Mas Freddy apa yang musti saya lakukan untuk merubah hidup saya dan saya
orangnya kurang PD jika
berhadapan dengan orang yang belum saya kenal .
 
Thanks atas segala bantuannya
 
Mulyadi

________________________________

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf
Of Wuryanano Raden
Sent: Friday, June 15, 2007 7:35 PM
To: [EMAIL PROTECTED]; Bicara
Subject: [Bicara] Re: [PROFEC] Financial Day is Back... "5 Kebijakan
Menghadapi Pensiun"



Halo Mas Freddy dan Rekan2 Eksekutif Profesional,
 
Kalau menurut Saya sih, kebijakan menghadapi pensiun ini jangan sudah
"dekat" baru punya kebijakan. Sudah mau pensiun...kurang 1 - 2 tahun,
baru sadar untuk bersikap bijak.
 
Kalau rata-rata perusahaan memberi batas pensiun misalnya usia 56 tahun.
Ya sebaiknya mereka yang sedang menjadi eksekutif profesional...sudah
mempersiapkan kebijakan pensiun, sejak usia paling lambat 20 tahun
sebelumnya...jadi pada usia 36 tahun mereka harus sudah punya berbagai
pandangan untuk mengantisipasi pensiunnya nanti.
 
Ya, semestinya adalah lebih baik, jika mereka yang eksekutif profesional
ini sudah mulai mencoba berusaha bisnis sendiri sejak mereka berusia 36
tahun...mencoba berbisnis sendiri, yang awalnya mungkin sebagai bisnis
sampingan...disamping kita masih bekerja ikut "Majikan".
 
Dengan jangka waktu 20 tahun sebelum usia pensiun yang 56 tahun, dan
sudah mempersiapkan diri untuk untuk itu...dengan membuka bisnis
sendiri, maka itu adalah lebih dari cukup untuk persiapan pensiun.
 
Belajar bisnis selama kurun waktu maksimal 20 tahun...pasti akan
menghasilkan suatu bisnis hebat luar biasa prima...dan hasilnya tentu
saja pasti bisa dinikmati pada hari tua. Sudah mandapat uang pesangon
pensiun, dan masih ada bisnis yang dikelola sendiri...inilah menurut
Saya sebuah Kebijakan Menghadapi Pensiun.
 
Syukur-syukur kalau para eksekutif profesional ini sudah mengajukan
pensiun dini, untuk segera mengelola bisnisnya sendiri...daripada ikut
"Majikan" terus...
Dan, memang ikut serta dalam program "pensiun plan" asuransi hari tua,
juga hal yang baik...gak ada ruginya (hehe...gak bermaksud ikut promosi
lho ya)...mumpung ada dana lebih...pasti bermanfaat. Yang penting Anda
juga harus "ketat menyeleksi" broker asuransi yang terpercaya, bermodal
kuat...untuk Anda. Sebab kalau nggak, wah...dijamin pasti rugi,
perusahaan asuransi yang bermodal kuat...gampang "gulung
tikar"...hati-hati...
 
Oke, demikian "sharing" Saya.
 
Salam Luar Biasa Prima!
Wuryanano
http://wuryanano.blogspot.com/ <http://wuryanano.blogspot.com/> 

************************************************************************
************************************
"Freddy Pieloor - theANTARA.com" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

        Dear Rekan2,
         
         
        Salam sejahtera bagi Kita semua.
         
         
        Saya besok ada tugas ke Samarinda, sehingga saya kirimkan buah 
        pikiran yang ingin saya sharing kepada Rekan2 pada hari ini
Selasa sore.
         
        Saya ingin mengulas "5 Kebijakan" Yang Harus dipersiapkan
menghadapi Pensiun.
         
        "5 Kebijakan Menghadapi PENSIUN"
         
        Pensiun menjadi Momok bagi kita, mengapa?
         
        Bagi sebagian besar Masyarakat Indonesia, Pensiun adalah sesuatu
yang kurang disenangi
        atau bahkan dihindari, namun pada akhirnya kita tidak bisa
mengelak.
         
        Ada saat berkarya bagi Majikan kita, ada saat kita harus
berganti posisi dengan yang 
        lebih muda.
         
        Biarkan dan Relakan "Tongkat Estafet" kita serahkan kepada Yang
Lebih Muda dan lebih energic.
         
        Sudah cukup bagi kita, selama lebih kurang 30 tahun berkarya dan
berkontribusi bagi
        Perusahaan dan Majikan kita.
         
        Apalagi selama ini dalam pekerjaan, kita-pun mengalami stress
dan tekanan batin
        menghadapi banyaknya tugas yang diberikan, belum lagi "omelan"
Boss yang pedas.
         
        Jangan takut menghadapi Pensiun!!!
         
        Sudah saatnya kita mengambil alih kendali atas diri kita
sendiri, yang selama
        ini kita serahkan kepada Boss kita.
         
        Seharusnya kita semua bahagia dan suka cita menghadapi Pensiun,
karena
        kita tidak lagi menjadi "budak" Majikan kita, disuruh ini dan
disuruh itu.
         
        Tertawalah dengan Keras dan berteriaklah dengan lantang,
katakan:
         
        "Saya sekarang sudah BEBAS & Merdeka"
         
        "Tidak perlu lagi susah payah pergi pagi setiap hari dan pulang
larut malam, macet di jalan,
        stress karena pekerjaan, lepas dari Boss yang galak dan pelit"
         
        "Saya sekarang bisa memakai waktu-ku untuk melakukan semua
hobby-ku dan
        pekerjaan yang ku-senangi"
         
         
        Apa sih artinya Pensiun???
        Tidak lain dan tidak bukan, adalah "Keluar dari Gelanggang yang
diciptakan oleh Majikan Kita"
         
        Ya, keluarlah dari Gelanggang, karena masih banyak "pemain" yang
sedang mengantri dan harus ber-giliran.
         
        Sudah cukup bagi kita, dan sekarang kita harus tahu diri dengan
sadar, untuk berganti dengan yang lebih muda.
        Kita tidak boleh EGOIS, ingin mempertahankan terus pekerjaan
atau posisi kita saat ini.
         
        Kita tidak menginginkan, saat Anak Cucu kita perlu kerja nanti,
dan ditolak dengan alasan ada 
        "Yang Tua Bangka" macam kita yang belum mau ngalah sama yang
muda.
         
        Oleh sebab itu, kita harus ber-lapang dada, memberikan
kesempatan kepada Yang Muda.
         
        Masak sik, udah tua begini, masih mengemis pekerjaan dan belas
kasihan orang lain?
         
        Masak sik, kita tidak bisa menciptakan pekerjaan, paling tidak
untuk diri kita sendiri?
         
        OK, kita akan bahas 1 per 1
         
        A. Health / Kesehatan
         
            Penting bagi kita menjaga dan memelihara kesehatan kita.
         
            Ada 3 Kesehatan yang harus kita jaga: Kesehatan
Phisik/tubuh, Kesehatan Mental & Kesehatan Hubungan.
         
            Kesehatan Phisik/tubuh
            Kesehatan Tubuh perlu dijaga, sejak dini.
            Karena biaya untuk sakit sangat mahal harganya, apalagi di
masa mendatang.
            Biaya dokter, biaya obat dan biaya Rumah Sakit, jauh lebih
mahal daripada nginap di Hotel Ber-bintang
         
            Untuk itu, kita harus rajin olah raga, makan yang bergizi,
istirahat cukup dan pola hidup yang teratur.
            Jangan sampai kita sakit, karena sakit selain banyak
ongkos-nya, juga menyiksa diri dan keluarga.
         
            Jangan sampai kita sudah tua, sakit dan tidak punya uang
untuk bayar,
            sehingga kita ditawan dan disandera oleh Rumah Sakit.
            Belum boleh keluar, kalau belum lunas.
         
            Daripada sakit melulu, mending langsung dipanggil Tuhan.
Selesai Urusan.
            
            Kesehatan Mental
            Mental (pikiran dan perasaan) harus dipersiapkan, karena
nanti kita tidak lagi memiliki
            akitifitas yang rutin dan tetap setiap hari.
            Kita tidak lagi memiliki suasana dan kawan yang sama.
            Kita akan memasuki "dunia yang berbeda" dan "pengaturan
waktu sangat leluasa.
            Kita akan menjadi Majikan Diri Kita Sendiri.
         
            Janganlah "Post Power Sindrome" atau apapun istilahnya.
            Bilang aja, kita belum siap untuk kehilangan gaji, yang
selama ini kita terima secara rutin.
            Dan kita masih punya tanggungan dan biaya yang perlu kita
bayar.
         
            Ayo, kita harus tahu diri, kita tidak mau anak kita sulit
mendapat pekerjaan nantinya,
            karena orang-orang macam kita, yang tidak mau mengalah sama
yang muda.
            
            Kalau memang sudah waktunya, ya sudah, mundurlah dan
ber-besar hati-lah.
         
            Dahulu kali pertama kita bekerja, kita di ajarin bekerja,
setelah itu kita ahli
            dalam bekerja, selama kurang lebih 30 tahun.
            Nah sekarang kita harus bisa menciptakan pekerjaan bagi diri
kita.
            Jangan bisanya disuapin "pekerjaan" melulu oleh Majikan
kita.
         
            Malu sama yang muda, "APA KATA DUNIA???"
         
            Kesehatan Hubungan
            Selama kita bekerja, saya yakin kita terlampau disesaki
dengan kesibukan dunia dan materi.
            Kita terlalu pusing dengan pekerjaan yang tiada habisnya.
            Kita memiliki keinginan yang ini dan itu, yang kadang di
luar kemampuan kita.
         
            Kadang atau bahkan sering kita melupakan komunikasi dan
hubungan mesra dengan
            TUHAN, SESAMA dan KELUARGA (T-S-K)
         
            Kita harus menyadari, kita berasal dari Tuhan dan akan
kembali kepada NYA.
            Kita sudah sampai sejauh ini, karena berkat Anugerah-NYA.
            Kita sudah sukses, karena campur tangan-NYA
            Kita harus kembali menbangun hubungan yang harmonis dengan
NYA.
            Tanpa DIA, kita bukan apa-apa.
         
            Kita juga bukan apa-apa tanpa dukungan dan bantuan SESAMA,
teman kerja,
            relasi bisnis dan orang lain, yang selama ini terlibat baik
langsung maupun tidak.
            Kita tidak akan berhasil tanpa Mereka.
            Kita tidak bisa dan tidak mampu bekerja sendiri.
            Jadi kita harus menyadari dan membangun hubungan yang
harmonis dan
            saling menghormati dan memberikan manfaat bagi Semua.
            Jangan mau ambil untung-nya saja, ayo bagi-kan, jangan
serakah.
            
            Kita bekerja buat siapa? pasti buat Keluarga, anak dan
istri.
            Tapi apakah kita selama ini memberikan waktu yang cukup?
            Apakah kita memperhatikan apa yang mereka butuhkan, selain
uang dan uang?
            Kapan terakhir kita mengambil Raport anak kita?
            Kapan terakhir kita makan bersama dan bicara mesra dengan
mereka?
            Kapan terakhir kita piknik bersama dengan mereka?
            Ayo, kita kembali kepada Keluarga.
            Tanpa dukungan dan doa, istri dan anak2, kita bukan apa2.
            Tanpa istri dan anak2, kita hanyalah seorang lelaki biasa,
bukan Ayah dan Suami.
         
            Kita tidak mau, kita memiliki semua hal dunia, namun anak2
kita gagal dalam kehidupannya.
            Entah gagal sekolah karena pergaulan atau gagal menjadi
manusia yang bertanggung jawab.
         
         
        Jadi ada 3 Kesehatan yang harus segera dipelihara, dan jangan
biarkan terlantar.
        Jangan sampai terlambat, Penyesalan tidak ada gunanya.
         
        Kebijakan ke 2, akan saya bahas minggu depan...
         
        Demikian dan semoga bermanfaat.
         
        Mohon maaf bila ada kata-kata yang kurang berkenan, tidak ada
maksud untuk melukai atau menyakiti siapapun.
         
        Salam hidup mapan,
        Freddy Pieloor - 0816 1996699
         
         
        PT. Antara Intermediary Indonesia
        (Insurance Broker & Claims Consultant - Financial & Pension
Plan)
        Graha ANTARA
        Jl. Pintu Air V No. 43, Jakarta 10710
        Tel. 021 3519286 - Fax. 021 3805007
        www.theANTARA.com <http://www.theantara.com/>  
         
         


________________________________

Get the free Yahoo! toolbar
<http://us.rd.yahoo.com/evt=48226/*http://new.toolbar.yahoo.com/toolbar/
features/norton/index.php>  and rest assured with the added security of
spyware protection. 


 
--------------------------------------------------------

This message (including any attachments) is only for the use of the person(s) 
for whom it is intended. It may contain Mattel confidential, proprietary and/or 
trade secret information. If you are not the intended recipient, you should not 
copy, distribute or use this information for any purpose, and you should delete 
this message and inform the sender immediately.

Kirim email ke