Dear member milis sekalian,
   
  Bersama ini saya forward tulisan seorang Inspirator kondang Jamil Azzaini 
dari Kubik Leadership  yang tgl. 24 Juni yad akan mengisi kopdar the Profec 
Timur dengan judul  "Mencapai Sukses Jangka Panjang" di Surabaya.
   
  Bagi rekan rekan yang berminat ikut seminar beliau silakan kirim email ia 
japri ke saya.
   
  Salam EPOS,
   
  Lies Sudianti
  Founder & Moderator the Profec
  0816995258
  [EMAIL PROTECTED]
  [EMAIL PROTECTED]
  [EMAIL PROTECTED]
  

jamil azzaini <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  To: [EMAIL PROTECTED]
From: jamil azzaini <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Sun, 10 Jun 2007 14:45:07 -0700 (PDT)
Subject: [PROFEC] Transfer Attitude

          Berikut saya kirimkan tulisan saya menanggapi kecurangan ujian 
nasional beberapa waktu yang lalu.  Semoga bermanfaat.
   
  Salam Sukses Mulia
   
  Jamil Azzaini
  www.kubik.co.id
   
   
  Transfer Attitude
Jamil Azzaini - Kubik Leadership

 --> 
     Ujian nasional (UN) 2007 telah berakhir. Banyak siswa menjadikan UN ini 
seolah menjadi standar keberhasilan hidup. Sehingga untuk berhasil dalam UN 
banyak cara ditempuh. Di Jember, siswa mengamuk dan memukul pengawas karena 
kecewa terhadap perilaku pengawas yang konon terlalu keras. 

Di Tasikmalaya, ratusan siswa mengepung dan memblokade pintu gerbang sekolah 
sehingga para guru dan pengawas tidak bisa keluar. Di Padang, Ngawi, Kupang, 
Kalimantan dan berbagai tempat lain ditemukan kecurangan dalam UN. Hal-hal 
negatif itu ditempuh karena ada kekhawatiran tidak lulus. Menyedihkan.

Kita yakin bahwa pendidikan formal itu penting. Tapi, bila kita merujuk kepada 
penelitian Schiber, pendidikan formal ternyata hanya berkontribusi 15% terhadap 
keberhasilan seseorang. Sisanya, 85% ditentukan oleh sikap mental dan 
kepribadiannya.

Sayangnya, pendidikan di negeri kita hanya fokus terhadap nilai akademik. Sikap 
mental dan kepribadian tidak menjadi syarat kelulusan. Sekolah yang merupakan 
tempat ”kawah candradimuka” bagi lahirnya generasi masa depan harusnya mampu 
melahirkan generasi yang memiliki sikap mental dan kepribadian yang kuat. Namun 
saat ini, fokus utama sekolah ternyata bukan pada sesuatu yang esensial dan 
mampu melahirkan generasi yang memiliki karakter yang tangguh.

Saya memiliki sahabat yang tidak punya gelar akademik tapi sikap mental dan 
kepribadiannya luar biasa. Hasilnya, kehidupan ekonomi, keluarga, 
bermasyarakat, dan karir jauh lebih baik dibandingkan rekan saya yang lulus cum 
laude namun sikap mentalnya sangat memalukan.

Mungkin sebagian kita berpikir, ”ah itu khan kasus.” Kalau kita kejar 
pertanyaan lagi, tapi kalau itu kasus, mengapa fenomena tersebut banyak kita 
temukan di masyarakat? 

Pun saya yakin, ketika anda mencari sahabat karib pasti pertimbangan utamanya 
juga bukan karena gelar akademik. Pertimbangan utamanya pasti sikap mental dan 
kepribadiannya. Dia adalah sahabat yang bisa dipercaya, amanah, menepati janji 
dan komitmen, bisa diajak kerjasama, dan memiliki segudang sikap positif 
lainnya.

Nah pertanyaannya, apakah sikap mental positif dan kepribadian yang kuat itu 
diperoleh di bangku sekolah? Rasa-rasanya sebagian besar diantara kita menjawab 
tidak. Boleh jadi, kita memperolehnya memang ketika masih sekolah atau kuliah 
tapi bukan ketika kita sedang di dalam kelas.

Kita memperolehnya ketika ada Latihan Dasar Kepemimpinan, ikut kegiatan 
osis/senat, kerohanian, atau kegiatan lain yang justeru menjadi 
ekstrakulikuler. Dari sinilah lahir para aktivis. Dari kegiatan-kegiatan itu 
pula lahir calon pemimpin-pemimpin yang lebih siap bersaing dibandingkan dengan 
mereka yang hanya menjadi kutu buku.

Saatnya mengubah orientasi pendidikan kita yang hanya mengarah pada transfer 
knowledge menghasilkan nilai akademik. Saatnya pendidikan di negeri ini 
mengarah pada transfer attitude dan menghasilkan siswa yang berkarakter kuat, 
siap membangun bangsa dan tidak cengeng menghadapi ujian. 

Saya yakin, dengan perubahan ini tak akan ada siswa yang berani memukul 
gurunya, memblokade gerbang sekolah dan juga menunggu kunci jawaban melalui 
SMS. Harapan akan lahirnya generasi masa depan juga tidak perlu kita 
khawatirkan. 

Keterangan Penulis:
Jamil Azzaini adalah Inspirator Sukses Mulia, Senior Trainer dan penulis buku 
Best Seller KUBIK LEADERSHIP; Solusi Esensial Meraih Sukses dan Kemuliaan Hidup.

    
---------------------------------
  Looking for earth-friendly autos? 
Browse Top Cars by "Green Rating" at Yahoo! Autos' Green Center.   

         


Salam EPOS,Lies SudiantiFounder & Moderator+62816995258

Kirim email ke