Salam...
Banyak sudah orang menulis tentang "kepribadian", yang didefinisikan
sebagai bentuk kualitas atau "keadaan menjadi seorang pribadi mandiri".
Beberapa penulis buku kepribadian mengatakan bahwa untuk memiliki kepribadian,
Anda harus dinamis, mempelajari suatu ketrampilan, mengikuti berbagai kegiatan
sosial, atau berbicara tentang pengalaman Anda yang menghebohkan.
Saya setuju dengan semua itu. Tetapi saya melihat hal itu masih sangat
superficial, masih kulitnya saja. Pendekatan tentang kepribadian tersebut hanya
sampai pada permukaannya saja. Untuk menjadi seorang yang berkepribadian dan
mempunyai kualitas seorang pribadi, Anda harus bisa menjadi diri Anda sendiri
yang sesungguhnya. Anda harus mengembangkan kekuatan keyakinan Anda sendiri;
dan berhenti membandingkan-bandingkan diri sendiri dengan orang lain, apalagi
mengikuti pendapat orang lain. Pada umumnya, kita selalu menetapkan contoh
mengenai apa yang kita anggap sebagai orang sukses, untuk kemudian kita mencoba
meniru mereka. Benar, Anda memang bisa belajar dari orang lain, tetapi meniru
mereka jarang sekali membawa seseorang menjadi sukses. Sukses adalah sebuah
konsep yang sepenuhnya bersifat pribadi.
Anda tidak perlu mendapatkan persetujuan ataupun pengakuan dari orang lain
untuk menjadi diri sendiri. Ingatlah: "Anda adalah Anda". Anda tidak perlu
memakai "topeng" untuk menunjukkan siapa diri Anda sebenarnya. Kemukakan dengan
berani, adalah hak Anda untuk menjadi seorang individu yang mandiri. Buatlah
diri Anda merasa nyaman dengan konsep mental - citra diri Anda sendiri; dan
bukalah kunci pintu menuju citra diri yang lebih baik dan selalu berkembang
secara positif. Berhentilah "melihat orang lain" dan "lihatlah diri Anda
sendiri".
Marilah saya tunjukkan Anda ke sebuah alat ajaib yang Anda miliki, yaitu
"imajinasi kreatif" Anda. Cobalah Anda duduk di sebuah tempat sunyi, sehingga
Anda bisa berkonsentrasi pada latihan membuka "topeng diri" ini dan menjadi
diri Anda sendiri. Anda akan menjadi diri sendiri, tanpa penyamaran dan
kepura-puraan. Tenangkanlah pikiran Anda, buanglah kekhawatiran Anda - rileks
sajalah.
Sekarang gunakan imajinasi Anda untuk memproyeksikan Anda ke masa depan.
Tetapkan sasaran tujuan diri Anda sendiri, yang hasil akhirnya akan membuat
Anda bahagia. Bayangkan langkah-langkah yang akan Anda ambil. Bayangkan dalam
pikiran Anda situasi yang hendak Anda masuki; lihatlah hal itu dengan
senyata-nyatanya, kongkrit dan detil.
Selama bergerak menuju sasaran ini, Anda selalu mengambil langkah-langkah
cerdik, hebat; namun kadang-kadang Anda gagal, jatuh juga. Inilah maksud pokok
dari latihan tersebut. Sementara Anda melakukan penggambaran mental yang mulai
terbentuk di dalam pikiran; terimalah kesalahan dan kelemahan Anda, disamping
juga kehebatan dan kekuatan cara-cara Anda yang menghasilkan kesuksesan. Untuk
bisa bersikap realistis terhadap diri Anda, dan memiliki kemampuan untuk
menjadi diri sendiri; Anda harus bisa menerima kegagalan dan kelemahan Anda,
kemudian memeriksanya untuk bekal menuju suatu perbaikan dan peningkatan
kualitas citra diri Anda sendiri.
Memang benar sasaran tujuan Anda adalah perbaikan dan peningkatan kualitas
diri sendiri; bukan dorongan untuk membuat suatu kesalahan. Tetapi maksud saya,
Anda harus punya suatu landasan berpikir, jika seandainya yang Anda lakukan
gagal. Harus ada dukungan pemikiran seperti itu, untuk memberi dukungan kalau
ada sesuatu yang tidak beres menimpa Anda. Jika Anda tidak punya dukungan
seperti itu, maka Anda terpaksa memakai "topeng" - berpura-pura.
Di dalam rumah-rumahan pikiran Anda, bayangkanlah sasaran tujuan Anda dan
bergeraklah menuju sasaran itu langkah demi langkah. Bayangkan juga seandainya
Anda salah melangkah dan gagal; lihat dan rasakan rasa kecewa dan malu yang
diakibatkannya. Tetapi lihat juga diri Anda bisa menerima kekurangsempurnaan
diri Anda, bisa menerima kelemahan dan kegagalan Anda; menghayatinya dan
memberi diri Anda pengertian, bahwa Anda memerlukannya juga. Kalau Anda bisa
hidup bersama kesalahan Anda, maka Anda tidak perlu bersembunyi di balik
"topeng kehidupan". Jadilah diri Anda sendiri dengan kualitas pribadi yang Anda
inginkan. Jangan mencoba meniru-niru orang lain.
Kalau Anda bisa menjadi diri sendiri dengan semua kelemahan manusiawi Anda;
Anda akan jauh lebih baik daripada seseorang yang terpaksa memakai "topeng"
untuk bertahan terhadap tekanan kehidupan modern sekarang ini. Memang dalam
keadaan tertentu, kita harus menyembunyikan perasaan kita sesungguhnya.
Kadang-kadang "topeng" melindungi kita dari komentar yang mencela diri kita.
Kadang-kadang kita memang harus menutupi-nutupi siapa sebenarnya kita, pada
saat-saat tertentu. Berpura-pura memang boleh saja menurut saya, tetapi itu
bersifat temporary, dan tidak menetap pada diri kita. Sifat kepura-puraan itu
tidak akan menjadi satu bagian kepribadian kita, hanya sementara; di suatu saat
saja dimana kondisi kita mengharuskan untuk bersikap pura-pura.
Sebuah contoh, misalnya saja Anda berada di suatu acara pesta; kemudian Anda
melihat diantara para undangan yang hadir, ada seorang tamu mengenakan gaun
pesta, yang menurut Anda "sangat norak, katrok - kampungan"; apakah Anda akan
dengan jujur terbuka mengatakannya secara langsung ke orang tersebut? Tentu
tidak bukan, karena jika Anda melakukannya, Anda bisa merusak suasana pesta
itu. Akibatnya justru tidak akan mengenakan Anda sendiri. Nah - disinilah
"topeng" perlu Anda pakai, karena kalau tidak, dampaknya akan jelek buat Anda.
Biarpun begitu, yang menjadi masalah saat ini adalah; banyak orang memakai
"topeng" pada saat yang sebenarnya tidak perlu. Ini kebiasaan kelewat batas,
dan akan mengakibatkan hambatan, kegelisahan, kekalutan sehingga berpotensi
melemahkan citra diri seseorang. Jadi, sebenarnya Anda mempunyai banyak
kesempatan untuk menyatakan kepribadian Anda yang unik dan menjadi diri Anda
sendiri. Saat ini terlalu banyak orang yang gagal memanfaatkan kesempatan ini
untuk pertumbuhan dan pengembangan dirinya, dan lebih senang menenggelamkan
kepribadiannya sendiri.
Kita di dalam hidup ini sudah terlalu banyak memakai "topeng". Saya sering
melihat orang yang berpura-pura tenang, padahal sebenarnya dia dalam kekalutan
masalah. Ada juga seorang wanita yang sebenarnya genit, tetapi memakai "topeng
cuek" dan tidak peduli dengan laki-laki; menyembunyikan keinginannya untuk
digoda. Memakai "topeng" juga akan mengisolasi diri kita dari kontak dengan
jutaan orang, yang menyukai kejujuran; sebuah hal yang semakin langka saat ini.
Berhentilah berpura-pura dalam hidup Anda. Lepas dan buanglah "topeng mental"
Anda. Jadilah diri sendiri yang berkecukupan, sukses; dan bahagialah dengan
diri Anda sebagaimana yang Anda inginkan. Jadilah diri Anda sendiri. Be
Yourself!
Salam Luar Biasa Prima!
WURYANANO
http://wuryanano.blogspot.com/
http://swastika-prima.blogspot.com/
---------------------------------
Sucker-punch spam with award-winning protection.
Try the free Yahoo! Mail Beta.