Kesuksesan adalah hak setiap insan. Tuhan sesungguhnya mengharapkan
manusia untuk selalu berkarya dan meraih kesuksesan di jalan yang
diridhoi-Nya. Namun ada satu pertanyaan yang menggoda, "Siapkah Anda
untuk turun saat (berhasil) tiba di puncak kesuksesan?" Banyak orang
yang mungkin tidak rela bila harus turun tahta dari puncak kesuksesan
yang telah mereka raih. Dan, masak iya sih Tuhan tega membawa kita
kembali ke "jaman susah" dulu?
Adalah sebuah kenyataan, sebuah hukum alam bahwa sebuah puncak gunung
itu pasti dikelilingi oleh lembah. Ini adalah ketentuan universal yang
tidak bisa dilawan. Saat anda tiba di puncak, maka di saat itu pula
bersiap-siaplah untuk turun. Namun ini bukan berarti Tuhan menciptakan
ketentuan yang kejam. Tuhan menciptakan "lembah" dengan maksud agar
manusia bersiap-siap untuk mendaki puncak berikutnya yang lebih tinggi
lagi.
Dalam dunia bisnis, ada istilah product life cycle. Setiap produk
mempunyai masa-masa sun rise, masa puncak dan masa sun set. Inovasi
menjadi kunci dari terciptanya produk-produk baru. Di saat ada suatu
produk yang sudah tenggelam dan ketinggalan jaman, pastilah akan muncul
produk penerusnya yang menyempurnakan pendahulunya. Dan siklus ini akan
selalu berulang.
Prof. Yohanes Surya telah mengemukakan Teori Mestakung, bahwa di titik
balik, di point of no return, seluruh semesta akan mendukung agar
kondisi kritis dapat terlewati. Ini adalah sebuah hukum fisika, bahwa
roda nasib memang akan selalu berputar, naik lalu turun, kemudian naik
lagi, dan seterusnya. Bahkan Prof. Yohanes menganjurkan, kalau kita
ingin sukses, maka ciptakanlah kondisi kritis.
Tuhan pun sesungguhnya sudah sejak awal mengajarkan kepada manusia bahwa
"Sesudah kesulitan pasti akan datang kemudahan." Dalam kitab suci Al
Quran ayat ini bahkan diulang sampai 2x berturut-turut. Ini artinya
sebuah penegasan dari Tuhan, bahwa untuk meraih kesuksesan, manusia
harus bersusah payah terlebih dahulu. There is no such thing as a free
lunch. Anda ingin sukses? Siap-siaplah untuk berjuang. Anda ingin
"kembali" meraih sukses? Maka siap-siaplah untuk "kembali" berjuang.
Ada dua hal yang menjadi implikasi dari ketentuan universal ini.
Pertama, bagi Anda yang sedang berada di puncak kesuksesan, Anda harus
mulai mawas diri. Kenapa? Karena ilmu, kelebihan dan kapasitas Anda yang
berhasil melejitkan diri Anda saat ini kemungkinan akan expired dalam
beberapa waktu ke depan. Anda dituntut untuk terus belajar dan terus
berinovasi.
Kedua, bagi Anda yang sedang dalam periode kegagalan, sadarilah bahwa
Tuhan itu Maha Penyayang. Lembah kegagalan diciptakan-Nya sebagai sarana
awal pendakian Anda menuju kesuksesan. Mendaki toh harus selalu dari
bawah, dan menyalip toh harus selalu dari belakang.
Tak ada kesuksesan yang abadi, demikian pula, tak ada kegagalan yang
abadi.
Ditulis oleh Tommy Setiawan, pengamat MLM, penulis buku "BLOW!"
Baca juga artikel motivasi lainnya hanya di :
http://beranigagal.blogspot.com
Salam Sukses,
M. Rian Rahardi
http://www.beranibisnis.com
This email is confidential. If you are not the addressee tell the sender
immediately and destroy this email
without using, sending or storing it. Emails are not secure and may suffer
errors, viruses, delay,
interception and amendment. Standard Chartered PLC and subsidiaries ("SCGroup")
do not accept liability for
damage caused by this email and may monitor email traffic.