Salam......
   
  

  Tidak mudah untuk meraih dan mendapatkan sukses. Tentu Anda seringkali 
mendengar orang mengatakan hal itu. Dan ungkapan itu memang benar adanya, tidak 
gampang untuk bisa menjadi orang sukses. Tidak semua orang bisa merasakan suatu 
kesuksesan dalam kehidupan ini. Kesuksesan hanya akan hadir kepada diri 
orang-orang tertentu, orang-orang yang punya "daya tarik" kuat terhadap 
"sukses"; sehingga "sukses" tersebut akan mendatanginya dengan suka rela.

  Jika saya katakan seperti tersebut di atas, bahwa "sukses" hanya mendatangi 
orang-orang yang punya "daya tarik" terhadap "sukses", apakah Anda percaya? 
Kalau saya tanya, "Siapakah penentu sukses Anda?" Saya yakin, kedua pertanyaan 
saya tersebut pasti Anda jawab secara positif dan optimis. Pertanyaan pertama, 
pasti Anda jawab "Ya", Anda percaya bahwa sukses hanya datang kepada orang yang 
mempunyai "magnet sukses", sehingga kekuatannya akan bisa menarik "sukses" 
untuk mendatanginya. Dan, pertanyaan kedua pasti Anda jawab "Diri Saya 
Sendiri", ya...penentu sukses Anda adalah diri Anda sendiri. Saya sangat yakin, 
setiap orang kalau ditanya, "Siapakah penentu sukses?"; pasti jawabannya adalah 
"Diri Sendiri".

  Kedua jawaban optimis yang Anda berikan ini, pasti juga sama dengan jawaban 
dari sebagian besar orang di muka bumi ini. Yang menjadi masalah sekarang 
adalah, kenapa banyak orang sudah mempunyai jawaban positif dan optimis, yang 
sama dengan Anda; tetapi dalam menjalani kehidupannya ternyata masih banyak 
pula yang tidak sukses. Bahkan mereka justru sering mengalami kegagalan, 
kemunduran, sengsara, dan tidak mendapatkan kebahagiaan? Inilah keadaan realita 
kehidupan yang masih banyak menimpa sebagian besar manusia yang harus kita 
renungkan.

  Mengapa mereka tidak berhasil menggapai kesuksesan dan kebahagiaan hidup? Apa 
sesungguhnya yang menjadi penghalang jalan menuju sukses tersebut? Saya juga 
sangat tahu dan maklum, bahwa mereka pun pasti selalu memanjatkan do'a, memohon 
kepada Tuhan, agar diberikan kesuksesan dan kebahagiaan hidup. Tetapi kenapa 
seakan-akan Tuhan tidak segera mengabulkan do'a mereka?

  Sebaliknya, Anda juga bisa melihat kenyataan pada diri orang-orang sukses. 
Saya yakin do'a yang dipanjatkan ke Tuhan oleh orang sukses ini, juga tidak 
jauh berbeda dengan do'a orang lain pada umumnya. Semua do'a semestinya berisi 
keinginan positif yang diharapkan akan dikabulkan oleh Tuhan. Lalu, Anda 
melihat perbedaannya, yaitu: setiap do'a dari orang sukses terkesan selalu 
dikabulkan oleh Tuhan Allah. Tuhan tidak pernah menolak do'a dari orang sukses. 
Mengapa? Apakah Tuhan itu Dzat yang senang "pilih kasih" terhadap manusia? 
Mengapa ada orang gagal dan ada orang sukses? Mengapa orang gagal lebih banyak 
jumlahnya dari pada orang sukses?

  Saya ingat wejangan seorang ulama, bahwa Tuhan tidak akan mengubah nasib 
suatu kaum, sampai mereka mau mengubah nasibnya sendiri. Sebagaimana ada di 
dalam Al-Qur'an, Surat Ar-Ra'd, ayat 11, "Sesungguhnya Allah tidak mengubah 
keadaan sesuatu kaum, sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri 
mereka sendiri". Ini merupakan bukti, bahwa Tuhan menjadikan manusia "bebas 
berbuat dan memilih", "tidak dipaksa dan tidak pula dilakukan oleh Tuhan". Ini 
berarti, manusia itu memainkan peran penting dalam menentukan takdirnya 
sendiri. Di dalam Al-Qur'an, Surat Al-Muddatstsir, ayat 37 – 38 juga ada 
terjemahan sebagai berikut, "(yaitu) bagi siapa saja di antaramu yang 
berkehendak akan maju atau mundur. Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa 
yang telah diperbuatnya".

  Ayat tersebut di atas memberikan gambaran sangat jelas, bahwa kita diberikan 
kebebasan oleh Tuhan untuk memilih apa pun keinginan kita sendiri, untuk maju 
ataukah mundur, dan setiap orang dari kita ini juga harus bertanggung jawab 
atas apa yang telah kita lakukan, apa pun pilihan kita. Jadi di sini sudah 
jelas maknanya, bahwa manusia harus merencanakan kehidupannya sendiri, akan 
menjadi seperti apa nantinya.

  Manusia harus membuat suatu rencana hidupnya di masa depan. Dalam pengertian 
ini, Tuhan hanya bertindak menjadi "fasilitator" bagi manusia untuk menggapai 
tujuan hidup manusia itu sendiri. Sesungguhnya Tuhan akan dengan murah hati 
mengikuti apapun keinginan manusia tersebut. Ini sebuah cuplikan firman Tuhan, 
"Aku adalah sebagaimana yang diprasangkakan hamba-Ku kepada-Ku".

  Oleh sebab itu, jika Anda ingin sukses, karena penentu sukses adalah diri 
Anda se;diri; maka Anda harus mau membentuk dan mengembangkan jiwa sukses ini 
di dalam diri Anda sendiri. Anda harus ada keinginan sekaligus kemauan untuk 
menjadi sukses. Keinginan dan kemauan untuk sukses itu sebuah pijakan; yang 
harus Anda tidak lanjuti dengan suatu perencanaan matang untuk meraih sukses 
dan mendapatkannya. Di dalam pelaksanaan meraih sebuah kesuksesan, Andapun 
harus mempunyai sikap ulet, tahan banting, dan pantang menyerah. Sebab jika 
tidak begitu, Anda akan mudah untuk berkata "Saya Gagal".

  Tuhan adalah Dzat yang Maha Pemurah dan Maha Kaya, dan Dia jelas menginginkan 
setiap manusia ciptaan-Nya bisa sukses dan bahagia dalam hidupnya. Semuanya 
diserahkan oleh Allah kepada manusia sendiri untuk mengurus dirinya secara 
bebas, Allah hanya "melegitimasi" saja terhadap setiap upaya yang telah 
dilakukan oleh manusia, termasuk Anda. Tuhan mengharapkan setiap manusia 
mempunyai kesadaran tentang kewajiban sukses dalam hidup ini. Kesadaran tentang 
kewajiban sukses inilah yang harus kita pahami lebih dalam lagi. Oleh karena 
Andalah sang penentu kesuksesan, Andalah pengambil keputusan bagi kesuksesan 
diri Anda sendiri; sedangkan Tuhan selalu mengikuti apa pun yang diinginkan 
oleh manusia. Kesadaran akan sukses ini sangat penting peranannya di dalam 
kehidupan setiap orang, jika orang itu memang menginginkan sukses.

  
  Salam Luar Biasa Prima!
   
  Wasalam,
WURYANANO 


 
---------------------------------
Be a PS3 game guru.
Get your game face on with the latest PS3 news and previews at Yahoo! Games.

Kirim email ke