Pak Rian,
   
  Saya pernah mengalami hal ini. Tetapi saya mengkategorikannya sebagai akibat 
dari menunda-nunda pekerjaan (procrastination). Sebetulnya untuk menyelesaikan 
thesis, waktu yang diberikan kampus, lebih dari cukup. 
   
  Regards
  Jajang Hernandar

"Rahardi, Mohamad Rian" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
              Pernah mendengar sukses atau tidak itu adalah pilihan? Ya tentu 
saja pernah, kata-kata ini memang sangat mudah diucapkan, tapi banyak sekali 
yang tidak mengindahkan kata- kata ini. Kenapa hal ini sangat susah untuk 
dijadikan pondasi berpikir kita, hal ini selalu saja dilawankan dengan yang 
namanya luck, itu tidak disangkal even di salah satu buku yang saya baca ”Good 
to Great” semua pemimpin-pemimpin dunia yang masuk ke dalam level 5 yaitu ”good 
to great leader” sering merendahkan diri dan berkata : ”bahwa saya sukses 
karena angin selalu mendorong saya untuk maju dan menjadi lebih baik”. Tidak 
ada salah satu dari kita yang sanggup menyangkal pendapat ini, tapi buat apa 
kita memikirkan nasib yang memang kita tidak bisa berbuat apa-apa untuk itu. 
Oleh karena itu marilah kita berbuat yang bisa kita lakukan dan jangan pernah 
menyerah untuk merubah keadaan kita.

Pernah suatu ketika saya ngobrol dengan salah satu mahasiswa pasca sarjana di 
salah satu perguruan tinggi di Jakarta. Sebuah cerita yang sangat menarik yang 
saya harap dapat menjadi pembelajaran. Dalam cerita ini menunjukkan bahwa 
keunggulan hati dapat menghancurkan tebing yang mungkin yang secara logika 
tidak akan mungkin di lewatkan. Andi seorang teman yang saya ajak berdiskusi 
selalu berusaha untuk berpikir positif terhadap apa yang dihadapinya, sampai 
pada suatu waktu di mana dia menghadapi satu kondisi harus menyelesaikan 
studinya yang telah di jalaninya selama dua setengah tahun di pasca sarjana 
tersebut dan bila ini tidak terselesaikan maka sia-sialah apa yang telah dia 
lakukan untuk meraih gelas pasca sarjananya. 

Sudah lama Andi merintis thesis yang dia buat ini kurang lebih sudah memakan 
waktu lima bulanan. Namun apa yang terjadi pekerjaan Andi selama lima bulan 
tersebut hancur dalam waktu satu hari, dimana sang dosen pembimbing mengatakan 
bahwa ada kesalahan metode pembahasan masalah, dan dengan gampangnya sang dosen 
berkata bahwa semua yang telah dilakukannya harus dirubah, lebih gawatnya 
pembatalan itu terjadi dua minggu sebelum batas akhir pengumpulan thesis. 
Kejadian ini menghantarkan Andi pada suatu keadaan yang mungkin tidak semua 
orang bisa menghadapinya, dia harus merubah semua thesisnya karena adanya 
kesalahan pemahaman antara Andi dan dosennya, hal ini mungkin yang sering kita 
sebut sebagai takdir. Keadaan ini membuat dia sangat shock terhadap apa yang 
terjadi dengan dirinya lalu dia bercerita bahwa sekarang dia sangat tergoda 
untuk menyerah dan membiarkan thesisnya untuk terbengkalai dan mengakui bahwa 
dia telah gagal untuk menyelesaikan studinya. 

Namun kegalauan ini tidak berlalu lama keesokan harinya di pagi hari pada saat 
merenungi nasibnya Andi memotivasi dirinya sendiri dan teringat dengan dua 
pepatah yang merebounds dia dari kehancuran yaitu bahwa ”kesuksesan itu adalah 
pilihan” dan ”masalah itu ada tapi bukan itu yang penting, yang penting adalah 
bagaimana kita menghadapi masalah”, what a good statement he had, dengan 
bermodalkan dua statement itu Andi berusaha bangkit untuk membangun kembali 
pundi pundi pendidikannya yang sedang hancur, and then apa yang terjadi untuk 
membangun kembali ini Andi di sela-sela kegiatannya sebagai pegawai dan usaha 
sampingan yang juga sedang dia rintis, harus merelakan waktunya untuk dalam dua 
minggu menyelesaikan thesis yang sudah harus di kumpulkan, and then dia 
berkata: ”only god and me that can solve the problem”.

Lalu dia pun mulai usahanya untuk membaca dan melihat hal apa yang bisa dia 
jadikan sebagai bahan thesisnya, sudah hampir setengah dari perpustakaan dan 
thesis-thesis telah dibacanya namun tidak ada satupun ide yang bisa dia dapat, 
and time goes by satu minggu telah berlalu dan dia belum menghasilkan satu 
lembarpun tulisan yang akan menghiasi thesis yang akan dia ajukan. 

Keesokan harinya dia kembali berangkat kekampus untuk kembali menjelajahi 
thesis thesis seniornya yang mungkin masih bisa dijadikan referensi Namun 
seperti hari hari sebelumnya dia tidak berhasil mendapatkan materi yang 
menarik, namun ditengah kelelahan dan tekanan yang sebegitu luar biasanya. 

Rupanya Tuhan memberikan sedikit semangat yang kadang hanya kita yang bisa 
menafsirkannya entah petunjuk itu untuk dijadikan semangat baru atau sebaliknya 
malah menjadi boomerang buat kita. Apa yang terjadi Andi ditegur oleh salah 
satu teman kuliahnya yang sedang mengumpulkan thesisnya, setelah dia berkeluh 
kesah sang teman kemudian memberikan advice Andi untuk berbicara dengan 
temannya yang memiliki banyak materi dan sangat baik hati untuk membantu. What 
a good help yang dia dapat hari itu namun bukan hanya hal baik itu saja yang 
terjadi pada Andi. Pada saat yang bersamaan pada waktu makan siang dia 
mendapatkan juga satu pukulan dari temannya yang kebetulan sudah lulus, mereka 
menertawakan kegilaan Andi yang ingin mengelarkan dalam satu minggu. 

Pendapat tinggal pendapat malah apa yang didapat oleh kedua temannya tadi 
menjadikannya jauh lebih kuat dan semakin bersyukur bahwa dia sedang dipacu. 
Apa yang terjadi dia mengikuti pendapat temannya itu untuk menemui teman yang 
banyak memiliki artikel menarik. Dalam pertemuan itu Andi dan sang teman 
berdiskusi tentang apa yang hendak mereka buat, sampai pada suatu titik sang 
teman berkata: 

”Ya sudah saya bimbing kamu untuk menyelesaikan thesis ini, tapi saya butuh 
kamu harus siap bekerja 24 jam untuk mengejar dead line kamu”, lalu si Andi 
berkata kalau memang waktu disiapkan 36 jam maka dia akan menghabiskan seluruh 
waktu dia untuk mengejar targetnya. 

Minggu yang sangat berat itu pun dimulai Andi, di mana dia harus melakukan cuti 
mendadak di kantornya dan full selama satu minggu mengerjaka thesisnya, ini 
bukannya hal yang mudah dalam pengerjaanya banyak sekali hal yang membuat Andi 
tertekan dan depresi untuk menyelesaikannya. Beberapa kendala Andi untuk 
menyelesaikan ini adalah dia belum menguasai sekali data yang saya miliki dan 
belum mengerti cara mengolahnya ditambah dengan seperti di kejar kejar waktu 
satu hal yang paling membuat dia bermasalah dengan hal ini adalah 
ketidaksabaran sang teman menghadapi dia. 

Hal ini membuat dia depresi, dalam masa satu minggu itu kelambatan dia untuk 
memahami pembuatan thesis itu membuat dia beberapa kali mendapati dirinya di 
bodoh-bodohin oleh teman dia, dan menyatakan bahwa : ”Udah kamu nggak usah 
dateng lagi kemari kalau masih goblok........” 

Pada saat mendengar itu dunia seakan runtuh di depan Andi, dan dia berkata 
bahwa dia harus menyelesaikan dan berjuang untuk sukses yang dia inginkan. 
Hinaan tadi dijadikan Andi sebagai tantangan dirinya yang semakin besar untuk 
tetap berusaha menyelesaikan thesisnya tersebut. 

Hari demi hari dilalui Andi dari kampusnya di Depok, rumah temannya yang di 
Ciputat dan rumah sang dosen di Kelapa Gading menjadi lahapannya, namun berkat 
kerja keras dan mental bajanya akhirnya tepat dua jam sebelum penutupan 
penerimaan Andi akhirnya dapat menyelesaikan thesisnya. 

What a lovely story bukan? Banyak dari kita terlalu cepat menyerah dengan 
keadaan yang menimpa kita dan kembali dengan satu kata kambing hitam nasib, 
kalau saja si Andi dari cerita di atas menyerah dan pasrah pada keadaannya, 
maka akan lain kejadiannya sekarang. Dia tidak akan tegak membicarakn 
keberhasilannya yang telah dia capai. Ingat! bahwa kita tidak pernah tahu 
rencana Tuhan terhadap kita maka janganlah berburuk sangka terhadap Tuhan, 
orang lain terlebih kepada diri kita. Tetaplah menjadi orang-orang yang 
semangat dan berjuang. 

Lakukan yang terbaik yang bisa anda lakukan dan biar Tuhan yang menggerakkan 
tangan-tangan ajaibnya kepada anda. 

Jangan pernah kita mengalah kepada keadaan yang ada dan menimpa kita. Teruslah 
membangun hati yang kuat dan berpikir positif. Selama kita berpikir positif 
dengan keadaan kita maka sekeliling kita akan merespon kita dengan positif. 


Dodi
Founder & Moderator Berani Gagal
[EMAIL PROTECTED]
  
  Baca juga artikel motivasi lainnya hanya di :
  
  http://beranigagal.blogspot.com
  
  Salam Sukses,
  M. Rian Rahardi
  http://www.beranibisnis.com
  
  
  


This email is confidential. If you are not the addressee tell the sender 
immediately and destroy this email without using, sending or storing it. Emails 
are not secure and may suffer errors, viruses, delay, interception and 
amendment. Standard Chartered PLC and subsidiaries ("SCGroup") do not accept 
liability for damage caused by this email and may monitor email traffic.  
  

         

       
---------------------------------
Need a vacation? Get great deals to amazing places on Yahoo! Travel. 

Kirim email ke