Salam Sukses...

Ada sebuah iklan yang unik dari sebuah perusahaan rokok, berbunyi, "Ambil jalan 
pintas, dianggap pantas. Tanya kenapa...?" Yah, memang itulah yang terjadi saat 
ini, kebiasaan untuk mengambil jalan pintas dalam segala urusan persoalan di 
kehidupan. "Mengambil jalan pintas" adalah istilah yang mengartikan, "tidak 
melalui jalan pada umumnya". Ambil jalan pintas, sama saja dengan "tidak mau 
menjalani aturan sesuai dengan kaidah umum yang berlaku saat itu". Oleh karena 
itu, istilah "ambil jalan pintas" ini lebih cenderung selalu punya makna yang 
negatif.
   
  Sudah menjadi "rahasia umum", bahwa di negeri ini, "budaya ambil jalan 
pintas" telah merebak ke semua lapisan masyarakat. Kebiasaan untuk "ambil jalan 
pintas" ini sudah benar-benar menjadi budaya baru di negeri ini, sudah jadi 
tradisi. Dan, jika sesuatu apapun sudah menjadi sebuah "budaya" atau "tradisi"; 
pastilah sangat sulit untuk dihilangkan keberadaannya...budaya atau tradisi 
pasti sulit dihapus! Menurut saya, "Ambil Jalan Pintas" ini sudah menjadi 
sebuah "fenomena" yang mengkhawatirkan, dan harus diusahakan agar bisa 
secepatnya "dihapus", atau dihilangkan dari "budaya" kita. Dan ini semua ada 
kaitannya dengan besar kecilnya "rasa tanggung jawab" yang ada di dalam diri 
setiap orang.
   
  Fenomena "Ambil Jalan Pintas", sangat erat kaitannya dengan rasa tanggung 
jawab seseorang, yang semakin hari dikhawatirkan menjadi semakin tipis... 
Kebanyakan orang saat ini senang dengan budaya ambil jalan pintas. Karena 
mereka menganggapnya, itu bisa memudahkan segala urusan persoalan mereka.
   
  Mereka tidak mau direpotkan dan disibukkan dengan berbagai macam aturan umum 
yang berlaku. Mereka sepertinya sudah "alergi" dengan kaidah-kaidah umum yang 
ada di masyarakat. Mereka menganggap, bahwa aturan atau kaidah umum yang 
berlaku saat ini sudah tidak cocok lagi sudah tidak cocok lagi dengan 
perkembangan zaman. Dan, mungkin sekali pandangan mereka ini benar adanya...

Banyak sekali anggapan, bahwa budaya "ambil jalan pintas, dianggap pantas"... 
memang bisa saja "dianggap benar"... Tanya kenapa...? Jawabannya adalah, karena 
orang-orang tidak mau dipusingkan dengan berbagai "aturan hukum" atau pun 
"aturan sosial" yang berlaku di dalam kehidupan saat ini. Sebab, disinyalir dan 
memang sudah menjadi "rahasia umum", bahwa sebagian "aturan hukum" ataupun 
"aturan sosial" yang ada saat ini; mempunyai kecenderungan untuk "mengenakkan" 
dan "memudahkan" golongan atau kelompok masyarakat tertentu, serta dinilai 
terlalu rumit, dan sangat "bertele-tele".
   
  Jika saja setiap orang di muka bumi ini, punya keberanian untuk bertanggung 
jawab sepenuhnya pada dirinya dan pada orang lain; maka dalam hal membuat 
berbagai aturan hukum maupun aturan sosial, pasti mereka akan mempunyai tujuan 
yang sama, yaitu demi kebaikan bersama setiap orang; bukan untuk kebaikan 
golongan atau kelompok tertentu saja. Inilah arti sebenarnya dari BERANI 
BERTANGGUNG JAWAB.
   
  Berani bertanggung jawab ini adalah sikap positif yang harus kita upayakan 
secara terus menerus, untuk bisa kita miliki sepenuhnya. Jika masing-masing 
dari kita sudah benar-benar memiliki "rasa tanggung jawab" dan "berani 
bertanggung jawab" sepenuhnya...pada dirinya dan orang lain; maka saya yakin, 
KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA...pasti bisa dicapai!
   
  Salam Luar Biasa Prima!
   
  WURYANANO 
  http://wuryanano.blogspot.com/
  http://groups.yahoo.com/group/SuperMindPower/
   


       
---------------------------------
Pinpoint customers who are looking for what you sell. 

Kirim email ke