---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Jumat 13 Desember 2002 15:50 UTC



** ABU BAKAR BA'ASYIR: AUSTRALIA AKAN DIHANCURKAN JIKA SERANG NEGARA
NEGARA JIRAN

** KORUT MINTA SEGEL DAN KAMERA PENGAMAN DI INSTALASI NUKLIRNYA
DILEPAS

** UNI EROPA RUNDINGKAN KEANGGOTAAN TURKI DESEMBER 2004

** TOPIK GEMA WARTA: APARAT KEAMANAN DAN CATATAN KEKERASAN TAHUN 2002

** TOPIK GEMA WARTA: JEMAAH ISLAMIYAH DEKAT DENGAN DEKAT DENGAN TNI
MUNGKINKAH ITU?



* ABU BAKAR BA'ASYIR: AUSTRALIA AKAN DIHANCURKAN JIKA SERANG NEGARA
NEGARA JIRAN

Amirul Majelis Mujahidin Indonesia, Abu Bakar Ba'asyir,
memperingatkan Australia bahwa negara itu akan dihancurkan dan
terseret ke dalam perang jika menyerang negara-negara tetangganya
dicurigai jadi sarang teroris. Peringatan Ba'asyir dilaporkan oleh
koran Australia The Sydney Morning Herald. Ini adalah reaksi atas
pernyataan Perdana Menteri Australia John Howard, yang menyatakan
siap menyerang negara-negara yang diduga jadi tempat direncanakannya
aksi teror terhadap Australia.

Namun, pembuatan undang-undang anti teror di Australia tampaknya kini
mengalami kelambatan. Parlemen Australia tidak setuju dengan usul
pemberian kewenangan yang lebih luas pada dinas rahasia.

Saat ini Abu Bakar Ba'asyir ditahan karena diduga terlibat dalam
beberapa kasus pemboman gereja tahun 2000 silam dan rencana
pembunuhan Presiden Megawati.


* KOREA UTARA MINTA SEGEL DAN KAMERA PENGAMAN DI INSTALASI NUKLIRNYA
DILEPAS

Korea Utara minta Badan Atom Internasional, IAEA, untuk melepaskan
segel dan kamera pengaman di seluruh instalasi nuklir Korea Utara.
Permintaan ini menyusul pernyataan Korea Utara sebelumnya untuk
menghidupkan lagi sejumlah proyek tenaga nuklirnya.

Sebagai reaksi atas permintaan tersebut, Badan Atom Internasional
menyerukan agar Korea Utara tidak melepas segel dan kamera pengaman
secara sepihak. Selain itu, Korea Utara juga didesak untuk tetap
mematuhi perjanjian tahun 1994 dengan Amerika Serikat. Perjanjian itu
mewajibkan Korea Utara untuk menghentikan dan pada akhirnya menutup
proyek-proyek nuklirnya.

Ketegangan antara Korea Utara dan Amerika Serikat kian memburuk
setelah sebuah kapal komersial Korea Utara yang mengangkut peluru
kendali Scud dicegat dan diperiksa di dekat pesisir Yaman.
Pemeriksaan ini dilakukan atas desakan Amerika Serikat. Akibatnya,
Korea Utara menuduh Amerika Serikat melakukan pembajakan dan menuntut
permintaan maaf.


* UNI EROPA RUNDINGKAN KEANGGOTAAN TURKI DESEMBER 2004

Uni Eropa memutuskan untuk mulai merundingkan keanggotaan Turki bulan
Desember 2004 mendatang. Para kepala negara anggota Uni Eropa sepakat
tentang hal ini dalam konferensi tingkat tinggi yang berlangsung di
ibukota Denmark, Kopenhagen.

Dalam dua tahun mendatang, akan dievaluasi apakah Turki memenuhi
kriteria Eropa khususnya dalam masalah perlindungan Hak Azasi
Manusia. Jika Turki memang memenuhi syarat, maka perundingan masuknya
Turki ke Uni Eropa dapat segera dilakukan.

KTT Uni Eropa yang dimulai Kamis malam, sangat didominasi oleh
pembicaraan tentang masuknya 10 anggota baru tahun 2004 mendatang.
Ini adalah pemekaran yang terbesar dalam sejarah Uni Eropa.
Diharapkan perundingan keanggotaan ke 10 negara tersebut dapat
diselesaikan secara definitif dalam KTT di Kopenhagen.

Polandia sebagai salah satu calon negara anggota masih berusaha
melobby bantuan keuangan yang lebih besar, khususnya untuk sektor
pertanian. Saat ini para anggota Uni Eropa memutuskan untuk
menyediakan subsidi sebesar 40 juta Euro bagi  ke 10 negara anggota
baru hingga tahun 2006. Hari ini, Perdana Menteri Denmark akan
membicarakan tawaran ini dengan Perdana Menteri Polandia.


* AMERIKA SERIKAT SODORKAN BUKTI INSTALASI NUKLIR RAHASIA DI IRAN

Amerika Serikat menyodorkan bukti bahwa Iran membangun dua instalasi
nuklir secara rahasia. Kedua instalasi itu dicurigai sebagai tempat
pembuatan senjata nuklir. Hal ini dilaporkan oleh CNN berdasar
wawancara dengan pejabat pemerintah Amerika.

Dilaporkan bahwa dua instalasi nuklir yang berlokasi di di kota Atanz
dan Arak itu tampak dalam foto yang dibuat oleh satelit bulan
September silam. Badan Atom Nasional menyebutkan bahwa sudah lama ada
rencana untuk memeriksa kedua instalasi tersebut, namun selalu
dilarang oleh Iran. Duta Besar Iran di PBB, Javad Zarif, membantah
tuduhan bahwa negaranya punya proyek pengembangan nuklir. Ia
mengatakan bahwa Iran menggunakan instalasi nuklir untuk keperluan
sipil.


* PEMILU PARLEMEN DI GUJARAT BERJALAN TENANG

Pemilihan Umum di negara bagian Gujarat yang terletak di wilayah
barat India berjalan tanpa kerusuhan berarti. Sebelumnya sangat
dikuatirkan akan terjadi kekerasan. Selama berbulan-bulan, persaingan
untuk memperoleh suara disertai dengan bentrokan berdarah antara
kelompok Muslim dan Hindu yang menewaskan lebih dari 1000 korban.
Sebagai upaya pengamanan, polisi melakukan penahan besar-besaran.

Hasil resmi pemilu masih belum keluar namun jajak pendapat
menunjukkan kemenangan besar partai Hindu yang memerintah yaitu
partai BJP. Partai ini mengalahkan partai Kongres yang jadi oposisi
secara telak. Hasil Pemilu merupakan parameter penting bagi
popularitas koalisi partai Hindu dalam pemerintah pusat India. Hasil
akhir pemilu akan diumumkan Ahad depan.


* UNDANG UNDANG DARURAT PENAHANAN KURIR NARKOBA DIPERPANJANG

Mayoritas anggota parlemen Belanda setuju untuk memperpanjangan
berlakunya undang-undang darurat tentang penahanan kurir narkoba
selama dua tahun berikut. Usul perpanjangan ini diajukan oleh Menteri
Kehakiman Belanda Piet Hein Donner.

Menkeh Belanda mengatakan bahwa pemecahan problem secara struktural
masih belum ditemukan. Oleh sebab itu UU darurat tersebut masih
diperlukan. UU darurat tersebut antara lain mengijinkan penggunaan
barak militer sebagai penjara sementara dan penempatan lebih dari
satu orang tahanan  dalam satu sel.

UU darurat ini diberlakukan awal tahun ini setelah diketahui bahwa
para kurir pembawa narkoba terpaksa dibebaskan di Bandara Udara
Schiphol Amsterdam karena kekurangan sel untuk menahan mereka.


* PARLEMEN NIKARAGUA TARIK KEKEBALAN HUKUM MANTAN PRESIDEN ARNOLDO
ALEMAN

Parlemen Nikaragua menarik kekebalan hukum bagi mantan presiden
Arnoldo Aleman. Diperkirakan mantan presiden itu akan segera
ditangkap. Penarikan kekebalan hukum itu dilakukan karena Aleman
dituduh melakukan penggalapan dan korupsi besar-besaran. Sepanjang
masa kekuasaannya dari tahun 1997 hingga Januari tahun ini, Aleman
diduga menggelapkan uang negara sebanyak 100 juta dolar. Bulan
Agustus silam Aleman secara resmi dinyakatan sebagai tersangka


* APARAT KEAMANAN DAN CATATAN KEKERASAN TAHUN 2002

Tahun kegagalan berdamai dengan keadilan, itulah catatan untuk tahun
yang segera berakhir ini, 2002.  Berbagai kasus kekerasan dan
pelanggaran hak asasi manusia  masih saja  berlangsung di berbagai
wilayah di Indonesia sepanjang tahun ini. Usman Hamid, juru bicara
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, Kontras,
mengungkapkan tingginya tingkat pelanggaran hak-hak asasi manusia di
berbagai wilayah Indonesia. Selama tahun ini menurut Usman ada 787
kasus pelanggaran HAM dengan  jumlah korban tewas  sebanyak 1806
jiwa.

Usman Hamid: Antara lain di Aceh sebanyak 776 peristiwa dengan jumlah
korban sebanyak 1771 jiwa,  Sumatera satu kasus dengan korban 32
jiwa. Seputar Bali, NTB dan NTT termasuk ledakan 12 Oktober dengan
jumlah korban lebih dari 200 jiwa. Sulawesi sebanyak tiga  peristiwa
dengan jumlah korban lima  jiwa. Maluku sebanyak empat  kasus dengan
jumlah korban 19 jiwa. Dan Papua sebanyak satu kasus dengan korban
dua  jiwa. Seluruh korban di sini meninggal atau tewas.

Usman juga mengatakan tindak pelanggaran HAM itu terbanyak justru
dilakukan oleh aparat TNI dan polisi. Sebanyak 313 peristiwa
pelanggaran HAM dilakukan oleh polisi dan TNI, dengan korban sebanyak
lebih dari 800 orang. Selain keterlibatan militer dan polisi, 52
kasus dilakukan kelompok bersenjata dan memakan korban 120 jiwa.
Sementara 131 peristiwa pelanggaran HAM  sampai saat ini tidak
diketahui siapa  pelakunya dengan korban sebanyak hampir 200 jiwa.

Kalangan TNI langsung menolak disebut sebagai pelanggar hak-hak asasi
manusia yang terbanyak. Kepala Dinas Penerangan Umum Markas Besar TNI
Dj Nachrowi  justru mempertanyakan data yang dimiliki Kontras.
Nachrowi juga membantah TNI menimbulkan korban akibat pelanggaran HAM
di Aceh.

Dj Nachrowi: Yang di Aceh itukan operasi pemulihan keamanan yang
dilakukan oleh Polri. Di mana TNI sifatnya membantu. Kalau di dalam
kegiatan operasional pemulihan keamanan itu terjadi kontak senjata
dengan separatis saya kira harus dibedakan. Kalau kami mengatakan
kalau memang itu gerakan separatis bersenjata lalu dia tembak senjata
saya pikir kalau ada yang meninggal dan luka itu bukan pelanggaran
HAM. Kontras terlalu berpikir sempit bukan melihat sesuatu yang
kepentingan bangsa dan negara ini.

Nachrowi bahkan menduga kelompok-kelompok tertentu yang menuding TNI
seperti ini bermaksud untuk menjatuhkan korps baju hijau itu.

Tingginya angka kekerasan juga dibenarkan oleh Ketua Komisi Nasional
Hak-Hak Asasi Manusia Abdul Hakim Garuda Nusantara. Menurutnya,
kondisi ini terjadi karena perlindungan hak untuk hidup warga negara
masih memprihatinkan di Indonesia.

Abdul Hakim Garuda Nusantara : Saya rasa memang benar kekerasan masih
terjadi di mana-mana terutama di daerah konflik seperti di Aceh. Tapi
di Jakarta juga terjadi kekerasan, di Bali kemarin dengan peristiwa
bom. Ya memang nampaknya perlindungan nyawa manusia yang dalam hal
ini berkaitan dengan hak untuk hidup memang masih memprihatinkan.

Angka pelanggaran HAM yang tinggi tahun ini menurut Abdul Hakim
merupakan akibat kurangnya penanganan hukum pada kasus-kasus yang
terjadi sebelumnya. Masih terlalu banyak para pelanggar HAM yang
berdiri di atas hukum. Karena itu Komisi Nasional Hak Asasi Manusia
akan mendesak pemerintah segera menyelesaikan penanganan hukum
terhadap kasus-kasus  tindak pelanggaran HAM yang sudah lama terjadi
seperti kasus Tanjung Priok,  kasus Abepura dan 27 Juli.

Sementara itu, pemerintah juga mengakui kurangnya perhatian negara
dalam soal hak-hak asasi manusia. Staf ahli Departemen Kehakiman dan
Hak-Hak Asasi Manusia Oka Mahendra mengakui bahwa Indonesia memang
baru memperhatikan persoalan HAM sekitar tahun 1990an. Karena itulah
penegakan HAM masih terkesan baru dan membutuhkan banyak pembenahan.

Oka Mahendra: Perhatian kita terhadap HAM kan baru sekitar tahun
1990-an. Peradilan HAM kita baru punya. Kemudian Undang undang HAM
juga baru kita bentuk beberapa tahun terakhir ini. Tentunya
implementasi satu peraturan itukan memerlukan sosialisasi serta
aparat yang profesional. Nah inilah salah satu persoalan yang masih
harus kita hadapi.

Karena itulah Oka mengatakan instansinya akan terus membenahi
berbagai hal dalam penegakan hak-hak asasi manusia, baik dari segi
perundang-undangan maupun sumber daya manusianya.

Sistem peradilan Indonesia memang belum mendukung jalannya proses
penegakan HAM. Bahkan sering mengecewakan rasa keadilan. Terutama
pada kasus-kasus yang melibatkan militer. Ini bukan cuma dari masa
lalu seperti kasus Tanjung Priok atau 27 Juli. Yang baru saja
berlalu, pengadilan  Ad Hoc HAM Timor Timur juga memvonis bebas semua
terdakwa kalangan militer dan polisi. Makin kelihatan bahwa kalangan
ini memang selalu tak terjangkau hukum. Sehingga mereka disebut
pelanggar HAM utama. Makanya kedamaian juga tak kunjung menyejukkan
Indonesia.

Tim Liputan 68H Jakarta melaporkan untuk Radio Nederland di Hilversum


* JEMAAH ISLAMIYAH DEKAT DENGAN DEKAT DENGAN TNI MUNGKINKAH ITU?

Sidney Jones, direktur ICG International Crisis Group on Indonesia
tidak yakin kalau Abu Bakar Ba'asyir dapat dibebaskan dalam waktu
dekat. Menurutnya ada cukup bukti keterlibatan Ba'asyir dalam
pemboman di malam Natal tahun 2000. Waktu itu, pelbagai pemboman
diotaki oleh Jamaah Islamiyah dengan tokoh utamanya Abu Bakar
Ba'asyir. Menariknya, Jones juga menyinggung bahwa ada seorang
jenderal TNI yang berhubungan dengan tokoh Jamaah Islamiyah, walau
pun tidak langsung. Ikuti keterangan direktur ICG Sidney Jones kepada
Radio Nederland:

Sydney Jones [SJ]: Saya kira siapa saja otaknya pasti dekat dengan
Hambali. Jadi kemungkinan besar bahwa otaknya di luar Indonesia. Tapi
jumlah orang setingkat Hambali cuma sedikit saja.

Radio Nederland [RN]: Dengan demikian menurut anda tidak ada alasan
untuk lebih lanjut menahan Abu Bakar Ba'asyir?

SJ: Saya tidak bilang begitu, tapi saya bilang di dalam laporan itu
bahwa pasti dia tahu sebelumnya tentang rencana aksi-aksi Jemaah
Islamiyah, karena sudah ada bukti tentang pertemuan dan nggak mungkin
bahwa rencana itu tidak dibahas sebelumnya. Kita nggak tahu apa
secara terperinci pemboman Bali dibahas di dalam rapat itu, tetapi
bahwa pemboman malam natal sudah jelas.

RN: Di bagian lain pada laporan anda, anda juga mengatakan bahwa
selama ini, serangan Jemaah Islamiyah itu hanya diarahkan terhadap
orang-orang Kristen. Dan Bali merupakan sesuatu yang baru, karena
arahnya adalah orang-orang Amerika, pokoknya orang-orang Barat.

SJ: Yang menarik dalam penelitian kami, sudah jelas bahwa Maluku dan
Poso menjadi sasaran Jihad, jadi secara sengaja orang yang mau
direkrut ke aksi-aksi kekerasan diperlihatkan VCD tentang Poso dan
Maluku. Bagaimana ada pembantaian orang Muslim di sana, akibatnya
adalah untuk menciptakan semacam kemarahan terhadap orang Kristen.
Bukan hanya orang kristen Indonesia saja yang dibenci, tapi tentu
saja orang Indonesia lebih dekat dan lebih gampang untuk menjadikan
sasaran.

Tapi begitu konflik di Maluku dan Poso sudah mulai berkurang,
ditambah dengan permulaan perang terhadap terorisme rupanya bahwa
mulai berubah sasaran kemarahan JI.

RN: Kalau begitu apakah berarti bahwa orang-orang Barat yang berada
di Indonesia sekarang harus khawatir akan ada kelanjutan yang
lain-lainnya?

SJ: Sulit bagi kami untuk menganalisa apakah sekarang ini kekuatan JI
masih  tetap sama dengan sebelum orang-orang ditangkap seperti Imam
Samudra atau orang macam Mukhlas. Yang kami ingin melihat lebih jauh
siapa yang direkrut JI, caranya bagaimana dan apa motivasinya. Dan
motivasinya adalah membalas dendam atas apa yang terjadi di Maluku
dan Poso.

Dan yang menarik untuk kami bagaimana dua tempat itu mengganti
Afganistan atau Filipina selatan sebagai tempat latihan. Jadi kalau
pada pertengahan tahun 1980an, orang-orang yang dekat dengan Abu
Bakar Ba'asyir dan Abdullah Sungkar dikirm ke Afganistan untuk
mendapat semacam pengalaman pertempuran, selama dua tiga tahun
belakangan ini justru yang muda dalam kalangan ini dikirim ke Maluku
dan Poso.

RN: Yang menarik juga dalam laporan itu anda menyingung hubungan
antara Jemaah Islamiyah dan TNI. Atau pihak-pihak dalam TNI. Karena
keduanya sama-sama menentang GAM. Ini bisa dijelaskan lebih lanjut?

SJ: Kami tidak menuduh TNI ikut dengan pemboman atau mendukung JI
dengan aksi-aksi macam itu. Hanya yang kami lihat ada orang-orang
dari Aceh yang, atau ikut dengan JI, atau dekat dengan JI. Baik yang
tinggal di Malaysia mau pun yang tinggal di sini di Indonesia, yang
pernah kerja dengan Kopassus atau pernah menerima semacam bantuan
finansial dari orang-orang di TNI.

Waktu kami menyelidiki kasus pemboman malam natal di Medan, jelas
bahwa tiga orang yang ditangkap semuanya ada hubungannya dengan GAM
murni yaitu GAM yang taat dengan Hasan di Tiro di Swedia. Tapi semua
orang Aceh yang bekerja dengan Jemaah Islamiyah, adalah orang yang
dekat dengan MP GAM, fraksi yang melawan Hasan di Tiro. Dan kami juga
bisa melihat bahwa ada kepentingan TNI untuk menangkap GAM dan
menuduh mereka ikut dalam pemboman malam natal. Tetapi nggak masuk
akal sama sekali bahwa GAM terlibat dengan pemboman gereja. Itu nggak
pernah terjadi.

Jadi kalau kita gali sedikit lebih dalam, jelas bahwa ada hubungan
baik secara pribadi maupun komunikasi HP dan sebagainya antara antara
orang yang kenal dengan orang yang jadi koordinator pemboman malam
natal dan orang yang dekat dengan TNI. Kita nggak bisa bilang bahwa
TNI terlibat dengan aksi-aksi itu, tidak ada bukti sama sekali yang
menuju ke situ. Hanya bahwa orangnya yang dekat dengan JI, sama-sama
dekatnya dengan orang di tingkat Kopassus.

RN: Tetapi mereka kan memperoleh latihan dari TNI?

SJ: Kita nggak bilang bahwa mereka sudah dapat latihan dari TNI, ada
satu orang yang dulu dibina oleh Kopassus sudah ditangkap di Aceh
tahun 1979, sejak saat itu dia dekat sekali dengan Sjafrie Sjamsuddin
yang saat ini jadi juru bicara atau ketua Puspen TNI di Jakarta. Jadi
agak aneh bahwa dia bisa begitu dekat dengan Sjafri Sjamsuddin. Juga
dia bilang kepada saya bahwa menganggap Hambali sebagai anak sendiri.


Tapi hubungannya dengan Hambali melalui hubungan keluarga dengan
Darul Islam. Tapi menurut saya paling sedikit ada indikasi bahwa
tentara mungkin tahu lebih banyak tentang strukur JI dari pada yang
dikasih tahu sebelumnya.

RN: Inikah alasan anda mengapa dalam laporan itu anda menganjurkan
supaya lebih membantu pihak polisi daripada membantu pihak BIN yang
kebanyakan memang dikuasai oleh TNI?

SJ: Antara lain. Tapi saya kira juga tepat sekali bahwa polisi
diperkuat sekarang ini karena ada bahaya dan ada kemungkinan bahwa
melalui perang terhadap teror ada peluang bagi TNI untuk
memperluaskan kegiatan intel di seluruh Indonesia. Dan sudah mulai
memang!

Tapi kalau Indonesia akan betul-betul berhasil dengan transisi kepada
demokrasi, yang harus terjadi adalah lembaga sipil yang diperkuatkan,
bukan yang militer.


Demikianlah Sidney Jones, direktur ICG International Crisis Group di
Jakarta.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke