---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Jumat 26 April 2002 13:40 UTC



** TNI KIRIM 200 TENTARA TAMBAHAN KE AMBON

** SEMBILAN PEMBERONTAK MUSLIM KASJMIR TEWAS

** TIM PENYELIDIK PBB AKAN TIBA DI JENIN AKHIR PEKAN INI

** TOPIK GEMA WARTA: KERUSUHAN DI AMBON : CERMIN GUNCANGAN DI
JAKARTA?



* TNI KIRIM 200 TENTARA TAMBAHAN KE AMBON

Indonesia mengirim 200 tentara tambahan ke Ambon, sehubungan dengan
kerusuhan terakhir di kota itu. Pasukan tersebut bertugas memulihkan
ketertiban, setelah Kamis kemarin terjadi kerusuhan dalam aksi
unjukrasa yang terlarang. Para pengunjukrasa bermaksud memperingati
52 tahun Republik Maluku Selatan. Dalam aksi demo tersebut 27
demonstran ditahan. Meskipun ketenangan tampaknya bisa dipulihkan,
malam kemarin terdengar lagi bunyi-bunyi ledakan, yang melukai enam
orang.
Juga di Den Haag. Belanda, Kamis kemarin dalam demo yang dilakukan
penduduk Maluku di Belanda terjadi kerusuhan, setelah para demonstran
melempari polisi dengan batu. Diberitakan, terjadi dua penahanan.


* SEMBILAN PEMBERONTAK MUSLIM KASJMIR TEWAS

Tentara India di Kasjmir menewaskan sembilan pemberontak muslim.
Dalam operasi pembersihan di desa Manabal, 120 kilometer sebelah
Utara Sribagar, terjadi pertempuran sengit berjam-jam antara kaum
pemberontak dan tentara India. Menurut sumber otorita setempat,
pertempuran tersebut merupakan yang paling sengit selama beberapa
bulan terakhir ini. Sementara itu pemerintah India mengirimkan
pasukan bantuan ke kawasan tersebut. Desa Manabal terletak di negara
bagian Kasjmir dan dekat  perbatasan dengan Pakistan.


* TIM PENYELIDIK  PBB AKAN TIBA DI JENIN AKHIR PEKAN INI

Tim PBB yang akan melakukan penyelidikan di Jenin akan tiba di
kawasan itu akhir pekan ini. Dewan Kemanan PBB berpendapat, tidak ada
alasan untuk menunda keberangkatan tim penyelidik tersebut. Misi itu
sempat terhambat, akibat keberatan Israel terhadap susunan tim itu.
Karenanya Sekjen PBB Koffie Annan menambah anggota tim itu dengan dua
pakar militer. PBB masih harus merundingkan dengan Israel tentang
tugas pokok dan mandat tim penyelidiknya.  Sebab dikirimnya tim
tersebut adalah berita tentang besarnya jumlah korban Palestina dan
pengrusakan besar-besaran di Jenin, yang dilakukan oleh tentara
Israel dalam pekan-pekan terakhir ini.


* TENTARA ISRAEL MEMASUKI QALQILYA

Jum'at pagi hari tentara Israel kembali memasuki kota Qalqilya di
Tepi Barat Sungai Jordan. Dalam operasi di kota itu dipastikan 13
warga Palestina ditangkap, dengan tuduhan sebagai teroris. Awal bulan
ini tentara Israel mundur dari Qalqilya dan sejumlah kota di Tepi
Barat Sungai Jordan, dalam operasi pembersihan besar-besaran terhadap
Palestina. Hari Minggu lalu, Perdana Menteri Israel, Ariel Sharon
menyatakan operasi itu berakhir, tetapi ia juga menyatakan, Israel
akan meneruskan aksinya terhadap kaum teroris.
Arab Saudi mendesak Amerika Serikat untuk lebih tegas terhadap
Israel. Putra mahkota Arab Saudi, Pangeran Abdallah memperingatkan
Presiden Amerika Serikat George W Bush, akan akibat serius yang bakal
terjadi, kalau Israel terus melakukan aksinya di wilayah Palestina.
Perundingan Bush dan Abdallah berlangsung di tempat peristirahatan
Bush di Texas. Presiden Amerika Serikat berseru kepada Israel untuk
segera menarik diri dari wilayah Palestina. Bush juga menghendaki
penyelesaian tanpa kekerasan kasus pengepungan terhadap Yasser Arafat
di markasnya di Ramallah dan gereja tempat kelahiran Kristus di
Bethlehem.


* PBB PERINGATKAN AKAN TERJADINYA BENCANA KELAPARAN DI SUDAN SELATAN

PBB memperingatkan akan terjadinya bencana kelaparan di Sudan
Selatan, akibat  dihalanginya bantuan bahan pangan  oleh pihak
pemerintah dan kaum pemberontak Sudan. Dipastikan 1,5 juta penduduk
nasibnya tergantung kepada bantuan itu. Juga di negaranegara Afrika
bagian Selatan akan dilanda bencana kelaparan itu, kalau tidak
diambil tindakan segera. Demikian diungkapkan Badan Program Pangan
Dunia PBB,  WFP. Di berbagai negara panenan gagal. Di samping adanya
masalah politik di Zimbabwe dan epidemi Aids di kawasan itu. Banyak
orang di Afrika bagian Selatan memakan akar tumbuh-tumbuhan,
buah-buahan liar dan daun-daunan yang direbus, untuk mempertahankan
hidupnya. 2,5 juta penduduk di antaranya  Malawi, Zambia dan
Mozambique sudah mendapatkan bantuan pangan dari WFP, sementara
kebutuhan Swaziland akan bantuan itu sangat mendesak. WFP
mengkhawatirkan dalam jangka waktu tiga bulan mendatang sekitar lima
juga penduduk tidak punya bahan pangan lagi. Organisasi itu bulan
lalu menyatakan memerlukan dana sebesar 69 juta dolar untuk
menyediakan bantuan, tetapi tidak banyak mendapat tanggapan.


* PENCARI SUAKA KOREA UTARA MEMASUKI KEDUBES JERMAN DI BEIJING

Seorang warga Korea Utara menerobos masuk kedutaan besar Jeraman di
Beijing, Cina. Dengan cara itu ia bermaksud mencari suaka di Korea
Selatan. Kedubes Jerman segera menghubungi pihak pemerintah Cina dan
otorita Korea Selatan untuk mencari penyelesaian atas kasus tersebut.
Para pelarian Korea Utara berulang kali berupaya mendapatkan suaka,
dengan menerobos ke dalam kedutaan negara-negara Barat di Beijing.
Sekitar sebulan lalu, sebanyak enam keluarga memasuki kedutaan besar
Spanyol untuk tujuan yang sama. Akhirnya 25 warga Korea Utara itu
berhasil sampai ke Korea Selatan lewat Filipina.


* Perundingan Perdamaian Aceh di Swiss Ditunda

Perundingan perdamaian tentang Aceh ditunda, agar para pengamat asing
berpeluang ikut dalam perundingan. Di antara para pengamat itu
terdapat utusan Amerika Anthony Zinni, yang sebelumnya melakukan
upaya menghidupkan kembali perundingan perdamaian Timur Tengah.
Gerakan Aceh Merdeka Jum'at hari ini menyatakan,  perudingan
perdamaian dengan pemerintah Indonesia rencananya dilangsungkan
Jum'at hari ini di Swiss. Tetapi disebabkan tidak bisa hadirnya tiga
pengamat asing, maka perundingan ditunda sampai awal Mei mendatang.
Demikian jurubicara GAM mengungkapkan. Gam juga mengatakan, para
pengamat tersebut selain utusan Amerika Anthony Zinni, juga terdapat
utusan Inggris Lord Avebury dan mantan Menlu Muangthai, Surin
Pitsuwan dan mantan Menlu Yugoslavia, Budimir Lancar.
Tuntutan GAM tetap kemerdekaan penuh. Namun baru-baru ini gerakan
tersebut bersedia merundingkan bentuk otonomi luas.


* KERUSUHAN DI AMBON: CERMIN GUNCANGAN DI JAKARTA?

Kerusuhan di Ambon Kamis lalu, ternyata bukan aksi yang dilakukan
oleh RMS.  Peristiwa tersebut menurut pandangan masyarakat politik,
merupakan ekses dari 'pertikaian politik' antar para elit politik di
Ibukota. Dan ini jelas bukan barang baru, karena misalnya di jaman
Orde Baru dulu, tragedi Santa Cruz di Dili juga merupakan pencerminan
konflik tingkat tinggi di Jakarta. Koresponden Syahrir mengirim
laporan berikut dari Jakarta:


Tentara Nasional Indonesia Kamis 25 April terpaksa menghamburkan
puluhan ribu peluru untuk menghalau 2.000 demonstran di Ambon yang
menentang pengibaran bendera Republik Maluku Selatan (RMS).  Sejak
seminggu yang lalu Pemda Maluku bersama TNI/Polri sibuk
membesar-besarkan RMS yang sesungguhnya sudah tidak banyak sisanya
lagi di Maluku. Tetapi tentara diciptakan melawan musuh dari luar.
Kalau tidak ada musuh dari luar, maka perlu diciptakan musuh dari
dalam. Karenanya di Ambon, RMS adalah musuh dari dalam yang perlu
dihadapi oleh tentara yang sudah tidak terbiasa menganggur dan tidak
berkuasa.


Maka Kamis lalu seolah mendramatisir suasana, Presiden Megawati
Soekarnoputri menginstruksinkan Panglima TNI Laksamana Widodo AS
untuk menindak tegas pelaku kerusuhan di Ambon. Padahal Megawati
tentu saja telah mengetahui melalui intelejen negara siapa
sesungguhnya aktor intelekutal yang berada di belakang "RMS"
tersebut. Megawati tentu juga sudah tahu bahwa mayoritas Islam dan
Kristen di Ambon menolak keberadaan RMS yang kini hanya ada di
Belanda itu.


Dilihat dari segi politik nasional, jelas Menko Kesra Jusuf Kalla
yang paling terpukul dengan peristiwa tersebut. Karena ia yang
menggagas perjanjian Malino II. Tetapi kalangan lain melihat bahwa
ini merupakan sodokan dari suatu faksi di TNI terhadap kebijakan
militer Megawati akhir-akhir ini. Sebaliknya seorang pengamat politik
eks aktivis mahasiswa Hariman Siregar punya pandangan lain.


Hariman Siregar: Sampai saat ini saya kira sikap Mega membiarkan
persoalannya, jadi proses hukum alamnya, ini tidak akan bisa, karrena
akan sangat lambat proses itu. Jadi pemerintah harus proaktif, saya
kira, menyelesaikan masalah-masalah persengketaan yang lama. Dan juga
menghadapi tantangan di depan. Jadi saya selalu mengandaikan
Indonesia sekarang ini seperti; ke depan kita menghadapi krisis
ekonomi, krisis dunia yang memang dirasakan seluruh dunia. Di
belakang, kita menghadapi tantangan hidupnya hantu-hantu lama. Yang
pada jaman Soeharto dulu dikubur secara paksa, yang sekarang hidup
kembali, yaitu soal suku bangsa, korupsi dan pembalasan dendam dan
lain sebagainya. Ini yang harus kita proaktif hadapi ke depan dan
memang harus menyelesaikan hal-hal di belakang.


Memang selama ini kalangan pendukung Megawati memuji Jusuf Kalla dan
mencela Susilo Bambang Yudhoyono, Menko Polkam saat ini. Menurut
kalangan-kalangan yang dekat dengan Megawati, Presiden agak kecewa
dengan kinerja Susilo Bambang Yudhoyono yang tidak berani mengambil
inisiatif. Segala sesuatu tergantung dari instruksi presiden.
Mungkinkah Megawati benar-benar berusaha menjatuhkan Susilo?


Yang jelas saat ini sulit untuk menafikan tangan-tangan militer di
belakang peristiwa pengibaran bendera RMS di Ambon. Seorang tokoh
Maluku di Ambon mengatakan dewasa ini yang menentang perdamaian di
Maluku tinggal Front Kedaulatan Maluku (FKM) dan Laskar Jihad. Bahkan
seorang tokoh Islam yang belum lama ini berbicara dengan pemimpin
Laskar Jihad mengatakan sulit untuk menghilangkan kesan bahwa Laskar
Jihad dibina tentara demikian pula FKM.


Tetapi apakah ini latarbelakang sesungguhnya? Kalangan lain melihat
kerusuhan di Ambon sebagai tembakan peringatan yang ditujukan kepada
Megawati. Pemerintahan Megawati di luar negeri kini dianggap berhasil
menstabilkan situasi keamanan di dalam negeri. Tetapi orang lupa
bahwa Mega berhasil di Poso dan Maluku karena dukungan tentara yang
dirangkulnya. Namun kini ada jenderal-jenderal pensiunan Angkatan
Darat yang tidak puas dengan kebijakan militer Megawati. Semula Mega
berjanji akan mengusulkan calon tunggal Panglima TNI kepada DPR
setelah ia kembali dari  Cina, Korea dan India. Tetapi hingga kini
Endriartono belum diangkat-angkat pula. Bahkan selain Tono dan
Tyasno, dengan mutasi mendadak KSAL dan KSAU kini malah ada empat
calon Panglima TNI dari luar Angkatan Darat. Bukankah syarat untuk
masuk nominasi Panglima TNI, seperti yang ditetapkan oleh Wanjakti,
seseorang harus sudah pernah menjabat kepala staf angkatan?


Dengan kata lain, mulai pekan ini, ketika berlangsung dua mutasi
mendadak itu, nampaknya peluang Angkatan Darat untuk sampai pada
jabatan Panglima TNI makin kecil saja. Angkatan Darat kini hanya
memiliki dua calon, yaitu mantan KSAD Tyasno Sudarto dan KSAD
Endriartono Sutarto. Tyasno dikabarkan akan menggantikan
Hendropriyono sebagai ketua BIN, sedangkan Endriartono dipatok pada
jabatan KSAD untuk lima tahun. Itu artinya dari tubuh Angkatan Darat
untuk sementara masih belum akan tampil tokoh lain yang memenuhi
syarat untuk jabatan Panglima TNI.


Kalau pendapat ini benar, maka yang sedang kita lihat sekarang ini
adalah permainan catur dari dua faktor yang menentukan di Indonesia.
Angkatan Darat di satu pihak dan Presiden di pihak lain. Tetapi
faktor-faktor politik lain yang menentukan di Indonesia saat ini
masih cukup banyak. Di antaranya faktor Cendana, pengusaha Cina,
Islam, Amerika, serta LSM dan media. Siapa yang akan menjadi penentu
masih perlu dilihat dalam satu tahun mendatang ini.


* Normal;heading 1;
TOPIK GEMA WARTA: PENGADILAN HAM TIMOR TIMUR, CUMA SANDIWARA?

PENGADILAN HAM TIMOR TIMUR, CUMA SANDIWAWA?

Pesimisme yang mengiringi proses pengadilan Pelanggaran Ad Hoc Hak
Asasi Manusia Timor Timur semakin menguat. Sejumlah organisasi hak
asasi manusia menilai, para hakim tidak mengarahkan persidangan untuk
mengungkapkan kasus ini. Bahkan menurut mereka para hakim tidak
mengerti masalah hak asasi manusia.

Kecurigaan ini salah satunya disampaikan oleh Kepala Divisi Hak-hak
Sipil dan Politik Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia YLBHI
Munarman. Menurut Munarman hakim tidak berupaya membuktikan telah
terjadinya pelanggaran hak asasi manusia berat di Timor Loro Sa'e
tiga tahun lalu. Keganjilan ini terlihat dalam persidangan awal,
majelis hakim telah menghadirkan para saksi yang justru meringankan
terdakwa.

Munarman : Saksi yang ada saat ini adalah saksi yang sebetulnya biasa
digunakan atau ditempatkan di akhir proses persidangan untuk
meringankan terdakwa. Nah kita lihat yang memberikan kesaksian
pertama justru Jenderal Purnawirawan Wiranto. Kemudian juga
penggunaan saksi mahkota yang justru memberikan kesaksian yang
meringankan bagi proses penemuan pembuktian materil bagi terdakwa.
Ini yang merepotkan sebetulnya yang membuat proses semacam ini di
luar kelaziman.


Dalam kesaksiannya bekas Panglima TNI Wiranto mengatakan keadaan
darurat militer diterapkan saat itu karena terjadi bentrok antara
warga Timor Timur yang pro dan kontra jajak pendapat.  Menurut
Wiranto, keputusan itu diambil setelah melaporkan kondisi Dili kepada
Presiden saat itu BJ Habibie. Selanjutnya masih kata Wiranto, Habibie
berkoordinasi dengan Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan.


Wiranto: Agar keadaan itu bisa diredam dan aman kembali. Walaupun
yang mulia dari 12 kabupaten, hanya 4 kabupaten yang ada chaos
semacam itu yang terjadi sehingga saya harus mengusulkan kepada
presiden untuk diberlakukan darurat militer. Apakah usul ini diterima
oleh presiden ? Diterima dan setelah berkoordinasi dengan Kofi Annan,
Sekjen PBB.  Sejak kapan? Tanggal 6, 24.00 atau 7 September.



Wiranto menyampaikan kesaksiannya dalam sidang terdakwa bekas Kepala
Kepolisian Timor Timur Timbul Silaen. Selain Timbul saat ini proses
pengadilan atas pelanggaran hak asasi manusia di Timor Timur masih
berlanjut dengan  para terdakwa bekas Gubernur Timor Timur Abilio
Soares, bekas bupati Covalima serta sejumlah petinggi polisi dan
militer daerah Suai tempat terjadinya pembantaian sipil di gereja Ave
Maria.



Banyak kalangan sebenarnya telah menyarankan agar pengadilan ini
menunjuk para hakim dari kalangan akademisi atau praktisi masalah hak
asasi manusia. Namun akhirnya pemerintah menetapkan, penunjukan para
hakim ad hoc ini dilakukan oleh Mahkamah Agung. Seperti dinyatakan
menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia, Yusril Ihza Mahendra.

Yusril Ihza: Jadi sama halnya seperti presiden mengeluarkan keputusan
tentang anggota-anggota DPR misalnya. Jadi siapapun yang terpilih
dalam pemilihan umum maka presiden mengeluarkan keppres untuk
pengesahan anggota DPR itu resmi menjadi anggota DPR. Begitu juga
dalam proses pemilihan hakim Ad Hoc ini. Mahkamah Agung sampaikan
usulan kepada presiden dan presiden sifatnya adalah pengesahan usulan
pengangkatan hakim Ad Hoc itu.

Namun ketidakmampuan peradilan hak asasi manusia memenuhi rasa
keadilan masyarakat menurut ketua Mahkamah Agung Bagir Manan bukan
hanya disebabkan oleh ketidakseriusan para hakim dan jaksa. Bagir
Manan bahkan menyatakan tidak bisa menjamin peradilan ini akan bebas
dari tekanan militer. Walau sebenarnya menurut Bagir sudah ada aturan
yang menyebutkan hakim harus independen dari pengaruh pihak luar.
Namun tak ada sanksi bila kemudian terbukti hakim di bawah pengaruh
pihak lain.

Bagir Manan: Ya tentu tidak ada sanksi hukum. Kita tidak bisa
bicarakan soal sanksi hukum karena apa? Karena kalau kita bicara
masalah independensi itu kan suatu jaminan hukum yang sangat pribadi
pada diri hakim....

Salah satu anggota majelis hakim Ad Hoc kasus pelanggaran hak asasi
manusia Timor Timur, Andi Samsan Ngandro membantah tudingan bahwa
hakim tak independen. Dia berkelit bahwa yang bisa  mengungkapkan
kasus ini adalah penuntut. Jaksalah, yang harus mengejar pembuktian,
bukan majelis hakim.

Andi Samsan Ngandro: Kalau di persidangan mengenai pengungkapan atau
keterangan saksi-saksi di persidangan nah kita juga fungsi kita kalau
memang ada yang dipandang perlu yang relevan dengan unsur-unsur
pidana ya kita yang kejar kita yang bertanya, kita yang ungkapkan di
persidangan melalui pertanyaan-pertanyaan. Tapi juga jangan dilupakan
bahwa jaksa yang harus membuktikan jadi kita kasih kesempatan jaksa
dulu.

Dari awal pengadilan yang bertujuan meningkatkan citra Indonesia ini
memang sudah dikungkungi oleh pesimisme. Perkembangan yang sampai
sekarang terjadi sulit disebut akan bisa menghapus cap Indonesia
sebagai negara pelindung para pelanggar berat hak-hak asasi manusia.
Namun sayangnya hingga saat ini pengadilan itu hanya bagaikan
panggung sandiwara. Dan citra Indonesia? Tanpa perkembangan yang
berarti menuju proses yang mandiri, citra itu nampaknya juga cuma
permainan sandiwara.

Tim Liputan 68 H Jakarta melaporkan untuk Radio Nederlan di
Hilversum.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke