---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Rabu 01 Mei 2002 14:40 UTC



** HARI BURUH DIPERINGATI DENGAN DEMONSTRASI DI PELBAGAI NGARA

** PEMERINTAH BELANDA BERTANGGUNG JAWAB ATAS PEMBUNUHAN MASSAL DI
PAPUA PADA 1956

** ARAFAT BERUNDING DENGAN UTUSAN INGGRIS DAN AMERIKA

** TOPIK GEMA WARTA: UPAH DAN KESEJAHTERAAN MASIH MENJADI PERSOALAN
MENDESAK BURUH

** TOPIK GEMA WARTA: BUKAN TENTARA TETAPI EKONOMI AMERIKA YANG
MENENTUKAN NASIB MEGAWATI



* HARI BURUH DIPERINGATI DENGAN DEMONSTRASI DI PELBAGAI NGARA

Hari ini di pelbagai negara di dunia digelar demonstrasi menyambut
Hari Buruh. Demonstrasi di Sidney, Australia, menjadi kacau setelah
demonstran melempari polisi dengan batu dan mercon. Puluhan pengunjuk
rasa ditangkap. Demonstrasi di Australia ini terutama memprotes
kebijakan pemberian suaka pemerintah Australia  yang terlaku ketat.
Di Moskow 100 ribu warga turun ke jalan memprotes kebijakan sosial
pemerintah Rusia. Di Manila, Filipina, beberapa ribu pendukung mantan
presiden Estrada berbondong-bondong ke istana presiden. Mereka
menuntut pembebasan mantan presiden itu yang sudah setahun meringkuk
di penjara karena dituduh korupsi. Di pelbagai kota di Indonesia juga
digelar unjuk rasa. Di Jakarta ribuan buru berdemo menuntut perbaikan
kondisi kerja dan kenaikan upah.


* PEMERINTAH BELANDA BERTANGGUNG JAWAB ATAS PEMBUNUHAN MASSAL DI
PAPUA PADA 1956

Menurut pembawa acara televisi Belanda Andere Tijden (Jaman Lain),
pemerintah Belanda bertanggung jawab atas tewasnya 29 warga Papua
pada 1956. Mereka dibunuh dan dipotong lehernya gara-gara syuting
film propaganda di wilayah bekas jajahan Belanda itu. Dalam film itu
terdapat tayangan warga Papua yang membawa tengkorak. Adegan ini
bertujuan untuk menunjukkan bahwa kalau Belanda keluar dari kawasan
itu, rakyat Papua masih tetap gemar memotong leher. Setelah melihat
syuting film itu suku yang terkait menganggap bahwa pemerintah
Belanda sudah mencabut larangan adat memotong leher. Akibatnya di
desa yang terletak dekat tempat syuting film tadi 29 orang dibunuh.
Setelah dilakukan pengiriman tentara untuk menghukum para pelaku,
menurut pembuat acara televisi tadi, kasus ini dipetieskan. Juru
bicara Dinas Penerangan Negara, tidak mau memberi komentar.


* ARAFAT BERUNDING DENGAN UTUSAN INGGRIS DAN AMERIKA

Pemimpin Palestina Yasser Arafat mengadakan perundingan di Ramallah
dengan para utusan dari Amerika dan Inggris untuk mengakhiri
pengepungan tentara Israel terhadap kantornya. Untuk itu telah
tercapai perjanjian prinsip yang masih harus dijabarkan. Perdana
menteri Israel Ariel Sharon bersedia menghentikan sementara
pengepungan itu, begitu Arafat antara lain menyerahkan para pembunuh
menteri wisata Israel Rehavam Ze'evi. Menurut rencana, para pelaku
pembunuhan itu akan diangkut ke sebuah penjara di Jericho,
satu-satunya kota di Tepi Barat Sungai Yordan yang tidak diduduki
tentara Israel. Rencananya mereka akan ditahan di bawah penjagaan
Amerika dan Inggris. Sementara itu penyelidikan PBB terhadap kasus
pembantaian di Jenin hampir dapat dipastikan batal. Sekjen PBB Kofi
Annan nampaknya cendrung untuk membubarkan tim penyelidikan, karena
Israel tetap menghalangi kedatangan mereka. Atas permohonan
negara-negara Arab, DK PBB kembali mengadakan pertemuan hari ini
untuk membahas penolakan Israel itu.


* MAYORITAS ELEKTORAT PAKISTAN DUKUNG MUSHARRAF

Dalam referendum baru-baru ini, mayoritas elektorat Pakistan
mendukung Presiden Pakistan Pervez Musharaf untuk memperpanjang masa
jabatannya.  Sekitar 98 persen pemilih menyatakan Musharraf boleh
menjabat presiden lima tahun lagi. Mayoritas penentang adalah
elektorat yang tinggal di kawasan perbatasan dengan Afganistan.
Penduduk daerah itu sangat menentang dukungan Musharraf bagi serangan
Amerika terhadap Afganistan lalu. Namun belum jelas berapa persen
elektorat yang menggunakan hak suaranya dalam referendum ini. Menurut
kelompok oposisi jumlahnya hanya 6 persen. Ini berarti nampaknya
banyak warga Pakistan memenuhi imbauan kelompok oposisi untuk
memboikot referendum. Menurut pengamat, memang ada terjadi penipuan,
yang menguntungkan Musharraf. Selain itu sejumlah besar pegawai
negeri konon dipaksa mendukung presiden.


* PEMERINTAH INDIA SELAMAT DARI MOSI PARLEMEN

Pemerintah India selamat dari mosi tak percaya parlemen. Pihak
oposisi mengajukan mosi tidak percaya karena tidak puas dengan cara
pemerintah menangani konflik muslim-hindu baru-baru ini di negeri
itu. Setelah perdebatam enam belas jam di parlemen, pemerintahan
perdana menteri Atal Behari Vajpayee akhirnya mendapat dukungan
mayoritas anggota parlemen. Perdana menteri Vajpayee, pemimpin partai
 Hindu nasionalis BJP, mengaku berbuat kesalahan dan semula
menganggap remeh kekerasan tersebut. Awal tahun ini India sempat
menjadi ajang konflik agama paling parah sejak sepuluh tahun.
Penyebabnya adalah kasus serangan kelompok muslim terhadap kereta api
di negara bagian Gujarat. Akibatnya enam puluh orang, mayoritas umat
hindu, meninggal dunia. Setelah itu terjadilah tindak kekerasan yang
menewaskan setidaknya sembilan ratus warga, mayoritasnya umat Islam.


* KOREA UTARA BAKAL DILANDA BENCANA KEMANUSIAAN

Program Pangan Dunia, WFP, memperingatkan akan terjadinya bencana
kemanusiaan di Korea Utara kalau tidak cukup dana masuk untuk
membantu sejuta orang tua dan anak yang menderita kelaparan di negeri
komunis itu. WFP mengatakan akan menghentikan bantuan pangan bulan
mei, karena hanya 23 juta dolar yang masuk, dari total dana yang
diperlukan senilai 258 juta dolar untuk membantu rakyat Korea Utara.
Selama ini donasi WFP terutama masuk dari AS, Korea Selatan, Jepang
dan beberapa negara Eropa, tetapi sekarang hanya Korea Selatan yang
menyumbang. Korea Utara mengalami kekurangan pangan berat. Sejak 1995
panen gagal berturut-turut akibat banjir dan musim kemarau panjang.


* ABU SAYYAF ANCAM AKAN BUNUH SANDERA AMERIKA

Pemberontak muslim fundamentalis di Filipina mengancam akan membunuh
pasangan Amerika yang disandera. Pasangan zending itu sudah hampir
setahun disandera di pulau Basilan, Filipina Selatan, tempat markas
besar gerakan gerilya Abu Sayyaf. Amerika Serikat menuduh gerilyawan
Filipina itu berkaitan dengan jaringan Al Qaidah, sementara
Washington menolak berunding  teroris. Presiden Filipina Gloria Aroyo
juga tidak bersedia mengangkat juru runding. Di pulau Basilan itu
terdapat para pelatih tentara Amerika yang membantu tentara
pemerintah Filipina mengejar gerilyawan.


* TENTARA AMERIKA DIKERAHKAN KE AFGANISTAN TIMUR

Beberapa ratus tentara Amerika di Afganistan diangkut dengan
helikopter ke kawasan gunung di provinsi Pakta, Afganistan Timur.
Mereka dikerahkan untuk mengejar pejuang Taliban dan Al Qaidah,
setelah kasus penembakan terhadap tentara PBB asal Australia. Pesawat
tempur Amerika mengadakan penerbangan lacak di kawasan itu. Kawasan
di pegunungan Mezai milik suku Zadran di bawah pimpinan panglima
perang Jalaluddin Haqqani, salah satu pemimpin Taliban yang dicari.


* UPAH DAN KESEJAHTERAAN MASIH MENJADI PERSOALAN MENDESAK BURUH

Intro: Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional Tanggal 1
Mei ini, buruh dari berbagai serikat buruh dan di pelbagai kota
melakukan sejumlah aksi termasuk turun ke jalan. Di Surabaya, di
samping aksi turun ke jalan yang dilakukan sejumlah serikat buruh,
aksi juga dilakukan di perusahaan-perusahaan di mana buruh bekerja
dengan menggelar dialog-dialog. Yang terakhir inilah yang dilakukan
oleh Serikat Pekerja Seluruh Indonesia atau SPSI Surabaya seperti
dipaparkan oleh Ahmad Safei, Wakil ketua SPSI Surabaya.

Ahmad Syafei (AS): Kawan-kawan buruh pekerja di Surabaya saat ini
juga sedang mengadakan kegiatan-kegiatan dalam rangka menghormati
hari buruh internasional yang jatuh pada hari ini. Banyak kegiatan
yang dilakukan teman-teman. Dari teman-teman Serikat Pekerja di luar
SPSI di antaranya juga sempat melakukan aksi turun ke jalan untuk
menyuarakan beberapa persoalan buruh yang hingga saat ini masih belum
memperoleh penanganan serius dari semua pihak. Kemudian dari jajaran
SPSI sendiri cendrung melakukan kegiatan-kegiatan yang bersifat
dialogis di tiap-tiap perusahaan dalam rangka memberikan
pemahaman-pemahaman yang lebih kepada teman-teman pekerja,
teman-teman buruh untuk tahu persis apa yang menjadi hak-hak pekerja.
Kemudian persoalan-persoalan lain yang harus diperjuangkan dalam
rangka meningkatkan harkat pekerja. Ini yang menjadi topik banyak
bahasan teman-teman pekerja atau buruh di tiap-tiap perusahaan.

Radio Nederland (RN): Sejauh ini bagaimana pak? Semuanya berjalan
lancar? Tidak ada kerusuhan?

AS: Alhamdulillah semuanya berjalan secara lancar. Memang ini sempat
menjadi kekhawatiran semua pihak. Sebab kalau sudah sampai pada aksi
turun ke jalan ini biasanya persoalan-persoalan terkait dengan
persoalan-persoalan buruh ini memang rentan untuk ditunggangi oleh
muatan-muatan kepentingan politik tertentu. Kebetulan alhmadulillah
saat ini, ketika teman-teman bergerak turun ke jalan, semuanya bisa
berjalan dengan baik, tanpa ada tindakan-tindakan yang bersifat
anarkis.

RN: Teman-teman pekerja di Jakarta dan di tempat-tempat lain, juga di
Medan, salah satu tuntutan mereka adalah bahwa agar pemerintah
menjadikan hari buruh internasional tanggal 1 Mei ini sebagai hari
libur. Nah, bagaimana dengan teman-teman di Surabaya, pak?

AS: Kebetulan teman-teman pekerja di Surabaya tidak semuanya suka
berada dalam jajaran SPSI. Jadi ada beberapa pekerja yang sudah
berafiliasi dengan serikat-serikat pekerja di luar SPSI. Untuk SPSI
sendiri prinsipnya sekali lagi kita tetap menghormati tanggal 1 Mei
ini sebagai hari buruh internasional. Hanya saja kebetulan untuk
Indonesia, pemerintah sudah menetapkan bahwa tanggal 20 Februari
adalah merupakan hari buruh, hari pekerja Indonesia. Nah, SPSI
sendiri lebih cendrung memperjuangkan agar tanggal 20 Februari yang
sudah disepakati dan ditetapkan sebagai hari buruh Indonesia ini
dijadikan sebagai hari libur nasional.

RN: Kalau tadi pak Ahmad juga mengatakan bahwa teman-teman dalam
rangka memperingati hari ini juga menyuarakan hak-hak dan
persoalan-persoalan yang dihadapi para buruh. Bapak bisa meneritakan
persoalan mendesak yang saat ini dirasakan paling berat dihadapi oleh
para buruh Indonesia atau Surabaya khususnya?

AS: Sistem pengupahan. Soal upah ini menjadi persoalan paling sentral
dalam hubungan industrial, di dalam hubungan kerja. Jadi sampai
dengan saat ini pun saya tidak cukup merasakan peran dan perhatian
yang sangat dari pemerintah terhadap kebijakan-kebijakan pengupahan.
Hingga sekarang ini kebijakan pengupahan buruh, baik itu Surabaya
maupun Indonesia secara umum, bertumpu pada kebijakan pengupahan yang
bersifat memberikan jaring pengamanlah. Ada ketentuan dari pemerintah
tentang batasan minimal upah. Hanya susahnya pemerintah sendiri
ketika melakukan penetapan terhadap standar minimal upah ini tidak
terlalu memperhatikan kepentingan buruh. Justru kepentingan buruh
dilihat sebagai kepentingan buruh personal semata, lepas dari
persoalan-persoalan sosial yang lain. Tidak lagi memperhatikan apakah
buruh itu berkeluarga, apakah buruh itu punya anak. Selalu saja
standar minimal upah ini ditetapkan dengan berpedoman pada kebutuhan
hidup paling minimal dari seorang pekerja lajang. Ini yang kita
harapkan pemerintah bisa bijaksana. Jadi tidak lagi melihat kepada
kepentingan minimal dari seorang buruh saja tapi memperhatikan
aspek-aspek sosial yang lain.

Demikian Amhad Syafei dari SPSI Surabaya.


* BUKAN TENTARA TETAPI EKONOMI AMERIKA YANG MENENTUKAN NASIB MEGAWATI

Intro: Kondisi politik, sosial dan ekonomi di Indonesia semakin
memprihatinkan. Dan Presiden Megawati tetap saja lambat dalam
mengambil keputusan-keputusan yang penting. Tetapi bagaimana pun
pemerintahan Megawati sangat tergantung pada kondisi ekonomi Jepang
yang lemah, dan AS yang dalam beberapa bulan mendatang ini
diperkirakan lagi-lagi akan mengalami resesi. Koresponden Syahrir
mengirim laporan berikut dari Jakarta.

Menko Kesra Yusuf Kalla kemarin menegaskan, pokok persoalan di Ambon
ialah bagaimana pemerintah mengambil keputusan yang cepat untuk
mengatasi konflik, gejolak dan kerusuhan. Pemberlakuan darurat
militer atau darurat sipil, bukanlah  masalah sebenarnya, kata Jusuf
Kalla.  Namun Megawati terkenal dengan gayanya yang khas. Alon-alon
asal kelakon. Mega tidak mau cepat mengambil keputusan yang mendesak
yang berhubungan dengan konflik-konflik di daerah.

Di Jakarta sementara itu suasananya kemarin secara umum cukup aman.
Padahal  ribuan buruh sempat memperingati Hari Buruh Sedunia. Kapolda
Metro Jaya Irjen Pol Makbul Padmanegara, sehubungan dengan itu
menilai situasinya cukup kondusif. Tetapi di Surabaya aksi buruh
mendapat perlawanan polisi. Ada massa buruh yang dipukuli polisi.
Massa buruh tidak hanya bergerak di Jakarta dan Surabaya tetapi juga
di Medan, dan ibukota-ibukota propinsi lainnya.

Di  propinsi Irian Jaya ada juga unjuk rasa tetapi dalam bentuk
pengibaran bendera Organisasi Papua Merdeka. Tetapi pengibaran
bendera bintang fajar itu bagi pihak kepolisian tidaklah begitu
penting. Polisi menduga masyarakat hanya jengkel dengan lambatnya
penyelesaian kasus pembunuhan tokoh Papua Theys Eluay oleh pihak
Kopassus. Kopassus memang entah sengaja  atau tidak akhir-akhir ini
dilibat-libatkan dengan aksi-aksi kekerasan di daerah utamanya di
Poso dan Maluku. Maka biarpun dibantah masyarakat tetap saja menuduh
Cilangkap mengetahui tentang operasi Kopassus itu.

Namun biarpun ada aksi-aksi klandestin itu, secara umum bisa
dikatakan bahwa keadaan keamanan di Indonesia belum begitu gawat.
Masalah  mendesak bagi pemerintahan Megawati saat ini tetap saja
menyangkut soal keamanan. Hal itu demi menjamin investasi dan
peningkatan produktivitas di Indonesia yang essensial bagi
pertumbuhan ekonomi Indonesia.,Untuk itulah Megawati  merangkul
tentara. Tetapi bertahan tidaknya Presiden Megawati di kursi RI 1
tentu tidak hanya tergantung dari sikap tentara, meski sementara pers
mengatakan bahwa klik Endriartono Sutarto kini  nampak kurang loyal
pada Mega. Pemerintahan Megawati  kini lebih banyak memperhatikan
masalah-masalah ekonomi makro. Tim ekonomi Megawati terus menerus
mencermati perkembangan ekonomi Jepang dan Amerika. Jepang memang
sedang berada pada siatuasi yang stagnan. Sedangkan perekonomian AS
sedang meningkat meski tidak seperti zamannya Clinton.

Namun, Bank Dunia maupun lembaga moneter internasional IMF baru-baru
ini secara resmi sudah mengatakan kepada pemerintah AS  bahwa
kemungkinan besar Amerika  bisa mengalami defisit pada anggarannya.
Dan ini jelas akan mempengaruhi perekonomian negara-negara Asia
Tenggara yang sangat tergantung pada ekspor ke AS. Menurut perkiraan
Bank Dunia dan IMF, AS akan mengalami defisit besar. Soalnya di AS
saat ini sedang berlangsung apa yang disebut sebagai  "bubble
economy" atau ekonomi  gelembung. Sedangkan Indonesia saat ini pun,
menurut kalangan pakar ekonomi berada pada keadaan yang hampir sama.
Konsumsi terus meningkat tetapi investasi tidak ada, sehingga tidak
meningkatkan produktivitas.

Maka bila AS kembali ke keadaan resesi sudah dapat dipastikan bahwa
pemerintahan Megawati akan jatuh. Resesi ini diperkirakan akan
terjadi pada bulan Juli natau Agustus. Dilihat dari perkembangan
ekonomi global ini, maka faktor tentara, entah Endriartono atau
Tyasno yang menjadi Panglima TNI menjadi tidak relevan. Faktor
militer ini tidak punya pengaruh apa-apa atas nasib Mega jika ekonomi
gelembung Amerika tiba-tiba tertusuk "jarum".


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke