---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Selasa 31 Desember 2002 13:10 UTC



** KOTA KOTA DI ASIA TENGGARA DAN AUSTRALIA DIJAGA KETAT

** DUA INSPEKTUR REAKTOR NUKLIR HENGKANG DARI KOREA UTARA

** 40 GEDUNG PENAMPUNG PENCARI SUAKA DI AUSTRALIA TERBAKAR

** TOPIK GEMA WARTA: INDONESIA BELUM MAMPU KELUAR DARI KESULITAN PADA
2002

** TOPIK GEMA WARTA: DI TAHUN BARU INI, BAGAIMANA RAPOR MEGAWATI?



* KOTA KOTA DI ASIA TENGGARA DAN AUSTRALIA DIJAGA KETAT

Berbagai kota di Asia Tenggara dan Australia dijaga ketat untuk
menyambut tahun baru. Di Jakarta 200 ribu polisi dikerahkan untuk
mengamankan berbagai perayaan dan pesta. Pengaman super ketat ini
dilakukan di bawah bayang-bayang tragedi pemboman Bali yang
menewaskan 190 korban. Kanada, Amerika Serikat dan Australia
memperingatkan warganya tentang kemungkinan aksi teror saat
pergantian tahun di Indonesia.

Kota Sydney juga dijaga ketat untuk perayaan tahun baru. Sejak jam
lima sore waktu setempat, pusat kota sudah ditutup bagi lalu lintas
mobil. Selain itu anjing-anjing pelacak juga dikerahkan untuk mencari
bahan peledak. Sekalipun demikian polisi Sydney mengatakan tidak ada
informasi konkret tentang kemungkinan serangan teror.


* DUA INSPEKTUR REAKTOR NUKLIR HENGKANG DARI KOREA UTARA

Dua inspektur dari Badan Atom Internasional telah meninggalkan Korea
Utara. Sebelumnya mereka adalah pengawas reaktor nuklir Yongbyong
yang menurut perjanjian 1994 harus ditutup. Kedua inspektur harus
hengkang karena Korea Utara memutuskan akan membuka lagi reaktor
nuklir tersebut. Reaktor nuklir Yongbyong dapat memproduksi plutonium
yang merupakan bahan baku bom atom.

Amerika Serikat menyatakan belum punya rencana sanksi apapun untuk
menyetop Korea Utara membuka kembali reaktor-reaktor nuklirnya. Korea
Selatan berpendapat bahwa negara tetangganya yang komunis itu hanya
dapat diubah keputusannya dengan pendekatan dialog, dan bukan dengan
pengucilan. Sumber-sumber AS menyebutkan bahwa pemerintahan Bush
mungkin akan menerapkan lagi sanksi perdagangan yang pada jaman
pemerintahan Clinton dihapuskan. Selain Amerika Serikat, Rusia juga
mengecam keputusan Korea Utara untuk mengusir para inspektur.


* 40 GEDUNG PENAMPUNG PENCARI SUAKA DI AUSTRALIA TERBAKAR

Sekitar 40 gedung pusat penampungan pencari suaka di Woomera
Australia rusak karena dibakar oleh para penghuninya yang marah.
Sebelumnya karyawan penampungan itu melarikan diri karena dilempari
batu dan batangan besi. Tujuh pusat penampungan pencari suaka di
Australia akhir-akhir ini rusuh dan sering dibakar sebagai protes. Di
Woomera para pencari suaka melancarkan aksi mogok makan. Mereka juga
melakukan aksi yang lebih keras seperti menjahit bibirnya sendiri dan
mengancam akan bunuh diri. Para pencari suaka itu memprotes kebijakan
imigrasi pemerintah Australia yang terlalu keras.


* PRESTASI POLISI BELANDA AKAN DITARGET

Menteri Dalam Negeri Belanda, Johan Remkes ingin agar prestasi polisi
Belanda diikat dengan target tertentu yang harus dicapai.

Salah satu target tersebut adalah polisi harus menjatuhi hukuman
denda 180 ribu lebih banyak dari pada yang saat ini mereka lakukan.
Mendagri juga ingin agar perkara yang diajukan ke pengadilan naik
sebesar 40 ribu kasus. Selain itu, 80% dari berita acara polisi harus
diserahkan ke kejaksaan dalam waktu satu bulan.

Jika diterima, maka rencana ini adalah yang pertama di mana
pemerintah membuat perjanjian dengan kepolisian. Hingga kini rencana
untuk mentarget prestasi kerja polisi selalu diganjal oleh para
pejabat kepolisian.


* BOIKOT PAJAK UNTUK PAKSA MUNDUR PRESIDEN VENEZUELA

Pihak oposisi  Venezuela yang telah melancarkan mogok nasional selama
empat minggu, mengancam akan melakukan juga boikot pajak dan berbagai
ketidakpatuhan untuk memaksa Presiden Hugo Chavez mundur. Menurut
oposisi, warga Venezuela punya hak untuk mengganti pemerintah yang
tidak menghormati HAM dan demokrasi.

Salah satu kelompok oposisi terpenting ingin agar beberapa negara
sahabat menengahi konflik dengan Chavez. Oleh sebab itu kelompok
gabungan Coordinadora Democratica minta bantuan Sekretaris Jenderal
Cesar Gaviria dari Organisasi Negara-negara Bagian Amerika.

Pihak oposisi menuding Presiden Hugo Chavez sebagai penyebab
kekacauan ekonomi di Venezuela dan menuntut Chavez mundur. Namun
Chavez menolaknya. Dalam bentrokan terakhir antara penentang dan
pendukung Chavez, jatuh empat korban cedera. Di malam tahun baru
pihak oposisi merencanakan demonstrasi massal di ibukota Caracas.


* DINAS INTELEJEN AS IDENTIFIKASI 15 KAPAL AL QAIDAH

Dinas Intelejen Amerika Serikat mengatakan telah mengidentifikasi 15
kapal barang yang diduga milik jaringan Al Qaidah. Ini dilaporkan
oleh harian The Washington Post. AS menemukan jejak kapal-kapal
tersebut melalui satelit, pesawat pengawas dan informasi dari
negara-negara sekutu. Namun Amerika juga mengatakan sulit untuk
membuntuti kapal-kapal tersebut karena sering dicat ulang atau diubah
namanya. Kapal-kapal itu utamanya digunakan untuk mencari dana. Salah
satu di antaranya sempat mengangkut bahan peledak yang digunakan
dalam pemboman gedung kedutaan AS di Kenya dan Tanzania sekitar empat
tahun silam. Selain itu AS juga menuding bahwa kapal juga sering
digunakan untuk aksi teror.


* INDONESIA BELUM MAMPU KELUAR DARI KESULITAN PADA 2002

Meskipun berhasil mencatat sejumlah kemajuan namun bersamaan waktu
masyarakat Indonesia juga menunjukkan kemunduran, sehingga secara
keseluruhan bangsa Indonesia jalan di tempat pada 2002. Penilaian ini
dikemukakan oleh sosiolog Universitas Indonesia dr. Paulus Wirotomo
dalam sebuah wawancara dengan Radio Nederland. Ia berpendapat sederet
produk hukum baru yang ditelurkan pasca reformasi tidak dibarengi
dengan proses penanaman nilai nilai yang mampu merubah perilaku untuk
menghormati undang undang yang dibuatnya sendiri itu.

Paulus Wirotomo: Kalau kita khusus melihat 2002 ini ya, sebetulnya
kita melihat ada satu kemajuan dan kemunduran juga di dalam
masyarakat Indonesia ini. Sepertinya kalau kita lihat sejak
terjadinya reformasi di Indonesia itu terus maju mundur. Jadi di satu
pihak dengan reformasi ini masyarakat Indonesia itu mengalami
kemajuan di bidang-bidang tertentu, tetapi dia kemudian menunjukkan
kemunduran juga.

Contoh misalnya ya, kalau kita lihat secara keseluruhan dulu ya.
Indonesia ini dengan reformasi, kita misalnya dengan cepat
menciptakan bisa banyak undang-undang baru. Mengenai politik dan
sebagainya. Itu UU diciptakan untuk memperbaharui keadaan politik di
Indonesia ini. Tetapi kemajuan itu ternyata tidak diikuti dengan
proses penanaman nilai-nilai yang intensif, sehingga betul-betul
berubah sistem nilainya, dan kemudian pola perilakunya berubah dan
bisa mengikuti misalnya peraturan-peraturan dan undang-undang yang
sudah dibuatnya sendiri.

Sehingga sekarang terjadi satu kesenjangan. Di satu pihak
produk-produk hukum katakanlah mengenai politik wah itu sudah
demokratis gitu ya, tetapi kenyataannya sikap orang Indonesia belum
demokratis. Jadi, partai-partai misalnya yang sudah diatur secara
demokratis tetapi praktek-prakteknya kita melihat perilaku di dalam
partai dan bagaimana perilaku partai terhadap rakyat itu juga belum
demokratis sama sekali. Seperti misalnya DPRD, DPR yang kita punya di
Indonesia ini ternyata tidak memiliki satu kemampuan untuk
menyuarakan suara rakyat.

Jadi itu yang saya katakan sebagai suatu proses institusionalisasi
tanpa internalisasi. Institusionalisasi itu pelembagaan. Jadi
nilai-nilai, norma-norma dilembagakan di dalam hukum yang baru, dalam
UU yang baru. Tapi proses internalisasi yaitu penanaman nilai-nilai
baru tidak jalan di Indonesia itu. Jadi ini saya bilang ada
kemunduran dan kemajuan.

Nah, lalu kalau kita lihat di tahun 2002, itu juga kita melihat
banyak kemajuan-kemajuan tetapi juga kita melihat kemunduran.
Contohnya misalnya pada tahun 2002 ini konflik-konflik besar terutama
yang antar suku, seperti misalnya Sambas, Poso, Ambon, itu pada tahun
ini mereda bahkan berhenti. Disebabkan usaha antara lain juga dari
pemerintah misalnya dengan mempelopori perdamaian antara suku itu.
Nah itu terjadi. Kemudian juga bahkan kita melihat Aceh akhir-akhir
ini bahkan kita bisa membuat satu perundingan dengan GAM, bahkan
perdamaian.

Tetapi di lain pihak kita melihat terorisme justru sangat marak.
Bukan hanya terorismenya, tetapi juga bahkan proses bagaimana
terorisme itu diungkap. Itu menimbulkan konflik juga. Yaitu saling
tuduh. Misalnya ada yang mengatakan bahwa itu jelas Islam radikal.
Tetapi kelompok Islamnya sebagian bisa menerima. Ya kalau memang ada
sebagian yang radikal ya sudah. Tapi ada kelompok lain yang dia tidak
perduli apakah betul apakah tidak orang-orang islam radikal itu
bersalah, tapi karena ada Islamnya dia menolak dengan keras. Pokoknya
dengan apapun dia melawan kenyataan itu.

Ini menyebabkan situasi menjadi gonjang-ganjing lagi. Saling tuduh
dengan pemerintah, sehingga pemerintah merasa berada dalam posisi
yang sulit juga. Di satu pihak jelas muka rakyat, bangsa Indonesia
dan pemerintah Indonesia ini dicoreng di muka dunia internasional.
Dan mereka tentu, otomatis dan wajar kalau mendapat desakan dari
dunia internasional segera membongkar itu. Tetapi kalau tidak, maka
dia akan bisa mendapatkan sanksi yaitu secara ekonomis tidakdipercaya
lagi. Sehingga menyebabkan investasi dan segala macam pergi dan turis
yang tidak mau datang dan sebagainya.

Jadi pemerintah harus segera. Ketika pemerintah dengan segera, apapun
hasil itu, selalu mendapat tanggapan negatif. Sehingga menyebabkan
polisi sendiri yang sebetulnya mau bangkit di lain pihak itu dicaci
maki dan lain sebagainya.

Jadi ada kemajuan tetapi ada juga kemunduran. Sehingga terus
berputar-putar di itu. Nah, persoalan keseluruhannya sampai saat ini
menurut saya kita belum bisa keluar dari pusaran itu. Pusaran yang
terus membuat kita berputar-putar dan tidak efektif keluar dari
persoalan.

Demikian dr. Paulus Wirotomo.


* DI TAHUN BARU INI, BAGAIMANA RAPOR MEGAWATI?

Intro: Rapor Megawati di tahun baru ini ternyata tidak seburuk yang
diduga orang, ia memperoleh angka 5,5. Tentu saja masih banyak yang
harus dikerjakannya supaya bisa naik kelas dengan nilai baik. Dan
Megawati juga tidak punya waktu banyak, karena kalangan Islam sudah
tidak sabar lagi, bahkan sudah ada yang ingin menjatuhkannya.
Koresponden Syahrir mengirim laporan berikut dari Jakarta:

Di Jakarta, menurut Kapolda Makbul Padmanegara, 75.000 warga gereja
Tiberias kemarin malam melakukan ibadah menyambut tahun baru di
stadion Gelora Bung Karno. Di sementara mesjid Jakarta pun puluhan
ribu warga Muslim berdoa dalam rangka tahun baru, jelas Irjen Pol
tersebut. Rakyat yang tidak mampu masuk hotel-hotel atau klab malam
mewah memilih beribadah ketimbang berdansa menyambut tahun baru.
Bagaimana dengan para pemimpin Indonesia utamanya putri tersayang
Bung Karno yang kini menjabat sebagai Presiden?

Megawati semalam ada di Bali, tempat berlibur yang paling popular di
Indonesia. Memang, di tengah kemiskinan, tidak ada kepastian hukum,
KKN menjadi-jadi, keluarga Presiden dan Wakil Presiden sibuk
mengadakan pesta mewah di Bali. Sebagian besar dari satu juta orang
kaya Indonesia memang sibuk berpesta pora di beberapa kota di dalam
mau pun luar negeri seperti di pulau Bali dan Singapura. Sejumlah
hotel mewah di Bali dan Singapura dipenuhi warga jetset Indonesia
itu. Di Bali  sejumlah hotel membuka stand-stand dengan makanan
gratis bagi para turis kaya ini.

Presiden Megawati dan Wakil Presiden Hamzah Haz ikut berpesta di
pantai Kuta. Mega mencanangkan Year of Violence, tahun kekerasan.
Sedangkan Taufik Kiemas dan 500 tamu-tamu anggota DPR merayakan hari
ulangtahunnya sekaligus meluncurkan biografinya yang berjudul Tanpa
Rakyat Pemimpin Tak Berarti Apa-Apa. Buku itu ditulis oleh Panda
Nababan, seorang temannya Taufik, ex-wartawan dan mantan aktivis
tahun 1966 ketika ia membela Soekarno sebagai Ketua Dewan Mahasiswa
Universitas Bung Karno. "Presiden ada sekarang karena rakyat", kata
Taufik Kiemas.

Memang kemenangan PDI-P yang dipimpin Megawati di mulai dari pulau
Bali beberapa tahun yang lalu ketika partainya mengadakan kongres di
sana dan partai itu menetapkannya sebagai calon presiden. Saat itu
Habibie masih berkuasa. Dan Megawati membutuhkan dukungan rakyat.
Maka pulau Bali menjadi "merah" total. Puluhan ribu rakyat sandal
jepit berjaket merah mengalir ke Den Pasar waktu itu. Tetapi sekarang
setelah Megawati berkuasa ia nampaknya menjauh dari rakyat kecil,
meski ia menyebut pestanya semalam sebagai pesta rakyat. Bahkan ada
yang bilang Mega sudah mabuk kuasa. Di mana-mana ada bencana tapi
jangankan menjenguk korban, Presiden Indonesia lebih suka berlibur
tahun baru di Bali.

Seolah mau memberikan hadiah tahun baru, pemerintah mengumumkan akan
menaikan harga telpon 15 persen dan BBM dikurangi subsidi sebesar 52
persen. Maka harga bensin meningkat menjadi Rp. 2150 per liter. Biro
Pusat Statistik memperkirakan, jumlah orang miskin akan bertambah
empat juta orang tahun depan. Teoritis memang pemerintahan Mega akan
jatuh tahun ini mengingat ia tidak mampu membawa rakyat Indonesia
keluar dari kemelut saat ini. 100 juta orang miskin dan 40 juta
penganggur tidak bisa diatasi dengan sering mengunjungi Bali atau
menerbitkan biografi suaminya Tanpa Rakyat Pemimpin Tak Berarti
Apa-Apa.

Mulai dari Muhamadiyah sampai NU sudah mengkritik Megawati. Demikian
pula partai-partai kecil seperti PRD dan Partai Keadilan. Dari ultra
kiri sampai yang paling kanan tidak menghendaki Megawati lagi.
Wartawan-wartawan luar negeri banyak yang bingung mencari tokoh-tokoh
politik dan cendekiawan yang mau dikutip dan membela Megawati.
Umumnya kalangan intelektual dan mahasiswa ingin Megawati segera
dilengserkan. Hanya kalangan minoritas, elit militer dan elit
partainya Megawati saja yang masih mau membelanya. Dari hasil jajak
pendapat memang 30 persen rakyat kecil masih bersedia memilih
Megawati pada 2004 nanti.

Tapi pihak kedubes AS mengatakan "we are tired of her," kami sudah
jengkel terhadapnya. Demikian pula pihak Jepang meski mereka
menambahkan, Indonesia harus irit dengan pemimpin-pemimpinnya yang
sangat sedikit itu. Sesudah Megawati yang tersisa tinggal Amien Rais,
karena Nurcholis dan Sultan dianggap sering ragu-ragu. Tetapi
kalangan pengusaha Tionghoa cukup puas dengan Mega. "Angka rapornya
lima setengah," kata seorang pemilik pabrik besar. Mega tidak mau
memberantas korupsi, katanya. Karena itu ia pertahankan Jaksa Agung
yang sekarang.

Tapi soal keamanan dia berhasil, di Poso, Maluku dan Aceh. Itu karena
ia berhasil merangkul militer yang biasanya mengacau, katanya.
Ekonominya juga tidak begitu rusak ketimbang Gus Dur dahulu yang kita
beri angka empat. "Yang penting juga Mega bisa mempertahankan
persatuan Indonesia, federalisme bisa dikekangnya," ujar pengusaha
itu.

Bagaimana pendapat seorang mantan diplomat Australia di Indonesia,
Max Lane?

Max Lane: Dipertahankan bagaimana, apakah persatuan di Indonesia akan
dipertahankan dengan gaya yang sama, dengan cara yang sama yang
dilakukan oleh pemimpin-pemimpin revolusi Indonesia sebelumnya, Bung
Karno, Bung Hatta,  yaitu dengan meyakinkan bangsa-bangsa dan rakyat
kepulauan nusantara ini untuk bersatu. Meyakinkannya dengan
argumentasi politik dan ideologi, atau apakah persatuan ini akan
dipelihara atau dijaga dengan kekerasan militer?

Tapi seorang cendekiawan, Aristides Katoppo, menambahkan kalau cuaca
mendung pikiran kita harus cerah. Sekarang ini banyak pemimpin hanya
berkaok-kaok dan tidak menunjukkan sikap yang sejuk yang justru
dibutuhkan masyarakat untuk keluar dari malapetaka saat ini. Yang
menarik katanya masyarakat yang susah faktanya tetap tabah. Tetapi
kalangan lain melihat keadaannya akan meruncing dan tegang di tahun
2003. Kalangan-kalangan gerakan islam tertentu dan mahasiswa pro-dem
mau segera menumbangkan pemerintahan Megawati secepat mungkin.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke