--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Jumat 17 Mei 2002 13:40 UTC ** SEKJEND PBB PUJI LANGKAH PRESIDEN INDONESIA ** GEDUNG PUTIH TERNYATA TAHU RENCANA PEMBAJAKAN SEBELUM 11 SEPTEMBER LALU ** ISRAEL KEMBALI SERANG KAMP PENGUNGSI JENIN ** TOPIK GEMA WARTA: SUHU POLITIK BAKAL MENINGKAT JELANG ST MPR ** TOPIK GEMA WARTA: HAMZAH HAZ BISA JADI BATU SANDUNGAN PERDAMAIAN DI MALUKU ** TOPIK GEMA WARTA: XANANA GUSMAO SAMBUT KEMERDEKAAN DENGAN JANJI KEADILAN DAN REKONSILASI * SEKJEND PBB PUJI LANGKAH PRESIDEN INDONESIA Sekretaris Jenderal PBB, Kofi Annan memuji langkah Presiden Indonesia, Megawati Sukarnoputri untuk mengahadiri perayaan kemerdekaan Timor Leste, sebagai tindakan yang berani dan bijak. Lebih lanjut menurut Annan, saat ini bangsa Indonesia lebih baik menaruh masa lalu dan menatap ke depan. Dalam pertemuan dengan Annan, Megawati secara resmi mengungkapkan rencananya berkunjung ke Timor Lorosae 20 Mei nanti. Dalam pertemuan tersebut, selain masalah Timor Leste juga dibahas masalah terorisme, narkotika dan tentang penyelesaian konflik Timur Tengah. Dalam pembicaraan mengenai Timor Leste, Mega menegaskan komitmen pemrintah Indonesia untuk memberikan perhatian yang cukup serius. * GEDUNG PUTIH TERNYATA TAHU RENCANA PEMBAJAKAN SEBELUM 11 SEPTEMBER LALU Di Washington terjadi kegemparan besar setelah beredar berita bahwa Presiden Amerika Serikat George W. Bush telah mengetahui rencana pembajakan pesawat Amerika sebelum tanggal 11 September lalu. Para anggota kongres menuntut diadakannya penyelidikan mendalam dan meminta pemerintahan Bush untuk memberikan keterangan detil tentang laporan yang dimiliki oleh dinas intelejen sebelum tanggal 11 September yang lalu. Gedung putih menolak tuduhan yang mengatakan tidak melakukan tindakan pencegahan atas serangan itu. Juru bicara gedung putih menegaskan mereka tidak memiliki data menyeluruh tentang kemungkinan pembajakan dan tidak ada seorangpun yang membayangkan pembajak menggunakan pesawat komersil untuk menabrak gedung. Biro intelejen menerima informasi tentang kemungkinan serangan oleh jaringan Al-Qaeda Usamah Bin Laden awal Mei tahun lalu terhadap beberapa target milik Amerika di luar Wilayah Amerika Serikat. Bush sendiri ,menerima laporan tersebut awal Agustus tahun lalu. * ISRAEL KEMBALI SERANG KAMP PENGUNGSI JENIN Tentara Israel mengakui pihaknya kembali menguasai kamp pengungsi dekat Jenin di Tepi Barat Sungai Yordan. Israel mengatakan serangan yang dilakukan tentara dengan persenjataan berat itu untuk melumpuhkan beberapa anggota militan, termasuk pemimpin dari gerakan Hammas. Setelah beberapa jam pasukan tersebut ditarik mundur ke sekeliling kota Jenin. Bulan lalu kamp tersebut lumpuh ketika Israel melakukan operasi militer besar-besaran. Palestina menyatakan ratusan orang tewas akibat serangan tersebut. Sedangkan pihak Israel mengatakan sekitar 50 orang palestina dan 23 orang Israel tewas. * PEMIMPIN OPOSISI MYANMAR KELUAR DARI TAHANAN RUMAHNYA UNTUK PERTAMA KALI Pemimpin oposisi Myanmar, Aung San Suu Kyi, untuk pertama kali bisa meninggalkan rumahnya di Ibukota Rangoon. Suu Kyi yang berusia 56 tahun ini mengunjungi salah satu kantor partainya di wilayah luar Rangoon. Tahanan rumah yang mendapatkan penghargaan nobel sejak dua tahun ini, dilepaskan dari penahanannya sepuluh hari lalu oleh pemimpin militer Myanmar. Ia dijanjikan bebas melakukan aktivitas politik. Suu Kyi dan Liga Nasional untuk Demokrasi pimpinannya memenangkan pemilu tahun 1990, tetapi hasil tersebut tidak pernah diakui oleh pemimpin militer di Myanmar. Ia dikenai tahanan rumah untuk secara total 8 tahun. Periode akhir penahanannya dimulai pada tahun 2000 ketika ia berusaha meninggalkan ibukota untuk melakukan aktivitas politik di provinsi-provinsi luar Rangoon. * POLISI PAKISTAN MEYAKINI MENEMUKAN JASAD WARTAWAN AMERIKA YANG DIBUNUH Polisi Pakistan meyakini mereka telah menemukan jasad Daniel Pearl, wartawan Amerika yang dibunuh. Tiga orang ditangkap pada Kamis kemarin karena diduga terlibat membunuh wartawan Wall Street Journal itu. Mereka ditangkap polisi di wilayah dekat Karachi, tempat di mana menurut pengakuan mereka, mengubur wartawan tersebut. Pemeriksaan DNA masih harus dilakukan untuk menegaskan jasad tersebut adalah Daniel Pearl atau bukan. Pearl diculik di Pakistan pada Januari lalu dan kemudian dibunuh. Pembunuhnya membuat video pembunuhan tersebut. Empat orang ektrimis Islam saat sekarang diadili dalam kasus tersebut. Tersangka lainnya masih dalam pengejaran. * BEBERAPA PEJUANG TALIBAN TEWAS DI SELATAN AFGHANISTAN Tentara Inggris melaporkan, pihaknya bersama-sama dengan pasukan Australia telah membunuh beberapa pejuang Taliban di selatan Afghanistan. Pasukan koalisi itu sedang ada di selatan timur propinsi Paktia untuk mencari pejuang Taliban atau Al-Qaeda yang masih bertahan di wilayah tersebut. Laporan-laporan kasus baru tentang peracunan makanan pasukan Inggris di pangkalan udara Afghanistan di Bagram masih terus berlanjut. Sebanyak 38 tentara dilaporkan jatuh sakit. * CARTER BERIKAN HARAPAN BARU DI KUBA Bekas Presiden Amerika Serikat Jimmy Carter mengadakan pertemuan dengan sekitar 20 pemimpin oposisi Kuba. Di antara topik yang dibahas dalam tiga setengah jam pertemuan adalah masa depan tanah komunis tersebut dan situasi penahanan kelompok oposisi politik. Para peserta mengatakan pertemuan tersebut, seperti yang diutarakan dalam pidato Carter dihadapan Presiden Kuba Fidel Castro, memberikan mereka harapan baru. Dalam pidatonya yang disiarkan langsung oleh televisi dan radio Kuba, Carter menerangkan proyek Varela usulan dari oposisi yang mempunyai tujuan referedum untuk reformasi. Kamis kemarin sebuah koran penting Kuba memuat pidato tersebut secara lengkap. Mantan Presiden AS itu mengunjungi Kuba atas undangan Fidel Castro. Itu merupakan kunjungan pertama kalinya oleh perwakilan tingkat tinggi seperti Carter, sejak revolusi tahun 1959 di Kuba. * SUHU POLITIK BAKAL MENINGKAT JELANG ST MPR Agaknya suhu politik akan kembali mendidih menjelang Sidang Tahunan MPR. Sejumlah kekuatan politik mulai melakukan konsolidasi-konsolidasi. Kaukus partai-partai Islam sudah tiga kali bertemu. Pertemuan itu untuk menyamakan persepsi, membicarakan aliansi, serta suksesi 2004. Koresponden Syahrir mengirim laporan berikut dari Jakarta. Pada pertemuan terakhir yang diselenggarakan di kediaman Amien Rais hadir Ketua MA Bagir Manan, Wakil Ketua Umum PKB Mahfud Md., Sekjen PKB Syaifullah Yusuf, Presiden Partai Keadilan Hidayat Nurwahid, Ketua Umum PPP Reformasi Zainuddin M.Z. dan Sekjen DPP PPP Alimarwan Hanan. Pertemuan pertama membicarakan masalah umum, yang kedua khusus soal ekonomi, yang terakhir membicarakan soal konstitusi. Pada pertemuan mendatang di kediaman Sekjen PPP Alimarwan Hanan akan dibahas soal pertahanan keamanan. Namun, benang merah pertemuan itu, kata Ketua DPA Achmad Tirto, adalah suksesi kepemimpinan 2004, meski belum menyangkut soal figur. Menurut anggota PKB Chotibul Umam, pertemuan itu adalah bentuk kekecewaan partai Islam atas kinerja pemerintahan Megawati. Menurut seorang Fuad Bawazier yang juga hadir dalam pertemuan itu, kalangan PDIP tidak dilibatkan karena di internal partai itu masih ada perbedaan pendapat mengenai proses amandemen. Sekjen DPP PDIP Sutjipto mengaku tak berprasangka bahwa pertemuan itu untuk menggalang kekuatan guna menjatuhkan Mega. "Dugaan saya, pertemuan itu karena beredar isu seolah-olah PDIP menentang amandemen UUD 1945," ujarnya. Menyusul pertemuan tokoh-tokoh partai Islam di kediaman Amien Rais, orang-orang Mega seolah takut 'kecolongan', juga menggelar pertemuan tandingan di kediaman tokoh PDI P Arifin Panigoro kemarin malam. Sebuah sumber mengungkapkan agenda pembicaraan tersebut ialah untuk mempertahankan Megawati sampai 2004. Peserta pertemuan antara lain tokoh PPP dan PAN. Sehubungan dengan itu seorang tokoh ultra nasionalis Sutan Bandaro menyatakan : Kelihatannya itu tak akan mereka lakukan. Sebab sekarangpun mereka sebnarnya sudah berkuasa. Jadi kalau mereka mau tentu sudah dilakukan sekarang. tapi agenda untuk rakyat itu mereka tak punya selain demokrasi saja. Sedangkan pengamat politik Suripto SH kepada Radio Nederland menjelaskan pelbagai pertemuan itu hanyalah sebagai pertemuan-pertemuan elitis. Pertemuan elit politik Jakarta yang membahas isyu-isyu elitis. Tidak ada yang membicarakan harapan-harapan dan tuntutan masyarakat. Misalnya yang berkaitan dengan kenaikan harga BBM, dan kebutuhan sehari-hari masyarakat. Kalangan mahasiswa justru menganggap pertemuan-pertemuan ini ibarat pertemuan para zombi-zombi politik. Pemimpin organisasi hanya mementingkan posisi masing-masing menghadapi tahun 2004. Seolah-olah permasalahan rakyat miskin adalah siapa yang akan menjadi presiden atau wapres di tahun 2004. Bagi masyarakat Indonesia utamanya dua pertiga dari masyarakat yang miskin masalah amandemen, pertahanan dsbnya tidaklah relevan. Yang relevan adalah bagaimana kenaikan harga-harga kebutuhan pokok bisa dihentikan. Dalam hubungan ini mereka tidak mau ditelikung di tengah jalan oleh zombi-zombi elit politik yang membawa-bawa agama atau nasionalisme dan Pancasila demi kekuasaan. Selama ini terbukti bahwa hanya mahasiswa-mahasiswalah yang peka terhadap penderitaan rakyat. Partai-partai semacam Golkar,PPP dan PDI dahulu sibuk mencari posisi dalam struktur kekuasaan rejim Soeharto. Termasuk Amien Rais yang bolak balik ke rumahnya Soeharto dan Prabowo. Kini Amien berusaha keras menghidupkan kembali dikotomi Islam dan Non-Islam. Ini mungkin bisa berhasil pada zaman Presiden Habibie. Tetapi situasi sekarang sudah berbeda. Lebih lanjut Soeripto menjelaskan pertemuan Amien Rais Cs, hanyalah semacam brainstrorming. Dari teman-temannya yang ikut hadir disitu diperoleh keterangan bahwa mereka mengikuti pertemuan karena diundang saja. Mereka tidak membawa misi tertentu. Tetapi laporan kepada Presiden Megawati ternyata lain. Mega percaya bahwa pertemuan itu diadakan untuk menggalang persatuan bagi penggulingan Mega. Bahkan ada yang percaya bahwa bulan Agustus nanti Megawati akan digulingkan pada saat MPR bersidang. "Kalau tidak bisa dengan cara damai maka akan ditempuh cara-cara lain," ujar suatu sumber * HAMZAH HAZ BISA JADI BATU SANDUNGAN PERDAMAIAN MALUKU Pasukan pengawal Wakil Presiden Hamzah Haz siang itu bergegas menuju ke Markas Besar Kepolisian Indonesia. Mereka bukan mendampingi Hamzah untuk bertemu para petinggi polisi. Tapi, ketua umum Partai Persatuan Pembangunan itu akan menjenguk tahanan polisi Panglima Laskar Jihad Jaffar Umar Thalib. Tentu saja kunjungan seorang wakil presiden kepada seorang tahanan memancing reaksi keras. Tindakan ini dinilai banyak kalangan sebagai sikap melawan kebijakan Presiden Megawati Soekarnoputri, meski Hamzah Haz menolak tudingan itu. Hamzah Haz : Saya sebagai seorang muslim yang kebetulan ya sekarang jabatan ketua umum PPP. Bukana. bukana wakil presiden! saya ketua umum PPP sebagai muslim. Sebagai muslim saya datang ke sesama muslim yang tertimpa musibah. Namun kini Hamzah sulit mengelak ia tidak melawan kebijakan pemerintah yang menganggap Jaffar sebagai salah satu provokator kerusuhan Maluku. Sebab dalam berbagai kesempatan ia membela Jaffar Umar Thalib. Salah satunya saat bertemu dengan Ketua Umum Muslimat Nahdlatul Ulama Khofifah Indarparawansa. Menurut Khofifah, Hamzah menyebut Jaffar tidak layak disebut sebagai provokator Maluku terutama dalam kasus penyerangan ke desa Kristen Soya yang membuat belasan warga sipil dan anak-anak tewas. Khofifah Indar Parawangsa : Beliau menyampaikan bahwa untuk ke Soya dibutuhkan waktu 6 jam dari Ambon dengan topografi tanah yang sulit untuk ditempuh. Karena itu menjatuhkan vonis yang terlalu cepat itu tidaklah tepat. Karena apa alasannya kalau harus merusak Soya. Tidak cukup reasonable memberikan tuduhan akibat pidato ini lalu kemudian terjadi satu penyerangan di Soya. Karena sebetulnya tidak ada korelasi yang cukup signifikan. Polisi memang menganggap penyerangan Soya berhubungan dengan ceramah Jaffar yang menghasut di Ambon sebelum tragedi itu terjadi. Setelah penyerangan Soya dan penangkapan Jaffar, pemerintah melalui Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan sikap pemerintah terbaru dalam menuntaskan konflik Maluku. Di antaranya pemerintah menghendaki pembubaran Front Kedaulatan Maluku dan gerakan Republik Maluku Selatan serta penarikan Laskar Jihad. Susilo Bambang Yudhoyono : Penilaian Penguasa Darurat Sipil dan juga penilaian pemerintah pusat, maka keberadaan Laskar Jihad di Maluku, kita kaitkan dengan pasca kesepakatan Malino, dinilai telah menjadi bagian. Telah ikut melibatkan diri dalam konflik dan kekerasan baru itu. Maka kita berupaya untuk mereka semua keluar dari propinsi Maluku. Namun menanggapi pernyataan resmi pemerintah ini, Hamzah Haz menyatakan Laskar Jihad yang membuka layanan kesehatan dipersilakan untuk tetap tinggal di Maluku. Sikap Hamzah Haz yang mengunjungi Jaffar Umar Thalib dan membela Laskar Jihad mengundang tanya jawab bagi masyarakat. Namun bagi ketua umum Pengurus Pusat Muhamadiyah Syafii Ma'arif, tindakan Hamzah jelas mengandung maksud politik. Seperti kunjungan pesaingnya, ketua umum Partai Persatuan Pembangunan Reformasi Zainuddin MZ kepada Jaffar, kunjungan Hamzah di mata Syafii juga bertujuan mencari popularitas. Syafii Ma'arif : Boleh saja orang berkunjung ya kalau dasarnya kemanusiaan. Tapi kita juga harus memperlakukan orang lain secara sama gitu. Jangan hanya karena Jaffar namanya sedang disoroti lalu kita beramai-ramai kesana itu juga akan menambah bobot kepopuleran kita. Kalau itu tujuannya saya rasa kurang sehat. Nah ini sudah ancang-ancang untuk 2004. Politisi kita hanya memikirkan Pemilihan Umum. Pengamat politik Syamsuddin Haris menilai pembelaan Hamzah Haz kepada Jaffar Umar Thalib malah merugikannya secara politik. Seharusnya jika ingin meraih dukungan, Hamzah mendekati kelompok-kelompok Islam nasionalis bukan kelompok Islam radikal. Syamsuddin Haris : Kalau dia dalam posisi berpihak sebagaimana yang dilakukanya dengan mengunjungi Jaffar Umar Thalib di tahanan itu betul-betul tidak menguntungkan. Dan itu suatu pilihan yang salah. Kenapa? Sebab segmen atau basis-basis dukungan semacam yang dipimpin Jaffar Umar Thalib itu kecil sekali. Syamsuddin menampik dugaan bahwa Hamzah membela Jaffar sebagai pertanda retaknya hubungan antara presiden dan wakil presiden. Menurutnya ketidakserempakan langkah mereka berdua dalam mengatasi konflik Maluku merupakan akibat sistem pemilihan presiden dan wakil presiden yang tidak satu paket di negeri ini. Segala upaya perdamaian Maluku hanya akan sia-sia jika unsur-unsur dalam pemerintahan saling berbeda pandangan dalam penyelesaian konflik itu. Sikap Hamzah Haz sebagai pejabat tinggi negara apalagi sebagai orang nomor dua di republik ini, seharusnya lebih berhati-hati. Bila tidak, demi ambisi politik, Hamzah Haz akan menjadi batu sandungan bagi perdamaian warga Maluku yang sudah bertahun-tahun diobrak-abrik konflik. Tim Liputan 68H Jakarta melaporkan untuk Radio Nederland di Hilversum. * XANANA GUSMAO SAMBUT KEMERDEKAAN DENGAN JANJI KEADILAN DAN REKONSILASI Presiden-terpilih Timor Leste Jose Alexandre Xanana Gusmao menyatakan rakyat menyambut hari kemerdekaan Timor Loro Sae dengan kebahagiaan dan terima kasih kepada masyarakat internasional, gerakan-gerakan solidaritas internasional serta semua sahabat yang membantu rakyat Timor di masa-masa sulit. Namun dia juga mencatat, idealisme membangun masyarakat baru, dengan keadilan dan rekonsiliasi, harus ditempuh dengan sulit. Lebih jauh laporan Aboeprijadi Santoso dari Dili. Para pejabat Timor Leste, tanpa kecuali, semua menyambut dan menghargai kesediaan Presiden Megawati Soekarnoputri untuk datang menghadiri perayaan kemerdekaan Timor Timur pada Ahad 19 Mei tengah malam nanti, meski Megawati hanya berkunjung selama empat jam. Sekali pun satu menit pun, kami akan bahagia, ujar Jovencio Martins, wakil sementara Timor Timur di Jakarta. Xanana Gusmao juga senada, namun ketika ditanya tentang keinginan Jakarta untuk membawa ratusan satuan pengamanan, Xanana mengisyaratkan kritik, dengan bertanya-tanya mengapa Jakarta tidak percaya dengan keamanan yang akan kami jamin. Xanana Gusmao: Tanggapan saya adalah bahwa sudah ada preseden, di mana waktu itu sebagai presiden Abdurrahman Wahid sudah ke sini. Waktu itu juga bukan seperti sekarang, itu di Februari 2000. Di mana situasi masih panas, kalau kita bias bilang begitu. Masih panas, ada high expectations. Ada sentimen-sentimen di hati orang. Tetapi Gus Dur disambut dengan baik oleh semua masyarakat. Gus Dur ditepuk tangani. Hanya ada satu kejadian, tetapi bukan tentang kehadiran Gus Dur di sini. Melainkan untuk meminta sesuatu. Ini-ini yang beda. Mungkin ini yang bikin persepsi orang menjadi lain. Bukan tentang kehadiran Gus Dur di sini, di mana semua orang menyambut dengan baik. Hanya mereka mau memberikan suatu complain, suatu surat dan setelah kami bicara dengan kelompok itu, sampai mereka bias bertemu dengan Gus Dur, waktu itu presiden. Oleh karena itu kita melihat bahwa dalam upacara ini, upacara merayakan kemerdekaan kita, semua orang sekarang bias menunjukkan kebahagiaan, kita semua bias saling menunjukkan juga kepercayaan. Saya harus bilang juga bahwa sudah beberapa kali saya ke Indonesia dan terakhir ini saya datang sendiri. Tanpa pengawal apapun. Karena saya percaya, saya percaya pada pemerintah Indonesia, saya percaya pada instansi-instansi militer kepolisian Indonesia, masyarakat Indonesia. Bahwa apalagi yang ada di antara kita. Kita harus mulai membentuk saling kepercayaan, oleh karena itu kita setuju dengan suatu security daripada Ibu Presiden Megawati. Tapi jangan keterlaluan, karena kami tidak punya niat untuk menghancurkan hubungan baik dengan Indonesia. Dengan kata lain, Xanana Gusmao berargumen, tak ada preseden membawa aparat keamanan sebanyak diinginkan Jakarta, bukankah Gus Dur dulu datang dengan aman ketika Timor masih panas. Singkatnya, Xanana Gusmao menyampaikan pesan, kami berbahagia dan menghargai kesediaan Presiden Megawati untuk hadir dalam perayaan kemerdekaan, namun marilah kita memulai halaman baru dengan saling percaya. Pesan itu tampaknya belum dipahami benar oleh Jakarta apabila Jakarta tetap berniat membawa 122 advance team, tim pendahulu, yang dilengkapi dengan tujuh kapal perang yang sebagian berjaga-jaga di wilayah perairan Indonesia. Apa sebenarnya yang ditakuti Indonesia? Ataukah ini pesan Jakarta untuk unjuk kekuatan kepada dunia internasional, khususnya kepada Australia yang dianggap membantu Timor merdeka? Demikian tanggapan seorang diplomat Timor di Dili. Sikap Jakarta seperti ini tampak kurang simpatik dipandang dari Dili, padahal Dili sangat mengelu-elukan persahabatan dengan Jakarta. Ketika ditanya mengapa Timor tidak mengharapkan Presiden Megawati berziarah juga ke makam Santa Cruz tempat banyak korban ditembak tahun 1991, padahal Kepala Negara RI itu menyempatkan ke Makam Pahlawan Seroja yang ada di seberang Santa Cruz, Xanana jelas juga mengharapkan hal itu. Tetapi Xanana mengatakan dirinya menilai kehadiran Presiden Megawati dalam perayaan kemerdekaan jauh lebih penting. Semoga saja suatu hari Presiden Megawati sempat berziarah ke Santa Cruz. Jelas, kedatangan Megawati berbeda sekali dengan kedatangan Presiden Abdurrahman Wahid, Februari 2000. Dulu Gus Dur dielu-elukan, sedangkan sekarang kedatangan Mega adalah simbol keharusan politik luar negeri Timor Leste untuk bersahabat dengan negara tetangga yang pernah mencaplok negeri ini. Dalam jumpa pers di muka pers dunia, Xanana Gusmao juga menegaskan visinya bahwa Timor Loro Sae bercita-cita menyumbang pada kehidupan yang manusiawi di dunia ini, dengan mengawali rekonsiliasi. Tetapi toh dia harus berkompromi dengan politisi lokal yang menuntut para warga Timor yang terlibat kejahatan HAM selaku milisi pro-Indonesia itu harus diadili lebih dulu. "Kami harus mempunyai keberanian dan kebesaran untuk menyalami dan menyambut mereka kembali setelah mereka menjalani hukuman sesuai keputusan peradilan," katanya. Kami tidak ingin menuntut kompensasi dari masa lalu, sebab tidak mungkin membangun masa depan dengan mengharapkan imbalan dan keuntungan dari masa lalu, demikian Xanana Gusmao. Di sini secara samar Xanana Gusmao tampaknya juga menyindir keinginan Indonesia untuk menuntut kembali asset milik RI, padahal TimTim telah jauh lebih rugi dengan kehilangan ratusan ribu warganya serta mengalami porak porandanya pra-sarana dalam kekerasan tahun 1999. Mengapa tidak sama sama mulai dari nol, Indonesia tidak usah menuntut apa-apa, dan Timor Leste juga tidak akan menuntut pampasan perang, demikian ungkap seorang diplomat Timor di Dili. Dan sekian pula laporan Aboeprijadi Santoso dari Dili. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
