Dear all,
Ini ada artikel mungkin bisa dijadikan pertimbangan perihal kangkung
yang kita suka (maklum maniak kangkung.....)

Kangkung berlintah, Bayam ber E.Coli

Kangkung berlintah

Tentang kangkung yang mengandung lintah bukan hal yang aneh, sebab
ditanamnya diair walaupun ada juga jenis kangkung darat yang ditanam di tanah 
basah. Lintah adalah bersifat hermaphrodite seperti cacing yang punya alat 
genital ganda sehingga bisa berreproduksi/berkembang biak sendiri. Tapi kalau 
sampai dibilang lintah bisa tertelan dan berkembang biak didalam perut manusia 
itu suatu hal yang perlu disangsikan kebenarannya. Karena memang benar bahwa 
sebahagian jenis lintah itu suka memakan/menghisap darah sebagai menunya, tapi 
mereka membutuhkan lingkungan hidup yang cocok untuk bisa hidup apalagi sampai 
berkembang biak.

Lintah itu suka hidup ditempat basah yang susananya agak alkali/basa, PH > 7, 
sedangkan didalam perut manusia kita tahu setelah lintah tertelan akan masuk 
kelambung yang PH nya bisa sampai 2 karena kadar HCL yang dihasilkan lambung 
manusia. Bisa dibayangkan HCL itu zat asam yang biasa kita sebut air keras yang 
biasa dipakai tukang patri untuk membersihkan logam sebelum dipatri itu. Saya 
yakin lintah akan mati dalam media seperti itu. Ditambah lagi lintah itu 
sendiri adalah mahluk yang terdiri atas protein yang akan larut tercerna oleh 
enzyme yang dihasilkan lambung dan usus manusia. (Jadi bisa dianggap sebagai 
bonus kalau kita beli kangkung ternyata mengandung lintah/protein) Jadi 
bagaimana mungkin untuk hidup saja sudah tidak mungkin apalagi berkembang biak. 
Lain halnya kalau silintah masuknya dari bawah (maaf, dubur) merembet keatas 
masuk usus besar dan berkembang biak. Hiiiiiiii......... geliiiii. Itu makes 
sense.

Jadi saran saya jangan takut makan kangkung setelah anda cuci yang benar dan 
masak yang benar dan enakkkk. Minta resepnya ke Chef Enonk tuh atau mungkin 
Zeverina juga punya tapi disembunyiin.

Untuk bayam ber E. Coli

E. Coli itu kuman pembusukan yang biasa ada dalam usus manusia. Malahan tanpa 
bakteri ini berada dalam usus kita makanan yang kita cerna tidak bisa busuk 
menjadi seperti wajarnya, jadi misalnya makan roti yang akan keluar lagi 
ampasnya seperti roti yang telah dilumerkan dalam cairan usus saja dan tidak 
bau/busuk. Jadi kalau E. Coli itu sendiri termakan oleh kita sebenarnya tidak 
akan memnyebabkan sakit ( Kecuali yang jenis E. Coli pathogen). Nah mengapa 
kalau bayam mengandung E. Coli kemudian menjadi meresahkan? Karena artinya 
bayam itu terkontaminasi dengan isi usus manusia (maaf, faeces) yang mungkin 
sekali akan mengandung kuman-kuman penyakit perut lainya seperti Salmonella 
Typhi (penyebab penyakit Typhus Abdominalis).

Itulah yang terjadi selama ini di Indonesia. Karena para petani mengairi bahkan 
mencuci hasil sayurnya dengan air sungai, sedangkan sungainya dipakai fungsinya 
untuk MCK (mandi cuci kakus) maka penyakit Typhus tidak pernah reda.

Tapi E. Coli dan S. Typhi ini juga tidak tahan dan mati terhadap suhu
tinggi. Maka tetap saja makanlah bayam tapi cuci yang bersih dengar air leiding 
yang mengalir dan masak yang benar dan enaak. Resep yang benar tanya Mr. Bond 
tetangganya mbak Zevie

Tapi sempat bingung juga sewaktu di Jakarta dibilang air tanahnya/sumur sudah 
terkontaminasi dengan E. Coli yang artinya banyak septic tank yang tidak 
benar/rusak dan begitu pula dibilang air leidingnyapun juga sudah 
terkontaminasi karena pemipaannya suda tua dan banyak yang pecah ditengah jalan 
disamping banyaknya masyarakat yang mencuri air PAM dengan memotong pipa dan 
juga menyedot langsung sehingga air tanah ikut masuk. Naaah...... lhooo.

---
Mod Sopa:
---

Hidup kangkung! Kangkung EDAN! (Barusan aku makan kangkung, tapi bayam belum...)

Mod Sopa.

Kirim email ke