---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Senin 30 Desember 2002 15:50 UTC



** KOLONEL YAYAT SUDRADJAT DIPUTUS BEBAS

** DUA PEREMPUAN WNA DIHUKUM DI ACEH

** ARROYO TIDAK IKUT PEMILU 2004

** TOPIK GEMA WARTA: VONIS DUA WARGA ASING DI ACEH, RI DINILAI TIDAK
BERITIKAD BAIK

** TOPIK GEMA WARTA: AKHIR TAHUN PUSAT PEMERINTAHAN INDONESIA PINDAH
KE BALI



* KOLONEL YAYAT SUDRADJAT DIPUTUS BEBAS

Hari ini, majelis hakim pengadilan HAM ad hoc di Jakarta membebaskan
Kolonel Yayat Sudradjat dari semua dakwaan. Kolonel Yayat Sudradjat
adalah komandan kopassus di Dili saat berlangsungnya jajak pendapat
kemerdekaan Timor Timur tahun 1999. Ia didakwa bersalah karena tidak
bisa mencegah serangan milisi pro Indonesia terhadap gereja Ave Maria
di Liquisa. Akibat serangan itu 22 warga Timor Timur tewas. Hingga
saat ini, pengadilan HAM di Jakarta memutus bebas sepuluh anggota
militer dan menghukum satu pejabat tinggi militer serta seorang warga
sipil.


* DUA PEREMPUAN WNA DIHUKUM DI ACEH

Sebuah pengadilan negeri di Aceh menjatuhi hukuman penjara selama
empat hingga lima bulan terhadap dua perempuan WNA yang didakwa
melanggar peraturan visa. Bulan September silam, dosen warga Inggris
dan perawat warga Amerika tersebut mengunjungi sebuah markas GAM.
Dosen warga Inggris itu mengajar di universitas Tasmania di
Australia. Ia sering menulis artikel tentang konflik antara tentara
RI dan pasukan GAM. Diperkirakan keduanya akan segera bebas karena
sudah ditahan beberapa bulan.


* ARROYO TIDAK IKUT PEMILU 2004

Presiden Filipina Gloria Arroyo secara mengejutkan menyatakan tidak
ikut dalam pemilu tahun 2004 mendatang. Ia tidak bersedia lagi
dipilih sebagai presiden. Menurut Arroyo, ia mengambil keputusan ini
karena terjadi perpecahan serius di antara penduduk Filipina. Ia
merasa tidak mampu mengakhiri perpecahan ini. Arroyo akan menggunakan
sisa masa jabatannya untuk pemulihan ekonomi.

Sebagai wakil presiden,  Arroyo mengambil alih kekuasaan dari
Presiden Estrada tahun 2001 silam. Saat itu, Estrada harus mundur
karena dituduh korupsi.


* PEMIMPIN OPOSISI DI KENYA DILANTIK JADI PRESIDEN

Hari ini di Kenya, pemimpin oposisi Mwai Kibaki dilantik jadi
Presiden baru. Jum'at silam Kibaki terpilih jadi presiden dengan
suara mayoritas mutlak. Dalam pidatonya Kibaki menyatakan bahwa
pemberantasan korupsi adalah tugas utamanya. Praktek korupsi, kolusi
dan nepotisme di Kenya merajalela semasa pemerintahan presiden Daniel
arap Moi. Hari ini, Moi akan meletakkan jabatannya setelah berkuasa
24 tahun. Dalam pemilu barusan, koalisi pelangi juga menang besar.
Kemenangan ini mengakhiri pemerintahan partai KANU yang berkuasa
sejak kemerdekaan Kenya tahun 1963.


* PENCARI SUAKA BAKAR LAGI PUSAT PENAHANAN DI AUSTRALIA

Para pencari suaka membakar lagi sebuah pusat penahanan di Australia.
Kebakaran ini adalah yang ketiga kalinya di sebuah pusat pencari
suaka. Para penghuni lembaga ini memprotes kebijakan pemerintah
Australia tentang nasib para pencari suaka. Mereka tidak setuju bahwa
para pencari suaka harus ditahan di sebuah pusat penahanan yang
terpencil sampai permintaan suaka mereka selesai diproses. Perdana
Menteri Australia John Howard mengatakan bahwa protes tersebut tidak
bakal mengubah kebijakan yang ada.


* RATUSAN REMAJA BELANDA DITAHAN KARENA MAIN PETASAN

Akhir pekan ini, ratusan remaja di kota Rotterdam dan Den Haag
ditahan karena main petasan sebelum waktu yang diijnkan. Para remaja
yang kebanyakan berusia di bawah 18 tahun dijatuhi hukuman kerja di
berbagai pelayanan masyarakat.

Di Belanda, petasan telah dijual secara resmi sejak hari Sabtu lalu,
namun baru boleh dinyalakan saat tahun baru. Di wilayah Rotterdam
saja peraturan ini sudah dilanggar oleh 300 remaja. Para pengecer
petasan juga sering melanggar peraturan penjualan petasan. Sebuah
perusahaan di kota Herleen ketahuan memiliki 500 kilo petasan lebih
banyak dari yang diijinkan. Pemilik perusahaan didenda lebih dari
1750 Euro dan petasannya dirampas.


* SCHRODER BERTEMU JIANG ZEMIN DAN HU JINTAO DI PEKING

Di Peking, Kanselir Jerman Gerhard Schroder melakukan pembicaraan
dengan Presiden Cina Jiang Zemin dan pemimpin baru Partai Komunis Hu
Jintao. Schroder mengunjungi Cina selama tiga hari. Sekalipun agenda
pembicaraan adalah hubungan dagang dan ekonomi, masalah Irak dan
proyek nuklir Korea Utara juga dibicarakan. Jerman adalah salah satu
dari sejumlah kecil negara yang punya hubungan diplomatik dengan
Korea Utara. Hingga kini, tidak ada penjelasan tentang hasil
pembicaraan.

Besok Schroder akan mengunjungi kota pelabuhan Shanghai di mana ia
akan naik kereta layang magnet bertenaga listrik yang pertama.
Bahan-bahan pembuatan kereta ini berasal dari Jerman. Jalan kereta
sepanjang 30 kilometer itu akan menghubungkan bandara udara dengan
pusat kota Shanghai. Cina mempertimbangkan untuk melakukan perluasan
proyek.


* KARYAWAN BANDARA UDARA PARIS MILIKI BOM SIAP PAKAI

Seorang karyawan bagian bagasi di Bandara Udara Charles De Gaulle,
Paris yang ditangkap akhir pekan lalu, ternyata punya bom yang siap
diledakkan. Dalam penangkapan itu juga ditemukan sejumlah besar
senjata api di mobil tersangka. Laki-laki keturunan Aljazair yang
berusia 27 tahun itu, masih ditahan di sebuah sel pasukan anti teror
Prancis. Tidak jelas apa yang direncanakannya dengan bom dan senjata
api tersebut.  Keluarga dan teman tersangka juga diperiksa polisi.


* TIGA DOKTER AS TEWAS TERTEMBAK DI YAMAN

Di sebuah rumah sakit Amerika di Yaman, tiga dokter warga Amerika
tewas tertembak dan seorang lagi cedera. Pelaku penembakan diduga
seorang muslim fundamentalis. Pura-pura sebagai pengunjung, penembak
masuk rumah sakit dan memberondong sejumlah dokter. Penembak segera
ditangkap dan diperiksa polisi.

Rumah sakit di Jibla didirikan oleh kelompok Babtis Amerika pada
akhir tahun 60-an. Rumah sakit ini punya staf medis Amerika. Di Jibla
juga terdapat universitas Islam fundamentalis Al Iman yang tahun lalu
ditutup sementara waktu.


* VONIS DUA WARGA ASING DI ACEH, RI DINILAI TIDAK BERITIKAD BAIK

Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan prioritas politik
pemerintah untuk tahun 2003 adalah menyelesaikan konflik Aceh. Ini
dikatakannya untuk menindaklanjuti perjanjian penghentian permusuhan
antara Gerakan Atjeh Merdeka, GAM dengan pemerintah RI yang
ditandangani 9 Desember lalu di Jenewa, Swiss. Bersamaan dengan itu
pengadilan Aceh justru menjatuhkan hukuman lima bulan dan empat bulan
penjara masing-masing terhadap Lesley McCulloh dan Joy Lee Sadler.
Dua warga asing yang ditangkap saat berkunjung ke Aceh itu divonis
melanggar undang-undang keimigrasian dan mengancam stabilitas
nasional. Rufriadi, pengacara dua perempuan asing tersebut melihat
putusan ini mengada-ada dan menunjuk bahwa sekali pun perjanjian
damai telah ditandatangani, sebenarnya penegakan hukum dan keadilan
di Aceh masih jauh dari harapan.

Rufriadi [R]: Kita dipersidangan sudah mendengar vonis hakim. Pertama
itu terhadap Lesley McCulloh, divonis lima bulan penjara. Kemudian
Joy Lee empat bulan penjara. Kita tim pengacara tetap  berpegang
teguh bahwa tidak ada yang bisa dipersalahkan terhadap keduanya
berdasarkan fakta-fakta di persidangan. Artinya apa yang terungkap
dalam proses persidangan semuanya tidak membuat mereka masuk ke dalam
jeratan bahwa telah melanggar ijin keimigrasian di Indonesia
khususnya di Aceh.

Jadi kita sangat kecewa sebenarnya dengan putusan tersebut. Keduanya
juga mengatakan sangat kecewa. Mereka mengatakan bahwa ini ada
dipaksakan. Lesley mengatakan ini ada pemaksaan agar sidang
dilaksanakan padahal bukti-bukti, fakta-fakta, keterangan saksi dan
barang bukti lainnya tidak ada yang mendukung.

Ada kelompok yang memaksa mereka mengikuti perintah dan sebagainya.
Dan Lesley dan Joy tidak dalam posisi untuk mengatakan tidak terhadap
perintah tersebut. Saya melihat bahwa ini tidak ada dasarnya kalau
misalnya vonis hakim tadi dikatakan bahwa mengganggu stabilitas
negara. Kalau ini tarikannya pada stabilitas negara situasi mana yang
membuat stabilitas Indonesia ini terganggu dengan kedatangan mereka
dengan kapasitas sebagai seorang turis.

Dan harus dikatakan bahwa kedatangan mereka ke Aceh Selatan itu tetap
dalam kapasitas sebagai kunjungan wisata.  Dan dalam fakta
persidangan diungkapkan oleh saksi ahli dari imigrasi bahwa Aceh
Selatan khususnya dan Aceh umumnya itu tidak tertutup, bukan daerah
tertutup untuk kunjungan wisata. Nah, kalau tidak daerah tertutup,
terbuka, apa yang bisa disalahkan dengan orang yang melakukan
aktivitas sebagai seorang turis. Saya pikir terlalu mengada-ada
mengatakan baha mereka mengganggu stablitas.

Radio Nederland [RN]: Tadi bung, anda mengatakan ada situasi yang
memaksa. Itu apa? Apa dan siapa yang memaksa?

Rufriadi: Keterangan Lesley dan Joy di persidangan mengatakan ada
sekelompok orang mengaku sebagai polisi dan memaksa keduanya untuk
mengikuti perintah. Lesley dan Joy Lee dalam persidangan mengatakan
bahwa mereka tidak diancam tetapi mereka merasa bahwa secara
psikologis bahwa mereka terancam, tapi tidak ada dalam pernyataan
mereka depan persidangan karena mereka tidak diancam.

RN: Nah, saya jadi tertarik karena ini kan bisa jadi tolok ukur ya,
seberapa jauh sebenarnya situasi politik di Aceh. Dengan keputusan
ini berarti pertanda apa?

Rufriadi: Saya pikir bahwa tidak ada perubahan dalam kondisi Aceh
hari ini. Kita berharap banyak dengan semacam adanya kesepahaman
peace agreement (kesepakatan damai - red.) tapi saya lihat tidak ada
perubahan. Belum ada itikad baik untuk membuka ruang di Aceh dan saya
lihat dengan vonis yang dijatuhkan ini kan menutup sedikit peluang
bagi kegiatan orang-orang di luar Aceh untuk datang ke Aceh.

Ini kan menjadi tolok ukur sebenarnya dengan kasus-kasus lain, bukan
hanya kasus Lesley, bukan hanya kasus Joy, tapi kasus Reihan dan
sebagainya. Bahwa dalam taraf politik, narapidana politik atau
tahanan politik itu harus dibebaskan tanpa syarat karena mendukung
dari proses upaya dalam membangun rasa percaya kedua belah pihak.
Tapi ini kan tidak tersentuh sama sekali.

Saya pikir masih ada ruang yang agak tertutup tertutup bagi aktivitas
warga sipil, dalam kerangka untuk melihat kondisi penghormatan HAM
dan penegakan hukum di Aceh. Memang masih ada ruang yang tertutup.
Ini harus diterobos terus agar terbuka. Jadi akan menjadi tidak
nyaman ketika di satu sisi ada penghentian permusuhan tetapi di sisi
lain ada ruang-ruang yang yang masih tertutup begitu.

RN: Jadi sekalipun berhenti bermusuhan nampaknya peradilan yang
justru dinanti-nantikan rakyat Aceh justru ngga ada keadilan itu.

Rufriadi: Betul, padahal yang menjadi faktor utama adalah penegakan
hukum  kemudian penghormatan terhadap HAM, pembebasan
narapidana/tahanan politik itu masuk dalam bagian proses-proses
menuju penghentian permusuhan. Karena penegakan hukum, penghormatan
HAM, kemudian pelepasan napol/tapol dan lain sebagainya itu merupakan
prasyarat untuk terbangunnya rasa saling percaya kemudian menuju arah
menghentian permusuhan dan itu belum terlalui dengan baik.

Demikianlah Rufriadi.


* AKHIR TAHUN PUSAT PEMERINTAHAN INDONESIA PINDAH KE BALI

Pulau Bali kembali ramai di akhir tahun ini. Tidak hanya turis sandal
jepit, tetapi para pejabat pemerintahan Indonesia, anggota DPR,
tentara, polisi hingga presiden dan suaminya tumpah ruah di pulau
yang Oktober lalu mengalami tragedi bom yang menewaskan hampir 200
orang. Alasan kunjungan para pembesar itu bermacam-macam. Suami
presiden RI, Taufik Kiemas misalnya beralasan merayakan ulang tahun
dan dikabarkan mengundang para anggota DPR, sedang istrinya Presiden
Megawati Sukarnoputri akan memimpin acara pergantian tahun di Kuta,
yang tentunya mengundang para menteri serta pejabat teras pertahanan
dan keamanan. Nah untuk pengamanan dikerahkan 1200 polisi yang khusus
didatangkan dari pulau Jawa serta satuan-satuan tentara sebagai unit
pendukung. Lalu bagaimana dengan rakyat Bali sendiri? Radio Nederland
menghubungi DR. I Nyoman Erawan, pakar ekonomi di Denpasar, Bali.
Pertama-tama kami tanyakan tentang kondisi terakhir Bali menjelang
akhir tahun 2002.

I Nyoman Erawan [INE]: Pada pertengahan Desember itu sudah mulai ada
perbaikan khususnya dengan kunjungan wisatawan nusantara, wisatawan
dalam negeri. Sudah mulai dia berdatangan ke sini. Dan saya kira ini
memang agak membantu bagi pemulihan perekonomian daerah Bali ke
depan.

Kalau wisatawan asing memang sudah mulai berdatangan, namun masih
terbatas terutama sekali karena masih ada negara-negara yang masih
menerapkan travel warning (peringatan untuk melakukan perjalanan -
red.) atau travel ban (larangan perjalanan - red.) nya ke Bali ini.
Kita mencoba berusaha secara bersama-sama untuk meyakinkan kepada
katakanlah para pemerintah dari asal wisatawan tersebut, termasuk
dari perwakilannya yang ada di daerah di sini. Bahwa setiap saat itu
kita selalu mencoba untuk meningkatkan kepercayaan kembali kepada
keamanan di Bali ini.

Oleh karena itu sekarang juga ada even-even  yang kita coba untuk
membuka mata dari pada masyarakat dunia bahwa apa yang ditakutkan
selama ini saya kita tidak berlaku apalagi di daerah Bali khususnya.


Radio Nederland [RN]: Nah Presiden Megawati sendirikan melakukan
acara menyambut tahun baru di Bali. Apakah ini jawaban buat masalah
Bali?

INE: Saya kira itu benar sekali di samping juga untuk memberi mencoba
untuk membuka mata dunia kembali. Bagaimana supaya juga masyarakat
Bali juga bisa diyakinkan oleh pemerintah pusat, bahwa pemerintah
pusat ingin mencoba membuat sesuatu yang maksimal untuk mengembalikan
situasi perekonomian daerah Bali.

RN: Ya, tapi inikan boleh dibilang sebagai suatu perbuatan yang
sebentar saja. Selepas tahun baru, sebenarnya apa yang dibutuhkan
rakyat Bali untuk jaminan agar wisatawan bisa kembali. Presiden
Megawati bia saja tahun baruan di sana, tapi sesudah itu bagaimana?

INE: Iya, memang harus disadari bahwa sebenarnya kan kondisi seperti
ini tidak hanya misalnya penurunan kedatangan wisatawan ke Bali itu
sebenarnya terjadi sebelum tragedi bom. Hal ini terjadi karena memang
sejak krisis kemudian tragedi WTC di New York kan membawa dampak
negatif terhadap kedatangan para wisatawan internasional ke Bali.

Tapi di dalam daerah sendiri kita selalu ingin mengingatkan juga
kepada pemerintah pusat bahwa masalah yang sangat krusial, yang perlu
menjadi perhatian kira-kira yang bisa menggangu itu masalah
pengangguran dan kemiskinan itu.

RN: Ada rasa yang saya juga khawatirkan pak Nyoman, Bali kesannya
jadi alat politik belaka begitu, apalagi ini menjelang 2004. Seperti
kita tahu suami dari Megawati juga akan memusatkan di Bali kemudian
Megawati sendiri juga berakhir tahun di Bali. Saya lihat kesannya
Bali kok cuma jadi alat politik belaka.  Bagaimana anda melihat hal
ini ?

INE: Kalau masyarakat Bali secara keseluruhan saya kira dari beberapa
tahun terakhir sudah banyak belajar mengenai masalah itu. Jadi kita
selalu mengambil manfaat yang positif di dalam era
perubahan-perubahan yang cukup besar baik yang terjadi di dalam
negeri khususnya dengan era otonomi ini.

Saya kira masyarakat Bali sudah punya banyak pengalaman untuk
menanggapi hal-hal demikian. Walaupun memang seperti itu direncanakan
tapi masyarakat Bali punya satu konsep untuk menjaga bagaimana
keseimbangan kita di daerah Bali itu sendiri.  Yang kita tuangkan
selalu dalam konsep Trihita Karanaita jadi keseimbangan baik manusia
dengan manusia, manusia dengan alam dan Tuhan.

Demikianlah DR. I Nyoman Erawan, pakar ekonomi di Denpasar, Bali.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke