---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Senin 15 Juli 2002 15:20 UTC



** TOMMY SOEHARTO DITUNTUT 15 TAHUN PENJARA

** PEMBUNUH WARTAWAN AMERIKA DIVONNIS HUKUMAN MATI

** DEWAN JENDERAL UNTUK GULINGKAN SADDAM HUSSEIN

** TOPIK GEMA WARTA: WAKIL RAKYAT KOK MALAH MAIN UANG

** TOPIK GEMA WARTA: HANYA DITUNTUT 15 TAHUN PENJARA, DIKHAWATIRKAN
TOMMY SOEHARTO BISA BEBAS



* TOMMY SOEHARTO DITUNTUT 15 TAHUN PENJARA


Hutomo Mandala Putra yang juga dikenal sebagai Tommy Soeharto
dituntut 15 tahun penjara. Menurut jaksa penuntut umum Hasan Madani,
putra orang kuat Orde Baru ini bersalah karena merencanakan
pembunuhan terhadap hakim agung Syafiuddin Kartasasmita dan memiliki
senjata secara ilegal. Lebih dari itu, ia juga dinyatakan telah
menghindari vonnis hakim terdahulu, waktu itu Tommy memang
bersembunyi untuk menghindari hukuman penjara. Hakim yang menjatuhkan
vonnis terhadap Tommy, Syafiuddin Kartasasmita terbunuh karena,
demikian tuduhan jaksa, pembunuhan yang direncanakan oleh Tommy
Soeharto. November tahun lalu Tommy tertangkap. Ketika mengadakan
kontrol di rumah persembunyian  Tommy, polisi menemukan senjata dan
munisi. Pengadilan terhadap Tommy sekarang ditunda selama seminggu,
untuk memberikan waktu kepada para pembelanya.

Sementara itu koran berbahasa Inggris The Jakarta Post melaporkan
skandal baru di sekitar keluarga mantan presiden Soeharto. Dua putri
keluarga Soeharto, masing-masing Tutut dan Mamiek telah merugikan kas
negara sampai ratusan juta dolar ketika menjadi perantara pembelian
senjata.


* PEMBUNUH WARTAWAN AMERIKA DIVONNIS HUKUMAN MATI

Sebuah pengadilan Pakistan telah menjatuhkan vonnis hukuman terhadap
tokoh Islam militan Omar Saeed Sheikh, karena menculik dan membunuh
wartawan Amerika Daniel Pearl. Tiga terdakwa lain dijatuhi hukuman
penjara seumur hidup. Menurut para pembela sebenarnya tidak cukup
bukti terhadap perkara ini, dan pengadilan hanya ditekan oleh Amerika
Serikat. Setelah vonnis itu, melalui pengacaranya Omar menyatakan
bahwa sekarang tengah berlangsung perang yang menentukan antara Islam
dengan dunia. Lebih lanjut menurutnya, mereka yang akan melaksanakan
hukuman mati itu akan mengalami nasib serupa. Wartawan Amerika Daniel
Pearl diculik Januari lalu ketika berada di Pakistan untuk meliput
gerakan Islam fanatik. Para penculiknya mengirim rekaman video yang
jelas nampak bahwa ia dibunuh.


* DEWAN JENDERAL UNTUK GULINGKAN SADDAM HUSSEIN

Sekelompok mantan perwira Irak membentuk sebuah dewan jenderal, yang
bertujuan menggulingkan rezim diktator Saddam Hussein. Demikian
diumumkan pada akhir pertemuan tiga hari antara mantan prajurit dan
anggota oposisi Irak di London, Inggris. Mayor Jenderal Tawfiq
al-Yassiri diangkat sebagai ketua dewan jenderal yang beranggotakan
15 orang. Al-Yassiri pernah memimpin pemberontakan terhadap Saddam
tahun 1991. Bersama dewan yang dipimpinnya Al-Yassiri akan
mengorganisir pemberontakan terhadap Saddam Hussein dari dalam Irak
sendiri. Mereka tidak keberatan apabila bekerja sama dengan Amerika
Serikat, namun menyatakan tetap akan menjaga jarak dengan Paman Sam.
Presiden Amerika Serikat, George W. Bush pekan lalu menegaskan
berbuat apa pun yang ada pada wewenangnya untuk menjatuhkan rezim
Saddam Hussein.


* KASHMIR DILANDA PEMOGOKAN

Orang-orang Hindu di negara bagian Kashmir, India, melakukan
pemogokan kerja untuk memprotes serangan berdarah Sabtu lalu, yang
menewaskan 28 orang. Tokoh-toko dan pabrik-pabrik di ibukota Jammu
berhenti tutup. Diharapkan pemogokan ini hanya akan berlangsung selam
sehari. Pemerintah New Delhi tengah merundingkan jawaban terhadap
serangan kalangan Islam fundamentalis itu. Akibat serangan di wilayah
kumuh ibukota Jammu masih terdapat 20 orang Hindu lain yang cedera.
Ini merupakan serangan terhebat dalam dua bulan, yang mengakibatkan
tegangnya hubungan antara India dengan Pakistan. Walau pun Pakistan
sudah mengecam keras serangan ini, tetapi seperti biasa, India tidak
terkesan.


* AMERIKA TIDAK SETUJUI PEMBENTUKAN NEGARA KURDI MERDEKA

Amerika Serikat tidak bisa menerima pembentukan negara Kurdi di Irak
Utara. Demikian tandas Wakil Menteri Pertahanan Amerika Paul
Wolfowitz di Istanbul, Turki. Wolfowitz menyatakan pembentukan sebuah
negara Kurdi akan mengguncang stabilitas di kawasan. Dikatakan warga
Kurdi di Irak bisa memahami pendapatnya. Wolfowitz mengadakan
kunjungan selama empat hari ke Asia Tengah. Hari ini ia bertolak ke
Afganistan. Kemudian kembali ke Ankara, Turki. Kunjungan Wolfowitz
ini meningkatkan spekualsi bahwa Amerika Serikat memang berencana
untuk menyerang Irak.


* PETANI MEKSIKO AKHIRI PENYANDERAAN PEJABAT PEMERINTAH

Penyanderaan pegawai negeri dan polisi Meksiko oleh kaum petani yang
sudah berlangsung selama empat hari telah berakhir. Pemerintah
Meksiko membebaskan puluhan petani. Mereka ditangkap karena memprotes
pembentukan bandar udara internasional baru Meksiko. Sebagai jawaban
kaum petani menyandera 15 pejabat pemerintah. Beberapa sandera masih
ditahan sampai petani-petani terakhir meninggalkan rumah sakit di
mana mereka dirawat akibat luka-lukanya. Pemerintah Meksiko ingin
membangun sebuah bandar udara baru di sekitar Meksiko-City, setelah
mengosongkan tanah kaum petani. Namun para penduduk kawasan itu
menentang keras rencana ini. Presiden Meksiko Vicente Fox mengimbau
supaya dilangsungkan perundingan, namun juga menyatakan pembangunan
bandar udara tidak dapat ditunda-tunda lagi.


* ZIMBABWE USIR WARTAWAN AMERIKA

Wartawan Amerika Andrew Meldrum harus meninggalkan Zimbabwe dalam 24
jam. Segera setelah dibebaskan dari tuduhan menyebarkan berita
bohong, dicabutlah ijin tinggal wartawan yang sudah 20 tahun tinggal
dan bekerja di Zimbabwe ini. Mei lalu Meldrum ditahan karena dituduh
melanggar undang-undang media yang diberlakukan oleh Presiden Robert
Mugabe. Undang-undang ini menjatuhkan hukuman maksimal dua tahun
kalau seorang wartawan dinyatakan mewartakan informasi yang tidak
benar. Tetapi hari ini pengadilan membebaskan Meldrum dari tuduhan
itu. Dipastikan masih terdapat 10 wartawan lain yang didakwa
melanggar undang-undang media baru itu.


* Euro bernilai sama dengan dolar


Hari ini, untuk pertama kalinya dalam dua tahun, mata uang Uni Eropa
euro persis sama nilainya dengan dolar. Karena ketidakpastian pada
perekonomian Amerika dan prakiraan suram bursa saham Wall Street,
sejak April lalu dolar Amerika terus turun nilainya. Selain itu,
skandal pembukuan yang terungkap pada perusahaan-perusahaan Amerika
membuat pada bulan-bulan terakhir ini para pembeli saham makin
hati-hati dalam bertindak. Mata uang Eropa euro diperkenalkan tiga
tahun silam dengan kurs satu dolar 17 sen. Pada bulan Februari 2000
nilai euro turun di bawah satu dolar. Setahun kemudian euro mencapai
tingkat terendah terhadap dolar, yaitu 85 sen.


* WAKIL RAKYAT KOK MALAH MAIN UANG

Bambang DH Walikota Surabaya, kota terbesar kedua Indonesia diberi
mosi pemecatan oleh Dewan Perwakilan Rakyat tingkat dua karena
menolak memberi pertanggungjawaban atas jabatan yang baru
disandangnya satu bulan. Menurut Anshori dari LBH Surabaya hal
tersebut lebih karena para anggota terhormat DPRD tingkat dua
Surabaya memeras walikota. Indonesia bisa hancur karena praktek ini,
tegas Anshori.

Anshori [A]: Kita bisa melihat bahwa legalitas permintaan
penyempurnaan dan pertanggungjawaban tersebut kurang kuat, karena
bagaimanapun pertanggungjawaban itu harus memenuhi duapertiga dari
anggota dewan yang hadir itu harus dari empat fraksi. Padahal kita
melihat bahwasanya satu fraksi sudah menerima. Dengan demikian
penolakan itu tidak sah dan tidak ada, sehingga Bambang DH dalam hal
ini tidak perlu secara legal  menyampaikan penyempurnaan
pertanggungjawaban. Itu yang pertama.

Kemudian yang kedua kita harus melihat sebenarnya siapa yang harus
melakukan dan menerima konsekuensi pertanggungjawaban tahun anggaran
2001. Karena tahun anggaran 2001 yang jadi walikota pada saat itu
adalah Sunarto, sehingga yang harus mempertanggungjawabkan adalah
Sunarto.

Dan yang ketiga kita melihat bahwasanya batas kewenangan DPRD untuk
memperhitungkan kepala daerah itu baru sebatas mengusulkan, sehingga
keputusan finalnya ada di menteri dalam negeri.

Radio Nederland [RN]: Menurut Anda sebenarnya apa di balik ini semua?

A: Saya sepakat sebenarnya tidak ada mendung, tidak ada petir, tidak
ada hujan tiba-tiba Bambang DH yang baru menjabat satu bulan kemudian
dilengserkan dengan usulan pemberhentian tersebut. Saya bisa baca
bahwasanya ini tidak lebih dari sebuah rekayasa, permainan,
mengada-ada yang ujung-ujungnya bisa kita prediksi bahwasanya memang
untuk persoalan-persoalan pemilihan pertanggungjawaban walikota di
mana pun, waktu pemilihan maupun pertanggungjawaban kepala daerah itu
selalu dijadikan sebagai proyek oleh DPRD.

Bisa saja Bambang DH ini diterima pertanggungjawabannya dengan
catatan ada beberapa pos-pos tuntutan yang harus dipenuhi oleh DPRD
gitu tidak menutup kemungkinan. Apalagi kalau sampai Bambang DH itu
dijatuhkan dan dikabulkan oleh pemerintah, maka ini menjadi proyek
besar bagi DPRD untuk mengadakan pemilihan kepala daerah di
kesempatan berikutnya dan itu pun ujung-ujungnya juga menjadi sebuah
proyek yang tidak kalah pentingnya untuk dicermati setiap kali ada
pemilihan walikota itu senantiasa diwarnai dengan money politic.

RN: Bahasa kasarnya DPRD ini memeras uang begitu ya.

A: Betul. Kalau pemerasan bahasa-bahasa yang kriminal begitu memang
ini bisa dirasakan akan tetapi memang sulit dibuktikan, karena memang
permainan-permaian mereka sangat sistemik dan licik sekali, sehingga
untuk mengatakan ini sebagai pemerasan itu sulit dibuktikan. Akan
tetapi sangat tercium bau dan mudah dirasakan sekali. Mereka
sebenarnya bukan wakil rakyat tetapi politisi recehan, yang semuanya
diorientasikan kepada kepentingan money, kepentingan uang,
kepentingan pragmatis dan oportunis itu aja.

DPRD itu kan memang bukan wakil rakyat. DPRD itu cenderung wakil
fraksi, wakil partai politik yang mengedepankan kepentingan pribadi,
personal maupun politik dengan golongan partai politik itu sendiri.
DPRD sekarang kan menjadi institusi sarang tikus. Tikus korupsi, yang
dulu itu banyak dilakukan oleh eksekutif, nampaknya sekarang
berimbang. Bahkan jauh dominan juga bahwa tikus-tikus korupsi itu ada
di Dewan Perwakilan Rakyat, baik di pusat maupun di daerah. Apabila
keputusan DPRD Surabaya ini dikabulkan, dalam hal ini pemerintah
mengabulkan pemberhentian Bambang DH, maka ini menjadi preseden buruk
bagi daerah-daerah yang lain.

Dengan demikian sangat mudah sekali untuk melakukan penjatuhan pada
kepala daerahnya. Dan itu ujung-ujungnya adalah proyek-proyek yang
berbau KKN berbau money politic begitu, sehingga pada saatnya tunggu
saja kehancuran Indonesia ini diakibatkan oleh praktek-praktek KKN,
korupsi kolusi nepotisme, maupun money politic yang dilakukan oleh
wakil rakyatnya sendiri.

Demikian Anshori, LBH Surabaya.


* HANYA DITUNTU 15 TAHUN PENJARA, DIKHAWATIRKAN TOMMY SOEHARTO BISA
BEBAS


Hutomo Mandala Putra alias Tommy Suharto hanya dituntut 15 tahun
penjara kendati didakwa membunuh, memiliki senjata api dan bahan
peledak serta buron satu tahun. Sedangkan kaki tangannya justru
dituntut seumur hidup, jauh lebih lama dari Tommy si otak pelaku
pembunuhan Hakim Agung Syafiuddin Kartasasmita. Hendardi, ketua Pusat
Bantuan Hukum dan Hak Asasi Indonesia menyebut tuntutan itu cuma
sandiwara belaka. Ia berharap publik Indonesia melakukan tekanan
terhadap penguasa agar mereka yang terlibat jangan sampai lolos.

Hendardi: Kasus Tommy ini sendiri agak ganjil karena orang-orang yang
melakukan eksekusi atas hakim agung itu, dua orang itu dituntut
hukuman seumur hidup, sementara orang yang memberikan motivasi atau
mempunyai kepentingan bagi pembunuhan itu sendiri dituntut hukuman
lebih rendah. Yah ini jelas merupakan suatu pertanyaan. Tetapi yang
lebih penting sebetulnya, sekalipun dia dituntut lebih rendah hanya
15 tahun, namun itupun tidak jaminan nanti di pengadilan akan divonis
kerangka waktu sekitar itu. Mungkin menurut saya malah jauh lebih
rendah atau bahkan bisa dibebaskan oleh majelis hakim.

Ini dugaan saya bagian skenario untuk semacam memberikan kesenangan
pada publik tetapi sebetulnya pada gilirannya dia bisa jadi akan
divonis bebas ya. Atau divonis kecil ya. Atau katakanlah di
pengadilan negeri dia bisa saja divonis dalam waktu yang mencukupi
tapi nanti dalam pengadilan tinggi itu sangat bergantung pada situasi
politik

Radio Nederland [RN]: Mungkin perbedaannya adalah kedua terdakwa lain
bukan anak Soeharto. Ini Tommy anak Soeharto. Jadi masih cukup kuat
begitu.

Hendardi: Saya kira iya. Tapi faktor-faktor politik di sini sangat
berpengaruh pada persoalan hukum sehingga itu lebih mempengaruhi
ketimbang faktor-faktor fairness atau semacam itu. Saya kira ini
lebih banyak begitu. Dan di dalam perkara Tommy ini kan kita sudah
lihat banyak lubang-lubang, banyak apa yang sengaja diciptakan baik
si jaksa, hakim dan aparat hukum di sana. Untuk memberikan ruang
lebih besar lolos untuk Tommy sendiri.

Dan ini saja untuk kepentingan sesaat. Misalnya divonis pengadilan
negeri dia cukup besar. Katakanlah 10 tahun atau 15 tahun ya. Tapi
dia kemudian tidak segera masuk. Misalnya. Bisa saja begitu nanti
dipengadilan tinggi dibebaskan atau semacamnya. Ini kan sudah sering
terjadi hal-hal semacam ini. Jadi kita jangan cepat terbuai
sebetulnya pada proses peradilan di awal-awal.

RN: Tapi ini lebih karena apa Mas Hendardi. Apa karena petugas hukum
kita masih takut dengan nama besar Soeharto atau uang?

Hendardi: Ya karena Suharto harus diakui, Cendana, adalah salah satu
bagian pusat kekuasaan yang masih ada hingga sekarang. Pusat
kekuasaan kan sekarang sudah menyebar di mana-mana. Ya tentu untuk
bergesekan dengan pusat kekuasaan seperti Cendana, Megawati harus
menghitung banyak hal di dalam kekuasaannya untuk Megawati sendiri.

RN: Jadi anda melihat ini lebih kepada faktor Soeharto bukan karena
uang?

Hendardi: Bisa saja faktor uang, tetapi politik juga ikut menentukan.
Penyelesaian kasus-kasus politik semacam ini seringkali kan juga
begitu ada kompromi-kompromi politik dibalik ini sebetulnya. Tetapi
pada dasarnya itikad untuk menghukum Tommy rendah atau meloloskan dia
dari hukum sudah tampak dari awal persidangan ini sebetulnya. Mulai
dari penanganan dari kepolisian, penangkapan dan lain-lainnya gitu.

RN: Kita lihat sistem pengadilan tidak mampu menyentuh Soeharto dan
teman-temannya orang cendana semua itu, ya rakyat Indonesia harusnya
berbuat apa?

Hendardi: Ya ini hanya menggenapi kefrustasian. Suatu akumulasi dari
kefrustasian masyarakat memang. Masyarakat sendiri belum cukup kuat
jadi terus menerus dimanipulasi oleh para pimpinan-pimpinan politik.
Ya tetapi ini tokh ada waktunya saya kira. Ya orang juga tidak selalu
akan bersikap bodoh saya kira dan tidak melawan. Saya kira gejala
semacam itu juga sudah menampakan. Apalagi kalau ditambah dengan
berbagai peristiwa terakhir misalnya penggunaan berbagai pasal-pasal
karet kembali, peran militer yang begitu besar, perkara korupsi tak
pernah bisa dituntaskan...

RN: Ya kalau begitu rakyat Indonesia bikin peradilan sendiri saja ya
Mas Hendardi?

Hendardi: Gagasan-gagasan seperti itu sebetulnya sudah mulai muncul
dengan mahkamah rakyat dan lain-lain. Sebenarnya itu wujud akumulasi
frustasi publik Indonesia.

RN: Kira-kira prediksi anda kedepan Tommy dan ayahnya ini bisa
disentuh hukum?

Hendardi: Itu sangat bergantung pada situasi politik. Maksud saya
begini. Kalau tekanan publik kurang, ini akan justru dipakai untuk
meloloskan dia. Itu sangat bergantung pada itu. Kalau ada tekanan
politik dari publik yang cukup kuat terhadap perkara-perkara semacam
ini, dia akan usahakan mengulur waktu memberikan konsumsi atau
gula-gula kepada publik lebih dahulu, ketika dilihat tekanan publik
melemah lagi dia akan loloskan lagi. Selalu begitu dan polanya selalu
sama saya kira.

Demikian Hendardi, Ketua Pusat Bantuan Hukum dan Hak asasi Indonesia


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke