secara tidak langsung ya pakai tanda
petik itu, "Saya tidak usah bertanya karena ini menyangkut
keselamatan saksi," itu sebenarnya bisa menjadi petunjuk bagi hakim
bahwa si terdakwa ini bisa mengancam sehingga penarikan BAP ini
karena ancaman si terdakwa.

Pernyataan Tommy seperti ditirukan Achmad Ali itu dilontarkan pada
persidangan sebelum ini. Saat itu tampil satu-satunya saksi yang
memberatkan Tommy Soeharto, yaitu pembantu di Apartemen Cemara
bernama Sainah.

Dalam perkara Tommy masih ada belasan saksi lain. Apakah mereka juga
akan meringankan posisi Tommy dengan menyangkal pengakuan di depan
polisi? Sebenarnya dengan empat orang saksi mencabut kesaksian
mereka, sudah harus jelas bagi hakim dan jaksa bahwa ada yang tidak
beres dalam kasus anak orang kuat Orde Baru ini. Ketika keadilan
sulit didapat, kalau sampai Tommy bisa bebas, maka kembali aparat
kehakiman dan peradilan akan mencoreng muka sendiri. Dengan mengancam
terdakwa serta kebersihan hakim dan jaksa yang patut diragukan,
bisa-bisa Tommy lolos dari jerat hukum.



Tim Liputan 68H Jakarta melaporkan untuk Radio Nederland di Hilversum


* SEBERAPA BESAR KEMENANGAN XANANA PADA PEMILU AHAD MENDATANG?

Hari ini berakhirlah kampanye untuk pemilihan presiden di Timor Loro
Sa'e. Ahad mendatang rakyat wilayah yang oleh Orde Baru dulu disebut
sebagai propinsi termuda itu, akan memilih presiden mereka. Dan
memang tiga kali dalam tiga tahun ini rakyat Timor Loro Sa'e kembali
menuju ke tempat pemungutan suara. Mereka harus memilih antara Xanana
Gusmao dan seorang tokoh lain utuk jabatan kepala negara. Siapa tokoh
kedua itu? Berikut penjelasan Amandio de Araujo, dosen pada
Universitas Nasional Timor Loro Sa'e di ibukota Dili:

Amandio de Araujo [AA]: Francisco Xavier do Amaral presiden pertama
Timor Loro Sa'e pada tahun '75, yang mendeklarasikan Timor Loro Sa'e
merdeka.

Radio Nederland [RN]: Ya, dia adalah orang Fretilin, ya?

AA: Dia adalah orang Fretilin, dulu ASDT dan berubah menjadi
Fretilin, dan sekarang dia menghidupkan kembali ASDT. Dan dia adalah
presiden ASDT sekarang.

RN: Jadi dia bukan orang Fretilin lagi ya sekarang?

AA: Bukan orang Fretilin lagi, tetapi selalu dalam kesempatan di
depan  umum selalu mengatakan, bahwa dia adalah selalu bagian dari
Fretilin dan tidak terpisahkan dari Fretilin.

RN: Selain itu sebagai calon kedua yang paling favourit dan dianggap
sebagai pemenang adalah Xanana Gusmao. Dia sendiri juga bukan
Fretilin ya?

AA: Dia itu dulu memang anggota Komite Sentral Fretilin, tetapi dalam
tahun 1980an dia mengeluarkan diri dari Fretilin dan membentuk CNRM.
Dan CNRM itu ditransformasikan ke CNRT sampai saat jajak pendapat
1999. Dan CNRT dibubarkan pada 2001 yang lalu.

RN: Lalu dia sekarang partainya apa?

AA: Dia sebenarnya tidak menjadi anggota partai tertentu, tetapi dia
dianggap sebagai tokoh nasional, gelar itu diberikan oleh rakyat Tim
Tim sendiri. Tetapi pada saat pencalonan untuk calon presiden itu dia
menerima partai kecil di luar partai Fretilin sebagai partai
mayoritas.

RN: Ini yang menarik ya, jadi sementara berlangsung pemilihan umum
presiden, dan Fretilin itu adalah partai terbesar dalam Dewan
Konstituante, tetapi dia tidak memiliki calon presiden ya.

AA: Karena sejauh garis kebijaksanaan Fretilin selalu mengatakan,
mereka akan memajukan Xanana sebagai calon satu-satunya, akibat dari
mayoritas pendukung pemilih Fretilin itu adalah ayang mengidolakan
Xanana Gusmao untuk menjadi presiden pertama Timor Loro Sa'e,
sehingga Komiter Sentral Fretilin itu tidak ingin membuat masalah
pada pemilu pencalonan presiden, sehingga mengikuti mayoritas rakyat
, yang notabenenya 60% pemilih Fretilin itu menginginkan Xanana
sebagai presiden pertama Timor Loro Sa'e.

Sehingga garis kebijakan Fretilin itutetap menginginkan Xanana
menjadi presiden, asal Xanana tampil sebagai calon independen, dan
tidak mewakili partai tertentu.

RN: Pada hal sebenarnya Xanana itu sebagai anggota partai kan?

AA: Ya dari dulu. Dulu tahun 1975 sampai 1980an itu   adalah anggota
pengurus pusat Fretilin, anggota Komite Sentral Fretilin. Tetapi
setelah dia turun dan memimpin Falentil dan CNRT dia tidak
berafiliasi lagi pada partai tertentu.

RN: Nah, kalau sudah jelas Xanana akan terpilih ya, 60% memilih
Xanana, mengapa menurut anda calon lain itu, mantan presiden Fretilin
Francisco Xavier do Amaral tetap mencalonkan diri. Dia jelas tidak
punya kesempatan kan?

AA: Sebenarnya Francisco sedar bahwa mayoritas orang ingin Xanana
menjadi presiden pertama, tetapi, karena dalam dunia demokrasi dan
politik modern pada saat ini, dia tampil untuk mengatakan kepada
masyarakat Timtim bahwa dalam proses jalannya demokrasi itu calonnya
lebih dari dua. Kalau hanya satu untuk apa kita selalu mengatakan
demokrasi, demokrasi yang bagaimana.

Dan pada saat-saat kampanyepun dia selalu mengatakan, bahwa urusan
menang dan kalah itu urusan kedua, tetapi saya ingin mengajar rakyat
Timor Timur untuk menghargai dan menghormati demokrasi. Nah itulah
dia berani tampil.

RN: Ya ini memang sebuah kritik yang tajam kepada demokrasi pancasila
ajam Orde Baru ya, karena waktu itu kan hanya ada calon tunggal,
begitu kan?

AA: Betul-betul!

RN: Dulu kan ada banyak partai, sekarang hanya ada dua yang
berkampanye. Gimana itu?

AA: Saya melihat sejauh kampanye selama satu bulan ini, bedanya
karena antusiasme masyarakat dalam pemilu tahun lalu untuk Dewan
Konstituante itu sangat besar, sedang untuk pemilihan presiden ini
peminatnya agak berkurang. Tetapi pada hari ini sebagai kampanye
terakhir, saya melihat di kubu Xanana lumayan banyak,  tetapi tidak
sebesar waktu kampanye Dewan Konstituante, yang waktu itu saya juga
terlibat di dalamnya. Sangat luar biasa pendukung Fretilin pada saat
kampanye penutupan. Ini adalah nuansa perbedaannya di situ.

RN: Apakah karena Fretilin sendiri tidak memliki calonnya sehingga
tidak semeriah yang terdahulu.

AA: Betul. Ini satu indikator bahwa mayoritas pendukung Fretilin itu
diimbau secara bebas memilih dua kandidat itu dan mau ikut kampanye
atau tidak itu, tidak dilarang sama sekali. Dan itu menjadi satu
dampak bagi masyarakat, bahwa tergantung saya mau ikut kampanye calon
presiden ini atau tidak, karena bagi saya tidak ada manfaatnya.
Karena Fretilin tidak ada calon untuk presiden. Yang sejauh ini saya
lihat dalam pemilihan kali ini begitu.

RN: Ya tampaknya kebanyakan anggota Fretilin akan memilih Xanana ya?
Tapi masalahnya menurut anda, banyak tidak nanti pendukung Fretilin
yang menggunakan hak suaranya. Pergi ke tempat pemungutan suara?

AA: Nah itu yang menjadi tanda tanya bagi saya pada detik ini, karena
garis kebijakan partai Fretilin sudah dikeluarkan oleh Komite Sentral
Fretilin, bahwa dihimbau untuk pendukung partai pemenang Fretilin
untuk bebas memilih salah satu dari dua kandidat ini.

Ini menjadi hal yang bagi saya masih tanda tanya, apakah mereka akan
berbondong-bondong ke tempat pemungutan suara untuk ikut pemilu atau
tidak. Karena ini merupakan masalah yang cukup krusial saat ini.

RN: Tetapi kalau anda melihat begitu bagaimana kira-kira, ramalah
anda?

AA: Saya  melihat kalau Xanana mendapat 60% itu sudah luar biasa.
Tepi saya prediksi itu bisa sampai 50 - 50 kekuatan pada saat
sekarang.

RN: Itu berarti tidak banyak yang menggunakan hak suaranya ya, menuju
ke tempat pemungutan suara?

AA: Ya, ada yang tidak akan menggunakan hak suaranya. Dan masyarakat
pedesaan yang dulu mengenal dua tokoh ini sebagai tokoh-tokoh
Fretilin, akan bingung akan menusuk siapa. Ini yang harus
pinter-pinter berkampanye sebaik mungkin kepada  masyarakat Timor
Timur untuk bisa berpartisipasi dalam pemilu. Ini yang tidak saya
lihat selama kampanye ini

RN: Artinya mereka terbelah gitu ya, mana yang harus mereka pilih.
Mereka tidak pasti.

AA: Ya betul, mereka tidak pasti. Karena sejauh yang saya dengar,
kita amati perkembangan politik, waktu pak Xanana menerima calon dari
12 partai kecil itu, sudah ada beberapa kabupaten atau distrik yang
mayoritas pendukung Fretilin, menyatakan secara terang-terangan tidak
akan mendukung pak Xanana. Ini menjadi dilema bagi pak Xanana
sendiri.

Demikian Amandio de Araujo, pengajar pada Universitas Nasional Timor
Loro Sa'e di Dili.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke