---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Rabu 24 April 2002 14:00 UTC



** PENGUMUMAN KESALAHAN TEKNIS

** PERGANTIAN MENDADAK DUA KEPALA STAF TNI

** PBB KURANGI PASUKAN DI TIMOR LORO SAE

** PBB TUNDA PENGIRIMAN TIM PENYELIDIK KE JENIN

** TOPIK GEMA WARTA: DPR PERTANYAKAN KEPUTUSAN MEGA PERGI KE TIMOR
TIMUR

** TOPIK GEMA WARTA: MUTASI KSAL DAN KSAU PERSEMPIT PELUANG AD UNTUK
JABATAN PANGLIMA

** TOPIK GEMA WARTA: SEDIKIT OPTIMISME PADA PEMBUKAAN KEMBALI KASUS
MARSINAH



* PENGUMUMAN KESALAHAN TEKNIS

Sehubungan gangguan teknis di Hilversum, maka dengan sangat menyesal,
anda tidak menerima berita e-mail untuk Selasa 23 April kemarin.
Mohon maklum.

Terima Kasih

Redaksi Ranesi
[EMAIL PROTECTED]


* PERGANTIAN MENDADAK DUA KEPALA STAF TNI

Tentara Nasional Indonesia, Rabu ini, secara mendadak mengganti
kepala staf Angkatan Laut dan kepala staf Angkatan Udara. Pergantian
itu diumumkan oleh Panglima TNI, Laksamana Widodo AS di Markas Besar
TNI, Cilangkap. Laksamana Madya Bernard Ken Sondakh menjadi kepala
staf Angkatan Laut, KSAL, yang baru menggantikan Laksamana Indroko
Sastrowiryono. Sementara Marsekal Madya Chappy Hakim sebagai kepala
staf Angktan Udara, KSAU, baru menggantikan Marsekal Hanafi Asnan.
Secara resmi pelantikan itu dilaksanakan tanggal 25 April mendatang
oleh Presiden Megawati Sukarnoputri. Hingga kini tidak ada penjelasan
resmi pemerintah tentang pergantian yang mendadak itu. Kepala staf
lainnya, yaitu Endriartono Sutarto dari Angkatan Darat belum
mengalami pergantian. Sutarto sendiri oleh kalangan DPR menjadi calon
kuat Panglima TNI yang baru, tetapi usulan itu belum ditanggapi Mega.
Sutarto pensiun pada tanggal 29 April mendatang, namun diperpanjang 5
tahun lagi.


* PBB KURANGI PASUKAN DI TIMOR LORO SAE

Dalam sebuah laporan kepada Dewan Keamanan, Sekretaris Jenderal PBB,
Kofi Annan, mengatakan pasukan penjaga perdamaian di Timor Timur
masih diperlukan hingga dua tahun mendatang. Menurut Annan, jumlah
pasukan penjaga perdamaian sekarang sekitar 9 ribu tentara. Jumlah
itu akan dikurangi secara bertahap. Hingga tahun 2004, tentara Timor
Loro Sae akan mengambil alih tanggung jawab keamanan wilayahnya.
Secara resmi kemerdekaan Timor Timur akan dilproklamasikan tanggal 20
Mei mendatang. Mantan pemimpin perlawanan Timor Timur, Xanana Gusmao,
menjadi Presiden pertama negara itu.


* PBB TUNDA PENGIRIMAN TIM PENYELIDIK KE JENIN

Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan, setuju menunda penyelidikan
terhadap aksi Israel di kamp pengungsi Jenin untuk beberapa hari.
Annan sendiri tetap ingin tim pencari fakta tiba di Timur Tengah
sebelum Sabtu pekan ini. Israel sebelumnya mengajukan penundaan
penyelidikan karena keberatan dengan susunan tim penyelidik dan
meminta laporan nanti harus seimbang. Pemerintah Israel menyatakan
tim penyelidik banyak mengikutsertakan pengamat hak asasi manusia,
yang seharusnya juga mengikutsertakan perwira militer dan ahli anti
teroris. Annan mengatakan dirinya tidak mempersiapkan dialog dengan
Israel tentang komposisi tim penyelidik, tetapi ia tidak menutup
kemungkinan tim ahli lain untuk bergabung. Israel mengatakan 43 orang
Palestina dan 23 tentaranya tewas dalam serangan di kamp pengungsi
Jenin. Sementara Palestina mengatakan ratusan tewas dalam aksi
tersebut.


* LAGI-LAGI KECELAKAAN KA DI AMERIKA

Sedikitnya dua orang tewas dan 260 lainnya terluka dalam sebuah
tabrakan kereta api di Amerika Serikat. Kecelekaan tragis itu terjadi
di selatan Los Angeles, ketika sebuah kereta barang menabrak kereta
penumpang. Tidak diketahui mengapa kedua kereta ada dalam satu jalur.
Media lokal melaporkan kecelakaan terjadi karena kesalahan manusia.
Peristiwa ini merupakan kecelakaan kereta api kedua dalam lima hari
belakangan. Empat orang tewas ketika sebuah kereta api terguling di
Florida, kamis minggu lalu.


* KRISIS EKONOMI ARGENTINA PICU KRISIS POLITIK

Menteri Ekonomi Argentina, Jorge Remes Lenicov, mengajukan
pengunduran diri kepada Presiden Eduardo Duhalde. Remes Lenicov
menjabat menteri empat bulan lalu. Ia mengundurkan diri setelah
Presiden Duhalde menolak program reformasi ekonominya, dan kongres
menunda pemungutan suara untuk program itu. Remes Lenicov dilaporkan
juga akan mengganti sekretaris bidang energi, Alieto Guadagni.
Sementara itu ribuan orang melakukan unjuk rasa di depan gedung
parlemen karena khawatir mereka kehilangan tabungan apabila program
itu disetujui. Rencana reformasi ekonomi Argentina akan memperbaharui
sistem bank dan membentuk satu bank pemerintah, termasuk di dalamnya
mengubah 60% dari seluruh tabungan nasabah menjadi surat obligasi
pemerintah. Hingga kini tidak diketahui apakah kongres masih hendak
melakukan pemungutan suara untuk rencana itu.


* PERBAIKAN KONDISI PENJARA TURKI

Komisi Hak Asasi Manusia Eropa mengatakan penjara Turki dan kantor
polisi di sana kondisinya sekarang jauh lebih manusiawi. September,
tahun lalu, komisi itu mengunjungi 40 penjara dan rumah tahanan di
Turki, dan menemukan jumlah penyiksaan mengalami penurunan belakangan
ini. Namun, ruang interogasi dan kamar penjara kondisinya tetap
kurang baik sehingga menurut dewan dapat menimbulkan tekanan mental.
Sebelumnya dalam sebuah laporan menyebutkan penjara-penjara dan
kantor polisi Turki sering menjadi tempat penyiksaan. Dewan Hak Asasi
Eropa melakukan pemeriksaan sebelum pemimpin pejuang Kurdi Abdulah
Ocalan dipindahkan ke penjara biasa. Ia telah menjalani tahanan
khusus selama tiga tahun.


* KUNJUNGAN MANTAN MENLU AS DI INGGRIS DI DEMO

Ratusan orang berunjuk rasa di London, Inggris, memprotes kunjungan
mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Henry Kissinger. Para
pengunjuk rasa menuduh Kissinger terlibat pelanggaran hak asasi
manusia, HAM di Amerika Latin dan Asia Tenggara selama ia menjabat
posisi itu dari akhir 1960 hingga tahun 1970. Kissinger akan
mengunjungi Ibukota Inggris dan memberikan  kuliah umum. Pengunjuk
rasa meminta yang berwenang untuk menangkap Kissinger selama di
negara tersebut. Pemerintah Inggris menolak permintaan Perancis dan
Spanyol untuk memeriksa mantan Menlu AS itu mengenai pelanggaran HAM
di Chile selama rezim Pinochet.


* WAKIL UNI EROPA KUNJUNGI TIMUR TENGAH

Koordinator masalah luar negeri Uni Eropa, Javier Solana akan bertemu
dengan Presiden Palestina Yasser Arafat  Rabu ini, di markas besar
Arafat yang sedang dikepung, di Ramallah. Solana akan didampingi
perwakilan Uni Eropa di Timur Tengah, Miguel Angel Moratinos.
Keduanya kemudian akan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Israel
Simon Perez dan Menteri Pertahanan Ben Eliezer dan kemungkinan juga
bertemu dengan Perdana Menteri Israel, Ariel Sharon. Sementara itu
pembicaraan untuk mengakhiri pengepungan di Markas besar Arafat di
Ramallah dan Gereja Kelahiran Kristus di Bethlehem tetap dilanjutkan.
Pertemuan sebelumnya antara dua juru runding Israel dan Palestina,
sekalipun berjalan dengan baik, belum menghasilkan apa-apa. Israel
menuntut penyerahan 200 pejuang Palestina yang bertahan di gereja
itu. Sejumlah biarawan dan biarawati juga terperangkap dalam gereja
tersebut.


* DPR PERTANYAKAN KEPUTUSAN MEGA PERGI KE TIMOR TIMUR

Intro: Presiden RI Megawati Soekarnoputri akan hadiri perayaan hari
kemerdekaan Timor Lorosae pada 20 Mei mendatang. Demikian ditegaskan
Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono. Namun Yasril Ananta
Baharuddin, Ketua Komisi I DPR RI tidak setuju kehadiran Mega pada
acara itu. Karena ini berarti RI tunduk kepada Amerika dan Australia
yang mendominasi PBB dan berlagak penegak demokrasi dan Hak Asasi
Manusia HAM. Berikut tanggapannya:

Yasril Ananta Baharuddin[YAB]: Pertama kali tentu kami harus menunggu
kemungkinan pengumuman secara resmi dari Presiden. Walaupun Pak
Bambang Yudhoyono juga pemerintah, tapikan Menlu juga belum bicara
dan beberapa pejabat berwenang juga belum bicara. Kami ingin
mendengar langsung dari Presiden. Apakah memang benar demikian?
Karena DPR RI secara resmi memang telah bersurat DPR RI, untuk
menyatakan sikapnya untuk meminta Presiden menunda sedapatnya atau
tidak menghadiri acara seremonial dimaksud.

Radio Nederland[RN]: Bisa bapak jelaskan kenapa DPR RI meminta
penundaan itu?

YAB: Kami bilang kepada Presiden, kalau itu suatu perayaan
serahterima itu kan sifatnya sangat seremonial. Apalagi kan ini suatu
upacara yang memang sudah di set sejak awal, berarti suatu skenario
ya, yang kami waspadai adalah skenario internasional dari beberapa
negara yang kemudian memakai PBB sebagai tamengnya kan.

RN: Kalau boleh saya sebut negaranya, maksud Bapak, Amerika ya?

YAB: Ya kurang lebih begitu. Dan tetangga negara kita, anteknya di
selatan.

RN: Australia begitu.

YAB: Ya itu kenyataan kenapa saya ragu-ragu. Ya negaranya itu-itu
juga kok, yang senantiasa kita gembar-gemborkan sebagai pahlawan
demokrasi atau sebagai pahlawan dari HAM, padahal mereka sendiri
pelanggar utama atau pengkhianat utama dari HAM dan demokrasi itu
sendiri. Ini terbukti oleh sejarah di berbagai tempat dan waktu. Itu
yang kami tidak mau Indonesia didikte untuk masuk skenario harus
hadir di situ. Tetapi, di lain sisi kami justru meminta kepada
Presiden, dan mempersilahkan untuk dan sewaktu-waktu segera setelah
acara itu Presiden bisa berkunjung ke Timor Loro Sae. Apakah itu
setelah Presiden Xanana datang, karena sebagaimana biasanya presiden
barukan itu berkunjung ke negara-negara tetangganya untuk
memperkenalkan diri. Praktek internasionalnya kan demikian. Atau Ibu
Mega bisa melakukan langkah proaktif, karena di sana itu saudara
kita, negara tetangga kita, jadi bisa lebih dulu berkunjung ke Negara
Timor Loro sae. Nggak ada masalah.

Kami Indonesia atau wakil rakyat ini tidak melihat hambatan hubungan
kita dengan Timor Loro Sae. Bahkan kami mengucapkan selamat atas
kemerdekaannya, mengucapkan selamat atas pemilu yang baik dan lancar
dan terpilih Presiden Xanana. Dan menyatakan diri untuk kita bekerja
sama di masa depan maksimal mungkin atas dasar tentu saja saling
pengertian, saling menghormati, dan saling menguntungkan. Dan diatas
segalanya tidak mencampuri urusan dalam negeri masing-masing. Jadi
tidak ada masalah kok dengan hubungan bilateral ya.

Yang kita waspadai ini kita jangan terus menerus didikte semaunya
saja oleh negara tertentu. Jadi akhirnya seolah olah semua misinya
itu menjadi benar dan lancar. Jadi misinya mission acomplished. Kita
kan ada banyak masalahkan sebelum semasa dan setelah jajak pendapat
itu sendiri. Dan masalah dengan UNAMET, dengan INTERFET, dengan
UNTAET dan beberapa tekanan dan keterangan-keterangan yang arogan
dari beberapa negara yang memang ingin memisahkan Tim Tim dari
Indonesia. Padahal ada dua negara diantaranya yang pada mulanya
justru meminta Indonesia masuk Timor Timur untuk menangani masalah
Tim Tim setelah ditinggal lari oleh Portigal, dan mereka pulalah yang
pada akhirnya lebih dulu seolah mengusir Indonesia dari Timor Timur.
Seolah Indonesia yang salah. Dan banyak bahkan petugas petugas kita
yang dipersalahkan melanggar HAM.

Demikian Yasril Ananta Baharuddin dari Komisi I DPR RI.


* MUTASI KSAL DAN KSAU PERSEMPIT PELUANG AD UNTUK JABATAN PANGLIMA

Intro: Mutasi mendadak dalam jabatan KSAL dan KSAU berarti bahwa
makin banyak perwira tinggi angkatan  laut dan angkatan udara yang
layak untuk jabatan panglima TNI. Maklum menurut peraturan hanya
mereka yang pernah menjabat kepala staf yang bisa diperhitungkan
untuk jabatan paling tinggi di  TNI. Itulah pendapat pengamat politik
Indro Tjahjono. Memang kalau dilihat-lihat, TNI AD kini memiliki dua
panglima tinggi yang cocok untuk jabatan tertinggi itu, mereka adalah
Jenderal Tyasno Sudarto, mantan KSAD dan KSAD Jenderal Endriartono
Sutarto. Tak pelak lagi, di sini kita melihat permaian politik
tingkat tinggi antara Megawati dengan TNI Angkatan Darat. Angkatan
Darat sendiri selama ini selalu berpegang teguh pada keputusan
Wanjakti. Tapi untuk berapa lama lagi? Lebih lanjut, berikut
penjelasan pengamat politik Indro Tjahjono:

Indro Tjahjono [IT]: Pergantian KSAU dan KSAL itu kelihatannya bagian
dari permainan bidak-bidak catur ya, oleh sipil untuk mempengaruhi
keputusan Wanjaktilah, gitu.

Radio Nederland [RN]: Jadi menurut anda di sini Presiden Megawati
berperan besar?

IT: Menurut saya cukup berperan ya. Apalagi kan sebenarnya yang harus
diperhatikan di sini kan misalnya kayak Pak Tyasno, kan? Saya kira
presiden juga tahu bahwa Tyasno itu sebagai militer, tidak lepas dari
kelompok-kelompok yang berada di belakangnya, ya kan? Oleh karena itu
kan sekarang mulai ada desas-desus bahwa nanti Pak Tyasno ini akan
diangkat menjadi kepala Badan Intelijen Negara BIN, dan Pak
Hendropriyono kan menjadi Sekab nanti.

Nah ini tentunya membuka peluang terhadap calon-calon yang lain untuk
menjadi panglima. Nah ini adalah salah satu cara bagaimana sebenarnya
sipil itu berusaha mempengaruhi proses pengambilan keputusan
Wanjakti. Termasuk sebenarnya pergantian dari KSAL dan KSAU saat ini.
Ini bisa diartikan bahwa kursi-kursi itu yang kosong itu, diisi dulu,
agar KSAL dan KSAU itu terpromosi pada jabatan lainnya, barangkali
itu juga bisa menjadi kandidat panglima nantinya. Karena memang ada
kecenderungan presiden sendiri menginginkan adanya penggiliran pada
jabatan panglima. Tidak lagi dipegang oleh TNI Angkatan Darat, tetapi
juga ada kesempatan bagi Angkatan Laut dan Angkatan Udara, ya. Ini
kira-kira-kira ke sana yang saya baca, arahnya.

RN: Kalau begitu anda ini berpendapat bahwa Megawati ini cukup
mandiri dari tentara. Padahal kan selama ini kesannya enggak begitu?

IT: Sebenarnya gimana ya? Kalau kita bilang mandiri ya sebenarnya
sulit juga. Karena beliau ini, presiden itu sudah terjebak oleh
hubungan dengan militer ya, sebegitu rupa. Sehingga beliau harus
berpikir tentang militer itu sendiri ya.

Yang ingin saya katakan, sebenarnya adalah dalam kondisi normal
memang ya presiden kelihatannya mandiri, tapi ketika tentara dengan
suatu posisi tertentu berreaksi maka nanti akan terlihat bagaimana
tentara sebenarnya bisa mendikte sipil itu sendiri. Jadi mungkin
untuk kondisi normal kesannya demikian.

RN: Kalau begitu ini juga bisa disimpulkan bahwa terjadi
tarik-menarik antara sipil presiden dengan tentara sendiri ya?

IT: Ya, yang saya lihat ini akhirnya akan terjadi tarik-menarik itu
dan saya kira sipil sendiri tahun bahwa di kalangan tentara ini juga
banyak faksi-faksi dan itu sebetulnya yang mempermudah gimana sipil
memainkan tentara itu  sendiri yah. Karena ada factionalisme
(pengelompokan red.) di kalangan tentara kelihatannya. Dan ini
sebenarnya bagi kita sendiri ini merupakan blessing in disguise
(berkat yang tersembunyi red.) di nama sipil akhirnya bisa mengatur
tentara ya dengan adanya faksi-faksi ini ya.

Dan mungkin bagi tentara sendiri ini merupakan pengalaman sejarah
yang pahit ya ketika pada masa lalu Presiden Soekarno ikut campur ya
didalam promosi jabatan-jabatan di kalangan tentara. Tapi
kelihatannya sekarang reaksi semacam yang ditunjukkan kepada presiden
Soekarno ini tidak terjadi ya. Ketika menghadapi persoalan presiden
ikut campur ya di dalam promosi jabatan-jabatan tentara.

RN: Jadi anda bicara tentang perpecahan dalam TNI gitu ya. Menurut
anda apakah Angkatan Darat dan Angkatan Laut ini senang kalau jabatan
panglima itu dipegang lagi oleh Angkatan Darat?

IT: Jadi selama ini memang  pemikiran pengangkatan panglima dari
berbagai angkatan sebagai wacana itu sudah ada.  Tapi yang saya lihat
memang wacana itu belum berhasil diwujudkan karena memang ada
hegemoni TNI Angkatan Darat ya yang selama ini belum bisa ya
dicairkan oleh Angkatan Udara dan Agkatan Laut ya. Salah satu misal
adalah ketika angkatan laut dan angkatan udara dipersilahkan untuk
menanggapi gagasan mengenai penggiliran ini. Sampai sekarang belum
ada tanggapan dari angkatan udara maupun angkatan laut ya. Tanggapan
yang positif ya mengenai penggiliran ini. Dan ini menunjukkan
sebenarnya sampai sekarang hegemoni angkatan darat ini masih kuat.
Tetapi hegemoni itu bisa kita kurangi dengan akhirnya bisa menjadi
kandidat ya panglima yang akan datang gitu. Menurut saya sebagai
wacana sudah ada dan sekarang tinggal bagaimana ini didukung oleh
sikap-sikap ya TNI Angkatan Darat sendiri untuk menanggapi realitas
yang baru ini.

Demikian pengamat politik Indro Tjahjono


* SEDIKIT OPTIMISME PADA PEMBUKAAN KEMBALI KASUS MARSINAH

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia segera akan membentuk tim
penyelidik kasus Marsinah, buruh perusahaan pembuat arloji PT Catur
Putra Surya yang ditemukan dalam kondisi tewas mengenaskan di Hutan
Wilangan, Nganjuk, Jawa Timur, 8 Mei 1993. Nampaknya Komnas Ham tidak
sendirian, karena seperti diketahui Presiden Megawati juga
memerintahkan pembukaan kasus ini. Lebih lanjut wawancara Radio
Nederland dengan Arief Djati dari Yayasan Arek di Surabaya yang
selama ini terus menekuni kasus Marsinah.

Arief Djati[AD]: Walaupun ada dorongan dari Presiden sendiri dan juga
ada desakan desakan dari duni internasional, terutama ILO selama ini
mereka dalam setiap sidang setiap tahun, mereka sealu menanyakan
kasus ini pada menteri tenaga kerja, tapi yang saya khawatirkan
adalah di sini ada pertarungan-pertarungan politik terutama di
tingkat lokal dan di tingkat regional masih condong berpihak kepada
kepentingan-kepentingan yang katakanlah pro satus quo, seperti yang
dulu yang tidak menginginkan kasus ini dibuka. Karena itu turut
mungkin membahas, membahayakan posisi mereka.

Radio Nederland[RN]: Kalau kita melihat ya dalam konteks politik
lebih luas lagi kan peran TNI peran militer itu kan sudah mulai
dipertanyakan. Ini misalnya sudah ada kasus pengadilan ad-hoc Tim
Tim. Kemudian mungkin akan ada sebentar lagi pengadilan ad-hoc juga
Tanjung Priok gitu. Nah ini bisa jadi kan ada pengadilan ad-hoc
Marsinah. Tapi menurut anda bagaimana?

AD: Iya kalau menurut saya, mungkin yang kena paling kroco-kroconya
saja. Waktu Marsinah kan memang ada Danramil Porong itu yang kena. Si
Kapten Kusaeri,dia kena, dan dia menerima keputusan itu. Walaupun
temen-temennya yang lain, terdakwa-terdakwa yang lain yang sipil itu
justru dibebaskan. Tapi dia menerima hukuman itu. Yang kena paling
hanya kroco-kroconya saja.

Untuk pengadilan ad-hoc misalkan, jenderal-jenderal yang terlibat
dalam Tim Tim, dalam Tanjung Priok, nggak mau dan nggak bisa kena.
Untuk contoh yang lain untuk kasus Buloggate misalkan, Pak Rahardi
Ramelan, bilang bahwa sepuluh milyar diberikan kepada Wiranto. Tapi
sampai hari ini, Wiranto tidak diikutkan sebagai terdakwa dalam kasus
 korupsi Bulog, tidak ditangkap.

RN: Bagi anda tetap ini tidak ada alasan untuk optimis ya.

AD: Iya! jadi menurut saya ini cuma mungkin pemerah bibir saja, hanya
lips service saja. Untuk ya, kasus ini dibilang diselidiki lagi, akan
ada tersangka-tersangka baru, ada bukti bukti baru dan seterusnya dan
seterusnya, tapi hasil yang bener-bener signifikan itu kosong sama
sekali.

RN: Tetapi kasus terhadap Marsinah sendiri sebenarnya gimana sih?
sudah ada yang divonis oleh pengadilan?

AD: Sembilan tersangka yang dulu itu dibebaskan semua oleh Mahkamah
Agung. Semuanya dibebaskan kecuali yang itu si Danramil Itu Kapten
Kusaeri. Dia satu-satunya yang kena dalam kasus itu. Kena dan
menjalani hukuman karena dia tidak mau mengadakan naik banding. Yang
lainnya yang naik banding sudah dibebaskan semua akhirnya.

RN: Menurut anda kenapa sih masih ada alasan untuk membuka lagi? kan
sudah ada yang didakwa begitu. Maksudnya sudah ada yang divonis, gitu
lho.

AD: Karena vonis-vonis yang dahulu atau orang yang terdakwa yang
dulu, itu sama sekali tidak memuaskan dalam arti begini, apakah
mungkin, orang yang kenal, satu perusahaan aja, mau membunuh
Marsinah? atau merencanakan mau membunuh seseorang dan dirapatkan.
Apakah mungkin? juga fakta bahwa  pada saat rapat, pada saat Marsinah
itu mau dibunuh, Marsinah itu ndak terkenal sama sekali. Dia terkenal
itu baru bulan Juni 1993, Rapatnya itu baru diadakan sekitar Mei.
Berita-berita tentang kematian Marsinah baru muncul awal Juni.
Sebelum itu nggak ada. Jadi apakah mungkin rapat itu diselenggarakan?
atau apakah mungkin orang-orang yang karena bekerja saja, terus
merencanakan membunuh seorang buruh yang sama sekali nggak terkenal.

RN: Padahal inilah vonis yang dijatuhkan kepada Kapten Kusaeri ini
ya?

AD: Iya dia menerima, yang saya tahu itu. Dia menjalani hukuman itu.


Demikian Arief Djati dari Yayasan Arek di Surabaya.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke