Marah yang Benar

Semua manusia pasti pernah marah, bahkan mulai dari bayi, kita sudah bisa 
marah. Tidak heran karena marah merupakan salah satu emosi dasar manusia selain 
senang, sedih, jijik, bersemangat, dan takut. Marah menjadi sesuatu yang sangat 
luas sampai-sampai sekarang ada pelajaran dengan nama anger management 
(mengatur marah). Mengapa seperti itu? Hal ini dikarenakan di balik sebuah 
kemarahan ada banyak alasan di dalamnya. Ada yang marah karena khawatir, 
tersakiti, merasa tidak aman, dan lain-lain.

            Marah bisa memblokir otak kita sehingga otak kita tidak bisa 
berpikir menggunakan nalar atau akal sehat. Marah menyebabkan otak kita 
berpikir seperti reptil yang hanya memiliki dua opsi yaitu fight (melawan) atau 
flight (kabur). Selain itu, cara meluapkan marah itu beragam. Ada yang diam tak 
bersuara, berteriak, memukul, atau melakukan tindakan yang berakibat fatal. 
Oleh karena itu, kita perlu belajar tentang bagaimana seharusnya marah yang 
benar.  Berikut ini tips-tips marah dengan benar.

Saat marah terjadi, segera ambil nafas yang dalam atau minum segelas air untuk 
mengambil jeda agar otak kita menjadi lebih tenang. Jangan langsung berteriak 
kepada seseorang atau membanting sesuatu sebab biasanya kita akan menyesalinya!

Rasakan dan sadari kemarahan kita kemudian cari penyebab kemarahan itu! Apakah 
ada sesuatu dari luar yang tidak bisa kita kendalikan? Ataukah dari dalam yang 
bisa kita kendalikan?
Jika penyebab marah tidak bisa kita kendalikan atau berasal dari orang lain, 
komunikasikanlah. Setelah kita dapat berpikir dengan baik, jika penyebab marah  
berasal dari diri sendiri, maka lampiaskanlah ke hal-hal lain, misalnya 
menggambar, menulis diari, berteriak, atau menangis.

Jangan menahan marah karena kemarahan yang ditahan bisa berakibat buruk pada 
kesehatan jantung dan hati! Selain itu, kemarahan yang ditumpuk merupakan bom 
waktu yang pasti akan meledak pada saat ada pemicu, bahkan hal-hal yang sangat 
sepele.

Setelah marah, lupakanlah dan jangan dijadikan dendam di hati! Saya selalu 
mengingat   kalimat dari Li Shang Hu Shifu kita, “Kalau marah, marah saja. 
Boleh marah, tetapi setelah marah, sudah.” Menurut saya, artinya kita sebagai 
manusia boleh marah, tetapi jangan sampai marah berubah menjadi benci atau 
dendam yang tersimpan di hati.

Perbolehkan anak-anak untuk marah karena mereka juga manusia. Katakan, “Ooo, 
kamu marah ya. Boleh kok marah, tetapi tidak pukul, teriak, atau 
loncat-loncat.” Jika mereka tidak diperkenalkan emosi marah sejak kecil, maka 
mereka tidak akan mengerti apa itu marah dan tidak akan tahu bagaimana cara 
mengatasi marah, juga akan mudah meledak-ledak karena masalah kecil saat dewasa 
nanti. Ingat siapa yang dulu diberi tahu, “Eh, anak kecil ga boleh marah.”

Latihan jing zuo adalah senjata terampuh dalam mengatur temperamen kita. Dengan 
rutin jing zuo, tingkat kesabaran kita akan meningkat dan yang paling keren 
sesaat sebelum marah kita bisa wu atau sadar sehingga marah kita menjadi lebih 
terarah dan tidak mudah dendam.

https://taotsm.org/marah-yang-benar/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=marah-yang-benar

August 02, 2022 at 03:48PM

Arsip Berita & Informasi Tionghoa Oleh:
- Tionghoa.com : https://www.tionghoa.com
- Tionghoa.org : https://www.tionghoa.org
- Daily Tionghoa : https://www.dailytionghoa.com

Manage

Unsubscribe from these notifications or sign in to manage your Email service.




IFTTT

        Manage on IFTTT:
        https://ifttt.com/myrecipes/personal/126321331

Reply via email to