--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Rabu 24 April 2002 14:00 UTC ** PENGUMUMAN KESALAHAN TEKNIS ** PERGANTIAN MENDADAK DUA KEPALA STAF TNI ** PBB KURANGI PASUKAN DI TIMOR LORO SAE ** PBB TUNDA PENGIRIMAN TIM PENYELIDIK KE JENIN ** TOPIK GEMA WARTA: DPR PERTANYAKAN KEPUTUSAN MEGA PERGI KE TIMOR TIMUR ** TOPIK GEMA WARTA: MUTASI KSAL DAN KSAU PERSEMPIT PELUANG AD UNTUK JABATAN PANGLIMA ** TOPIK GEMA WARTA: SEDIKIT OPTIMISME PADA PEMBUKAAN KEMBALI KASUS MARSINAH * PENGUMUMAN KESALAHAN TEKNIS Sehubungan gangguan teknis di Hilversum, maka dengan sangat menyesal, anda tidak menerima berita e-mail untuk Selasa 23 April kemarin. Mohon maklum. Terima Kasih Redaksi Ranesi [EMAIL PROTECTED] * PERGANTIAN MENDADAK DUA KEPALA STAF TNI Tentara Nasional Indonesia, Rabu ini, secara mendadak mengganti kepala staf Angkatan Laut dan kepala staf Angkatan Udara. Pergantian itu diumumkan oleh Panglima TNI, Laksamana Widodo AS di Markas Besar TNI, Cilangkap. Laksamana Madya Bernard Ken Sondakh menjadi kepala staf Angkatan Laut, KSAL, yang baru menggantikan Laksamana Indroko Sastrowiryono. Sementara Marsekal Madya Chappy Hakim sebagai kepala staf Angktan Udara, KSAU, baru menggantikan Marsekal Hanafi Asnan. Secara resmi pelantikan itu dilaksanakan tanggal 25 April mendatang oleh Presiden Megawati Sukarnoputri. Hingga kini tidak ada penjelasan resmi pemerintah tentang pergantian yang mendadak itu. Kepala staf lainnya, yaitu Endriartono Sutarto dari Angkatan Darat belum mengalami pergantian. Sutarto sendiri oleh kalangan DPR menjadi calon kuat Panglima TNI yang baru, tetapi usulan itu belum ditanggapi Mega. Sutarto pensiun pada tanggal 29 April mendatang, namun diperpanjang 5 tahun lagi. * PBB KURANGI PASUKAN DI TIMOR LORO SAE Dalam sebuah laporan kepada Dewan Keamanan, Sekretaris Jenderal PBB, Kofi Annan, mengatakan pasukan penjaga perdamaian di Timor Timur masih diperlukan hingga dua tahun mendatang. Menurut Annan, jumlah pasukan penjaga perdamaian sekarang sekitar 9 ribu tentara. Jumlah itu akan dikurangi secara bertahap. Hingga tahun 2004, tentara Timor Loro Sae akan mengambil alih tanggung jawab keamanan wilayahnya. Secara resmi kemerdekaan Timor Timur akan dilproklamasikan tanggal 20 Mei mendatang. Mantan pemimpin perlawanan Timor Timur, Xanana Gusmao, menjadi Presiden pertama negara itu. * PBB TUNDA PENGIRIMAN TIM PENYELIDIK KE JENIN Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan, setuju menunda penyelidikan terhadap aksi Israel di kamp pengungsi Jenin untuk beberapa hari. Annan sendiri tetap ingin tim pencari fakta tiba di Timur Tengah sebelum Sabtu pekan ini. Israel sebelumnya mengajukan penundaan penyelidikan karena keberatan dengan susunan tim penyelidik dan meminta laporan nanti harus seimbang. Pemerintah Israel menyatakan tim penyelidik banyak mengikutsertakan pengamat hak asasi manusia, yang seharusnya juga mengikutsertakan perwira militer dan ahli anti teroris. Annan mengatakan dirinya tidak mempersiapkan dialog dengan Israel tentang komposisi tim penyelidik, tetapi ia tidak menutup kemungkinan tim ahli lain untuk bergabung. Israel mengatakan 43 orang Palestina dan 23 tentaranya tewas dalam serangan di kamp pengungsi Jenin. Sementara Palestina mengatakan ratusan tewas dalam aksi tersebut. * LAGI-LAGI KECELAKAAN KA DI AMERIKA Sedikitnya dua orang tewas dan 260 lainnya terluka dalam sebuah tabrakan kereta api di Amerika Serikat. Kecelekaan tragis itu terjadi di selatan Los Angeles, ketika sebuah kereta barang menabrak kereta penumpang. Tidak diketahui mengapa kedua kereta ada dalam satu jalur. Media lokal melaporkan kecelakaan terjadi karena kesalahan manusia. Peristiwa ini merupakan kecelakaan kereta api kedua dalam lima hari belakangan. Empat orang tewas ketika sebuah kereta api terguling di Florida, kamis minggu lalu. * KRISIS EKONOMI ARGENTINA PICU KRISIS POLITIK Menteri Ekonomi Argentina, Jorge Remes Lenicov, mengajukan pengunduran diri kepada Presiden Eduardo Duhalde. Remes Lenicov menjabat menteri empat bulan lalu. Ia mengundurkan diri setelah Presiden Duhalde menolak program reformasi ekonominya, dan kongres menunda pemungutan suara untuk program itu. Remes Lenicov dilaporkan juga akan mengganti sekretaris bidang energi, Alieto Guadagni. Sementara itu ribuan orang melakukan unjuk rasa di depan gedung parlemen karena khawatir mereka kehilangan tabungan apabila program itu disetujui. Rencana reformasi ekonomi Argentina akan memperbaharui sistem bank dan membentuk satu bank pemerintah, termasuk di dalamnya mengubah 60% dari seluruh tabungan nasabah menjadi surat obligasi pemerintah. Hingga kini tidak diketahui apakah kongres masih hendak melakukan pemungutan suara untuk rencana itu. * PERBAIKAN KONDISI PENJARA TURKI Komisi Hak Asasi Manusia Eropa mengatakan penjara Turki dan kantor polisi di sana kondisinya sekarang jauh lebih manusiawi. September, tahun lalu, komisi itu mengunjungi 40 penjara dan rumah tahanan di Turki, dan menemukan jumlah penyiksaan mengalami penurunan belakangan ini. Namun, ruang interogasi dan kamar penjara kondisinya tetap kurang baik sehingga menurut dewan dapat menimbulkan tekanan mental. Sebelumnya dalam sebuah laporan menyebutkan penjara-penjara dan kantor polisi Turki sering menjadi tempat penyiksaan. Dewan Hak Asasi Eropa melakukan pemeriksaan sebelum pemimpin pejuang Kurdi Abdulah Ocalan dipindahkan ke penjara biasa. Ia telah menjalani tahanan khusus selama tiga tahun. * KUNJUNGAN MANTAN MENLU AS DI INGGRIS DI DEMO Ratusan orang berunjuk rasa di London, Inggris, memprotes kunjungan mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Henry Kissinger. Para pengunjuk rasa menuduh Kissinger terlibat pelanggaran hak asasi manusia, HAM di Amerika Latin dan Asia Tenggara selama ia menjabat posisi itu dari akhir 1960 hingga tahun 1970. Kissinger akan mengunjungi Ibukota Inggris dan memberikan kuliah umum. Pengunjuk rasa meminta yang berwenang untuk menangkap Kissinger selama di negara tersebut. Pemerintah Inggris menolak permintaan Perancis dan Spanyol untuk memeriksa mantan Menlu AS itu mengenai pelanggaran HAM di Chile selama rezim Pinochet. * WAKIL UNI EROPA KUNJUNGI TIMUR TENGAH Koordinator masalah luar negeri Uni Eropa, Javier Solana akan bertemu dengan Presiden Palestina Yasser Arafat Rabu ini, di markas besar Arafat yang sedang dikepung, di Ramallah. Solana akan didampingi perwakilan Uni Eropa di Timur Tengah, Miguel Angel Moratinos. Keduanya kemudian akan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Israel Simon Perez dan Menteri Pertahanan Ben Eliezer dan kemungkinan juga bertemu dengan Perdana Menteri Israel, Ariel Sharon. Sementara itu pembicaraan untuk mengakhiri pengepungan di Markas besar Arafat di Ramallah dan Gereja Kelahiran Kristus di Bethlehem tetap dilanjutkan. Pertemuan sebelumnya antara dua juru runding Israel dan Palestina, sekalipun berjalan dengan baik, belum menghasilkan apa-apa. Israel menuntut penyerahan 200 pejuang Palestina yang bertahan di gereja itu. Sejumlah biarawan dan biarawati juga terperangkap dalam gereja tersebut. * DPR PERTANYAKAN KEPUTUSAN MEGA PERGI KE TIMOR TIMUR Intro: Presiden RI Megawati Soekarnoputri akan hadiri perayaan hari kemerdekaan Timor Lorosae pada 20 Mei mendatang. Demikian ditegaskan Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono. Namun Yasril Ananta Baharuddin, Ketua Komisi I DPR RI tidak setuju kehadiran Mega pada acara itu. Karena ini berarti RI tunduk kepada Amerika dan Australia yang mendominasi PBB dan berlagak penegak demokrasi dan Hak Asasi Manusia HAM. Berikut tanggapannya: Yasril Ananta Baharuddin[YAB]: Pertama kali tentu kami harus menunggu kemungkinan pengumuman secara resmi dari Presiden. Walaupun Pak Bambang Yudhoyono juga pemerintah, tapikan Menlu juga belum bicara dan beberapa pejabat berwenang juga belum bicara. Kami ingin mendengar langsung dari Presiden. Apakah memang benar demikian? Karena DPR RI secara resmi memang telah bersurat DPR RI, untuk menyatakan sikapnya untuk meminta Presiden menunda sedapatnya atau tidak menghadiri acara seremonial dimaksud. Radio Nederland[RN]: Bisa bapak jelaskan kenapa DPR RI meminta penundaan itu? YAB: Kami bilang kepada Presiden, kalau itu suatu perayaan serahterima itu kan sifatnya sangat seremonial. Apalagi kan ini suatu upacara yang memang sudah di set sejak awal, berarti suatu skenario ya, yang kami waspadai adalah skenario internasional dari beberapa negara yang kemudian memakai PBB sebagai tamengnya kan. RN: Kalau boleh saya sebut negaranya, maksud Bapak, Amerika ya? YAB: Ya kurang lebih begitu. Dan tetangga negara kita, anteknya di selatan. RN: Australia begitu. YAB: Ya itu kenyataan kenapa saya ragu-ragu. Ya negaranya itu-itu juga kok, yang senantiasa kita gembar-gemborkan sebagai pahlawan demokrasi atau sebagai pahlawan dari HAM, padahal mereka sendiri pelanggar utama atau pengkhianat utama dari HAM dan demokrasi itu sendiri. Ini terbukti oleh sejarah di berbagai tempat dan waktu. Itu yang kami tidak mau Indonesia didikte untuk masuk skenario harus hadir di situ. Tetapi, di lain sisi kami justru meminta kepada Presiden, dan mempersilahkan untuk dan sewaktu-waktu segera setelah acara itu Presiden bisa berkunjung ke Timor Loro Sae. Apakah itu setelah Presiden Xanana datang, karena sebagaimana biasanya presiden barukan itu berkunjung ke negara-negara tetangganya untuk memperkenalkan diri. Praktek internasionalnya kan demikian. Atau Ibu Mega bisa melakukan langkah proaktif, karena di sana itu saudara kita, negara tetangga kita, jadi bisa lebih dulu berkunjung ke Negara Timor Loro sae. Nggak ada masalah. Kami Indonesia atau wakil rakyat ini tidak melihat hambatan hubungan kita dengan Timor Loro Sae. Bahkan kami mengucapkan selamat atas kemerdekaannya, mengucapkan selamat atas pemilu yang baik dan lancar dan terpilih Presiden Xanana. Dan menyatakan diri untuk kita bekerja sama di masa depan maksimal mungkin atas dasar tentu saja saling pengertian, saling menghormati, dan saling menguntungkan. Dan diatas segalanya tidak mencampuri urusan dalam negeri masing-masing. Jadi tidak ada masalah kok dengan hubungan bilateral ya. Yang kita waspadai ini kita jangan terus menerus didikte semaunya saja oleh negara tertentu. Jadi akhirnya seolah olah semua misinya itu menjadi benar dan lancar. Jadi misinya mission acomplished. Kita kan ada banyak masalahkan sebelum semasa dan setelah jajak pendapat itu sendiri. Dan masalah dengan UNAMET, dengan INTERFET, dengan UNTAET dan beberapa tekanan dan keterangan-keterangan yang arogan dari beberapa negara yang memang ingin memisahkan Tim Tim dari Indonesia. Padahal ada dua negara diantaranya yang pada mulanya justru meminta Indonesia masuk Timor Timur untuk menangani masalah Tim Tim setelah ditinggal lari oleh Portigal, dan mereka pulalah yang pada akhirnya lebih dulu seolah mengusir Indonesia dari Timor Timur. Seolah Indonesia yang salah. Dan banyak bahkan petugas petugas kita yang dipersalahkan melanggar HAM. Demikian Yasril Ananta Baharuddin dari Komisi I DPR RI. * MUTASI KSAL DAN KSAU PERSEMPIT PELUANG AD UNTUK JABATAN PANGLIMA Intro: Mutasi mendadak dalam jabatan KSAL dan KSAU berarti bahwa makin banyak perwira tinggi angkatan laut dan angkatan udara yang layak untuk jabatan panglima TNI. Maklum menurut peraturan hanya mereka yang pernah menjabat kepala staf yang bisa diperhitungkan untuk jabatan paling tinggi di TNI. Itulah pendapat pengamat politik Indro Tjahjono. Memang kalau dilihat-lihat, TNI AD kini memiliki dua panglima tinggi yang cocok untuk jabatan tertinggi itu, mereka adalah Jenderal Tyasno Sudarto, mantan KSAD dan KSAD Jenderal Endriartono Sutarto. Tak pelak lagi, di sini kita melihat permaian politik tingkat tinggi antara Megawati dengan TNI Angkatan Darat. Angkatan Darat sendiri selama ini selalu berpegang teguh pada keputusan Wanjakti. Tapi untuk berapa lama lagi? Lebih lanjut, berikut penjelasan pengamat politik Indro Tjahjono: Indro Tjahjono [IT]: Pergantian KSAU dan KSAL itu kelihatannya bagian dari permainan bidak-bidak catur ya, oleh sipil untuk mempengaruhi keputusan Wanjaktilah, gitu. Radio Nederland [RN]: Jadi menurut anda di sini Presiden Megawati berperan besar? IT: Menurut saya cukup berperan ya. Apalagi kan sebenarnya yang harus diperhatikan di sini kan misalnya kayak Pak Tyasno, kan? Saya kira presiden juga tahu bahwa Tyasno itu sebagai militer, tidak lepas dari kelompok-kelompok yang berada di belakangnya, ya kan? Oleh karena itu kan sekarang mulai ada desas-desus bahwa nanti Pak Tyasno ini akan diangkat menjadi kepala Badan Intelijen Negara BIN, dan Pak Hendropriyono kan menjadi Sekab nanti. Nah ini tentunya membuka peluang terhadap calon-calon yang lain untuk menjadi panglima. Nah ini adalah salah satu cara bagaimana sebenarnya sipil itu berusaha mempengaruhi proses pengambilan keputusan Wanjakti. Termasuk sebenarnya pergantian dari KSAL dan KSAU saat ini. Ini bisa diartikan bahwa kursi-kursi itu yang kosong itu, diisi dulu, agar KSAL dan KSAU itu terpromosi pada jabatan lainnya, barangkali itu juga bisa menjadi kandidat panglima nantinya. Karena memang ada kecenderungan presiden sendiri menginginkan adanya penggiliran pada jabatan panglima. Tidak lagi dipegang oleh TNI Angkatan Darat, tetapi juga ada kesempatan bagi Angkatan Laut dan Angkatan Udara, ya. Ini kira-kira-kira ke sana yang saya baca, arahnya. RN: Kalau begitu anda ini berpendapat bahwa Megawati ini cukup mandiri dari tentara. Padahal kan selama ini kesannya enggak begitu? IT: Sebenarnya gimana ya? Kalau kita bilang mandiri ya sebenarnya sulit juga. Karena beliau ini, presiden itu sudah terjebak oleh hubungan dengan militer ya, sebegitu rupa. Sehingga beliau harus berpikir tentang militer itu sendiri ya. Yang ingin saya katakan, sebenarnya adalah dalam kondisi normal memang ya presiden kelihatannya mandiri, tapi ketika tentara dengan suatu posisi tertentu berreaksi maka nanti akan terlihat bagaimana tentara sebenarnya bisa mendikte sipil itu sendiri. Jadi mungkin untuk kondisi normal kesannya demikian. RN: Kalau begitu ini juga bisa disimpulkan bahwa terjadi tarik-menarik antara sipil presiden dengan tentara sendiri ya? IT: Ya, yang saya lihat ini akhirnya akan terjadi tarik-menarik itu dan saya kira sipil sendiri tahun bahwa di kalangan tentara ini juga banyak faksi-faksi dan itu sebetulnya yang mempermudah gimana sipil memainkan tentara itu sendiri yah. Karena ada factionalisme (pengelompokan red.) di kalangan tentara kelihatannya. Dan ini sebenarnya bagi kita sendiri ini merupakan blessing in disguise (berkat yang tersembunyi red.) di nama sipil akhirnya bisa mengatur tentara ya dengan adanya faksi-faksi ini ya. Dan mungkin bagi tentara sendiri ini merupakan pengalaman sejarah yang pahit ya ketika pada masa lalu Presiden Soekarno ikut campur ya didalam promosi jabatan-jabatan di kalangan tentara. Tapi kelihatannya sekarang reaksi semacam yang ditunjukkan kepada presiden Soekarno ini tidak terjadi ya. Ketika menghadapi persoalan presiden ikut campur ya di dalam promosi jabatan-jabatan tentara. RN: Jadi anda bicara tentang perpecahan dalam TNI gitu ya. Menurut anda apakah Angkatan Darat dan Angkatan Laut ini senang kalau jabatan panglima itu dipegang lagi oleh Angkatan Darat? IT: Jadi selama ini memang pemikiran pengangkatan panglima dari berbagai angkatan sebagai wacana itu sudah ada. Tapi yang saya lihat memang wacana itu belum berhasil diwujudkan karena memang ada hegemoni TNI Angkatan Darat ya yang selama ini belum bisa ya dicairkan oleh Angkatan Udara dan Agkatan Laut ya. Salah satu misal adalah ketika angkatan laut dan angkatan udara dipersilahkan untuk menanggapi gagasan mengenai penggiliran ini. Sampai sekarang belum ada tanggapan dari angkatan udara maupun angkatan laut ya. Tanggapan yang positif ya mengenai penggiliran ini. Dan ini menunjukkan sebenarnya sampai sekarang hegemoni angkatan darat ini masih kuat. Tetapi hegemoni itu bisa kita kurangi dengan akhirnya bisa menjadi kandidat ya panglima yang akan datang gitu. Menurut saya sebagai wacana sudah ada dan sekarang tinggal bagaimana ini didukung oleh sikap-sikap ya TNI Angkatan Darat sendiri untuk menanggapi realitas yang baru ini. Demikian pengamat politik Indro Tjahjono * SEDIKIT OPTIMISME PADA PEMBUKAAN KEMBALI KASUS MARSINAH Komisi Nasional Hak Asasi Manusia segera akan membentuk tim penyelidik kasus Marsinah, buruh perusahaan pembuat arloji PT Catur Putra Surya yang ditemukan dalam kondisi tewas mengenaskan di Hutan Wilangan, Nganjuk, Jawa Timur, 8 Mei 1993. Nampaknya Komnas Ham tidak sendirian, karena seperti diketahui Presiden Megawati juga memerintahkan pembukaan kasus ini. Lebih lanjut wawancara Radio Nederland dengan Arief Djati dari Yayasan Arek di Surabaya yang selama ini terus menekuni kasus Marsinah. Arief Djati[AD]: Walaupun ada dorongan dari Presiden sendiri dan juga ada desakan desakan dari duni internasional, terutama ILO selama ini mereka dalam setiap sidang setiap tahun, mereka sealu menanyakan kasus ini pada menteri tenaga kerja, tapi yang saya khawatirkan adalah di sini ada pertarungan-pertarungan politik terutama di tingkat lokal dan di tingkat regional masih condong berpihak kepada kepentingan-kepentingan yang katakanlah pro satus quo, seperti yang dulu yang tidak menginginkan kasus ini dibuka. Karena itu turut mungkin membahas, membahayakan posisi mereka. Radio Nederland[RN]: Kalau kita melihat ya dalam konteks politik lebih luas lagi kan peran TNI peran militer itu kan sudah mulai dipertanyakan. Ini misalnya sudah ada kasus pengadilan ad-hoc Tim Tim. Kemudian mungkin akan ada sebentar lagi pengadilan ad-hoc juga Tanjung Priok gitu. Nah ini bisa jadi kan ada pengadilan ad-hoc Marsinah. Tapi menurut anda bagaimana? AD: Iya kalau menurut saya, mungkin yang kena paling kroco-kroconya saja. Waktu Marsinah kan memang ada Danramil Porong itu yang kena. Si Kapten Kusaeri,dia kena, dan dia menerima keputusan itu. Walaupun temen-temennya yang lain, terdakwa-terdakwa yang lain yang sipil itu justru dibebaskan. Tapi dia menerima hukuman itu. Yang kena paling hanya kroco-kroconya saja. Untuk pengadilan ad-hoc misalkan, jenderal-jenderal yang terlibat dalam Tim Tim, dalam Tanjung Priok, nggak mau dan nggak bisa kena. Untuk contoh yang lain untuk kasus Buloggate misalkan, Pak Rahardi Ramelan, bilang bahwa sepuluh milyar diberikan kepada Wiranto. Tapi sampai hari ini, Wiranto tidak diikutkan sebagai terdakwa dalam kasus korupsi Bulog, tidak ditangkap. RN: Bagi anda tetap ini tidak ada alasan untuk optimis ya. AD: Iya! jadi menurut saya ini cuma mungkin pemerah bibir saja, hanya lips service saja. Untuk ya, kasus ini dibilang diselidiki lagi, akan ada tersangka-tersangka baru, ada bukti bukti baru dan seterusnya dan seterusnya, tapi hasil yang bener-bener signifikan itu kosong sama sekali. RN: Tetapi kasus terhadap Marsinah sendiri sebenarnya gimana sih? sudah ada yang divonis oleh pengadilan? AD: Sembilan tersangka yang dulu itu dibebaskan semua oleh Mahkamah Agung. Semuanya dibebaskan kecuali yang itu si Danramil Itu Kapten Kusaeri. Dia satu-satunya yang kena dalam kasus itu. Kena dan menjalani hukuman karena dia tidak mau mengadakan naik banding. Yang lainnya yang naik banding sudah dibebaskan semua akhirnya. RN: Menurut anda kenapa sih masih ada alasan untuk membuka lagi? kan sudah ada yang didakwa begitu. Maksudnya sudah ada yang divonis, gitu lho. AD: Karena vonis-vonis yang dahulu atau orang yang terdakwa yang dulu, itu sama sekali tidak memuaskan dalam arti begini, apakah mungkin, orang yang kenal, satu perusahaan aja, mau membunuh Marsinah? atau merencanakan mau membunuh seseorang dan dirapatkan. Apakah mungkin? juga fakta bahwa pada saat rapat, pada saat Marsinah itu mau dibunuh, Marsinah itu ndak terkenal sama sekali. Dia terkenal itu baru bulan Juni 1993, Rapatnya itu baru diadakan sekitar Mei. Berita-berita tentang kematian Marsinah baru muncul awal Juni. Sebelum itu nggak ada. Jadi apakah mungkin rapat itu diselenggarakan? atau apakah mungkin orang-orang yang karena bekerja saja, terus merencanakan membunuh seorang buruh yang sama sekali nggak terkenal. RN: Padahal inilah vonis yang dijatuhkan kepada Kapten Kusaeri ini ya? AD: Iya dia menerima, yang saya tahu itu. Dia menjalani hukuman itu. Demikian Arief Djati dari Yayasan Arek di Surabaya. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
