Ibu/Bapak/temans

Pagi Tanggal 27 Mei 2007 saya meniatkan diri untuk datang ke tedar V,
sebelumnya saya harus pergi ke resepsi pernikahan anak teman saya dan
saya yakin Acara ini akan memberika SKILL dan motivasi yang luar biasa
dalam menjalani hidup ini. Berangkatlah saya pagi itu ke arah TB
Simatupang dari rumah saya di Pondok Bambu agar saya tidak terlambat
datang ke acara Tedar V. Saya hanya sempatkan untuk berjabat tangan
dengan teman saya dan langsung menuju ke arah Cik Dik Tiro 24. saya coba
mencari alamat yang saya ingat dan hamper 30 Menit saya tidak menemukan
tempat yang saya tuju. Melihat cerita dibawah  saya sangat menyesal
tidak dapt hadir pada acara ini hanya karena ketelodoran kecil yang saya
lakukan.

Dari permasalahan ini saya banyak mengambil maanfaat utnuk tidak
meremehkan hal-hal sekecil apapun

Selamat kepada Ibu Suri atas suksesnya acara tersebut.

Insya Alllah saya akan datang ke acara Tedar Selanjutnya.

Salam,

Yudi

 

 

________________________________

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf
Of Lies Sudianti
Sent: Monday, May 28, 2007 5:59 PM
To: milis Bicara
Cc: theprofec
Subject: [Bicara] KUNJUNGAN COURTESY DI TEDAR MILIS BICARA V

 

Kemarin, Minggu, 27 Mei 2007 wah aku sudah seperti gangsing, melesat
dari satu acara ke acara lain karena semua aku anggap penting, padahal
secara fisik jujur aku udah engga kuat hanya kemauan yang kuat untuk
memenuhi acara yang sudah dijadwalkanlah maka aku bisa menghadiri 3
acara yang ketiganya memerlukan energi yang fokus yang cukup.

 

Jujur tadinya aku sudah mau membatalkan rencanaku ikut Tedar Milis
Bicara V yang diadakan pada hari Minggu tgl. 27 Mei mulai jam 12.00
berhubung aku sudah berjanji sama Broer Charles untuk hadir di acara
Perkawinan Adat yang tertunda 11 tahun lamanya. Namun saat aku menelpon
Ibu Suri untuk meminta maaf, beliau mendesakku untuk mampir dan makan
siang dulu dengan komunitas Bicara maka akhirnya aku lumer juga, aku
bisa membayangkan bagaimana gundahnya hati beliau jika acara pertemuan
yang sudah disiapkan masak masak sepi pengunjung, aku sangat mengerti
karena sebagai moderator sebuah milis aku sendiri sering dikecewakan
karena masalah yang sama.

 

Tepat jam 12.00 aku tiba di lokasi tadinya Yeti dan Dadank mau ikut tapi
karena mereka engga tau jalan akhirnya cuma kirim salam karena kebetulan
Yeti juga member milis Bicara ini. Saat aku membuka pintu seorang wanita
muda nan cantik menyambutku dan langsung menyapa Ibu Lies ya ( he he he
aku udah ge-er banget wah rupanya aku sudah terkenal nich eh engga
taunya jaket Profecku menunjukkan identitasku)  dengan senyum penuh
kehangatan aku betul betul feel at home. Beberapa sahabat Milis Bicara
sudah ada yang hadir dengan ramah kita saling memperkenalkan diri, Ibu
Suri terus terusan menelpon rekan lainnya yang belum datang, aku
tersenyum sendirian mengingat seperti itulah aku saat mengadakan acara
di Profec, sayang dengan hilangnya HPku berkali kali banyak nomor
telepon rekan yang hilang sehingga tidak semua rekan bisa aku hubungi.
Itu pentingnya data base.

Aku sempat ngorbrol panjang lebar dengan Ibu Wiwiek ibu seorang
motivator kaliber dunia Jennie S. Bev dan juga mendengarkan rekan rekan
lain serius membahas sesuatu, mereka langsung akrab padahal ada yang
memang baru gabung seperti aku. Saat Pak Sopa dan Pak Arifin datang
sambutan para tamu cukup seru mengingat Pak Sopa baru saja pulih dari
sakit Tipus yang sudah memenjarakannya selama 20 hari di tempat tidur,
saat yang menyiksa tapi juga memberikan pencerahan banyak pengalaman
spiritual yang membuat beliau semakin bersyukur kepada Sang Pencipta.

 

Acara dibuka oleh Pak Sopa, yang menjelaskan apa makna di balik nama
milis Bicara, sungguh filosofis dan ternyata memang banyak orang yang
ternyata butuh sekali ilmu komunikasi yang menjadi landasan untuk
menjadi speaker yang baik, baik komunikasi internal maupun eksternal.
Milis Bicara memang sengaja membuat acara TEDAR untuk memberi kesempatan
kepada para member untuk melatih bicara dan sekaligus melatih lainnya
menjadi mentor untuk menilai rekan yang baru jadi pembicara, sebuah
proses belajar yang luar biasa dan sangat bermanfaat, sebuah praktek
yang juga sudah dijalankan di milis Profec tapi karena namanya milis
Bicara maka fokusnya justru pada cara Bicara.

 

Pak Arifin sudah menjelaskan seluruh acara dengan sangat lengkap, sayang
aku tidak bisa hadir sampai selesai, semoga di lain kali aku bisa lebih
lama hadir dalam acara TEDAR Milis Bicara baik sebagai member maupun
sebagai rekan sesama moderator Milis.

 

Sebelum pulang aku sempat bercerita tentang Profec, tentang apa yang
membuat aku bisa bertahan menjalankan sebuah milis yang menguras tenaga
dan pikiran tanpa ada imbalan, semua itu berangkat dari hati, semua
pekerjaan jika dilandasi passion maka kita akan menjalankannya dengan
senang hati.Pengalamanku lebih dari 14 tahun menangani Dept. Customer
Relation membuatku terbiasa berinteraksi dengan orang banyak, bahkan
complaint pun seperti tonikum buatku saat semangat kerjaku merosot, aneh
bukan? Tapi itulah modal yang kumiliki keinginan membahagiakan banyak
orang membuat aku seperti tak kenal lelah dan putus asa, ada kebahagiaan
saat tulisan atau nasehatku benar benar bisa membantu rekan milis yang
sedang mengalami kebuntuan.

 

Sekali lagi aku sangat bahagia bisa menjadi member milis Bicara yang
luar biasa dan mengenal seorang Ikhwan Sopa membuat aku bersyukur karena
punya sahabat yang begitu banyak ilmu. 

 

aku sangat ingin teman teman di Milis Bicara juga bisa gabung di milis
the Profec karena banyak juga member the Profec yang juga berbaur di
milis Bicara, bagi yang mungkin ingin memperluas jaringan silakan kirim
kosong ke [EMAIL PROTECTED]
<mailto:[EMAIL PROTECTED]>  kami dengan senang hati
mengulurkan tangan persahabatan antar milis.

 

Salam EPOS,

 

Lies Sudianti

Founder & Moderator the Profec

0816995258

[EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> 

[EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> 

[EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> 

 

 

 

 

Kirim email ke