Bagaimana Orang "bodoh" menjadi kaya?
Untuk menjadi makmur anda tidak membutuhkan qualifikasi ataupun ijasah. Anda 
tidak bisa mendapatkan sertifikat atau ijasah "KAYA" atau "MAKMUR". Menekuni 
dunia pendidikan formal tidak mengajari anda untuk menjadi kaya. Bahkan pada 
kenyataannya lebih sering menghasilkan sebaliknya. Tidak usah diperdebatkan, 
namun coba lihat sekitar kita. Banyak sarjana menganggur dan mendapatkan 
pekerjaan yang sangat buruk.
Kalau anda DROP OUT, maka jangan bersedih. Banyak tokoh dunia yang sangat 
sukses adalah manusia golongan DROP OUT. Saya tidak bermaksud membuat anda yang 
sudah sarjana S1 atau juga S2 dan S3  menjadi kecewa, namun justru saya 
mengajak anda untuk lepas dari ikatan IJASAH anda, jika Title anda justru 
menghambat kecemerlangan diri anda.
Kemakmuran boleh untuk siapa saja yang memiliki keinginan kuat dan mimpi yang 
tinggi. Mereka yang mau belajar rules of the games dari permainan kemakmuran 
itu. Gunakan spirit "can do" untuk hari hari anda ke depan.
Jadi lupakan IJASAH anda, namun jangan lupakan apa yang anda inginkan, senangi 
dan mengenali kemampuan anda. Jika anda berbangga dengan IJASAH, sedang 
kemampuan diri anda rendah, apalagi terhadap ilmu yang menempel pada ijasah 
anda (Tidak singkron dengan ilmu yang anda ambil) maka hal ini bisa menjadi 
jabakan seumur hidup.
Saya menyadari kalimat saya ini bisa sangat kontroversial, namun memang 
demikian kebanyakan orang berpendidikan yang saya survey maupun berkonsultasi 
dengan saya. Ok coba anda renungkan orang orang berikut ini:
Hendry Ford hanya sixth grade, Thomas Edison hanya sekolah tiga bulan, Abraham 
Lincoln gagal terus, JK Rowling ikut ibunya bergelandangan, Bill Gate 
(Microsoft) DO, Steve Job (Apple) DO, Kerry Packer orang terkaya di Australia, 
Tidak lulus SMA dan dijuluki Idiot. Frank Lowy terkaya ke dua di Australia 
hanya sekolah 6 tahun. Di negeri kita anda juga mengamati puluhan konglomerat, 
banyak yang tidak mengenyam bangku kuliah. Bahkan termasuk juga mantan presiden 
kita.
Banyak dari kita terjebak dengan rencana panjang. Sekolah play group 2 tahun, 
TK 2 tahun, SD 6 Tahun, SMP 3 tahun, SMA 3 Tahun, Kuliah 4 Tahun   kemudian 
bekerja merintis dari staff. 20 tahunan lebih belajar dan setelah sepuluh tahun 
bekerja maka dalam janka waktu 30 tahun plus 5 tahun usia pra sekolah baru bisa 
mengenyam kehidupan layak. Itu pun jika berhasil. Menjadi manager dengan gaji 
15 Juta per bulan.
Banyak sekali orang beranggapan prestasi cemerlang di sekolah identik dengan 
kemakmuran dan kesuksesan dalam kehidupan nyata. Ternyata tidak kan. Coba anda 
selidiki teman anda yang ranking 1 di sekolah atau sibadung yang suka berantem? 
Bagaimana kehidupannya. Atau anda selidiki mereka-mereka yang sukses besar..
Jangan salah sangka dengan uraian saya diatas. Schooling beda dengan education. 
Sekolah formal beda bukan tetap terus belajar. Jadi kita bisa terus belajar dan 
belajar tanpa harus ke sekolah atau kuliah. Banyak cara untuk belajar. Bagi 
anda yang saudara atau anak anda sedang ingin masuk kuliah dan tidak memiliki 
biaya atau tidak diterima, maka jangan terlalu gusar. Ada option lain yang 
justru sangat memberdayakan dan lebih sukses untuk menggapai kemakmuran.
Ijasah? Itu bisa menjadi kebanggaan semu yang justru menjebak dan menjerat 
jalan kesuksesan kita seumur hidup.
"It has been proven many times that how well you do at school, has no relevance 
to how you will do in the real world"
Mau bukti, anda bisa menghadiri reuni sekolah. Anda akan menemukan 
kejutan-kejutan. Mereka yang tidak menonjol dalam mata pelajaran atau nilai 
justru sangat dahsyat dalam menggapai kemakmuran dan kesuksesan. Dan anda akan 
menemui rekan-rekan bintang kelas menjadi sangat biasa-biasa saja.
Coba anda renungkan? Siapa yang paling bagus pendapatannya/incomenya saat ini?
Mereka adalah para entertainers. Bintang sinetron, bintang iklan, komedian, 
pembawa acara, pembicara publik, pemusik, rapper. Tidak banyak dari mereka yang 
prestasi sekolahannya bersinar terang.  Tukul Arwana adalah bukti nyata.
Sahabat sukses....
Point yang ingin saya sampaikan kepada sahabat sukses adalah hanya satu, yaitu:
ADA OPTION LAIN UNTUK SUKSES SELAIN DARI JALUR PENDIDIKAN FORMAL DAN TERBUKTI 
JAUH LEBIH EFEKTIF. NAMUN BAGI MEREKA YANG SUKSES LEWAT JALUR NON PENDIDIKAN 
FORMAL, ADALAH ORANG ORANG YANG SELALU BELAJAR.
Sahabat sukses, tulisan ini didasari atas keluhan banyak orang tua yang bingung 
mencari kuliah untuk anaknya dan email-email sahabat yang sedikit putus asa 
mencari kerja, padahal mereka adalah sarjana-sarjana. Mudah-mudahan bisa 
memunculkan optimisme untuk sukses, walaupun anaknya tidak bisa kuliah.
Jadi siapapun anda, berusahalah untuk menemukan diri anda. Apa kemampuan anda, 
apa kesenangan anda, apa yang membuat anda bergairah dan perdalam dengan 
belajar. Jangan Ijasah anda menjerat anda untuk melangkah. Anda boleh seorang 
insinyur namun bukan berarti anda tidak boleh membuka usaha restaurant.
Gali potensi diri, temukan panggilan jiwa anda dan lakukan dengan konsisten.
 
Jika anda ingin lebih detail lagi mendapatkan informasi tentang orang bodoh 
jadi kaya, maka silahkan baca ebook Joe Jutrisa dengan judul "How DUMB people 
become RICH". Anda bisa dapatkan ebook ini di www.ebookbagusgratis.com

Salam Perubahan!
Hari Subagya:)
www.bisnispartner.com
 
 
Caranya Anjurkan teman/saudara anda untuk mengirim email kosong ke :[EMAIL 
PROTECTED]


      
____________________________________________________ 
Yahoo! Singapore Answers 
Real people. Real questions. Real answers. Share what you know at 
http://answers.yahoo.com.sg

Kirim email ke