---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Kamis 30 Januari 2003 14:50 UTC



** JAAFAR UMAR THALIB BEBAS

** MAKIN BANYAK PEROMPAK LAUT

** USAHA MENYELESAIKAN KRISIS IRAK

** TOPIK GEMA WARTA:  EROPA PECAH SOAL RENCANA AMERKA SERBU IRAK

** TOPIK GEMA WARTA: GENCATAN SENJATA DI NEPAL, LANGKAH AWAL PROSES
PERDAMAIAN

** TOPIK GEMA WARTA:  PEMBEBASAN JA'AFAR UM,AR THALI BERARTI MALUKU
BUKAN PRIORITAS PENTING JAKARTA

** TOPIK GEMA WARTA: KANAN DAN KIRI BERSATU HADAPI MEGAWATI-HAMZAH
HAZ



* JAAFAR UMAR THALIB BEBAS

Pengadilan Negeri di Jakarta Timur membebaskan pemimpin Laskar Jihad,
Jaafar Umar Thalib yang ditahan Mei tahun lalu. Ia dituduh telah
membakar semangat menyerang orang-orang Kristen di Maluku. Ia hanya
dituntut hukuman penjara satu tahun. Hukuman terberat untuk
menyebarkan rasa benci adalah enam tahun. Pengadilan Negeri di
Jakarta membebaskan Jaafar Umar Thalib karena tidak ada bukti. Proses
peradilan ini mendapat perhatian internasional, karena dipandang
sebagai tolok ukur kesediaan pemerintah Indonesia menindak gerakan
fundamentalis Islam.


* MAKIN BANYAK PROMPAK LAUT

Menurut Biro Maritim Internasional (IMB) jumlah perompakan di
perairan internasional meningkat. Tahun lalu 370 kapal dagang
dihadang perompak-perompak. Ini adalah seratus lebih dari tahun
sebelumnya. Yang menjadi sasaran para perompak adalah kapal-kapal di
Asia, terutama Indonesia. Selain jumlahnya meningkat para perompak
makin banyak menggunakan kekerasan. Paling kurang sepuluh awak kapal
meninggal akibatnya. Organisasi ini ingin agar negara-negara pantai
lebih banyak mengadakan patroli di laut. Selain serangan-serangan
dari para perompak, IMB juga memperingatkan akan adanya fenomena
baru, yaitu serangan teror pada kapal-kapal pengangkut dan kapal
tangki. Tahun lalu supertanker Perancis diserang oleh para teroris di
pantai Yaman. Sebuah kapal kecil bermuatan bahan-bahan peledak
menabrak kapal itu. Satu awak kapal tewas.


* USAHA MENYELESAIKAN KRISIS IRAK

Mentri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Saud al-Faisal telah
berbicara dengan pemimpin-pemimpin dari Perancis dan Inggris untuk
menyelesaikan krisis Irak dengan cara damai . Menurut Pangeran Saud,
Irak harus bekerjasama degan Dewan Keamanan PBB tapi PBB pada
gilirannya juga harus menghormati kedaulatan Irak. Hari Kamis ini
Pangeran Saud akan berbicara dengan Presiden Bush di Washington.
Sementara itu delapan kepala pemerintahan di Eropa telah menyatakan
mendukung kebijakan presiden George W. Bush menyangkut Irak. Ke
delapan negara itu adalah Inggris, Spanyol, Portugal, Italia,
Hongaria, Polandia, Ceko dan Denmark. Sikap mereka itu disampaikan
melalui sepucuk surat yang diterbitkan dalam harian Inggris The
Times. Amerika Serikat sementara ini masih terus melakukan usaha
pendekatan lewat jalan diplomasi untuk mendapat dukungan melancarkan
perang terhadap Irak. Washington mengatakan bersedia mencari negara
pengasingan yang sesuai bagi Saddam Hussein bila ia bersedia
meninggalkan tanah airnya secara sukarela. Mentri Luar Negri Amerika
Colin Powell mengatakan dengan demikian, maka perang Irak bisa
dihindari.


* WARGA KAMBOJA MARAH

Ratusan warga Thailand yang berada di ibukota Kamboja, Phnom Penh
dievakuasi dan diterbangkan kembali ke tanah air mereka. Tindakan itu
diambil untuk menyelamatkan mereka dari kemarahan ribuan warga
Kamboja. Warga Thailand itu menjadi sasaran kemarahan banyak orang di
Kamboja karena ucapan seorang aktris Thailand yang mengatakan bahwa
Candi Angkor di Kamboja itu dicuri dari Thailand. Bagi orang Kamboja
kompleks candi itu adalah lambang nasional mereka. Namun aktris yang
dimaksud menyangkal keras telah mengatakan demikian mengenai Angkor
Wat. Walaupun demikian ribuan warga Kamboja, Rabu kemarin merusak
hotel-hotel dan toko-toko milik orang-orang Thailand. Hari Kamis ini
terjadi penjarahan. Sebagai jawaban kericuhan ini Thailand akan
mengusir dutabesar Kamboja di negaranya dan memanggil pulang diplomat
mereka dari Kamboja.


* PEMBANGKANG DI IRAN BEBAS

Ayatollah Hossein Ali Montazeri, bebas meninggalkan rumahnya di Qom,
Iran. Ketika ia keluar ia disambut oleh sorak-sorai sekitar  seratus
pendukungnya. Ia dibebaskan dari tanahan rumah karena alasan
kesehatan yang lemah. Menurut beberapa pengamat dinas rahasia Iran
khawatir bila ia tidak dibebaskan  dan ia meninggal dalam tahanan
rumah, akan terjadi gelombang protes. Ayatollah Montazeri yang
berusia 80 tahun itu pernah dipandang sebagai calon pengganti
ayatollah Khomeini. Namun dukungan itu hilang karena selama ia
berkuasa banyak tahanan politik di Iran dibunuh. Ayatollah Montaseri
menyangkal ia harus berjanji tidak akan giat dalam politik.


* TIME WARNER RUGI

Ted Turner, pimpinan perusahaan raksasa media AOL Time Warner turun.
Hari Rabu kemarin diumumkan bahwa persuahaan ini dalam catur wulan
terakhir rugi 45 milyar dolar. Penyebabnya adalah devisi internet
yang berjalan tidak baik. Turner adalah pendiri pemancar televisi CNN
dan wakil presiden direktur. Sebelumnya Steve Case, salah satu
pimpinan perusahaan juga sudah mengumumkan mundur. AOL Time Warner
terbentuk tiga tahun lalu dan adalah gabungan America Online dan Time
Warner. Perusahaan raksasa ini tahun lalu juga disebut-sebut dalam
skandal tatabuku di Amerika Serikat karena memberi gambaran keuangan
yang lebih cerah daripada sebenarnya.


* PANTAI GADING

Sekitar 250 warga Perancis diungsikan dari Pantai Gading. Mereka
terutama anak-anak dan wanita. Malam lalu mereka tiba dibandara
Charles de Gaulle, Paris. Pemerintah Perancis telah mengirim
pasukan-pasukan baru ke Pantai Gading untuk memperkuat satuan militer
di sana. Selama hari-hari belakangan telah terjadi banyak demonstrasi
menentang perjanjian damai yang disepakati minggu lalu. Kemarahan
warga Pantai Gading terutama tertuju pada warga Perancis dan
gedung-gedung pemerintahan. Perancis sebagai bekas penjajah Pantai
Gading dianggap sebagai otak perjanjian perdamaian yang disepakati di
Paris. Sementara itu perjanjian antara para pemberontak dan
pemerintah ditampik oleh militer. Namun di dalam pemerintahan sendiri
terdapat perbedaan pendapat mengenai perjanjian itu.


* VENEZUELA MULAI PULIH

Setelah dua bulan lamanya Venezuela lumpuh akibat pemogokan nasional,
tampaknya berangsur-angsur mulai pulih. Hari Senin lalu bank-bank
mulai buka dan kegiatan di sektor-sektor lain mulai berjalan.
Bank-bank mengatakan tidak ingin lebih menyulitkan keadaan para
pelanggan mereka. Namun menurut oposisi mereka takut terhadap ancaman
presiden Hugo Chavez. Pemogokan di sektor minyak masih berlangsung.
Produksi minyak masih 1 juta barrel per hari, namun ini adalah satu
pertiga dari tingkat produksi sebelumnya. Presiden Chaves telah
memecat 5000 buruh indsutri minyak yang mogok. Menurut para pakar
akibat pemogokan itu Venezuela rugi 4 milyar dollar


* EROPA PECAH SOAL RENCANA AMERKA SERBU IRAK


Para warga Eropa pagi ini kaget membuka koran-koran penting di
pelbagai ibukota, karena di situ dimuat iklan yang ditandatangani
oleh delapan orang perdana menteri Eropa dan isinya dukungan
sepenuhnya kepada rencana Amerika untuk menyerbu Irak. Tak pelak
lagi, dalam soal Irak ini, Eropa sangat terbelah. Berikut laporan
koresponden Paul Hazebroek dari Brussel:

Selama ini selalu dikatakan bahwa Amerika tidak mengerti Eropa.
Tetapi dengan begitu sebenarnya orang-orang Eropa saling
meninabobokkan satu sama lain. Dalam krisis Irak ini menjadi jelas
bahwa Washington benar-benar mengerti bagaimana pendirian Eropa
tentang krisis ini. Lebih dari itu Amerika juga tahu persis bagaimana
bisa memanfaatkan pendirian Eropa. Maklum Eropa tetap saja terpecah.
Prancis dan Jerman menentang perang terhadap Bagdad. Tetapi pekan
lalu, Menteri Pertahanan Amerika Donald Rumsfeld sudah tahu persis
bahwa pendirian "Eropa Lama" tidak sama dengan sikap pro Amerika yang
ditunjukkan oleh "Eropa Baru." Dan kini terbukti Donald Rumsfeld
benar.

Hari ini para pemimpin delapan negara Eropa mengumumkan dukungan
bersama terhadap Presiden George W. Bush yang bertekad melancarkan
perang terhadap Irak, tidak perduli apakah Dewan Keamanan PBB setuju
atau tidak. Menariknya, delapan orang pemimpin Eropa itu mengumumkan
dukungan mereka dalam iklan besar di koran-koran. Menurut koran
Inggris The Times, gagasan memasang iklan besar-besaran ini datang
dari Perdana Menteri Spanyol Jose Maria Aznar yang konservatif itu.
Selain tanda tangannya, terdapat pula tanda tangan para pemimpin
pemerintahan Britania, Portugal, Italia, Denmark, Czeko, Polandia dan
Hongaria.

Seperti Washington, kedelapan perdana menteri itu menyatakan bahwa
rejim Irak yang memiliki senjata pemusnah massal merupakan ancaman
perdamaian dunia. Jadi Irak harus dilucuti persenjataannya dan kalau
Bagdad tidak ambil pusing maka Bagdad harus menanggung akibatnya.
Demikian ringkasan iklan koran itu.

Kekuatan kita adalah persatuan, demikian menurut mereka. Tetapi
dengan langkah ini ke delapan perdana menteri itu sudah melanggar
sendiri peraturan yang sudah mereka sepakati. Apalagi mereka juga
melanggar pernyataan bersama yang baru berusia empat hari yang
dikeluarkan oleh para menteri luar negeri Eropa. Dalam pernyataan
bersama Senin lalu para menteri luar negeri ini berseru supaya Irak
bekerjasama dengan para inspektur senjata PBB.

Setelah melakukan penyelidikan selama dua bulan, para inspektur belum
dapat menemukan cukup bukti bahwa Irak mempunyai senjata penghancur
massal. Jadi ke-15 menteri ini beranggapan masih terlalu pagi untuk
berbicara mengenai perang. Tetapi bila terbukti bahwa Irak memang
benar-benar melangar resolusi PBB nomor 1441 mengenai perlucutan
senjata, ke 15 menteri ini berpendapat keputusan untuk memulai aksi
militer di Irak hanya dapat diambil oleh Dewan Keamanan PBB dan tidak
secara sepihak oleh Amerika Serikat.

Kedelapan pemimpin Eropa di dalam surat terbuka mereka hari ini
bahkan menyinggung lebih jauh. Mereka berpendapat bahwa Eropa
mempunyai kewajiban sejarah untuk mendukung Amerika Serikat dalam
persoalan Irak. Dengan ini kedelapan pemimpin tersebut sekana-akan
menyatakan tidak peduli dengan pendapat mayoritas warga Eropa,
termasuk pendapat penduduknya sendiri, yang mayoritasnya menentang
campur tangan militer di Irak. Harus ada bukti dulu sebelum memulai
aksi, demikian reaksi sebagian besar warga Eropa apabila Washington
kembali menyerukan bahwa Irak mempunyai senjata pemusnah massal.

Sekarang Presiden Bush berjanji akan memberikan bukti-bukti kuat 5
Februari mendatang. Perdana Menteri Aznar dan sekutunya yang
pro-Washington sebenarnya bisa menunggu sampai tanggal tersebut.
Tetapi tidak, mereka justru memilih untuk memberikan reaksi
terburu-buru. Memang hal yang menyedihkan, apakah Eropa akan bisa
berbicara dengan satu suara? Kemungkinan ini ada, tetapi jauh di masa
mendatang.


* GENCATAN SENJATA DI NEPAL, LANGKAH AWAL PROSES PERDAMAIAN


Ada sedikit harapan optimis di Nepal, bahwa gencatan senjata yang
disepakati pemerintah dan para pemberontak Maois dapat bertahan lama.
Para analis menyatakan, persetujuan ini dihormati kedua belah pihak,
karena Raja Gyanendra mengambil-alih pengawasan proses perdamaian.

Wartawan Nepal Binod Bhattari mengatakan pengumuman gencatan senjata
ini disambut baik setelah pertikaian yang berlangsung selama
berbulan-bulan dengan para pemberontak Mao:

Gencatan senjata ini datangnya cukup mengagetkan, kurang dari
seminggu setelah pembunuhan kepala polisi Nepal, istri, keluarga dan
pengawalnya. Memang sebelumnya sudah ada spekulasi bahwa sesuatu akan
terjadi. Dan sekarang, inilah hasilnya. Pemerintah dan pemberontak
Maois mencapai kesepakatan damai. Menyusul kesepakatan ini, beredar
desas-desus bahwa Raja Gyanendra sendiri telah mengadakan pertemuan
dengan pemberontak. Bahkan beberapa harian Nepal melaporkan berita
ini. Tetapi salah seorang menteri mengatakan, bahwa pertemuan itu
tidak berlangsung dan kabar itu hanyalah desas-desus belaka.

Jadi sebenarnya masih ada ketidakjelasan soal kesepakatan ini. Tetapi
karena pemerintah Nepal sekarang bukanlah pemerintah yang dipilih
oleh rakyat tetapi ditunjuk oleh raja, jadi tidak mungkin jika ada
anggapan bahwa keputusan sepenting ini diambil tanpa sepengetahuan
raja. Keterlibatan Raja Gyanendra dalam proses perdamaian sangatlah
penting, karena salah satu tuntutan pemberontak adalah berbicara
langsung dengan Raja. Di lain pihak, tuntutan ini merupakan
kontradiksi. Monarki di Nepal pada dasarnya juga memegang kekuasan
konstitusional, karena berhak mengeluarkan undang-undang dasar.
Undang-undang dasar yang berlaku di Nepal sekarang merupakan sesuatu
yang diciptakan raja. Jadi masih terlalu pagi untuk membicarakan hal
tersebut, karena tim negosiasi masih punya banyak tema yang harus
dibicarakan.

Siapa saja yang menjadi anggota tim negosiator? Pemerintah telah
menunjuk Menteri Pekerjaan Umum dan Transportasi Narayan Singh Pun,
yang juga merupaksan salah satu arsitek persetujuan gencatan senjata,
untuk menjadi ketua koordinator perundingan. Ia menyatakan akan
menambah jumlah anggota apabila diperlukan. Tetapi saat ini masih
terlalu pagi untuk memperkirakan susunan tim, tanggal pembicaraan dan
sebagainya. Yang menjadi pertanyaan berapa besar ruang perundingan,
apabila tuntutan para pemberontak cukup jelas, yaitu mendirikan
negara komunis dan menggulingkan monarki.

Sampai saat ini belum ada gambaran jelas, tetapi persetujuan gencatan
senjata ini adalah hasil terbaik yang dicapai dalam beberapa tahun
terakhir, dibandingkan ketika Nepal masih dalam keadaan darurat
dengan sepuluh orang tewas setiap harinya. Sat ini warga Nepal punya
harapan optimis, suatu saat akan dicapai perdamaian definitif. Selain
itu ada harapan partai-partai politik yang terlibat dalam
pemerintahan selama 10 tahun terakhir, juga akan dilibatkan. Sekarang
mereka sengaja mengambil jarak dengan pemerintah. Kedua belah pihak
harus membangun kepercayaan baru sebelum membentuk tim perundingan
resmi dengan pihak pemberontak Maois.


* PEMBEBASAN JA'AFAR UM,AR THALI BERARTI MALUKU BUKAN PRIORITAS
PENTING JAKARTA


Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur membebaskan bekas
panglima Laskar Jihad Ja'far Umar Thalib dari tiga dakwaan, antara
lain dakwaan menyebarkan rasa permusuhan dan kebencian. Sekarang
bekas panglima ini bebas murni. Puluhan aktivis Front Pembela Islam
FPI yang datang ke pengadilan menyambut gembira pembebasan ini. Apa
makna pembebasan ini, terutama bagi konflik di Maluku? Radio
Nederland menghubungi Thamrin Tomagola, pakar dari Universitas
Indonesia.

Thamrin Tomagola [TT]: Ada beberapa hal. Yang pertama saya kira pada
jajaran politik, pemerintah Megawati terutama Hamzah Haz tidak mau
bikin masalah lebih parah dengan kelompok ekstrim ini. Jadi saya kira
mereka lebih konsentrasi pada bom Bali dan kemudian diungkap
jaringan-jaringannya daripada terlalu terseret ke dalam Laskyar Jihad
yang sebenarnya sangat lokal di Ambon. Jadi ada pertimbangan
prioritas.

Yang kedua, kelompok-kelompok lama dari kekuatan-kekuatan Orde Baru
masih punya pengaruh yang cukup kuat di kalangan perngadilan negeri
dan pengadilan tinggi di Indonesia. Jadi agak susah mengharapkan
pertanggungjawaban begitu. Apalagi masalah Ambon dan konflik Maluku,
sekarang itu karena sudah ditaruh di daftar yang kesekian, yang
terakhir begitu.

Yang ketiga, Laskar Jihad itu sudah membubarkan diri 'kan. Jadi agak
repot mengejar lebih lanjut siapa yang mengendalikan Laskar Jihad
sebenarnya dan mencoba minta pertangungjawaban mereka.

Yang keempat, kita semua juga tahu. Hasil dari menyebar kebencian itu
kemudian terjadi penyerangan di desa saya, bukan hanya Laskar Jihad
yang terlibat tapi ada unsur-unsur lain. Misalnya unsur-unsur Coker
dari Berty Loupatty, yang dikendalikan oleh Kopassus. Jadi barangkali
tidak akan terlalu menghasilkan penyelesaian yang baik kalau
JaafarUmar Thalib ini yang dipegang dan diminta
pertanggungjawabannya, karena ada pihak lain yang lebih
bertanggungjawab terhadap penyerangan di desa saya itu.

Radio Nederland [RN] Menurut anda apakah kelompok militer tidak perlu
sekarang main-main dengan kalangan Kristen atau Islam radikal?

TT:  Saya kira tidak, karena terutama kelompok militer dibawah
pimpinan Endriartono. Saya kira dibawah pimpinan baru ini dengan
policy yang berbeda sama sekali. Dia ingin membebaskan diri dari
pekerjaan-pekerjaan kotor dari masa lampau. Dia ingin menjaga jarak
yang aman dari kelompok-kelompok yang suka bikin manouver-manouver
politik dan keamanan, Polkam.

Jadi kayanya sejak naiknya Endriartono agak berubah secara sangat
berarti. Walaupun dia tidak naik dan tetap dipegang oleh kelompok
yang bikin manuver-manouver polkam itu, tapi melihat perkembangan
perang anti terorisme pada tingkat internasional dan
kelompok-kelompok Islam ekstrim menjadi sasaran utama dan ditambah
juga dengan militer saat ini  juga mengamakan posisi strategis
Megawati sehingga mereka tidak perlu lagi melakukan penggoyangan
terhadap pemerintahan isipil, karena mereka sudah mendapatkan posisi
yang diinginkan, dan imperium ekonomi dan imperium politik sudah
cukup aman.

Saya lihat itu dengan dua perkembangan itu ditingkat nasional mereka
dapat posisi strategis dandi tingkat internasiohnal ada  perang anti
terorime Amerika, kemudian mereka mengambil jarak dari
kelompok-kelompok Islam ekstrim yang pada awalnya dipakai semata-mata
sebagai alat. Jadi jarak sudah dibuat.

Apalagi dengan kasus bom Bali itu kemudian polisi berhasil
mengungkap. Itu bisa merembet ke mana-mana. Orang masih menduga-duga:
 apakah bom yang meledak itu yang kecil atau yang besar.  Itu punya
siapa? Itu kan bisa dikejar terus. Jadi mereka sedang membersihkan
lapangan hasil-hasil pekerjaan kotor dimasa lampau sedapat-dapatnya.
Dan Laskar Jihad dan Front Pembela Islam adalah kelompok-kelompok
ekstrim itu adalah kotoran-kotoran pekerjaan masa lampau yang harus
mereka bersihkan. Jadi perkembangan sekarang tidak ada insentif lagi
bagi militer tidak ada alasan untuk menggoyang pemerintahan sipil.

RN: Kalau begitu menurut anda,  apakah pembebasan ini bisa  mengarah
ke situasi yang damai di Maluku?

TT: Pembebasan dia atau tidak dibebaskan saya kira tidak punya
pengaruh yang siknifikan di lapangan, karena kedua komunitas
dilapangan sudah sadar sebenarnya apa yang terjadi. Dan  siapa yang
bermain dan kemudian mereka diadu omba. Laskar Jihad ini dikendalikan
kelompok tertentu. Jadi apapun hasilnya proses peradilan Ja'afar Umar
Thalib ini hampir tidak bergaung. Karena prioritas pemerintah
Megawati bukan lagi konflik Maluku atau penuntasan Malino II tapi
perhatian pemerintah ini sudah bercabang ke mana-mana keBom Bali,
Aceh dan penyelidikan di Timika. Jadi sudah tidak diutamakan. Begitu.


* KANAN DAN KIRI BERSATU HADAPI MEGAWATI-HAMZAH HAZ

Ledakan dahsyat Bom Bali berbuntut pembersihan gerakan Islam dari
pertarungan politik di Indonesia serta pengejaran aktivis militan.
Kini di saat AS mengancam untuk melakukan invasi ke Irak, gerakan
Islam seolah menemukan nafasnya kembali. Gerakan Islam baik yang
mengusung agenda moderat hingga yang radikal barbaur dalam barisan
perlawan 'anti AS'. Koresponden Jopie Lasut mengirim laporan berikut
dari Jakarta:

Nampaknya Megawati tidak mampu memprediksikan dampak dari
kebijakan-kebijakan politik yang diambilnya. Pemerintahan Megawati
beberapa bulan terakhir meraup pujian AS dan sekutunya karena dalam
tempo cepat mampu membongkar keterlibatan sejumlah aktivis Islam
radikal dalam kasus terror bom. Layaknya menjentikan ibu jari dan
jari tengah, dalam tempo sekejap kolaborasi Megawati dan Amerika
Serikat sanggup merobohkan gerakan yang beberapa tahun belakangan ini
sudah menjadi mainstream dalam percaturan politik di Indonesia.

Namun sejak awal Januari saat mahasiswa terpicu untuk menggelar aksi
demonstrasi akibat kenaikan harga, gerakan Islam mulai mendapat
keberanian untuk melakukan aksi-aksi. Tokoh Islam yang pada tahun
1980an menjadi pelaku pembajakan pesawat Garuda-Woyla, Umar Abdah,
mengatakan biasanya gerakan-gerakan Islam berani turun bila ada
dukungan militer. Kini di tengah-tengah keguncangan Megawati  dalam
mengendalikan kekuasaan, tentara mulai menarik dukungannya. Inilah
yang menjadi faktor pendorong munculnya Gerakan Islam ke permukaan.
Dalam minggu terakhir ini di Jakarta dan Surabaya beberapa demo anti
Amerika mulai digelar massa Islam antara lain oleh Hizbut Tahir.

Sementara itu bagi kelompok-kelompok anti Mega-Hamzah, yang penting
nampaknya suhu politik bisa terus dipertahankan selama lima bulan
menunggu Mega membuat kesalahan-kesalahan baru. Bukankah Mega sudah
memusuhi pers dan menentang otonomi daerah? Mega pun diperkirakan
akan menaikkan harga-harga kebutuhan rakyat dalam beberapa bulan
mendatang, karena memang tidak ada jalan lain baginya.

Selain itu ketegangan antara Amerika dan Irak pasti akan memperparah
emosi masyarakat Islam terhadap Megawati yang nampak sekali tidak
tegas terhadap Amerika. Hal ini bisa dilihat dari kedatangan sekitar
30 anggota  delegasi perwakilan Ormas Islam yang menemui pimpinan DPR
RI kemarin. Mereka mendesak pihak DPR bersama pemerintah secara tegas
menolak dan mengutuk rencana serangan Amerika dan sekutunya terhadap
Irak. "Serangan itu akan menimbulkan reaksi yang keras di dalam
negeri. Serangan itu juga membuktikan ketidakadilan Amerika Serikat
terhadap negara-negara Islam serta bertentangan dengan
prinsip-prinsip demokrasi," kata pemimpin delegasi Din Syamsudin yang
juga Sekretaris Umum MUI.

Delegasi diterima Ketua DPR Akbar Tandjung dan Wakil Ketua Soetardjo
Surjogoeritno di Gedung DPR/MPR Senayan, Jakarta. Secara kebetulan
bekas panglima Laskar Jihad Ja'far Umar Thalib dinyatakan bebas dari
segala dakwaannya oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur.
Jafar Thalib yang tersandung delik hukum yang oleh Jaksa dituduh
telah menyatakan rasa permusuhan, kebencian atau penghinaan kepada
pemerintah Indonesia.

Dalam pada itu sejumlah tokoh Islam muda eks demonstran anti rezim
Orde Baru mulai bergabung dengan partai Sarikat Indonesia. Partai ini
didukung delapan partai yang punya kursi di parlemen. Perolehan suara
mereka berjumlah 3.000.000 suara pada pemilu yang lampau. Partai ini
berharap bisa merangkul kelompok Islam moderat, nasionalis, dan
sosialis. Di antaranya adalah kelompok sayap kiri yang diperkirakan
berakar di kalangan buruh tani, nelayan dan miskin kota. Jadi, bila
Megawati tidak dapat dijatuhkan pada tahun 2003, partai ini, menurut
Ferri Yudiantono seorang Fungsionaris DPP PSI, berharap dapat
menyedot massa PDIP yang beraliran kiri yang telah kehilangan
kepercayaan kepada Megawati.

Ferry Yudiantono:
Seperti contohnya Andi Sose  di Sulawesi Selatan  itu ada di Partai
Serikat Indonesia, Thaha Al Hamid di Irian Jaya kemudian ada beberapa
nama yang sudah kita pertimbangkan untuk masuk memberi kontribusi di
dewan pakar. Selain itu H. B. Mantiri di Sulawesi Utara. Sadikin di
Jawa Barat. Kemudian juga saya dengar proses pembentukan DPD di Aceh
itu tokoh-tokoh GAM juga terlibat dalam proses pembentukan itu. Jadi
kita terbuka partai ini. Kita keluar dari sekat-sekat ideologi
seperti itu.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke