--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Kamis 30 Januari 2003 14:50 UTC ** JAAFAR UMAR THALIB BEBAS ** MAKIN BANYAK PEROMPAK LAUT ** USAHA MENYELESAIKAN KRISIS IRAK ** TOPIK GEMA WARTA: EROPA PECAH SOAL RENCANA AMERKA SERBU IRAK ** TOPIK GEMA WARTA: GENCATAN SENJATA DI NEPAL, LANGKAH AWAL PROSES PERDAMAIAN ** TOPIK GEMA WARTA: PEMBEBASAN JA'AFAR UM,AR THALI BERARTI MALUKU BUKAN PRIORITAS PENTING JAKARTA ** TOPIK GEMA WARTA: KANAN DAN KIRI BERSATU HADAPI MEGAWATI-HAMZAH HAZ * JAAFAR UMAR THALIB BEBAS Pengadilan Negeri di Jakarta Timur membebaskan pemimpin Laskar Jihad, Jaafar Umar Thalib yang ditahan Mei tahun lalu. Ia dituduh telah membakar semangat menyerang orang-orang Kristen di Maluku. Ia hanya dituntut hukuman penjara satu tahun. Hukuman terberat untuk menyebarkan rasa benci adalah enam tahun. Pengadilan Negeri di Jakarta membebaskan Jaafar Umar Thalib karena tidak ada bukti. Proses peradilan ini mendapat perhatian internasional, karena dipandang sebagai tolok ukur kesediaan pemerintah Indonesia menindak gerakan fundamentalis Islam. * MAKIN BANYAK PROMPAK LAUT Menurut Biro Maritim Internasional (IMB) jumlah perompakan di perairan internasional meningkat. Tahun lalu 370 kapal dagang dihadang perompak-perompak. Ini adalah seratus lebih dari tahun sebelumnya. Yang menjadi sasaran para perompak adalah kapal-kapal di Asia, terutama Indonesia. Selain jumlahnya meningkat para perompak makin banyak menggunakan kekerasan. Paling kurang sepuluh awak kapal meninggal akibatnya. Organisasi ini ingin agar negara-negara pantai lebih banyak mengadakan patroli di laut. Selain serangan-serangan dari para perompak, IMB juga memperingatkan akan adanya fenomena baru, yaitu serangan teror pada kapal-kapal pengangkut dan kapal tangki. Tahun lalu supertanker Perancis diserang oleh para teroris di pantai Yaman. Sebuah kapal kecil bermuatan bahan-bahan peledak menabrak kapal itu. Satu awak kapal tewas. * USAHA MENYELESAIKAN KRISIS IRAK Mentri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Saud al-Faisal telah berbicara dengan pemimpin-pemimpin dari Perancis dan Inggris untuk menyelesaikan krisis Irak dengan cara damai . Menurut Pangeran Saud, Irak harus bekerjasama degan Dewan Keamanan PBB tapi PBB pada gilirannya juga harus menghormati kedaulatan Irak. Hari Kamis ini Pangeran Saud akan berbicara dengan Presiden Bush di Washington. Sementara itu delapan kepala pemerintahan di Eropa telah menyatakan mendukung kebijakan presiden George W. Bush menyangkut Irak. Ke delapan negara itu adalah Inggris, Spanyol, Portugal, Italia, Hongaria, Polandia, Ceko dan Denmark. Sikap mereka itu disampaikan melalui sepucuk surat yang diterbitkan dalam harian Inggris The Times. Amerika Serikat sementara ini masih terus melakukan usaha pendekatan lewat jalan diplomasi untuk mendapat dukungan melancarkan perang terhadap Irak. Washington mengatakan bersedia mencari negara pengasingan yang sesuai bagi Saddam Hussein bila ia bersedia meninggalkan tanah airnya secara sukarela. Mentri Luar Negri Amerika Colin Powell mengatakan dengan demikian, maka perang Irak bisa dihindari. * WARGA KAMBOJA MARAH Ratusan warga Thailand yang berada di ibukota Kamboja, Phnom Penh dievakuasi dan diterbangkan kembali ke tanah air mereka. Tindakan itu diambil untuk menyelamatkan mereka dari kemarahan ribuan warga Kamboja. Warga Thailand itu menjadi sasaran kemarahan banyak orang di Kamboja karena ucapan seorang aktris Thailand yang mengatakan bahwa Candi Angkor di Kamboja itu dicuri dari Thailand. Bagi orang Kamboja kompleks candi itu adalah lambang nasional mereka. Namun aktris yang dimaksud menyangkal keras telah mengatakan demikian mengenai Angkor Wat. Walaupun demikian ribuan warga Kamboja, Rabu kemarin merusak hotel-hotel dan toko-toko milik orang-orang Thailand. Hari Kamis ini terjadi penjarahan. Sebagai jawaban kericuhan ini Thailand akan mengusir dutabesar Kamboja di negaranya dan memanggil pulang diplomat mereka dari Kamboja. * PEMBANGKANG DI IRAN BEBAS Ayatollah Hossein Ali Montazeri, bebas meninggalkan rumahnya di Qom, Iran. Ketika ia keluar ia disambut oleh sorak-sorai sekitar seratus pendukungnya. Ia dibebaskan dari tanahan rumah karena alasan kesehatan yang lemah. Menurut beberapa pengamat dinas rahasia Iran khawatir bila ia tidak dibebaskan dan ia meninggal dalam tahanan rumah, akan terjadi gelombang protes. Ayatollah Montazeri yang berusia 80 tahun itu pernah dipandang sebagai calon pengganti ayatollah Khomeini. Namun dukungan itu hilang karena selama ia berkuasa banyak tahanan politik di Iran dibunuh. Ayatollah Montaseri menyangkal ia harus berjanji tidak akan giat dalam politik. * TIME WARNER RUGI Ted Turner, pimpinan perusahaan raksasa media AOL Time Warner turun. Hari Rabu kemarin diumumkan bahwa persuahaan ini dalam catur wulan terakhir rugi 45 milyar dolar. Penyebabnya adalah devisi internet yang berjalan tidak baik. Turner adalah pendiri pemancar televisi CNN dan wakil presiden direktur. Sebelumnya Steve Case, salah satu pimpinan perusahaan juga sudah mengumumkan mundur. AOL Time Warner terbentuk tiga tahun lalu dan adalah gabungan America Online dan Time Warner. Perusahaan raksasa ini tahun lalu juga disebut-sebut dalam skandal tatabuku di Amerika Serikat karena memberi gambaran keuangan yang lebih cerah daripada sebenarnya. * PANTAI GADING Sekitar 250 warga Perancis diungsikan dari Pantai Gading. Mereka terutama anak-anak dan wanita. Malam lalu mereka tiba dibandara Charles de Gaulle, Paris. Pemerintah Perancis telah mengirim pasukan-pasukan baru ke Pantai Gading untuk memperkuat satuan militer di sana. Selama hari-hari belakangan telah terjadi banyak demonstrasi menentang perjanjian damai yang disepakati minggu lalu. Kemarahan warga Pantai Gading terutama tertuju pada warga Perancis dan gedung-gedung pemerintahan. Perancis sebagai bekas penjajah Pantai Gading dianggap sebagai otak perjanjian perdamaian yang disepakati di Paris. Sementara itu perjanjian antara para pemberontak dan pemerintah ditampik oleh militer. Namun di dalam pemerintahan sendiri terdapat perbedaan pendapat mengenai perjanjian itu. * VENEZUELA MULAI PULIH Setelah dua bulan lamanya Venezuela lumpuh akibat pemogokan nasional, tampaknya berangsur-angsur mulai pulih. Hari Senin lalu bank-bank mulai buka dan kegiatan di sektor-sektor lain mulai berjalan. Bank-bank mengatakan tidak ingin lebih menyulitkan keadaan para pelanggan mereka. Namun menurut oposisi mereka takut terhadap ancaman presiden Hugo Chavez. Pemogokan di sektor minyak masih berlangsung. Produksi minyak masih 1 juta barrel per hari, namun ini adalah satu pertiga dari tingkat produksi sebelumnya. Presiden Chaves telah memecat 5000 buruh indsutri minyak yang mogok. Menurut para pakar akibat pemogokan itu Venezuela rugi 4 milyar dollar * EROPA PECAH SOAL RENCANA AMERKA SERBU IRAK Para warga Eropa pagi ini kaget membuka koran-koran penting di pelbagai ibukota, karena di situ dimuat iklan yang ditandatangani oleh delapan orang perdana menteri Eropa dan isinya dukungan sepenuhnya kepada rencana Amerika untuk menyerbu Irak. Tak pelak lagi, dalam soal Irak ini, Eropa sangat terbelah. Berikut laporan koresponden Paul Hazebroek dari Brussel: Selama ini selalu dikatakan bahwa Amerika tidak mengerti Eropa. Tetapi dengan begitu sebenarnya orang-orang Eropa saling meninabobokkan satu sama lain. Dalam krisis Irak ini menjadi jelas bahwa Washington benar-benar mengerti bagaimana pendirian Eropa tentang krisis ini. Lebih dari itu Amerika juga tahu persis bagaimana bisa memanfaatkan pendirian Eropa. Maklum Eropa tetap saja terpecah. Prancis dan Jerman menentang perang terhadap Bagdad. Tetapi pekan lalu, Menteri Pertahanan Amerika Donald Rumsfeld sudah tahu persis bahwa pendirian "Eropa Lama" tidak sama dengan sikap pro Amerika yang ditunjukkan oleh "Eropa Baru." Dan kini terbukti Donald Rumsfeld benar. Hari ini para pemimpin delapan negara Eropa mengumumkan dukungan bersama terhadap Presiden George W. Bush yang bertekad melancarkan perang terhadap Irak, tidak perduli apakah Dewan Keamanan PBB setuju atau tidak. Menariknya, delapan orang pemimpin Eropa itu mengumumkan dukungan mereka dalam iklan besar di koran-koran. Menurut koran Inggris The Times, gagasan memasang iklan besar-besaran ini datang dari Perdana Menteri Spanyol Jose Maria Aznar yang konservatif itu. Selain tanda tangannya, terdapat pula tanda tangan para pemimpin pemerintahan Britania, Portugal, Italia, Denmark, Czeko, Polandia dan Hongaria. Seperti Washington, kedelapan perdana menteri itu menyatakan bahwa rejim Irak yang memiliki senjata pemusnah massal merupakan ancaman perdamaian dunia. Jadi Irak harus dilucuti persenjataannya dan kalau Bagdad tidak ambil pusing maka Bagdad harus menanggung akibatnya. Demikian ringkasan iklan koran itu. Kekuatan kita adalah persatuan, demikian menurut mereka. Tetapi dengan langkah ini ke delapan perdana menteri itu sudah melanggar sendiri peraturan yang sudah mereka sepakati. Apalagi mereka juga melanggar pernyataan bersama yang baru berusia empat hari yang dikeluarkan oleh para menteri luar negeri Eropa. Dalam pernyataan bersama Senin lalu para menteri luar negeri ini berseru supaya Irak bekerjasama dengan para inspektur senjata PBB. Setelah melakukan penyelidikan selama dua bulan, para inspektur belum dapat menemukan cukup bukti bahwa Irak mempunyai senjata penghancur massal. Jadi ke-15 menteri ini beranggapan masih terlalu pagi untuk berbicara mengenai perang. Tetapi bila terbukti bahwa Irak memang benar-benar melangar resolusi PBB nomor 1441 mengenai perlucutan senjata, ke 15 menteri ini berpendapat keputusan untuk memulai aksi militer di Irak hanya dapat diambil oleh Dewan Keamanan PBB dan tidak secara sepihak oleh Amerika Serikat. Kedelapan pemimpin Eropa di dalam surat terbuka mereka hari ini bahkan menyinggung lebih jauh. Mereka berpendapat bahwa Eropa mempunyai kewajiban sejarah untuk mendukung Amerika Serikat dalam persoalan Irak. Dengan ini kedelapan pemimpin tersebut sekana-akan menyatakan tidak peduli dengan pendapat mayoritas warga Eropa, termasuk pendapat penduduknya sendiri, yang mayoritasnya menentang campur tangan militer di Irak. Harus ada bukti dulu sebelum memulai aksi, demikian reaksi sebagian besar warga Eropa apabila Washington kembali menyerukan bahwa Irak mempunyai senjata pemusnah massal. Sekarang Presiden Bush berjanji akan memberikan bukti-bukti kuat 5 Februari mendatang. Perdana Menteri Aznar dan sekutunya yang pro-Washington sebenarnya bisa menunggu sampai tanggal tersebut. Tetapi tidak, mereka justru memilih untuk memberikan reaksi terburu-buru. Memang hal yang menyedihkan, apakah Eropa akan bisa berbicara dengan satu suara? Kemungkinan ini ada, tetapi jauh di masa mendatang. * GENCATAN SENJATA DI NEPAL, LANGKAH AWAL PROSES PERDAMAIAN Ada sedikit harapan optimis di Nepal, bahwa gencatan senjata yang disepakati pemerintah dan para pemberontak Maois dapat bertahan lama. Para analis menyatakan, persetujuan ini dihormati kedua belah pihak, karena Raja Gyanendra mengambil-alih pengawasan proses perdamaian. Wartawan Nepal Binod Bhattari mengatakan pengumuman gencatan senjata ini disambut baik setelah pertikaian yang berlangsung selama berbulan-bulan dengan para pemberontak Mao: Gencatan senjata ini datangnya cukup mengagetkan, kurang dari seminggu setelah pembunuhan kepala polisi Nepal, istri, keluarga dan pengawalnya. Memang sebelumnya sudah ada spekulasi bahwa sesuatu akan terjadi. Dan sekarang, inilah hasilnya. Pemerintah dan pemberontak Maois mencapai kesepakatan damai. Menyusul kesepakatan ini, beredar desas-desus bahwa Raja Gyanendra sendiri telah mengadakan pertemuan dengan pemberontak. Bahkan beberapa harian Nepal melaporkan berita ini. Tetapi salah seorang menteri mengatakan, bahwa pertemuan itu tidak berlangsung dan kabar itu hanyalah desas-desus belaka. Jadi sebenarnya masih ada ketidakjelasan soal kesepakatan ini. Tetapi karena pemerintah Nepal sekarang bukanlah pemerintah yang dipilih oleh rakyat tetapi ditunjuk oleh raja, jadi tidak mungkin jika ada anggapan bahwa keputusan sepenting ini diambil tanpa sepengetahuan raja. Keterlibatan Raja Gyanendra dalam proses perdamaian sangatlah penting, karena salah satu tuntutan pemberontak adalah berbicara langsung dengan Raja. Di lain pihak, tuntutan ini merupakan kontradiksi. Monarki di Nepal pada dasarnya juga memegang kekuasan konstitusional, karena berhak mengeluarkan undang-undang dasar. Undang-undang dasar yang berlaku di Nepal sekarang merupakan sesuatu yang diciptakan raja. Jadi masih terlalu pagi untuk membicarakan hal tersebut, karena tim negosiasi masih punya banyak tema yang harus dibicarakan. Siapa saja yang menjadi anggota tim negosiator? Pemerintah telah menunjuk Menteri Pekerjaan Umum dan Transportasi Narayan Singh Pun, yang juga merupaksan salah satu arsitek persetujuan gencatan senjata, untuk menjadi ketua koordinator perundingan. Ia menyatakan akan menambah jumlah anggota apabila diperlukan. Tetapi saat ini masih terlalu pagi untuk memperkirakan susunan tim, tanggal pembicaraan dan sebagainya. Yang menjadi pertanyaan berapa besar ruang perundingan, apabila tuntutan para pemberontak cukup jelas, yaitu mendirikan negara komunis dan menggulingkan monarki. Sampai saat ini belum ada gambaran jelas, tetapi persetujuan gencatan senjata ini adalah hasil terbaik yang dicapai dalam beberapa tahun terakhir, dibandingkan ketika Nepal masih dalam keadaan darurat dengan sepuluh orang tewas setiap harinya. Sat ini warga Nepal punya harapan optimis, suatu saat akan dicapai perdamaian definitif. Selain itu ada harapan partai-partai politik yang terlibat dalam pemerintahan selama 10 tahun terakhir, juga akan dilibatkan. Sekarang mereka sengaja mengambil jarak dengan pemerintah. Kedua belah pihak harus membangun kepercayaan baru sebelum membentuk tim perundingan resmi dengan pihak pemberontak Maois. * PEMBEBASAN JA'AFAR UM,AR THALI BERARTI MALUKU BUKAN PRIORITAS PENTING JAKARTA Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur membebaskan bekas panglima Laskar Jihad Ja'far Umar Thalib dari tiga dakwaan, antara lain dakwaan menyebarkan rasa permusuhan dan kebencian. Sekarang bekas panglima ini bebas murni. Puluhan aktivis Front Pembela Islam FPI yang datang ke pengadilan menyambut gembira pembebasan ini. Apa makna pembebasan ini, terutama bagi konflik di Maluku? Radio Nederland menghubungi Thamrin Tomagola, pakar dari Universitas Indonesia. Thamrin Tomagola [TT]: Ada beberapa hal. Yang pertama saya kira pada jajaran politik, pemerintah Megawati terutama Hamzah Haz tidak mau bikin masalah lebih parah dengan kelompok ekstrim ini. Jadi saya kira mereka lebih konsentrasi pada bom Bali dan kemudian diungkap jaringan-jaringannya daripada terlalu terseret ke dalam Laskyar Jihad yang sebenarnya sangat lokal di Ambon. Jadi ada pertimbangan prioritas. Yang kedua, kelompok-kelompok lama dari kekuatan-kekuatan Orde Baru masih punya pengaruh yang cukup kuat di kalangan perngadilan negeri dan pengadilan tinggi di Indonesia. Jadi agak susah mengharapkan pertanggungjawaban begitu. Apalagi masalah Ambon dan konflik Maluku, sekarang itu karena sudah ditaruh di daftar yang kesekian, yang terakhir begitu. Yang ketiga, Laskar Jihad itu sudah membubarkan diri 'kan. Jadi agak repot mengejar lebih lanjut siapa yang mengendalikan Laskar Jihad sebenarnya dan mencoba minta pertangungjawaban mereka. Yang keempat, kita semua juga tahu. Hasil dari menyebar kebencian itu kemudian terjadi penyerangan di desa saya, bukan hanya Laskar Jihad yang terlibat tapi ada unsur-unsur lain. Misalnya unsur-unsur Coker dari Berty Loupatty, yang dikendalikan oleh Kopassus. Jadi barangkali tidak akan terlalu menghasilkan penyelesaian yang baik kalau JaafarUmar Thalib ini yang dipegang dan diminta pertanggungjawabannya, karena ada pihak lain yang lebih bertanggungjawab terhadap penyerangan di desa saya itu. Radio Nederland [RN] Menurut anda apakah kelompok militer tidak perlu sekarang main-main dengan kalangan Kristen atau Islam radikal? TT: Saya kira tidak, karena terutama kelompok militer dibawah pimpinan Endriartono. Saya kira dibawah pimpinan baru ini dengan policy yang berbeda sama sekali. Dia ingin membebaskan diri dari pekerjaan-pekerjaan kotor dari masa lampau. Dia ingin menjaga jarak yang aman dari kelompok-kelompok yang suka bikin manouver-manouver politik dan keamanan, Polkam. Jadi kayanya sejak naiknya Endriartono agak berubah secara sangat berarti. Walaupun dia tidak naik dan tetap dipegang oleh kelompok yang bikin manuver-manouver polkam itu, tapi melihat perkembangan perang anti terorisme pada tingkat internasional dan kelompok-kelompok Islam ekstrim menjadi sasaran utama dan ditambah juga dengan militer saat ini juga mengamakan posisi strategis Megawati sehingga mereka tidak perlu lagi melakukan penggoyangan terhadap pemerintahan isipil, karena mereka sudah mendapatkan posisi yang diinginkan, dan imperium ekonomi dan imperium politik sudah cukup aman. Saya lihat itu dengan dua perkembangan itu ditingkat nasional mereka dapat posisi strategis dandi tingkat internasiohnal ada perang anti terorime Amerika, kemudian mereka mengambil jarak dari kelompok-kelompok Islam ekstrim yang pada awalnya dipakai semata-mata sebagai alat. Jadi jarak sudah dibuat. Apalagi dengan kasus bom Bali itu kemudian polisi berhasil mengungkap. Itu bisa merembet ke mana-mana. Orang masih menduga-duga: apakah bom yang meledak itu yang kecil atau yang besar. Itu punya siapa? Itu kan bisa dikejar terus. Jadi mereka sedang membersihkan lapangan hasil-hasil pekerjaan kotor dimasa lampau sedapat-dapatnya. Dan Laskar Jihad dan Front Pembela Islam adalah kelompok-kelompok ekstrim itu adalah kotoran-kotoran pekerjaan masa lampau yang harus mereka bersihkan. Jadi perkembangan sekarang tidak ada insentif lagi bagi militer tidak ada alasan untuk menggoyang pemerintahan sipil. RN: Kalau begitu menurut anda, apakah pembebasan ini bisa mengarah ke situasi yang damai di Maluku? TT: Pembebasan dia atau tidak dibebaskan saya kira tidak punya pengaruh yang siknifikan di lapangan, karena kedua komunitas dilapangan sudah sadar sebenarnya apa yang terjadi. Dan siapa yang bermain dan kemudian mereka diadu omba. Laskar Jihad ini dikendalikan kelompok tertentu. Jadi apapun hasilnya proses peradilan Ja'afar Umar Thalib ini hampir tidak bergaung. Karena prioritas pemerintah Megawati bukan lagi konflik Maluku atau penuntasan Malino II tapi perhatian pemerintah ini sudah bercabang ke mana-mana keBom Bali, Aceh dan penyelidikan di Timika. Jadi sudah tidak diutamakan. Begitu. * KANAN DAN KIRI BERSATU HADAPI MEGAWATI-HAMZAH HAZ Ledakan dahsyat Bom Bali berbuntut pembersihan gerakan Islam dari pertarungan politik di Indonesia serta pengejaran aktivis militan. Kini di saat AS mengancam untuk melakukan invasi ke Irak, gerakan Islam seolah menemukan nafasnya kembali. Gerakan Islam baik yang mengusung agenda moderat hingga yang radikal barbaur dalam barisan perlawan 'anti AS'. Koresponden Jopie Lasut mengirim laporan berikut dari Jakarta: Nampaknya Megawati tidak mampu memprediksikan dampak dari kebijakan-kebijakan politik yang diambilnya. Pemerintahan Megawati beberapa bulan terakhir meraup pujian AS dan sekutunya karena dalam tempo cepat mampu membongkar keterlibatan sejumlah aktivis Islam radikal dalam kasus terror bom. Layaknya menjentikan ibu jari dan jari tengah, dalam tempo sekejap kolaborasi Megawati dan Amerika Serikat sanggup merobohkan gerakan yang beberapa tahun belakangan ini sudah menjadi mainstream dalam percaturan politik di Indonesia. Namun sejak awal Januari saat mahasiswa terpicu untuk menggelar aksi demonstrasi akibat kenaikan harga, gerakan Islam mulai mendapat keberanian untuk melakukan aksi-aksi. Tokoh Islam yang pada tahun 1980an menjadi pelaku pembajakan pesawat Garuda-Woyla, Umar Abdah, mengatakan biasanya gerakan-gerakan Islam berani turun bila ada dukungan militer. Kini di tengah-tengah keguncangan Megawati dalam mengendalikan kekuasaan, tentara mulai menarik dukungannya. Inilah yang menjadi faktor pendorong munculnya Gerakan Islam ke permukaan. Dalam minggu terakhir ini di Jakarta dan Surabaya beberapa demo anti Amerika mulai digelar massa Islam antara lain oleh Hizbut Tahir. Sementara itu bagi kelompok-kelompok anti Mega-Hamzah, yang penting nampaknya suhu politik bisa terus dipertahankan selama lima bulan menunggu Mega membuat kesalahan-kesalahan baru. Bukankah Mega sudah memusuhi pers dan menentang otonomi daerah? Mega pun diperkirakan akan menaikkan harga-harga kebutuhan rakyat dalam beberapa bulan mendatang, karena memang tidak ada jalan lain baginya. Selain itu ketegangan antara Amerika dan Irak pasti akan memperparah emosi masyarakat Islam terhadap Megawati yang nampak sekali tidak tegas terhadap Amerika. Hal ini bisa dilihat dari kedatangan sekitar 30 anggota delegasi perwakilan Ormas Islam yang menemui pimpinan DPR RI kemarin. Mereka mendesak pihak DPR bersama pemerintah secara tegas menolak dan mengutuk rencana serangan Amerika dan sekutunya terhadap Irak. "Serangan itu akan menimbulkan reaksi yang keras di dalam negeri. Serangan itu juga membuktikan ketidakadilan Amerika Serikat terhadap negara-negara Islam serta bertentangan dengan prinsip-prinsip demokrasi," kata pemimpin delegasi Din Syamsudin yang juga Sekretaris Umum MUI. Delegasi diterima Ketua DPR Akbar Tandjung dan Wakil Ketua Soetardjo Surjogoeritno di Gedung DPR/MPR Senayan, Jakarta. Secara kebetulan bekas panglima Laskar Jihad Ja'far Umar Thalib dinyatakan bebas dari segala dakwaannya oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Jafar Thalib yang tersandung delik hukum yang oleh Jaksa dituduh telah menyatakan rasa permusuhan, kebencian atau penghinaan kepada pemerintah Indonesia. Dalam pada itu sejumlah tokoh Islam muda eks demonstran anti rezim Orde Baru mulai bergabung dengan partai Sarikat Indonesia. Partai ini didukung delapan partai yang punya kursi di parlemen. Perolehan suara mereka berjumlah 3.000.000 suara pada pemilu yang lampau. Partai ini berharap bisa merangkul kelompok Islam moderat, nasionalis, dan sosialis. Di antaranya adalah kelompok sayap kiri yang diperkirakan berakar di kalangan buruh tani, nelayan dan miskin kota. Jadi, bila Megawati tidak dapat dijatuhkan pada tahun 2003, partai ini, menurut Ferri Yudiantono seorang Fungsionaris DPP PSI, berharap dapat menyedot massa PDIP yang beraliran kiri yang telah kehilangan kepercayaan kepada Megawati. Ferry Yudiantono: Seperti contohnya Andi Sose di Sulawesi Selatan itu ada di Partai Serikat Indonesia, Thaha Al Hamid di Irian Jaya kemudian ada beberapa nama yang sudah kita pertimbangkan untuk masuk memberi kontribusi di dewan pakar. Selain itu H. B. Mantiri di Sulawesi Utara. Sadikin di Jawa Barat. Kemudian juga saya dengar proses pembentukan DPD di Aceh itu tokoh-tokoh GAM juga terlibat dalam proses pembentukan itu. Jadi kita terbuka partai ini. Kita keluar dari sekat-sekat ideologi seperti itu. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
